AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

08 kWH / m2 year. komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. air 3%. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. sudu kipas. Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang. iv . Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Berdasarkan hasil audit energi rinci. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. sedangkan solar 6%. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.

One of method efficiency energy is conservation energy. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. Electric energy of air conditioner consuming reach 60%.08 kWH/m2 year. and grill. its value still high enough so that the effort thrift still must be done v . It is one of energy extravagance. Water 3%. In this process. Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller. Intensity Consume Energy (ICE) is 403. fan. As according Detailed Energy Audit. evaporator fin. From result of calculation of IKE after implementation PHE. It is consist of cleaning filter. This equipment for instance air conditioner consume electric energy.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341. To resolve that problem efficiency energy used. Solar 6 %. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant. It support in Hotel Santika Premiere’s operation.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year.

Dr.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. M. Drs. Prof. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. 3.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. M. Sudijono Sastroatmodjo.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. M. Drs. 5.T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Soesanto. M. Soedjatmiko.. 2. Prof. Said Sunardiyo. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Ir. Djoko Adi Widodo. vi . 4. M.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1. Dr.

Beni P.6. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya. Temanku : Rizky Gani M. 12. Yuliani Mandasari. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Tahan P. SE. Kakanda-ku tercinta. vii . HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. Ragil Kurniawan. 11. Adik-ku tersayang. 7. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. 13. Kotip R. Ruslan Efendi. Lukman H. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. 14. 8. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi. 10. Bapak Darsono. Seluruh dosen. 9.

Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini. Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.15. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Juli 2007 Penyusun viii . sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Semarang. yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini.

Ar Ra’d : 11). terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix . harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai. Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT. karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS.

.....11 x .........................................................................6 B...................5 Batasan Masalah................................6 C...........viii Daftar Isi..........................................6 Sistematika Penulisan..........................1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang..................................................1 1.. Gambaran Umum Hotel...................... Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang.................................................. Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel..........................................................................iii Intisari.........................3 1...................................................................................................................................................ii Halaman Pernyataan..............................................................................................................................................................................................3 1............3 1...................................................v Kata Pengantar..............................4 Tujuan Penelitian..............................8 E....................................................................... x Daftar Tabel............................................ ............................................................ Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang.................................................................................................................................iv Abstrack ..............7 D...........................................................................6 A..................................................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2................2 Rumusan Masalah...........................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul..............................3 Manfaat Penelitian...............................................i Halaman Pengesahan................................................xiii Daftar Gambar......................................vi Halaman Motto dan Persembahan......................................................................................................................................................xiv Daftar Lampiran.................................xv BAB I PENDAHULUAN 1...... Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang.......................................1 Latar Belakang Masalah..............................................................2 1...............................................................................................................................

....................77 E........... .......5 Jalannya Penelitian............................. 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4.................................. ..................... Pendahuluan..............66 A........................58 E.......................................................................55 A.........................................................................................................2 Jenis Penelitian.................................................................11 B. Audit Energi Awal ..4 Alat dan Bahan ....... ......................2 Audit Energi Rinci....... Audit Energi................. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)……………………..............11 A................................................45 B.44 3................................. Pendahuluan.............................................................................................................1 Audit Energi Awal.....55 C.... Data Konsumsi Energi........................................................................... Analisa Peluang Hemat Energi ..................... ...65 4............................................ Menghitung IKE.......12 C.............1 Waktu dan Tempat Penelitian........ Konsevasi Energi................................ Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung........................................................................ Data Tingkat Konsumsi Energi.............. Audit Energi Rinci............. ...74 D....................................62 G....20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3......................................................................................................... ..........................................91 xi ..................................56 D................ Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 ............................45 3.......................3 Variable Penelitian.......... Data Perhitungan.............. Implementasi Peluang Hemat Energi........................................................... Sistem Pengkondisian Udara........................................................................67 C.....................44 3...............................................45 A..2.................................................... Sistim Distribusi Energi...........66 B...............................................55 B........................................................44 3............................................................... Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ..............2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara...85 F.....15 D...... Energi..61 F..............................................................................................................................……...........................

......2 Saran.........................................................95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5...............................................................................................97 DAFTAR PUSTAKA......................... Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2..............................................G..................................................................................99 xii ...........96 5............1 Kesimpulan........

........................………72 Tabel 4................ 70 Tabel 4.............................80 Tabel 4...... .................................56 Tabel 4....................2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006. ................................51 Tabel 4.................... 83 Tabel 4................75 Tabel 4............1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ...................................................... .......72 Tabel 4............................................................68 Tabel 4.........6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 .....93 xiii ..............14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang ...............50 Tabel 3................................3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006......................3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit...............8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang …....59 Tabel 4....15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt.........50 Tabel 3.......4 Data Konsumsi air periode 2006...........2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ........ . ....5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006…………..........................................................................................................................17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT .........12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga …………...........71 Tabel 4...7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang .........................................................60 Tabel 4....16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.................61 Tabel 4.........................64 Tabel 4...................................................58 Tabel 4....69 Tabel 4.1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang...13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere....................11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci ...........................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3......................................9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang…...........................................................................10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere ........82 Tabel 4......................................................

................43 Gambar 3..................69 Gambar 4.......9 Diagram sirkulasi freon......6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros....4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura..................5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.......................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.......3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006.............. dan Chiller sebagai komponen AC...26 Grafik 2...........................................................................................5 Karakteristik pompa sentrifugal…………………………………….................35 Gambar 2.......…..1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang.........................72 xiv .........................35 Gambar 2.6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang….................................................58 Gambar 4.....................................4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006........15 Gambar 2.........34 Gambar 2...60 Gambar 4.....2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4......64 Gambar 4...27 Gambar 2.................3 Tekanan udara dan pengukuran...........................62 Gambar 4.....7 Grafik komposisi nilai dari AHU.........1 Elemen pokok sistem tenaga listrik..................................48 Gambar 4.......................32 Gambar 2.....................2 Prinsip Kerja Air Conditioning.............22 Gambar 2....................1 Bagan alur proses audit energi bangunan.............................................8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa.............................7 Prestasi Pompa sentrifugal....... FCU................................................

