Anda di halaman 1dari 13

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

( FEASIBILITY STUDY )

PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

KAPASITAS 4 TON/HARI

CV. FAATHIRA ALAM


Jl. Pangkur No.9 Ganjuran Rt.02 Rw.03 Condongcatur Sleman Yogyakarta 55283 Telp. 0274 - 884938
Contact Person : Ir. Dakmid Alam Hp : 081320398885

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................................... 1
BAGIAN PERTAMA : PENDADHULUAN .......................................................................................... A. Latar Belakang .............................................................................................................................. B. Maksud Dan Tujuan ...................................................................................................................... C. Lokasi Pabrik Pengolahan ............................................................................................................. 2 2 3 4

BAGIAN KEDUA : DIAGRAM ALIR PROSES DAN GAMBAR MESIN ......................................... 5 A. Diagram Alir Proses Pengolahan Rumput Laut .............................................................................. 5 B. Gambar Mesin Pengolah Rumput Laut .......................................................................................... 5 BAGIAN KETIGA : ASPEK PEMASARAN ........................................................................................ 7 A. Permintaan Hasil Rumput Laut ...................................................................................................... 7 B. Konsumsi Rumput Laut Dalam Negeri .......................................................................................... 8 C. Perkembangan Ekspor Rumput Laut ............................................................................................. 8 D. Pemasaran Hasil Budidaya Rumput Laut Petani/Nelayan Plasma .................................................. 9 BAGIAN KEEMPAT : ANALISA KEEKONOMIAN .......................................................................... 11 BAGIAN KELIMA : ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN ............................................................... 12

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan hanya kepada Sang Kholik Allah SWT bahwa didalam nafas kehidupan yang semakin sesak kita masih diberi kenikmatan yang luar biasa untuk tetap bisa berkarya. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberi kenikmatan iman dan kemudahan bagi kita semua untuk selalu menciptakan lapangan kerja bagi orang banyak dan berbagi rejeki atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Adalah CV. Faathira Alam yang didirikan pada tahun 2004 oleh seorang Insinyur Teknik Mesin lulusan Universitas Gajah Mada yang bernama DAKMID ALAM sangat sarat dengan pengalaman pada design engineering dan menciptakan terobosan-terobosan melalui Teknik Perekayasaan untuk menciptakan mesin-mesin berteknologi tepat guna sehingga menghasilkan mesin yang simple operation, murah, easy maintenance dan effisien. Alhamdulillah saat ini CV. Faathira Alam telah memiliki Work Shop sendiri yang berdiri diatas lahan seluas 1000 m2 dan dibantu dengan tenaga terampil yang berpengalaman di bidang Engineering Design, Fabrication dan Construction telah menunjukan hasil-hasil ciptaan mesin berteknologi tepat guna. Disamping itu CV. Faathira Alam juga berkemampuan memberikan Jasa Konsultan bagi Pengusahapengusaha baru melalui pembuatan proposal, study kelayakan, Plant Set up dll. Kami mempunyai komitmen : Bahwa bangsa Indonesia adalah Bangsa yang mampu bersaing dengan siapapun dari bangsa manapun baik dalam hal berkreasi, karya cipta, inovasi maupun efisiensi. Bahwa dengan semangat kerja keras, disiplin dan terus belajar, kami yakin kami dapat memberikan kepuasan kepada para customer kami. Kami ingin besar bersama Customer kami Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada para customer yang telah memberi kepercayaan kepada CV. Faathira Alam dalam menyiapkan suatu usaha baru yang competitive dan effective. Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.

