AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

sudu kipas. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Berdasarkan hasil audit energi rinci. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. air 3%. Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. iv . Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan.08 kWH / m2 year. sedangkan solar 6%. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi.

One of method efficiency energy is conservation energy. It support in Hotel Santika Premiere’s operation. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant. Electric energy of air conditioner consuming reach 60%. From result of calculation of IKE after implementation PHE. Solar 6 %. As according Detailed Energy Audit. To resolve that problem efficiency energy used. audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. its value still high enough so that the effort thrift still must be done v .08 kWH/m2 year. It is consist of cleaning filter. Water 3%. Intensity Consume Energy (ICE) is 403. and grill. It is one of energy extravagance. Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. fan. In this process. This equipment for instance air conditioner consume electric energy. evaporator fin.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year. Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller.

2.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Djoko Adi Widodo. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Prof. Said Sunardiyo. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW. M. Sudijono Sastroatmodjo. Prof. M. Dr. vi . Soedjatmiko. 5. 4.. Dr. Drs.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Soesanto. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. M. Drs. M. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. M.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1. 3. Ir.T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. 14. 8. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya. Temanku : Rizky Gani M. Lukman H.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Kakanda-ku tercinta. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi. HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. SE. 9. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Ragil Kurniawan. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. 13. Seluruh dosen. 12. vii . 7. Yuliani Mandasari. Adik-ku tersayang. Tahan P. Kotip R. 11. Beni P. Ruslan Efendi.6. 10. Bapak Darsono. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro.

15. Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Juli 2007 Penyusun viii . sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Semarang. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini.

Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT. karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan. Ar Ra’d : 11).MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix . harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai.

......8 E..........................................................................5 Batasan Masalah...........................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul....... x Daftar Tabel..........................................................................................................................1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang...........iv Abstrack ...................................................................................................................................................................................................................... Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang....3 1............3 Manfaat Penelitian............................................4 Tujuan Penelitian..............2 Rumusan Masalah...................................................................................................................................6 A............................................v Kata Pengantar................................................................1 Latar Belakang Masalah.....................................6 B.................................. ............................................................................................................................................... Gambaran Umum Hotel.................6 Sistematika Penulisan..11 x ...................1 1................i Halaman Pengesahan.... Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang..iii Intisari..............3 1............................viii Daftar Isi............................................xiii Daftar Gambar...............................................................xv BAB I PENDAHULUAN 1..........................................................................................................xiv Daftar Lampiran......................................................................................................................6 C.........................................................................................................................................................................................................2 1.....ii Halaman Pernyataan............. Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2......................................... Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang.................................................................7 D......................................................................................................................................vi Halaman Motto dan Persembahan.......................................3 1......................

....... Sistem Pengkondisian Udara....................62 G......................2 Audit Energi Rinci............................................................. ...........................44 3.................................61 F.......... Pendahuluan..............................................67 C........... Audit Energi Rinci...... Data Konsumsi Energi............................ Energi................................................2 Jenis Penelitian...........66 B.................................................2....... 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4..................................11 B......................4 Alat dan Bahan ......... Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)……………………. Data Perhitungan...........................45 B......................................................................65 4........................................ ............................................................................................85 F...................................................12 C... Audit Energi Awal ....44 3..................5 Jalannya Penelitian....................................................... .........................74 D.................55 C...............................................................11 A........................................................................................... Konsevasi Energi...........1 Audit Energi Awal.. Audit Energi........................................... Pendahuluan...................................................................................................... Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ......................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3................. Sistim Distribusi Energi...................................................... ...... Analisa Peluang Hemat Energi ..................................... Data Tingkat Konsumsi Energi........................................................ Menghitung IKE................................... Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung............................................ ...........44 3...................3 Variable Penelitian....... ..... Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 .................................................91 xi ..............................................55 A........1 Waktu dan Tempat Penelitian.................... Implementasi Peluang Hemat Energi............................................................................2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara......................58 E....15 D...................................55 B................56 D........77 E.............................................66 A....................................................................45 3......……................45 A...

.........................G.......1 Kesimpulan..................................................................................95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.............. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2....................................96 5..............99 xii ................................97 DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................2 Saran...............................

......75 Tabel 4...........DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.........................11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci ...................7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang .................64 Tabel 4.........................2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ........................1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang........59 Tabel 4..........................................................82 Tabel 4..........................71 Tabel 4.....................................50 Tabel 3...............................12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga ………….............………72 Tabel 4..61 Tabel 4...................................................... 83 Tabel 4.....14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang ...69 Tabel 4......................93 xiii .. .................................................................8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang ….........1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ....10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere .....16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.................................................... ...5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006………….............4 Data Konsumsi air periode 2006.............................................51 Tabel 4.........................................68 Tabel 4............6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 ........................... ...56 Tabel 4............................................72 Tabel 4.................58 Tabel 4...............80 Tabel 4....................................50 Tabel 3.....................3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006...60 Tabel 4...................17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT ................ 70 Tabel 4........................... ............. ..........................................................................13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere.......................3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit............9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang…..15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt.....................2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006.........................

.........6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang…............ dan Chiller sebagai komponen AC.....5 Karakteristik pompa sentrifugal……………………………………..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2...........................69 Gambar 4........................34 Gambar 2....35 Gambar 2....8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa....1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang...............................2 Prinsip Kerja Air Conditioning...............7 Prestasi Pompa sentrifugal...................................2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4................4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura...............................1 Elemen pokok sistem tenaga listrik........................ FCU...................................43 Gambar 3........64 Gambar 4...........15 Gambar 2......................................................................22 Gambar 2...................6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros............................................1 Bagan alur proses audit energi bangunan.................................….......................48 Gambar 4.................35 Gambar 2.................58 Gambar 4...........7 Grafik komposisi nilai dari AHU......27 Gambar 2...............60 Gambar 4.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.....................9 Diagram sirkulasi freon........3 Tekanan udara dan pengukuran....72 xiv .62 Gambar 4.....................3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006.............................32 Gambar 2...............................26 Grafik 2..................5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006................

