Anda di halaman 1dari 23

Soal :

1. Jelaskan definisi dari makanan dan minuman haram! Sebutkan dasar-


dasarnya!
2. Berikan penjelasan makanan atau minuman haram dari cara mengolahnya!
Berikanlah contoh, penyelesaian, dasar!
3. Cari alasan membahayakannya dari mental spiritual! Berilah kasus dan cara
penyelesaiannya!

Jawaban :

1. Bahasa : Terlarang
Istilah : Makanan dan minuman yang terlarang, yang tidak boleh dikonsumsi
menurut syariat dan ajaran agama Islam karena adanya sebab-sebab tertantu,
jika mengonsumsi akan mendapat dosa dan akibat-akibat yang lainnya.
Sebab-sebab tersebut antara lain :

a. Makanan dan minuman tersebut dapat menghilangkan kesadaran,


melemahkan urat, memabukkan, membahayakan tubuh, mendatangkan
mudarat / bahaya bagi dia sendiri seperti larangan makanan / minuman
tertentu bagi orang sakit tertentu, juga berbahaya bagi makhluk hidup
maupun benda-benda disekitarnya.
Contohnya : Narkoba, ekstasi, ganja, bir, khamr, racun, kayu, beling, gula
bagi orang yang sakit diabetes, kopi bagi yang menderita hipertensi dan
lain-lain.
Seperti firman Allah dalam Surat Al-A’raff 157

         

         

1
         

            

   

157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka
mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan
menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala
yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada
mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan
mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-
orang yang beruntung.

[574] Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-
beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkan
membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja
atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan
kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.

Juga firman Allah dalam Surat Al-Maidah 90

          

    

90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan
anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.

2
setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak
ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak
melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak
panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai
dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada
tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Karenanya bahaya akan makanan atau minuman diatas seperti


mengakibatkan kehilangan kesadaran, membuat mental menjadi buruk,
menyusahkan orang lain, berdosa, dan lain-lain.
Dalam meminum minuman keras yang memabukkan seperti arak dan
sebagainya, hukumnya haram merupakan sebagian dari dosa besar, karena
menghilangkan akal adalah sesuatu yang dilarang keras sekali. Betapa
tidak, karena akal itu sungguh penting dan berguna. Maka wajib
dipelihara dengan sebaik-baiknya. Tiap-tiap minuman yang memabukkan,
diminum banyak maupun sedikit tetap saja haram, meski sedikit tidak
sampai mabuk.
Seperti dalam sabda Rasulullah yang artinya :
“Sesuatu yang memabukkan, banyak atau sedikit pun haram” (Riwayat
Nasai dan Abu Dawud)
Seperti firman Allah dalam Surat Al-Maidah 90

         

     

90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,


(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka
akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak
panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah,

3
Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah
tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka
mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu.
Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai
dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak
ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Orang yang meminum minuman keras wajib didera 40 kali apabila ada
saksi 2 orang laki-laki atau dia menaku sendiri
Seperti dalam sabda Rasulullah yang artinya :
“Bahwasanya Rasulullah saw telah mendera orang yang telah meminum
minuman keras dengan 2 pelepah tamar (kurma) empat puluh kali.”
(Riwayat Muslim)
Bukan hanya minuman, tetapi suatu makanan yang menghilangkan akal,
seperti, ganja, candu, (narkotika), hukumnya juga haram karena termasuk
dalam arti memabukkan.
Sabda Rasulullah yang artinya :
“Tiap-tiap sesuatu yang memabukkan adalah haram.” (Riwayat Muslim)
Penjelasan lebih lengkap dan contoh kasus dalam kehidupan akan
dilanjutkan dalam jawaban nomor 3, maupun bab-bab selanjutnya.

b. Kotor/bernajis (bercampur benda haram / najis, maupun asalnya najis)


Contoh : benda yang asalnya halal, tetapi karena terkena campuran benda
haram jadinya haram misalnya nasi goreng yang memakai minyak babi,
rujak yang dicampur dengan “dede”(sejenis darah yang dibekukan),
dalam hal ini juga dimaksudkan dalam cara mengolahnya.

c. Segala yang buruk, menjijikkan (Contoh : telur cicak, daging mentah,


daging busuk dan lain-lain)

d. Karena cara memperolehnya dengan cara tidak baik (Contoh : menipu,


mencuri, riba’, dan lain-lain.)
Untuk riba, Allah telah menekankan pada :

4
Surat Ali-Imran : 130

          

  

130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat
ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan.

