AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Berdasarkan hasil audit energi rinci. Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. sedangkan solar 6%.08 kWH / m2 year. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang. iv . Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. air 3%. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. sudu kipas.

Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. fan. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant. This equipment for instance air conditioner consume electric energy. As according Detailed Energy Audit. It support in Hotel Santika Premiere’s operation. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. Water 3%. its value still high enough so that the effort thrift still must be done v . It is one of energy extravagance. Electric energy of air conditioner consuming reach 60%. It is consist of cleaning filter. One of method efficiency energy is conservation energy. To resolve that problem efficiency energy used.08 kWH/m2 year.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. Intensity Consume Energy (ICE) is 403. evaporator fin. In this process. audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. Solar 6 %. and grill. From result of calculation of IKE after implementation PHE.

Prof. M. Sudijono Sastroatmodjo. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. 4. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Drs. 2.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Prof. Djoko Adi Widodo. Said Sunardiyo. M. 5. Soedjatmiko. M. Drs. Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dr. vi .T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. Soesanto.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan. M. 3. Dr. M. Ir..

Temanku : Rizky Gani M. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Beni P. 11. Ragil Kurniawan. Lukman H. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya.6. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. 14.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Kakanda-ku tercinta. 13. Kotip R. 9. 7. Tahan P. serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. SE. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. 12. HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. Seluruh dosen. vii . 8. Adik-ku tersayang. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi. Ruslan Efendi. 10. Yuliani Mandasari. Bapak Darsono.

Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini.15. yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Semarang. sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Juli 2007 Penyusun viii . Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini.

Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan. Ar Ra’d : 11). terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix . Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT. harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai.

................................ x Daftar Tabel......................2 1............6 C.....................................................4 Tujuan Penelitian.......................3 1..................8 E...................................iv Abstrack ...........................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul.............................................................................iii Intisari.............................................................................................................................3 1......................3 Manfaat Penelitian.............................7 D................................................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2...................................................................................................................ii Halaman Pernyataan...............................................................................................................................v Kata Pengantar.......................................................................xiii Daftar Gambar............. .................................xv BAB I PENDAHULUAN 1........................................................................ Gambaran Umum Hotel.........................................................................xiv Daftar Lampiran...11 x ................................................. Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang......................................................................................vi Halaman Motto dan Persembahan........................................................................................... Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel............................................................... Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang......i Halaman Pengesahan...........................................6 A...3 1......................................................................................... Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang...........................................................................................................................................viii Daftar Isi.............1 1....................................................................1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang.....................................................2 Rumusan Masalah.........6 Sistematika Penulisan................................................6 B.....................................1 Latar Belakang Masalah....................................................................................5 Batasan Masalah..............................

.................................................................... .................................12 C.58 E..................................................... ..........................................55 A... .............................................................................................62 G................1 Waktu dan Tempat Penelitian..............................................77 E......................5 Jalannya Penelitian.................................................................. Data Perhitungan................................ Menghitung IKE........ Analisa Peluang Hemat Energi ................... Konsevasi Energi.......44 3.................................................. Energi..........................................................66 B.. Audit Energi.45 B......................55 B................. .2 Jenis Penelitian..........67 C...............................................................................85 F...............................2 Audit Energi Rinci.................. Audit Energi Rinci..................................... 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4...............................56 D............................. Pendahuluan.............................45 A.. Data Tingkat Konsumsi Energi..55 C..................................................... ............................................................................................1 Audit Energi Awal... Audit Energi Awal ....................... Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung..............................66 A..............................11 B.........................3 Variable Penelitian............. Sistem Pengkondisian Udara...........91 xi ..... Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 ..... Implementasi Peluang Hemat Energi.............................................. ............65 4........45 3............44 3........................................2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara..........74 D.................11 A............................................................................................................……............................................................... Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)……………………..........................44 3.................................. Data Konsumsi Energi........................................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3........................................................................................ Pendahuluan................................... Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ..... Sistim Distribusi Energi.........................61 F......................................................15 D.........2..........................4 Alat dan Bahan .........................

............95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5................................................................1 Kesimpulan.................2 Saran.......................................................................97 DAFTAR PUSTAKA............99 xii .......................................G..................................................96 5................... Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2..........................................................

.....16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt............................. ..................4 Data Konsumsi air periode 2006...............64 Tabel 4.......61 Tabel 4............................. .......................................................................................................50 Tabel 3...14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang ................ .........72 Tabel 4..................................... 70 Tabel 4.........2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006.......................59 Tabel 4...2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ..............17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT ..50 Tabel 3............................................6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 ..................................................69 Tabel 4..................................9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang….............93 xiii .................80 Tabel 4...7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang .......11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci .........................................68 Tabel 4..............56 Tabel 4.................... 83 Tabel 4..71 Tabel 4........................................... ......................................................................................1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ....................................82 Tabel 4............8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang …..............................10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere ........………72 Tabel 4....75 Tabel 4............................15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt...........................................................................................51 Tabel 4........13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere..12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga …………...... ....3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006...................1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang........3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit..58 Tabel 4...................5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006…………...........DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3..............................60 Tabel 4.....................

.........................................60 Gambar 4....26 Grafik 2......................................................7 Grafik komposisi nilai dari AHU.........8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa.................5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006...27 Gambar 2.......................35 Gambar 2..32 Gambar 2...........3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006....................................1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang.....69 Gambar 4..................5 Karakteristik pompa sentrifugal…………………………………….........9 Diagram sirkulasi freon....43 Gambar 3....................3 Tekanan udara dan pengukuran..................................................22 Gambar 2.........58 Gambar 4..48 Gambar 4............62 Gambar 4.....................6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang…..........34 Gambar 2....................................2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4...............….......DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2....................4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.... FCU..........1 Elemen pokok sistem tenaga listrik...........................35 Gambar 2...................................................1 Bagan alur proses audit energi bangunan..................................................... dan Chiller sebagai komponen AC..............64 Gambar 4.......................15 Gambar 2.............2 Prinsip Kerja Air Conditioning.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura............6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros...............................72 xiv .......................7 Prestasi Pompa sentrifugal..

