Audit Energi Dan Analisis Peluang Penghematan Energi Pada Sistem AC

AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Berdasarkan hasil audit energi rinci. sedangkan solar 6%.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. air 3%. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. iv . Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi. sudu kipas.08 kWH / m2 year. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang.

its value still high enough so that the effort thrift still must be done v . Electric energy of air conditioner consuming reach 60%. audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. It is one of energy extravagance. Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller. It support in Hotel Santika Premiere’s operation.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341. Intensity Consume Energy (ICE) is 403. Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. fan. To resolve that problem efficiency energy used. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. This equipment for instance air conditioner consume electric energy. As according Detailed Energy Audit.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant.08 kWH/m2 year. and grill. One of method efficiency energy is conservation energy. evaporator fin. From result of calculation of IKE after implementation PHE. It is consist of cleaning filter. Water 3%. Solar 6 %. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. In this process.

Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1. Prof. Drs. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. M.. Djoko Adi Widodo. Soedjatmiko. Drs. Dr. Ir. M. Said Sunardiyo.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 4. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. 2. Prof. M. Sudijono Sastroatmodjo.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Soesanto.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan. Dr. 5. M. M.T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan. 3.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. vi .

SE.6. Yuliani Mandasari. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya. Beni P. Ruslan Efendi. Ragil Kurniawan. HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. 11. 14. Temanku : Rizky Gani M. 9.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Bapak Darsono. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. 13. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. vii . 8. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. Seluruh dosen. Kakanda-ku tercinta. Tahan P. serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. 12. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi. Adik-ku tersayang. Lukman H. 7. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro. 10. Kotip R.

Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Juli 2007 Penyusun viii . yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu.15. sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini. Semarang. Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix . Ar Ra’d : 11). harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai. karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan.

.......................................................... x Daftar Tabel.................................................................................3 1.................2 Rumusan Masalah..............................................4 Tujuan Penelitian............... Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel........................................7 D..................................................xiii Daftar Gambar........viii Daftar Isi.........6 Sistematika Penulisan..................................................................................1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang..............................................5 Batasan Masalah...............v Kata Pengantar....................................................................................................vi Halaman Motto dan Persembahan.........................................3 1............................6 C....6 A....................................................................................xv BAB I PENDAHULUAN 1...........iv Abstrack .....................................i Halaman Pengesahan................................................8 E................................................................................................................................................................................................................ Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang.. Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang..................................................2 1..........................................iii Intisari......................................................................xiv Daftar Lampiran........ii Halaman Pernyataan............................................................................................................................................................................ .......................................................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul................................................................................. Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang...........................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2...................................................................................11 x ............................................................................................... Gambaran Umum Hotel.........3 1.....1 1........................................................................................................................................6 B....................................................3 Manfaat Penelitian....................1 Latar Belakang Masalah......

......................................... Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung.................. Data Tingkat Konsumsi Energi....... 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4..............................................……............................................................................................77 E..........................................2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara................................................. .............................................................................................55 B............................55 C....................... Audit Energi Awal .......2 Audit Energi Rinci..............................................................58 E...................................................................................45 3.......................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3...................67 C.............................. Sistim Distribusi Energi..............................................................11 B..............85 F...12 C................................3 Variable Penelitian....66 A..........................................44 3. Konsevasi Energi.................44 3......................................56 D..2........................... .............................................45 A..............................................................55 A...............................1 Audit Energi Awal........................ Data Konsumsi Energi................................ Energi............................. Audit Energi...11 A... Menghitung IKE.....2 Jenis Penelitian.................................... Audit Energi Rinci....... ................................................91 xi ... Implementasi Peluang Hemat Energi................................................................................................................................. Data Perhitungan..65 4............. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)……………………........................45 B....................................66 B..................... ............. Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 ............................................................................................ Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ........................... Analisa Peluang Hemat Energi .15 D............................................ Sistem Pengkondisian Udara.61 F..................................................................5 Jalannya Penelitian....1 Waktu dan Tempat Penelitian................................ Pendahuluan..4 Alat dan Bahan .................................................................44 3............................................62 G....... Pendahuluan.... .......74 D............................ ......

............................................................................................................95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5........ Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2....99 xii ....................................G........................................................................................96 5.....................................................2 Saran..1 Kesimpulan.............................97 DAFTAR PUSTAKA..............

...............................9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang…...........................69 Tabel 4......8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang …........51 Tabel 4......50 Tabel 3...50 Tabel 3............................................14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang .................................................................12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga ………….....4 Data Konsumsi air periode 2006..........7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang .......................................72 Tabel 4..................................2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006...........2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ....11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci ...................... ....................................................................5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006………….......................... ............64 Tabel 4......................................................... 70 Tabel 4....................................80 Tabel 4............................. ......75 Tabel 4................................ .............………72 Tabel 4..................................................................58 Tabel 4.................71 Tabel 4.............DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.................59 Tabel 4...........82 Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 ..............13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere................................................................................................... 83 Tabel 4........1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ...........61 Tabel 4........................17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT .....56 Tabel 4.... .....................15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt...68 Tabel 4................1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang...........................3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006...............93 xiii ...10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere ............................60 Tabel 4.......................3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit..............

.......................58 Gambar 4........27 Gambar 2.15 Gambar 2..................................... dan Chiller sebagai komponen AC.............8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa.........…....22 Gambar 2...6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros.........2 Prinsip Kerja Air Conditioning...................................................1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang.......................................7 Grafik komposisi nilai dari AHU..................................5 Karakteristik pompa sentrifugal…………………………………….............................62 Gambar 4...............1 Bagan alur proses audit energi bangunan.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.......................................1 Elemen pokok sistem tenaga listrik...7 Prestasi Pompa sentrifugal...........69 Gambar 4....................................72 xiv ......4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura..............9 Diagram sirkulasi freon...................................3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006...................2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4....................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2........6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang…........................ FCU...32 Gambar 2..................43 Gambar 3..........64 Gambar 4.....................................35 Gambar 2......48 Gambar 4...60 Gambar 4...35 Gambar 2....................................................................................34 Gambar 2.........26 Grafik 2................................3 Tekanan udara dan pengukuran.....

. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang………. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang…..………...….120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang………..100 Lampiran 2.103 Lampiran 3.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Biaya penggunaan listrik tahun 2006………………………………..109 Lampiran 4.118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ……….121 xv . Pomec department……………………………………….119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang………. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5...

pompa-pompa. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. pemanas. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. laundry. akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan. lift. Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. energi sangatlah penting. terutama dalam penggunaan energi listrik.BAB I PENDAHULUAN 1. pemasangan kapasitor bank. akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. lemari es. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 . Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan.

Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1. peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu . maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel. Dari dasar pemikiran di atas. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. 2. 1.50%. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain.

Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a.3 3. 1. 3. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu.3 Manfaat Penelitian 1. 1. 3. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1. . Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.4 Tujuan Penilitian 1.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. 2. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

variabel penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. . Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang. manfaat penelitian. Tahapan Audit Energi Rinci: a. jenis penelitian. jalannya penelitian.4 2. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian. sistematika penulisan. batasan masalah. alat dan bahan. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. b. tujuan penelitian. 1. 3. dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. rumusan masalah. metodologi penelitian.

serta pencarian peluang penghematan energi. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi. .5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal. dan audit rinci.

Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A. Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. Lokasi hotel ini sangat strategis. 3 penthouse suites 6 . Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. B. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. luxury penthouse. convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis.

drug store. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4. tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%. C. car rental 9. Business center 7. antara lain : 1. Laundry/dry cleaning service. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. 125 luxurious rooms and suites 3. fitness center and sauna 5.7 2. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. 24-hour room service 8. Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. atau hari raya lainnya. beauty parlour. Swimming pool. Airline ticketing office 10.

c. Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. 3. 7. gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka. Sistem sirkulasi udara (air conditioning). Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah.8 2. Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant). Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. 4. Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. Sistem perpipaan yang meliputi a. Telepon Sentral D. dan satu buah lift digunakan untuk service. Sistem penanganan air hujan. yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu). dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. Sistem perpipaan air buangan. 6. Gen-Set . MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television).

dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel. maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu. Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang . sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. 2. dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. 3.9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. maka GenSet akan hidup. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar.

5. disediakan suatu sistem pengolah limbah. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar. Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air.10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. 6. 4. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. . Sebagai hotel yang besar. Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini. Water Treatment. juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu.

. sesuai dengan tingkatan di atas 6. 7.11 E. Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya. Tingkat Assistant Manager. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas. Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi. Tingkat Manager 5.2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. Tinkat R/F 2. Tingkat Departement Head 4. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1. Tingkat Division Head 3. Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2.

Intensifikasi 2. juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. biogas. Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi. cermat. B. dan sebagainya. Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas. harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat.12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. langkah-langkah itu adalah: 1. proses atau perubahan yang terjadi. dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi. . (Badan Koordinasi Energi Nasional. 1983). Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. Diversifikasi 3. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa.

m3. dengan satuan kg. Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat). BTU dan sebagainya. ton dan sebagainya 2. energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi.lbf. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. Untuk menyatakan jumlah material. lb m. ft. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). Volume. Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). kWH. misalnya joule. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. yaitu : 1. Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk . Dalam keperluan praktis. ada beberapa besaran yang dapat digunakan. dengan satuan liter. Massa. ada beberapa satuan yang digunakan.

gas alam dan batubara). mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. pendingin. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. Pada pusat pembangkit. Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator). penerangan. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R.14 menyatakan energi-energi listrik. energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis. hidro.1 . ft. panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi. Salah satu cara yang paling ekonomis. sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase. dan lain-lain.

1995). Faktor daya = P V .15 Gambar 2. Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban.1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1. (Zuhal. impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut. yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank. Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa .Cosϕ = = Cosϕ V . faktor daya dapat diusahakan mendekati 1. Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal.I . Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata. 1995) Beban yang diberi tegangan. Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi. C.I (3.1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal.I V .

16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi. 2002) 1. Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. (Abdurarachim. Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. 2002) . Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi.

satuan uang 2. satuan uang = potensi energi tahunan. Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana. Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan.a. . Pada survei energi. satuan uang. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri. Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. Klasifikasi Audit Energi a.% dari harga a = biaya realisasi.b c (3.17 BCR = E.

Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. .18 pabrik atau gedung. b. Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya. Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). d) Mengamati gas pembuangan pembakaran. penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang. penggunaan. b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut.

Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit. temperatur. c. rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan. Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem. laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik.19 4) Survei energi manajemen. Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem. . meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi.

1. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis). dan ventilasi. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. D. Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central. Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. pendinginan. untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan.20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan. dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan. kebersihan. Faktor kenyamanan . Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin. kelembaban.

b. suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya. Dari sudut pandang kenyamanan. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. mudah . mudah dalam perawatan.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. aliran udara. kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. tingkat efisiensi yang tinggi. bau. kebersihan udara. c. Dari sudut pandang faktor ekonomi.

kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22. Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara). dapat melayani perubahan kondisi operasi. Proses Pengkondisian Udara FCU a. Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan. lembab. panas.60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b.22 direparasi jika terjadi kerusakan. 2. kering.2 Prinsip Kerja Air Conditioning .

f. jumlah out let turut menentukan. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan. Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan. d. c. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. b. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar. Untuk kenyamanan. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan. Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik. e.23 3.

(Arismunandar. 4. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: . Ditempatkan pada return duct. dan biasanya terbuat dari plastic. 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. b. fiber glass atau elektro statik g. ”interior heat load”). Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara.24 udara. terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan. 1991) a.”Perimeter heat load”). Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara. Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil.

boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20).25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. kg/jam) x 597.nya. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi. Dari kondisi ini. kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. dsb. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. 2) Kipas udara.3) . 4) Kebocoran dari saluran. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. (3. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan. Kipas Udara dan Blower a. Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi. 1991) 1) Kipas udara listrik.3 (kcal/kg) 5.