[228] yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi'ah. menurut sebagian besar ulama bahwa
riba nasi'ah itu selamanya Haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba itu ada dua
macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh
orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang
sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan
demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba
yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam
masyarakat Arab zaman Jahiliyah.

Surat Al-Baqarah : 275

         

             

            

            



275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175].

5
keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat),
Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual
beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari
Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah
diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada
Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni
neraka; mereka kekal di dalamnya.

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih
yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu
barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang
menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan
padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda
yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.
[175] Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang
kemasukan syaitan.
[176] riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak
dikembalikan.

Untuk masalah Riba’ akan detekankan pada bab-bab yang lain


Dasar hukum mencuri adalah :
Firman Allah dalam surat Al-Maidah : 33

          

           

             

33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-
Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau
dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri
(tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka
didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

6
[414] maksudnya ialah: memotong tangan kanan dan kaki kiri; dan kalau melakukan
lagi Maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan.

e. Dan yang paling penting telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits
(diharamkan oloeh Allah dan Rasul)
Contoh : Dilarang memakan binatang yang buas dan bertaring, berkuku
tajam, disuruh dan dilarang membununhnya, memberi mudharat dan lain-
lain.
Terdapat dalam Al-Maidah ayat 3

          

         

            

           

           

        

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan)


yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang
ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395],
dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga)
mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah
kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada
hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa

7
terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam
ayat 145.
[395] maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk
dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan
melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah
yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan
lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan
disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta
supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah
mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah
yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian
diulang sekali lagi.
[397] yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang
dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat Ini jika
terpaksa.

Lebih baik kita menjauhi makanan dan minuman haram karena meskipun ada
manfaatnya tetapi mudharat/bahayanya bagi manusia lebih banyak lagi.
Seperti firman Allah dalam Surat Al-Baqarah 219

           

           

      

219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya
terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih
besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.

8
Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu supaya kamu berfikir,

[136] segala minuman yang memabukkan.

Juga firman Allah dalam Surat Al-Baqarah 168

            

    

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu.

Dan juga sabda Rasulullah yang artinya :


“Rasulullah saw telah ditanya orang dari hal hukum minyak sapi (samin),
keju dan fawah (kulit) binatang beserta bulunya yang dipakai dalam
perhiasan atau tempat duduk. Jawab beliau :
“Barang yang dihalalkan Allah dalam kitabnya adalah halal, dan barang
yang diharamkan Allah dalam kitabnya adalah haram, dan sesuatu yang tidak
dijelaskannya, maka barang itu termasuk dimaafkannnya, sebagai kemudahan
bagi kamu:. (HR. Ibnu Majah dan Tarmuzi)
Jawaban Nomor 1 ini merupakan penjabaran dari makanan dan minuman
haram secara umum, sedangkan untuk binatang haram dimakan seperti yang
diharamkan dalam Al-Quran, berkuku tajam, buas, bertaring, disuruh dan
dilarang membunuhnya akan dijelaskan pada bab-bab selajutnya.
Contoh makanan haram :
 Daging Babi
 Daging busuk
 Makanan yang tercampur babi
 Gula bagi penderita diabetes
 Narkoba

9
 Ganja
Contoh minuman haram :
 Bir
 Air selokan
 Arak
 Air putih yang tercampur daging babi
 Kopi bagi penderita hipertensi

2. Makan menjadi haram karena cara mengolahnya yaitu sesuatu makan yang
halal karena suatu kesalahan dalam mengolah. Proses pengolahan dalam hal
ini dibagi menjadi beberapa hal, antara lain :
a. Penyembelihannya :
1) Penyembelihannya tidak dengan menyebut nama Allah
2) Matinya bukan karena disembelih
Contoh : Mati karena dicekik, dipukul, jatuh, ditanduk, dimakan
binatang lain,dll.)
3) Disembelih untuk berhala. (seperti untuk sesajen)
4) Menyembelih yang tidak sesuai cara-cara menyembelih / melewatkan
rukun menyembelih yaitu :
a) Penyembelih orang Islam yang ahli dan memenuhi syarat
Al-Maidah : 5

          

        

        

10
         

       

5. Pada hari Ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan)


orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal
(pula) bagi mereka. (dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga
kehormatan[402] diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang
menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu,
bila kamu Telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya,
tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik.
barangsiapa yang kafir sesudah beriman (Tidak menerima hukum-hukum Islam)
Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.

