P. 1
Audit Energi Dan Analisis Peluang Penghematan Energi Pada Sistem AC

Audit Energi Dan Analisis Peluang Penghematan Energi Pada Sistem AC

|Views: 2,320|Likes:
Dipublikasikan oleh Elias Kondorura Bawan

More info:

Published by: Elias Kondorura Bawan on Sep 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. air 3%. Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. sudu kipas. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. sedangkan solar 6%.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.08 kWH / m2 year. Berdasarkan hasil audit energi rinci. Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan. Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. iv . didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan. Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter).

and grill. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. As according Detailed Energy Audit. It support in Hotel Santika Premiere’s operation. its value still high enough so that the effort thrift still must be done v . audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. One of method efficiency energy is conservation energy. Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller. In this process. evaporator fin.08 kWH/m2 year. Intensity Consume Energy (ICE) is 403.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. To resolve that problem efficiency energy used. Electric energy of air conditioner consuming reach 60%. It is one of energy extravagance. From result of calculation of IKE after implementation PHE. fan. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341. It is consist of cleaning filter. Water 3%. This equipment for instance air conditioner consume electric energy.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year. Solar 6 %.

Said Sunardiyo. Djoko Adi Widodo. Prof.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dr. Sudijono Sastroatmodjo.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Ir.. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. M. M. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. M. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan. 3. 2. Dr. Prof. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW.T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 4. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Soedjatmiko.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan. Soesanto. M. Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1. Drs.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Drs. M. 5.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. vi .

HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. Ruslan Efendi. 11. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. 9. Seluruh dosen. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. 12. 14.6. serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. Tahan P. 8. 13. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi. Beni P.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Yuliani Mandasari. Ragil Kurniawan. 10. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro. Temanku : Rizky Gani M. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. SE. Bapak Darsono. 7. vii . Adik-ku tersayang. Kakanda-ku tercinta. Lukman H. Kotip R.

Juli 2007 Penyusun viii . Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini. Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Semarang. sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini.15.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix . Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT. Ar Ra’d : 11). harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai. Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat. karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan.

...........viii Daftar Isi.......1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang.........................3 Manfaat Penelitian..................2 Rumusan Masalah......................................................................................................... Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang................ Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel......................xiv Daftar Lampiran....................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2......................................................iv Abstrack .............................................................................. x Daftar Tabel.....................................................11 x ...............................................................................................................................................8 E..........................................1 Latar Belakang Masalah.............................................................................................5 Batasan Masalah..........vi Halaman Motto dan Persembahan.................................................................................xiii Daftar Gambar......................6 B....................i Halaman Pengesahan...............................iii Intisari....................................................................................................................................................6 C...................................................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul......................................................... .......................1 1..6 Sistematika Penulisan....xv BAB I PENDAHULUAN 1....................................................4 Tujuan Penelitian................................................ Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang..........................3 1.................................... Gambaran Umum Hotel..........................................................................................................................................................................................................................................................................................v Kata Pengantar.............................................................................................................6 A................................. Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang....3 1...................ii Halaman Pernyataan..............................7 D...........................................2 1..........................................3 1.................................................................................

.....................44 3.............. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)……………………............62 G.................................................. Sistim Distribusi Energi..........................56 D................................................ ..............66 B.............................................15 D............... Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 .................................................... Analisa Peluang Hemat Energi ...45 3....................91 xi .....................2........... Audit Energi Rinci..................67 C.....................................2 Audit Energi Rinci....…….............................. Audit Energi..........................44 3... Data Tingkat Konsumsi Energi.45 A..........11 A.3 Variable Penelitian..........65 4................................ Implementasi Peluang Hemat Energi....................2 Jenis Penelitian.............. Audit Energi Awal ..1 Waktu dan Tempat Penelitian................ ........................................ .........................................................2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara...............................................................................................................................55 B.............. 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4..................66 A..85 F.................................11 B.................... Menghitung IKE.........................74 D.... Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ..................... Sistem Pengkondisian Udara......12 C... Data Perhitungan.......................................................................58 E......................................................................45 B........................................................................................................ ......................... Energi.................................................................. Pendahuluan.......................................61 F..................................................................................................77 E..............5 Jalannya Penelitian................................................... ......... Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung..................................................................................................... Data Konsumsi Energi............. .....................................................44 3......................................55 C...................................55 A........1 Audit Energi Awal.................... Konsevasi Energi..............................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3....................................................................... Pendahuluan.............................4 Alat dan Bahan ..........

..................................2 Saran.......................96 5........................97 DAFTAR PUSTAKA................................................1 Kesimpulan.............................................95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5........G..................... Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2..............................................................................................99 xii .............................................

...............................75 Tabel 4........8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang …..................50 Tabel 3..........50 Tabel 3......4 Data Konsumsi air periode 2006.17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT ..........................................1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ............. ..93 xiii .......................... 83 Tabel 4....14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang ...................................................... ..............82 Tabel 4.......5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006…………..........………72 Tabel 4........................3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit...............................................................7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang ...................6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 ..58 Tabel 4......59 Tabel 4........11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci .........................16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt......... 70 Tabel 4.....10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere ..................................................9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang…...........................................................56 Tabel 4............... .2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006............ ............. .............68 Tabel 4..............................................................51 Tabel 4......61 Tabel 4...2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ..........................................................80 Tabel 4.....................................................................69 Tabel 4..................................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3...............71 Tabel 4....3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006.................................72 Tabel 4.....64 Tabel 4....15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt............................................60 Tabel 4..................12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga ………….......................13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere......................................................................