Pomec department………………………………………. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang….103 Lampiran 3.119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang………...109 Lampiran 4..120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang………. Biaya penggunaan listrik tahun 2006……………………………….……….…..121 xv . Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang………...100 Lampiran 2..118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ……….DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1...

akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. pemasangan kapasitor bank. lemari es. lift. porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. pompa-pompa. energi sangatlah penting. laundry. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 . terutama dalam penggunaan energi listrik. pemanas. akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan.BAB I PENDAHULUAN 1.

Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu . Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang. maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel. peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel. Dari dasar pemikiran di atas.50%.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. 2. 1.

1.4 Tujuan Penilitian 1. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. 2.3 Manfaat Penelitian 1. . 3. Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a. 3. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1. 1. Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.3 3. Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1.

metodologi penelitian. alat dan bahan. 3.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. 1. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. batasan masalah. rumusan masalah. b. Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang. dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. jalannya penelitian. sistematika penulisan. tujuan penelitian. Tahapan Audit Energi Rinci: a.4 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian. manfaat penelitian. variabel penelitian. jenis penelitian. .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi. . serta pencarian peluang penghematan energi. dan audit rinci.5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal.

convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis. Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. 3 penthouse suites 6 . Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. luxury penthouse. Lokasi hotel ini sangat strategis. B. Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah. Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang. Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis.

tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%. atau hari raya lainnya. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. fitness center and sauna 5. Airline ticketing office 10. 24-hour room service 8. C.7 2. antara lain : 1. Laundry/dry cleaning service. Swimming pool. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. drug store. Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. 125 luxurious rooms and suites 3. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. Business center 7. car rental 9. beauty parlour.

Sistem sirkulasi udara (air conditioning). Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah.8 2. yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. Sistem perpipaan air buangan. 7. 3. 6. Sistem penanganan air hujan. Sistem perpipaan yang meliputi a. Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant). Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. c. 4. Gen-Set . Telepon Sentral D. yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu). MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television). dan satu buah lift digunakan untuk service. gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka.

Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang . 3. sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. 2. dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel.9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar. dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu. maka GenSet akan hidup.

Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air.10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. 4. Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini. juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. disediakan suatu sistem pengolah limbah. 6. . Water Treatment. 5. Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. Sebagai hotel yang besar. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar.

2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. 7. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.11 E. Tingkat Departement Head 4. Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya. . Tingkat Assistant Manager. Tinkat R/F 2. Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2. Tingkat Manager 5. Tingkat Division Head 3. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas. sesuai dengan tingkatan di atas 6. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi.

proses atau perubahan yang terjadi. (Badan Koordinasi Energi Nasional. 1983). harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat. . cermat. biogas. B. dan sebagainya. Diversifikasi 3. Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi.12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan. juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. Intensifikasi 2. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi. Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. langkah-langkah itu adalah: 1. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas.

dengan satuan kg. ada beberapa besaran yang dapat digunakan. yaitu : 1. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. ton dan sebagainya 2. misalnya joule. Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem. m3.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). BTU dan sebagainya. energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. ft. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). ada beberapa satuan yang digunakan. Massa. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk .lbf. Untuk menyatakan jumlah material. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. Dalam keperluan praktis. gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi. kWH. dengan satuan liter. Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat). Volume. harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. lb m.

hidro. Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban.14 menyatakan energi-energi listrik.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. pendingin. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R. sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase. Salah satu cara yang paling ekonomis. Pada pusat pembangkit.1 . Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. dan lain-lain. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator). energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis. panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi. ft. gas alam dan batubara). penerangan. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi.

Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban.15 Gambar 2. Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa .1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1.I .Cosϕ = = Cosϕ V . (Zuhal. Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata. 1995). impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut. yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank. 1995) Beban yang diberi tegangan. C. faktor daya dapat diusahakan mendekati 1. Faktor daya = P V . Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi.I (3.I V . Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal.1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal.

Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. 2002) 1. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi.16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut. Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi. Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. 2002) . Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. (Abdurarachim.

.a.b c (3. Klasifikasi Audit Energi a. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat.% dari harga a = biaya realisasi. satuan uang 2. Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia. Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. satuan uang.17 BCR = E. Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar. Pada survei energi. satuan uang = potensi energi tahunan.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri.

Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya.18 pabrik atau gedung. Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut. penggunaan. d) Mengamati gas pembuangan pembakaran. . b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang. b.

Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit. temperatur. c. . yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi. Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA. kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi. rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan.19 4) Survei energi manajemen.

20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. pendinginan. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. dan ventilasi. Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin. Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central. kebersihan. kelembaban. Faktor kenyamanan . untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan. D. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis). 1. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan. dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan. Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut.

kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. Dari sudut pandang kenyamanan. suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya. c. kebersihan udara. mudah . tingkat efisiensi yang tinggi. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. bau. aliran udara. mudah dalam perawatan. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara. Dari sudut pandang faktor ekonomi.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. b. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya.

Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara).22 direparasi jika terjadi kerusakan. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan. panas. 2. kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara.2 Prinsip Kerja Air Conditioning . kering.60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2. Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22. dapat melayani perubahan kondisi operasi. lembab. Proses Pengkondisian Udara FCU a.

f. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan. Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. d. Untuk kenyamanan. jumlah out let turut menentukan. e. c. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar. b. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik.23 3. Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan.

Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: . (Arismunandar. Ditempatkan pada return duct. Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. ”interior heat load”). 4. dan biasanya terbuat dari plastic. 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara. 1991) a. b. terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara.”Perimeter heat load”).24 udara. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. fiber glass atau elektro statik g.

Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap.nya. kg/jam) x 597. kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. (3. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi. 4) Kebocoran dari saluran. 1991) 1) Kipas udara listrik. dsb. Kipas Udara dan Blower a. 2) Kipas udara. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20).25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir.3) . dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan. Dari kondisi ini.3 (kcal/kg) 5. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten.

4) . Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar. kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3. diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir.3. 1991): Gambar 2.26 3) Blower. b.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. Selain tekanan statik. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara. nilai tekanan total.

udara. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3. m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara. dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran .8 m/s 2 )] = (Kec.27 = ( Kec.03 2 (3. kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2.udara. maka : (Daya motor penggerak.5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9.7) c.6) Apabila efisiensi udara adalah . m/s) 4.

pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1. 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. diperoleh dengan mengatur damper. 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh . misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya.

maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara.29 titik operasi E.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras. ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3. n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara. Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya.8) 2) Tekanan udara (total.12) .10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata. d. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3.

30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan.A. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan. dapat dirumuskan sebagai: Q = K. kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3.13) . kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan. kg/m3 6. Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan. mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan. kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan. tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2.

Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. a. Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya. Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara. (Arismunandar. refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut. Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. 7. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan .31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. Pada jenis expansi langsung. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. 1991). serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa.

1991). laju aliran fluida. (Arismunandar. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa. tinggi angkat total. Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa. 2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2.32 menutup katup. Laju aliran fluida. dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : .5. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu. Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan.

tinggi angkat dan laju aliran air. . kW) (Daya poros. seperti terlihat paa Gambar 2. kW) = 0. Daya tersebut pertama dinamai daya poros. (Daya air. 3) Kecepatan putar poros versus laju aliran.163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja. Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa.7 (Arismunandar. 1991). kW) = Efisiensi pompa (3.13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa. sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3. (Arismunandar.33 (Daya air. 1991). tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%).14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang.

H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3.17) (3.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   . Yang .18) ’≈ b.15) (3.16) (3.Q  n'   n'  H’ =   . data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa.34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.

7.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan.7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2. Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa . Gambar 2. dan pada kondisi kerja lainnya. sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2. Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air.8. seperti Gambar 2.

(Arismunandar. gas atau gas campuran yang dikompresikan. karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan. Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. 8.36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir. . a. Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar.8 disebut sebagai titik keseimbangan. 1991).

bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda. bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V. diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak. jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 . terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain. jenis-W.37 Selain dari klasifikasi utama di atas.

38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b.60 (m3/jam) 4 (3. secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D . Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam). 1) Untuk kompresor torak. kapasitas kompresor dapat .15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif).z.L.n. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan.

.39 V= λ .n.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor.t.60 (m3/jam) 4 (3.(D-d)2.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.i s )  V    (kW) 860  v  (3.17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.z. Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d .

tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda. . 1991). sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start. Dari data yang diperoleh itu.η m (3.19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis. Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya. maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c .40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan. d. (Arismunandar.

yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil . Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin. Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant.Ada dua proses dalam kompresor. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil. sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat). Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device.41 9.

sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil.42 oleh kompresor. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. dan udara dingin dialirkan oleh fan. . Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas. b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. 3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair. b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil.

9 Diagram sirkulasi freon .43 Gambar 2.

3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. 3. 3. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 .

4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . 3. digital clamp meter. tachometer.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian. 3. Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. kWH meter.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. higrometer. volt meter. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a.

Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). b. d. . lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). Daya listrik total yang dibutuhkan c. Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm). Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. c. Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. b.46 3) Diagram garis tunggal listrik. Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2). Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan. Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan).

antara lain : a. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. IKE untuk perkantoran (komersil) b. .47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a. Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. b. IKE untuk pusat belanja c. IKE untuk hotel / apartemen d. c. d. IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung. ada beberapa istilah yang digunakan. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net). IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992.

1 Bagan alur proses audit energi bangunan .48 Gambar 3.

sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar. . Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang. Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3.2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3. Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a.49 B. 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3. Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1.3 untuk rumah sakit.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan. d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan. 4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau. b. .53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut. 3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi.

b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. d) Langkah-langkah dengan investasi besar. .54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik. c) Langkah-langkah dengan investasi kecil. misalnya merubah prosedur pengoperasian. c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi. 2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya.

dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. Dalam analisisnya. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia. Selain itu. memiliki luas tanah tempat usaha 1.1 Audit Energi Awal A.000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 . Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang.BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang. akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. B.

9 426.85 610. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .73 910.85 751.5 11.85 610.56 Tabel 4.06 99.85 610.373.85 610.01 2.085 610.596.9 426.195.85 610. Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.85 610.85 610.85 610.18 394.57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C. solar.18 394.02 2.06 11.85 610. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut.85 751.85 610.195.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah. dan LPJ.815.085 610.253.73 910.

Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar). maka genset akan mati. Sedangkan untuk pengadaan solar. Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS.4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada. . Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam. dan berjenis 3 phasa dan satu netral. maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN.

000 233.750 234.000 2.428 209.000 kWH 150.000 53.010 287.000 50.000 309.000 211.930 233.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.675 194.675 222.470 234.118.420 235.378 Total kWh 250.470 238.220.441.530.2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .840.000 50.381.58 D.251 ENERGY COST 199.660 52.853.000 260.000 291.911.000 628.530 55.805 198.000 250.750 198.000 286.440 309.950 234.000 100.540 52.000 238.850.000 286.018.818.441.130 290.480 246.805 2.000 298.670 46.447.000 200.000 233.545 210. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).000 54.920 252.000 53.000 231.150 301. Tabel 4.180 251.843.094 209.150 250.420.000 49.184.000 244.000 281.580 286.000 53.710 307.670 55.745 213.160 50.000 3.691 194.873 WBP (kWH) 46.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.000 56.096.833 210.000 300.470 205.480 204.000 252.897.897.520 56.

000.887 1.672.8 2.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.000 20.000.263.594 2.354 165.058.071 2.566 3.354 12.59 Tabel 4.817.889 31.000 15.234 21.850 14.785.344 9.706 2.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .000 10.690 1.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.754.325 10.285 3.116 10.000.581.000 2.829.113.000 5.807.652.946.690 2.854 8.946.3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.984.460 16.249 2.635 8.000.926 2.777 13.710 13.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.890.113.854 15.540 3.881 21.498.880 16.889 2.000.