Biaya penggunaan listrik tahun 2006……………………………….... Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang….. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang………..….119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang………. Pomec department……………………………………….109 Lampiran 4.118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ……….120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang……….……….103 Lampiran 3..100 Lampiran 2.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1..121 xv . Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5...

BAB I PENDAHULUAN 1. pompa-pompa. Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. lemari es. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan. pemasangan kapasitor bank. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan. terutama dalam penggunaan energi listrik. lift. akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. pemanas. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 . energi sangatlah penting. laundry.

50%. Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48. 1. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu . Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang. peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. 2. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. Dari dasar pemikiran di atas.

4 Tujuan Penilitian 1. .3 3. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu. Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. 1. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. 2. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1. Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. 3.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1.3 Manfaat Penelitian 1. 1. 3. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian. .4 2. batasan masalah. metodologi penelitian.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. rumusan masalah. sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang. alat dan bahan. jalannya penelitian. manfaat penelitian. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. Tahapan Audit Energi Rinci: a. dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang. jenis penelitian. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. variabel penelitian. tujuan penelitian. 3. b. 1.

. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi. serta pencarian peluang penghematan energi.5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal. dan audit rinci.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. B.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1. Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. Lokasi hotel ini sangat strategis. convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. luxury penthouse. Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang. 3 penthouse suites 6 . Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah.

fitness center and sauna 5. beauty parlour. drug store. Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. Swimming pool. Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. Airline ticketing office 10. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. C. 125 luxurious rooms and suites 3. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . antara lain : 1. Business center 7. 24-hour room service 8.7 2. car rental 9. atau hari raya lainnya. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4. Laundry/dry cleaning service. tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%.

Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. dan satu buah lift digunakan untuk service. Telepon Sentral D. 6. c.8 2. 3. Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah. MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television). yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu). Gen-Set . Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant). yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. Sistem perpipaan yang meliputi a. Sistem sirkulasi udara (air conditioning). gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka. Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. 7. dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem perpipaan air buangan. 4. Sistem penanganan air hujan.

maka GenSet akan hidup. sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu.9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar. dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel. 3. dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang .

juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu. 5.10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. disediakan suatu sistem pengolah limbah. Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air. Water Treatment. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini. 6. Sebagai hotel yang besar. . Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. 4. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Tinkat R/F 2. Tingkat Departement Head 4. Tingkat Division Head 3.2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. Tingkat Assistant Manager. Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.11 E. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi. Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Tingkat Manager 5. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1. sesuai dengan tingkatan di atas 6. 7. . Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas.

langkah-langkah itu adalah: 1. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa. cermat. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi. dan sebagainya. Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas. Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. . harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat. Diversifikasi 3. (Badan Koordinasi Energi Nasional. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. B. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan. 1983). Intensifikasi 2. proses atau perubahan yang terjadi.12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. biogas.

Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. dengan satuan liter. ton dan sebagainya 2. gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi. Massa. misalnya joule. Volume. yaitu : 1. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. BTU dan sebagainya. kWH. ada beberapa satuan yang digunakan. m3.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). Dalam keperluan praktis. harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk . lb m. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. dengan satuan kg. ada beberapa besaran yang dapat digunakan.lbf. Untuk menyatakan jumlah material. Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). ft. Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat).

hidro. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator). Pada pusat pembangkit. panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis.1 . sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase.14 menyatakan energi-energi listrik. pendingin. Salah satu cara yang paling ekonomis. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R. Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. dan lain-lain. ft.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. gas alam dan batubara). Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi. penerangan. Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban.

C. Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata. 1995) Beban yang diberi tegangan.I V . Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban. yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank.1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal. 1995).I (3.1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1. Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa . impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut. Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal.I . (Zuhal. faktor daya dapat diusahakan mendekati 1.15 Gambar 2.Cosϕ = = Cosϕ V . Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi. Faktor daya = P V .

Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi. 2002) . 2002) 1. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. (Abdurarachim. Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi.16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut.

b c (3. Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar. satuan uang = potensi energi tahunan.% dari harga a = biaya realisasi. Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. satuan uang. Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana. Klasifikasi Audit Energi a.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan.17 BCR = E. satuan uang 2. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri. . Pada survei energi.a. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia.

e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut. Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang. . b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. penggunaan. Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). b. Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya. d) Mengamati gas pembuangan pembakaran.18 pabrik atau gedung.

Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem.19 4) Survei energi manajemen. rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan. Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). temperatur. Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem. yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna. c. . kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi. Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi. meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA.

kebersihan. pendinginan. D. Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. dan ventilasi. Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. kelembaban. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis). dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan. 1. Faktor kenyamanan . Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central.20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan. Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin.

b. tingkat efisiensi yang tinggi. Dari sudut pandang faktor ekonomi. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya. Dari sudut pandang kenyamanan. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. kebersihan udara. c.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. bau. aliran udara. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. mudah dalam perawatan. mudah . suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya.

dapat melayani perubahan kondisi operasi. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b.22 direparasi jika terjadi kerusakan. 2. kering. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. Proses Pengkondisian Udara FCU a. panas. Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan.60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2.2 Prinsip Kerja Air Conditioning . Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara). lembab. kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara. Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22.

Untuk kenyamanan. Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. b. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan. c. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. jumlah out let turut menentukan. Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan.23 3. f. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan. e. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan. d. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar.

Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. Ditempatkan pada return duct. Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. dan biasanya terbuat dari plastic. 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. ”interior heat load”). (Arismunandar. Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. 1991) a. 4. b. Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil. terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan.”Perimeter heat load”).24 udara. fiber glass atau elektro statik g. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: .

kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap. dsb. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. 1991) 1) Kipas udara listrik.3) . (3. 4) Kebocoran dari saluran. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. 2) Kipas udara. kg/jam) x 597. Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi.3 (kcal/kg) 5.25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. Kipas Udara dan Blower a. Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi.nya. boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20). Dari kondisi ini.

kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran.4) . 1991): Gambar 2. Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3.3. nilai tekanan total. Selain tekanan statik. b. diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir.26 3) Blower. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara.

udara. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9.03 2 (3. m/s) 4.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran . kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3.udara. dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara.7) c. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3.27 = ( Kec.5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2. maka : (Daya motor penggerak.8 m/s 2 )] = (Kec. m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara.6) Apabila efisiensi udara adalah .

diperoleh dengan mengatur damper.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar. 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1. pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal. misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya. dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh .

12) . Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya.10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata. ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3. maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara. n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3.8) 2) Tekanan udara (total.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3. d.29 titik operasi E.

kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan. Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan. kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan.30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan. tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan.A. mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan.13) . kg/m3 6. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3. kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan. dapat dirumuskan sebagai: Q = K.

(Arismunandar.31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. a. Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan . Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa. Pada jenis expansi langsung. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. 7. sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut. refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. 1991). Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya.

5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu. daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2.32 menutup katup. Laju aliran fluida. 2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. 1991). dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : . Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan. tinggi angkat total. Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa.5. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa. (Arismunandar. laju aliran fluida. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.

1991). kW) = Efisiensi pompa (3. Daya tersebut pertama dinamai daya poros. .14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran. seperti terlihat paa Gambar 2. (Arismunandar. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros. sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. kW) = 0. Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa.33 (Daya air. (Daya air. pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa. tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%). 1991). kW) (Daya poros. 3) Kecepatan putar poros versus laju aliran.13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3. tinggi angkat dan laju aliran air.7 (Arismunandar.163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja.

34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.Q  n'   n'  H’ =   .16) (3.18) ’≈ b.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   .17) (3.15) (3.H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3. data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa. Yang .

Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air.7.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa . sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2. seperti Gambar 2. Gambar 2.8. Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan. dan pada kondisi kerja lainnya.7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2.

a. 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. gas atau gas campuran yang dikompresikan.8 disebut sebagai titik keseimbangan. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar. 1991). . 8. (Arismunandar. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan.36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir. karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan.

jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 .37 Selain dari klasifikasi utama di atas. bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda. terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain. bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V. jenis-W. diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak.

1) Untuk kompresor torak.60 (m3/jam) 4 (3.L. Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam).38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b.15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif).n. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. kapasitas kompresor dapat . secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D .z.

Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d .z.t.(D-d)2.n.17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.60 (m3/jam) 4 (3.i s )  V    (kW) 860  v  (3.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor. .39 V= λ .

maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c . 1991). d. Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya. Dari data yang diperoleh itu.19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. . tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda. (Arismunandar. dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis. sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start.η m (3.40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan.

Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin. sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat). yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil . Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b.Ada dua proses dalam kompresor. Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device.41 9. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi. sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil.

Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil.42 oleh kompresor. dan udara dingin dialirkan oleh fan. sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. 3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil. .

9 Diagram sirkulasi freon .43 Gambar 2.

Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang.3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan. Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi. 3. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 . yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada.

tachometer. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator. kWH meter. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian.4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter. digital clamp meter.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi. Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. 3. volt meter. higrometer. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . 3.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya.

Daya listrik total yang dibutuhkan c. Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). b. Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm). . Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan. Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2).46 3) Diagram garis tunggal listrik. Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan). lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. c. b. d.

b. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992.47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. IKE untuk hotel / apartemen d. IKE untuk pusat belanja c. IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. ada beberapa istilah yang digunakan. . IKE untuk perkantoran (komersil) b. c. antara lain : a. Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. d. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net). target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a. IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung.

1 Bagan alur proses audit energi bangunan .48 Gambar 3.

3 untuk rumah sakit.49 B. sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar. 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3. . Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar.2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan. Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3. Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a. Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan. b. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki. 4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau. 3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi. . 5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi.53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut.

b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. d) Langkah-langkah dengan investasi besar. misalnya merubah prosedur pengoperasian.54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik. 2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya. c) Langkah-langkah dengan investasi kecil. . c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi.

Selain itu.1 Audit Energi Awal A. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang.000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 .BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia. memiliki luas tanah tempat usaha 1. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci. Dalam analisisnya. B.

85 610.85 610.06 11.253.373.57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.01 2.596.195.085 610. Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.85 610. dan LPJ. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .85 610.85 610. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut.02 2.085 610.85 610.56 Tabel 4.18 394.73 910.195.9 426.85 610.85 751.85 610. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah.85 751.18 394.06 99.5 11.85 610.815. solar.85 610.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C.9 426.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3.73 910.

Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. dan berjenis 3 phasa dan satu netral.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar).4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual. Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS. maka genset akan mati. maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN. . Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. Sedangkan untuk pengadaan solar.

540 52.470 238.470 205.000 54.58 D.670 55.378 Total kWh 250.000 238.000 233.130 290.660 52.000 250.920 252.000 309.000 56.251 ENERGY COST 199.850. Tabel 4.000 100.750 198.520 56.010 287.000 252.745 213.150 301.897.000 53.545 210.480 204.530 55.447.000 kWH 150.580 286.184.180 251.805 198.000 298.440 309.000 286.897.000 286.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.000 260.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.873 WBP (kWH) 46.670 46.000 3.530.818.843.160 50.000 300.096.150 250.805 2.480 246.840.000 244.441.000 49.750 234.420.853.118.470 234.000 50.381.691 194.000 231.2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.220.000 281.000 291.000 200.710 307.441.833 210.420 235.000 50.000 53.000 233.000 53.428 209.675 222. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).018.950 234.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .094 209.000 211.000 2.911.675 194.930 233.000 628.