Wassalam

Ir. Dakmid Alam Direktur

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAGIAN PERTAMA PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan produsen rumput laut genus Euchema terbesar di dunia, namun hanya sebagian yang diolah di dalam negeri menjadi 20 jenis produk, sisanya diekspor mentah-mentah.Ke depan kita harus mengolah rumput laut di dalam negeri lebih banyak lagi, kalau perlu seluruhnya, kata Deputi bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Prof Dr Jana Anggadiredja yang juga Ketua Masyarakat Rumput Laut Indonesia di Jakarta, Kamis. Untuk jenis Gracilaria sp, bahan baku agar-agar, hampir seluruhnya diserap di dalam negeri karena di Indonesia sudah ada pabrik agar-agar terbesar di dunia yang mampu menyerap. Namun rumput laut untuk jenis Eucheuma sp, penghasil karaginan yang biasa digunakan untuk berbagai produk pangan seperti es krim, sosis, susu, permen, serta Sargassum sp, penghasil alginat, kebanyakan masih diekspor mentah.Untuk keperluan karagenan dan alginat, yang merupakan hasil olahan rumput laut untuk dalam negeri, masih diimpor, katanya. Ia menambahkan untuk meningkatkan target pengolahan rumput laut dalam negeri dari 20 jenis menjadi sekitar 50 jenis masih memerlukan banyak riset.Ia memberi contoh China yang lautnya tidak memproduksi rumput laut tetapi memiliki sangat banyak industri pengolahan rumput laut, sehingga membutuhkan banyak rumput laut mentah dari Indonesia. Permintaan karaginan di dunia pada 2006, ujarnya, mencapai 40 ribu metrik ton per tahun dengan nilai 335 juta dolar AS, sedangkan alginat 12.000 metrik ton atau senilai 94 juta dollar AS dan agaragar 10 ribu metrik ton per tahun atau senilai 181 juta dolar AS.Pada 2014 ia mengharapkan akan diserap hasil olahan di dalam negeri untuk karaginan menjadi 15 persen atau sekitar 4.000 ton dan ekspor karaginan sekitar 22.000 ton. Selain itu juga diharapkan akan diserap hasil olahan di dalam negeri untuk agar-agar menjadi 85 persen atau sekitar 4.250 ton dan ekspor agar-agar sekitar 750 ton.Selain peningkatan produksi, pihaknya juga menargetkan peningkatan kualitas rumput laut Indonesia yang selama ini dinilai rendah.Rumput laut jenis Eucheuma E. Cottonii merupakan jenis rumput laut yang banyak menghasilkan Carrageenan yang banyak digunakan di industri kosmetika, makanan, pharmaceutical, dan pet food. Begitu banyaknya kegunaan produk olahan rumput laut, menjadikan produknya akan terus digunakan oleh industri hilir, karena selama ini produk olahan rumput laut masih diimport dari luar, yang pada akhirnya Indonesia dengan potensi yang luar biasa penghasil rumput laut membuang added value kenegara lain, sehingga terjadi pemborosan devisa negara. Produk olahan yang meliputi : ATC (Alkali Treated Cottonii) , SRC ( Semi Refined Carrageenan ) dan Carrageenan sebenarnya dapat diproses di dalam negeri. Keawaman dan ketidaktahuan dari masyarakat, tentang begitu mudahnya proses lanjutan dari rumput laut menyebabkan para pembudidaya rumput laut hanya dapat menghasilkan rumput laut mentah yang harganya sangat jauh berbeda apabila rumput laut tersebut dapat diolah lebih lanjut.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

Adalah CV. Faathira Alam yang telah mempelajari serta menekuni Proses Olahan Rumput Laut sehingga dapat dihasilkan sebuah produk olahan yang mempunyai added value yang sangat tinggi. Dengan teknologi yang sangat sederhana, proses pengolahan yang mudah, dan pengoperasian peralatan yang relatif mudah, maka CV. Faathira Alam siap membantu Para Pengusaha dalam persiapan yang meliputi : fabrikasi peralatan proses sampai produksi serta pemasaran hasil produksi.