[402] ada yang mengatakan wanita-wanita yang merdeka.

b) Binatang yang disembelih halal dengan dipotong tepat pada urat


nadinya
Hadits-hadits Rasulullah
Dari Abu Usyara, “Saya telah bertanya kepada Rasulullah,
Adakah tidak sah menyembelih kecuali di kerongkonagn dan
pangkal leher?” Jawab beliau, “Kecuali engkau bacok di
pahanya, sesungguhnya cukuplah (memadai) bagimu.” (Riwayat
lima orang ahli Hadis)
c) Alat perkakas yang digunakan merupakan benda tajam
Sabda Rasulullah :
Dari Rafi; bin Khadij, “Alat apapun yang dapat mengalirkan
darah dan disembelih dengan myebut nama Allah, makanlah
olehmu kecuali gigi dan kuku.” (HR Bukhari dan Muslim)
Bab tentang penyembelihan akan dibahas pada bab selanjutnya.
Seperti firman Allah dalam Surat Al-Maidah : 3

11
          

         

            

           

           

        

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan)


yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang
ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395],
dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga)
mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah
kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada
hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa
terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam
ayat 145.
[395] maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk
dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan
melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah
yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan

12
lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan
disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta
supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah
mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah
yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian
diulang sekali lagi.
[397] yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang
dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat Ini jika
terpaksa.

Penyelesaian :
a. Hati-hati dalam menyembelih, memerhatikan rukun
b. Hanya menyembelih untuk dan menyebut asma Allah
c. Jika mengetahui ada binatang yang mati bukan karena disembelih
jangan dimakan
b. Pengolahan atau pemsakkan
a) Saat pengolahan dicampur dengan zat / bahan yang haram / beracun,
membahayakan tubuh, melemahkan urat memabukkan, menghilangkan
kesadaran
Contoh :
 Makanan bercampur formalin, boraks, racun,
 Makanan yang diberi penyedap rasa babi
 Rujak yang dicampur dengan “dede”(sejenis darah yang dibekukan)
 Bakso yang daging sapinya dicampur daging babi
Contoh dalam kehidupan :
Makanan Berformalin Muncul Lagi

Sabtu, 3 Maret, 2007 oleh: Gsianturi


Makanan Berformalin Muncul Lagi
Gizi.net - Isu Mereda, Makanan Berformalin Muncul Lagi

Setahun berlalu setelah isu makanan berformalin sempat menjadi buah bibir pembicaraan masyarakat.
Sempat pula menjadi berita-berita hangat di beberapa media. Masyarakat untuk beberapa saat sempat
menghindari makanan yang dianggap mengandung formalin, seperti tahu, ikan asin, dan mi basah.
Akibatnya, beberapa produsen tahu sempat mengalami keterpurukan usaha. Namun, temuan terbaru
kami sungguh mencengangkan.

Berbarengan dengan isu tersebut, Departemen Perdagangan mengatur tata niaga formalin untuk
membatasi peredaran formalin secara bebas. Formalin tidak bisa diperjualbelikan bebas di pasaran.

13
Konsumen yang akan membelinya pun harus menunjukkan identitas diri dan menyatakan tujuan
pembeliannya.

Formalin merupakan larutan kimia yang tidak berwarna dan berbau sangat menusuk. Larutan yang
dikenal juga dengan nama formaldehyde ini biasanya dijual dalam bentuk cairan dengan kadar 10, 20,
30, atau 40 persen. Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis, desinfektan untuk
peralatan rumah sakit, serta untuk pengawet mayat.

Jika formalin digunakan pada makanan dapat menyebabkan mulut, tenggorokan, dan perut terasa
terbakar saat menelan. Selain itu juga menyebabkan kerusakan jantung, hati, otak, limpa, pankreas,
serta sistem saraf pusat dan ginjal.