............7 Grafik komposisi nilai dari AHU..................4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006............................................7 Prestasi Pompa sentrifugal......69 Gambar 4..........32 Gambar 2.........................1 Elemen pokok sistem tenaga listrik...........58 Gambar 4.........................................2 Prinsip Kerja Air Conditioning........4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura...........................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2...........................15 Gambar 2.........................................9 Diagram sirkulasi freon.......... FCU............ dan Chiller sebagai komponen AC..64 Gambar 4.............….60 Gambar 4...........................5 Karakteristik pompa sentrifugal……………………………………........1 Bagan alur proses audit energi bangunan............48 Gambar 4............27 Gambar 2.........35 Gambar 2......................26 Grafik 2...................................................................3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006...............8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa........72 xiv .............3 Tekanan udara dan pengukuran...................................43 Gambar 3.35 Gambar 2..................22 Gambar 2...................................................6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang….....................34 Gambar 2.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4..................62 Gambar 4..................5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006...1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang..........................6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros.........

. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang….103 Lampiran 3.119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang………. Pomec department………………………………………. Biaya penggunaan listrik tahun 2006………………………………. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5...DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.…..120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang……….. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang………..121 xv .100 Lampiran 2..109 Lampiran 4.118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ……….………...

akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan. Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan. pompa-pompa. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. lift. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi.BAB I PENDAHULUAN 1. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. pemanas. laundry. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan. terutama dalam penggunaan energi listrik. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. lemari es. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 . energi sangatlah penting. pemasangan kapasitor bank.

Dari dasar pemikiran di atas. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu . Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain.50%. 1.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel. 2. maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel.

Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. 1. . 2. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya.3 3. Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a. 3. 3.3 Manfaat Penelitian 1. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. 1. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1.4 Tujuan Penilitian 1.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1.

jenis penelitian. manfaat penelitian. batasan masalah. alat dan bahan. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. rumusan masalah.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang. variabel penelitian. jalannya penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian. Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang. 3.4 2. 1. . metodologi penelitian. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. b. Tahapan Audit Energi Rinci: a. tujuan penelitian. sistematika penulisan.

serta pencarian peluang penghematan energi. . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi.5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal. dan audit rinci.

Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A. 3 penthouse suites 6 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. B. Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah. Lokasi hotel ini sangat strategis. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. luxury penthouse. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang. Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis.

fitness center and sauna 5. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. car rental 9. 125 luxurious rooms and suites 3. Laundry/dry cleaning service. tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%. Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. Business center 7. 24-hour room service 8.7 2. Swimming pool. beauty parlour. drug store. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . Airline ticketing office 10. C. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. antara lain : 1. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. atau hari raya lainnya.

8 2. dan satu buah lift digunakan untuk service. c. Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. Sistem sirkulasi udara (air conditioning). yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu). Sistem perpipaan air buangan. Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah. Telepon Sentral D. Sistem perpipaan yang meliputi a. 3. 7. dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. Gen-Set . 6. 4. MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television). Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. Sistem penanganan air hujan. Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka. yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant).

Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang . maka GenSet akan hidup. dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel. maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. 3. dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. 2. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu.9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar.

Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini. Sebagai hotel yang besar. Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air. 6. juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. .10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. Water Treatment. 4. disediakan suatu sistem pengolah limbah. 5.

Tingkat Division Head 3. 7. Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya.2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1. Tingkat Assistant Manager. sesuai dengan tingkatan di atas 6.11 E. Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2. Tinkat R/F 2. . Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat Departement Head 4. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas. Tingkat Manager 5.

cermat. harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa. . Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi. proses atau perubahan yang terjadi. biogas. juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. dan sebagainya. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi.12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. B. langkah-langkah itu adalah: 1. 1983). Diversifikasi 3. Intensifikasi 2. dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan. (Badan Koordinasi Energi Nasional.

Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat). yaitu : 1. m3.lbf.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). misalnya joule. Volume. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi. BTU dan sebagainya. harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. Massa. ada beberapa satuan yang digunakan. lb m. ada beberapa besaran yang dapat digunakan. Dalam keperluan praktis. ft. kWH. Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem. dengan satuan kg. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk . energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. Untuk menyatakan jumlah material. ton dan sebagainya 2. dengan satuan liter.

Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis. gas alam dan batubara). Pada pusat pembangkit. penerangan. Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator). panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. ft. Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase. dan lain-lain. hidro. Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi.1 . Salah satu cara yang paling ekonomis. pendingin.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak.14 menyatakan energi-energi listrik.

Faktor daya = P V .I V . C.Cosϕ = = Cosϕ V . Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal. Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban.I (3. faktor daya dapat diusahakan mendekati 1. yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank. Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa . 1995) Beban yang diberi tegangan. 1995).I .1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1. Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi. impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut.1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal. Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata.15 Gambar 2. (Zuhal.

Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi.16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut. Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. (Abdurarachim. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi. 2002) . 2002) 1. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi.

Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia. satuan uang = potensi energi tahunan. Klasifikasi Audit Energi a. Pada survei energi. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri. .a.% dari harga a = biaya realisasi. satuan uang. satuan uang 2.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan.b c (3.17 BCR = E. Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar. Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana.

Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut. penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang.18 pabrik atau gedung. b. d) Mengamati gas pembuangan pembakaran. Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. . penggunaan. b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya.

19 4) Survei energi manajemen. laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik. Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA. kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit. temperatur. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. c. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem. Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi. . rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi. yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna.

Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis). kelembaban. Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan.20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. 1. Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut. Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central. pendinginan. dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan. kebersihan. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. Faktor kenyamanan . D. dan ventilasi. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan.

kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. Dari sudut pandang faktor ekonomi. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. tingkat efisiensi yang tinggi.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya. mudah dalam perawatan. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya. b. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. kebersihan udara. bau. aliran udara. mudah . Dari sudut pandang kenyamanan. c.

60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2. 2. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. dapat melayani perubahan kondisi operasi. Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara). panas.22 direparasi jika terjadi kerusakan. Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22. Proses Pengkondisian Udara FCU a. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. kering. Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan.2 Prinsip Kerja Air Conditioning . lembab. kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara.

Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . Untuk kenyamanan. Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik.23 3. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan. c. f. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. d. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. jumlah out let turut menentukan. Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. b. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan. e. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan.

Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil. fiber glass atau elektro statik g.24 udara. ”interior heat load”). terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. 1991) a. Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. (Arismunandar. dan biasanya terbuat dari plastic. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara. Ditempatkan pada return duct. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: . 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. 4.”Perimeter heat load”). Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. b. Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara.