. Pomec department………………………………………. Biaya penggunaan listrik tahun 2006……………………………….121 xv .….118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ……….120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang……….. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang….100 Lampiran 2. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5..119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang……….103 Lampiran 3..………...DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang………...109 Lampiran 4.

porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan. pemanas. pompa-pompa. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan. energi sangatlah penting. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. laundry. terutama dalam penggunaan energi listrik. lemari es. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan.BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. pemasangan kapasitor bank. akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. lift. Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 . akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan.

2. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang. maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel. Dari dasar pemikiran di atas. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel.50%.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel. 1. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu .

1. Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a. 1.3 Manfaat Penelitian 1. 3. Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1. 2. 3.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.3 3. . Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel.4 Tujuan Penilitian 1. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

batasan masalah.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. rumusan masalah. jenis penelitian. 3. jalannya penelitian. tujuan penelitian. sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang. Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. alat dan bahan. . dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. manfaat penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian.4 2. 1. Tahapan Audit Energi Rinci: a. variabel penelitian. b. metodologi penelitian.

5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi. serta pencarian peluang penghematan energi. . dan audit rinci.

Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis. Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang. Lokasi hotel ini sangat strategis. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening. Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah. Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. luxury penthouse. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1. 3 penthouse suites 6 . B.

car rental 9. Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. fitness center and sauna 5. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . Airline ticketing office 10. atau hari raya lainnya. 125 luxurious rooms and suites 3. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. drug store.7 2. C. Laundry/dry cleaning service. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. Business center 7. antara lain : 1. beauty parlour. 24-hour room service 8. Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4. Swimming pool.

yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. Sistem penanganan air hujan. MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television). yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu).8 2. Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah. Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant). Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. Sistem sirkulasi udara (air conditioning). c. 7. Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. 6. 4. 3. dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. Gen-Set . gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka. dan satu buah lift digunakan untuk service. Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. Sistem perpipaan air buangan. Telepon Sentral D. Sistem perpipaan yang meliputi a.

9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. 2. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar. dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang . maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu. Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. 3. maka GenSet akan hidup.

Water Treatment. juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu. Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air.10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. 5. . Sebagai hotel yang besar. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. 6. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar. Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini. 4. disediakan suatu sistem pengolah limbah.

Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya.2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2. 7. Tingkat Assistant Manager. Tingkat Division Head 3. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas. Tinkat R/F 2. .11 E. sesuai dengan tingkatan di atas 6. Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat Departement Head 4. Tingkat Manager 5. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1.

dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan. biogas.12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. (Badan Koordinasi Energi Nasional. cermat. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. . dan sebagainya. proses atau perubahan yang terjadi. harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat. Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas. Intensifikasi 2. 1983). juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi. B. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi. Diversifikasi 3. langkah-langkah itu adalah: 1.

lbf. Volume. ada beberapa satuan yang digunakan. yaitu : 1. ft. Untuk menyatakan jumlah material. lb m. m3. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. dengan satuan kg. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk . Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat). kWH.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). Massa. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. ton dan sebagainya 2. Dalam keperluan praktis. Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. ada beberapa besaran yang dapat digunakan. gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi. Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem. dengan satuan liter. harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. BTU dan sebagainya. misalnya joule.

Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi.1 . ft.14 menyatakan energi-energi listrik. hidro. dan lain-lain. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit. Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. gas alam dan batubara). Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi. pendingin. Salah satu cara yang paling ekonomis. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase. sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis. panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. penerangan. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator).

1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal. C. yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank.15 Gambar 2. (Zuhal. Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata. Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal.Cosϕ = = Cosϕ V .I .I V . faktor daya dapat diusahakan mendekati 1. Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa . Faktor daya = P V . 1995). 1995) Beban yang diberi tegangan. Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban. impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut.1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1. Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi.I (3.

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi.16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi. Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi. Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. (Abdurarachim. 2002) 1. Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. 2002) .

Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri. satuan uang = potensi energi tahunan. satuan uang.17 BCR = E.b c (3. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia.a.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan. Pada survei energi. Klasifikasi Audit Energi a.% dari harga a = biaya realisasi. Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. satuan uang 2. . Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat.

Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). penggunaan. b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang. Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya. Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. b. .18 pabrik atau gedung. e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut. d) Mengamati gas pembuangan pembakaran.

Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna. laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. c. kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi. Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem.19 4) Survei energi manajemen. meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit. rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan. . temperatur. Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi.

pendinginan. Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central. Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis). Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut. 1. Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. kelembaban. untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan. Faktor kenyamanan . dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan.20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. D. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan. dan ventilasi. kebersihan.

bau. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. kebersihan udara. c. mudah . mudah dalam perawatan. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. b.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. aliran udara. tingkat efisiensi yang tinggi. kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. Dari sudut pandang kenyamanan. Dari sudut pandang faktor ekonomi. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara.

Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. Proses Pengkondisian Udara FCU a. kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara. Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22. kering. panas. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b.22 direparasi jika terjadi kerusakan. dapat melayani perubahan kondisi operasi. 2.2 Prinsip Kerja Air Conditioning . Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara).60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2. lembab.

Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan. c. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. Untuk kenyamanan. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan. f. d. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar. Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. e. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . jumlah out let turut menentukan. b. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik.23 3. Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan.

dan biasanya terbuat dari plastic.”Perimeter heat load”). (Arismunandar. fiber glass atau elektro statik g. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara.24 udara. Ditempatkan pada return duct. Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: . terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan. Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. 1991) a. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. b. 4. Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara. ”interior heat load”).

Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan.25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. 2) Kipas udara. Dari kondisi ini.3 (kcal/kg) 5. dsb. kg/jam) x 597.nya. boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20). 1991) 1) Kipas udara listrik. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap. Kipas Udara dan Blower a. Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi. kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi. 4) Kebocoran dari saluran. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. (3. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir.3) .