3. Selain tekanan statik. kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara.4) . Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran. diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir. b.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. nilai tekanan total.26 3) Blower. 1991): Gambar 2.

m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara. dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara. kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3.udara. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3.8 m/s 2 )] = (Kec.7) c.27 = ( Kec.6) Apabila efisiensi udara adalah . m/s) 4. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran .5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit. maka : (Daya motor penggerak.03 2 (3.udara. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9.

diperoleh dengan mengatur damper.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh . 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah. pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1.

n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3.10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata. ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3. d.8) 2) Tekanan udara (total. maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara.12) .29 titik operasi E.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3. Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras.

kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan.13) . tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2.30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan. Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan.A. kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan. dapat dirumuskan sebagai: Q = K.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3. mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan. kg/m3 6. kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan.

31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. 7. Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. a. (Arismunandar. refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. 1991). Pada jenis expansi langsung. serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan .

Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa. 2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. laju aliran fluida.5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu.32 menutup katup. Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : . daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2. 1991). (Arismunandar.5. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa. tinggi angkat total. Laju aliran fluida.

pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang. (Arismunandar.33 (Daya air. . seperti terlihat paa Gambar 2. 1991). sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%). kW) = 0.7 (Arismunandar.13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros. 1991). Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa.163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja. tinggi angkat dan laju aliran air.14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa. kW) (Daya poros. Daya tersebut pertama dinamai daya poros. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3. kW) = Efisiensi pompa (3. 3) Kecepatan putar poros versus laju aliran. (Daya air.

16) (3.18) ’≈ b.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   .15) (3. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa.Q  n'   n'  H’ =   .17) (3.H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3. Yang .34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir.

8. dan pada kondisi kerja lainnya.7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2. Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air.7. Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani. seperti Gambar 2. sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa . Gambar 2.

(Arismunandar. a. 8.8 disebut sebagai titik keseimbangan. Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan. gas atau gas campuran yang dikompresikan. karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. 1991). Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar. .36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir.

terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain. jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 . bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda. bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V.37 Selain dari klasifikasi utama di atas. jenis-W. diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak.

n.z. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. 1) Untuk kompresor torak.L. secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D . kapasitas kompresor dapat .15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif). Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam).60 (m3/jam) 4 (3.38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b.

.60 (m3/jam) 4 (3.39 V= λ .(D-d)2.z.i s )  V    (kW) 860  v  (3.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor.t. Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d .17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.n.

sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan.η m (3. Dari data yang diperoleh itu. dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis.19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c . 1991). tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya. (Arismunandar. dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start. d.40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan. .

yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil .Ada dua proses dalam kompresor. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant. Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a. sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat).41 9. Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil. Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor.

b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil. . Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin.42 oleh kompresor. Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas. b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. dan udara dingin dialirkan oleh fan. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. 3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair.

9 Diagram sirkulasi freon .43 Gambar 2.

1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. 3. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 . 3.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi.3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel.

digital clamp meter. 3.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. tachometer. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian. higrometer.4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter. Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete. kWH meter. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. volt meter. 3.

Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan. Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2). Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan). Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. c. b.46 3) Diagram garis tunggal listrik. Daya listrik total yang dibutuhkan c. d. b. . Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm).

target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a. b. IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung.47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. IKE untuk hotel / apartemen d. IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). d. ada beberapa istilah yang digunakan. IKE untuk perkantoran (komersil) b. . antara lain : a. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net). c. IKE untuk pusat belanja c.

48 Gambar 3.1 Bagan alur proses audit energi bangunan .

2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3.49 B. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan. Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3. 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan. sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar. Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1. Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar. . Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang.3 untuk rumah sakit.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

. 5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi. b.53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut. 4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau. 3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan. d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan.

2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya. . c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi. d) Langkah-langkah dengan investasi besar. c) Langkah-langkah dengan investasi kecil. b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. misalnya merubah prosedur pengoperasian.54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik.

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. Selain itu. Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang.000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 . akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. B. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci. Dalam analisisnya.1 Audit Energi Awal A. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang. memiliki luas tanah tempat usaha 1. dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia.

Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.85 610.85 610.73 910.73 910.85 610.195. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut.85 610.195.85 610.18 394.85 610.253.5 11.01 2.596.85 610. dan LPJ.9 426.815.18 394.9 426. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .06 99.373.085 610.57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.06 11.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C. solar.56 Tabel 4.85 751.85 610.085 610. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah.85 610.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3.85 610.85 751.02 2.

dan berjenis 3 phasa dan satu netral. maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN. Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar). . Sedangkan untuk pengadaan solar.4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual. maka genset akan mati. Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS.

805 2.000 300.018.000 244.000 53.000 628.000 233.897.930 233.805 198.000 281.000 56.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.911.000 200.251 ENERGY COST 199.520 56.580 286.920 252.441.470 205.150 250.530 55.000 49.850.000 231.000 286.818. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).000 2.000 100.000 238.745 213.118.833 210.470 238.180 251.545 210.710 307.150 301.950 234.000 298.010 287.378 Total kWh 250.000 kWH 150.000 233.000 309.420 235.000 50.440 309.750 198.530.000 252.000 3.843.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.160 50.428 209.000 286.096.897.000 54.750 234.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.670 55.094 209.000 291.220.000 50.675 222.691 194.670 46.480 204.470 234.000 260.873 WBP (kWH) 46.58 D.840.540 52.130 290.000 53.447.000 250. Tabel 4.675 194.480 246.381.853.441.184.000 53.000 211.420.660 52.