2) Kipas udara. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi. Dari kondisi ini. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi.25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten. Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan.nya. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. dsb. Kipas Udara dan Blower a. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap. kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. kg/jam) x 597.3) . 1991) 1) Kipas udara listrik.3 (kcal/kg) 5. (3. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. 4) Kebocoran dari saluran. boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20).

Selain tekanan statik. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara.3. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran. b. Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar. 1991): Gambar 2. diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. nilai tekanan total.26 3) Blower. kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar.4) .

8 m/s 2 )] = (Kec.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran .udara.udara. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3. dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara.27 = ( Kec. m/s) 4. kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2.03 2 (3.7) c. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9. m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara.6) Apabila efisiensi udara adalah . maka : (Daya motor penggerak.5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit.

Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh . 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. diperoleh dengan mengatur damper. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya. pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan.

maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara.8) 2) Tekanan udara (total.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3.12) . ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras. d.10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata. Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya.29 titik operasi E. n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara.

dapat dirumuskan sebagai: Q = K. kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan. mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3. kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan.30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan. kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. kg/m3 6. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan.A. tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2.13) . Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan.

Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. Pada jenis expansi langsung. Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa.31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. 1991). Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan . Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. a. Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara. sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut. (Arismunandar. Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya. 7.

2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa.5. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : .5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu. daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2. Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa. tinggi angkat total. laju aliran fluida. (Arismunandar. 1991). Laju aliran fluida. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum.32 menutup katup.

3) Kecepatan putar poros versus laju aliran. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja. . Daya tersebut pertama dinamai daya poros. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa.14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3. kW) = 0. 1991). tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%). tinggi angkat dan laju aliran air.163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran. seperti terlihat paa Gambar 2. (Daya air. (Arismunandar. kW) = Efisiensi pompa (3.7 (Arismunandar. 1991).33 (Daya air. pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. kW) (Daya poros. sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa.13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros.

data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir.Q  n'   n'  H’ =   .15) (3. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa. Yang .34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.18) ’≈ b.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   .16) (3.H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3.17) (3.

7. sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2. Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani. dan pada kondisi kerja lainnya.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan. Gambar 2. Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air. seperti Gambar 2.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa .8.7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2.

(Arismunandar. a. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. . Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan. 1991). Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. gas atau gas campuran yang dikompresikan. 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar.36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir.8 disebut sebagai titik keseimbangan. karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. 8. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan.

bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V. terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain. bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda. diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak. jenis-W.37 Selain dari klasifikasi utama di atas. jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 .

Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam).n. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. kapasitas kompresor dapat .L.60 (m3/jam) 4 (3.15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif). 1) Untuk kompresor torak.z. secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D .38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b.

n.i s )  V    (kW) 860  v  (3.17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor.z.t. Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d .(D-d)2.39 V= λ .60 (m3/jam) 4 (3. .

. dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis. Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya. tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda.η m (3. d.40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan. sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan. (Arismunandar. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c .19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. 1991). dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start. Dari data yang diperoleh itu.

yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil . Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil.Ada dua proses dalam kompresor. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant. sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat). Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a.41 9. sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil.

3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. dan udara dingin dialirkan oleh fan. b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil. Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas.42 oleh kompresor. Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil. sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. . b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin.

9 Diagram sirkulasi freon .43 Gambar 2.

Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 . yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. 3. 3.3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan.

kWH meter. Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi. tachometer. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. digital clamp meter. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . 3. 3. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a. higrometer. volt meter.4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter.

b. Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2). d. Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. Daya listrik total yang dibutuhkan c. . Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan). Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). b.46 3) Diagram garis tunggal listrik. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm). Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. c. Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan.

47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. c. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). IKE untuk pusat belanja c. antara lain : a. b. Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. IKE untuk hotel / apartemen d. ada beberapa istilah yang digunakan. d. Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992. . IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net). IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung. IKE untuk perkantoran (komersil) b. target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a.

1 Bagan alur proses audit energi bangunan .48 Gambar 3.

Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3. sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar. . 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan. Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar.49 B.2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan.3 untuk rumah sakit. Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1. Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi. d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan. . b. 4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau.53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut. 5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan.

misalnya merubah prosedur pengoperasian. c) Langkah-langkah dengan investasi kecil. . c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi. b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. 2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya. d) Langkah-langkah dengan investasi besar.54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik.

000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 . Selain itu. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci. dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. Dalam analisisnya.BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. B. Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang. memiliki luas tanah tempat usaha 1. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia.1 Audit Energi Awal A.

9 426. dan LPJ.18 394.596.85 610. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .06 99.73 910.5 11.85 751.815.85 751.85 610.56 Tabel 4.085 610.085 610.195.253.85 610.85 610. Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.85 610.73 910.01 2.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C.373.02 2.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3.195. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah.85 610.57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.85 610.85 610.18 394. solar.85 610.85 610.9 426.06 11.

dan berjenis 3 phasa dan satu netral. maka genset akan mati. Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada.4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. Sedangkan untuk pengadaan solar. Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar). maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN. . Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam.

000 56.580 286.660 52.441.000 286.691 194.000 50.000 244.000 281.000 260.381.000 291.520 56.675 194.000 53.530 55.251 ENERGY COST 199.750 234.000 54.000 286.2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.150 250.000 53.843.000 628.545 210.000 200.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.000 kWH 150.805 2.447.010 287.818.530.000 300.420 235.805 198.930 233.480 204.470 238.920 252.470 234.160 50.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .441.897.000 238.000 49.911.094 209. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).670 55.000 298.018.840.710 307.000 50.000 53.150 301.428 209.675 222.096.000 231.000 2.220.470 205.000 3.000 100.950 234.118.420.440 309.000 233.853.745 213.873 WBP (kWH) 46.378 Total kWh 250.180 251.000 211.184.670 46.130 290.000 309.58 D.833 210.000 252. Tabel 4.480 246.850.540 52.000 250.000 233.897.750 198.