Selain tekanan statik. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3.4) . nilai tekanan total. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara.26 3) Blower.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran. b. Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar. 1991): Gambar 2. kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar.3. diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir.

udara. m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara.7) c.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran . dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara.03 2 (3.27 = ( Kec. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9. m/s) 4. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3. kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3. maka : (Daya motor penggerak.5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit.6) Apabila efisiensi udara adalah .8 m/s 2 )] = (Kec. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2.udara.

maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal. pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar. 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. diperoleh dengan mengatur damper. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya. dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh . Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar.

10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3.8) 2) Tekanan udara (total. maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara. ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3. d. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara.29 titik operasi E. n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3.12) . Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya.

kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan. kg/m3 6.13) . kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan. mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan. kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan.A. Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan.30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan. dapat dirumuskan sebagai: Q = K.

serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa. Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya. Pada jenis expansi langsung. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan . Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi.31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara. (Arismunandar. 1991). refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. a. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. 7. sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut.

Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa. daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2. tinggi angkat total.5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu.32 menutup katup. dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : . (Arismunandar. Laju aliran fluida. Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa. laju aliran fluida. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2.5. 1991). 2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum.

kW) (Daya poros.33 (Daya air. 1991). pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang. (Daya air.163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%). sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa. Daya tersebut pertama dinamai daya poros.7 (Arismunandar. 3) Kecepatan putar poros versus laju aliran. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3. kW) = Efisiensi pompa (3. kW) = 0. (Arismunandar.13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. 1991). tinggi angkat dan laju aliran air. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja. seperti terlihat paa Gambar 2.14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros. .

34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa.17) (3.Q  n'   n'  H’ =   .15) (3. data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir.16) (3.H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3. Yang .18) ’≈ b.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   .

7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2. Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan. sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa . dan pada kondisi kerja lainnya.8. seperti Gambar 2.7. Gambar 2. Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani.

8 disebut sebagai titik keseimbangan. Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar. Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan. .36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir. Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. a. gas atau gas campuran yang dikompresikan. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan. 1991). 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. 8. karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. (Arismunandar.

diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak. jenis-W. bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V. bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda. jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 .37 Selain dari klasifikasi utama di atas. terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain.

38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b. secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D .L.z.n. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. kapasitas kompresor dapat .60 (m3/jam) 4 (3. Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam).15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif). 1) Untuk kompresor torak.

i s )  V    (kW) 860  v  (3.17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.t.n.z.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.60 (m3/jam) 4 (3.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor. . Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d .39 V= λ .(D-d)2.

40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan. d. sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan.η m (3. tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda. (Arismunandar.19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. Dari data yang diperoleh itu. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c . dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis. . Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya. 1991). dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start.

Ada dua proses dalam kompresor. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil. Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin.41 9. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant. yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil . sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat). sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil.

. 3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair. Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas.42 oleh kompresor. dan udara dingin dialirkan oleh fan. b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin.

43 Gambar 2.9 Diagram sirkulasi freon .

1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang. Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 . 3.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi. 3. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan.

4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a. Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. higrometer.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. tachometer. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete. 3.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. volt meter. digital clamp meter. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . kWH meter. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator. 3. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian.

Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. . lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). d. Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm). Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. b. Daya listrik total yang dibutuhkan c. Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2). Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan. Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan). Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). b.46 3) Diagram garis tunggal listrik. c.

IKE untuk pusat belanja c. c. IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung. antara lain : a. IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). ada beberapa istilah yang digunakan. d. Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net).47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992. IKE untuk perkantoran (komersil) b. Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. IKE untuk hotel / apartemen d. target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). b. .

1 Bagan alur proses audit energi bangunan .48 Gambar 3.

Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang. 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3.3 untuk rumah sakit. Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar. sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar. .2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3.49 B. Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3. Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau. d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan. 3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi. . 5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki. b.53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan.

b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. 2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya. d) Langkah-langkah dengan investasi besar.54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik. misalnya merubah prosedur pengoperasian. c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi. . c) Langkah-langkah dengan investasi kecil.

Dalam analisisnya. Selain itu. memiliki luas tanah tempat usaha 1. dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci.000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 .1 Audit Energi Awal A. akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. B.BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang. Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang.

85 610.9 426.57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.06 99.01 2. Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.18 394.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut.85 610.85 610.596.85 610. dan LPJ. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .73 910.02 2.85 610.06 11.85 610. solar.195.85 610.195.9 426.085 610.56 Tabel 4.85 751.85 610. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah.5 11.815.253.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3.373.85 751.085 610.73 910.85 610.85 610.18 394.

dan berjenis 3 phasa dan satu netral. Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. maka genset akan mati. Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada.4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar). Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam. . Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS. Sedangkan untuk pengadaan solar. maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN.

118.000 238.000 298. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).470 234.897.000 50.580 286.530.420.58 D.441.000 286.094 209.000 211.911.750 198.873 WBP (kWH) 46.000 53.130 290.545 210.660 52.750 234.251 ENERGY COST 199.420 235.818.000 kWH 150.2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.470 238.897.930 233.000 309.670 46.180 251. Tabel 4.160 50.441.000 244.018.950 234.000 628.000 100.000 53.843.691 194.470 205.540 52.150 301.000 50.184.833 210.000 252.710 307.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.000 200.000 250.000 300.000 2.480 204.745 213.000 53.805 198.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .480 246.670 55.447.000 54.000 3.000 56.150 250.000 233.010 287.000 233.675 194.000 291.220.840.000 231.675 222.853.000 286.378 Total kWh 250.000 281.096.000 49.440 309.428 209.530 55.920 252.000 260.805 2.381.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.850.520 56.

000.984.116 10.706 2.889 31.071 2.234 21.540 3.581.344 9.854 8.946.000 10.710 13.263.000 5.777 13.754.000.817.652.3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.690 1.354 165.850 14.113.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .59 Tabel 4.325 10.946.566 3.460 16.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.889 2.8 2.000 2.249 2.113.881 21.285 3.887 1.000.354 12.498.058.000 20.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.890.000.854 15.785.635 8.594 2.926 2.880 16.829.000.807.000 15.672.690 2.