498.887 1.807.706 2.000 2.754.881 21.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.325 10.000 5.116 10.652.234 21.285 3.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.000.672.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .113.058.690 2.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.889 31.889 2.946.566 3.263.249 2.59 Tabel 4.946.690 1.710 13.594 2.000 10.984.000.926 2.540 3.635 8.000.850 14.817.113.000.000.581.354 165.460 16.880 16.344 9.854 8.000 20.785.890.000 15.354 12.8 2.854 15.777 13.829.071 2.

000.749.510 1.000 6.500 4.979 6.295 5.563.183 6.406.750.000.417 1.000 4.120 6.021 9.115 518.470 131.604.102.114.510 1.040 78.000.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.700.512 730.000 54.521.000 7.306.546.767 1.618.711.080.598.700 1.120 334.795 512.500 2.827 5.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.364.661.390.015 499.872.511.431 17.015 7.835.651 Biaya Air sehat (Rp) 7.936.314.410 7.417 Total biaya (Rp) 2.000 6.410 1.639.250.598.000 4.431 1.300.950.500 7.119.040 1.000 5.137.071.021 2.325 479.102.000.040 3.521.027.212 131.000 4.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .000 2.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.671 1.000 6.936.000 8.120 2.950.000 2.608.470 1.500 1.025 7.825 1.940 8.518.888.010 1.972.000.967 Biaya PDAM (Rp) 529.000 2.689.000 4.000 10.000.389.114.000.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.443.972.520 8.431 5.970 9.500 1.927.750.000 5.076.

61 E.30% 64.89% 75. tahun baru atau liburan sekolah. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi. Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4.70% 64.57% 76.02 %.24% 67.20% 65.39% 67.5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.97% 72.02% .79% 70.31% 56. Tabel 4.24% 67. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya.69% 65.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.

bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel.2 sampai pada tabel 4. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.00.118.00% 20.00% 40.00% % 60.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut.00% 0. . Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4. Total kWH adalah 3.530.833.62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100.00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4. Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.4.010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2.447.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F.00% 80.

Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165.00 / kWH x 5 jam = Rp 4.058.00 jam/kWH + = Rp 13. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.63 Biaya pemakaian listrik a.358.00 jam/kWH LWBP = 452. Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31.358. .594 liter.588.00.770.3.00 jam/kWH 24 jam = Rp 556.00 / kWH.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13.710. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam). Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4. Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954.58 / kWH 2. Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel. Untuk mengukur arus. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus. Data dan perhitungan 1. Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter. yang dilakukan pada kWH meter di ruang .67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang. Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. A. maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang.

5 456.5 455.8 4.9 6.9 1.1 5.9 0.6 4.3 S 4.6 5. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper.2 95 137.6 1. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus.68 kontrol panel.5 479.7 4.6 13.7 4.7 1 2.6 2.1 6.5 15 145 240 22.3 5. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung.6 105 140.8 2.9 8. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.4 4.1 5.2 6.4 7.8 4.2 4.2 140 240 22.1 6.9 S 5.7 1.9 2.4 R 6.4 0.1 3.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3.1 6.9 5.6 6.5 12 160 240 22.5 3.5 4.7 2 115 136.3 4.8 0.6 6.5 5.6 6.1 6.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .9 6. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.7 T 4.8 5.5 0.1 3.4 T 1. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.5 1.

6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4. C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.8 3551.04 3497.34 9.04 10.343.36 3534.64 9.1 3542.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari.7 8.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10.19 8.19 3506.74 8.53 3516.7 kWH/hari .95 9. nilai kWH ini .17 3525.15 9. maka akan didapatkan nilai sebesar 9.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit). Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A. AHU. AC split. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC. . Chiller (3 buah) b. penerangan dan ruang pompa listrik. Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. B. AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c. AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana).

80 2.29 100. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.5 24 60 823. FCU.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4.91 7.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU.5 % 89. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4.8 Grafik komposisi nilai dari AHU. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739.00 Komposisi Nilai dari AHU. . walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis.

Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. . Unit chiller adalah unit pembangkit. b. c. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran.

sudu kipas. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. Dengan pembersihan pada unit FCU. Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a.77 d. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). Berdasarkan analisis di atas. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran.

Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel. maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. C. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi. Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang.78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- . b.

mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU. kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting). akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement. Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka. Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih.79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. Untuk . Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih.

Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara.80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1. kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut.14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt. Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara . Tabel 4.

Pengukuran menggunakan higrometer. Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas. . Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. 3. 6. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama. 4.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. 2. Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan.

Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec.56 388. batch B05001A No seri 39-0016.82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan.18 340.54 Arus (A) Teg. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit).2 230 230 230 21.06 30. Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292.5mf 450VAC.15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec.5 30.2 0. berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz.5 2) Kondisi FCU bersih . 1.15 0.

18 cfg. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik.2 0.56 cfm.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya.3 230 230 230 31.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.4 50. Kec. Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326. dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340.83 Tabel 4. (menit) 14 10 8 0. Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan. . Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara.89 378. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih.86 405.59 Arus (A) Teg. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2.6 50.4 Dari tabel di atas. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec.3 0.

91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU.5 – 21.9 %.5 watt.10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun.putar kipas2-Pkec.91 kWH/tahun 68. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi.84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21.91 kWH/tahun = 9. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt.putar kipas1 = (30. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P.06 watt menjadi 30.44 atau kenaikannya sebesar 30.06) = 9.t = 9.9 dan 5. .439.44 x 20 x365 = 68. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor.

439. maka akan diperoleh penghematan sebesar 9.3 kWH/tahun. Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere. D. namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. . fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU. Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting). Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik. sudu kipas.85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat.

Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. Hendaknya pada saat pembersihan. FCU / AC di hidupkan b. yaitu : a. 2. Ambil alat Tacho meter c. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ambil alat temperature. Lepasi Grill satu per Satu . ruang jenis kamar tamu. yaitu : a. Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill. AC / FCU dihidupkan b. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut.