940 8.120 334.700.443.212 131.500 1.000 10.563.512 730.102.080.027.598.120 2.671 1.000 2.015 499.711.431 5.000 6.000.300.500 2.119.010 1.661.114.608.000.520 8.000 6.000 8.950.689.511.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.431 17.000.927.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.936.000 4.000.000.015 7.120 6.390.598.306.639.410 1.000.364.000.021 9.470 1.325 479.040 1.000 5.470 131.114.071.295 5.417 Total biaya (Rp) 2.000 4.137.518.040 78.025 7.410 7.970 9.040 3.972.510 1.700 1.417 1.835.314.546.431 1.406.972.000 54.825 1.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.750.795 512.827 5.500 1.021 2.115 518.979 6.750.888.000 2.000 5.521.500 4.651 Biaya Air sehat (Rp) 7.076.000 2.604.967 Biaya PDAM (Rp) 529.000 6.000 7.500 7.767 1.000 4.389.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.749.618.000 4.936.183 6.872.950.102.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .521.510 1.250.

97% 72.24% 67.5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.70% 64.79% 70.39% 67.57% 76.02% . Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.61 E. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi. tahun baru atau liburan sekolah.31% 56.89% 75. Tabel 4.24% 67. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya.69% 65.02 %.20% 65.30% 64.

4.2 sampai pada tabel 4. Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.00% 40.530.00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut.00% 20.118. Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F.447.00% 0. Total kWH adalah 3.00% 80.00.00% % 60. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100. .833.010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2. bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel.

358. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.3. Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31. Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954.588.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13.358.594 liter. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya.00 / kWH x 5 jam = Rp 4. Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4.058. Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b.00 jam/kWH + = Rp 13.00 jam/kWH LWBP = 452.710.58 / kWH 2. .00 jam/kWH 24 jam = Rp 556. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam). Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954.63 Biaya pemakaian listrik a.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8.770.00 / kWH.00.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter.67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. yang dilakukan pada kWH meter di ruang . Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang. Untuk mengukur arus. A. maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang. Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam. Data dan perhitungan 1. digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus.

9 2. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.2 140 240 22.6 6.5 4.3 S 4.5 12 160 240 22.6 2.68 kontrol panel.1 3.6 1. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.6 13.5 15 145 240 22.1 6.6 5.3 5.9 0.5 455. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus.5 456.9 1.9 6.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .5 3.1 3.5 0.8 2.8 4.8 5. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.2 95 137.7 1 2.7 1.7 2 115 136.4 4.9 5.4 0.1 6.1 6.9 S 5.6 6.7 4.5 5.1 5.6 6. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung.1 6.8 0.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3.2 6.5 1.6 105 140.3 4.6 4.7 T 4.8 4.9 8.9 6. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper.2 4.4 R 6.5 479.7 4.4 T 1.1 5.4 7.

C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.19 3506.75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10.36 3534.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.64 9.7 8.7 kWH/hari .53 3516.04 3497.04 10.343.15 9.17 3525.74 8.8 3551. maka akan didapatkan nilai sebesar 9.19 8.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari. nilai kWH ini .6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4.95 9.34 9.1 3542.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana). B. AC split.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. AHU. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a. penerangan dan ruang pompa listrik.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper. . Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC. Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4. Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A. Chiller (3 buah) b. AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit).

5 24 60 823.80 2.8 Grafik komposisi nilai dari AHU.5 % 89. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739.91 7.29 100.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU. FCU. . walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis.00 Komposisi Nilai dari AHU. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere. dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar.

sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. c. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran. Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas. . Unit chiller adalah unit pembangkit. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. b.

Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a. Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. Berdasarkan analisis di atas. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . Dengan pembersihan pada unit FCU.77 d. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi. sudu kipas. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara.

Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel. b. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- . C.78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi.

Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting). Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka. mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman.79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih. akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU. Untuk .

Tabel 4. Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1.14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt. Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara .80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut. Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara.

Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. 4. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas. Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan. Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. 2. Pengukuran menggunakan higrometer.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. 6. 3. Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut. Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti. .

06 30.5 30.2 230 230 230 21. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec.54 Arus (A) Teg.15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec.2 0.56 388.82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan. batch B05001A No seri 39-0016. Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4. 1.5mf 450VAC. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292.15 0. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit). berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz.5 2) Kondisi FCU bersih .18 340.

83 Tabel 4.89 378. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326.2 0.3 0.18 cfg. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih. Kec.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292.3 230 230 230 31.56 cfm. (menit) 14 10 8 0. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.86 405. Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan.4 50. Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326. Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara.4 Dari tabel di atas. . dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340.6 50.59 Arus (A) Teg.

44 atau kenaikannya sebesar 30.putar kipas2-Pkec. .439.91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU.3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5.9 dan 5.06) = 9.10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.5 – 21.44 x 20 x365 = 68. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt.84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun.91 kWH/tahun 68. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi.91 kWH/tahun = 9. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68.5 watt. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor.06 watt menjadi 30.9 %.putar kipas1 = (30.t = 9.

3 kWH/tahun. fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere. hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. . Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU.85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat. namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. D. Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. sudu kipas. maka akan diperoleh penghematan sebesar 9.439. Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting). Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik.

2. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. FCU / AC di hidupkan b. ruang jenis kamar tamu. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. yaitu : a.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. yaitu : a. Lepasi Grill satu per Satu .Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. AC / FCU dihidupkan b. Ambil alat Tacho meter c. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. Hendaknya pada saat pembersihan. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill. Ambil alat temperature. Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya. Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM.

yaitu : . yaitu : a. yaitu : a. medium atau high d.87 c. yaitu : a. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. FCU / AC di hidupkan b. Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere. Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. posisikan di 2µF dan diamkan. Kemudian pasang lagi 4. Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing. bearing harus diganti 6. Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Ambil alat capasitor meter . Ambil alat tang Ampere c. Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. FCU / AC di hidupkan b. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. 5. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. Kalau ada bunyi . maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7.

dan keringkan f. Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. 9. FCU di matikan b. Turunkan blowers dari FCU c.88 a. supaya terang di atas plafon c. Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. FCU / AC di offkan b. yaitu: a. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b. Tutup motor blower dengan plastik e. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. Cuci blower sampai bersih. Pasang kembali blower 8. Siapkan lampu jalan. Sikat sudu-sudu nya blowers d. Tutup daun value in dan out . yaitu : a.

Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. Buka kran supply ± 1-2 h. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i. Buka daun value in / out 10. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. Bak Drain . Catat di Maintenance card k.89 d. Buka tutup stronner f. Off-kan MCB b. Selesai 11. a. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d. Buka main hole. Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. tutup valve in dan out chill water. On-kan kembali MCB dan unit FCU i. Check temperatur ruangan j. buka strainer dan bersihkan c. Siapkan kunci ring 21 – 13 e. Catat di History card l.

24) + 6.000.672.440. Biasa pembersihan : @Rp 20.6702 x 5.320. rincian adalah sebagai berikut : a. Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10. Beli larutan kimia: @Rp 40. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.237. Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b.066.9439.14 kWH/m2. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2.000 per liter 15. tahun.568. yaitu : a.000 per unit x 153 unit = Rp 3.00 per tahun.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.14 kWH/m2.00 b. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.240.54 .000. IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil .00+ Rp 3.060.3 liter = Rp 612.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4.3 (0.319.578. tahun.33 = 402.000 = Rp 3.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus.00 –Rp 3.672.000.

Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua. dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit. temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176. Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller.91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar. maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC.5 gpm. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 .8 TR ( Ton Refrigasi = TR). E. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier.6ºC.56 atau setara dengan 46ºF.

5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah.5 TR 27 . sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup.21 4773. maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan.8 TR 27 . karena pada kondisi sistem . t.5 gpm x ( 54 . Q Q′ = ∆t ∆t 176. Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC.x = 858 . maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah. t).92 = 430. maka : & & m = m .8 x = 143. dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup.c.46) º F 24 430. dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m.6 – 176.

Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.16 80. maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237.896 242.8 Dari perhitungan di atas.16 80. Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81.58ºC menjadi 7. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut.7 Ps 81.58 pada panel chiller.7 148.71 PT 81.14ºC.93 3915 = 22.58ºC. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter.16 80.14 Daya total . temperatur ruangan naik menjadi 24.14 176.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel.

. Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P.96 = 18. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller.94 Dari tabel 4.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1.t =1.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.77+1.t =1.35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4.96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11.34 kW.t =1.35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11.64 kWH/tahun. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P.35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.77 kWH/tahun.35+1.

95 F.23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.33 = = 401.578.Rate x Area Room) + (Area non Room) 4.18.237.54 . Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.6702 x 5.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. .23 kWH/m2.640 (0.066.440.24) + 6.

Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a.683 kWH / m2 year. sudu kipas. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 . terkait dengan konsumsi energi.08 kWH / m2 year. sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. 3. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter).BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1. Berdasarkan audit energi awal. masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year. 2. IKE energi listriknya adalah sebesar341. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik. Berdasarkan hasil audit energi rinci. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan.

Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.23 kWH/m2. tahun.439. Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan.2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1. diimplementasikan yaitu sebesar 9.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU.640 kWH. dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya. . Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.tahun 5. Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18. b.14 kWH/m2. nilai real.58ºC pada panel chiller.30 kWH.

Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa. .98 2. hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan. penghematan pompa chiller.

Bandung : PT. Petunjuk teknis konservasi energi. Industrial Energy Conservation. 1995. semarang: Kanginan. Badan Koordinasis Eergi Nasional. M. Direktotat Jendral Pengembangan Energi. Pasek. Jakarta: Pradnya Paramita. 2002. Audit Energi.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. 2004. TA. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi. 1983.Peyegaran Udara. Modul 2. Halim. dan Sulaiman. Darmawan Ari. 1991. Ltd. 1999. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. Iskandar. Marthen. Jakarta: Charles. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.energyefficiencyasia.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. Fisika untuk Universitas. Wiranto. Gottaschalk.England: John Wiley&Sons Inc. Arismunandar. 1996. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. Norman. Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. TA. Zuhal. Direktorat Pengembangan Energi. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. . Fiqry Jaya Mandiri.

599 16.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.357.822 6.00 865 107.50 21.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.000 209.00 865 127.968.509.000 24.534.566.296.000 234.566.50 22.436.452.816.372.000 7.394 20.129 19.840.713 + + 211.000 198.839.000 41.340.566.325. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.000 45.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.00 865 137.599 16.724.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 44.000 24.000 215.000 8.288.00 50.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 24.50 26.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.441.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.50 18.000 9.129 17.00 46.584.950 + + 244.100 Lampiran 1.074 6.208.00 865 107.078.00 49.452.599 19.000 + .599 23.00 54.000 7.000 182.000 48.114 6.956.566.412.428.532.000 192.000 24.200.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.

00 53.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.719 23.844.000 6.00 865 127.566.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.566.719 19.052.000 19.316.094.096.566.000 24.420.000 24.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.025 6.929 + 233.912.000 23.246.646.630 6.998.000 213.912.50 25.000 207.00 865 187.000 17.000 233.436.000 3.000 51.000 44.000 47.052.00 53.364.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.621.904.000 222.988.000 12.000 24.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.621.185.000 208.296.566.00 865 127.028.743 + + 219.000 190.050.528.00 57.000 24.50 21.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 .50 25.000 47.650 225.831.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.907.630 + + 239.181.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.00 49.535 6.394 18.000 18.000 3.