116 10.000 5.354 165.000 10.690 2.652.234 21.000.8 2.710 13.946.566 3.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.946.887 1.785.672.000.000 15.889 31.889 2.880 16.594 2.850 14.113.581.325 10.540 3.777 13.829.071 2.59 Tabel 4.000.113.263.000 20.344 9.635 8.817.807.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.058.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .890.690 1.854 8.498.754.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.984.460 16.706 2.285 3.000.000.354 12.3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.854 15.926 2.249 2.000 2.881 21.

021 2.700 1.000 7.750.306.512 730.608.825 1.000 5.940 8.431 17.000 4.120 6.431 1.767 1.000 4.325 479.000.000.250.040 78.406.115 518.000.510 1.114.618.500 1.314.500 7.410 1.389.872.025 7.040 1.000 6.546.598.212 131.076.835.972.518.749.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.000 8.040 3.936.689.661.015 7.750.000 4.000.119.417 1.000 2.114.295 5.521.000 6.000 4.563.927.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.000 6.364.639.102.604.390.000.000 54.021 9.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.000 2.979 6.120 334.700.417 Total biaya (Rp) 2.080.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.137.510 1.010 1.500 2.711.183 6.410 7.470 1.000 5.500 4.967 Biaya PDAM (Rp) 529.431 5.300.500 1.027.795 512.598.521.651 Biaya Air sehat (Rp) 7.936.970 9.000.102.470 131.000.827 5.888.950.511.950.015 499.000 10.671 1.071.520 8.000 2.120 2.972.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .443.

5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.57% 76.20% 65. tahun baru atau liburan sekolah.02 %.39% 67. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi.97% 72.61 E. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya.24% 67.30% 64.89% 75.69% 65.31% 56.02% .24% 67. Tabel 4. Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4.79% 70.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.70% 64.

Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4.118. .010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2.447.00% 0.00% % 60.00% 80. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.2 sampai pada tabel 4.00.00% 20. bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel.530.4. Total kWH adalah 3.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F.00% 40. Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.833.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut.00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4.62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100.

58 / kWH 2. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam).00.058.710.00 jam/kWH 24 jam = Rp 556. Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954. Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31.63 Biaya pemakaian listrik a.00 / kWH x 5 jam = Rp 4. Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165.358. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b.358.00 / kWH. . Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954.00 jam/kWH LWBP = 452.588.770.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8.00 jam/kWH + = Rp 13.594 liter.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13. Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya.3.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

yang dilakukan pada kWH meter di ruang . maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang. Data dan perhitungan 1. Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang.67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam. digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel. Untuk mengukur arus. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus. Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. A.

6 13. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.5 479.9 6.9 S 5.5 4.6 1.6 4. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus.8 0.8 2.5 12 160 240 22.9 1.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .1 6. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.9 6. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung.9 5.3 5.1 6.2 6.6 105 140.9 0.4 4.4 T 1.6 6.1 6.5 456.6 6.4 R 6.5 15 145 240 22.6 2.4 0.3 S 4.1 3.6 5. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper.7 2 115 136.7 1.5 0.2 140 240 22.7 4.5 1.6 6.1 5.9 2.9 8.4 7.7 4.8 5.5 455.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.3 4.1 3.8 4.68 kontrol panel.7 1 2.1 6.5 5.7 T 4.2 95 137.2 4.1 5.8 4.5 3.

36 3534.343.74 8.95 9.6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4.7 8.53 3516.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.34 9.1 3542.15 9.8 3551.19 8. maka akan didapatkan nilai sebesar 9. C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.64 9.04 10.04 3497. nilai kWH ini .75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.17 3525.7 kWH/hari .19 3506.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit). AC split. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a. Chiller (3 buah) b. AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana). Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A. AHU. Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC. . AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c. Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. B. penerangan dan ruang pompa listrik.

dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.91 7.29 100.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739.80 2.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU. . walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis. FCU.00 Komposisi Nilai dari AHU.5 24 60 823. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4.8 Grafik komposisi nilai dari AHU.5 % 89.

sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai. Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. Unit chiller adalah unit pembangkit. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. . c. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. b.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a.

Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. sudu kipas. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. Dengan pembersihan pada unit FCU. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara. tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel. Berdasarkan analisis di atas. Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a.77 d. Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter).

78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. C. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- . Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang. selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. b. maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel.

Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU.79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement. mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka. Untuk . Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting). Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih.

Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1. Tabel 4. Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara. kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut.80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara .14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt.

Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. 6. . Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas. Pengukuran menggunakan higrometer. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut. Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. 3. 4. 2. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama.

54 Arus (A) Teg.5 2) Kondisi FCU bersih .82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit).2 0. 1.5mf 450VAC.56 388.06 30. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec. batch B05001A No seri 39-0016.5 30.15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec.15 0. berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz.18 340.2 230 230 230 21. Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0.

6 50.2 0. Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt. Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik.18 cfg. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya.86 405.59 Arus (A) Teg.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292. (menit) 14 10 8 0.83 Tabel 4. Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara. dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340. .56 cfm. Kec.89 378.3 230 230 230 31.4 Dari tabel di atas. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2.4 50.3 0. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond.

84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21.5 watt.91 kWH/tahun 68.putar kipas1 = (30.5 – 21.9 dan 5.44 atau kenaikannya sebesar 30. .06) = 9.t = 9. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor.9 %. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec.putar kipas2-Pkec. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi.91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU.3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5.06 watt menjadi 30.10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.91 kWH/tahun = 9.439. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt.44 x 20 x365 = 68. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68.

namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. sudu kipas. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere. . Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting). Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU. maka akan diperoleh penghematan sebesar 9. Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik.3 kWH/tahun.85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat. hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU.439. D.

yaitu : a. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. AC / FCU dihidupkan b. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. Ambil alat Tacho meter c. yaitu : a.Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. 2. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut. ruang jenis kamar tamu. Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill. FCU / AC di hidupkan b.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM. Hendaknya pada saat pembersihan. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lepasi Grill satu per Satu . Ambil alat temperature.

Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. FCU / AC di hidupkan b. Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7. yaitu : . Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. yaitu : a. Kalau ada bunyi . posisikan di 2µF dan diamkan. Kemudian pasang lagi 4. yaitu : a. Ambil alat capasitor meter . Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing. 5.87 c. bearing harus diganti 6. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. yaitu : a. Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. FCU / AC di hidupkan b. Ambil alat tang Ampere c. medium atau high d.

88 a. yaitu : a. 9. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. Siapkan lampu jalan. Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b. Sikat sudu-sudu nya blowers d. FCU di matikan b. Tutup motor blower dengan plastik e. Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. Tutup daun value in dan out . Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. supaya terang di atas plafon c. Cuci blower sampai bersih. FCU / AC di offkan b. Turunkan blowers dari FCU c. Pasang kembali blower 8. dan keringkan f. yaitu: a.

Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. a. Buka main hole. Check temperatur ruangan j.89 d. Bak Drain . Catat di Maintenance card k. Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g. Off-kan MCB b. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i. Buka daun value in / out 10. Siapkan kunci ring 21 – 13 e. Buka tutup stronner f. Buka kran supply ± 1-2 h. Catat di History card l. On-kan kembali MCB dan unit FCU i. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. Selesai 11. buka strainer dan bersihkan c. Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. tutup valve in dan out chill water.

Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10.237. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2. Biasa pembersihan : @Rp 20.54 .00+ Rp 3.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.440.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4.3 (0. IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil .33 = 402. rincian adalah sebagai berikut : a.060.240.24) + 6. yaitu : a. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.319.000 per liter 15.672.9439.568.320.00 per tahun. Beli larutan kimia: @Rp 40. Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b. tahun.00 b.066.000 = Rp 3.000.14 kWH/m2.6702 x 5.14 kWH/m2.000 per unit x 153 unit = Rp 3. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.00 –Rp 3.000.000.578.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus. tahun.672.3 liter = Rp 612.

temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 .6ºC.5 gpm. E. dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit. Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua. maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller. chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier.56 atau setara dengan 46ºF.91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.8 TR ( Ton Refrigasi = TR). Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar.

x = 858 . Q Q′ = ∆t ∆t 176.92 = 430.5 TR 27 .46) º F 24 430.5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah.6 – 176.21 4773. dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup. karena pada kondisi sistem .8 x = 143.c. maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah.8 TR 27 . t. maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan. Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC. sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup. dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m. maka : & & m = m .5 gpm x ( 54 . t).

58 pada panel chiller.16 80. temperatur ruangan naik menjadi 24.7 148.14 Daya total .8 Dari perhitungan di atas. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7.93 3915 = 22.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC. Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4. maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22. Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237.16 80. Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter.7 Ps 81.58ºC.14ºC.14 176.58ºC menjadi 7.896 242.71 PT 81. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan.16 80.

96 = 18.35+1.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11.t =1.96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11.64 kWH/tahun.94 Dari tabel 4.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1.t =1.t =1.35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller.34 kW.77 kWH/tahun. Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P.77+1. .35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.

066.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.24) + 6. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.18.640 (0.6702 x 5.23 kWH/m2. .Rate x Area Room) + (Area non Room) 4.95 F.54 .33 = = 401.578.23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.440.237.

Berdasarkan audit energi awal. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a. terkait dengan konsumsi energi. masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year. sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU.08 kWH / m2 year. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang. 2. Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci. 3. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik. Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Berdasarkan hasil audit energi rinci. sudu kipas. Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar.683 kWH / m2 year. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 . IKE energi listriknya adalah sebesar341. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi.

dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya.58ºC pada panel chiller. Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan. .tahun 5. Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18.23 kWH/m2. nilai real. tahun. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. diimplementasikan yaitu sebesar 9.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. b.640 kWH. Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi.14 kWH/m2.30 kWH.439.2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1. Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.

Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa. hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan. . penghematan pompa chiller.98 2.

Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. 1991. Zuhal. Halim. 1996. . Wiranto. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. TA. Arismunandar. Bandung : PT. 2002. 1999. Gottaschalk. Modul 2. Jakarta: Charles. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. Direktotat Jendral Pengembangan Energi. TA. 2004. Iskandar. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Marthen. dan Sulaiman. Pasek.Peyegaran Udara.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB. Fisika untuk Universitas. Audit Energi. semarang: Kanginan. 1983. 1995. Industrial Energy Conservation. Jakarta: Pradnya Paramita.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Fiqry Jaya Mandiri. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi. Darmawan Ari. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Badan Koordinasis Eergi Nasional. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. Direktorat Pengembangan Energi.England: John Wiley&Sons Inc.energyefficiencyasia. Norman. M. Petunjuk teknis konservasi energi. Ltd.

566.00 865 107.509.000 182.534.000 24.129 19.000 24.599 19.000 7.000 + .129 17.000 9.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.394 20.325.000 24.822 6.00 865 137.100 Lampiran 1.340.114 6.441.200.566.566.000 44.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.816.50 18.296.839.000 192.000 45.000 215.372.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.713 + + 211.532.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.00 49.724.288.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.566.000 198.436.50 21.968.452.50 26.000 7.956.078.599 16.000 48.584.599 16.412.000 209.00 865 107.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.000 41.208.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.428.357.950 + + 244.840. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.50 22.00 50.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 24.599 23.074 6.00 54.000 234.00 46.452.000 8.00 865 127.

844.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.052.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.719 19.000 .185.566.650 225.364.912.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 23.296.096.436.621.00 53.181.246.000 6.000 233.000 190.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.904.00 865 127.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.094.000 51.000 18.535 6.00 57.420.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.00 865 127.025 6.998.00 865 187.052.566.316.907.000 207.000 17.50 21.000 24.000 19.912.50 25.000 24.394 18.566.000 222.988.028.630 + + 239.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.831.646.000 12.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.000 47.929 + 233.000 3.000 208.566.000 213.000 44.000 3.000 47.50 25.719 23.050.00 53.621.000 24.743 + + 219.000 24.630 6.00 49.528.