Setidaknya, isu formalin yang sempat menghangat setahun yang lalu menyadarkan masyarakat akan
bahaya penggunaan formalin pada makanan.

Hal tersebut terbukti pada hasil pengujian sampel makanan berformalin yang dilakukan oleh Litbang
Kompas tahun 2006 melalui Laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dan Sucofindo.

Dari 43 sampel tahu, ikan asin, dan mi basah yang diambil dari lima pasar tradisional di wilayah Jakarta
dan lima hipermarket, 90 persennya dinyatakan bebas berformalin.

Sisanya, yang berupa sampel tahu putih ukuran besar dan kecil dan teri asin, masih mengandung
bahan berbahaya tersebut dengan kandungan 0,5-10 miligram formalin pada setiap kilogram tahu.

Rupanya, isu formalin hanya sesaat. Sekarang, pemerintah, produsen makanan, dan masyarakat sudah
melupakannya. Masyarakat yang dulu sempat takut untuk mengonsumsi tahu, ikan asin, dan mi basah,
sekarang mulai berani lagi.

Sebagian produsen tahu di Mampang dan Tangerang mengaku, penjualannya mulai meningkat lagi
sejak isu formalin reda.

Mencengangkan
Namun, apakah seiring redanya isu formalin, apakah dijamin zat tersebut tidak digunakan lagi dalam
makanan? Akhir bulan Januari 2007, Litbang Kompas melalui Laboratorium Sucofindo melakukan uji
sampel makanan yang diduga mengandung formalin pada tahu dan ikan asin. Sampel berjumlah 28
buah, diambil dari 5 pasar tradisional di wilayah Jakarta dan 2 hipermarket yang sama dengan lokasi
pengambilan sampel tahun lalu.

Hasilnya berbeda jauh dengan tahun 2006. Dari 28 sampel, 40 persen dinyatakan positif mengandung
formalin. Sebagian besar tahu dari 7 lokasi dan sebagian kecil ikan asin masih tercemar bahan yang
sangat berbahaya bagi kesehatan tersebut dengan kandungan 3-19 miligram formalin pada setiap
kilogram tahu (lihat tabel).

Menurut penjelasan Husniah Rubiana, Kepala Badan POM, masih adanya formalin pada makanan karena
ada kebocoran meski sebenarnya tata niaganya sudah diatur.

Bahkan, menurut Husniah, Badan POM di seluruh Indonesia sudah melakukan pemantauan penggunaan
formalin pada makanan dengan mengambil sampel di pasaran. Hasilnya direkapitulasi dan dilaporkan
setiap enam bulan sekali. Akan tetapi, tetap saja selalu ditemukan makanan berformalin di pasaran,
meski hasilnya selalu menurun.

Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, Desember 2006, Badan POM melayangkan surat kepada
Departemen Perdagangan. Tujuannya, minta supaya dalam setiap kemasan formalin diberikan zat
pemahit yang disebut bitrex.

Zat kimia yang biasanya digunakan pada cairan pembersih lantai tersebut akan memberikan rasa pahit.
"Saya kira itu cara efektif melarang pemakaian formalin pada makanan," kata Husniah. Bercermin pada
kasus di Sri Lanka, cara tersebut cukup efektif supaya formalin tidak digunakan pada makanan.

Kebersihan lingkungan
Thomas Darmawan, Ketua Umum Asosiasi Makanan dan Minuman, mengatakan, kunci utama

14
pembuatan tahu adalah kebersihan lingkungan. "Misalnya kebersihan kaleng tahu, pisau pemotong,
papan alas tahu, serta lingkungan sekitar industri tahu," jelasnya saat dihubungi Kompas lewat telepon
awal Februari lalu.

Pengusaha yang pernah mempunyai industri tahu sekitar tahun 80-an di Solo itu juga menyatakan,
bakteri yang bisa membusukkan tahu biasanya tumbuh karena kaleng-kaleng tahu yang dicuci tidak
bersih dan air yang digunakan dalam merendam kedelai.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Musa Abdullah, produsen tahu slawi di kawasan BSD, Tangerang. Dia
menceritakan, kebersihan lingkungan industri pabrik merupakan faktor penting proses pembuatan tahu
dengan kualitas yang baik.

"Saya selalu meminta para pekerja menggunakan sarung tangan atau plastik saat menyentuh tahu atau
kedelai," jelasnya. Alhasil, selama tiga tahun membuat tahu, dia mengaku sama sekali tidak pernah,
bahkan tidak mengenal pengawet. Setiap hari pabriknya menghasilkan tahu 3.000 hingga 3.500 tahu
yang langsung disetorkan ke beberapa supermarket di wilayah Jabodetabek.

Jika syarat utama supaya tahu tidak cepat busuk adalah proses pembuatannya yang bersih bahkan
higienis, mengapa masih banyak tahu berformalin dijumpai di pasaran? Thomas menyatakan bahwa
biasanya para produsen tahu membubuhi formalin supaya tahu bisa awet lebih dari satu hari. Jika
dagangan tidak laku dalam satu hari, bisa dijual lagi keesokan harinya. Namun, menurut Thomas, tahu
bisa tahan selama satu minggu jika dimasak sangat matang dan disimpan dalam lemari pendingin.

Akan tetapi, menurut Suwarno, produsen tahu di kawasan Mampang, pengawetan tahu dengan cara
perebusan sangat matang, 4-5 kali mendidih, akan membuat tahu mengkerut. Selain itu, tenaga yang
dibutuhkan jadi berlipat. "Belum lagi jika para karyawan ceroboh, hanya direbus 2-3 kali saja," ujar
Suwarno.

Chitosan
Tahun lalu, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB telah menemukan bahan alami pengawet
makanan pengganti formalin yang disebut chitosan.

Bahan alami yang merupakan produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, khususnya
udang dan rajungan, tersebut bisa digunakan sebagai pengawet untuk tahu, mi basah, dan bakso.
Selanjutnya, awal Januari 2006, IPB bekerja sama dengan PT Araminta Sidakarya memproduksi
chitosan.

Pada awal produksi chitosan, Maret 2006, PT Araminta Sidakarya mencatat, jumlah pembeli chitosan
sampai mencapai 42 konsumen. Rata-rata digunakan untuk industri tahu, mi basah, ikan asin, serta
untuk penelitian. Namun, dari bulan ke bulan tingkat pembeliannya turun drastis. Desember 2006
hanya ada 2 pembeli. Itu pun digunakan untuk bahan penelitian saja.

Menurut penjelasan Estiamboro, Supervisor Produksi Chitosan dan Keragenan PT Araminta Sidakarya,
penjualan chitosan menurun karena dianggap nilai jual chitosan cukup mahal. Harganya sekitar Rp
14.000 per liter, tetapi hanya bisa mengawetkan 24 jam.

Pernyataan Estiamboro sesuai dengan pengalaman Suwarno yang pernah mencoba chitosan pada tahu
produksinya. "Pakai atau tidak pakai chitosan sama saja. Tidak ada bedanya," kata Suwarno saat
ditanya pengalaman memakai chitosan.

Meski mengaku belum pernah menggunakan formalin, Suwarno mengatakan, kekuatan formalin tidak
ada bandingannya. "Jangan coba membandingkan formalin dengan chitosan atau pengawet lain. Segala
sesuatunya ’rampung’ dengan formalin," katanya saat ditanya perbedaan menggunakan formalin dan
chitosan.

Harga formalin yang mahal sekitar Rp 20.000 per kilogram tidak menyurutkan produsen tahu untuk
tetap menggunakan zat kimia berbahaya bagi tubuh ini.

"Meski mahal tetapi bisa memperpanjang umur tahu sampai sekitar 3-4 hari," jelas Suwarno. Kekuatan
formalin ini bisa membantu pedagang- pedagang kecil yang takut rugi jika tahunya tidak laku di
pasaran.

15
Sampai sekarang makanan berformalin masih beredar di pasaran. Ribut-ribut soal formalin hanya
sesaat. Setelah itu, seperti biasa, produsen bahkan pedagang makanan mulai lagi menggunakan
formalin.
Pencegahan :
Mengingat kasus di atas maka perlu adanya pengawasan yang ketat dari
polisi maupun dari MUI, BPOM, juga mencari bahan yang muran dan
halal bagi barang-barang tersebut, tidak menjual dengan bebas bahan yang
disinyalir dapat dicampur pada makanan yang mengakibatkan menjadi
haram(seperti formalin, boraks dll), meninggkatkan mental pedagang agar
tidak hanya mencari untung, karena bahan-bahan diatas setelah diteliti
lebih lanjut membuat kerusakan pada tubuh dalam jangka waktu yang
lama, sehingga membahayakan.
b) Makanan yang saat mengolah tercampur dengan bahan-bahan yang
berasal dari uang haram.
Contoh :
 Makanan yang dicampur dengan daging yang berasal dari uang riba
Seperti dijelaskan Allah dalam Surat Ali-Imran : 130

          

  

130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat
ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

[228] yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi'ah. menurut sebagian besar ulama bahwa
riba nasi'ah itu selamanya Haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba itu ada dua
macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang
yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis,
tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian,
seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang
dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam
masyarakat Arab zaman Jahiliyah.

 Makanan yang uangnya hasil mencuri, korupsi

16
c. Penyajiannya
a) Saat penyajian diberi bahan / zat yang haran / bernajis. Sehingga
makanan / minuman itu akan menjadi haram.
b) Saat penyajian diberi bahan / zat yang menjijikkan, sehingga dapat
menjadikan makanan itu haram.
d. Penyimpanan
Dibiarkan terlalu lama, karena jika dibiarkan bahan-bahan itu akan
berbahaya dan merusak tubuh.
Contoh :
 Aren yang asalnya halal karena di biarkan terlalu lama akhirnya jadi
tuak(haram)
 Roti yang asalnya halal karena di biarkan terlalu lama akhirnya jadi
busuk, tidak bisa dimakan (haram, karena membahayakan)

Pencegahan :
Tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat merusak kandungan gizi dari
makanan tersebut, lebih baik jika tidak mau disedekahkan, karena masih
banyak orang yang tidak mampu disekitar kita, dari pada mubadzir.
3. Membahayakannya dari mental spiritual
Makanan yang tersebut dapat menghilangkan kesadaran, melemahkan
urat, memabukkan, membahayakan tubuh, mendatangkan mudarat /
bahaya bagi dia sendiri, maupun bagi makhluk disekitarnya.
Contonhnya : Narkoba, ekstasi, ganja, bir, khamr, racun, kayu, beling, dan
lain-lain.
Seperti firman Allah dalam Surat Al-A’raff 157

         

         

         

17
            

   

157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka
mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan
menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang
buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada
mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan
mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-
orang yang beruntung.

[574] Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-
beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkan
membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja
atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan
kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.

Juga firman Allah dalam Surat Al-Maidah 90

          

    

90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan
anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.
setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak
ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak
melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak

18
panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai
dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada
tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Karenanya bahaya akan makanan atau minuman diatas seperti


mengakibatkan kehilangan kesadaran, membuat mental menjadi buruk,
menyusahkan orang lain, bahkan dapat membuat tindak pidana, merusak
saran umum maupun pribadi, dan lama-kelamaan maka jiwa dan mental si
pemabuk/penikmat barang haram ini akan rusak, dan pemikirannya tidak
sehat, jika mentalnya rusak ia tidak akan takut kepada Allah, orang lain
sehingga ia akan meningglkan syariat Islam, dan di mayarakat akan
mengakibatkan permusuhan, mudah marah, tersinggung, tidak dapat
berfikir normal, tubuh, jiwa, raga pemakan benda haram itupun bisa
rusak,selain itu juga mubadzir dan menghabiskan uang untuk hal yang
tidak berguna, dan lain-lain.
Seperti dalam QS 5 ; 91

          

          

91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan


kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi
kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan
pekerjaan itu).

Dalam meminum minuman keras yang memabukkan seperti arak dan


sebagainya, hukumnya haram merupakan sebagian dari dosa besar, karena
menghilangkan akal adalah sesuatu yang dilarang keras sekali. Betapa
tidak, karena akal itu sungguh penting dan berguna. Maka wajib
dipelihara dengan sebaik-baiknya. Tiap-tiap minuman yang memabukkan,
diminum banyak maupun sedikit tetap saja haram, meski sedikit tidak
sampai mabuk.

19
Seperti dalam sabda Rasulullah yang artinya :
“Sesuatu yang memabukkan, banyak atau sedikit pun haram” (Riwayat
Nasai dan Abu Dawud)
Seperti firman Allah dalam Surat Al-Maidah 90

         

     

90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,


(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka
akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak
panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah,
Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah
tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka
mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu.
Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai
dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak
ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Orang yang meminum minuman keras wajib didera 40 kali apabila ada
saksi 2 orang laki-laki atau dia menaku sendiri
Seperti dalam sabda Rasulullah yang artinya :
“Bahwasanya Rasulullah saw telah mendera orang yang telah meminum
minuman keras dengan 2 pelepah tamar (kurma) empat puluh kali.”
(Riwayat Muslim)
Bukan hanya minuman, tetapi suatu makanan yang menghilangkan akal,
seperti, ganja, candu, (narkotika), hukumnya juga haram karena termasuk
dalam arti memabukkan.
Sabda Rasulullah yang artinya :

20
“Tiap-tiap sesuatu yang memabukkan adalah haram.” (Riwayat Muslim)
Hal-hal ini dan contoh kasus dalam kehidupan :
Minggu, 04 Mei 2008
Jayapura - Guna menciptakan situasi Kantibmas Kota Jayapura yang kondusif, Polresta Jayapura
menggencarkan patroli rutin keliling, terhadap para pemabuk yang berkeliaran di tempat
umum dan jalanan. Kapolresta AKBP Robert Djoenso,SH didampingi Kasat Samapta AKP Kores
Waisimon secara tegas menyampaikan, Polisi tidak mentolerir bila menemukan orang mabuk di
jalan akan ditangkap.

“Kami akan bawa dan amankan di Mapolresta Jayapura,” katanya kepada wartawan, Sabtu
(3/5) kemarin.

Patroli dilakukan selain tugas rutin dari Polisi bertujuan juga untuk lebih menertibkan orang
mabuk yang biasanya berada di tempat umum. Selain itu, Polisi terus berupaya untuk lebih
mengkondusifkan situasi Kamtibmas di Kota Jayapura.

Polisi kerap melakukan patroli ini tempat umum, pasalnya orang-orang yang sudah dipengaruhi
Miras (Minuman Keras) ini kebanyakan di tempat ramai, sehingga ketika sudah berada di
tempat umum mereka sering membuat onar dan memalak orang-orang yang lewat.

Pada bulan April ini saja sedikitnya sudah sekitar 8 orang mabuk diamankan. Namun, pada
tahap ini Polisi masih diberikan arahan dan peringatan saja, dengan harapan mereka insyab.

Tapi bila kedapatan lagi sesuai dengan pernyataan dibuat dihadapan Polisi maka, mereka akan
diproses hukum.

Sekedar diinformasikan, ada sekitar 16 kasus orang mabuk yang ditangani Polresta Jayapura
untuk pertriwulan, dan ada sebagian kasus yang dikenakan Tipiring (Tindak Pidana Ringan).**

Pencegahan :
a. Zat minuman dan makanan yang memabukkan harus dibasmi
b. Peminum harus dicegah dan dihukum
c. Pelayan yang menghidangkan termasuk salah
d. Penjualnya juga dihukum
Seperti sabda Rasulullah :
“Sesungguhnya yang diharamkan meminumnya itu juga
diharamkan menjualnya.”(HR. Muslim dari Ibnu Abbas)
e. Orang yang membelinya dihukum
f. Orang yang membuat dihukum
g. Tempat pembuatannya ditutup

21
h. Distributor dihukum
i. Orang yang dititipi untuk dijual dihukum

Kesimpulannya kita harus menghindari makanan-minuman haram karena dapat


merusak tubuh dan jiwa, dan dilarang dengan tegas dalam agama Islam.
Tetapi Allah membuat pengecualian dalam Islam yang disebut Rukshah, yaitu
apabila dalam keadaan terjepit dan menyangkut nyawa sedangkan jika tidak
dilakukan akan meninggal Allah memberi keringan boleh memakan makanan
yang asalnya haram boleh dimakan
Seperti dalam Al Maidah :3

           

           

            

            

              

  

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan
diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan
bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak
panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-
orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut
kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu

22
agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat
dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[395] maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang
diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan
anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.
setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak
ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak
melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak
panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai
dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada
tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[397] yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan
oleh nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat Ini jika terpaksa.

Contoh:
Saat ditengah hutan tersesat, tidak membawa makanan, kelaparan, ternyata
menemukan bangkai burung yang masih dapat dimakan maka memakan bangkai
itu tidak apa-apa.

23