644.000 49.118.00 55.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.547.860.399.621.952.00 55.000 234.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.399.860.000 24.230 6.00 865 167.000 26.50 27.000 24.000 215.50 9% KVA x Rp 28.952.668.000 19.000 19.720.230 6.830 + (+) 247.644.287.000 24.000 240.547.000 19.000 24.757.50 29.50 27.000 49.230 + (+) .000 220.825.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 234.00 865 167.757.566.720.000 4.000 215.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.830 6.566.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 4.

697.690.17 1.869.50 2802.49 2835.19 8.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.760 2819.41 8.652.19 624.23 617.880 .50 1.063.591.740 2828.00 452.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.108 6.810 2811.960 792.440 792.240 4.295 7.31 1.572.230 904.120 792.870 2802.41 626. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.63 622.720 3.719.480 792.518.40 8.327 06 WBP LWBP 624.480 3.636.715 6.452 549.720 3.31 2811.63 8.106 Lampiran 2.00 1.00 452.311 6.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.00 1.40 621.076.63 2794.07 2819.81 2828.452 584.00 1.736.41 619.07 1.81 1.960 3.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.00 452.452 501.990 904.00 1.220 904.452 561.680 2835.560 904.00 452.452 556.41 7.226 6.076.00 452.040 3.49 1.00 452.180 904.263.60 904.00 1.00 1.360 792.795.680 2842.518.249.

869 6.830 2858.107 7.00 452.744 3.00 452.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.357 792.452 505.160 792.591.575.665 .320 792.98 2850.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.320 3.125.00 452.636.34 1.240 792.81 1.465.960 792.00 1.760 2873.83 2881.910 904.452 533.85 7.563.92 7.00 1.581.452 510.23 8.00 1.85 633.400 904.34 636.580 904.00 1.00 629.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.452 522.440 3.98 1.495 6.00 452.426.654.34 7.452 555.43 7.452 500.452 295.10 2873.730 2881.426.721.719.530 2865.332.160 792.17 2842.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.852 6.444.23 631.00 452.580 904.00 7.610 2888.383.00 1.83 1.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.00 452.455.00 1.120 3.240 857.920 3.620 904.10 1.34 2865.81 2858.190 BEBAN 792.230 904.006 6.60 627.810 2850.040 3.783 6.43 634.44 1.061.

160 792.536.200 3.010 904.200.89 2903.11 8.880 3.86 7.750 2911.452 499.582.00 1.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.887.400 3.578.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.00 1.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.760 792.898.00 1.00 452.33 2.920 3.200 792.03 904.00 1.64 2911.455.100 904.00 1.452 592.00 452.046.452 527.022.17 2895.93 639.86 645.209 6.630 904.01 641.720 2903.49 647.00 1.618.00 452.520 792.000 3.44 2918.93 7.274 6.00 452.790 2926.160 3.600 904.89 1.343 6.23 1.01 7.800 2918.386.49 7.184.44 2888.503.09 8.563.33 649.025 7.452 497.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.730 2895.170.000 792.448.23 2926.627.92 638.100 2935.64 1.077 19 WBP 647.452 543.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.168.00 1.200 792.800 .17 1.080 904.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.452 533.039 6.240 6.44 1.00 452.554.108 6.661.00 452.11 643.750 904.

080 3.00 1.700 LWBP BEBAN 2935.938 6.00 1.680 3.050 2966.200 3.770 2991.00 452.58 7.90 7.672.800 792.452 551.19 8.312.080 792.677.70 2951.58 654.45 1.400 792.490.545.600.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.46 2966.19 658.400 452.452 535.49 650.00 452.09 2943.956 24 WBP LWBP PPJ 656.16 7.00 1.452 521.00 452.798.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.990 2975.00 452.49 8.452 550.453.908.640 904.720 .080 3.70 1.45 2975.41 2959.22 1.00 1.640 792.280 792.03 2943.778.00 3.308.320 904.670 2951.509.853.94 8.710 2959.450 904.747.970 904.602.534.00 452.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.452 570.90 656.886 6.360 904.00 1.99 1.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.819.840 3.290 904.452 539.00 452.770 2983.796.46 2.960 3.16 659.52 8.600.440 792.345 6.241 6.109 1.22 2983.00 1.94 652.464 6.547 6.519 25 WBP LWBP 658.41 1.

66 1.386.40 1.332.110 PPJ 792.00 452.597.840 3.413 6.40 3007.740 3007.640 3015.75 1.880 792.73 668.413 6.462.960 3.660 904.650 3039.715 30 WBP LWBP PPJ 666.39 670.452 555.00 1.818 6.39 7.04 3015.420 904.910 29 WBP LWBP PPJ 665.452 395.452 531.960 904.12 1.080 792.720 3031.33 7.452 528.080 792.00 1.04 1.440.521.320 792.00 452.805.665 28 WBP LWBP PPJ 663.482.75 3023.510 3.726.790 904.880 3.521 31 WBP LWBP PPJ 668.560 3.040 904.90 8.452 555.52 661.94 8.94 666.491.452 522.48 7.66 2999.343 6.634.710 3023.787.47 3031.00 1.670 2999.940 904.920 792.726.47 1.151 27 WBP LWBP PPJ 661.588.00 452.269 4.00 452.600 3.00 1.48 663.00 1.00 452.00 1.665 26 WBP LWBP PPJ 659.545.554.90 665.00 452.572.73 7.840 792.869 6.452 527.564 .99 2991.

496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.448 .785.259 110.960 24.000 7.688 235.0 49.259 110.000 23.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang . 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.956.000 110.49 245.255.258.200 49.401.460.600 216.310 196.000 1.785 16.760 19.785 49.111 6.0 452.10 904.566.018.310 16.452.255.441.869.

MAINT.67% 20.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.042 PERSEN 10.361.838 255. REPAIRING 1.6 m2 11.945. WORK LOAD Received Completed Pending IV. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.728.95% 100% BULAN LALU 34.36% 18.722 PERSEN 9. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.46% 71.57 m2 3840 3290 64.575 337.262.576 364.815.195.18% 100% III.028 240. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.112 Lampiran 3.825. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.439 62.57% 3496 II.38% 69.429.288.308 74.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .201.