Ambil alat tang Ampere c. FCU / AC di hidupkan b. yaitu : a.87 c. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. yaitu : . FCU / AC di hidupkan b. Kalau ada bunyi . bearing harus diganti 6. medium atau high d. yaitu : a. Kemudian pasang lagi 4. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. Ambil alat capasitor meter . Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing. Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere. 5. maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7. yaitu : a. posisikan di 2µF dan diamkan.

Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. yaitu : a. Tutup motor blower dengan plastik e. Sikat sudu-sudu nya blowers d. Tutup daun value in dan out . dan keringkan f. FCU di matikan b. Siapkan lampu jalan.88 a. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. 9. Cuci blower sampai bersih. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. Pasang kembali blower 8. Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. FCU / AC di offkan b. yaitu: a. supaya terang di atas plafon c. Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. Turunkan blowers dari FCU c. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b.

Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. Buka daun value in / out 10. Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. Buka kran supply ± 1-2 h. tutup valve in dan out chill water. a. Catat di Maintenance card k. Buka tutup stronner f. Check temperatur ruangan j.89 d. Off-kan MCB b. Siapkan kunci ring 21 – 13 e. Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. Bak Drain . Selesai 11. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g. Buka main hole. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i. Catat di History card l. buka strainer dan bersihkan c. On-kan kembali MCB dan unit FCU i.

Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b.568. Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10.000 = Rp 3.14 kWH/m2.33 = 402.14 kWH/m2. tahun. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.440.6702 x 5.00+ Rp 3.000. IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil .672. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.000 per liter 15.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4.060.00 b.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.000 per unit x 153 unit = Rp 3.066. Biasa pembersihan : @Rp 20. Beli larutan kimia: @Rp 40.24) + 6.319.320. tahun.00 –Rp 3.578.672.240.9439. yaitu : a.54 .000.3 (0. rincian adalah sebagai berikut : a.000.237.3 liter = Rp 612.00 per tahun.

chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier. E.91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC. maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 .56 atau setara dengan 46ºF.8 TR ( Ton Refrigasi = TR).5 gpm. Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit.6ºC. Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar. dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430.

8 TR 27 . maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah. Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC.x = 858 .c. maka : & & m = m .5 TR 27 . t. sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup. maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan.5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah.21 4773. dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m.8 x = 143. dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup.6 – 176. t).92 = 430. Q Q′ = ∆t ∆t 176. karena pada kondisi sistem .5 gpm x ( 54 .46) º F 24 430.

Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6.58ºC menjadi 7. Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC.7 148.58 pada panel chiller.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237.93 3915 = 22.71 PT 81.8 Dari perhitungan di atas.14 Daya total . Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter.58ºC. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya.896 242.16 80.16 80.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC.14ºC.7 Ps 81. temperatur ruangan naik menjadi 24. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan.14 176.16 80. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut. maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22.

35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11. Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P.t =1.94 Dari tabel 4.34 kW.64 kWH/tahun. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P.35+1.35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1. .t =1.96 = 18.35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4.t =1.77+1.77 kWH/tahun.96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.

6702 x 5.54 .237.33 = = 401.23 kWH/m2.24) + 6.18. .578.23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.95 F.Rate x Area Room) + (Area non Room) 4.440.640 (0.066. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.

Berdasarkan hasil audit energi rinci.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 .683 kWH / m2 year. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1. sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci.08 kWH / m2 year. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. 2. 3. Berdasarkan audit energi awal.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year. terkait dengan konsumsi energi. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi. IKE energi listriknya adalah sebesar341. sudu kipas. Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar. Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik.

Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan. b. Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7.640 kWH. . Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.23 kWH/m2.14 kWH/m2. dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya. Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. diimplementasikan yaitu sebesar 9.58ºC pada panel chiller.tahun 5. nilai real.439.2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1. Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.30 kWH.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU. tahun.

98 2. Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa. hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan. penghematan pompa chiller. .

Direktotat Jendral Pengembangan Energi. Jakarta: Charles. 2004. Fisika untuk Universitas. Arismunandar. Norman. Darmawan Ari. Petunjuk teknis konservasi energi. Fiqry Jaya Mandiri. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. 1999. 2002. M. Zuhal. 1983. Ltd. Bandung : PT. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. Pasek. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi.England: John Wiley&Sons Inc. dan Sulaiman. Direktorat Pengembangan Energi. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. 1996.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. Modul 2. TA. Industrial Energy Conservation.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB. Marthen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Audit Energi. Wiranto. Jakarta: Pradnya Paramita. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. semarang: Kanginan. TA.energyefficiencyasia. Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. 1995. Iskandar. . Gottaschalk. Badan Koordinasis Eergi Nasional.Peyegaran Udara. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Halim. 1991.

50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.724.000 45.534.956.566.000 215.000 7.000 24.357.599 23.584.816.566.000 24.000 8.599 16.50 22.114 6.208.000 24.000 44.00 46.296.129 19.000 + .441.822 6.436.000 209.950 + + 244.50 21.000 192.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.00 49.566.428.532.000 7.129 17.00 865 137.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.452. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.000 182.078.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.50 18.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.000 234.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 48.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.00 865 127.00 865 107.566.00 50.100 Lampiran 1.000 24.840.074 6.50 26.000 9.372.288.00 54.340.599 16.599 19.325.412.000 198.713 + + 211.452.200.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.968.00 865 107.000 41.394 20.509.839.

00 865 127.621.844.000 24.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 47.000 6.650 225.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.929 + 233.566.094.00 57.630 6.052.000 233.907.50 21.000 47.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 208.00 865 127.719 19.743 + + 219.000 3.420.181.000 190.000 19.00 53.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.566.00 865 187.912.535 6.246.028.566.646.394 18.000 17.988.50 25.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 44.185.630 + + 239.050.912.000 24.000 12.621.296.000 3.000 207.000 24.000 .904.000 18.831.00 53.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.50 25.000 213.00 49.436.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.025 6.096.000 51.000 23.316.719 23.000 222.000 24.052.998.364.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.566.528.