230 6.830 + (+) 247.860.230 + (+) .757.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.230 6.000 19.000 240.000 24.547.860.000 19.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.000 234.399.50 27.00 865 167.000 215.50 29.287.825.566.621.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 215.952.566.118.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 24.00 55.000 234.720.952.000 4.000 220.000 19.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 24.00 55.50 27.720.547.644.830 6.000 49.50 9% KVA x Rp 28.668.757.644.000 26.000 49.399.00 865 167.000 24.000 4.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.

690.108 6.50 2802. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.452 556.120 792.652.41 8.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.452 561.23 617.00 452.81 2828.715 6.452 549.720 3.249.41 619.19 8.697.960 3.00 452.106 Lampiran 2.736.295 7.063.572.00 1.50 1.810 2811.680 2842.40 8.07 2819.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.870 2802.41 626.00 452.00 1.63 2794.327 06 WBP LWBP 624.719.452 584.00 452.180 904.00 452.60 904.076.760 2819.480 3.636.360 792.518.31 1.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.560 904.880 .720 3.076.40 621.452 501.226 6.680 2835.240 4.19 624.990 904.480 792.230 904.960 792.00 1.00 1.518.49 1.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.63 622.740 2828.440 792.795.81 1.41 7.311 6.591.49 2835.869.00 1.220 904.17 1.263.00 452.040 3.00 1.07 1.31 2811.63 8.

10 2873.34 1.83 1.85 633.426.580 904.43 634.81 1.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.00 1.83 2881.230 904.783 6.440 3.320 792.719.452 500.452 295.465.190 BEBAN 792.60 627.34 7.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.452 505.23 631.10 1.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.00 7.910 904.17 2842.120 3.061.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.581.23 8.760 2873.43 7.00 452.240 792.830 2858.00 452.960 792.98 2850.563.357 792.383.530 2865.00 452.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.00 1.810 2850.452 522.00 452.455.332.452 510.426.444.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.452 533.160 792.00 452.125.107 7.34 636.620 904.869 6.44 1.00 1.610 2888.654.744 3.665 .00 629.160 792.81 2858.00 452.580 904.591.040 3.85 7.400 904.920 3.852 6.98 1.495 6.34 2865.00 1.452 555.721.92 7.636.575.00 1.240 857.730 2881.320 3.006 6.00 1.

554.536.240 6.209 6.080 904.600 904.452 592.01 641.618.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.790 2926.93 7.00 1.750 2911.168.920 3.386.046.800 2918.022.17 1.108 6.01 7.170.582.93 639.92 638.452 499.627.452 543.86 7.578.44 2888.452 533.000 792.00 1.520 792.661.00 452.89 1.00 452.800 .33 649.010 904.23 2926.720 2903.00 1.730 2895.077 19 WBP 647.00 1.100 2935.880 3.44 1.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.000 3.452 497.00 1.200 792.09 8.00 1.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.274 6.89 2903.23 1.00 452.33 2.887.503.64 1.448.49 7.49 647.00 452.039 6.630 904.86 645.100 904.563.184.455.760 792.898.00 452.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.452 527.03 904.025 7.750 904.200 3.160 3.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.160 792.400 3.00 1.44 2918.11 8.00 452.200 792.64 2911.11 643.343 6.200.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.17 2895.

00 1.080 3.290 904.00 1.886 6.400 792.770 2991.509.453.450 904.94 652.853.080 3.547 6.600.747.452 570.452 521.720 .345 6.19 8.280 792.00 452.672.70 2951.800 792.99 1.16 659.46 2.308.00 452.452 539.640 904.970 904.00 452.58 7.03 2943.49 8.58 654.990 2975.840 3.452 550.49 650.46 2966.45 1.90 656.519 25 WBP LWBP 658.09 2943.90 7.640 792.241 6.41 1.70 1.534.770 2983.600.960 3.796.908.452 551.440 792.52 8.00 1.00 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.360 904.545.602.798.41 2959.670 2951.00 1.00 452.94 8.00 452.677.400 452.19 658.710 2959.320 904.778.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.22 2983.700 LWBP BEBAN 2935.452 535.00 452.109 1.22 1.080 792.050 2966.490.312.00 1.16 7.938 6.45 2975.00 3.464 6.956 24 WBP LWBP PPJ 656.680 3.200 3.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.819.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.

840 792.910 29 WBP LWBP PPJ 665.00 452.720 3031.940 904.386.00 452.880 3.99 2991.73 668.805.00 1.00 1.66 1.462.660 904.94 666.634.413 6.715 30 WBP LWBP PPJ 666.47 3031.510 3.726.452 527.960 3.320 792.880 792.452 555.413 6.90 665.39 670.726.452 395.75 1.47 1.40 3007.840 3.560 3.787.818 6.670 2999.650 3039.00 452.521.440.080 792.332.90 8.48 7.080 792.665 26 WBP LWBP PPJ 659.960 904.040 904.491.33 7.04 1.521 31 WBP LWBP PPJ 668.151 27 WBP LWBP PPJ 661.640 3015.452 555.00 1.269 4.00 452.48 663.740 3007.94 8.920 792.420 904.00 1.39 7.452 522.12 1.554.665 28 WBP LWBP PPJ 663.66 2999.73 7.869 6.00 1.343 6.482.545.572.452 528.00 452.00 1.588.452 531.110 PPJ 792.790 904.710 3023.75 3023.600 3.52 661.00 452.564 .597.04 3015.40 1.

10 904.460. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.441.200 49.255.452.255.566.688 235.760 19.785 16.000 110.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .0 452.401.956.000 1.960 24.258.785.310 196.448 .259 110.018.0 49.785 49.259 110.000 23.310 16.111 6.600 216.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.000 7.49 245.869.

815.042 PERSEN 10.028 240. MAINT.361.6 m2 11.57% 3496 II. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.201.838 255.945.575 337.112 Lampiran 3.95% 100% BULAN LALU 34.825.308 74. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .728.38% 69.262.195.722 PERSEN 9.288.36% 18.18% 100% III.429.67% 20. REPAIRING 1.439 62.576 364.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1. WORK LOAD Received Completed Pending IV. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.57 m2 3840 3290 64.46% 71.