07.24.28 Good VIII.02. MAINT.21.10.11.26. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .26.30 COMMENT Good Good 13 01. ADMINISTRASI JUMLAH .12.17. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.21.15. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII. ROOM PREV.08.22 23.113 BULAN INI 2.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01. 19.in door .

0 2.785.435 2.201. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.0 10.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .301.608. Prev.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.738.700 47.000 Air TAAB @ Rp 60.000 512.916 90.200 1.000 600.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.8 14.325 255. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.350.

581.97% IX.115 Total Semarang.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.57% UNIT CONSUMED COST 209.080.927.393.888.953.000 1.825 270.460 479.362. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.500 227.941. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .750.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.015 6.639.562 7.115 5.279 17.343 499.24% IX. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.220 10.

750.8m3 1.749.881 8.000 9262.000 COST 199.331 13.325 234.89% IX.171.000 8807.130 COST 219.979 257.000.5m3 1.854 6.604. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.618.982.767 234.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.119.049.445 21.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.263. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.113.895 125 tanki 6.018.295.126 UNIT CONSUMED 286. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.428 .344.2% IX.872.703.79% IX.250.410 100 tanki 5.000 1.212 6.434 UNIT CONSUMED 290.035.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.214 8.710 COST 226.417 247.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.

Air bersih By PDAM April 2006 Kor.691. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.102.7% IX.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.105 - - .050 280.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736. 70.103 POMEC department bulan Maret. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.518.539 1.500 280.109.827.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.672.80 761. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.000.100 1.900 529.064.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.700) Total 54.344 257.500 2.39%.0 3.663. Rek.040 13. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.620 7.69% IX.800 608.000 709.500 7.681.949.635 215.755 11.716.50 12. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.248.679. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.425 125. 29. Feburai 2006 Occupancy : 64.865 10.027.102 13.900 278.652. UTILITIES Rek.00 10.000.648.500 2.620 1.249.

071.118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.600.311.575 2.500 480.0 72.0 PDAM Mei 2006 Total .0 8.195.000 334.850 1.000 3.661. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.3% IX.807.795 240.430 9.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .Lampiran 5.

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .Lampiran 4.

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .

120 .

.

428.00 50.956.566.000 192.724.000 215.000 9.074 6.000 7.000 24.000 45.566.00 865 107.000 234.296.394 20.00 54.000 44.288.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.208.584.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.436.566.00 865 127.00 865 137.078.372.325.000 24.50 21.50 26.000 209.129 19.50 18.532.000 198.839.000 8.129 17.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.412.599 16.357.000 41.441.713 + + 211.000 48.00 49.822 6.00 865 107.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.599 19.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.534.840.509.000 182.000 + .816.340.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.599 23.452.599 16.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.00 46.Lampiran 1.200. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.000 7.950 + + 244.968.566.114 6.452.000 24.000 24.50 22.

50 25.630 6.00 53.912.000 47.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 6.719 19.621.650 225.998.00 49.000 .000 190.000 23.566.000 19.025 6.000 213.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.028.988.646.844.185.50 21.719 23.904.630 + + 239.528.00 53.000 17.000 3.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.000 51.246.929 + 233.000 24.000 18.000 12.296.364.50 25.743 + + 219.00 865 127.181.000 233.00 57.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.621.566.912.535 6.094.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.420.000 207.000 24.052.907.000 208.00 865 187.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.052.831.436.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.00 865 127.050.000 47.316.000 222.000 24.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.096.566.000 44.000 3.000 24.566.394 18.

000 24.000 240.000 19.000 19.952.000 24.566.621.860.00 55.644.547.952.399.825.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.720.230 6.50 27.566.000 19.00 55.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.000 49.000 49.00 865 167.399.000 234.287.000 4.668.230 + (+) .00 865 167.644.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 24.000 234.757.118.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 9% KVA x Rp 28.830 + (+) 247.50 27.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 215.000 26.757.50 29.830 6.720.860.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.547.000 220.000 4.230 6.000 215.000 24.

295 7.41 619.00 1.697.00 1.740 2828.41 626.230 904.795.720 3.440 792.00 452.41 8.680 2842.452 584.17 1.715 6.063.00 1.990 904.07 2819.00 1.00 1.00 452.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.41 7.07 1. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.076.960 792.869.870 2802.719.00 452.760 2819.591.880 .452 561.960 3.19 8.40 621.360 792.00 452.00 452.480 792.452 501.452 549.63 2794.680 2835.31 2811.736.720 3.50 1.40 8.120 792.180 904.040 3.560 904.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.63 8.518.690.108 6.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.00 452.31 1.81 1.220 904.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.240 4.23 617.50 2802.076.263.81 2828.810 2811.636.226 6.311 6.63 622.572.480 3.Lampiran 2.60 904.327 06 WBP LWBP 624.00 1.19 624.518.452 556.49 2835.249.49 1.652.

452 295.00 452.00 1.125.357 792.00 452.00 1.061.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.00 1.580 904.92 7.440 3.744 3.920 3.85 633.10 2873.760 2873.10 1.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.17 2842.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.960 792.160 792.426.60 627.230 904.591.00 1.040 3.444.81 1.452 522.190 BEBAN 792.530 2865.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.332.452 533.495 6.00 629.7.34 636.580 904.426.83 2881.320 3.575.665 .869 6.23 631.00 1.452 510.452 500.581.465.006 6.654.240 792.455.240 857.00 452.730 2881.44 1.721.610 2888.34 1.160 792.34 7.383.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.81 2858.43 634.00 452.636.00 452.00 7.98 2850.43 7.563.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.910 904.85 7.34 2865.620 904.320 792.852 6.400 904.00 1.783 6.719.00 452.83 1.452 505.98 1.23 8.452 555.810 2850.830 2858.120 3.