3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.880 16.000 5.354 12.710 13.887 1.000.285 3.706 2.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.113.498.690 2.000.000 2.234 21.000.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .325 10.000.540 3.690 1.889 2.000.854 8.807.946.594 2.854 15.59 Tabel 4.672.984.8 2.946.344 9.581.566 3.652.071 2.881 21.635 8.460 16.116 10.000 10.777 13.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.829.890.754.058.850 14.000 20.249 2.113.785.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.354 165.926 2.263.889 31.817.000 15.

212 131.671 1.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.835.500 1.470 1.389.000 2.120 6.000 6.000 7.888.598.510 1.250.518.364.021 9.010 1.604.040 78.608.000 54.000.071.827 5.000.300.015 7.076.510 1.115 518.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.021 2.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .598.119.000 4.000 4.795 512.000 4.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.972.000.431 17.406.183 6.390.000 2.979 6.618.325 479.940 8.700 1.511.661.689.936.040 3.950.015 499.000 6.500 4.443.431 1.651 Biaya Air sehat (Rp) 7.040 1.295 5.000 2.114.970 9.750.314.000.080.872.521.972.500 2.120 2.520 8.410 1.000 5.000.521.000 6.306.546.750.120 334.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.417 Total biaya (Rp) 2.431 5.749.000 10.512 730.114.000 5.700.000.000 8.936.967 Biaya PDAM (Rp) 529.027.563.950.711.102.500 1.417 1.500 7.102.767 1.410 7.639.825 1.000 4.025 7.000.927.470 131.137.

61 E. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi.02 %.20% 65. Tabel 4.02% .57% 76.79% 70.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.24% 67. tahun baru atau liburan sekolah.30% 64.39% 67.31% 56.97% 72. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya. Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4.89% 75.5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.69% 65.24% 67.70% 64.

62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100. bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel.530.833.4.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut.00% 0.2 sampai pada tabel 4.010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2.00% 20.00% 40.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F. Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4.447. .00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4. Total kWH adalah 3. Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.118. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.00% 80.00.00% % 60.

Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954. Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31.00 / kWH. Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165. .3.00 / kWH x 5 jam = Rp 4.594 liter. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam).63 Biaya pemakaian listrik a.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b. Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13.58 / kWH 2. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya.00 jam/kWH + = Rp 13.770.358.058. Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4.00.00 jam/kWH 24 jam = Rp 556.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8.00 jam/kWH LWBP = 452.710. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.358.588.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

A.67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam. Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang. Untuk mengukur arus. yang dilakukan pada kWH meter di ruang . Data dan perhitungan 1. Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter. maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel.

5 15 145 240 22.3 4.6 6.9 6.2 140 240 22.6 105 140.1 5.1 6.6 6.7 1.2 95 137.8 4.9 2.3 S 4.2 6.9 0.4 4.9 S 5.4 T 1.7 T 4.8 0.7 2 115 136.7 4.1 3.1 6.6 13. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.5 12 160 240 22.7 4. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.5 0.5 1. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper.4 0.2 4.6 6.68 kontrol panel.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .9 8. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus.9 6.9 5.5 455.6 4.8 2.3 5.5 479.6 2. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.9 1.7 1 2.1 6.6 5.5 3.8 5.1 5.8 4.4 7. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung.5 4.1 3.5 456.1 6.6 1.4 R 6.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3.5 5.

75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10. nilai kWH ini . maka akan didapatkan nilai sebesar 9.34 9.04 3497.04 10.6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4.1 3542.95 9.74 8.7 8.64 9.343.19 3506.36 3534.8 3551.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.7 kWH/hari .15 9. C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.19 8.17 3525.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.53 3516.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

AHU. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a. Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. AC split. AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit). penerangan dan ruang pompa listrik. Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4. AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana). B. . Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper. Chiller (3 buah) b. Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A.

80 2.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere. walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis.91 7. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. .00 Komposisi Nilai dari AHU. FCU.5 % 89.8 Grafik komposisi nilai dari AHU. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.29 100.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4.5 24 60 823. dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar.

Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran. . c. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai. Unit chiller adalah unit pembangkit. Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. b.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran.

maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. sudu kipas. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Dengan pembersihan pada unit FCU. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU.77 d. Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel. Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a. Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . Berdasarkan analisis di atas. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara.

selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- . maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel. C. b. Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel.78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik.

Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU. Untuk .79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting). Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement. Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka.

80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1. kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut.14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt. Tabel 4. Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara . Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara.

Pengukuran menggunakan higrometer. 6. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. 4. . 3. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut. 2. Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan. Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama.

5mf 450VAC. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit). Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4.2 0. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec. berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0.56 388. batch B05001A No seri 39-0016.18 340.15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec.15 0.5 30.82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan.2 230 230 230 21.06 30. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292.54 Arus (A) Teg.5 2) Kondisi FCU bersih . 1.

83 Tabel 4.18 cfg. (menit) 14 10 8 0. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya.3 0.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec.56 cfm. . Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292.6 50.4 Dari tabel di atas. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih. Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2.86 405. dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340.2 0. Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326. Kec. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond.4 50.89 378.3 230 230 230 31.59 Arus (A) Teg.

3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5.06 watt menjadi 30.91 kWH/tahun 68. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun.84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt.91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P.91 kWH/tahun = 9. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec.439.44 x 20 x365 = 68.putar kipas2-Pkec.putar kipas1 = (30.t = 9.5 watt.5 – 21. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68.10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.9 dan 5.06) = 9.44 atau kenaikannya sebesar 30. .9 %. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi.

hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting). Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. . Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik. Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU. sudu kipas. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere. D.3 kWH/tahun. maka akan diperoleh penghematan sebesar 9. namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal.439.85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat. fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU.

Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill. Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. ruang jenis kamar tamu. FCU / AC di hidupkan b. Lepasi Grill satu per Satu .Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. yaitu : a. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. AC / FCU dihidupkan b. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. yaitu : a. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya. Ambil alat temperature. Hendaknya pada saat pembersihan. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. 2. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut. Ambil alat Tacho meter c.

maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7. yaitu : a. yaitu : a. FCU / AC di hidupkan b. Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere. Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. medium atau high d. posisikan di 2µF dan diamkan. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. Kemudian pasang lagi 4.87 c. Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. Kalau ada bunyi . yaitu : . yaitu : a. Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing. 5. bearing harus diganti 6. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. Ambil alat tang Ampere c. Ambil alat capasitor meter . FCU / AC di hidupkan b.

Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. Pasang kembali blower 8. FCU di matikan b.88 a. Siapkan lampu jalan. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. supaya terang di atas plafon c. 9. FCU / AC di offkan b. Tutup motor blower dengan plastik e. Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. yaitu : a. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b. dan keringkan f. Tutup daun value in dan out . Sikat sudu-sudu nya blowers d. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. Turunkan blowers dari FCU c. Cuci blower sampai bersih. yaitu: a.

Check temperatur ruangan j. Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d. buka strainer dan bersihkan c. Buka main hole. Selesai 11. Buka tutup stronner f. tutup valve in dan out chill water. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. a.89 d. Catat di History card l. Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. Off-kan MCB b. On-kan kembali MCB dan unit FCU i. Buka daun value in / out 10. Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g. Buka kran supply ± 1-2 h. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Bak Drain . Catat di Maintenance card k. Siapkan kunci ring 21 – 13 e.

00 –Rp 3.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus. Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b.066. IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil . yaitu : a.000 = Rp 3.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.14 kWH/m2.33 = 402.319.440.9439.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4. rincian adalah sebagai berikut : a.000 per liter 15.568.578.00+ Rp 3. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2.3 liter = Rp 612.00 per tahun.672.060.00 b.240. Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10.000.54 . Biasa pembersihan : @Rp 20. tahun.24) + 6.14 kWH/m2.000. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.000 per unit x 153 unit = Rp 3.672. Beli larutan kimia: @Rp 40.3 (0.237. tahun. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.320.000.6702 x 5.

Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua.91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176. Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 . temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6.5 gpm. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit.56 atau setara dengan 46ºF.6ºC. Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar. maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. E.8 TR ( Ton Refrigasi = TR). dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430. chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier.

Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC.5 TR 27 . maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan.6 – 176. karena pada kondisi sistem .46) º F 24 430. t).5 gpm x ( 54 .92 = 430. Q Q′ = ∆t ∆t 176. sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup.5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah. dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup.8 TR 27 . t. maka : & & m = m .21 4773.c.x = 858 .8 x = 143. dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m. maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah.

7 Ps 81. Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7.14 Daya total .14ºC.58ºC menjadi 7.93 3915 = 22. Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC.16 80.8 Dari perhitungan di atas.7 148. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC.58ºC.71 PT 81.16 80. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan.16 80. maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22.14 176. Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4. temperatur ruangan naik menjadi 24.896 242.58 pada panel chiller. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut.

64 kWH/tahun. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller.t =1.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P. .t =1.t =1.77 kWH/tahun.35+1.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.94 Dari tabel 4.34 kW.35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4.77+1. Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P.96 = 18.96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11.35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11.

237.33 = = 401.440.24) + 6.640 (0.95 F.6702 x 5.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.Rate x Area Room) + (Area non Room) 4. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.578.066.23 kWH/m2.54 .18. .23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.

08 kWH / m2 year. IKE energi listriknya adalah sebesar341. 3. masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. terkait dengan konsumsi energi. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi. Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik. Berdasarkan hasil audit energi rinci. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 . Berdasarkan audit energi awal. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan. sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. 2. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a.683 kWH / m2 year. sudu kipas.

23 kWH/m2.439. . Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.tahun 5. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya. Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402. diimplementasikan yaitu sebesar 9. tahun. nilai real. Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18. b.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU.640 kWH.30 kWH. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi.58ºC pada panel chiller.14 kWH/m2.2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1.

penghematan pompa chiller. . hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan. Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa.98 2.

Ltd. 1999. Wiranto. 1996. Direktorat Pengembangan Energi.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. Industrial Energy Conservation.energyefficiencyasia. Audit Energi. Norman. 2002. Arismunandar. Modul 2. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi.Peyegaran Udara. 1991. Fisika untuk Universitas. TA. Jakarta: Charles. 1983. Iskandar. Marthen. 2004. Pasek. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. Fiqry Jaya Mandiri.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB. Bandung : PT. Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. Direktotat Jendral Pengembangan Energi. Badan Koordinasis Eergi Nasional. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. M. Darmawan Ari. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. Petunjuk teknis konservasi energi. . semarang: Kanginan. TA. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. dan Sulaiman. 1995.England: John Wiley&Sons Inc. Jakarta: Pradnya Paramita. Gottaschalk. Halim. Zuhal.

950 + + 244.000 7.372.532.00 54.00 865 137.50 22.129 17.000 215.288.000 192.000 48.357.822 6.713 + + 211.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.441.000 7.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 8.50 26.000 209.50 21.566.599 16.00 865 107.325.00 865 107.436.100 Lampiran 1.208.840.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.074 6.584.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.00 49.00 46.566.200. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.956.566.00 50.428.452.599 16.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.000 41.000 24.566.724.50 18.000 24.599 19.114 6.394 20.816.599 23.534.340.000 198.452.968.129 19.839.412.000 24.00 865 127.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 234.000 44.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 + .296.000 9.000 45.509.000 182.078.000 24.

621.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.028.394 18.566.000 24.000 24.181.000 12.364.000 222.650 225.844.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.904.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.000 207.436.630 + + 239.000 233.000 23.000 190.566.000 3.912.528.000 .50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 25.052.630 6.185.566.000 24.000 18.096.025 6.000 51.000 3.535 6.719 23.000 47.00 57.646.00 865 187.050.912.00 53.50 21.000 6.00 49.000 44.988.094.50 25.831.00 53.246.743 + + 219.566.998.000 17.00 865 127.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 19.000 213.000 208.000 47.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.052.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.907.929 + 233.719 19.000 24.621.316.00 865 127.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.420.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.296.