ADMINISTRASI JUMLAH .113 BULAN INI 2.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.10. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI. ROOM PREV.12.22 23.11.15. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .08.07.21. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.in door .26. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.28 Good VIII. MAINT.26.21.02. 19.17.30 COMMENT Good Good 13 01.24.

8 14.200 1.0 10.350.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .700 47. Prev.000 Air TAAB @ Rp 60.738.435 2.201. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.325 255.916 90.301. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.000 600.000 512.785.608.0 2.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.

941.000 1. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.115 5.57% UNIT CONSUMED COST 209.97% IX.115 Total Semarang.888.393.750.460 479.581.080.825 270.639.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .562 7.953.927.343 499.220 10. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.500 227.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.015 6.362.24% IX. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.279 17.

191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.250.000.2% IX.000 COST 199.049.767 234.982.331 13. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.325 234.212 6.881 8.89% IX.8m3 1.854 6.000 1.000 8807.126 UNIT CONSUMED 286.035.445 21.000 9262.119.79% IX.410 100 tanki 5.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.703. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.895 125 tanki 6.710 COST 226.872.130 COST 219.750.5m3 1.295.428 .113.979 257.018.749. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.214 8.618.344.604.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.434 UNIT CONSUMED 290.171.417 247.263.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.

064.500 7.0 3.000.672.69% IX.518.000 709.663.102 13. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.248.755 11. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.249.105 - - .7% IX.000. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.50 12. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.109. UTILITIES Rek.100 1.500 2.040 13.679. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.620 1. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.425 125.539 1.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.700) Total 54.635 215.00 10. 70. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.39%. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.716.102.500 2.103 POMEC department bulan Maret.827.681.865 10.900 278.050 280.648. Feburai 2006 Occupancy : 64.652.800 608.80 761.691.949.027.900 529. 29.344 257.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.620 7. Rek.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.500 280.

600.430 9.500 480.195.807.850 1.795 240.0 PDAM Mei 2006 Total .000 3.575 2.311.3% IX.071.0 72.118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.0 8.661.000 334. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .Lampiran 5.

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .Lampiran 5.

120 .

.

599 16.839.000 + .000 24.078.296.000 234.000 41.968.428.000 209.325.000 9.840.000 7.724.566.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.566.00 49.000 8.599 23.713 + + 211.534.950 + + 244.000 24.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.584.599 16.50 21.074 6.208.00 865 127.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.00 865 107.599 19.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.00 865 137.000 7.000 198.Lampiran 1.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.509.50 26.129 17.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.00 54.129 19.357.000 182.000 45.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.532.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.566.452.50 22.000 48.00 865 107.000 24.822 6.000 192. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.436.000 44.441.816.452.200.956.50 18.114 6.372.288.00 50.566.00 46.412.000 24.000 215.340.394 20.

621.00 53.000 12.50 25.50 21.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.566.028.00 865 127.566.907.246.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.743 + + 219.000 3.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.000 24.621.394 18.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.000 207.364.998.420.436.904.052.566.050.535 6.00 865 187.00 865 127.00 57.528.185.000 17.630 6.719 19.094.000 233.296.000 44.000 47.025 6.929 + 233.000 .000 190.000 222.646.650 225.000 47.912.181.000 213.630 + + 239.719 23.052.000 19.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.831.000 24.000 6.912.096.000 51.844.000 18.00 53.000 24.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.000 24.566.50 25.00 49.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.000 23.988.000 208.316.000 3.

000 24.830 + (+) 247.547.000 234.644.399.000 19.50 9% KVA x Rp 28.566.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.757.000 215.668.952.621.566.399.720.000 19.00 865 167.230 6.000 4.000 24.118.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.825.000 234.000 4.230 6.000 24.00 55.000 215.644.952.000 26.860.720.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.230 + (+) .50 27.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.000 240.000 24.000 19.287.000 220.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 49.00 865 167.757.547.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.50 27.000 49.00 55.830 6.50 29.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.860.

880 .763 04 WBP LWBP BEBAN 621.180 904.220 904.07 2819.00 452.50 1.480 3.81 2828.41 8.076.076.63 2794.230 904.17 1.311 6.00 1.00 1.226 6.108 6.870 2802.560 904.00 452.49 2835.990 904.720 3.00 1.00 452.41 626.040 3.452 501. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.518.452 556.31 1.697.23 617.960 792.715 6.680 2842.440 792.452 549.795.00 452.869.240 4.49 1.63 622.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.31 2811.00 452.719.50 2802.00 1.120 792.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.19 8.760 2819.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.452 584.518.00 452.263.063.360 792.60 904.690.41 619.40 621.452 561.Lampiran 2.591.07 1.327 06 WBP LWBP 624.249.00 1.480 792.295 7.680 2835.652.740 2828.736.810 2811.63 8.572.00 1.960 3.19 624.81 1.41 7.636.40 8.720 3.

160 792.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.00 629.00 452.452 555.00 1.10 2873.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.620 904.00 7.452 533.426.23 631.730 2881.43 7.960 792.7.383.240 792.426.00 452.190 BEBAN 792.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.852 6.610 2888.455.920 3.00 1.591.83 1.665 .85 7.00 452.10 1.357 792.719.17 2842.160 792.654.240 857.34 636.783 6.00 1.744 3.061.00 1.85 633.98 1.125.00 452.636.575.81 2858.23 8.98 2850.040 3.332.230 904.452 295.34 2865.00 452.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.400 904.00 1.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.81 1.530 2865.452 510.452 500.721.44 1.83 2881.006 6.92 7.320 3.465.495 6.452 505.760 2873.34 1.440 3.869 6.120 3.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.830 2858.34 7.43 634.563.580 904.580 904.00 1.444.910 904.60 627.581.320 792.452 522.810 2850.00 452.