230 6.230 + (+) .50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 24.566.50 9% KVA x Rp 28.720.00 865 167.952.830 + (+) 247.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.547.860.000 234.287.118.757.860.000 24.000 24.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.00 865 167.50 27.000 19.000 240.000 4.000 215.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.668.000 215.50 27.000 234.720.000 26.757.000 19.00 55.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.000 19.50 29.000 4.952.566.644.547.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.230 6.000 24.621.000 49.644.825.399.00 55.399.000 220.000 49.830 6.

Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.880 .31 1.263.480 3.49 2835.00 1.715 6.560 904.960 3.41 8.41 626.240 4.23 617.795.480 792.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.295 7.440 792.07 2819.00 452.106 Lampiran 2.230 904.180 904.760 2819.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.360 792.518.076.720 3.07 1.249.40 8.220 904.108 6.719.040 3.452 549.636.50 2802.990 904.680 2842.870 2802.31 2811.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.720 3.19 624.41 619.00 452.063.452 584.120 792.680 2835.076.518.00 1.736.41 7.810 2811.869.226 6.00 452.63 8.452 556.311 6.697.60 904.452 561.49 1.63 2794.63 622.652.572.50 1.960 792.452 501.81 2828.00 1.740 2828.00 452.81 1.40 621.591.17 1.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.00 1.00 452.690.00 1.327 06 WBP LWBP 624.00 452.19 8.00 1.

34 1.00 629.665 .98 2850.575.34 7.452 510.580 904.452 505.160 792.190 BEBAN 792.81 2858.98 1.230 904.85 7.444.610 2888.744 3.810 2850.830 2858.440 3.00 1.452 295.721.00 1.591.44 1.00 1.17 2842.563.00 1.581.240 792.92 7.83 1.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.383.852 6.426.00 452.85 633.43 634.34 2865.920 3.910 904.34 636.495 6.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.426.00 452.452 500.60 627.580 904.10 2873.125.23 8.730 2881.00 452.00 7.783 6.107 7.83 2881.23 631.452 522.452 555.760 2873.00 1.320 792.00 1.10 1.357 792.400 904.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.240 857.620 904.320 3.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.00 452.530 2865.040 3.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.636.455.452 533.654.061.465.81 1.00 452.43 7.120 3.719.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.00 452.332.960 792.006 6.869 6.160 792.

766 15 WBP LWBP BEBAN 639.200 792.89 2903.00 452.025 7.49 7.046.760 792.600 904.010 904.00 452.452 497.080 904.455.11 8.503.800 .33 2.93 639.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.92 638.274 6.452 543.448.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.100 2935.077 19 WBP 647.00 1.00 1.386.554.920 3.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.44 2888.200 792.160 3.11 643.563.898.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.452 533.86 7.200 3.100 904.44 2918.750 2911.00 452.86 645.618.343 6.89 1.200.520 792.720 2903.790 2926.00 452.00 452.01 7.578.170.627.800 2918.168.49 647.452 499.750 904.661.00 1.01 641.00 1.022.00 1.03 904.452 592.039 6.64 1.536.209 6.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.17 1.730 2895.240 6.00 1.23 2926.33 649.400 3.23 1.64 2911.17 2895.00 452.184.108 6.582.93 7.887.160 792.44 1.880 3.452 527.000 792.09 8.630 904.00 1.000 3.

600.52 8.778.677.452 550.770 2991.241 6.798.45 1.00 452.22 2983.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.00 452.640 792.360 904.490.308.41 2959.956 24 WBP LWBP PPJ 656.547 6.00 1.70 1.450 904.545.00 1.710 2959.58 7.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.00 1.534.320 904.280 792.94 8.109 1.800 792.990 2975.58 654.16 659.452 535.840 3.720 .819.345 6.00 452.00 1.700 LWBP BEBAN 2935.03 2943.938 6.509.452 539.400 452.452 570.00 1.22 1.00 452.200 3.00 3.00 452.99 1.747.90 656.45 2975.886 6.00 452.49 650.452 521.453.452 551.908.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.19 8.312.080 792.602.600.94 652.080 3.519 25 WBP LWBP 658.970 904.41 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.672.464 6.080 3.770 2983.46 2966.09 2943.853.680 3.00 1.70 2951.050 2966.440 792.19 658.46 2.49 8.796.16 7.670 2951.290 904.640 904.400 792.90 7.960 3.

99 2991.269 4.110 PPJ 792.94 666.665 28 WBP LWBP PPJ 663.600 3.726.00 452.960 3.452 555.940 904.90 8.00 1.66 2999.787.413 6.588.640 3015.080 792.343 6.910 29 WBP LWBP PPJ 665.880 3.960 904.04 1.040 904.00 452.597.73 668.880 792.452 555.634.94 8.40 3007.554.75 1.462.00 1.805.545.572.452 522.00 452.39 670.386.151 27 WBP LWBP PPJ 661.521 31 WBP LWBP PPJ 668.00 452.33 7.670 2999.00 1.740 3007.452 527.564 .52 661.48 7.840 792.420 904.818 6.452 531.720 3031.482.04 3015.521.00 1.66 1.12 1.00 1.47 3031.320 792.715 30 WBP LWBP PPJ 666.510 3.90 665.332.840 3.650 3039.920 792.080 792.710 3023.452 528.790 904.726.00 452.869 6.48 663.440.560 3.452 395.40 1.660 904.491.00 452.39 7.665 26 WBP LWBP PPJ 659.413 6.00 1.47 1.73 7.75 3023.

000 7.401.255.785 16.310 196.018.200 49.688 235. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.000 1.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.448 .600 216.259 110.452.255.000 23.310 16.956.49 245.111 6.785 49.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .760 19.441.0 452.566.0 49.960 24.259 110.000 110.10 904.869.785.460.258.

112 Lampiran 3.201.945.815.838 255. WORK LOAD Received Completed Pending IV.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.67% 20.575 337. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.18% 100% III.38% 69.308 74.028 240.95% 100% BULAN LALU 34.288. MAINT. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.195.46% 71.57 m2 3840 3290 64. REPAIRING 1.6 m2 11.042 PERSEN 10. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.57% 3496 II.361.36% 18.728.439 62.722 PERSEN 9.576 364. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.262.825.429.

Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.21.10. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.17. ADMINISTRASI JUMLAH .in door .12.02.21.24.28 Good VIII.11. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.08.26.26.15.30 COMMENT Good Good 13 01.07. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.22 23.113 BULAN INI 2. ROOM PREV. MAINT. 19.

700 47.000 600.435 2.8 14.916 90.200 1.301. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.350.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50. Prev.608.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .0 2.000 Air TAAB @ Rp 60. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.738.325 255.201.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.0 10.785.000 512.

115 5.343 499.562 7. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.927.941.639.000 1.220 10.97% IX.57% UNIT CONSUMED COST 209.750.24% IX.460 479.393.115 Total Semarang. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .362.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.015 6.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.080.581.825 270. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.279 17.500 227.953.888.

895 125 tanki 6.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.854 6.000 1.767 234.417 247.8m3 1.130 COST 219.428 .79% IX. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.295.126 UNIT CONSUMED 286.618.604.049.703.710 COST 226.5m3 1.113.000 9262.872.214 8.325 234.344.434 UNIT CONSUMED 290.000.881 8. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.445 21.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.250.2% IX.982.410 100 tanki 5.263.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.018.89% IX.000 8807. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.000 COST 199.750.979 257.035.749.171.119.331 13.212 6.

344 257.027.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.500 2.500 2.700) Total 54.500 7. 70. Listrik Hotel Maret 2006 Kor. UTILITIES Rek.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.500 280.800 608.105 - - .50 12.102 13. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.691.102.663.652.249.900 278.109. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.648. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.0 3.755 11.635 215.672. Rek Listrik Feb 2006 Pemb. Feburai 2006 Occupancy : 64.865 10.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.050 280.539 1.103 POMEC department bulan Maret.827.80 761.7% IX.000 709. Rek.620 1.100 1.000. 29.620 7.425 125.900 529.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.39%.716.69% IX.681. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.00 10. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.518.064.000.949.248.040 13.679.

071.000 334.661.3% IX.000 3.311.195.850 1.0 72. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.0 8.575 2.500 480.0 PDAM Mei 2006 Total .118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.430 9.600.807.795 240.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .Lampiran 5.

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .

120 .

.

509.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.000 41.566.968.50 18.340.000 192.452.816.129 17.000 209.532.074 6.000 24.566.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.288. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.584.296.50 21.00 865 137.000 182.599 16.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 7.000 198.534.566.000 8.599 16.441.000 215.372.412.840.00 50.000 9.00 49.000 7.00 865 107.452.00 46.00 865 107.000 24.325.839.000 + .129 19.000 24.428.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.822 6.599 23.000 234.357.599 19.50 22.00 54.50 26.566.114 6.713 + + 211.Lampiran 1.000 44.000 48.724.000 24.956.436.200.208.950 + + 244.394 20.00 865 127.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.078.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 45.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.

000 19.566.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.000 47.00 53.528.907.844.394 18.000 24.646.988.831.094.743 + + 219.000 .719 19.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 17.000 6.000 3.246.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.50 21.000 207.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.566.50 25.904.912.000 18.052.535 6.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.316.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.00 865 127.929 + 233.00 49.050.00 865 187.096.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 12.436.364.000 51.052.650 225.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.185.50 25.719 23.028.000 222.181.621.000 24.000 24.000 44.000 24.566.00 57.000 3.420.296.630 + + 239.000 213.000 47.566.912.000 208.000 190.621.630 6.025 6.00 865 127.000 233.998.00 53.000 23.

000 24.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.399.952.000 24.000 19.50 27.000 4.000 4.668.000 49.000 26.230 + (+) .50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.118.000 220.825.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.757.830 6.757.644.952.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.000 215.720.00 55.644.00 865 167.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.230 6.000 234.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.50 27.000 234.547.50 9% KVA x Rp 28.720.547.860.000 215.000 240.566.830 + (+) 247.621.000 19.000 24.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 29.000 24.399.00 55.000 19.860.000 49.00 865 167.230 6.566.287.

990 904.240 4.49 2835.452 561.960 3.49 1.452 556.795.076.572.108 6.23 617.452 549.40 621.00 1.120 792.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.00 452.00 1.41 7.220 904.680 2835.760 2819.311 6.00 452.50 2802.17 1.652.00 1.41 8.226 6. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.560 904.81 1.07 1.960 792.880 .07 2819.31 1.680 2842.063.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.50 1.327 06 WBP LWBP 624.230 904.249.076.480 3.736.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.870 2802.715 6.295 7.00 1.518.869.41 619.63 2794.19 8.00 1.180 904.63 622.00 452.690.720 3.719.00 452.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.810 2811.720 3.452 584.591.00 1.00 452.Lampiran 2.740 2828.41 626.040 3.480 792.518.452 501.19 624.636.63 8.360 792.40 8.81 2828.697.440 792.31 2811.00 452.60 904.263.

00 1.98 2850.7.00 452.83 1.00 7.240 792.530 2865.160 792.60 627.23 631.006 6.744 3.34 7.00 1.452 295.125.00 1.960 792.240 857.00 1.869 6.830 2858.98 1.400 904.23 8.320 3.452 533.160 792.852 6.320 792.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.455.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.061.654.580 904.495 6.440 3.10 2873.00 629.34 1.563.452 510.719.452 500.665 .00 452.34 636.85 633.120 3.10 1.426.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.040 3.00 452.43 634.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.620 904.721.00 452.190 BEBAN 792.452 555.810 2850.452 522.426.636.452 505.00 1.00 452.357 792.17 2842.44 1.591.444.575.230 904.81 2858.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.81 1.760 2873.610 2888.783 6.332.920 3.580 904.383.910 904.92 7.43 7.00 1.85 7.581.465.83 2881.730 2881.34 2865.00 452.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.