000 220.547.000 4.000 19.000 19.000 4.000 24.000 49.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.566.000 26.000 24.50 27.830 6.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.860.230 6.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.399.50 27.287.118.00 865 167.830 + (+) 247.000 215.000 19.00 865 167.399.547.00 55.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 24.50 9% KVA x Rp 28.860.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.668.720.952.000 49.757.000 24.621.000 215.000 234.644.952.000 234.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.644.230 6.757.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.230 + (+) .00 55.000 240.50 29.720.825.566.

41 626.040 3.220 904.591.106 Lampiran 2.40 621.23 617.680 2835.960 792.249.327 06 WBP LWBP 624.652.49 2835.720 3.49 1.50 1.690.360 792.480 3.452 584.120 792.00 1.736.00 452.740 2828.00 1.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.680 2842.076.31 2811.63 622.00 452.720 3.311 6.40 8.108 6.518.41 8.960 3.00 1.263.880 .795.226 6.60 904.00 452.180 904.295 7.41 619.760 2819.17 1.697.00 452.440 792.00 1.00 1.452 501.00 452.63 8.50 2802.719.480 792.07 2819.452 556.452 549.076.870 2802.230 904.00 1.63 2794.990 904.81 2828.063.19 8.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.452 561.572.560 904.31 1.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.518.41 7.07 1.81 1.00 452.240 4.869.636.715 6.810 2811. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.19 624.

85 7.00 1.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.665 .495 6.960 792.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.575.83 2881.869 6.23 8.654.00 629.580 904.00 452.910 904.120 3.17 2842.426.465.00 452.530 2865.60 627.00 452.452 510.400 904.744 3.10 1.00 1.830 2858.00 1.23 631.83 1.43 7.452 533.357 792.760 2873.452 555.452 500.452 522.190 BEBAN 792.240 857.040 3.452 295.320 3.810 2850.580 904.107 7.00 452.10 2873.00 1.81 2858.98 1.730 2881.620 904.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.00 452.81 1.44 1.563.452 505.34 1.92 7.240 792.43 634.610 2888.98 2850.85 633.332.00 452.636.006 6.591.34 2865.783 6.581.125.719.444.160 792.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.721.34 636.383.00 1.852 6.320 792.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.440 3.00 7.061.34 7.230 904.920 3.00 1.426.160 792.455.

200.200 792.92 638.920 3.01 7.800 2918.000 792.64 2911.44 2918.455.49 647.887.010 904.452 592.039 6.00 1.11 8.11 643.89 1.627.448.160 3.790 2926.730 2895.618.452 497.44 1.452 543.209 6.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.00 1.000 3.077 19 WBP 647.108 6.563.800 .00 452.00 1.080 904.03 904.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.168.93 7.240 6.100 904.503.44 2888.89 2903.760 792.343 6.160 792.520 792.00 1.184.23 2926.386.880 3.17 2895.93 639.86 645.750 2911.00 452.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.452 533.100 2935.452 499.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.23 1.00 1.600 904.86 7.00 1.01 641.536.554.274 6.200 792.64 1.49 7.170.022.400 3.09 8.750 904.582.025 7.898.33 2.630 904.720 2903.00 452.046.452 527.33 649.00 452.00 1.200 3.00 452.00 452.661.17 1.578.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.

747.452 539.452 535.720 .677.03 2943.52 8.00 1.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.672.00 452.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.452 551.080 3.09 2943.00 1.050 2966.440 792.956 24 WBP LWBP PPJ 656.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.46 2.00 452.94 8.400 452.41 1.680 3.778.453.819.450 904.600.46 2966.853.58 654.545.70 1.109 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.320 904.00 1.770 2983.290 904.400 792.490.452 550.080 3.452 570.70 2951.670 2951.800 792.00 452.22 1.710 2959.080 792.49 650.90 656.602.99 1.700 LWBP BEBAN 2935.00 452.00 452.345 6.547 6.16 7.360 904.796.464 6.58 7.241 6.534.90 7.45 2975.280 792.970 904.00 1.45 1.990 2975.19 658.509.200 3.938 6.94 652.00 452.49 8.908.00 3.41 2959.452 521.840 3.886 6.308.640 904.770 2991.19 8.00 1.22 2983.600.00 1.798.960 3.519 25 WBP LWBP 658.312.16 659.640 792.

452 531.452 555.726.482.491.521 31 WBP LWBP PPJ 668.47 3031.640 3015.39 7.960 904.90 8.600 3.080 792.343 6.413 6.452 522.880 792.00 452.00 1.726.564 .52 661.787.790 904.440.588.94 8.48 7.413 6.00 1.00 452.66 1.90 665.04 1.940 904.332.110 PPJ 792.818 6.00 452.710 3023.00 452.47 1.66 2999.00 1.40 1.452 555.920 792.880 3.080 792.560 3.420 904.75 1.805.665 28 WBP LWBP PPJ 663.554.00 452.910 29 WBP LWBP PPJ 665.452 395.39 670.00 452.715 30 WBP LWBP PPJ 666.521.660 904.740 3007.452 527.869 6.840 3.960 3.040 904.73 668.12 1.269 4.462.545.452 528.73 7.650 3039.386.94 666.320 792.597.720 3031.634.00 1.151 27 WBP LWBP PPJ 661.04 3015.572.00 1.48 663.40 3007.670 2999.840 792.00 1.99 2991.510 3.75 3023.665 26 WBP LWBP PPJ 659.33 7.

111 6.259 110.452.956.258.785 49.460.200 49.255.000 23.000 1.566. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.401.49 245.0 452.760 19.688 235.785.000 110.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.869.000 7.785 16.259 110.255.960 24.018.310 196.10 904.0 49.310 16.448 .600 216.441.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .

WORK LOAD Received Completed Pending IV.112 Lampiran 3.429.262.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .838 255.6 m2 11.722 PERSEN 9.575 337.815. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1. MAINT.46% 71.57 m2 3840 3290 64.288.728.361.95% 100% BULAN LALU 34.308 74.36% 18.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.042 PERSEN 10. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.439 62. REPAIRING 1.028 240.825.195.576 364.67% 20.38% 69.945.18% 100% III.57% 3496 II.201. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.

Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.02.in door . FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .21.26. 19.22 23.15.07.113 BULAN INI 2. ADMINISTRASI JUMLAH . MAINT.26.12.17.10.28 Good VIII. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.24.08.11.30 COMMENT Good Good 13 01.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01. ROOM PREV.21.

738.350.608.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .200 1.435 2.000 512.0 10. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.301.8 14.0 2.000 600.700 47. Prev.325 255. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.000 Air TAAB @ Rp 60.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.785.201.916 90.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.

24% IX.825 270.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.941.220 10.562 7.97% IX. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.460 479. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.015 6.393.927.750.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.581.362.080.888.115 5.639. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.000 1.953.115 Total Semarang.343 499.500 227.57% UNIT CONSUMED COST 209. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .279 17.

895 125 tanki 6.000 9262.214 8.018. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.8m3 1.126 UNIT CONSUMED 286.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.212 6.445 21.331 13.767 234.428 .325 234.703.113.000 COST 199.295.872.5m3 1.881 8.000 1.000 8807.618.710 COST 226.604.750.979 257.130 COST 219.410 100 tanki 5.344. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.171.749.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.049.035.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.000. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.250.854 6.417 247.89% IX.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.434 UNIT CONSUMED 290.263.119.2% IX.79% IX.982.

105 - - .39%.248. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.900 278.635 215.109.681. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.620 1.027.102 13.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.900 529.80 761.064.620 7. 29.500 2.344 257.425 125.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.69% IX.716.652.691.103 POMEC department bulan Maret.672.679.50 12.755 11.500 280. UTILITIES Rek. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.050 280.0 3.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp. Rek.000. Feburai 2006 Occupancy : 64.7% IX.00 10.100 1. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.949. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.663.249.000.518.040 13.500 7.500 2.800 608.865 10. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.648.700) Total 54. 70.000 709.102.827. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.539 1.

500 480.0 PDAM Mei 2006 Total .000 334.850 1.118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.661.195.807.575 2.0 8.311.071.430 9.0 72.3% IX.600.795 240.000 3. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .

120 .

.

950 + + 244.129 19.839.296.441.000 24.599 23.00 865 127.000 192.00 865 107.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.00 46.584.000 8.566.00 865 137.713 + + 211.288.208.822 6.00 54.000 48.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.428.452.Lampiran 1.000 + .000 7.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 22.000 9.724. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.325.00 50.816.394 20.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.114 6.509.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.412.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.129 17.840.372.436.599 16.200.50 21.599 19.000 182.00 865 107.074 6.50 18.599 16.968.956.566.000 45.000 234.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.452.340.078.000 7.000 209.000 198.000 41.000 215.000 44.000 24.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.532.534.000 24.00 49.566.000 24.566.50 26.357.

5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.296.566.394 18.912.831.000 18.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.988.50 25.000 .912.000 47.000 19.000 208.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.630 + + 239.000 3.181.998.50 21.052.094.000 51.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.000 44.650 225.00 865 187.646.096.00 865 127.566.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 213.566.000 233.000 47.929 + 233.000 222.000 17.535 6.052.630 6.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.000 23.000 6.000 24.246.00 49.907.00 53.528.000 190.420.00 53.316.000 12.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 24.621.50 25.904.000 207.028.844.00 57.566.719 23.719 19.025 6.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.743 + + 219.000 24.00 865 127.621.050.364.185.000 24.000 3.436.

000 49.000 19.000 215.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 4.547.000 234.000 215.757.566.230 6.547.230 6.00 865 167.000 26.230 + (+) .399.860.825.000 24.668.50 29.000 24.000 234.757.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 19.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.952.399.000 220.644.000 24.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.952.830 + (+) 247.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 240.720.860.000 24.00 55.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.644.118.000 4.00 865 167.720.287.000 49.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.566.50 9% KVA x Rp 28.00 55.621.50 27.000 19.50 27.830 6.

480 3.063.81 1.480 792.452 556.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.697.360 792.81 2828.00 452.760 2819.00 1.295 7. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.180 904.040 3.50 1.Lampiran 2.49 1.31 2811.715 6.120 792.720 3.00 452.680 2835.680 2842.518.00 1.880 .00 452.810 2811.17 1.720 3.518.60 904.226 6.41 8.63 622.591.07 2819.240 4.636.572.076.41 626.311 6.452 501.00 1.00 1.960 792.719.249.00 452.795.63 2794.40 621.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.41 7.23 617.19 624.49 2835.870 2802.00 1.63 8.740 2828.869.07 1.452 584.076.31 1.736.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.00 452.690.230 904.50 2802.960 3.41 619.220 904.452 549.00 1.560 904.440 792.00 452.652.263.990 904.40 8.19 8.108 6.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.327 06 WBP LWBP 624.452 561.

595 10 WBP LWBP BEBAN 631.34 636.636.00 452.730 2881.00 452.357 792.465.83 2881.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.006 6.43 634.10 2873.452 295.452 522.383.452 533.00 1.581.440 3.00 452.610 2888.960 792.654.452 505.575.85 633.452 500.240 792.00 1.580 904.98 1.17 2842.783 6.332.400 904.23 8.665 .591.061.160 792.721.81 1.240 857.444.34 1.426.869 6.00 452.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.620 904.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.00 452.81 2858.60 627.120 3.98 2850.852 6.920 3.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.34 7.44 1.00 629.190 BEBAN 792.83 1.160 792.10 1.830 2858.00 1.320 3.040 3.910 904.320 792.530 2865.810 2850.00 452.85 7.00 1.00 1.230 904.426.580 904.92 7.744 3.00 7.495 6.563.452 555.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.7.719.43 7.00 1.23 631.452 510.34 2865.455.125.760 2873.