B. MAKSUD & TUJUAN


Penulisan Proposal : PELUANG USAHA PABRIK OLAHAN RUMPUT LAUT bertujuan agar para pembaca dapat mempelajari sebuah peluang usaha yang mudah, relatif murah dan berjangka panjang (bukan musiman) serta masa pengembalian investasi yang relatif pendek. Dalam penulisan ini akan disampaikan bagaimana mempersiapkan sebuah rencana usaha yang disusun secara matang, mulai dari persiapan peralatan, kontinuitas supply bahan baku, penyediaan fasilitas penunjang, SDM yang siap pakai , strategi pasar dan tata cara perhitungan analisa keuntungan bahkan dalam tata cara memperoleh kredit dari Bank baik Bank Pemerintah maupun Bank Perkreditan Rakyat. Perairan laut Indonesia dengan garis pantai sekitar 81.000 km diyakini memiliki potensi rumput laut yang sangat tinggi. Tercatat sedikitnya ada 555 jenis rumput laut di perairan Indonesia, diantaranya ada 55 jenis yang diketahui mempunyai nilai ekonomis tinggi, diantaranya Eucheuma sp, Gracilaria dan Gelidium Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah eucheuma, sp dan gracilaria. Di samping sebagai bahan untuk industri makanan seperti agar-agar, jelly food dan campuran makanan seperti burger dan lain-lain, rumput laut adalah juga sebagai bahan baku industri kosmetika, farmasi, tekstil, kertas, keramik, fotografi, dan insektisida. Mengingat manfaatnya yang luas, maka komoditas rumput laut ini mempunyai peluang pasar yang bagus dengan potensi yang cukup besar. Permintaan rumput laut kering kurang 9.300 MT per tahun dan untuk kebutuhan industri di luar negeri 15.000 s.d. 20.000 MT per tahun. Pabrik pengolahan keragian rumput laut di Indonesia telah ada sejak tahun 1989. Sekarang ini ada 6 pabrik pengolahan rumput laut di Indonesia, karena itu pabrikan dan eksportir bersaing untuk memperoleh bahan baku rumput laut kering. Rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor merupakan sumber devisa bagi negara dan budidayanya merupakan sumber pendapatan petani nelayan, dapat menyerap tenaga kerja, serta mampu memanfaatkan lahan perairan pantai di kepulauan Indonesia yang sangat potensial. Sebagai negara kepulauan, maka pengembangan rumput laut di Indonesia dapat dilakukan secara luas oleh para petani/nelayan. Namun adanya permasalahan dalam pembudidayaan rumput laut seperti pengadaan benih, teknis budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasarannya, maka untuk pengembangan usaha budidaya rumput laut ini para petani/nelayan perlu melakukannya dengan pola PKT (Proyek Kemitraan Terpadu) dimana para petani/nelayan bekerjasama menjalin kemitraan dengan pengusaha besar rumput laut. Untuk pengembangan budidaya rumput laut ini dipandang perlu adanya acuan yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha kecil, pengusaha besar, dan perbankan dalam mempersiapkan proyek ini. Dalam rangka menunjang pengembangan usaha budidaya rumput laut ini, disiapkan laporan model kelayakan PKT Rumput Laut ini yang disusun untuk dapat dipergunakan bagi pihak-pihak terkait dan Bank sebagai acuan di dalam mempersiapkan dan mempertimbangkan kelayakan pembiayaan dan pinjaman Bank.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

TUJUAN Tujuan penyusunan PELUANG USAHA RUMPUT LAUT ini adalah : 1. Memberikan informasi kepada perbankan tentang model kemitraan terpadu yang sesuai dan layak dibiayai dengan kredit perbankan, khususnya untuk pengembangan budidaya komoditas rumput laut. 2. Memberikan informasi yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan oleh pengusaha kecil dan pengusaha besar yang berminat mengambangkan budidaya rumput laut dengan pola kemitraan terpadu. 3. Mendorong pengembangan usaha komoditas rumput laut sebagai komoditas penghasil devisa negara, sekaligus meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan para petani/nelayan.

Yang pada tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf hidup pengusaha itu sendiri dan keluarga maupun membawa efek domino terhadap orang yang dipekerjakan, sehingga secara keseluruhan roda perekonomian didaerah dapat bergerak secara signifikan. C. LOKASI PABRIK PENGOLAHAN Pemilihan lokasi berdasarkan pertimbangan : 1. Harus dekat dengan laut/sumber air yang mana airnya dapat dimanfaatkan untuk proses pencucian dan extraksi.. 2. Pensupplaian bahan baku yang relatif dekat dari daerah Kepulauan atau penghasil rumpur laut. 3. Infrastruktur yang cukup baik, jalan, listrik, komunikasi dan alat transportasi. Luas lahan yang diperlukan untuk mendirikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut adalah : 1 Ha (10.000 m2), yang mana alokasinya diatur : 6000 m2 untuk bangunan pabrik, kantor, gudang hasil produksi sedangkan sisanya sebesar 4.000 m2 digunkan untuk: Gudang, Pencucian, loading & unloading area.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAGIAN KE DUA : DIAGRAM ALIR PROSES & GAMBAR MESIN