452 527.86 645.100 904.080 904.520 792.025 7.11 643.01 7.039 6.503.00 1.100 2935.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.00 452.17 1.160 3.578.618.160 792.184.750 904.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.33 2.455.209 6.93 7.00 452.170.23 2926.274 6.23 1.64 2911.563.92 638.000 792.00 1.33 649.790 2926.750 2911.000 3.49 7.00 1.022.00 452.86 7.452 533.93 639.11 8.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.89 1.01 641.630 904.00 1.452 543.661.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.600 904.49 647.920 3.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.89 2903.240 6.760 792.00 1.64 1.386.44 2888.046.200 792.800 .448.627.452 499.582.00 452.00 1.03 904.730 2895.554.6.09 8.898.720 2903.536.343 6.168.800 2918.200 792.200 3.00 452.887.17 2895.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.452 497.44 1.010 904.200.400 3.00 1.452 592.077 19 WBP 647.00 452.44 2918.880 3.

796.360 904.19 8.308.672.080 3.990 2975.00 1.840 3.70 2951.640 904.00 452.70 1.46 2.1.050 2966.03 2943.00 452.09 2943.602.49 650.450 904.290 904.778.90 656.970 904.00 3.960 3.720 .710 2959.677.452 550.312.908.16 7.280 792.452 570.00 452.534.490.19 658.00 1.452 521.00 452.49 8.509.400 792.00 1.00 452.798.94 8.519 25 WBP LWBP 658.938 6.94 652.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.320 904.90 7.600.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.464 6.452 535.853.545.440 792.700 LWBP BEBAN 2935.400 452.45 2975.080 792.747.00 1.640 792.770 2983.956 24 WBP LWBP PPJ 656.453.00 452.00 1.99 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.00 1.46 2966.41 2959.52 8.600.452 539.16 659.080 3.452 551.22 2983.22 1.345 6.800 792.58 654.41 1.58 7.770 2991.547 6.670 2951.680 3.241 6.886 6.200 3.819.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.45 1.

880 3.660 904.840 792.572.560 3.73 7.452 555.080 792.452 531.47 1.650 3039.00 452.386.332.588.452 527.00 452.269 4.840 3.12 1.910 29 WBP LWBP PPJ 665.805.90 8.740 3007.710 3023.726.554.413 6.510 3.920 792.33 7.462.634.597.48 7.00 1.40 3007.960 904.00 452.940 904.818 6.151 27 WBP LWBP PPJ 661.080 792.40 1.00 1.00 452.75 1.PPJ 792.880 792.545.00 1.320 792.94 8.04 1.47 3031.715 30 WBP LWBP PPJ 666.720 3031.452 555.48 663.787.452 528.90 665.413 6.452 522.521 31 WBP LWBP PPJ 668.726.564 .482.491.600 3.66 1.00 1.670 2999.869 6.343 6.665 26 WBP LWBP PPJ 659.39 7.00 1.94 666.440.04 3015.73 668.040 904.00 452.640 3015.66 2999.39 670.665 28 WBP LWBP PPJ 663.452 395.521.00 452.52 661.75 3023.420 904.00 1.790 904.99 2991.960 3.

258.960 24. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.956.566.441.688 235.200 49.10 904.000 7.869.600 216.0 49.000 110.000 23.785 16.259 110.785 49.6.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .0 452.255.255.259 110.000 1.018.401.310 16.452.760 19.460.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.310 196.49 245.448 .785.

6 m2 11.38% 69. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.825.95% 100% BULAN LALU 34.945.576 364.Lampiran 3. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.288. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.815.575 337.439 62.201.262.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .195.67% 20.361.042 PERSEN 10.57% 3496 II. REPAIRING 1.838 255.722 PERSEN 9.308 74.46% 71.57 m2 3840 3290 64.429.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1. MAINT. WORK LOAD Received Completed Pending IV.18% 100% III.028 240. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.728.36% 18.

Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.07.15.in door .10.BULAN INI 2.28 Good VIII.08. 19. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.17.24.30 COMMENT Good Good 13 01.22 23.21.12.11.02. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.26. ADMINISTRASI JUMLAH . MAINT.26. ROOM PREV. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .21.

STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.738.785.435 2.0 10.325 255.200 1.700 47.000 Air TAAB @ Rp 60.350. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.916 90.000 600.0 2.000 512. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.301.201.608.8 14. Prev.

UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.279 17.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.015 6.24% IX.750.888.57% UNIT CONSUMED COST 209.220 10. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .825 270.460 479.343 499.500 227.115 5.97% IX.639.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.393.562 7.080.941.000 1.Total Semarang.362.953.581.927. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.

445 21.982.618.710 COST 226.750.872.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.000 1.604.049.295.263.214 8.000.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.126 UNIT CONSUMED 286.417 247.130 COST 219. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.2% IX.113. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.331 13.749.410 100 tanki 5.344.018.8m3 1.035.212 6.428 .881 8.250.000 9262.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.171.767 234.854 6.5m3 1.119.895 125 tanki 6.000 COST 199.979 257.434 UNIT CONSUMED 290.703.325 234.000 8807.79% IX.89% IX. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.

915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.949.050 280.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.69% IX.064.500 2.80 761. 29.000.7% IX.040 13.249.344 257.109.500 280. 70.103 POMEC department bulan Maret.663.900 529. UTILITIES Rek.500 7.865 10. Rek. Feburai 2006 Occupancy : 64. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.000 709. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.679.700) Total 54.800 608.827.755 11. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.500 2.681.900 278.000.105 - - .39%.620 1.635 215.0 3.648.248.425 125. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.691.100 1.620 7.50 12.518.102 13.027. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.652.716.539 1.672. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.102.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.00 10. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.

000 3.795 240.000 334.3% IX.430 9.0 72.0 PDAM Mei 2006 Total .311.850 1.POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.807.500 480.0 8.600.071.195.661.575 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.