861 16 WBP LWBP BEBAN 641.046.080 904.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.000 792.582.578.800 2918.010 904.452 592.93 639.01 7.000 3.00 452.44 1.170.17 1.64 1.23 2926.00 1.00 452.200 792.386.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.23 1.661.200 792.64 2911.11 643.86 7.536.022.452 543.520 792.563.92 638.09 8.17 2895.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.039 6.168.93 7.00 1.00 1.00 1.03 904.750 2911.503.209 6.898.343 6.01 641.00 1.86 645.600 904.00 452.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.627.100 904.00 452.025 7.554.200.49 647.89 1.452 497.760 792.200 3.400 3.33 2.44 2918.240 6.630 904.00 452.920 3.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.720 2903.6.887.44 2888.00 452.452 499.184.89 2903.448.452 533.33 649.618.00 1.452 527.455.800 .160 3.100 2935.49 7.11 8.274 6.160 792.750 904.880 3.077 19 WBP 647.00 1.790 2926.730 2895.

1.519 25 WBP LWBP 658.509.778.45 1.798.747.58 654.94 652.58 7.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.600.800 792.547 6.49 650.677.00 452.00 1.452 570.452 521.00 1.886 6.312.09 2943.970 904.080 3.080 3.452 551.00 1.345 6.672.46 2966.080 792.41 2959.90 656.534.00 452.52 8.00 3.290 904.938 6.840 3.00 452.670 2951.710 2959.770 2983.464 6.360 904.320 904.99 1.94 8.960 3.770 2991.45 2975.853.16 659.200 3.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.00 452.796.16 7.41 1.956 24 WBP LWBP PPJ 656.00 1.545.00 1.00 452.453.680 3.640 792.050 2966.70 1.19 8.400 452.640 904.22 1.241 6.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.450 904.00 452.19 658.602.280 792.700 LWBP BEBAN 2935.00 1.720 .819.440 792.600.452 539.452 535.990 2975.490.22 2983.90 7.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.908.70 2951.400 792.46 2.03 2943.308.49 8.452 550.

670 2999.521 31 WBP LWBP PPJ 668.75 3023.39 7.710 3023.521.462.00 452.554.47 3031.726.151 27 WBP LWBP PPJ 661.00 452.73 7.420 904.726.452 555.840 3.665 28 WBP LWBP PPJ 663.787.588.269 4.960 3.320 792.413 6.960 904.940 904.880 3.00 1.818 6.94 8.00 1.560 3.40 1.840 792.66 2999.572.90 8.413 6.00 452.33 7.94 666.080 792.805.564 .720 3031.343 6.48 7.452 531.386.080 792.597.40 3007.452 528.491.99 2991.040 904.452 527.04 1.634.73 668.452 522.880 792.332.00 1.910 29 WBP LWBP PPJ 665.00 1.00 452.452 395.04 3015.12 1.510 3.740 3007.482.715 30 WBP LWBP PPJ 666.600 3.90 665.665 26 WBP LWBP PPJ 659.75 1.790 904.440.00 1.650 3039.00 1.PPJ 792.640 3015.39 670.47 1.00 452.545.869 6.452 555.52 661.00 452.660 904.920 792.48 663.66 1.

000 1.310 16.259 110.401.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .688 235.448 .49 245.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.600 216.441.10 904. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.000 7.200 49.785 49.760 19.960 24.566.018.000 23.0 452.259 110.785 16.255.6.0 49.452.258.785.310 196.460.000 110.956.869.255.

57 m2 3840 3290 64.576 364. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.042 PERSEN 10.262.028 240.195.439 62. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.95% 100% BULAN LALU 34.838 255.67% 20.825.57% 3496 II.36% 18. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.288. MAINT.945.46% 71. WORK LOAD Received Completed Pending IV.201.38% 69.308 74.728.Lampiran 3.722 PERSEN 9.575 337.18% 100% III.429.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% . REPAIRING 1.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.815.361.6 m2 11.

26. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.30 COMMENT Good Good 13 01.28 Good VIII.02.08.10. 19.24.BULAN INI 2. MAINT. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant . ROOM PREV.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.in door .07.11. ADMINISTRASI JUMLAH .21. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.22 23. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.15.26.21.12.17.

STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.200 1.301.0 2. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.8 14.Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.000 600.608. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.201.000 Air TAAB @ Rp 60.785.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.350.435 2.0 10.700 47.000 512.325 255. Prev.916 90.738.

97% IX.941.750.393.000 1.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.460 479.115 5.080.015 6.953.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.562 7.24% IX.581. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.500 227.888.57% UNIT CONSUMED COST 209.927.Total Semarang.279 17.343 499. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .825 270.639. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.362.220 10. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.

872.325 234.000 1.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.979 257. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.703.2% IX.018.295.263.767 234.331 13.035.434 UNIT CONSUMED 290.750.604.8m3 1.854 6.417 247.000 8807.89% IX.895 125 tanki 6.982.119.428 .000 COST 199.881 8.410 100 tanki 5.214 8.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.344.618.212 6. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.250.000 9262.445 21.130 COST 219.749.171.049.113.710 COST 226.126 UNIT CONSUMED 286.000. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.5m3 1.79% IX.

500 2.050 280.827. Rek.000.900 529.635 215.000 709.064.539 1.500 2.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.100 1.249.700) Total 54.00 10.500 280.518.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.425 125.679.105 - - .0 3.800 608.500 7.040 13.716.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.50 12.865 10.900 278. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek. Listrik Hotel Maret 2006 Kor. UTILITIES Rek.000.39%. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.248.7% IX.620 1.109.80 761.103 POMEC department bulan Maret.102.949.648.681.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222. Feburai 2006 Occupancy : 64.102 13.672.69% IX. 70.755 11.691.620 7.344 257.663. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.652. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.027. 29.

000 334.0 72. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.0 PDAM Mei 2006 Total .795 240.661.POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.0 8.311.3% IX.195.500 480.071.850 1.430 9.000 3.575 2.600.807.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->