A. DIAGRAM ALIR PROSES PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAHAN BAKU

ALKALIASASI

PENGERINGAN

PENAMPUNGAN

PENCACAHAN

HASIL PRODUKSI BERUPA CHIPS

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAGIAN KETIGA : ASPEK PEMASARAN

a. PERMINTAAN HASIL RUMPUT LAUT


Rumput laut pada waktu ini menjadi salah satu komoditas pertanian penting yang makin banyak dibudidayakan karena permintaan terhadapnya makin meningkat. Disamping karena kandungan agarnya juga ada kandungan karagenan (Carrageenan) yang penggunaannya makin meluas. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium, sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma, ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum. Sebagai karagenan, rumput laut kering diolah menjadi bentuk tepung untuk diekspor dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan pasar lokal mencapai 100.000 ton per tahun (Ekon. Neraca 2 Juni 2007). Karagenan merupakan bahan yang unik untuk berbagai industri makanan seperti kemampuan dengan konsentrasi rendah mengikat cokelat ke dalam susu cokelat. Sari karegenan juga dipergunakan untuk pembuatan "dessertgel" semacam agar untuk hidangan penutup makan. Karagenan memiliki derajat panas pencairan yang tinggi, sehingga mudah dipasarkan di daerah tropis atau di tempat yang tidak tersedia lemari pendingin (Refrigerator). Agar karagenan juga banyak dipergunakan sebagai bahan penambah (additive) pada berbagai makanan Eropa. Fungsi karagenan sebagai perekat pasta gigi menyaingi penggunaan sodium carboxymethylcellulose (SCMC), karena keunggulan kualitasnya dan penampilan karagenan dalam pasta gigi. Karagenan juga sangat penting di dalam industri makanan binatang piaraan (Pet Food), penyegar udara (Air Freshener) dan dalam daging hamburger sebagai subsitusi lemak. Penggunaan karagenan rumput laut akan bertambah makin luas dan makin banyak di masa yang akan datang, sehingga permintaan terhadap produksi rumput laut ini akan terus meningkat di masa mendatang. Perkembangan industri pengolahan rumput laut di Indonesia juga terlihat makin pesat. Diantara industri agar yang ada kemudian sekarang juga memproduksi karagenan, serta adanya industri baru yang sengaja dikembangkan untuk produksi karegenan di beberapa kota seperti Surabaya, Ujung Pandang, Jakarta dan Bali. Industri-industri ini menyerap produksi rumput laut yang dibudidayakan oleh para nelayan di berbagai perairan pantai/kepulauan melalui para perantara yang berfungsi sebagai pengumput. Untuk mendapatkan rumput laut yang berkualitas bagi produksi karagenan, sekarang ini mulai berkembang langkah-langkah pendekatan yang dilakukan oleh para pengusaha pengolahan rumput laut, untuk memberikan pembinaan fasilitas budidaya dan melakukan pembelian produksi rumput laut dari petani/nelayan yang bersangkutan. Pada tahun 2007 sudah ada sebanyak 17 pabrik agar yang tersebar di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Setiap pabrik memperkerjakan sekitar 1970 orang dengan kapasitas produksi antara 1000 s/d 1800 ton per tahun (Tabel 1)

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

Tabel 1. Jumlah dan Keadaan Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Indonesia (2007) Keperluan Produk Kapasitas Bahan Agar Produksi Mentah (ton/tahun) (ton/tahun) (ton/tahun) 1,800 2,000 16,000 160 2,400 5,400 200 600 1,200 2,160 5,000 22,600

Lokasi Jawa Sumatra Sulawesi Total

Jumlah Pabrik 12 3 2 17

Jumlah Pekerja 1,630 170 140 1,940

b. KONSUMSI RUMPUT LAUT DALAM NEGERI


Kebutuhan rumput laut di dalam negeri terutama untuk pabrik agar-agar jelly food dan biskuit. Kebutuhan produk rumput laut olahan untuk keperluan industri makanan ini semua banyak dipenuhi dari impor, dan sekarang sebagian menggunakan hasil olahan rumput laut dari dalam negeri sendiri. Begitu besar dan terus meningkatnya kebutuhan ini di dalam negeri, bisa ditunjukkan dari adanya trend impor yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir ini (Harian Ekonomi Neraca, 2 Juni 2007). Jika pada 2000 impor komoditis rumput laut olahan in baru mencapai 80,9 ton, maka pada pada 2007 telah naik menjadi 300 ton. Sedangkan dalam tujuh bulan pertama tahun 2001 impor ini telah mencapai 800 ton dengan nilai US $ 1.491.000,-

c.