295 5.250.212 131.000 4.021 2.671 1.835.115 518.410 7.950.661.521.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.000 8.750.102.511.700.000 6.470 1.000 6.979 6.967 Biaya PDAM (Rp) 529.000 4.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.546.000 4.000 2.015 499.417 1.936.711.000 7.795 512.000.972.406.080.500 2.520 8.431 17.364.888.000.500 1.767 1.120 334.000 5.598.639.518.000 5.000.500 4.443.825 1.389.000.512 730.700 1.119.940 8.114.137.000 2.040 78.749.000 2.500 7.563.470 131.000 6.618.827 5.000.021 9.608.025 7.076.071.010 1.510 1.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.410 1.417 Total biaya (Rp) 2.689.040 1.431 5.000 10.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.521.027.510 1.000 54.927.102.000.598.000.872.936.306.500 1.183 6.040 3.300.970 9.431 1.120 6.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .651 Biaya Air sehat (Rp) 7.390.950.750.120 2.604.000 4.972.314.114.015 7.325 479.

02% .5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.30% 64.70% 64.31% 56.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.24% 67. tahun baru atau liburan sekolah. Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya.69% 65. Tabel 4.97% 72.57% 76.20% 65.61 E. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi.39% 67.24% 67.02 %.79% 70.89% 75.

Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4.010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2.00% 80.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut. bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel. Total kWH adalah 3.2 sampai pada tabel 4.833. . Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4.4.00% 40.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.00.530.00% 0.118.62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100.447.00% 20.00% % 60.

63 Biaya pemakaian listrik a. Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4. .00.00 / kWH x 5 jam = Rp 4.058.358.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13. Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954. Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954. Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165.58 / kWH 2.710. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.00 jam/kWH 24 jam = Rp 556.3.588.00 jam/kWH + = Rp 13. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam). Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31.00 / kWH.358.594 liter.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8.00 jam/kWH LWBP = 452.770.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus. Untuk mengukur arus. maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang. Data dan perhitungan 1. Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. yang dilakukan pada kWH meter di ruang . digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam. Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. A.67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang.

4 7.1 5. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.8 4.7 T 4.1 6.6 2. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.6 6.1 6.7 1 2.1 3.3 S 4.5 479.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3.9 1.3 5.68 kontrol panel.1 5.1 6.2 140 240 22. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus.6 6.5 12 160 240 22.4 4.6 13.7 1.5 0.8 4.9 2.9 8.1 3.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .6 105 140.9 0.5 5.7 4.5 1.5 455.1 6. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.5 15 145 240 22.4 R 6.7 4.3 4.8 2. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper.6 6.7 2 115 136.2 6.8 5.6 1.9 S 5.5 456.4 0.8 0.2 95 137.4 T 1.5 4.9 6.9 6.9 5.6 4.2 4.6 5.5 3.

15 9.74 8.8 3551.64 9.75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10.95 9.19 8. nilai kWH ini .53 3516.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari. maka akan didapatkan nilai sebesar 9.19 3506. C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.7 8.36 3534.04 10.34 9.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.1 3542.7 kWH/hari .17 3525.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.04 3497.6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4.343.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4. AC split.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c. B.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. AHU. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a. Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit). AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana). Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper. . penerangan dan ruang pompa listrik. Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC. Chiller (3 buah) b.

91 7.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere. FCU. .00 Komposisi Nilai dari AHU. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4.80 2. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.5 % 89. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4. walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar.5 24 60 823.8 Grafik komposisi nilai dari AHU.29 100.

c. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a. . sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. b. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. Unit chiller adalah unit pembangkit. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran. Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor.

tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel. Dengan pembersihan pada unit FCU. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. sudu kipas. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a.77 d. Berdasarkan analisis di atas.

Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- . b. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel. selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman.78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. C. Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang.

Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka. mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement. Untuk . Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih. kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting).79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU.

Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara . kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut.14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt. Tabel 4. Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1.80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara.

Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut. Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama. Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. 3. 4. 2. Pengukuran menggunakan higrometer. Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan. . 6. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan.

Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4.2 230 230 230 21. batch B05001A No seri 39-0016.82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan. berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz.5 30. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec.56 388. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit).15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec. 1.2 0.15 0.18 340.06 30.5 2) Kondisi FCU bersih .5mf 450VAC.54 Arus (A) Teg. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292.

3 0.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.2 0. (menit) 14 10 8 0. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2.3 230 230 230 31. Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara.89 378.4 50.4 Dari tabel di atas. Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya. Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan.83 Tabel 4. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik.56 cfm. Kec.18 cfg. dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340.59 Arus (A) Teg.6 50.86 405.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326. . Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec.

91 kWH/tahun = 9.t = 9.5 watt.44 x 20 x365 = 68.44 atau kenaikannya sebesar 30. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec.9 dan 5. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P. .10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.9 %.06 watt menjadi 30.84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21.06) = 9.5 – 21.putar kipas1 = (30.91 kWH/tahun 68.3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor.putar kipas2-Pkec. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68.91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU.439.

fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU. Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. . maka akan diperoleh penghematan sebesar 9. Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik.3 kWH/tahun. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere.439. hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting). sudu kipas. Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU. D.85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat. namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal.

Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill. 2. FCU / AC di hidupkan b. Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hendaknya pada saat pembersihan.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. Ambil alat temperature. Ambil alat Tacho meter c. yaitu : a. yaitu : a.Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. AC / FCU dihidupkan b. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. ruang jenis kamar tamu. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. Lepasi Grill satu per Satu .

Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. yaitu : a. maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7. FCU / AC di hidupkan b. Kemudian pasang lagi 4. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. FCU / AC di hidupkan b. Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Ambil alat tang Ampere c. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. yaitu : a. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. bearing harus diganti 6. Ambil alat capasitor meter . yaitu : a. yaitu : . posisikan di 2µF dan diamkan. Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere.87 c. Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. medium atau high d. Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. 5. Kalau ada bunyi . Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing.

Sikat sudu-sudu nya blowers d. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. Siapkan lampu jalan. Pasang kembali blower 8. Cuci blower sampai bersih. Tutup daun value in dan out . FCU / AC di offkan b. supaya terang di atas plafon c. dan keringkan f. Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. yaitu : a. Turunkan blowers dari FCU c. Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. 9.88 a. Tutup motor blower dengan plastik e. yaitu: a. Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b. FCU di matikan b.

Buka daun value in / out 10. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i. Off-kan MCB b. Buka kran supply ± 1-2 h. Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. Buka main hole. Selesai 11. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g.89 d. Siapkan kunci ring 21 – 13 e. a. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Buka tutup stronner f. Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. Catat di History card l. Catat di Maintenance card k. Bak Drain . tutup valve in dan out chill water. buka strainer dan bersihkan c. On-kan kembali MCB dan unit FCU i. Check temperatur ruangan j. Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d.

IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil .00 –Rp 3.00+ Rp 3.000 per liter 15. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ. rincian adalah sebagai berikut : a.000 = Rp 3.00 b.00 per tahun.237.000.33 = 402.14 kWH/m2. yaitu : a.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.568.066. Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.54 . Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2.672.6702 x 5. Beli larutan kimia: @Rp 40.000.578. tahun.672. tahun.000 per unit x 153 unit = Rp 3.000.24) + 6.319. Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus.14 kWH/m2.240. Biasa pembersihan : @Rp 20.320.3 (0.060.9439.440.3 liter = Rp 612.

91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua. E. dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430. temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176.8 TR ( Ton Refrigasi = TR). maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit.56 atau setara dengan 46ºF. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller.5 gpm. chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier. temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 . Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar. Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC.6ºC.

karena pada kondisi sistem .21 4773.c. maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan.92 = 430. maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah. dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m.6 – 176. t.5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah.8 TR 27 .5 gpm x ( 54 . Q Q′ = ∆t ∆t 176.8 x = 143. sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup.5 TR 27 . dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup. maka : & & m = m .x = 858 . t).46) º F 24 430. Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC.

maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya. Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Ps 81.16 80.896 242.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81.58 pada panel chiller.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC.7 148.8 Dari perhitungan di atas.93 3915 = 22. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7.58ºC menjadi 7.14ºC. Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter.14 Daya total . temperatur ruangan naik menjadi 24.71 PT 81. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel.14 176.58ºC. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan.16 80. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut. Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237.16 80.

96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P.35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.94 Dari tabel 4.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1.35+1.35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11.34 kW.77+1. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller.77 kWH/tahun.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.t =1. Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P.35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4.96 = 18.t =1.t =1.64 kWH/tahun. .

578.440.640 (0. .Rate x Area Room) + (Area non Room) 4.237.54 .95 F.23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.18.23 kWH/m2.6702 x 5.24) + 6.066.33 = = 401.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.

masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year. sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. 3. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 . Berdasarkan audit energi awal.08 kWH / m2 year. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi. sudu kipas. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. 2.683 kWH / m2 year.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan. IKE energi listriknya adalah sebesar341. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a. Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. Berdasarkan hasil audit energi rinci. Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). terkait dengan konsumsi energi. Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

tahun 5.23 kWH/m2. Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan.14 kWH/m2. dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya. .640 kWH. tahun.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU.58ºC pada panel chiller. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402. nilai real.439. b.30 kWH. Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18. diimplementasikan yaitu sebesar 9.2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi.

penghematan pompa chiller.98 2. Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa. hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan. .

Direktotat Jendral Pengembangan Energi. Audit Energi. M. 1995. Direktorat Pengembangan Energi. Fiqry Jaya Mandiri. Norman. Jakarta: Pradnya Paramita. Petunjuk teknis konservasi energi. Fisika untuk Universitas. Industrial Energy Conservation. Arismunandar. Iskandar. 2002. 1991. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. Badan Koordinasis Eergi Nasional. TA. 1996. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Gottaschalk. Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. Zuhal. Wiranto. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. . Pasek. semarang: Kanginan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Peyegaran Udara.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB.energyefficiencyasia. dan Sulaiman. Darmawan Ari.England: John Wiley&Sons Inc. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. 1999. Bandung : PT. 2004. Halim. Jakarta: Charles. Ltd. TA. 1983.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. Modul 2. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi. Marthen. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya.

394 20.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.296.000 8.724.208.078.956.428.000 198. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.000 7.532.50 21.100 Lampiran 1.000 44.357.000 41.325.534.436.566.50 18.114 6.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.00 865 137.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.372.840.599 23.50 26.566.452.000 234.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.000 24.129 17.584.00 865 107.566.50 22.599 16.288.00 50.441.000 48.599 16.412.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.950 + + 244.00 49.713 + + 211.000 209.452.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.566.000 9.00 54.509.200.839.340.000 24.000 7.000 24.074 6.000 + .822 6.129 19.000 45.599 19.000 182.00 865 127.000 192.000 24.816.000 215.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.00 865 107.968.00 46.

912.621.000 3.000 51.844.000 47.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.000 24.630 + + 239.00 53.00 53.296.566.000 44.50 25.50 25.528.998.000 17.000 207.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.052.181.831.000 222.650 225.621.630 6.025 6.000 24.316.000 23.094.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.907.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.719 19.566.000 19.000 24.566.000 3.000 190.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.050.028.000 233.00 865 127.000 208.246.000 213.929 + 233.420.000 6.000 .50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.988.719 23.646.185.000 47.912.743 + + 219.364.000 12.052.50 21.000 24.00 57.436.566.904.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.000 18.00 865 127.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.535 6.096.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.00 865 187.394 18.00 49.