86 7.33 649.600 904.025 7.455.563.00 452.452 527.100 904.11 8.000 3.520 792.170.100 2935.09 8.89 2903.23 1.618.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.00 452.630 904.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.343 6.93 7.750 904.44 2918.11 643.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.452 592.200 792.160 3.582.920 3.44 1.00 452.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.49 647.080 904.750 2911.86 645.00 1.44 2888.452 497.887.503.452 533.00 1.200.03 904.274 6.23 2926.00 1.00 452.64 1.554.49 7.17 2895.022.800 .898.200 792.01 641.168.93 639.046.17 1.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.448.64 2911.627.01 7.6.240 6.578.00 1.730 2895.160 792.00 1.00 452.209 6.720 2903.386.790 2926.661.452 499.89 1.00 452.400 3.00 1.184.010 904.000 792.536.00 1.800 2918.92 638.452 543.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.760 792.880 3.077 19 WBP 647.039 6.200 3.33 2.

800 792.45 1.050 2966.798.452 551.670 2951.796.00 452.41 2959.280 792.956 24 WBP LWBP PPJ 656.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.400 792.16 7.00 1.19 8.00 1.03 2943.90 7.545.00 452.00 1.600.46 2966.519 25 WBP LWBP 658.720 .290 904.452 535.00 452.00 1.45 2975.534.450 904.452 550.640 904.600.00 1.00 452.938 6.677.700 LWBP BEBAN 2935.770 2991.778.41 1.710 2959.547 6.22 2983.1.19 658.308.509.819.970 904.990 2975.400 452.22 1.853.70 2951.09 2943.908.464 6.747.672.960 3.46 2.58 654.241 6.200 3.00 3.00 452.360 904.70 1.94 8.080 3.840 3.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.99 1.49 8.452 570.640 792.770 2983.080 792.345 6.16 659.94 652.490.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.312.080 3.58 7.452 539.52 8.49 650.886 6.00 452.453.602.680 3.00 1.320 904.440 792.90 656.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.452 521.

715 30 WBP LWBP PPJ 666.491.66 1.413 6.787.48 663.634.462.545.332.47 3031.386.805.269 4.910 29 WBP LWBP PPJ 665.452 527.940 904.588.726.710 3023.080 792.880 3.960 904.840 792.04 1.920 792.00 1.99 2991.440.521.343 6.482.572.75 3023.90 8.720 3031.PPJ 792.818 6.452 528.94 8.670 2999.66 2999.554.510 3.00 452.00 452.452 531.452 555.40 3007.840 3.040 904.00 1.00 1.39 670.869 6.00 452.39 7.640 3015.90 665.00 1.665 26 WBP LWBP PPJ 659.73 668.75 1.650 3039.665 28 WBP LWBP PPJ 663.40 1.600 3.00 1.521 31 WBP LWBP PPJ 668.04 3015.420 904.560 3.00 452.413 6.726.00 452.564 .452 522.452 555.320 792.00 452.452 395.73 7.12 1.00 1.47 1.151 27 WBP LWBP PPJ 661.52 661.960 3.740 3007.880 792.33 7.94 666.660 904.48 7.080 792.790 904.597.

869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .000 23.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.760 19.960 24.49 245.259 110.000 1.310 16.259 110.255.785. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.869.018.785 49.200 49.688 235.000 7.566.000 110.441.956.785 16.0 49.452.401.600 216.310 196.255.448 .10 904.258.6.0 452.460.

Lampiran 3.308 74.38% 69.815. WORK LOAD Received Completed Pending IV. MAINT.042 PERSEN 10.195. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.6 m2 11.575 337.429.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1. REPAIRING 1.95% 100% BULAN LALU 34.838 255.262.67% 20.028 240.18% 100% III.825.945.576 364.722 PERSEN 9.57% 3496 II.288.36% 18.201.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .728.361.439 62. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.57 m2 3840 3290 64.46% 71. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.

19. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.21.15.22 23.in door . Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.10.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.BULAN INI 2. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .26. MAINT.24.30 COMMENT Good Good 13 01.02.07.21.12. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI. ROOM PREV.28 Good VIII. ADMINISTRASI JUMLAH .17.11.26.08.

350.608.435 2. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.785.000 600.8 14.000 512.Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .000 Air TAAB @ Rp 60.200 1.201.738. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.325 255.700 47.0 2.916 90. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint. Prev.301.0 10.

888.500 227.343 499.97% IX.639.015 6. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.941.115 5.57% UNIT CONSUMED COST 209.953.362.750.927.080. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.460 479.581.825 270.000 1. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.24% IX.220 10.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.Total Semarang.279 17.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .393.562 7.

UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.89% IX.410 100 tanki 5.214 8.113.710 COST 226.035.881 8.703.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.604.979 257.049.126 UNIT CONSUMED 286.295.212 6.130 COST 219.982.018.5m3 1.854 6.119.445 21.428 .79% IX.872.263.325 234.000.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.000 1.344. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.250.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.000 9262.8m3 1.618.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.417 247.2% IX.767 234.000 COST 199.750.171.895 125 tanki 6. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.749.434 UNIT CONSUMED 290.000 8807.331 13.

500 7.344 257.425 125.050 280.539 1.620 7.648.80 761. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.248.716. 29.102.7% IX.000.00 10.040 13.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.50 12.109. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.900 278.755 11.635 215.500 2.105 - - . Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.679.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.0 3.620 1.100 1.518.000 709.102 13. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.700) Total 54.103 POMEC department bulan Maret. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb. UTILITIES Rek.39%.027.663.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.652.064.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235. 70.69% IX. Feburai 2006 Occupancy : 64.500 2.681. Listrik Hotel Maret 2006 Kor. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.672.800 608.900 529.865 10.249. Rek.000.691.500 280.827.949.

195.600.0 PDAM Mei 2006 Total .575 2.000 3.000 334.0 8.071.661.0 72.430 9.850 1.795 240.807.3% IX.POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.500 480.311.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.