PERKEMBANGAN EKSPOR RUMPUT LAUT

Data mengenai ekspor rumput laut dari Indonesia yang tercatat pada Biro Pusat Statistik menunjukkan keadaan semenjak tahun 2001 seperti pada tabel 2. Terlihat bahwa permintaan luar negeri, terhadap rumput laut Indonesia pada tahun 2001 sebesar 18.779 ton dengan total nilai (FOB) US $ 17,16 juta yang terus meningkat hingga pernah mencapai 38.104 ton pada tahun 2005 dengan total nilai (FOB) US $ 28,30 juta. Jumlah ekspor ini tercatat turun kembali pada tahun 2006 dan berikutnya yang mungkin diakibatkan adanya perubahan pola perdagangan rumput laut di Indonesia dimana rumput laut kemudian diolah dan diekspor dalam bentuk tepung karagenan. Ekspor karagenan pada waktu ini menurut sejumlah produsen di Indonesia akan dapat terus meningkat mengingat makin, meluasnya kegunaan dan permintaan dana Tabel 2. Perkembangan Total dan Nilai Ekspor Rumput Laut Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Ekspor (Kg) 18,779,204 16,772,486 21,331,261 26,132,086 26,818,820 23,104,654 37,526,321 41,494,432 Nilai(FOB US$) 17,162,610 15,288,124 24,927,382 28,092,333 28,177,952 21,307,593 43,431,278 46,907,405

Source: Statiktik Perdagangan Luar Negeri Indonesia, Ekspor, Biro Pusat Statistik

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

Dikumpulkan dari Buku Tahun 2001-2008 Luas permintaan luar negeri terhadap rumput laut Indonesia ini bisa dilihat pada Tabel 3 yang menjangkau berbagai negara dari Kawasan Asia, Eropa, Amerika Utara sampai wilayah Amerika Latin. Ekspor terbesar ditujukan ke Denmark, Hongkong, Amerika Serikat dan Filipina.

Tabel 3. Ekspor Rumput Laut 2007 Menurut Negara Tujuan Negara Tujuan Japan Hong Kong Korea Taiwan China Philippines Pakistan USA Argentina Brazil United Kingdom Netherlands France Switzerland Denmark Sweden Spain Total Ekspor(Kg) 884,416 4,548,466 143,150 710,170 435,400 1,073,880 50,240 2,207,482 20,000 190,000 38,000 41,890 470,510 40,000 3,113,310 103,010 723,800 Nilai (FOB US$) 6,020,696 8,407,048 674,325 4,141,445 411,740 305,926 27,194 1,113,651 96,400 85,500 125,400 29,323 214,557 4,000 1,760,658 75,155 314,387

Source: Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor, BPS 2007

d. PEMASARAN HASIL BUDIDAYA RUMPUT LAUT PETANI/NELAYAN PLASMA


Hasil panen budidaya oleh para petani/nelayan, dijual dalam bentuk rumput laut kering, setelah dijemur selama 3 sampai 4 hari. Rumput Laut Kering dimasukkan ke dalam karungkarung plastik untuk dijual kepada para pedagang pengumpul atau kepada Koperasi yang kemudian menjualnya kepada pengusaha/pabrik pengolahan rumput laut di beberapa kota. Para pengumpul membeli rumput laut kering dari nelayan dengan harga sekitar Rp. 7.000 - Rp. 8.000 per kilogram, tergantung pada jenis rumput laut ataupun jarak lokasi budidaya ke perusahaan pengelola. Pemasaran seperti ini bagi petani nelayan memang tidak bisa menentu dari segi harga tergantung pada sikap para pengumpul. Melalui penjualan kepada Koperasi, sebenarnya akan bisa diatur lebih menguntung bagi para petani nelayan, akan tetapi masih juga tergantung bagaimana peran yang dilakukan oleh Manager Koperasi. Dalam model kelayakan ini harga jual rumput laut kering diperhitungkan Rp10.000 - per kg.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

Karena pada umumnya para petani nelayan memulai usaha budidaya rumput laut ini kekurangan modal, dalam prakteknya para petani nelayan ini banyak kemudian yang terikat kepada pedagang pengumpul yang bersedia memberikan modal dan keperluan keluarga seharihari sebelum panen. Hal ini bisa berakibat menjadi lemahnya posisi tawar bagi para petani nelayan, yang bisa merugikannya. Melalui Pola Kemitraan Terpadu, pemasaran produksi rumput laut nelayan dilakukan dengan langsung menjualnya kepada perusahaan mitra melalui Koperasi para petani/nelayan . Harga beli rumput laut ini oleh Perusahaan Mitra bisa ditetapkan sesuai dengan harga yang terbesar memberi keuntungan bagi para petani/nelayan menurut kesepakatan dengan ketentuan apabila harga jual rumput laut yang terjadi di pasar setempat lebih tinggi, akan menggunakan harga tersebut.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAGIAN KE EMPAT : ANALISA KEEKONOMIAN.