160 3.720 2903.000 792.00 452.563.627.536.00 1.64 1.23 2926.33 649.168.170.452 499.92 638.200.200 792.33 2.750 2911.100 904.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.898.89 2903.93 7.880 3.09 8.00 1.887.01 641.554.448.00 452.86 7.039 6.44 1.00 452.800 .44 2888.00 1.000 3.618.010 904.750 904.790 2926.11 643.6.23 1.022.582.800 2918.503.00 1.00 452.046.386.400 3.89 1.343 6.00 1.600 904.17 2895.240 6.209 6.93 639.86 645.452 497.100 2935.184.17 1.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.080 904.160 792.661.49 647.452 533.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.077 19 WBP 647.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.03 904.00 1.200 3.452 592.49 7.11 8.44 2918.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.00 452.64 2911.760 792.455.01 7.452 543.00 452.520 792.452 527.200 792.025 7.00 1.578.630 904.920 3.730 2895.274 6.

345 6.770 2983.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.52 8.41 2959.547 6.241 6.747.90 656.796.00 452.45 1.70 2951.45 2975.94 8.00 1.452 550.00 452.99 1.938 6.853.58 654.640 904.670 2951.320 904.49 8.312.840 3.200 3.22 2983.00 1.00 452.453.19 658.00 1.080 3.00 452.58 7.46 2966.00 1.452 535.308.00 3.00 1.050 2966.440 792.720 .470 21 WBP LWBP BEBAN 650.490.450 904.956 24 WBP LWBP PPJ 656.22 1.680 3.908.360 904.640 792.509.534.970 904.778.1.600.452 551.886 6.70 1.280 792.798.602.700 LWBP BEBAN 2935.00 1.770 2991.03 2943.677.960 3.290 904.519 25 WBP LWBP 658.41 1.990 2975.90 7.400 452.46 2.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.09 2943.464 6.080 792.452 521.819.452 570.080 3.16 7.400 792.452 539.800 792.16 659.600.710 2959.19 8.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.545.49 650.94 652.672.00 452.00 452.

75 3023.00 452.452 528.665 26 WBP LWBP PPJ 659.66 1.740 3007.665 28 WBP LWBP PPJ 663.12 1.413 6.720 3031.597.491.588.510 3.320 792.564 .787.521.670 2999.39 7.66 2999.00 452.94 666.47 3031.420 904.560 3.880 792.440.452 522.90 8.33 7.660 904.040 904.080 792.960 904.94 8.790 904.726.386.332.521 31 WBP LWBP PPJ 668.572.452 527.640 3015.40 1.00 452.00 452.99 2991.39 670.00 1.04 3015.00 452.48 7.00 452.452 531.600 3.960 3.00 1.343 6.73 668.840 3.151 27 WBP LWBP PPJ 661.545.00 1.920 792.40 3007.413 6.805.452 395.75 1.710 3023.90 665.818 6.47 1.269 4.482.04 1.715 30 WBP LWBP PPJ 666.869 6.910 29 WBP LWBP PPJ 665.52 661.452 555.840 792.940 904.00 1.650 3039.880 3.462.48 663.634.554.00 1.73 7.080 792.PPJ 792.726.452 555.00 1.

956.960 24.760 19.000 110.6.018.401.258.000 1.0 49.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .000 7.49 245.0 452.452.460.255.310 196.10 904.200 49. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.600 216.448 .785.255.785 49.785 16.259 110.688 235.259 110.441.566.310 16.869.000 23.

288.95% 100% BULAN LALU 34.439 62. MAINT.Lampiran 3.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.825. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.57% 3496 II.361.36% 18.945.67% 20. WORK LOAD Received Completed Pending IV.429.042 PERSEN 10.575 337.815. REPAIRING 1.028 240.46% 71.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .728.38% 69.18% 100% III.57 m2 3840 3290 64.262.6 m2 11.722 PERSEN 9.576 364. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.308 74.195.201. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.838 255.

19. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.10. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.21.12.11.24.02.15. ADMINISTRASI JUMLAH .08.21. ROOM PREV.in door . MAINT.07.26. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.28 Good VIII. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.22 23.17.BULAN INI 2.30 COMMENT Good Good 13 01.26.

000 600.0 2. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.8 14.916 90.785.608.000 Air TAAB @ Rp 60.0 10.200 1.201.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.435 2.325 255.700 47.738.350. Prev.000 512.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 . UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.301. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.

220 10.639.888.927.393.941. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .581.015 6.343 499.825 270.460 479.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.080.115 5.000 1.Total Semarang.750. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.953.24% IX.279 17.362.500 227.97% IX.562 7. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.57% UNIT CONSUMED COST 209.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.

710 COST 226.410 100 tanki 5.000 1.325 234.89% IX. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.895 125 tanki 6.881 8.171.250.8m3 1.000 COST 199.295.000 8807.749.872.049.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.703.113.5m3 1.982.417 247.344.2% IX.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.000.434 UNIT CONSUMED 290.130 COST 219.263.604.854 6.331 13.018.212 6.119.035.767 234.428 .979 257.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.214 8.000 9262.445 21. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.750.79% IX.126 UNIT CONSUMED 286.618. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.

Listrik Hotel Maret 2006 Kor. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.69% IX.80 761.691.344 257.620 1. Rek. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.827.248.102 13.0 3.518.620 7.50 12.000. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.000. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.00 10.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.500 2.900 529.39%.050 280. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.425 125. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.663. 70.635 215.900 278.064.100 1.681. UTILITIES Rek.249.7% IX.648.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.865 10.105 - - .103 POMEC department bulan Maret. Feburai 2006 Occupancy : 64.652. 29.500 7.539 1.040 13.716.800 608.000 709.672. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.027.755 11.500 280.700) Total 54.679.949.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.500 2.109.102.

661.575 2.795 240.000 3.430 9.311.807.0 8.0 PDAM Mei 2006 Total .POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.071.0 72.850 1.500 480. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.195.600.3% IX.000 334.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.