000 24.644.000 234.50 27.000 26.621.000 24.757.547.00 865 167.287.644.00 55.230 6.230 + (+) .50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 49.830 + (+) 247.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 19.000 220.860.00 55.830 6.720.50 29.000 49.668.000 215.118.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.860.000 240.50 9% KVA x Rp 28.566.000 19.000 215.547.952.566.399.825.000 24.000 4.000 234.720.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 4.757.952.000 19.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.00 865 167.399.230 6.000 24.50 27.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.

63 8.41 619.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.40 8.440 792.960 792.00 1.480 3.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.49 1.720 3.106 Lampiran 2.19 8.00 1.040 3.108 6.00 452.63 622.00 452.17 1.00 452.60 904.480 792.740 2828.452 584.720 3.063.40 621.795.41 626.960 3.07 1.00 452.715 6.49 2835.263.690.295 7.591.81 2828.697.869.452 549.07 2819.076.076.220 904.00 452.880 .31 1.680 2842.240 4.249.311 6.00 1.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.50 2802.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.226 6.31 2811.990 904.00 1.810 2811.00 452.452 561.00 1.360 792.518.680 2835.870 2802.572.41 7.230 904.50 1.180 904.736. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.452 556.63 2794.81 1.760 2819.327 06 WBP LWBP 624.560 904.120 792.636.652.518.719.00 1.41 8.452 501.23 617.19 624.

581.85 633.00 1.730 2881.357 792.10 1.92 7.98 1.444.783 6.83 2881.383.610 2888.98 2850.00 452.332.240 857.852 6.240 792.580 904.320 3.452 533.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.452 500.006 6.452 555.452 522.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.34 636.230 904.60 627.960 792.81 1.400 904.426.23 631.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.575.654.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.00 452.636.00 1.563.719.34 2865.00 452.83 1.00 7.495 6.869 6.452 510.10 2873.810 2850.830 2858.81 2858.910 904.17 2842.452 505.760 2873.43 634.125.34 1.591.107 7.440 3.744 3.00 1.43 7.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.120 3.040 3.00 452.160 792.23 8.061.85 7.455.34 7.452 295.920 3.665 .00 452.465.190 BEBAN 792.721.00 629.00 452.00 1.44 1.620 904.580 904.426.160 792.00 1.320 792.530 2865.00 1.

046.17 2895.64 1.750 2911.11 8.44 2888.17 1.452 533.03 904.00 452.00 1.92 638.200 3.554.452 527.077 19 WBP 647.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.00 452.00 1.452 497.274 6.00 1.200 792.452 543.400 3.240 6.89 1.00 452.200 792.170.730 2895.503.00 452.100 904.00 452.578.86 7.520 792.661.00 1.23 1.448.000 792.160 3.01 7.790 2926.600 904.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.880 3.582.00 1.108 6.000 3.168.11 643.452 499.800 2918.09 8.039 6.44 2918.720 2903.887.160 792.100 2935.630 904.618.33 649.00 1.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.23 2926.200.563.627.750 904.010 904.343 6.93 7.760 792.93 639.00 452.800 .452 592.386.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.209 6.455.536.025 7.184.64 2911.920 3.89 2903.49 7.01 641.022.080 904.33 2.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.00 1.44 1.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.49 647.898.86 645.

519 25 WBP LWBP 658.990 2975.00 452.819.600.670 2951.58 7.94 652.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.41 1.52 8.452 551.00 452.796.547 6.710 2959.450 904.99 1.640 904.280 792.00 3.886 6.00 452.545.938 6.90 656.49 8.464 6.956 24 WBP LWBP PPJ 656.00 1.798.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.70 1.747.49 650.22 2983.45 2975.840 3.16 659.03 2943.050 2966.080 792.453.680 3.09 2943.452 539.490.800 792.00 1.720 .360 904.853.290 904.770 2983.45 1.400 792.600.960 3.440 792.080 3.00 452.200 3.90 7.46 2966.320 904.509.345 6.400 452.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.00 1.94 8.109 1.908.640 792.452 535.770 2991.452 550.00 452.22 1.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.700 LWBP BEBAN 2935.00 1.080 3.241 6.19 8.778.41 2959.534.19 658.58 654.312.672.46 2.00 452.602.970 904.452 521.00 1.452 570.00 1.16 7.70 2951.308.677.

554.99 2991.94 666.33 7.640 3015.40 3007.510 3.269 4.572.386.740 3007.413 6.48 7.880 792.040 904.52 661.726.462.960 3.04 1.94 8.720 3031.521 31 WBP LWBP PPJ 668.940 904.650 3039.320 792.452 555.47 1.452 528.787.452 555.491.00 452.00 1.670 2999.39 670.840 792.66 1.665 26 WBP LWBP PPJ 659.420 904.588.48 663.440.04 3015.110 PPJ 792.00 1.90 8.545.960 904.40 1.452 531.00 452.332.665 28 WBP LWBP PPJ 663.818 6.00 1.660 904.560 3.840 3.452 527.597.715 30 WBP LWBP PPJ 666.452 395.00 452.521.00 452.00 1.452 522.343 6.66 2999.00 1.00 452.790 904.080 792.710 3023.805.920 792.39 7.75 1.910 29 WBP LWBP PPJ 665.12 1.73 7.75 3023.47 3031.880 3.00 452.564 .151 27 WBP LWBP PPJ 661.726.00 1.73 668.080 792.413 6.90 665.634.482.600 3.869 6.

785.018.785 16.0 49.460.960 24.111 6.785 49.600 216.000 23.000 110.49 245.000 1.441.259 110.255.869. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.401.688 235.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.259 110.10 904.760 19.310 16.255.000 7.310 196.258.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .452.956.448 .0 452.566.200 49.

46% 71.288.042 PERSEN 10.728. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.439 62.429.36% 18.838 255.575 337.57 m2 3840 3290 64.945.262.308 74. REPAIRING 1.18% 100% III. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.815.576 364.195.722 PERSEN 9.6 m2 11.028 240.38% 69. WORK LOAD Received Completed Pending IV. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.825.361. MAINT.67% 20.57% 3496 II.112 Lampiran 3.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .201.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.95% 100% BULAN LALU 34.

24. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.02. ADMINISTRASI JUMLAH .21. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .17.113 BULAN INI 2.10.12. 19.21.08.28 Good VIII. MAINT.30 COMMENT Good Good 13 01.26.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01. ROOM PREV.07.22 23.26.15.11. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.in door .

325 255.738.608.201.350.785.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.301. Prev.916 90.0 2.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.000 600.0 10.8 14.200 1.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .000 512. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.435 2.700 47.000 Air TAAB @ Rp 60. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.

500 227.581.460 479.343 499. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .080.888.115 5.24% IX.927.57% UNIT CONSUMED COST 209.750.220 10.279 17. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.639.393.97% IX.825 270.953.000 1. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.562 7.115 Total Semarang.362. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.015 6.941.

018.263.767 234.872. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.000 1.000.035.710 COST 226.895 125 tanki 6.119.8m3 1. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.979 257.703.604.214 8.331 13.89% IX. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.000 8807.445 21.171.982.881 8.410 100 tanki 5.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.428 .000 COST 199.000 9262.049.126 UNIT CONSUMED 286.130 COST 219.295.250.2% IX.325 234.854 6.344.212 6.750.749.434 UNIT CONSUMED 290.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.113.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.618.417 247.5m3 1.79% IX.

900 529.80 761.100 1.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.103 POMEC department bulan Maret.69% IX.539 1.102 13.109.679.827.027.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.681.500 2.648.652. Feburai 2006 Occupancy : 64.800 608.064.500 2.000 709.700) Total 54.500 280.344 257.50 12.000. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.620 1.691.635 215.000.248.865 10. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.105 - - . Rek.00 10. 70.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.102.249.672.0 3. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.663. 29. UTILITIES Rek.949.500 7.7% IX.050 280. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.716. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.425 125.620 7.39%.900 278.040 13. Air bersih By PDAM April 2006 Kor. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.755 11.518.

575 2.000 334. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.000 3.311.195.661.807.3% IX.0 8.850 1.430 9.0 PDAM Mei 2006 Total .071.0 72.795 240.600.500 480.118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .Lampiran 5.

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .Lampiran 4.

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .

120 .

.

50 22.000 7.412.00 865 107.840.296.000 24.372.00 865 107.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.000 182.599 16.000 215.394 20.208.584.000 44.566.713 + + 211.129 17.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.000 45.000 24.00 50.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.000 9.452.200.428.00 46.000 234.078.000 198.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 8.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.074 6.50 21.000 24.532.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.50 26.129 19.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.000 209.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.566.956.822 6.816.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.950 + + 244.436.839.724.000 + .599 16.000 7.114 6.50 18. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.00 865 137.599 19.357.599 23.534.325.00 54.Lampiran 1.441.509.452.288.000 41.566.00 49.000 24.00 865 127.340.000 48.000 192.968.566.

181.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.00 865 127.000 12.50 25.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.50 25.650 225.028.436.904.566.988.000 207.528.000 47.000 24.00 865 127.000 24.000 213.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.912.000 47.296.420.000 24.052.316.630 6.50 21.000 24.000 190.364.844.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.621.00 57.000 19.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 44.094.00 49.394 18.566.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.743 + + 219.050.000 3.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.719 19.000 222.025 6.00 53.646.630 + + 239.096.621.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 .929 + 233.000 18.998.000 233.566.00 53.000 6.566.246.052.000 51.185.535 6.719 23.000 23.000 208.000 17.000 3.00 865 187.831.907.912.

000 19.757.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.952.757.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.230 + (+) .000 24.50 27.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.644.720.118.644.860.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.00 55.000 24.00 55.860.000 234.830 6.000 24.00 865 167.000 19.000 215.50 9% KVA x Rp 28.230 6.720.000 24.566.230 6.000 49.50 27.825.566.830 + (+) 247.952.000 19.000 220.000 240.621.000 234.50 29.000 49.399.000 26.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.287.000 4.668.00 865 167.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 4.399.547.547.000 215.

120 792.076.452 584.452 549.697.295 7.00 452.249.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.719.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.00 452.063.40 621.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.49 1.452 556.591.Lampiran 2.076.00 452.636.652.00 1.81 1.990 904.870 2802.00 1.715 6.63 8.81 2828.518.00 452.360 792.480 3.41 7.230 904.41 8.736.440 792.869.60 904.49 2835.720 3.795.220 904. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.690.108 6.240 4.572.810 2811.040 3.19 624.31 1.680 2842.452 501.452 561.720 3.31 2811.00 452.23 617.19 8.680 2835.41 626.17 1.518.00 1.880 .760 2819.327 06 WBP LWBP 624.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.560 904.960 792.00 1.263.63 2794.00 1.180 904.960 3.226 6.740 2828.311 6.07 2819.07 1.63 622.00 1.50 1.480 792.50 2802.00 452.40 8.41 619.

00 1.580 904.810 2850.7.34 636.654.240 857.320 3.332.910 904.34 2865.23 8.98 1.125.426.00 629.85 7.00 7.92 7.34 1.120 3.719.44 1.43 634.00 452.383.10 1.452 500.452 510.00 1.81 1.040 3.530 2865.00 452.357 792.465.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.869 6.783 6.17 2842.440 3.591.575.00 452.190 BEBAN 792.452 533.744 3.444.452 295.636.00 1.920 3.83 1.580 904.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.85 633.581.83 2881.006 6.610 2888.00 452.00 452.452 505.60 627.00 1.160 792.061.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.00 1.760 2873.495 6.400 904.00 452.81 2858.852 6.665 .00 1.43 7.320 792.10 2873.452 522.23 631.240 792.426.563.230 904.620 904.452 555.830 2858.730 2881.960 792.98 2850.160 792.455.34 7.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.721.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.