A. BIAYA INVESTASI 12 No 1 2 3 4 5 6 Nama Barang Investasi Mesin Classifier Mill Cap :4 ton/day Peralatan Washing & Extractor Utility & Piping Lahan (6000 m2) Bangunan Bahan Baku ( 3 Bln ) TOTAL BIAYA INVESTASI Qty 1 1 1 6000 225000 Harga
4,200,000,000 1,000,000,000 500,000,000 1,200,000,000 4,500,000,000 2,250,000,000 13,650,000,000 1,140,000,000 96,666,667

umur ekonomi
10 10 10 10 10

Depresiasi tahun bulan


420,000,000 100,000,000 50,000,000 120,000,000 450,000,000 35,000,000 10,000,000 4,166,667 10,000,000 37,500,000

B. BANK LOAN TOTALN INVESTASI EQUITY BANK LOAN BUNGA BANK LAMA PINJAMAN BIAYA BUNGA GRACE PERIOD POKOK ANGSURAN ANGSURAN BUNGA TOTAL ANGSURAN

100% 30% 70% 14% 36 Bln 42% 6 Bln 265,416,667 111,475,000 376,891,667

13,650,000,000 4,095,000,000 9,555,000,000

4,013,100,000

C. BIAYA OPERASIONAL Jenis Biaya No 1 Gaji Karyawan 2 Listrik 3 Packaging 4 Bensin 5 Makan 6 Maintenance 7 Air 8 Promosi dan entertainment 9 Bahan Baku ( 1 bln ) 10 REPAYMENT 11 Depresiasi TOTAL BIAYA OPERASIONAL TOTAL BIAYA C. PENDAPATAN PRODUKSI D. KEUNTUNGAN E. DEPRESIASI F. CASH IN G. PAY BACK PERIOD 1,529,291,667

Qty 20 1 75,000 1,200 600 60,000 100,000

Biaya 2,000,000 10,000,000 1,000 4,500 5,000 75 10,000

Total Biaya 40,000,000 10,000,000 75,000,000 5,400,000 3,000,000 7,500,000 4,500,000 7,000,000 1,000,000,000 376,891,667 96,666,667 1,529,291,667

20,391 KG Harga/kg Total Pend/hari 4,000.0 21,000 84,000,000 Bulan 2,520,000,000

990,708,333 65% 96,666,667 1,087,375,000 13 Bulan H. BREAK EVEN POINT (Produksi ) 2.384 Kg/hari I. BREAK EVEN POINT (Price) Rp 12,510,Dengan melihat Analisa Ke-ekonomian di atas maka , PELUANG USAHA PENGOLAHAN RUMPUT LAUT sangat layak untuk dijalankan.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Oktober 1, 2010

PELUANG USAHA : PABRIK PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

BAGIAN KE LIMA : ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN


Pembahasan dampak kegiatan proyek terhadap komponen lingkungan dalam laporan ini lebih dipentingkan pada pengamatan apabila ada dampak negatif atau sebaliknya yang secara umum diperkirakan akan terjadi. Analisa yang dilampirkan hanya secara deskriptif, karena data kuantitatif tidak tersedia. DAMPAK TERHADAP KOMPONEN LINGKUNGAN FISIK Dampak pembudidayaan rumput laut baik skala kecil maupun dalam skala besar mempunyai pengaruh positif terhadap lingkungan perairan pantai. Lokasi pembudidayaan rumput laut berfungsi pula sebagai penahan dari abrasi pantai akibat terpaan ombak Lokasi pengembangan budidaya rumput laut dapat berfungsi sebagai objek wisata pantai. Walaupun di beberapa daerah, seperti Bali pengembangan budidaya rumput laut tergeser karena adanya pengembangan kawasan wisata pantai. DAMPAK TERHADAP KOMPONEN FAUNA Dampak kegiatan budidaya rumput laut tidak akan mempengaruhi kehidupan hewan laut, seperti ikan, udang, kepeting dan lainnya. Bahkan tanaman rumput laut menjadi makanan bagi predator seperti ikan-ikan, herbivora, bulu babi, dan penyu. Berdasarkan skala usaha 250 rakit perkelompok usaha perikanan, maka pengembangan budidaya rumput laut tidak perlu mensyaratkan Analisa Dampak Lingkungan Amdal (AMDAL)

Anda mungkin juga menyukai