89 2903.170.09 8.520 792.49 647.49 7.200 3.17 2895.17 1.386.200.887.452 497.582.452 543.89 1.000 3.627.33 2.025 7.100 2935.750 904.168.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.080 904.452 533.00 452.160 792.44 2888.077 19 WBP 647.010 904.046.661.93 7.44 1.618.452 592.160 3.11 8.01 7.00 452.536.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.448.23 1.33 649.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.730 2895.00 1.898.00 1.503.23 2926.274 6.920 3.00 452.00 1.039 6.600 904.240 6.760 792.6.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.400 3.209 6.800 .715 18 WBP LWBP BEBAN 645.000 792.64 1.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.11 643.790 2926.00 452.880 3.01 641.86 7.100 904.578.452 527.343 6.200 792.630 904.554.184.022.452 499.86 645.563.455.200 792.44 2918.00 452.64 2911.03 904.750 2911.93 639.92 638.00 1.720 2903.00 452.00 1.00 1.00 1.800 2918.

360 904.080 3.819.050 2966.400 452.700 LWBP BEBAN 2935.00 3.49 650.509.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.440 792.00 1.640 792.960 3.290 904.00 1.452 539.908.956 24 WBP LWBP PPJ 656.00 452.534.03 2943.770 2991.19 8.52 8.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.677.22 2983.490.16 7.58 7.453.45 1.00 1.938 6.778.452 521.798.00 452.452 535.00 1.00 452.853.241 6.800 792.94 652.545.840 3.19 658.45 2975.670 2951.400 792.464 6.602.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.970 904.990 2975.00 452.41 1.280 792.452 551.90 656.796.452 550.710 2959.16 659.519 25 WBP LWBP 658.345 6.600.00 1.452 570.320 904.600.312.450 904.080 792.22 1.41 2959.70 1.90 7.70 2951.547 6.308.00 1.720 .00 452.680 3.1.46 2966.58 654.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.46 2.00 452.09 2943.080 3.49 8.640 904.94 8.886 6.99 1.747.672.200 3.770 2983.

869 6.790 904.572.00 452.39 670.39 7.640 3015.00 452.12 1.40 1.554.413 6.597.521 31 WBP LWBP PPJ 668.320 792.960 3.04 3015.94 666.PPJ 792.47 1.452 527.452 528.600 3.840 3.080 792.386.715 30 WBP LWBP PPJ 666.00 1.420 904.452 555.00 452.805.462.818 6.720 3031.269 4.880 792.66 2999.47 3031.787.545.413 6.40 3007.960 904.940 904.910 29 WBP LWBP PPJ 665.880 3.00 1.521.75 1.04 1.52 661.452 531.343 6.99 2991.452 522.73 668.588.94 8.560 3.00 452.740 3007.564 .920 792.482.840 792.00 1.670 2999.66 1.48 663.33 7.75 3023.710 3023.491.440.452 395.660 904.510 3.726.726.90 665.00 1.48 7.452 555.665 28 WBP LWBP PPJ 663.040 904.00 452.73 7.634.151 27 WBP LWBP PPJ 661.00 1.90 8.00 1.332.080 792.00 452.650 3039.665 26 WBP LWBP PPJ 659.

785 16.0 49.460. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.000 110.600 216.688 235.49 245.200 49.566.960 24.401.255.018.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.785.10 904.441.000 7.259 110.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .259 110.785 49.000 23.956.6.0 452.000 1.869.310 196.452.258.255.760 19.310 16.448 .

Lampiran 3. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.36% 18.67% 20.815.439 62.195.825.95% 100% BULAN LALU 34.57 m2 3840 3290 64.288.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.6 m2 11.361. MAINT.728.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% . POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.308 74.262.18% 100% III.57% 3496 II.028 240.042 PERSEN 10.201.46% 71. WORK LOAD Received Completed Pending IV.429. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.838 255. REPAIRING 1.945.575 337.38% 69.722 PERSEN 9.576 364. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.

21.11.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.07.in door . ROOM PREV.21.08.28 Good VIII.30 COMMENT Good Good 13 01.15. ADMINISTRASI JUMLAH .12. MAINT. 19.26.22 23.24.10.26. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.17. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.BULAN INI 2. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.02. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .

000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.200 1.325 255.785.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 . Prev.0 10.301.700 47.000 Air TAAB @ Rp 60.738.916 90. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.000 512. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.435 2.8 14.608.350.Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.201.000 600.0 2.

941.953.343 499.279 17.825 270.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.080.500 227.015 6. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.888.750.460 479.000 1.97% IX.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.220 10. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .24% IX.639.115 5.562 7.57% UNIT CONSUMED COST 209.362.927.393.Total Semarang.581.

325 234.130 COST 219.79% IX.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.295.750.445 21.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.8m3 1.703.035.604.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.212 6.749.89% IX.434 UNIT CONSUMED 290.113.895 125 tanki 6.331 13.854 6.428 . UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.618.119.710 COST 226.410 100 tanki 5.000 1.982.979 257. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.000 8807.263.126 UNIT CONSUMED 286.872.000.767 234.344. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.049.018.5m3 1.000 COST 199.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.171.2% IX.000 9262.250.881 8.214 8.417 247.

539 1.500 7.0 3.105 - - .064. 29.679.69% IX.249.620 7. 70.50 12. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.518.000.100 1.865 10. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.000 709.620 1. Rek.39%.635 215.7% IX.80 761.102.040 13. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.827.900 529.050 280.103 POMEC department bulan Maret.500 2.000. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.663.672.500 2. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.700) Total 54. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.425 125.00 10.027.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222. Feburai 2006 Occupancy : 64.109.652.648.102 13.755 11.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.949.344 257.681. UTILITIES Rek.248.500 280. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.800 608. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.900 278.691.716.

0 8.850 1.0 PDAM Mei 2006 Total .071.430 9.575 2.3% IX.600.311.807.500 480.000 3.0 72. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.000 334.195.661.POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.795 240.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful