AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI HOTEL SANTIKA PREMIERE

SEMARANG

Skripsi untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik

Program Studi S-1 Teknik Elektro

Oleh : Agus Rianto 5350403063

Kepada JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SKRIPSI Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang Universitas Negeri Semarang Dipersiapkan dan disusun oleh : AGUS RIANTO 5350403063 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal : 26 Juli 2007

Susunan Dewan Penguji,

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Ir. Soedjatmiko, M.S NIP.130227850 Pembimbing Pendamping

Drs.Subiyanto, M.T NIP.130687603

Subiyanto, S.T, M.T NIP.132309137 Skipsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal :

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T NIP.131570064 Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, Juli 2007

Agus Rianto

iii

diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. Hal ini merupakan suatu pemborosan energi. Dari hasil perhitungan IKE setelah penerapan PHE. Pada audit energi di Hotel Santika Premiere terlihat bahwa konsumsi enrgi listrik adalah yang paling dominan. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. sudu kipas.INTISARI Energi listrik sangat penting dalam indrustri perhotelan. Berdasarkan audit awal terlihat bahwa IKE (Intesitas Konsusi Energi) di Hotel Santika Premiere mencapai 341. komposisi energi listrik dapat mencapai 91% dari total konsumsi energi. didapati nilai yang masih cukup tinggi sehingga usaha penghematan masih harus dilakukan. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi adalah konservasi energi. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk menghitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. iv . Hal ini sangat menunjang dalam operasional di Hotel Santika Premiere Semarang. sedangkan solar 6%. air 3%. Peluang Hemat Energi (PHE) pada audit energi ini adalah dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi. Sebagaimana menurut persenstasi energi yang dipakai. Berdasarkan hasil audit energi rinci. Peluang Hemat Energi (PHE) yang kedua adalah dengan Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.08 kWH / m2 year.683 kWH / m2 year lebih besar dari standar ASEANUSAID yaitu 300 kWH / m2 year. Hampir sekitar 60% penggunaan energi listrik digunakan untuk sistem pengkondisian udara. Peralatan seperti pengkondisian udara merupakan peralatan yang banyak mengkonsumsi energi listrik. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi.

Second Economical Opportunity of Energy (EOE) is setting Leaving Chilled Water Temperature (LCWT) in chiller. audit energy is one of method to calculate Intensity Consume Energy (ICE) at one particular building. This equipment for instance air conditioner consume electric energy. As according Detailed Energy Audit. evaporator fin.ABSTRACK Electric Energy is very important in Hotel industry. Water 3%. As according to percentage of energy consumed composition in this fair matter hotel where electrics can reach 91 % from total energy consumption. It support in Hotel Santika Premiere’s operation. Electric energy of air conditioner consuming reach 60%. fan. It is one of energy extravagance. and grill. Solar 6 %. Conservation energy is efficiency energy raising or energy proceed. It is consist of cleaning filter. To resolve that problem efficiency energy used. In energy audit Hotel Santika Premiere Semarang seen that electrics energy consumption is most dominant. Intensity Consume Energy (ICE) is 403. From result of calculation of IKE after implementation PHE. In this process. Economical Opportunity of Energy (EOE) in this audit energy is cleaning FCU. One of method efficiency energy is conservation energy.683 kWH/m2 year is bigger than standard ASEAN-USAID standard reach 300 kWH/m2 year. As according Preliminary Energy Audit seem that Hotel Santika Premiere Semarang’s Intensity Consume Energy (ICE) can reach 341.08 kWH/m2 year. its value still high enough so that the effort thrift still must be done v .

vi . M.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Perlu didasari bahwa penyusunan karya tulis ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan kerendahan hati disampaikan terima kasih kepada: 1.T Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dr.Sc Dosen Pembimbing yang membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini. Prof.. M. membimbing serta membantu penulis selama melaksanakan perkuliahan. 3. Sudijono Sastroatmodjo. M. sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Djoko Adi Widodo. 2.Pd Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW.T Dosen Wali dan Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro yang telah banyak mengarahkan. Soedjatmiko. Drs. Skripsi dengan judul ” Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara Di Hotel Santika Premiere Semarang” ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. M. Drs. 4. Ir. M. 5. Dr.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya. Prof. Soesanto. Said Sunardiyo.

Tahan P. HRD Hotel Santika Premiere Semarang yang telah mengizinkan penilitian di Hotel Santika Premiere Semarang. Temanku : Rizky Gani M. serta temanteman Elektro angkatan ’03 yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang pastinya tak akan cukup saya tuliskan dihalaman ini. vii . Ragil Kurniawan. 12. Lukman H. Seluruh staf dan karyawan Hotel Santika Premiere Semarang yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan sripsi.dan seluruh mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNNES. Yuliani Mandasari. 14. Beni P. Adik-ku tersayang. staf dan karyawan Teknik Elektro yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan perkuliahan di Jurusan Teknik Elektro. 8. 13. Kotip R. Bapak Darsono. My best girls friend Wiwik Yulianti yang telah memberikan motifasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Kakanda-ku tercinta. 10. 9. Ruslan Efendi.6. Seluruh dosen. SE. yang akan dan selalu aku cintai dan sayangi selamanya. 11. Bapak Subarno pembimbing lapangan khususnya masalah kelistrikan di Hotel Santika Premiere Semarang. My Laptop (Acer Aspire 3000) My Motorcycle (K 4160 TK) yang selalu menemaniku di saat aku membutuhkannya. Ayahanda-Ibunda muara doa cinta dan kasih sayang. 7.

15. Semarang. Juli 2007 Penyusun viii . Akhir kata semoga karya ini tidak menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir dan semoga karya ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. yang tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam skripsi ini. sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi penyusun. Semua pihak yang telah turut membantu terselesaikannya skripsi ini.

Ar Ra’d : 11). karena kepadaNyalah kami menyembah dan kepadaNyalah kami mohon pertolongan. Sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku kepada : Ibunda-ku yang tiada henti melantunkan do’a untukku Ayahanda-ku semoga rahmat-Nya selalu tercurah untukmu Kakanda-ku semangat. harapan dan doa selalu menyertainya Adinda-ku Do’a dan harapan akan selalu menyertai langkahmu Kekasihku yang aku cintai.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yag telah diusahakannya (An Najm : 39) “Lakukan yang terbaik dan jadilah yang terbaik jangan pernah menyerah karena hidup ini penuh dengan tantangan” ”Jangan pernah menunda suatu pekerjaan” “Bersungguh-sungguhlah dalam menjalani hidup ini dan berfikiran yang jernih dalam menyelesaikan masalah” PERSEMBAHAN : Skripsi ini adalah bagian dari ibadahku kepada Allah SWT. terima kasih atas semuanya Teman-teman TE 2003 UNNES ix .

...... Sistem Kerja Peralatan Pendukung Operasional Hotel Santika Premiere Semarang.....................................................................v Kata Pengantar.....5 Batasan Masalah......................................2 Rumusan Masalah...................................................................................... x Daftar Tabel.........3 1....................................................xv BAB I PENDAHULUAN 1.....................................................................................vi Halaman Motto dan Persembahan........................................................................................................................................4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.......................................................................................1 1...........................................................................................3 Manfaat Penelitian........................................................................8 E.......................................viii Daftar Isi.........................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul..........................................................................................................................................................................1 Latar Belakang Masalah.......................3 1...... Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang...... Fasilitas Layanan Hotel Santika Premiere Semarang....................................................6 C.......................... Fasilitas Kelengkapan Peralatan Utama Hotel.................4 Tujuan Penelitian..iii Intisari..................................................................6 B..............ii Halaman Pernyataan...............................................................................................................................................................3 1............................................2 1................................................................7 D...........................................................................11 x ...............xiv Daftar Lampiran........................................... Gambaran Umum Hotel.........................................................iv Abstrack ...........................................................................................................6 Sistematika Penulisan............6 A................................................... ............................i Halaman Pengesahan...................................................................................xiii Daftar Gambar................................1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang.....................

.....................44 3............. Energi........................................................... Sistim Distribusi Energi..............................................................................58 E... Menghitung IKE............................................................................................... Analisa Peluang Hemat Energi tahap 2 . Data Tingkat Konsumsi Energi.62 G................44 3.... Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate)…………………….................................................................. Data Perhitungan................... ......................……................ ..................................4 Alat dan Bahan ............................................12 C.....................................................45 B.............................................66 B....................... Sistem Pengkondisian Udara.......61 F...............56 D....................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.............55 A........45 A.......................................................... Pendahuluan.......................... ....................... Konsevasi Energi............................ 49 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4.... Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) ...........................................................................................................55 C...............................67 C..................................91 xi .................... ............................................. Pendahuluan...............2 Jenis Penelitian...................................5 Jalannya Penelitian............ Audit Energi Awal ............................................................66 A...............................2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara...............................................................15 D.......................1 Waktu dan Tempat Penelitian.......65 4.............................................................................. Analisa Peluang Hemat Energi ........................ ....................77 E................11 A..................................85 F............................ Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung............................ Data Konsumsi Energi........... Audit Energi..........................................45 3.55 B.............................. Audit Energi Rinci................................... Implementasi Peluang Hemat Energi..2 Audit Energi Rinci......... .....................................44 3..............................2...............................11 B..1 Audit Energi Awal...........................................................................................3 Variable Penelitian................................................74 D......

.................G..........................................................2 Saran.....................................................99 xii .......97 DAFTAR PUSTAKA.....95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5....1 Kesimpulan.......... Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2...................................................................................................................................................................96 5.........................

...............................................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3......................................2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement ....................................1 Komposis Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang...................................................82 Tabel 4...61 Tabel 4............6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 ..................................................59 Tabel 4......................................3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006.............................................................................................3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit.......4 Data Konsumsi air periode 2006........10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere ....... .....2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006..........................................5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006………….......8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang …. 83 Tabel 4....................72 Tabel 4.....................64 Tabel 4..1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor ............ .......71 Tabel 4........................ 70 Tabel 4.................................9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang….............................................................15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt..................50 Tabel 3...................68 Tabel 4....14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang ...60 Tabel 4........ .....93 xiii ..11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci . ...........69 Tabel 4...50 Tabel 3...........58 Tabel 4....................................51 Tabel 4.......17 Pengukuran daya listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT ............16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt.................................................................... ................................................................................................80 Tabel 4........7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang .............56 Tabel 4..........................13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika Premiere................75 Tabel 4...........12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga …………..………72 Tabel 4..............

............15 Gambar 2.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang..…................7 Grafik komposisi nilai dari AHU.........3 Grafik Konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006........8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa.......35 Gambar 2..1 Elemen pokok sistem tenaga listrik......................................26 Grafik 2...................... FCU.............................. dan Chiller sebagai komponen AC.........................60 Gambar 4..............................................3 Tekanan udara dan pengukuran.....32 Gambar 2...5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006.........22 Gambar 2..................................69 Gambar 4.................................................................27 Gambar 2................64 Gambar 4.......4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam salura....35 Gambar 2...........................72 xiv .4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006..................9 Diagram sirkulasi freon..................................2 Prinsip Kerja Air Conditioning.............43 Gambar 3...................34 Gambar 2...............62 Gambar 4........................7 Prestasi Pompa sentrifugal.....5 Karakteristik pompa sentrifugal……………………………………...............................6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros.......................1 Bagan alur proses audit energi bangunan..48 Gambar 4.................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2..........................2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006……………………………………………………………59 Gambar 4...............58 Gambar 4.........................................6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang…..............................

118 Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang ………. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang……….....103 Lampiran 3.109 Lampiran 4.……….…. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang116 Lampiran 5..120 Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang………..100 Lampiran 2.119 Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang………. Biaya penggunaan listrik tahun 2006………………………………. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang……117 Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang….DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1....121 xv . Pomec department……………………………………….

Hal ini dapat dilihat bahwa peralatan seperti lampu-lampu. laundry. akan tetapi mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor pada chiller. Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi energi. energi sangatlah penting. lift. pompa-pompa. Penggantian jenis refrigerant R-22 dengan hidrokarbon pada chiller juga pernah dilakukan oleh pihak manajement hotel. pemasangan kapasitor bank. pemanas. lemari es. Usaha-usaha penghematan energi listrik telah dilaksanakan oleh pihak hotel seperti melakukan penjadwalan operasional peralatan. akan tetapi biaya operasional energi listrik tetap melebihi standar yang telah ditentukan. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan 1 .BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. sampai pada sistem pengkondisian udara adalah beberapa alat yang dominan dalam operasional di dunia perhotelan. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. penggantian lampu-lampu dengan lampu hemat energi. porsi pemakaian serta alokasi dana untuk penyediaannya adalah yang terbesar. Untuk menanggulangi masalah tersebut dilakukan efisiensi energi.1 Latar Belakang Masalah Dalam bisnis perhotelan. terutama dalam penggunaan energi listrik.

1. maka penulis dalam penyusunan skripsi ini mengambil judul ”Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi pada Sistem Pengkondisian Udara di Hotel Santika Premiere Semarang” dengan harapan dari skripsi ini dapat diketahui tingkat konsumsi energi di hotel. Untuk audit energi dan peluang penghematan energi diutamakan pada sistem pengkondisian udara karena penggunaan energi listriknya dapat mencapai 60% melebihi 48.2 dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada.50%. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Pada akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi Hotel Santika Premiere Semarang. 2.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah diantaranya : 1. standar yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yaitu . peluang dan solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pihak manajemen hotel. Dari dasar pemikiran di atas. namun dapat juga menjadi salah satu acuan untuk perhotelan yang lain.

Bagaimana mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel. Menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan. 1. Tahapan Audit Energi Awal meliputi : a. .4 Tujuan Penilitian 1. 1.5 Batasan Masalah Batasan-batasan masalah yang melingkupi penelitian ini antara lain : 1. 3. 3. 2.3 Manfaat Penelitian 1. Perhitungan pola konsumsi energi di Hotel Santika Premiere Semarang dalam jangka waktu tertentu.3 3. Dapat mengetahui nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian 2. Dapat mengetahui sistem yang bekerja secara baik atau tidak berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Dapat mencari peluang-peluang untuk penghematan energi dan penghematan biaya berdasarkan kondisi aktual di lapangan 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori tentang sejarah singkat berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian. jalannya penelitian. Analisis Peluang penghematan konsumsi energi terkait kerja FCU room dan setting LCWT (Leaving Chiller Water Temperatur) pada pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang. 3. b. dasar teori konservasi energi dan pengkondisian udara. manfaat penelitian. variabel penelitian.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang penelitian. batasan masalah.4 2. sistematika penulisan. Tahapan Audit Energi Rinci: a. alat dan bahan. metodologi penelitian. tujuan penelitian. jenis penelitian. 1. Perhitungan IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan pengukuran di panel-panel listrik Hotel Santika Premiere Semarang dalam rentang waktu tertentu. . rumusan masalah. Audit rinci pada sistem pengkondisian udara Hotel Santika Premiere Semarang.

. dan audit rinci. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang rangkuman hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya serta saran-saran kedepan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh baik buat objek penelitian yaitu hotel dan subjeknya sendiri yaitu para peneliti yang akan berkecimpung di bidang konservasi energi. serta pencarian peluang penghematan energi.5 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITAIN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dan hasil penelitan audit energi awal.

Tanggal 10 Agustus 1990 klasifikasi bintang dilakukan tim penilai pusat dan daerah. 3 penthouse suites 6 . B. Hotel ini dibangun mulai tanggal 20 Juli 1988 dan selesai tanggal 18 Juni 1990. Opening dimulai tanggal 22 Maret 1990 sampai dengan 15 mei 1990 dengan jumlah kamar yang dioperasikan 125 kamar. Pandanaran No 116 – 120 Semarang Jawa Tengah. Hotel ini juga disebut sebagai hotel terbaik di Semarang. Tanggal 19 November 1990 dilakukan penandatanganan Grand Opening.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Hotel Santika Premiere Semarang menyediakan para pengunjung dengan fasilitas bisnis bintang empat termasuk ruangan. Gambaran umum hotel Hotel Santika Premiere Semarang merupakan hotel bintang empat di kota Semarang yang terletak di Jln. luxury penthouse. Tanggal 30 Juli 1990 Grand Opening semua simbolis. Fasilitas layanan hotel santika premiere semarang Fasilitas Layangan Hotel Santika Premiere Semarang terdiri dari : 1. convention center dan 3 ruang pertemuan untuk beberapa jenis aktifitas bisnis. terletak di pertengahan kota yaitu dekat dengan Simpang Lima Semarang. Lokasi hotel ini sangat strategis.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Santika Premiere Semarang A.

car rental 9. Laundry/dry cleaning service. Airline ticketing office 10. fitness center and sauna 5. Business center 7. Swimming pool. Sistem kelistrikan dual power yaitu dari PLN dan pembangkit listrik diesel . Convention and meeting rooms for up to 600 guests 6. beauty parlour. 24-hour room service 8. 125 luxurious rooms and suites 3. antara lain : 1. atau hari raya lainnya. tergantung pada event tertentu dimana tingkat hunian ini berkisar antara 50% hingga 80%.7 2. C. Tingkat hunian tertinggi biasanya terjadi saat hari besar keagamaan. Live music at Amarta Bar and Kafe Delima Tingkat hunian hotel bervariasi. Hotel Santika Premiere Semarang memiliki jaringan sistem kerja dari peralatanperalatan utama. drug store. Sistem kerja peralatan pendukung operasional Hotel Santika Premiere Semarang Sebagai sebuah gedung dengan tingkat fungsionalitas yang tinggi. Mayangsari Restaurant featuring special Teppanyaki menu 4.

yaitu dua buah lift digunakan untuk lobby (khusus tamu).8 2. 3. yang disalurkan menuju sewage treatment plant sebelum dibuang ke riool kota. Telepon Sentral D. Sistem penanganan air hujan. Sistem transportasi antar lantai yaitu dengan (lift) disamping tangga darurat. Gen-Set . Sistem perpipaan penyediaan air bersih yang meliputi air dingin dan air panas b. Lift memiliki kapasitas 15 orang (1000 kg) sebanyak 3 buah. dimana air hujan akan dibuang langsung ke riool kota dan sebagian dibuang ke dalam sumur resapan 5. Sistem sirkulasi udara (air conditioning). Fasilitas kelengkapan peralatan utama hotel Sebagai sebuah hotel yang berbintang empat. Sistem perpipaan pemadam kebakaran (fire hydrant). 4. Peralatan utama yang ada yang menunjang sistem kerja pada hotel antara lain : 1. Sistem perpipaan yang meliputi a. c. 7. Sistem perpipaan air buangan. dan satu buah lift digunakan untuk service. gedung bangunan Hotel Santika Premiere Semarang dilengkapi dengan peralatan-peralatan utama yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan mereka. 6. MATV (Master Antena Television) dan CCTV (Close Circuit Television).

Di Hotel Santika Premiere Semarang terdapat tiga buah Chiller yang akan saling bergantian dalam beroperasi untuk senantiasa memberikan dan menyediakan udara bersih dan segar kepada setiap penghuni di hotel. dimana peralatan ini difungsikan untuk memastikan bahwa udara yang telah diproses sehingga menjadi segar dan bersih ini dapat terdistribusi merata sehingga para penghuni hotel dapat merasa nyaman ketika di dalam hotel.9 Peralatan ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan hotel yang memakai sistem dual power yaitu dari PLN sebesar 1000 kVA dan GenSet yang memiliki kapasitas 900 kVA. 2. Untuk AHU di Hotel Santika Premiere Semarang ada dua buah AHU yang mana terdiri dari AHU 1 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai satu. sehingga untuk penyediaan tenaga listrik walaupun terjadi gangguan dari PLN. maka GenSet akan hidup. 3. Chiller Peralatan ini merupakan bagian dari sistem penyediaan udara bersih dan segar. Untuk FCU hampir merata diruangan-ruangan yang . dan AHU 2 yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar dan bersih ke lantai 2. maka hal itu tidak akan menjadi masalah karena secara otomatis apabila listrik mati. AHU dan FCU Peralatan ini juga merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara di Hotel Santika Premiere Semarang.

Fire Pump Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan hotel terutama dari bahaya kebakaran. Boiller Peralatan ini merupakan salah satu bagian dari sistem penyediaan air bersih dan air panas yang sangat diperlukan untuk pelayanan para tamu hotel selain intu juga untuk konsumsi di bagian laundry dan kitchen. . 5. 4. Water Treatment. 6. disediakan suatu sistem pengolah limbah. juga ditunjang dengan adanya Fire-Stairs (tangga kebakaran) dan juga sistem hidran yang terpasang rapi dan siap digunakan setiap saat dan ditambah dengan tabung-tabung gas pemadam kebakaran yang disediakan di titik-titik tertentu. Hotel Santika Premiere Semarang juga menerapkan kerja yang berwawasan lingkungan sehingga untuk limbah terutama yang berkaitan dengan air. Hal ini bertujuan agar limbah yang dikeluarkan hotel benar-benar sudah bisa diterima dan diserap lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar. Untuk sistem pengamanan kebakaran sendiri selain dari fire pump ini.10 lebih kecil terutama ruangan yang terkait dengan aktifitas para tamu dan penghuni hotel lainnya. Sebagai hotel yang besar.

Tingkat supervisor dengan berbagai spesifikasi bidang kerjanya.11 E. Konservasi Energi Negara Indonesia kaya akan sumber energi. sesuai dengan tingkatan di atas 6. Tingkat Managerial yaitu seorang General Manajer 2. tetapi pemanfaatannya selama ini belum seimbang karena terlalu banyak tergantung pada sumber energi minyak bumi. Tingkat Departement Head 4. Tingkat Division Head 3. Struktur Organisasi Hotel Santika Premiere Semarang Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dengan nama organisasi yang dikelola dengan berbagi tingkatan yaitu : 1. Tinkat R/F 2. Tingkat Assistant Manager. 7.2 Dasar Teori Konservasi Energi Dan Pengkondisian Udara A. . Ketergantungan pada satu sumber energi yaitu minyak bumi dan produk turunannya ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena kebutuhan energi akan terus meningkat baik disebabkan meningkatnya industri maupun pertambahan jumlah penduduk serta adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat Manager 5. Padahal sumber energi minyak bumi dewasa ini merupakan sumber pendapatan yang terpenting dan persediaannya terbatas.

Diversifikasi 3. harus juga berusaha untuk dapat mengoptimalkan penggunaan energi minyak bumi secara lebih tepat. 1983). Besaran ini seringkali dikaitkan dengan perpindahan sebuah gaya atau perubahan temperatur. Konservasi Konservasi energi merupakan langkah kebijaksanaan yang pelaksanaannya paling mudah dan biayanya paling murah diantara langkahlangkah di atas. Energi Energi adalah suatu besaran yang secara konseptual dihubungkan dengan transformasi. .12 Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas. (Badan Koordinasi Energi Nasional. serta sekarang juga dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. proses atau perubahan yang terjadi. cermat. Intensifikasi 2. langkah-langkah itu adalah: 1. B. biogas. Oleh Karena itu disamping harus secepatnya mengembangkan sumbersumber energi dari bahan bakar non fosil seperti biomassa. dan sebagainya. juga dalam rangka mengurangi ketergantugan akan minyak bumi. Kebijakan energi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sebaikbaiknya sumber energi yang ada. disusunlah langkahlangkah kebijakansanaan energi oleh pemerintah. hemat dan efisien dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi. dengan pengertian bahwa konservasi energi tidak boleh menjadi penghambat kerja operasional maupun pembangunan yang telah direncanakan.

harus dilakukan berbagai proses perhitungan yang melibatkan jumlah material/zat dan energi. gallon dan sebagainya Untuk menyatakan jumlah energi. Dalam suatu proses zat dapat melepaskan sebagian energi dalamnya (dalam proses pembakaran) atau menyimpan energi energi yang berasal dari lingkungan (pemanasan suatu zat). Dalam melakukan analisisis energi suatu sistem. maupun kalor jenis (energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur sebesar 1 derajat per satuan massa material). Oleh karena itu perlu dipahami berbagai satuan yang sering digunakan dalam menyatakan besar atau jumlah dari suatu besaran. ada beberapa satuan yang digunakan. Dalam keperluan praktis. misalnya joule. dengan satuan liter. Volume.13 sehingga memungkinkan penentuan satuan joule (perpindahan gaya 1 Newton sejauh 1 meter). kWH. dengan satuan kg. lb m. ton dan sebagainya 2. BTU dan sebagainya. ft. Massa. Satuan joule merupakan satuan standart initernasional (SI) yang biasa digunakan untuk semua bentuk energi. yaitu : 1. energi sering kali dikaitkan dengan jumlah bahan bakar atau konsumsi jumlah listrik. Setiap zat sebenarnya mengandung sejumlah energi di dalamnya yang disebut energi dalam. Sedangkan kWH adalah satuan yang biasa digunakan untuk . ada beberapa besaran yang dapat digunakan.lbf. m3. Untuk menyatakan jumlah material.

Elemen pokok tenaga dapat dilihat pada Gambar 2. sumber daya energi primer seperti bahan bakar fosil (minyak. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan poros turbin menjadi energi listrik tiga fase.lbf adalah satuan yang biasanya digunakan untuk menyatakan energi termal. energi listrik ini diubah kembali menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis. Dengan demikian saluran transmisi bertegangan tinggi akan membawa alairan arus yang rendah dan ini berarti mengurangi rugi-rugi panas yang terjadi (heat lost) yaitu sebesar I2 R. penerangan. Pada pusat pembangkit. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Melalui transformator penaik tegangan (step up transformator) energi listrik ini dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Salah satu cara yang paling ekonomis.14 menyatakan energi-energi listrik. ft. Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah dengan transformator penurun tegangan (step down transformator). Peningkatan tegangan dimaksud untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir melalui saluran transmisi. hidro. pendingin. gas alam dan batubara). dan lain-lain.1 . panas bumi dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban.

Usaha-usaha penghematan energi pada suatu bangunan komersial seperti hotel atau suatu pabrik hanya dapat dilakukan jika telah diketahui untuk apa energi tersebut digunakan dan berapa . C.1 Elemen pokok sistem tenaga listrik (Zuhal. Audit Energi Usaha-usaha untuk menghemat energi di segala bidang makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumber energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi. Faktor daya merupakan petunjuk yang menyatakan suatu beban. 1995). yaitu dengan menambahkan peralatan capasitor bank. impedansi dari beban tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fasa yang mengalir pada beban tersebut. Faktor daya merupakan hasil bagi dari rata-rata dengan daya nyata. Faktor daya = P V .1) Besarnya faktor daya adalah 0< Cosϕ < 1.I (3.Cosϕ = = Cosϕ V .I . Untuk mendapatkan pemakaian daya maksimal. faktor daya dapat diusahakan mendekati 1.15 Gambar 2.I V . 1995) Beban yang diberi tegangan. (Zuhal.

(Abdurarachim. Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan pada setiap bagian operasi selama selang waktu tertentu. Untuk mengukur besarnya efisiensi penghematan digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR) yang didefinisikan sebagai : (Abdurarachim. 2002) . Konsep Audit Energi Audit energi merupakan usaha atau kegiatan untuk meidentifikasaikan jenis dan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan dan mencoba mengidentifikasikan kemungkinan penghematan energi. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang audit energi atau kesetimbangan energi. Sasaran dari audit energi adalah untuk mencari cara mengurangi konsumsi energi persatuan output dan mengurangi biaya operasi.16 besarnya pemakaian energi di tiap-tiap bangunan gedung hotel atau pabrik tersebut. 2002) 1. Dengan demikian usaha-usaha penghematan dapat dilakukan. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada akhirnya audit energi didefinisikan sebagai: kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan mengidentifikasikan besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi.

b c (3.17 BCR = E. satuan uang 2. Tujuan dari survei energi adalah : 1) Untuk mengetahui pola penggunaan energi dan sistem yang mengkonsumsi kemungkinan energi serta untuk energi mengidentifikasikan (Energi Conservasi penghematan Oppurtunity = ECO) 2) Untuk mendapatkan data yang berguna bagi audit energi awal. Pada survei energi. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui kecenderungan karakteristik pemakaian energi pada suatu industri. Klasifikasi Audit Energi a. . Survei Energi (Energy Survey or Walk Through Audit) Survei energi merupakan jenis audit energi paling sederhana.% dari harga a = biaya realisasi. satuan uang.a. data-data dapat diperoleh melalui wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan penggunaaan energi pada beberapa tahun terakhir yang telah tersedia. satuan uang = potensi energi tahunan. Audit hanya dilakukan pada bagian-bagian utama atau pengguna energi terbesar.2) keterangan : E a b c = biaya energi tahunan. % dari harga E = realisasi biaya energi yang dapat dihemat.

Hasil laporan hanya berupa rekomendasi atau usulan mengenai bagian-bagian yang perlu dilakukan audit rinci atau bagian-bagian yang telah optimal penggunaan energinya. d) Mengamati gas pembuangan pembakaran. b) Meneliti adanya kebocoran c) Mengamati alat-alat ukur dan alat kendali yang tidak bekerja. e) Dan lain-lain 3) Mengamati prosedur operasi dan perawatan yang biasa dilakukan dalam industri/pabrik atau gedung tersebut. Kegiatan audit energi awal meliputi: 1) Pengumpulan data-data pemakaian energi yang tersedia 2) Mengamati kondisi peralatan. b. penggunaan energi beserta alat-alat ukur yang berhubungan dengan monitoring energi seperti: a) Memeriksa kondisi isolasi yang rusak atau hilang. Audit Energi Awal atau Audit Energi Singkat (Preliminary Energy Audit = PEA) Tujuan dari audit energi awal (PEA) adalah untuk mengukur produktifitas dan efisiensi penggunaan energi dan mengidentifikasikan kemungkinan penghematan engergi (ECO’s). penggunaan. .18 pabrik atau gedung.

c. yaitu untuk mengetahui kegiatan manajemen energi dan kriteria pengambilan keputusan dalam investasi penghematan energi Hasil PEA biasanya berupa laporan mengenai sumber-sumber kebocoran / kehilangan energi seperti adanya isolasi yang tidak sempurna. Audit Energi Rinci atau Energi Penuh (Detailed Energy Audit or Full Audit) Audit energi rinci (DEA) adalah audit energi yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat ukur yang sengaja dipasang pada peralatan untuk mengetahui besarnya konsumsi energi. Hal ini dilakukan dengan menerapkan balans energi pada komponen atau sistem. .19 4) Survei energi manajemen. meskipun sebenarnya audit energi ini dapat dilakukan sendiri. temperatur. kebocoran fluida atau alat ukur pengendali yang tidak bekerja. laju aliran fluida atau bahan bakar dan konsumsi energi listrik. rekomendasi perbaikan ringan yang harus dilakukan. Data-data pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung besarnya konsumsi energi. Kegiatan ini diikuti dengan analisis rinci penggunaan energi beberapa sistem. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan. Tujuan dari audit energi ini untuk mengevaluasi kemungkinan penghematan energi (ECO’s). Audit energi rinci biasanya dilakukan setelah PEA. asalkan kegiatan yang tercangkup dalam PEA dilakukan pada awal kegiatan audit.

D. Pendingin ini berfungsi untuk menciptakan kondisi nyaman bagi beberapa aktivitas manusia. Faktor kenyamanan .20 Hasil DEA berupa rekomendasi perubahan-perubahan sistem atau komponen yang diperlukan dengan didasari oleh bukti-bukti perhitungan agar diperoleh penghematan energi dan penghematan biaya energi beserta cara-cara implementasinya. Sistem Pengkondisian Udara Pengadaan suatu sistem pengkondisian udara adalah agar tercapai kondisi temperatur. 1. untuk proses pengkondisian udara yang berupa pendinginan banyak sekali digunakan. Pada bangunan besar biasanya menggunakan sistem pengkondisian udara central. Faktor Pemilihan Sistem Pengkondisian Udara a. kelembaban. kebersihan. pendinginan. Suatu sistem pengkondisian udara bisa berupa sebuah sistem pemanasan. dan ventilasi. Sistem tersebut mungkin terdiri dari satu atau lebih mesin pendingin air (water-chiling plants) dan mesin pemanas air (secara tradisional berupa sebuah ketel) yang diletakkan di dalam suatu ruangan mesin. Ruangan yang dikondisikan mengunakan satu atau lebih sistem saluran udara segar dan udara balik atau dapat juga dalam bentuk aliran air panas atau dingin melalui pipa ke penukar kalor (heat exchangers) yang terdapat pada ruangan tersebut. dan distribusi udara dalam ruangan dapat dipertahankan pada tingkat keadaan yang diharapkan. Untuk kondisi iklim indonesia (tropis).

b. mudah dalam perawatan. suatu sistem pengkondisian udara yang baik adalah dengan biaya total serendah-rendahnya. Parameter itu antara lain meliputi temperatur bola basah dan bola kering dari udara.21 Faktor kenyamanan dalam ruangan sangat tergantung pada beberapa parameter yang bisa diatur oleh sistem pengkondisian udara. Faktor operasi dan perawatan faktor yang secara umum yang menjadi pertimbangan adalah faktor konstruksi yang mudah dimengerti susuanan dan cara menjalankannya. Semua parameter di atas diatur sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi pada ruangan yang dikondisikan. tingkat efisiensi yang tinggi. Secara lebih detail hal ini terkait dengan beberapa kontruksi yang sederhana. kebersihan udara. Dari sudut pandang faktor ekonomi. maka sistem pengkondisian udara yang baik adalah sistem yang mampu menciptakan kondisi nyaman yang merata pada semua komponen yang dikondisikan dalam ruangan. kualitas ventilasi maupun tingkat kebisingannya. bau. Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan antara lain adalah biaya awal untuk pemasangan serta biaya operasi dan perawatan untuk sistem setelah peralatan itu difungsikan. aliran udara. mudah . c. Dari sudut pandang kenyamanan.

Suplai Duct Suplai Udara/Outlet 22. kering. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b.60 c RUANG Filter Fan Coil Evaporator Return Duct 35 0 c Gambar 2. Udara dari dalam ruangan kembali ke return out let (grill/lubang isap) masuk ke ducting return (saluran kembali) dan melalui filter untuk pembersihan udara masuk melewati celah-celah/ permukaan coil evaporator (koil pendinginan) dan kembali digerakkan Fan (kipas udara). panas. Udara dingin digerakkan oleh Fan masuk reducting (saluran udara) dan melalui out let (lubang keluar) udara masuk ke dalam ruangan.22 direparasi jika terjadi kerusakan. Proses Pengkondisian Udara FCU a. Kondisi udara dalam ruangan dapat dalam keadaan sangat dingin. kecepatan udara tinggi atau tidak ada gerakan udara.2 Prinsip Kerja Air Conditioning . 2. dapat melayani perubahan kondisi operasi. lembab.

Komponen Sistem Pengkondisian Udara yang Dilalui Sirkulasi Udara a. b. Jumlah aliran udara dan kecepatan udara harus diatur. c. Supply out let (lubang keluar) Supply out let (lubang keluar) berfungsi untuk megatur arah aliran udara dari fan. d. agar memperoleh sirkulasi udara yang baik. e. Supply Duct (saluran udara keluar) Supply Duct (saluran udara keluar) berfungsi untuk saluran udara dingin dari fan ke dalam ruangan. udara ruangan atau gabungan dari udara luar dan udara ruangan. Udara yang dialirkan fan dapat berupa : udara luar. sehingga udara terdistribusi ke seluruh ruangan. Ruangan yang didinginkan Ruangan harus tertutup. jumlah out let turut menentukan. Return out let (lubang isap) Biasanya terletak berlawanan dengan supply out let. Filter (saringan udara) Berfungsi untuk membersihkan udara dan membuang debu/ kotoran . Untuk kenyamanan. Fan (kipas udara) Kipas udara berfungsi menggerakkan udara dari atau ke dalam ruangan.23 3. sehingga udara dingin dalam ruangan tidak terbuang keluar dan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan. f.

terdapat beban kalor yang harus ditanggulangi oleh mesin pendingin untuk mencapai tingkat temperatur dan kelembaban yang diinginkan. 2) Kalor yang bersumber di dalam ruangan itu sendiri (beban kalor interior. Beban Kalor Pendinginan Udara Beban usaha penyegaran udara dalam hal ini untuk pendinginan udara. Beban kalor ruangan Kompenan utama beban kalor ruangan terdiri dari: 1) Kalor yang masuk dari luar ruangan ke dalam ruangan (beban kalorperimeter. fiber glass atau elektro statik g. ”interior heat load”). dan biasanya terbuat dari plastic. (Arismunandar.24 udara. Ditempatkan pada return duct. Cooling coil (koil pendingin) Berfungsi untuk mendinginkan udara. Udara yang masuk melewati cooling coil harus melalui filter sehingga debu tidak tertimbun pada permukaan koil.”Perimeter heat load”). Secara garis besar beban kalor yang harus diatasi adalah beban kalor ruangan dan beban kalor alat penyegar udara yang ada dalam ruangan. 4. 1991) a. Biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah fan. b. Beban kalor alat penyegar udara Jumlah kalor yang harus dilayani oleh alat penyegar udara adalah sebagai berikut: .

3 (kcal/kg) 5. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. Dari kondisi ini.nya. Dari kedua beban kalor di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan lagi dalam kategori beban kalor sensibel dan kalor laten. 1991) 1) Kipas udara listrik. maka ada penggolongan jenis kipas udara dan blower antara lain jenis blower dan kipas udara berdasarkan tekanan udara yaitu : (Arismunandar. Klasifikasi Kipas Udara dan Blower Blower dan kipas udara dalam berbagai jenis dan ukuran serta karakteristiknya bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan. 4) Kebocoran dari saluran.25 1) Beban kalor ruangan 2) Beban kalor dari udara luar yang masuk ke dalam alat penyegar 3) Beban blower dan motor. Kipas Udara dan Blower a. 2) Kipas udara. dimanfaatkan untuk memasukkan udara atmosfir. boleh dikatakan tak ada kenaikan tekanan ( 0 mm H20). Kalor laten adalah kalor/panas yang menyebabkan atau menyertai perubahan fase dari sebuah subtansi. dsb. Besarnya kalor laten adalah : (jumlah air yang menguap. kg/jam) x 597.3) . kenaikan tekanan udara biasanya dibawah 1000 mm H2O. Kalor sensibel adalah kalor/panas ynag menyebabkan atau menemani perubahan temperatur dari sebuah subtansi. (3.

diguanakan untuk memasukkan udara atmosfir. nilai tekanan total.3. Berikut ini ilustrasi pengukuran tekanan statik dan dinamik pada sebuah pipa (Arismunandar.26 3) Blower.4) . kenaikan tekanan 1000 H2O atau lebih besar. Selain tekanan statik. 1991): Gambar 2.3 Tekanan udara dan pengukuran Dari Gambar 2. Karakteristik Kipas Udara 1) Tekanan Tekanan yang ditimbulkan oleh kipas udara ada dua jenis yaitu berupa tekanan statik yang dimanfaatkan untuk mengatasi tahanan aliran melalui saluran. b. ada tekanan dinamik untuk memberikan kecepatan pada udara. tekanan statik maupun tekanan dinamik dapat dihitung sebagai berikut: a) Tekanan total (mm H2O) = tekanan statik (mm H2O) +tekanan dinamik (mm H2O) b) Tekanan dinamik (mm H2O) (3.

6) Apabila efisiensi udara adalah . m/s) 4.27 = ( Kec. Karakteristik Kipas Udara dan Tahanan Saluran Grafik 2.udara. kW)= Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120η (3. m/s) 2 x(Grafitasi Spesifi udara. dengan tekanan total Pt mm H20 adalah : (Daya udara. kg/m 3 ) [ 2 x akselerasi grafitasi (9.03 2 (3.7) c. maka : (Daya motor penggerak.8 m/s 2 )] = (Kec. kW) = Q m 3 / menit x Pt mm H 2 O 6120 (3.udara.5) 2) Daya yang diperlukan kipas udara Nilai daya teoritik (daya udara) yang diperlukan untuk mengalirkan udara sebagnyak Q m3/ menit.4 Karakteristik kipas udara dan tahanan dalam saluran .

dan bisa dijelaskan berdasarkan diagram karakteristik di atas antara lain seperti berikut : 1) Jika katup saluran diubah. maka keseimbangan sitem saluran/kipas udara berpindah dari titik A ke titik C dan volume aliran tetap di Q1. maka titik keseimbangan sistem saluran/kipas udara akan berpindah dari titik A ke titik B. Sehingga hal ini berakibat daya poros bertambah besar. diperoleh dengan mengatur damper. maka hal ini akan diikuti dengan kenaikan daya poros (kW) dari N1 ke N2. Namun kondisi kenaikan daya sebagai akibat perubahan kondisi kerja ini menyebabkan motor menjadi panas dan solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan motor listrik dengan daya nominal satu tinggkat lebih tinggi. maka putaran poros harus dinaikkan dari n1 ke n3 untuk memperoleh . misalnya hal ini karena ada kesalahan perancangan saluran atau penutup damper terlalu rapat. 2) Dari kondisi di atas yaitu terjadinya kenaikan volume. 3) Jika volume aliran Q2 dalam grafik tersebut. maka kipas udara harus bekerja pada putaran lebih tinggi dari pada yang normal.28 Beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. pemakaian daya listrik makin besar selain dari pada itu suara yang timbul juga semakin besar. sehingga volume aliran udara berubah dari titik rancangan Q1 ke Q2. 4) Jika tahanan aliran jauh lebih besar daripada titik rancangannya.

ρ P 2 = P1 x  2 ρ  1         (3.10) 4) Apabila putaran kipas udara dan volume aliran udara adalah sebuah konstata.9) 3) Daya poros sebanding dengan pangkat tiga putaran kipas udara n N2 = N1 x  2 n  1     3 (3. n P 2 = P1 x  2 n  1     2 (3. statik dan dinamik) sebanding dengan kuadrat putaran kipas udara. Hukum Kipas Udara Karakteristik kipas udara tergantung pada putarannya. d. maka tekanan daya sebanding dengan massa jenis udara.11) ρ N2 = N1 x  2 ρ  1 (3.12) .8) 2) Tekanan udara (total. Hukum kipas udara antara lain : 1) Volume aliran udara sebanding putaran kipas Q2 = Q1 x n2 n1 (3.29 titik operasi E. Hal ini berakibat daya poros naik dan bunyi semakin keras.

mm H20 Q1 = volume aliran udara sebelum terjadi perubahan. m3/menit n 2 = putaran poros setelah terjadi perubanan. kg/m3 6. mm H20 Q2 = volume aliran udara setelah terjadi perubahan. dapat dirumuskan sebagai: Q = K. kW 1 = massa jenis udara sebelum ada perubahan.jamoC) N A= luas bidang perpindahan kalor (m2) tm = perbedaan temperatur rata-rata (3. rpm N1 = daya poros sebelum ada perubahan.30 Keterangan: P1 = tekanan udara sebelum terjadi perubahan.13) . kW 2 = massa jenis udara setelah ada perubahan. tm keterangan: Q = jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran (kcal/jam) K = koefisien perpindahan kalor (kcal/m2. m3/menit n 1 = putaran poros sebelum terjadi perubanan. rpm N2 = daya poros setelah ada perubahan.A. kg/m3 P2 = tekanan udara setelah terjadi perubahan. Koil Pendingin FCU a Kapasitas pendinginan Jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran dari fluda yang hendak didinginkan.

Pompa Pompa adalah mesin yang berfungsi mengalirkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Spesifikasi pompa dinyatakan dengan jumlah fluida yang dapat dialirkan persatuan waktu dan tinggi energi angkat. Ada dua jenis koil dengan pendinginan udara yaitu expansi langsung dan expansi tidak langsung. Faktor tersebut terakhir menyatakan kemampuan pompa untuk menaikan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Tipe ini banyak dipakai untuk mendinginkan udara pada penyegar udara.31 b Koil pendinginan udara Koil pendinginan udara merupakan salah satu jenis dari evaporator. 1991). sedangkan pada jenis expansi tidak langsung udara didinginkan oleh refrigerant sekunder seperti air atau larutan garam yang mengalir dalam pipa tersebut. tinggi angkat total akan berubah jika tahanan pada pipa keluar diubah misalnya dengan cara membuka dan . (Arismunandar. Prestasi Pompa 1) Grafik karakteristik pompa Pada putaran pompa tertentu. Tipe ini koil pipa bersirip pada bagian luarnya. Pada jenis expansi langsung. a. 7. refrigeran diuapkan secara langsung di dalam evaporator. Manfaat dari sirip-sirip yang dipasang pada sisi luar pipa adalah untuk memperluas bidang perpindahan kalor yang berhubungan dengan udara. serta untuk mengatasi tahanan aliran dalam pipa.

laju aliran fluida. daya poros dan efisiensi ditunjukkan pada gambar 2.32 menutup katup. Bagian pada grafik di sekitar titik tersebut boleh dikatakan datar dan menunjukkan daerah operasi yang seharusnya banyak digunakan. Grafik karakteristik pompa yang menunjukkan saling ketergantungannya parameter putaran poros pompa. tinggi angkat total. 2) Daya pompa yang diperlukan Daya teoritik yang diperlukan untuk memompa air dengan laju aliran tertentu untuk mencapai ketinggian tertentu. Harga tersebut disebut titik efisiensi maksimum. 1991). (Arismunandar.5. daya poros dan efisiensi pompa akan berubah sesuai dengan perubahan putaran pompa. n H η P H : Tinggi energi (head) : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. Laju aliran fluida. dinamai daya air yang besarnya dinyatakan sebagai : .5 Karakteristik pompa sentrifugal Biasanya grafik eisiensi pompa merupakan garis cembung dan mencapai maksimum pada suatu laju aliran tertentu.

kW) = 0. .163 x (grafitasi spesifik air)x(laju aliran.14) Dalam persamaan di atas efisiensi pompa tergantung dari jenis pompa dan ukuran.33 (Daya air. hendaknya diingat bahwa dalam keadaan bekerja. pompa sering menghasilkan tinggi angkat yang lebih rendah dari pada harga yang dirancang. laju aliran dan kecepatan putar poros pompa. tinggi angkat total dan daya poros (Hukum Proporsional) Dengan beberapa harga putaran poros pompa (dalam daerah ± 20%).13) Sedangkan daya penggerak pompa haruslah lebih besar dari daya air. Oleh karena itu daya motor listrik harus ditetapkan berdasarkan perhitungan laju aliran 20% sampai 30% lebih tinggi. kW) (Daya poros. kW) = Efisiensi pompa (3. 1991). sehingga akan menghasilkan laju aliran yang lebih besar atupun menyebabkan pembebanan lebih besar pada motor listrik penggeraknya. 1991). Daya tersebut pertama dinamai daya poros.7 (Arismunandar. (Arismunandar. Dalam menentukan daya nominal dari mesin penggerak pompa. seperti terlihat paa Gambar 2. tinggi angkat dan laju aliran air. (Daya air. 3) Kecepatan putar poros versus laju aliran. daya poros dan efisiensi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari putaran poros. m3/menit) + (tinggi angkat total) (3.

Q  n'   n'  H’ =   .18) ’≈ b.34 n H H’ η η' P’ P H : Tinggi energi : Efisiensi P : Daya Poros n : kecepatan putar poros Volume Aliran Udara Gambar 2. Pemilihan Pompa Dalam pemilihan pompa. Yang .16) (3. data prestasi pompa yang paling diperlukan adalah perbedaan tekanan yang dapat dicapai pada berbagai laju alir.6 Karakteristik pompa pada beberapa kecepatan putar poros Kecepatan Laju aliran Putar poros air n Q n’ Q’ Hukum Proporsional : n Q’ =   .H n n N’ =   N  n'  3 2 2 Tinggi angkat H H’ Daya poros N N’ Effisiensi ’ (3.15) (3.17) (3.

Prestasi pompa harus dipertimbangkan apabila akan disambung dengan jaringan perpipaan yang akan dilayani. dan pada kondisi kerja lainnya. Kombinasi karakteristik pompa dan pipa dapat ditemukan pada grafik tekanan versus laju air.7 Prestasi Pompa sentrifugal Pipa ditrotel Perbedaan Tekanan (kPa) Pipa tidak ditrotel Titik Keseimbangan Pompa Daya Poros Gambar 2.8.35 tidak kalah pentingnya adalah data tentang daya yang dibutuhkan pada kondisi yang direncanakan. sedangkan kurva pompa yang dipakai memiliki bentuk seperti pada Gambar 2. seperti Gambar 2.7. Gambar 2.8 Kombinasi karakteristik pompa dan pipa .

karena laju air dan perbedaan tekanan antara kedua komponen mememenuhi syarat. Dalam pengoperasian kompresor perlu dipertimbangan terhadap operasinya agar kompresor tersebut dapat beroperasi sesuai dengan keinginan. 1991).36 Perbedaan tekanan yang terbentuk pada pipa naik setara dengan kuadrat laju alir. 8. . (Arismunandar. dimana energi mekanik motor penggerak berubah menjadi energi fluida berupa tekanan. Dalam pengoperasiannya perlu dipertimbangkan bebera hal antara lain kondisi operasi setiap kompresor dan sifat-sifat udara. a. Perpotongan karakteristik pipa dengan pompa pada Gambar 2. 1991) 1) Kompresor positif dengan gas diisap masuk ke dalam silinder dan dikompresikan.8 disebut sebagai titik keseimbangan. Kompresor Kompresor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida kompresibel dari satu tempat ke tempat lain dengan beda tekanan. Klasifikasi Kompresor Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama yaitu: (Arismunandar. 2) Kompresor non-positif dengan gas diisap masuk dipercepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan. gas atau gas campuran yang dikompresikan.

37 Selain dari klasifikasi utama di atas. jenis-W. bolak-balik c) Kompresor putar d) Kompresor sekrup Metode kompresi sentrifugal a) Kompresor sentrifugal satu tingkat b) Kompresor sentrifugal tingkat ganda 2) Penggolongan menurut kecepatan putar a) Jenis kecepatan rendah b) Jenis kecepatan tinggi 3) Penggolongan menurut bentuk a) Jenis vertikal b) Jenis Horisontal c) Jenis silinder banyak (jenis-V. terdapat juga pengklasifikasian kompresor yang lain. diantaranya : 1) Penggolongan berdasarkan metode kompresi Metode kompresi positif a) Kompresor torak. jenis-VV) 4) Penggolongan menurut gas refrigeran a) Kompresor ammonia b) Kompresor freon c) Kompresor CO2 . bolak-balik kerja tunggal dan kerja ganda b) Kompresor torak tingakat ganda.

secara teoritis kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai : V= λ 2 D .z. Kapasitas kompresor Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan.38 5) Penggolongan menurut konstruksi a) Jenis terbuka b) Jenis semi hermetik c) Jenis hermetik b.60 (m3/jam) 4 (3.L. kapasitas kompresor dapat .15) keterangan : D = diameter silinder (m) L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) 2) Untuk kompresor dinyatakan sebagai: putar (positif). Kapasitas kompresor dinyatakan dengan volume gas yang diisap persatuan waktu (m3/jam).n. 1) Untuk kompresor torak.

i s )  V    (kW) 860  v  (3.16) keterangan : D = diameter – dalam dari silinder rumah (m) d = diameter – luar dari silinder rotor (torak putar) (m) t = tebal silinder (m) z = jumlah silinder n = jumlah putaran poros per menit (menit -1) c.t.n.z.18) V    = G = berat gas yang dioperasikan (kg/jam) v i = entalfi gas (kcal/kg) sedangkan subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor.(D-d)2.17) keterangan : N V v = daya yang diperlukan kompresor (kW) = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) = volume spesifik gas (m3/jam) (3.39 V= λ .60 (m3/jam) 4 (3. Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor Daya yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : N= (i d . .

40 Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropic atau entropi konstan. Prestasi kompresor Karakteristik kompresor diberikan oleh pabrik pembuatnya.η m (3. (Arismunandar. 1991). sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah dilakukan.19) keterangan : N’ = daya motor penggerak kompresor (kW) N = daya kompresor isentropik (kW) c = efisiensi kompresi = efisiensi mekanik Namun dalam aplikasinya lebih baik digunakan daya motor penggerak m kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N. maka daya motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah: N’ = N η c . d. untuk mengatasi kenaikan beban karena terjadinya perubahan kondisi operasi. dan supaya dapat memberikan momen putar yang tertinggi pada waktu start. . dapat diperkirakan karakterisik kompresor lainnya yang sejenis. Dari data yang diperoleh itu. tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang berbeda.

Gas freon bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan melalui condensor. 2) Compressor (kompresor) Berfungsi mengalirkan refrigerant dari cooling coil ke condensor serta untuk meninggikan tekanan refrigerant. (Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia) b. Udara panas yang mengalir melalui permukaan pipa refrigerat dingin. sehingga timbul proses penguapan (evaporasi) dari cairan menjadi gas freon tanpa merubah temperatur freon (latent heat).Ada dua proses dalam kompresor.41 9. yaitu : a) Suction (langkah isap) : pengisapan refrigerant dari cooling coil . Sirkulasi (Rangkaian) Freon (Refrigerant) a. Komponen-komponen penting yang dilalui sirkulasi freon 1) Cooling Coil (evaporator) Berfungsi sebagai transmisi panas device. Prinsip transmisi panas pada rangkaian freon adalah : Cairan refrigerant dingin mengalir melalui coil evaporator dan mengabsorbsi panas dari udara yang melewati coil. Gas freon dialirkan ke kompresor agar mendapatkan freon tekanan tinggi. sehingga terjadi transmisi panas dari udara panas ke cairan freon melaui permukaan cooling coil. sehingga temperatur gas freon juga menjadi tinggi.

Panas dari uap freon ditransmisikan ke dalam cairan air melalui coil. b) Discharge (langkah kompresi) : penekanan uap refrigerant oleh kondensor menyebabkan tekanan uap refrigerant menjadi makin tinggi. 3) Condensor (kondensor) Berfungsi untuk menghilangkan panas refrigerant yang diabsorbsi pada cooling dan mengembangkan uap refrigerant menjadi phase cair. dan udara dingin dialirkan oleh fan. b) Proses pendinginan dengan udara (air cooled condenser) Uap freon melalui coil. Proses pemindahan panas dan proses kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa cara : a) Proses pendinginan dengan air (water cooled condensed) Uap refrigerant dialirkan melaui coil berisi air dingin. Hal ini memungkinkan proses penguapan refrigerant pada temperatur rendah. kemudian keluar dalam bentuk cairan refrigerant yang panas 4) Expantion Value (katup ekspansi) Berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant. Panas dari uap freon yang ditransmisikan ke udara dingin melalui refrigerant menuju condensor berupa uap panas.42 oleh kompresor. sehingga tekanan refrigerant pada cooling coil tetap rendah. sehingga temperatur uap refrigerant juga makin tinggi. .

9 Diagram sirkulasi freon .43 Gambar 2.

1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai 8 Mei 2007 dengan mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Semarang. 3. 3. yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada untuk kemudian dicari solusi penghematan konsumsi energi jika tingkat konsumsi energinya melebihi standar baku yang ada.2 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explorasi dan studi literatur dan dilakukan konservasi energi.3 Variable Penelitian Variabel penelitian meliputi jumlah pemakaian energi berdasarkan audit energi awal dan audit energi rinci serta peluang penghematan berdasarkan kondisi di lapangan. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi yaitu suatu metode untuk mengitung tingkat konsumsi energi suatu gedung atau bangunan. Pada audit energi rinci akan dihitung IKE berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara detail 44 . Pada audit energi awal akan dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tiap satuan luas yang dikondisikan (net area) sesuai pemakaian berdasarkan data historis hotel.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.

tachometer. Dokumentasi bangunan 1) Denah bangunan seluruh lantai 2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai . Sedangkan untuk mengetahui kondisi sistem pengkondisian udara menggunakan alat ukur anemomete. Pelaksanaan audit awal dan audit rinci adalah sebagai berikut : A. 3. volt meter.4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk menghitung pemakaian energi di Hotel Santika Premiere adalah digital clamp meter. audit energi pada bangunan gedung pada intinya terdiri dari dua bagian. Data-data yang diperlukan pada audit energi awal meliputi : a. higrometer.45 dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya. Audit Energi Awal Kegiatan audit energi awal meliputi: Pengumpulan data energi bangunan dengan data-data historis yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. Bahan yang digunakan adalah Axton 10 yaitu chemical yang berfungsi untuk membersihkan kotoran pada kisi-kisi evaporator. digital clamp meter. yaitu : audit energi awal dan audit energi rinci. kWH meter. 3.5 Jalannya Penelitian Sebagaimana yang disarankan Departemen Pertambangan dan Energi.

Tingkat hunian bangunan (occupancy rate). Intensitas Konsumsi Energi bangunan e. Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm). Daya listrik total yang dibutuhkan c. d. Biaya pemakaian energi bangunan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui besarnya pemakaian energi pada suatu sistem (bangunan). Rincian luas bangunan dan luas total bangunan (m2). c. lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya sambungan daya dari PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set (Genset). b. Pada hakekatnya Intensitas Konsumsi Energi ini adalah hasil bagi antara konsumsi energi total selama periode tertentu (satu tahun) dengan luasan bangunan. Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. Daya listrik terpasang per m2 luas lantai untuk keseluruhan bangunan. Satuan IKE adalah kWH/m2 per tahun. Berdasarkan data bangunan dan data energi seperti disebutkan di atas dapat dihitung: a. b. Namun energi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah energi listrik. .46 3) Diagram garis tunggal listrik.

Dan besarnya target IKE di atas merupakan nilai IKE listrik per satuan luas bangunan gedung yang dikondisikan (net). . IKE listrik per satuan luas total gedung yang dikondisikan (net). IKE untuk hotel / apartemen d. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ASEAN-USAID pada tahun 1987 yang laporannya baru dikeluarkan tahun 1992. Istilah-istilah tersebut di atas dimaksudkan sebagai alat pembanding besarnya IKE antara suatu luasan dalam bangunan terhadap luasan lain. IKE untuk rumah sakit : 240 kWH/m2 per tahun : 330 kWH/ m2 per tahun : 300 kWH/ m2 per tahun : 380 kWH/ m2 per tahun Dalam menghitung IKE listrik pada bangunan gedung. antara lain : a. IKE listrik per satuan luas kotor (gross) gedung. target besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik untuk Indonesia adalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) a.47 Dan pemakaian IKE ini telah ditetapkan di berbagai negara antara lain ASEAN dan APEC. d. c. b. IKE listrik per satuan luas ruang dari gedung yang disewakan (net product). IKE untuk perkantoran (komersil) b. ada beberapa istilah yang digunakan. Luas kotor (gross) = Luas total gedung yang dikondisikan (berAC) ditambah dengan luas gedung yang tidak dikondisikan. IKE untuk pusat belanja c.

48 Gambar 3.1 Bagan alur proses audit energi bangunan .

Dan kegiatan audit energi rinci ini meliputi: 1.49 B. Penelitian energi 1) Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai standar yang ditentukan. .3 untuk rumah sakit. Penelitian dan pengukuran konsumsi energi a. sehingga dapat diketahui peralatan penggunaan energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar.1 untuk peralatan perkantoran tabel 3. 2) Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan.2 untuk hotel/apartemen dan tabel 3. 3) Contoh profil penggunaan energi pada bangunan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah ditunjukkan pada tabel 3. Audit Energi Rinci Audit energi rinci dilakukan apabila nilai IKE bangunan lebih besar dari target nilai IKE standar. Rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Hemat Energi (THE) yang dibentuk oleh pemilik/pengengola bangunan gedung dilaksanakan sampai diperolehnya nilai IKE sama atau lebih kecil dari target nilai IKE standar untuk perhotelan di Indonesia dan selalu diupayakan untuk dipertahankan atau diusahakan lebih rendah di masa mendatang.

50

4) Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil

penggunaan energi bangunan. Tabel 3.1 Profil penggunaan energi untuk peralatan kantor Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Pompa air Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 66 17.4 3.0 4.9 8.7 100

Tabel 3.2 Profil penggunaan energi untuk peralatan hotel/apartement Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Cleaning and laundry Utilitas Lain-lain TOTAL Penggunaan Energi (%) 48.50 16.97 8.05 5.32 18.67 2.49 100

51

Tabel 3.3 Profil penggunaan energi untuk peralatan rumah sakit Jenis Peralatan Air conditioning Pencahayaan Lift Fasilitas medis Utilitas Lain-lain TOTAL b. Pengukuran energi Pengukuran yang dilakukan adalah dengan mengukur pemakaian energi tiap unit peralatan yang bekerja di Hotel Santika Premiere Semarang. 2. Mengenali kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Hasil pengukuran selanjutnya ditindaklanjuti dengan perhitungan besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan. Besarnya IKE hasil perhitungan dibandingkan dengan IKE standar atau target IKE. Apabila hasilnya ternyata sama atau kurang dari target IKE, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau bila diteruskan dengan harapan dapat diperoleh IKE yang lebih rendah lagi. Namun sebaliknya jika hasilnya lebih besar dari target IKE berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Penggunaan Energi (%) 56.60 18.99 3.46 11.62 3.82 5.51 100

52

3. Analisis Peluang Hemat Energi (PHE) Apabila peluang hemat energi ini telah dikenali sebelumnya, maka perlu ditindak lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan. Penghematan energi pada bangunan gedung tidak dapat diperoleh begitu saja dengan cara mengurangi kenyamanan penghuni ataupun produktivitas di lingkunan kerja. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha-usaha: a. Mengurangi sekecil mungkin pemakaian energi (mengurangi kW dan jam operasi). b. Memperbaiki kinerja peralatan c. Penggunaan sumber energi yang murah. 4. Laporan dan rekomendasi : a. Laporan Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian berikut : 1) Ringkasan Ringkasan ini berisi tentang : a) Uraian pekerjaan yang dilakukan b) Langkah-langkah yang direkomendasikan yang telah diteliti dengan baik dari segi teknis maupun ekonomis.

3) Manajemen energi Pandangan umum tentang energi kaitannya dengan kegiatan manajemen dan tingkat kesadaran tentang energi. 2) Latar belakang Bagian-bagian ini merupakan faktor penting yang terkait dengan audit energi yang dikerjakan dan direkomendasikan yang akan diterapkan. Rekomendasi Rekomendasi yang akan diajukan mencangkup masalah-masalah sebagai berikut : (Direktorat Pengembangan Energi) 1) Manajemen energi Yaitu di dalamnya termasuk : a) Program manajemen yang telah diperbaiki.53 c) Langkah-langkah yang kelihatan menguntungkan tetapi perlu penelitian lebih lanjut. b. 5) Pemanfaatan energi Mencangkup performansi penggunaan energi neraca energi dan biaya energi. . d) Rencana-rencana implementasi yang direkomendasikan. 4) Pelaksanaan audit energi Mengindikasikan catatan-catatan penggunaan energi apa saja yang ada dan bagaimana kinerja peralatan energi di bangunan dipantau.

c) Langkah-langkah dengan investasi kecil. c) Cara meningkatkan kesadaran penghematan energi. 2) Pemanfaatan energi Yaitu di dalamnya terdapat : a) Langkah-langkah perbaikan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya. misalnya merubah prosedur pengoperasian. d) Langkah-langkah dengan investasi besar.54 b) Implementasi audit energi yang lebih baik. b) Langkah-langkah perbaikan dengan biaya yang rendah. .

Untuk luasan area Hotel Santika Premiere Semarang. dengan memanfaatkan data historis energi (data yang diperoleh tanpa hasil pengukuran) serta datadata bangunan yang telah tersedia luasan area kotor serta luasan area hotel yang dikondisikan. Pendahuluan Dalam perhitungan audit energi awal ini. Selain itu. Denah Tanpak Gedung dan Jaringan Gedung Denah gedung secara detail bisa dilihat di lampiran. juga akan dianalis apakah IKE pada Hotel Santika Premiere Semarang telah sesuai dengan target atau standar IKE untuk perhotelan di Indonesia. B.BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 4. Apabila standar IKE maka pelaksanaan audit energi akan dilanjutkna ke tahap selanjutnya yaitu audit energi rinci.1 Audit Energi Awal A. akan ditampilkan gambaran siklus pemanfaatan energi yang terjadi pada Hotel Santika Premiere Semarang.000 m2 dan komposisi luas bangunan Hotel Santika Premiere Semarang sebagai berikut: 55 . memiliki luas tanah tempat usaha 1. akan dicari nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) pada hotel Graha Santika Semarang. Dalam analisisnya.

57 2 Net Area(conditioned) (m2) 3.85 751.85 610.06 11.18 394.02 2.85 610.9 426.06 99. dan LPJ.085 610.73 910.195.85 610.85 610.07 keterangan Non room Non room Non room Room Room Room Room Room Room Room Room Room Non room C.01 2. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan sumber energi listrik yang disuply dari PLN dengan golongan tarif menengah.56 Tabel 4.085 610. solar.85 610.373.85 610.85 751.85 610.5 11.815. Dalam rangka kebutuhan energi ini mekanisme yang dipakai untuk pengadaannya bisa dijelaskan sebagai berikut.18 394.85 610.1 Komposisi Luas Bangunan Hotel Santika Premiere Semarang Brutto No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Area Lantai Dasar Lantai Satu Lantai Dua Lantai Tiga Lantai Empat Lantai Lima Lantai Enam Lantai Tujuh Lantai Delapan Lantai Sembilan Lantai Sepuluh Lantai Sebelas Lantai dua belas Area (m ) 3.195.596.73 910.85 610. Sistim Distribusi Energi Energi yang dimanfaatkan oleh Hotel Santika Premiere Semarang antara lain: listrik.85 610.253. Adapun pendistribusian energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang adalah sebagai berikut : Suplai listrik dari PLN yang merupakan listrik tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan .9 426.

Setelah dari MVMDB kemudian tegangan diturunkan lagi dengan trafo penurun tegangan dengan kapasitas 1000 kVA 20 kV/0. maka dengan segera genset akan beroperasi dan sebaliknya jika ada aliran arus listrik dari PLN.57 menengah melalui trafo penurun tegangan (step down trafo) dan masuk ke MVMDB (Medium Volt Main Distribution Bar).4 kV dan trafo ini berjenis tiga fase lalu diteruskan ke LVMDB (Low Volt Main Distribution Bar) dan setelah dari LVMDB energi listrik sudah menjadi tegangan rendah dan siap didistribusikan ke bar-bar/panel di tiap-tiap unit pada Hotel Santika Premiere Semarang. . dan berjenis 3 phasa dan satu netral. Dan pemanfaatan genset ini diperlukan hanya dalam keadaan darurat yaitu pada saat listrik PLN padam. Selain disuplai dari PLN kebutuhan energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang menggunakan dua generator set (genset) yang memiliki kapasitas 900 kVA. hotel melakukan pembelian secara berkala karena memang pada setiap pembelian selalu dialokasikan untuk rentang waktu yang cukup lama dalam penggunaan. Namun untuk tujuan dan pada kondisi tertentu pengoperasiannya dapat dilakukan secara manual. Sedangkan untuk pengadaan solar. Setiap genset memiliki kapasitas 450 kVA tipe DKBN 80/450 – 4 TS. Dan prinsip pengoperasian antara genset dengan suplai listrik dari PLN dilakukan secara otomatis (automatical switcher) yaitu jika arus listrik dari PLN yang masuk ke MVMDB lebih kecil atau tidak ada. maka genset akan mati.

180 251.000 kWH 150.853.428 209.251 ENERGY COST 199.000 56.000 260.805 2.000 49.441.897.018.675 194.000 298. Tabel 4.2 Data Konsumsi Energi Listrik Tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata LWBP (kWH) 204.000 Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Bulan Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Gambar 4.000 2.000 233.480 204.378 Total kWh 250.000 286.150 250.670 55.000 3.818.130 290.094 209.000 211.670 46.440 309.750 234.000 53.805 198.236 Data Rekening Konsumsi Energi Listrik Hotel Santika Primere Semarang 350.000 53.118.530.850.840.000 309.220.000 281.470 238.000 54.000 200.000 628.420.420 235.545 210.660 52.750 198.150 301.000 286.745 213.010 287. Data Konsumsi Energi Berikut ini adalah data-data konsumsi energi serta alokasinya di Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun : (periode bulan Januari Desember 2006).447.480 246.897.580 286.000 250.520 56.470 205.843.000 50.096.710 307.000 252.381.833 210.000 53.000 100.000 238.920 252.691 194.911.441.470 234.675 222.160 50.000 50.000 244.000 231.000 291.540 52.950 234.184.1 Grafik Pemakaian Energi Listrik Hotel Santika Premiere Semarang LWBP (kWH) WBP (kWH) Total kWh .873 WBP (kWH) 46.58 D.530 55.000 300.930 233.000 233.

581.652.234 21.000.113.540 3.946.2 Grafik Konsumsi Solar ( Fuel) Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .984.946.890.460 16.926 2.071 2.8 2.635 8.354 12.706 2.854 15.854 8.000 15.710 13.892 Grafik Konsumsi Solar di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 Jumlah Konsumsi (Rp) 25.785.672.690 2.754.498.325 10.000.594 2.881 21.344 9.566 3.829.000.850 14.59 Tabel 4.000 20.263.887 1.633 Total Biaya Solar(Rp) 13.817.690 1.3 Data Konsumsi Solar (Fuel) tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata (Liter) 2.058.113.000 5.889 2.880 16.285 3.889 31.807.000 Ja n06 Se p06 N op -0 6 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Total Biaya Solar(Rp) Bulan Gambar 4.354 165.000.116 10.000 10.000.000 2.777 13.249 2.

000 4.618.027.651 Biaya Air sehat (Rp) 7.979 6.872.795 512.000 2.040 78.119.510 1.212 131.750.000 0 M ei06 N o p -0 6 M a r-0 6 Ja n -0 6 S e p0 6 Ju l-0 6 Bulan Biaya deep well (Rp) Biaya Air sehat (Rp) Biaya PDAM (Rp) Total biaya (Rp) Gambar 4.470 131.000.000 4.250.000 2.183 6.470 1.300.431 5.827 5.950.406.000.080.3 Grafik konsumsi air Hotel Santika Premiere Semarang Periode 2006 .115 518.000 2.970 9.521.389.518.563.040 3.500 2.000.314.749.661.598.60 Untuk konsumsi energi yang berhubungan dengan penyediaan air dapat dihitung sebagai berikut : Tabel 4.120 2.040 1.510 1.700 1.410 1.410 7.512 730.102.000 6.700.4 Data Konsumsi air periode 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Maksimum Minimum Total Rata-rata Biaya deep well (Rp) 2.076.500 1.120 6.000 10.500 7.431 17.000 5.671 1.010 1.972.325 479.750.950.000.825 1.015 499.927.520 8.137.932 Konsumsi Air di Hotel Santika Primere Semarang Periode 2006 J m h k nu s ( p ul a o s mi R ) 12.000 6.000.417 1.500 4.417 Total biaya (Rp) 2.639.025 7.604.936.835.967 Biaya PDAM (Rp) 529.114.000 5.888.120 334.071.936.972.000 54.443.521.102.711.431 1.689.000 8.598.940 8.021 2.306.364.295 5.767 1.500 1.390.021 9.608.000 4.015 7.000 4.000.000 7.114.000 6.000.546.511.

tahun baru atau liburan sekolah.02 %.70% 64.31% 56. Data Tingkat Hunian (Occupancy Rate) Tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang dengan hotel yang lain cukup bervariasi.97% 72.5 Occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06 Rata-rata Occupancy Rate (%) 57.02% . Dari data occupancy rate tahun 2006 dapat dilihat pada table 4.24% 67.39% 67.24% 67.89% 75.5 dan dapat dihitung bahwa rata-rata tingkat hunian di Hotel Santika Premiere Semarang adalah 67.61 E.57% 76.30% 64. Namun dari data yang ada dapat ditarik garis besar bahwa tingkat hunian di hotel sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda baik itu yang ada di hotel maupun maupun agenda hari libur pekanan maupun libur besar yang ada seperti hari raya. Tabel 4.20% 65.69% 65.79% 70.

00% 40.4. Data Tingkat Konsumsi Energi Dari data yang tertera pada tabel 4.2 langsung dapat dihitung jumlah kWH total yang dikonsumsi hotel selama tahun 2006 dan juga jumlah total biaya yang harus dibayar untuk pengadaan energi listrik pada periode tersebut. bisa dihitung tingkat konsumsi energi pada masing-masing jenis energi yang terpakai oleh hotel.010 kWH dan ini senilai dengan Rp 2. Konsumsi energi listrik Dari tabel 4.530.00% 0.00% % 60. Perincian data tersebut dapat dijelaskan seperti berikut: 1.00% 80. Total kWH adalah 3.00% 20. .2 sampai pada tabel 4.118.447.00% Ja n06 M ar -0 6 M ei -0 6 Ju l-0 6 Se p06 N op -0 6 Bulan Occupancy Rate (%) Gambar 4.00.62 Occupancy Rate Hotel Santika Primere Semarang tahun 2006 100.833.4 Grafik occupancy rate Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 F.

.00 / kWH x 5 jam = Rp 4.00 jam/kWH LWBP = 452.358.00 jam/kWH Sehingga tarif rata-rata per kWH per jam didapatkan sebesar : = Rp 13.770.358.3.00 jam/kWH + = Rp 13. Jumlah solar yang terpakai selama periode 2006 adalah sebanyak 31.00 jam/kWH 24 jam = Rp 556. Tarif LWBP (Lewat Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga 452.00 / kWH jam berlaku pukul 17:00 s/d 22:00 WIB (5 Jam) b.588. Untuk mengetahui nilai tarif rata-rata listrik yang berlaku di Hotel Santika Premiere adalah sebagai berikut : WBP = Rp 954.00 / kWH.594 liter. Biaya untuk pengadaan solar selama periode tersebut adalah sebesar Rp 165.58 / kWH 2.00 / kWH x 19 jam Total = Rp 8.710. Tarif WBP (Waktu Beban Puncak) per kWH dari PLN Harga Rp 954.00.058. dapat dihitung jumlah solar terpakai dan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaanya. Konsumsi solar Berdasarikan tabel 4. jam berlaku pukul 22:00 s/d 17:00 (19 jam).63 Biaya pemakaian listrik a.

64

3.

Konsumsi air Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui berapa besar penggunaan air di Hotel Santika Premiere Semarang selama tahun 2006. Untuk

pengorerasian deep well sebesar Rp 17.119.671,00, Biaya PDAM sebesar Rp 7.306.512,00, biaya air sehat sebesar Rp 54.137.000,00.

Tabel 4.6 Prosentase pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006
Energi Listrik Solar Air Total Total Rp/tahun 2.530.118.833 165.058.710 78.563.183 2.773.740.726 Persen 91% 6% 3% 100%

Prosentase Konsumsi Energi pada tiap unit di Hotel Santika Primere tahun 2006

5,95 2,83

91,22 Listrik Solar Air

Gambar 4.5 Grafik prosentasi pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang tahun 2006 Jika dilakukan analisis dari diagram pemakaian energi di Hotel Santika Premiere Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya konsumsi energi terutama energi listrik cukup besar yaitu sebesar 91,0 % s/d 91,22 % dan

65

menempati posisi pertama dalam biaya pemakaian energi yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dibandingkan biaya konsumsi energi yang lain. Oleh karena itu audit energi diutamakan pada audit energi listrik. Maka untuk pembahasan nantinya audit energi akan diprioritaskan pada energi listrik. Sehingga penghematan yang didapatkan dari audit energi kali ini akan sangat signifikan bagi pihak hotel. G. Menghitung IKE Dari data konsumsi energi dan data luasan bangunan serta tingkat occupancy rate di hotel, maka dapat dihitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Hotel Santika Premiere Semarang selama satu tahun dengan periode bulan Januari s/d Desember 2006. Adapun perhitungannya sebagai berikut: IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room) 3.447.010 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

=

= 341,683 kWH / m2 year Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik mula-mula per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 341,683 kWH / m2 year. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan untuk perhotelan adalah 300 kWH / m2 tahun. Maka IKE Hotel Santika Premiere Semarang lebih besar daripada target IKE listrik atau dapat dikatakan pemakaian energi

66

listrik di Hotel Santika Premiere Semarang terlalu berlebihan, sehingga perlu dilakukan audit rinci lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan besar IKE akhir yang mendekati atau kurang dari target IKE atau kalaupun lebih dari target IKE tapi lebih rendah dari mula-mula. Berdasarkan data hasil audit energi awal di atas, maka untuk proses audit energi serta melakukan saving cost yang cukup significant maka untuk proses audit energi rinci akan lebih dititik beratkan pada energi listrik. 4.2 Audit Energi Rinci Dari hasil perhitungan data historis hotel dapat dilihat bahwa penyumbang terbesar dalam hal jumlah energi yang dikonsumsi dan berimbas pada besarnya biaya pengeluaran adalah energi listrik yaitu sebesar 90 %. Energi listrik untuk pengkondisian udara mencapai 60% dari total konsumsi energi listrik. Disamping itu, dari analis audit energi awal, juga diperoleh harga IKE (Intesnsitas Konsumsi Energi) cukup besar bahkan melebihi target IKE untuk perhotelan di Indonesia yaitu sebesar 341,683 kWH/ m2 year dari 300 kWH/m2 year. Oleh karena itu pada bab ini akan diukur berapa besar konsumsi energi listrik sesunguhnya dan diharapkan dari pengukuran ini dapat mendekati proses yang sebenarnya (mendekati sistem) serta menghitung besar IKE listrik dari hasil pengukuran yang dilakukan pada Hotel Santika Premiere Semarang.

digunakan data arus yang diukur pada masingmasing sub panel.67 Untuk pengecekan serta penghitungan nilai konsumsi listrik (energi listrik) yang sebenarnya. Data dan perhitungan 1. Dan usaha-usaha penghematan yang akan dilakukan nantinya akan lebih difokuskan pada peralatan yang menggunakan energi listrik yang sangat besar. Data dan hasil pengukuran Perhitungan energi listrik dilakukan dengan menggunakan data berdasarkan pada nilai terukur yang terbaca pada kWH meter di tiap-tiap unit yang terletak pada ruang kontrol panel (control panel room) dan melakukan pengukuran langsung menggunakan digital clamp meter di Hotel Santika Premiere Semarang. yang dilakukan pada kWH meter di ruang . Jika hasil dari penghitungan IKE listrik berdasarkan data arus dan kWH meter terukur pada Hotel Santika Premiere Semarang nantinya masih lebih besar dari target IKE listrik. megalami kesulitan dalam pengukuran besarnya arus. Untuk mengukur arus. A. maka akan dilakukan usaha-usaha untuk penghematan energi yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang. Dalam melakukan pengukuran arus dengan meggunakan digital clamp meter. Hal ini dimaksudkan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk penghematan energi akan sangat berarti (signifikan) dan tentunya akan berimplikasi pada penghematan anggaran pengeluaran. digunakan peralatan seperti tang ampere baik itu digital maupun analog dan pencatat waktu yaitu jam.

4 R 6.4 7.1 3.5 1.8 2.6 4.9 2.1 6.7 4.6 2.5 15 145 240 22.7 2 115 136.1 6.5 12 160 240 22.7 4.3 S 4.1 5.2 4.5 5.5 455. sehingga mempersulit dalam pengukuran arus dengan tang amper. Kesulitan itu disebapkan karena celah kawat antar fasa pada tiap unit terlalu kecil.9 6. Peralatan-peralatan yang disediakan adalah jam tangan dan Digital Clamp Meter yang berfungsi untuk mengukur arus. Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 7 Januari 2007 pada pukul 23:00 WIB.1 5.2 140 240 22.8 5.6 6.7 T 4.8 4.9 ME 3 ME 4 ME 5 ME 6 ME 7 ME 8 ME 9 ME 10 ME 11 SDP Chiller Pomp Chiler Total Arus MCB UTAMA PeneTenarangan ga 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 40 32 32 32 32 32 300 400 950 63 .2 6.3 4.7 1.2 95 137.4 0.9 8.8 4.68 kontrol panel.6 5.5 3.6 105 140.5 0.8 0.4 T 1.7 1 2.1 6.9 1.5 479.5 456.9 6.9 S 5. Berikut ini adalah data hasil pengukuran konsumsi energi listrik pada Hotel Santika Premiere Semarang: Tabel 4.6 1.6 6.3 5.1 3.1 6.6 13.5 4.9 0. sedangkan untuk kWH cukup dengan melakukan pengamatan langsung.6 6.9 5.4 4.7 Tabel Hasil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Arus Unit Penerangan (Amper) Lokasi Arus Unit Tenaga (Amper) R 3.

53 3516.6 Grafik pengukuran arus listrik di Hotel Santika Premiere Semarang Tabel 4.1 3542.75 rata-rata perhari : Pemakaian (x1000) 10.69 Grafik Pengukuran Arus Listrik 300 Arus (A) 250 200 150 100 50 0 C Po hil m ler p.8 Tabel Pengukuran kWH meter di Hotel Santika Premiere Semarang Nilai Terbaca kWH(x1000) 3477 3487.36 3534.34375 kWH Tanggal 07/01/2007 08/01/2007 09/01/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/01/2007 13/01/2007 14/01/2007 15/01/2007 2 Perhitungan dan Analisis Dari data kWH meter diatas apabila diambil nilai rata-rata perhari. nilai kWH ini .8 3551.7 kWH/hari .04 10.19 8. maka akan didapatkan nilai sebesar 9.343.04 3497.64 9.74 8. C hi le r 3 6 5 7 8 M E 9 M E 10 M E 11 4 M E M E M E M E M E M E SD P R S T Lokasi Gambar 4.17 3525.19 3506.34 9.7 8.95 9.15 9.

70

berada pada bulan Januari 2007 dengan tingkat hunian (occupancy rate) 57,29 % sehingga untuk satu bulan ini kWHnya adalah : = 9.343,7 kWH x 31 hari = 289.654,7 kWH Untuk bulan Februari tingkat huniannya 70,70 % dan bulan-bulan selanjutnya digunakan metode pendekatan sebagai berikut : =

70,70 x 289.654,7 kWH = 357,45 kWH 57,29

Sehingga dapat dihasilkan nilai kWH total sebagai berikut : Tabel 4.9 Konsumsi energi listrik per bulan Hotel Santika Premiere Semarang
Occupancy Rate (%) 57,79% 70,70% 64,39% 67,69% 65,30% 64,57% 76,97% 72,24% 67,31% 56,20% 65,89% 75,24% Total :

Bulan Jan-06 Feb-06 Mar-06 Apr-06 Mei-06 Jun-06 Jul-06 Agust-06 Sep-06 Okt-06 Nop-06 Des-06

kWH 292.182,67 357.454,83 325.551,86 342.236,46 330.152,77 326.461,93 389.155,56 365.240,98 340.315,20 284.143,73 333.135,77 380.408,79 4.066.440,54

Sehingga nilai IKE bisa dihitung yaitu sebesar : IKE =

kWH total ( Occ.Rate x Area Room) + (Area non Room)

71

=

4.066.440,54 (0,6702 x 5.237,24) + 6.578,33

= 403,08 kWH / m2 year Dan untuk besarnya IKE terhadap luas bangunan lainnya dapat disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut : Tabel 4.10 Besar intensitas konsumsi energi hasil pengukuran di Hotel Santika Premiere Jenis Area Area dikondiskan Luas lantai (m2) 11.596,07 kWH /m2 .tahun 403,08

Profil penggunaan energi tiap unit dapat dikelompokkan menjadi beberapa unit yaitu : a. Unit Tenaga : 1) AC (Air Condiditoner) yang meliputi Chiller, AHU, FCU, AC Split. 2) Motor-motor listrik : Pompa - pompa, Lift, Mesin Loudry. 3) Sistem Pendingin yang lain yang meliputi: Ice machine, Refree 2 pintu, Under counter 3 pintu, dll. b. Unit Penerangan 1) Public Area : Penerangan Parkir, lampu taman, lampu-lampu di lantai dasar, lantai1 dan lantai 2, penerangan di ruang-ruang

meeting seperti di ruang borobudur. 2) Guest Room yang terdiri dari ME3 s/d ME 11

72

3) Meeting Room : R.Prambanan, R.Mendut, R.Kalasan, R.Sewu, R.Borobudur. Tabel 4.11 Profil Pengukuran Arus Listrik di Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci
Unit Tenaga Penerangan Total Arus(Amper) 1.391,4 415 1.806,4 % 77,03 22,97 100

Tabel 4.12 Profil Pengukuran Arus Listrik untuk Unit Tenaga
Lokasi ME3-11 SDP Chiller Pomp.Chiler Total Arus(Amper) 158 445 720 67,5 1.390,5 % 11,36 32,00 51,78 4,85 100,00

Klasifikasi Arus Listrik Hote l Santika Prem iere Sem arang 5% 11%

52%

32%

ME3-11

SDP

Chiller

Pomp.Chiler

Gambar 4.7 Grafik Pengukuran Arus Listrik Hotel Santika Premiere berdasarkan audit rinci Dari perhitungan di atas dapat diperoleh besarnya IKE listrik hasil pengukuran (audit rinci) per satuan luas yang dikondisikan (net area adalah 403,08 kWH/m2 tahun. Dari hasi audit awal diperoleh nilai IKE listrik persatuan luas yang dikondisikan sebesar 341,683 kWH / m2 year. Disana

73

terdapat perbedaan nilai yang cukup jauh, hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: a. Dalam audit rinci ini, angka kWH energi listrik yang didapat merupakan hasil pendekatan. b. Dalam perhitungan yang dilakukan mengabaikan faktor hari-hari biasa (senin-jumat), hari libur biasa (sabtu-minggu) maupun hari libur nasional. Dalam perhitungan di atas diasumsikan kondisi tiap hari adalah sama. c. Dalam proses di atas, karakteristik pelaku pemakaian energi dari penghuni hotel diabaikan, dalam artian dengan tingkat occupancy rate yang sama belum tentu jumlah energi yang dikeluarkan atau dikonsumsikan juga sama. Hal ini pasti berbeda karena faktor karakter dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda. d. Dalam melakukan pendekatan nilai, faktor adanya event atau tidak yang diadakan secara khusus maupun perayaan yang secara umum dilakukan oleh hotel diabaikan, sehingga ketika data ini diambil bertepatan dengan adanya event, maka nilai final hasil pendekatan juga mengasumsikan selalu ada event. Gambaran yang bisa diperoleh adalah IKE listrik per satuan luas yang dikondisikan hasil audit awal audit rinci masih jauh dari standar yang ada yaitu untuk perhotelan adalah 300 kWH/m2 tahun. Sehingga sangatlah perlu

AHU (2 buah dengan daya fan berfariasi) c.74 dilakukan usaha-usaha penghematan yang diharapkan akan menurunkan harga IKE listrik yang terdapat pada Hotel Santika Premiere Semarang. Kontribusi penggunaan energi listrik paling besar kedua adalah untuk kategori pengukuran arus yang kedua dan terbesar adalah pengukuran arus listrik di panel Chiller yaitu sebesar 720 Amper. penerangan dan ruang pompa listrik. FCU (153 buah dengan daya fan berfariasi) Chiller merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan air dingin yang nantinya akan disalurkan ke AHU dan FCU sebagai media pendingin dari udara (unit pembangkit). Chiller (3 buah) b. AC split.6 dapat diketahui bahwa penggunaan energi listrik paling besar adalah terletak di Panel SDP yang mendistribusikan energi ke lantai satu dan dua yang terdiri dari FCU untuk semua lantai. Untuk penerangan sebesar 315 A dan unit tenaga sebesar 445 A. B. Pengenalan Peluang Hemat Energi (PHE) Berdasarkan Tabel 4. Untuk AC sendiri terbagi dalam tiga komponen utama yaitu : a. AHU. . Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka penghematan energi di Hotel Santika Premiere Semarang akan diprioritaskan ke katergori AC. AHU dan FCU sendiri merupakan unit yang langsung berperan untuk mensirkulasikan udara dan juga sekaligus mengkondisikan udara dalam ruang dimana ia bekerja (unit pelaksana).

Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan. FCU dan Chiller pada AC Hotel Santika Premiere Semarang 3% 7% Chiller AHU FCU 90% Gambar 4.00 Komposisi Nilai dari AHU. .91 7.75 Untuk kondisi kerja dari masing-masing unit tersebut di atas bisa digambarkan seperti berikut ini: Tabel 4.5 24 60 823. Chiller AHU FCU Total Arus(Amper) 739. sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai. FCU.80 2. walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis.29 100. dan Chiller sebagai komponen AC Dari data di atas bisa dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi listrik terbesar.8 Grafik komposisi nilai dari AHU.13 Profil pengukuran arus listrik untuk sistem pendingin udara Hotel Santika premiere.5 % 89.

Selain itu menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah. c. b. dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. hal ini kurang efisien ditetapkan di hotel karena operasi hotel yang tidak mengenal hari libur. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran. sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengoruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki. Hal ini pernah terjadi pada salah satu chiller Hotel Santika Premiere yang mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. sehingga sulit untuk menghentikan kerja chiller dalam beberapa waktu untuk penggantian refrigeran sebagaimana diperkantoran. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU. . Atas dasar perincian kondisi seperti di atas.76 Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut: a. Unit chiller adalah unit pembangkit. sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai.

sudu kipas. diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple. Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). Dengan pembersihan pada unit FCU. Berdasarkan analisis di atas. Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga . FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara. tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Hotel Santika Premiere Semarang dan kenyamanan hotel.77 d. yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain: a. Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang. maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. Pihak manajemen hotel menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi.

Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur=LCWT) pada chiller. Analisis Peluang Hemat Energi Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi. b. maka dengan pengaturan LCWT sebaikya perlu diatur agar temperatur ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas. selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh hotel. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. C.78 konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin hotel dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik hotel. Diketehui bahwa di Hotel Santika Premiere tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan- .

Hal ini diakibatkan karena karyawan merasa terganggu apabila adanya pembersihan FCU di ruang mereka. akan tetapi pembersihan unit FCU ada beberapa yang terlewati karena penjadwalan selalu terbentur dengan event-event tertentu dan kamar selalu terisi oleh tamu sehingga pembersihan unit FCU bisa dilakukan selam 3 bulan sekali atau tidak sama sekali dibersihkan seperti FCU di ruang-ruang karyawan tiap departement.79 ruangan mulai dari lantai bawah tanah (basement floor) sampai kamar-kamar tamu lantai 3 s/d 11 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor. Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih. Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU. mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali. Untuk . kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting).

Tabel 4. kemudian diukur besar kecepatan udara yang keluar dari saluran udara tersebut. Untuk grill yang tidak dapat dilepas pengukuran dilakukan dengan cara .14 Spesifikasi lokasi unit FCU di Hotel Santika Premiere Semarang Daya Fan (Watt ) 750 No 1 Merk : Carier 2 Nama Alat Fan Coil Unit / FCU Koridor Jumlah 16 Lokasi Lantai 3 A-B Lantai 10 A-B Room 301 s/ Room 1016 Fab Coil Unit / FCU Room Merk : Carier Fan Coil Unit/ FCU room lt XI dan Launge / 1 blower Merk : Carier 125 20 3 12 1101 = 4 pcs 1102 = 2 pcs 1103 = 2 pcs Launge = 4 pcs 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah unit FCU pada Hotel Santika Premiere Semarang ada sekitar 153 unit yang terbagi atas 132 unit daya motor 20 watt dan 16 unit FCU motor 750 watt. Mengukur kecepatan udara Grill pada ujung saluran udara (ducting) dilepas kemudian anemometer diletakkan tepat ditengah-tengah saluran udara.80 spesifikasi lokasi unit FCU yang ada di Hotel Santika Premiere Semarang dapat dilihat pada tabel berikut. Selanjutnya melakukan pengukuran baik pada kondisi aktual (kotor) maupun kondisi setelah dibersihkan dan prosedur pengukurannya adalah sebagai berikut: 1.

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital clamp meter. 6. Pengukuran besar arus dan tegangan kipas Mengukur besar arus dan tegangan kipas berdasarkan pada variasi kecepatan putaran dari kipas. 4. Pengukuran besar putaran kipas (fan) Mengukur besar putaran fan dengan menggunakan tachometer. Hal ini bertujuan agar udara yang keluar menyebar dari grill dapat terkumpul lagi pada corong tersebut. . Mencatat periode pembersihan pada FCU yang diteliti. Mengukur waktu yang diperlukan suatu ruangan mencapai kondisi nyaman 5. Mengukur suhu ruangan aktual Mencatat semua kondisi suhu ruangan mula-mula dan sesudah kipas dibersihkan. 2.81 membuat corong bebentuk segiempat dengan panjang dan lebar sesuai dengan dimensi grill lalu dipasang dan dilekatkan pada grill tersebut. 3. Pengukuran menggunakan higrometer. Dan pengukuran ini dilakukan sesuai dengan tingkat kecepatan putar fan. Pengukuran putaran fan ini adalah untuk menunjukkan apakah putaran fan pada kondisi kotor dan kondisi bersih sama. Lalu anemometer diletakkan di tengah-tengah dari corong buatan tadi dan mengukur kecepatan udara yang dihasilkanoleh FCU tersebut.

06 30.54 Arus (A) Teg. Udara (fpm) 520 610 710 Debit udara (cfm) 292.5 30. berikut ini adalah contoh perhitungan pada suatu ruangan: Misal : pada ruangan Guest Room menggunakan spesifikasinya: Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditabelakan sebagai berikut : AA204553 ITU 4P o/P 20W 230V-1Ø 50Hz. No FCU (Fan (kamar tamu) Berikut 303 di lantai 3 ini adalah data Coil Unit). 1. Model CC1000-2 LH Jumlah grill Dimensi grill Periode pembersihan 1) kondisi FCU kotor Tabel 4.2 0.18 340. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1420 2 1665 3 2314 Kec. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond (menit) 18 13 10 : 1 buah : berbentuk persegi panjang : 1 tahun 3 bulan 0. batch B05001A No seri 39-0016.5mf 450VAC.82 Setelah pengukuran lalu dilakukan analisis dengan perhitungan.2 230 230 230 21.15 0.56 388.15 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU kotor untuk daya kipas 20 watt Kec.5 2) Kondisi FCU bersih .

4 Dari tabel di atas.3 230 230 230 31.59 Arus (A) Teg. dan pada putaran 2 ini debit udara yang dihasilkan adalah 340.4 50.16 Data hasil pengukuran pada kondisi FCU bersih untuk daya kipas 20 watt. Dan waktu pengkondisian pada FCU kotor membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada kondisi bersih untuk sama-sama mencapai kondisi nyaman ruangan.6 50. Udara (fpm) 580 650 710 Debit udara (cfm) 326. Tingkat kecepatan Putar kipas kipas (rpm) 1 1415 2 1669 3 2317 Kec. Disamping pihak daya yang dibutuhkan kipas naik. maka pada kondisi kotor putaran kipas harus diatur pada putaran yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya yaitu pada putaran 2. Kec.86 405.3 0.2 0. dapat diketahui bahwa pada kondisi FCU kotor putaran kipas yang sama debit dari udara yang dihasilkan berkurang jumlahnya.56 cfm. Berikut ini adalah analisis perhitungan energi listrik yang dikonsumsi antara kondisi kotor dan kondisi bersih dilihat dari debit udara.89 378. (menit) 14 10 8 0.83 Tabel 4. (V) Daya (watt) Waktu Pengkond.18 cfg. Maka untuk mempertahankan debit sesuai dengan kondisi bersih.89 cfg sedangkan pada kondisi FCU kotor pada putaran kipas 1 debit udara berkurang menjadi 292. . Pada putaran kipas 1 pada FCU bersih dihasilkan debit udara sebesar 326.

06 watt menjadi 30.91 kWH/tahun 68.44 x 20 x365 = 68.44 atau kenaikannya sebesar 30. maka besar kenaikan energi listrik sebesar : W= P. berikut ini adalah perhitungannya : P = Pkec. Maka untuk total pemakaian energi untuk keselurahan FCU 20 watt adalalah 137 x 68.9 %. Apabila FCU dioperasikan 20 jam sehari berturut-turut dan selama setahun.5 – 21. sedangkan di Hotel Santika Premiere terdapat 137 FCU yang berkapasitas 20 watt.84 Untuk daya kipas pada tingkat kecepatan satu ke tingkat dua juga meningkat yaitu dari 21.3 kWH/tahun Dari tabel di atas baik 5.t = 9.91 kWH/tahun = 9. Peningkatan daya kipas pada kondisi kotor ini merupakan pemborosan konsumsi energi listrik yang terjadi.putar kipas1 = (30. Namun yang mempengaruhi kondisi kondisi kotor atau bersihnya kipas adalah debit atau jumlah udara yang dihasilkan kipas menjadi berkurang untuk kondisi kotor.putar kipas2-Pkec.10 maupun diketahui bahwa kecepatan kipas hampir sama untuk unit FCU baik pada kondisi kotor maupun bersih sehingga kecepatan putaran kipas tidak terpengaruh oleh kondisi baik atau kotornya FCU.5 watt. .06) = 9.9 dan 5.91 kWH/tahun adalah pemakaian untuk 1 unit FCU.439.

sudu kipas. fin evaporator dan kisi keluaran (grill) unit FCU. namun seringkali dalam pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. Pembersihan FCU dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. . D. Apabila peluang hemat energi tersebut diimplemetasikan atau dilaksanakan pada Hotel Santika Premiere. Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan pembersihan beranekaragam tergantung pada kesulitannya karena ada suatu unit FCU yang letaknya agak susah untuk dijangkau oleh manusia karena ada sebagian FCU yang letaknya dekat dengan plafon. PHE yang pertama adalah dengan pembersihan unit-unit FCU meliputi pembersihan saringan udara (filter) pada saluran udara (ducting).85 Selain itu waktu pengkondisian yang diperlukan agar suau ruangan dapat mencapai kondisi nyaman juga lebih lama pada konsisi FCU kotor sehingga pemakaian energi listriknya pun meningkat.439. Dan rata-rata seorang staf dapat membersihkan sekitar 3-4 unit FCU.3 kWH/tahun. hal ini diakibatkakn jumlah staf engginering yang bertugas untuk membersihkan unit FCU terlalu sedikit sehingga pernah dijumpai seorang staf engginering masih membersihkan namun saat itu juga ada panggilan untuk mengerjakan tugas lainnya dan hal inilah yang menyebabkan pelaksanaannya tidak selalu sesuai dengan jadwal. maka akan diperoleh penghematan sebesar 9. Implementasi Peluang Hemat Energi Dari analisis peluang hemat energi di atas dapat direkomendasikan bahwa untuk menurunkan konsumsi energi listrik.

Hendaknya pada saat pembersihan. diletakan diatas meja tunggu ± 10 menit. FCU / AC di hidupkan b. yaitu : a. Ambil alat temperature. yaitu : a. Kemudian ditempel di AS Motor sampai putaran berhenti. Grill Supply dan Grill Return / Filter Langkah – langkah untuk membersihkan Grill.Akan nampak atau tertera di alat tersebut 3. hasil yang dicapai akan nampak atau tertera di alat tersebut. diperlukan staf yang khusus menangani cleaning FCU dan supaya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. AC / FCU dihidupkan b. Lepasi sekrup kanan dan kiri b. 2.86 Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan melakukan pembersihan setiap 3-4 bulan sekali untuk ruangan jenis kantor. Untuk Standar Maintenancffe FCU room adalah sebagai berikut : 1. Ambil alat Tacho meter c. ruang jenis kamar tamu. Temperatur Langkah – langkah untuk mengukur temperature ruangan a. Lepasi Grill satu per Satu . Rpm Langkah – langkah untuk mengukur RPM. Menginat banyaknya unit FCU maka pada saat pembersihan unit FCU tidak terganggu oleh pekerjaan lainnya.

Capasitor Langkah – langkah untuk mengukur Capasitor. Bearing Langkah – langkah untuk mengganti Bearing.87 c. Kalau ada bunyi . bearing harus diganti 6. Lihat putaran blowersnya sesaat kemudian c. Kemudian cuci dengan air dan keringkan d. FCU / AC di hidupkan b. medium atau high d. Blowers Langkah – langkah untuk membersihkan Blowers. Nanti akan menunjukkan ampere yang di dapat. Ada gejala noise atau tidak / lihat rpm / lihat life time / suhu bearing d. yaitu : a. yaitu : a. yaitu : a. Kemudian pasang lagi 4. 5. Lepas Capasitor kemudian dishortkan kabel negative dan kabel positif b. Ambil alat tang Ampere c. yaitu : . maka hasil yang dicapai sudah menunjukkan 7. Ambil alat capasitor meter . Kemudian kolongkan pada kabel motor blower dengan posisi low. Ampere Langkah – langkah untuk mengukur Ampere. FCU / AC di hidupkan b. posisikan di 2µF dan diamkan.

Kemudian Kitec di cabut Maka FCU / AC itu akan mati dan two way value itu bekerja secara otomatis langsung nutup Untuk aliran airnya. Cuci blower sampai bersih. FCU di matikan b.88 a. Two way Value Langkah – langkah untuk menyetel two way value kondisi masih bagus. Untuk aliran airnya sehingga terasa dingin. Sikat sudu-sudu nya blowers d. Kebalikkannya kalau kitec di masukkan lagi maka FCU itu hidup dan Two way value itu secara otomatis langsung buka dengan sendirinya. dan keringkan f. FCU / AC di hidupkan sesaat kemudian b. supaya terang di atas plafon c. Tutup daun value in dan out . 9. Stronner Langkah – langkah untuk membuka Stroner. Turunkan blowers dari FCU c. yaitu: a. yaitu : a. Tutup motor blower dengan plastik e. Siapkan lampu jalan. Pasang kembali blower 8. FCU / AC di offkan b.

89 d. Check temperatur ruangan j. Off-kan MCB b. Lepas kabel motor blower dan bersihkan d. Pasang kembali blower dan connect kabel motor blower h. Catat di History card l. Siapkan kunci ring 21 – 13 e. Buka kran supply ± 1-2 h. Bak Drain . a. Bersihkan saringan stronner sampai bersih dengan air g. Buka main hole. Semprotkan chemical pada permukaan evaporator e. Selesai 11. Evaporator Langkah – langkah untuk membersikan Evaporator. Cleaning evaporator dengan menggunakan air bertekanan g. On-kan kembali MCB dan unit FCU i. Buka tutup stronner f. Buka daun value in / out 10. buka strainer dan bersihkan c. tutup valve in dan out chill water. Tunggu lebih kurang 5 menit sampai chemical bereaksi f. Catat di Maintenance card k. Pasang kembali dan kencangkan dengan kunci ring 21 – 23 i.

24) + 6.066.00 b. yaitu : a.000.000. IKE listrik Hotel Santika Premiere Semarang hasil . Beli larutan kimia: @Rp 40.00 per tahun.060.00 –Rp 3.00+ Rp 3.672.000 per unit x 153 unit = Rp 3.14 kWH/m2. Sedangkan target IKE per satuan luas yang dikondisikan adalah 300 kWh/m2.33 = 402.Rate x Area Room) + (Area non Room) = 4.9439. Saluran pembuangan air harus lancar Biaya yang diperlukan untuk pembersihan dan pembelian larutan kimia ASTON 10.00 Jadi penghematan bersih yang diperoleh pihak manajemen hotel dari usaha pembersihan unit FCU ini adalah sebesar Rp 7.000 per liter 15. Setelah diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.14 kWH/m2.672. Biasa pembersihan : @Rp 20. tahun.54 . rincian adalah sebagai berikut : a. Kondisi bak drain harus kering dan tidak bocor b. tahun.568. tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402.6702 x 5.000 = Rp 3.000.3 (0.440.237.3 liter = Rp 612.578.319.320.240.90 Langkah – langkah untuk mengetes bak drain kondisi bagus.

E. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk satu chiller. Dalam tahap kedua ini akan dianalisis mengenai mengatur temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller. temperatur air masuk chiller (Entering Chiller Water Temperatur = ECWT)=54ºF/ 10 ºC dan sesuai dengan katalog chiller merk ”CARRIER” diperoleh bahwa kapasitas pendinginan pada kondisi aktual adalah 176.5 gpm. chiler yang digunakan di Hotel Santika Premiere adalah chiller denga Merk : Carrier.8 TR ( Ton Refrigasi = TR). maka perlu dilakukan analisis PHE tahap kedua. Selanjutnya perlu dilakukan analis PHE tahap kedua. dengan laju debit air sejuk (chilled water) adalah 430.56 atau setara dengan 46ºF. Pada kondisi aktual chiller beroperasi pada temperatur 95 º F/ 32ºC.91 implementasinya ternyata masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan. Model 30 GB 100 dan berjumlah tiga unit. Apabila LCWT dinaikkan satu derajat menjadi 7. temperatur air keluar chiller (Leaving Chiller Water Temperatur = LCWT) = 44ºF/ 6. maka kapasitas pendinginnya menjadi: TR = gpm x ∆t 24 .6ºC. Analisis Peluang Hemat Energi tahap 2 Dengan besar IKE yang diperoleh pada analisis PHE di atas masih terlalu besar dibandingkan dengan IKE standar.

6 – 176. sehingga persamaan kalor hanya merupakan fungsi dari laju aliran sejuk dan perubahan temperatur air sejuk atau dapat dituliskan Q=f( bahwa aliran air sejuk tertutup.46) º F 24 430. t.c.92 = 430. karena pada kondisi sistem .5 TR 27 .5 gpm x ( 54 . t). maka : & & m = m . Q Q′ = ∆t ∆t 176. maka harga c (kalor jenis spesifik) tidak diperhitungkan.8 x = 143.8 TR 27 . dan perubahannya dapat dicari dengan menggunakan persamaan kalor: Q = m. dengan kondisi sistem bahwa siklus air sejuk (chilled water) tertutup.x = 858 .21 4773. maka dengan menaikkan LCWT temperatur ruangan menjadi berubah. Diambil contoh misalnya : ruangan 401 diperoleh temperatur dari hasil pengukuran yaitu sebelum penkondisian (t1)= 27ºC dan sesudah pengkondisan (t2)= 21ºC.5 gpm x 8 º F 24 3444 24 = = = 143 TR Kemudian menganalisis seberapa besar pengaruh kenaikan LCWT terhadap kondisi temperatur ruangan yang ada di lantai-lantai bawah.

Sehingga pengaturan LCWT yang tepat yaitu dilakukan dengan menaikkan sebesar 1ºC yaitu dari LCWT mula-mula 6. maka temperatur ruangan naik dari 21ºC menjadi x = 22.5 S 240 238 T 240 238 Daya (kW) PR 81.93 3915 = 22. Selanjutnya dilakukan pengukuran daya masukan chiller dengan menggunakan Digital Clamp Meter.58 pada panel chiller.16 80. temperatur ruangan naik menjadi 24.71 PT 81.7 Ps 81. Jadi supaya pengesetan ulang yaitu dengan menaikkan LCWT sebesar 1ºC belum mengganggu kenyamanan ruangan. Tetapi pada kenaikan LCWT sebesar 3ºC untuk perubahan temperatur ruangan lainnya.8 Dari perhitungan di atas. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. maka akan sesuai dengan standar pengkondisian udara suatu ruangan hotel. Namun jika kenaikan LCWT sebesar 3ºC.14 Daya total .16 80. sebagian besar temperaturnya melebihi temperatur standar akibatnya akan mengganggu kenyamanan ruangan tersebut.896 242.14ºC.7 148.16 80.58ºC menjadi 7. Hal tersebut untuk mengetahui besar perubahan konsumsi akibat pengaturan ulang LCWT dan hasil pengukurannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.14 176.14ºC dan diketahui bahwa kondisi standar pengkondisian untuk ruangan pada contoh di atas adalah 24ºC.17 Pengukuran arus listrik chiller dengan pengesetan ulang LCWT LCWT (ºC) 6 7 Arus ( Amper) R 240 237.58ºC.

Untuk Chiller 2 beroperasi 10 jam yaitu pada pukul (10:00 s/d 20:00WIB) dan chiller 3 beroperasi hanya 4 jam (pukul 06:00 s/d 10:WIB) Untuk chiller 2 W2 P.96 = 18.17 diketahui bahwa kenaikan LCWT ini berakibat pada pengurangan daya listrik chiller sebesar 1. Dan perhitungan di atas hanya untuk satu chiller.77+1. .35 kW x 10 jam/hari x 365 hahun = 4.35 kW x 4 jam/hari x 365 hahun = 1.77 kWH/tahun.t =1. maka besar penghematan energi listriknya yaitu : (asumsi chiller beroperasi terus menerus selama setahun) W1 P.96 kWH/tahun Jadi total penghematan energi dalam setahun adalah : 11.t =1.t =1.34 kW.94 Dari tabel 4.90 kWH/tahun Untuk chiller 3 W3 P.35+1.35 kW x 24 jam/hari x 365 hahun = 11.64 kWH/tahun.

23 kWH/m2.640 (0.18.578.440.066. .Rate x Area Room) + (Area non Room) 4.tahun Dari perhitungan di atas diperoleh besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401.33 = = 401. Implementasi Peluang Hemat Energi tahap 2 Apabila PHE ini diimplementasikan pada hotel maka dapat dicari besar nilai IKE hasil implementasi PHE tahap 3 yaitu sebagai berikut : IKE = kWH total ( Occ.54 .23 kWH/m2tahun ternyata IKE implementasi tahap dua pun masih besar dari standar atau target IKE listrik perhotelan.6702 x 5.95 F.237.24) + 6.

Dengan pembersihan pada unit FCU yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter). sirip (fin)evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit-unit FCU. Rekomendasi untuk PHE ini adalah dengan 96 . 3. nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang terbesar adalah untuk konsumsi energi listrik.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Untuk hotel Santika Premiere Semarang berdasarkan hasil audit energi awal. maka beberapa kesimpulan hasil audit energi.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis yang telah dilakukan. Peluang Penghematan Energi (PHE) pada penelitian audit energi ini adalah: a. Untuk energi listrik pada hotel Santika Premiere Semarang. 2. sistem pengkondisian udara pada Hotel Santika Premiere yang bisa penulis ambil antara lain: 1. terkait dengan konsumsi energi. IKE berdasarkan audit energi rinci merupakan metode pendekatan. Hasil perhitungan mengabaikan hari-hari biasa dan mengabaikan ada tidaknya event-event besar sehingga IKE lebih besar. Berdasarkan audit energi awal. sehingga perlu dilakuakan audit energi rinci. masih melebihi standar IKE perhotelan Indonesia yaitu sebesar 300 kWH / m2 year.08 kWH / m2 year. Berdasarkan hasil audit energi rinci.683 kWH / m2 year. sudu kipas. diperoleh harga IKE untuk energi listrik adalah sebesar 403. IKE energi listriknya adalah sebesar341.

2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian audit energi ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data-data beberapa tahun sebelumnya agar dapat mengetahui nilai estimasi.14 kWH/m2.640 kWH.439. b. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperature = LCWT) pada chiller.30 kWH. Besarnya IKE listrik hasil implementasi pada audit rinci per satuan luas yang dikonsikan (net area) adalah 402. tahun.97 melakukan pembersihan setiap 1 sampai dengan 2 bulan sekali untuk setiap unit FCU. Pengaturan ulang dilakukan yaitu dengan cara mengarahkan tombol LCWT ke suhu 7. Penghematan yang diperoleh dalam setahun jika Peluang Hemat Energi (PHE) yang direkomendasikan. dan nilai setelah manajemen energi sehingga di tahun berikutnya dapat diprediksi nilai kemungkinan penghematan energi menggunakan metode pendekatan berdasarkan tahun sebelumnya.tahun 5. Besarnya IKE listrik hasil implementasi PHE tahap 2 pada audit energi rinci per satuan luas yang dikondisikan (net area) adalah 401. . Penghematannya yang diperoleh selama setahun sebesar 18.23 kWH/m2.58ºC pada panel chiller. nilai real. diimplementasikan yaitu sebesar 9.

penghematan pompa chiller.98 2. . Untuk pelaksanaan audit selanjutnya sebaiknya dilakukan juga pada unit tenaga yaitu seperti lokasi di SDP seperti di ruang mesin pompa-pompa. hal ini untuk mendapatkan nilai IKE listrik yang lebih kecil atau setidaknya mendekati bahkan kurang dari standart nilai IKE listrik untuk perhotelan.

Direktorat Pengembangan Energi. Jakarta: Erlangga Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – www. M.org didownload tanggal 21Januari 2007 pukul 21:22WIB. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi. Direktotat Jendral Pengembangan Energi. Arismunandar. TA. Industrial Energy Conservation. Darmawan Ari. TA. Buku Pedoman Tentang Cara-Cara Melaksanakan Konservasi Energi dan Pengawasannya. dan Sulaiman. semarang: Kanginan. Gottaschalk. Modul 2. Fisika untuk Universitas.99 DAFTAR PUSTAKA Abdurarachim. 1996. Wiranto.Peyegaran Udara. Energi Conservation Efficiency And Cost Saving Course. Jakarta: Pradnya Paramita.England: John Wiley&Sons Inc.energyefficiencyasia. Bandung : PT. 1991. Zuhal. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Petunjuk teknis konservasi energi. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Pasek. Marthen. Audit Energi di Hotel Grand Candi Semarang. Jakarta: Charles. 1999. Halim. Audit Energi. Fiqry Jaya Mandiri. 2002. Badan Koordinasis Eergi Nasional. 1983. Norman. 1995. . Iskandar. Ltd. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2004.

566.534.000 24.000 209.000 198.000 24.00 46.372.000 24.50 18.000 9.599 16.724.816.000 215.000 7.50 26.412.566.074 6.50 21.968.129 19.584.325.000 41.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.00 50.114 6.599 23.00 865 137.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.956.452.839.00 865 107.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.000 24.129 17.394 20. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.950 + + 244.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.000 192.822 6.441.566.509.078.428.296.000 7.566.50 22.713 + + 211.200.000 45.452.000 182.288.00 865 107.00 49.000 44.599 16.100 Lampiran 1.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.436.599 19.000 48.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.340.000 + .000 234.00 54.840.000 8.00 865 127.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.208.532.357.

000 .000 44.000 190.00 865 127.000 207.246.528.000 24.394 18.000 3.000 208.998.181.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.000 17.00 49.630 + + 239.096.052.621.00 865 187.028.566.743 + + 219.630 6.00 53.719 19.000 24.00 57.000 23.420.912.050.566.535 6.000 24.566.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.904.000 18.000 12.50 25.025 6.094.000 213.000 24.719 23.646.988.364.00 53.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.929 + 233.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.50 25.052.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.000 6.000 47.907.566.101 Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar = = = 9% 204.316.000 51.296.00 865 127.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.000 233.000 222.912.000 19.50 21.000 47.000 3.185.650 225.621.831.436.844.

50 27.860.000 19.000 215.000 4.50 9% KVA x Rp 28.000 19.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.952.952.000 220.644.720.230 6.118.566.566.230 6.399.860.000 234.000 49.000 215.000 4.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.621.000 24.644.757.230 + (+) .000 240.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.00 55.000 24.102 Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.50 27.000 26.720.547.757.399.00 865 167.000 49.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.830 6.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.00 865 167.547.000 24.00 55.668.825.830 + (+) 247.50 29.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 19.000 234.287.000 24.

180 904.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.740 2828.49 1.263.572.452 549.960 3.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.990 904.467 03 WBP LWBP BEBAN 619. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.311 6.736.50 1.327 06 WBP LWBP 624.720 3.40 621.760 2819.452 584.31 1.17 1.480 3.41 8.07 1.81 2828.63 622.108 6.697.81 1.07 2819.00 452.63 8.869.00 1.19 8.00 452.41 619.249.295 7.870 2802.076.00 452.41 626.715 6.00 1.518.591.440 792.50 2802.560 904.076.106 Lampiran 2.120 792.00 452.00 1.49 2835.41 7.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.19 624.690.360 792.240 4.00 452.452 561.680 2835.063.880 .680 2842.810 2811.795.60 904.220 904.40 8.00 1.636.00 452.040 3.518.00 1.719.480 792.226 6.452 556.452 501.00 1.720 3.31 2811.230 904.23 617.960 792.652.63 2794.

452 555.10 1.23 8.240 792.426.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.591.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.320 3.00 452.563.98 1.400 904.910 904.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.23 631.60 627.654.530 2865.960 792.620 904.760 2873.230 904.665 .83 1.160 792.00 1.061.00 452.357 792.00 1.452 505.006 6.85 633.00 7.85 7.10 2873.240 857.00 452.444.730 2881.636.581.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.98 2850.452 510.00 452.00 1.43 7.34 636.452 295.81 1.81 2858.452 500.920 3.120 3.040 3.744 3.125.00 452.00 1.44 1.719.580 904.190 BEBAN 792.575.495 6.852 6.00 1.00 1.107 7.580 904.160 792.455.34 7.440 3.869 6.320 792.00 629.452 522.810 2850.43 634.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.783 6.426.34 2865.830 2858.610 2888.465.83 2881.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.452 533.721.383.332.34 1.00 452.17 2842.92 7.

880 3.44 2918.730 2895.00 452.200 792.452 543.184.100 2935.92 638.49 647.386.452 527.010 904.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.100 904.00 452.00 1.23 1.108 6.630 904.00 452.520 792.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.23 2926.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.452 499.03 904.11 643.600 904.86 645.01 641.750 2911.200 792.452 533.64 2911.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.627.452 592.17 2895.455.00 452.025 7.582.00 452.661.168.160 792.920 3.077 19 WBP 647.200 3.452 497.618.00 1.93 639.00 1.49 7.343 6.93 7.09 8.080 904.800 2918.563.448.400 3.240 6.200.33 2.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.00 452.760 792.790 2926.89 2903.00 1.00 1.000 792.898.86 7.170.750 904.536.44 1.578.64 1.00 1.046.800 .00 1.44 2888.33 649.160 3.01 7.17 1.720 2903.554.039 6.209 6.503.022.89 1.000 3.11 8.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.887.274 6.

080 3.677.241 6.990 2975.58 654.45 2975.00 1.547 6.19 8.00 452.109 1.320 904.938 6.00 452.46 2966.452 550.452 539.720 .452 535.94 652.03 2943.19 658.778.747.49 650.312.670 2951.00 1.00 3.960 3.452 521.400 452.00 452.545.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.080 792.16 659.200 3.050 2966.70 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.49 8.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.509.600.600.602.770 2983.770 2991.290 904.52 8.16 7.00 452.519 25 WBP LWBP 658.672.464 6.798.45 1.00 1.680 3.09 2943.080 3.94 8.00 1.400 792.58 7.853.700 LWBP BEBAN 2935.00 1.22 2983.490.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.90 7.41 2959.840 3.99 1.640 792.796.640 904.345 6.886 6.46 2.452 570.534.360 904.440 792.453.308.452 551.90 656.908.970 904.710 2959.00 1.800 792.00 452.22 1.819.956 24 WBP LWBP PPJ 656.41 1.450 904.00 452.70 2951.280 792.

726.52 661.869 6.04 3015.440.47 3031.640 3015.452 555.720 3031.920 792.740 3007.75 3023.880 3.66 2999.00 452.564 .00 452.00 452.818 6.110 PPJ 792.080 792.572.00 1.080 792.48 663.90 8.33 7.452 555.00 1.420 904.588.665 26 WBP LWBP PPJ 659.805.452 528.00 1.670 2999.00 1.40 1.600 3.521.560 3.48 7.840 792.39 7.491.90 665.715 30 WBP LWBP PPJ 666.650 3039.726.75 1.413 6.73 7.040 904.00 1.790 904.665 28 WBP LWBP PPJ 663.04 1.960 904.99 2991.545.00 452.39 670.00 452.94 666.910 29 WBP LWBP PPJ 665.634.94 8.00 1.554.332.47 1.940 904.482.452 531.960 3.151 27 WBP LWBP PPJ 661.710 3023.386.452 527.12 1.462.452 395.660 904.343 6.00 452.840 3.413 6.66 1.880 792.452 522.73 668.320 792.521 31 WBP LWBP PPJ 668.510 3.269 4.597.40 3007.787.

869.401.000 110.0 452.688 235.310 196.785 49.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.255.441.0 49.000 1.49 245.000 23.785.785 16.259 110.258.255.259 110.10 904.956.566.310 16.200 49.960 24.000 7.448 .869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .111 6. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.460.452.600 216.760 19.018.

825. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.722 PERSEN 9.262.18% 100% III.575 337.945. REPAIRING 1.576 364.67% 20.46% 71.815. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.439 62. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1.201.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .042 PERSEN 10.195. MAINT. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.6 m2 11.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.57 m2 3840 3290 64.728.57% 3496 II. WORK LOAD Received Completed Pending IV.38% 69.308 74.429.288.028 240.112 Lampiran 3.361.36% 18.838 255.95% 100% BULAN LALU 34.

21.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01.11.07. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.24.21.28 Good VIII.26.08. ADMINISTRASI JUMLAH . ROOM PREV. MAINT.22 23.15.02. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.in door .10. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .12.113 BULAN INI 2.26.30 COMMENT Good Good 13 01.17. 19. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII.

0 10.301.785.325 255.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.435 2.916 90.200 1.114 Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX.000 Air TAAB @ Rp 60.8 14.738.350. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.0 2.000 600. Prev. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .700 47.000 512.201.608.

343 499.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.279 17.393.460 479.888.639.562 7.825 270. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.220 10.362.953.115 5.941.97% IX.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.015 6.57% UNIT CONSUMED COST 209.080. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.500 227. UTILITIES UNIT CONSUMED COST .927. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.24% IX.581.750.000 1.115 Total Semarang.

872.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.979 257.214 8.126 UNIT CONSUMED 286.000 COST 199.710 COST 226.212 6.344. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.000 9262.750. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.767 234.049.703.325 234.854 6.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.116 By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.000 8807.000 1.749.130 COST 219.417 247.5m3 1.428 .89% IX.881 8.018.2% IX.295. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.445 21.000.895 125 tanki 6.331 13.8m3 1.263.171.982.250.604.410 100 tanki 5.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.618.79% IX.113.035.434 UNIT CONSUMED 290.119.

800 608. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.00 10.000.7% IX. Rek.050 280.103 POMEC department bulan Maret.900 529. 70. Feburai 2006 Occupancy : 64.949.102 13.635 215.344 257.248.681.39%.827.249.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.117 Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.620 1. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.679.109.518.716.900 278.755 11.105 - - . Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.102. Air bersih By PDAM April 2006 Kor. Listrik Hotel Maret 2006 Kor.663.000 709.000.691.69% IX.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.040 13.027.425 125.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67. 29. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.500 2.100 1.0 3.539 1.50 12.500 7.064.620 7. UTILITIES Rek.500 280.648. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.652.700) Total 54.672.500 2.80 761.865 10.

807.0 PDAM Mei 2006 Total .661. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.195.3% IX.500 480.430 9.795 240.0 8.000 334.000 3.118 POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.600.071.850 1.0 72.311.575 2.

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang .

Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang .Lampiran 5.

.

.

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 6 Denah Bangunan Lantai 3 s/d 8 Hotel Santika Premiere Semarang 302 317 301 303 304 305 306 309 310 308 307 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 7 Denah Bangunan Lantai 9 Hotel Santika Premiere Semarang 902 915 901 903 914 904 911 905 906 908 909 907 APAR HIDRANT BOX Anda Disini / You are here Jalan Keluar / Escape Route .

Lampiran 8 Denah Bangunan Lantai 10 Hotel Santika Premiere Semarang 1002 1015 1016 1001 1003 1014 1012 1004 1011 1005 1006 1010 1008 1009 1007 APAR HIDRANT BOX .

Lampiran 9 Denah Bangunan Lantai 11 Hotel Santika Premiere Semarang 1101 LIFT 1 LIFT 2 LIFT 3 1102 LOUNGE APAR HIDRANT BOX 1103 .

Lampiran 4. Denah Bangunan Lantai Basement Hotel Santika Premiere Semarang 119 .

Lampiran 5. Denah Bangunan Lantai Satu Hotel Santika Premiere Semarang 120 .

120 .

.

968.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 110.394 20.114 6.436.599 23.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 92.074 6.956.509.000 24.50 22.000 8. Laporan Tahunan Listrik Hotel Santika Premiere Semarang PLN TAHUN 2006 Januari LWBP (2587-2383) WBP ( 567-521) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Februari LWBP (2798-2587) WBP ( 616-567) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Maret LWBP (3042-2798) WBP ( 670-616) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 204.129 17.000 + .816.00 865 137.000 7.000 41.566.372.200.078.000 234.000 9.000 182.599 19.000 45.000 209.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.00 49.5 KWH x Rp 904 = = = = = 104.532.000 7.325.129 19.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.208.Lampiran 1.441.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.00 865 107.000 24.822 6.428.840.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 95.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.50 18.566.412.340.000 215.50 21.713 + + 211.566.000 44.839.357.00 54.000 198.599 16.599 16.452.534.000 48.452.288.000 192.673 + + PLN TAHUN 2006 April LWBP (3273-3042) WBP ( 720-670) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH 231.00 50.724.566.00 865 127.50 26.00 865 107.296.950 + + 244.000 24.584.000 24.00 46.

000 208.00 53.535 6.50 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.00 865 127.316.394 18.00 865 127.050.364.646.052.650 (+) PLN TAHUN 2006 Agustus LWBP (4216-3964) WBP ( 932-875) Biaya Beban 252.000 207.000 213.000 222.00 57.988.000 47.Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Mei LWBP (3506-3273) WBP ( 773-720) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juni LWBP (3725-3506) WBP ( 822-773) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Juli LWBP (3964-3725) WBP ( 875-822) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Meterai Sub Total Pajak penerangan jalan Biaya yang harus dibayar 9% = = = 204.50 25.000 23.00 49.719 23.50 21.000 44.000 17.000 3.831.528.000 12.630 6.907.650 225.621.420.185.00 865 KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 = = = 113.000 3.998.929 + 233.5 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 105.000 190.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 98.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 69326.630 + + 239.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 9% 108.50 25.904.094.296.181.621.025 6.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.028.052.000 24.000 18.844.743 + + 219.436.096.719 19.000 19.000 233.246.566.000 51.566.00 865 187.912.000 24.000 6.566.000 .000 47.000 24.912.000 24.00 53.566.

230 + (+) .400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.399.50 27.000 19.000 49.230 6.547.644.644.621.00 55.000 49.757.000 19.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.000 4.50 29.000 26.547.860.000 4.230 + (+) LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 247.000 240.400 KWH x Rp 904 = = = = = = = = 111.50 9% KVA x Rp 28.00 865 167.Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar September LWBP (4463-4216) WBP ( 987-932) Biaya Beban Dis insentive KVA Dis Insentive KWH Sub Total Pajak penerangan jalan Meterai Biaya yang harus dibayar 127.757.825.668.400 KWH x Rp 904 = = = = = 3.287.000 220.830 + (+) 247.952.720.566.230 6.50 27.000 24.952.000 215.118.000 24.000 234.000 24.50 9% KWH x Rp 452 KWH x Rp 904 KVA x Rp 28400 KVA x Rp 28.566.000 215.00 55.860.399.830 6.720.000 19.000 24.00 865 167.000 234.

452 561.50 2802.736.763 04 WBP LWBP BEBAN 621.560 904.50 1.41 619.869.81 2828.518.00 452.41 8.719.960 3.990 904.00 1.108 6.07 1.740 2828.720 3.810 2811.480 3.240 4.63 622.249.226 6.00 452.452 556.327 06 WBP LWBP 624.480 792.00 452.880 .720 3.00 452.00 1.41 626.795.23 617.295 7.680 2842.452 501.19 8.263.640 05 WBP LWBP BEBAN 622.63 2794.040 3.120 792.697.60 904.452 584.870 2802.81 1.518 02 WBP LWBP BEBAN 617.31 1.230 904.00 452.680 2835.17 1.076.063.440 792.180 904.49 1.07 2819.690.00 1.715 6.452 549.49 2835.00 452.40 621.652.636. Biaya penggunaan listrik tahun 2006 BIAYA PENGGUNAAN LISTRIK TAHUN 2006 TGL KET AWAL AKHIR PEMA KAIAN BIAYA JUMLAH PPJ TOTAL 01 WBP LWBP BEBAN 615.00 1.00 1.311 6.Lampiran 2.41 7.360 792.076.518.63 8.40 8.591.220 904.760 2819.572.467 03 WBP LWBP BEBAN 619.31 2811.19 624.00 1.960 792.

960 792.636.061.920 3.23 631.125.730 2881.332.34 2865.793 08 WBP LWBP BEBAN 627.006 6.44 1.530 2865.83 2881.440 3.43 634.544 12 WBP LWBP BEBAN 634.760 2873.00 1.00 1.00 629.34 1.719.85 7.591.160 792.83 1.98 1.452 533.426.98 2850.426.120 3.00 452.00 1.575.34 636.452 510.580 904.81 1.654.34 7.521 11 WBP LWBP BEBAN 633.320 3.10 1.230 904.452 522.160 792.00 1.620 904.452 295.452 555.81 2858.563.595 10 WBP LWBP BEBAN 631.852 6.547 07 WBP LWBP BEBAN 626.738 09 WBP LWBP BEBAN 629.910 904.85 633.60 627.580 904.040 3.240 857.00 452.783 6.869 6.00 452.320 792.452 500.444.383.830 2858.400 904.495 6.581.92 7.665 .17 2842.00 452.00 7.357 792.23 8.00 1.452 505.00 1.43 7.190 BEBAN 792.10 2873.465.810 2850.00 452.455.7.240 792.610 2888.00 452.721.744 3.

452 592.184.661.44 2918.887.452 527.880 3.49 647.03 904.17 2895.039 6.89 1.861 16 WBP LWBP BEBAN 641.400 3.89 2903.800 .920 3.00 1.600 904.452 497.766 15 WBP LWBP BEBAN 639.33 2.240 6.448.750 904.627.080 904.630 904.17 1.691 17 WBP LWBP BEBAN 643.100 2935.750 2911.86 645.00 452.44 1.00 1.720 2903.86 7.536.00 452.077 19 WBP 647.92 638.760 792.00 452.64 1.49 7.00 1.563.209 6.00 452.455.200 792.715 18 WBP LWBP BEBAN 645.132 14 WBP LWBP BEBAN 638.452 499.6.554.160 792.170.00 452.800 2918.93 7.44 2888.022.00 1.000 3.93 639.00 452.23 1.200.730 2895.01 641.618.00 1.100 904.09 8.200 3.025 7.33 649.898.343 6.452 543.582.23 2926.790 2926.01 7.168.010 904.000 792.11 643.274 6.717 13 WBP LWBP BEBAN 636.00 1.046.578.503.64 2911.452 533.11 8.386.520 792.160 3.200 792.00 1.

90 656.534.509.03 2943.90 7.970 904.00 452.640 904.52 8.452 570.600.280 792.452 550.080 3.70 1.886 6.452 551.320 904.400 792.796.00 452.00 452.400 452.840 3.700 LWBP BEBAN 2935.519 25 WBP LWBP 658.670 2951.00 452.640 792.58 7.16 659.956 24 WBP LWBP PPJ 656.345 6.41 2959.600.452 521.397 20 WBP LWBP BEBAN 649.778.45 2975.41 1.178 23 WBP LWBP BEBAN 654.452 535.990 2975.050 2966.819.16 7.680 3.464 6.080 3.453.602.94 8.99 1.200 3.00 1.49 8.58 654.00 1.452 539.00 452.00 1.470 21 WBP LWBP BEBAN 650.00 1.545.770 2983.49 650.908.00 1.1.813 22 WBP LWBP BEBAN 652.308.22 2983.94 652.677.22 1.440 792.450 904.46 2966.00 3.798.290 904.241 6.960 3.09 2943.080 792.710 2959.360 904.46 2.672.00 1.70 2951.720 .938 6.853.547 6.312.19 658.00 452.770 2991.490.45 1.19 8.800 792.747.

52 661.560 3.920 792.39 7.660 904.491.869 6.452 555.00 1.805.00 452.597.66 1.715 30 WBP LWBP PPJ 666.75 3023.99 2991.572.940 904.080 792.726.413 6.452 555.00 452.47 1.75 1.12 1.00 452.94 8.665 28 WBP LWBP PPJ 663.910 29 WBP LWBP PPJ 665.564 .151 27 WBP LWBP PPJ 661.47 3031.420 904.510 3.452 522.00 1.48 7.880 3.40 1.840 792.452 395.462.720 3031.48 663.00 1.413 6.320 792.960 904.545.386.521 31 WBP LWBP PPJ 668.66 2999.710 3023.650 3039.670 2999.880 792.588.665 26 WBP LWBP PPJ 659.94 666.634.00 1.40 3007.90 665.39 670.960 3.04 3015.73 668.269 4.00 452.00 452.452 528.790 904.04 1.PPJ 792.040 904.482.840 3.818 6.343 6.73 7.600 3.00 1.726.787.080 792.332.452 527.554.521.452 531.00 452.00 1.740 3007.440.33 7.640 3015.90 8.

448 .956.000 23.869 LWBP WBP Biaya Beban Dis Insentive WBP Dis Insentive KVA Sub Total Pajak Penerangan jalan Biaya yang harus dibayar Semarang .200 49.000 1.566.460.10 904.785 49.401.255.000 110.688 235.0 49.760 19. 3 Februaril 2006 Etty Febra 1.259 110.018.960 24.310 196.785.255.785 16.259 110.600 216.49 245.0 452.496 WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) LEWAT BEBAN PUNCAK (LWBP) PPJ 54.310 16.869.6.452.441.000 7.258.

262.439 62.825.069 758 311 PERSEN BULAN LALU PERSEN 100% 56% 44% 100% 1.57% 3496 II.945.722 PERSEN 9. WORK LOAD Received Completed Pending IV. POMEC Payroll R&M Utilities Total BULAN INI 35.361.308 74.575 337.46% 71.67% 20.36% 18.728. Work Order Received Completed Pending POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG BULAN INI 1. GENERAL : Total Land Area Total Building Area Total Room Aviable Total Room Occupied Occupancy Number of Guest : : : : : : 5.815.38% 69.181 71% 658 29% 523 BULAN INI 436 417 19 PERSEN 100% 96% 4% BULAN LALU 507 399 108 PERSEN 100% 79% 21% .18% 100% III.028 240.429.95% 100% BULAN LALU 34.576 364.042 PERSEN 10.6 m2 11.201.57 m2 3840 3290 64. REPAIRING 1. MAINT.195. Pomec department Bulan : JUNI Tahun : 2006 I.838 255.Lampiran 3.288.

21.26. Other Job Schedule Completed Pending 569 325 244 PERSEN 100% 57% 43% BULAN LALU 600 234 366 PERSEN 100% 39% 61% V.12.17. 19.BULAN INI 2.24.02.15.11. Schedule Completed Pending BULAN INI 64 16 48 PERSEN 100% 25% 75% BULAN LALU 74 25 49 PERSEN 100% 34% 66% POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG VII. ADMINISTRASI JUMLAH . ROOM PREV.10.07. PROJECT/RENOVATION BULAN INI PERSEN BULAN LALU PERSEN VI.out door Splingker System Fire Detection System Smoke Detector Fixed Temperature Detector BULAN INI 33 16 4 893 409 33 26 REALISASI 22 7 DATE OF CHECK 12/01/1900 01. MAINT. FIRE SAFETY CHECK LIST Fire Extinguiser Fire Hydrant .in door .28 Good VIII.08.30 COMMENT Good Good 13 01.22 23.21.26.

8 14.350.608.000 Air TAAB @ Rp 60.916 90.301.200 1.000 512.000 PDAM Juni 2006 Total POMEC DEPARTMENT HOTEL GRAHA SANTIKA SEMARANG X.201.738.576 PERMANEN 1 2 1 2 1 0 0 5 1 0 0 KONTRAK DW 1 .000 600.0 10.Meeting Bulanan Pertemuan ISO In House Training Briefing Engineering 1 3 0 31 IX. Supervisor Civil Supervisor Gardener Supervisor Gardener Technician Administrative Carpenter Car Washer UNIT CONSUMED COST 235.435 2.0 2. Prev. STAFF ENGINEER Chief Engineer Ass Chief Engineer Duty Engineer Maint.785. UTILITIES By Listrik Hotel Solar PPN solar ABT Mei 2006 Air sehat @ Rp 50.700 47.325 255.

343 499.362.115 5.460 479.639.080.953.927.97% IX.500 227.393. UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total UNIT CONSUMED COST 245.940 POMEC department bulan September 2006 Occupancy : 72.941.581.195 POMEC department bulan Agustus 2006 Occupancy : 76.015 6.562 7.57% UNIT CONSUMED COST 209. UTILITIES UNIT CONSUMED COST . UTILITIES By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Total Occupancy : 64.279 17.220 10.750.825 270.Total Semarang.888.000 1.24% IX. 10 Juli 2006 13 1 Warnadi Chief Engineer POMEC department bulan Juli 2006 IX.

295.119.130 COST 219.000.872.000 9262.881 8.979 257.410 100 tanki 5.445 21.191 POMEC department bulan Oktober 2006 Occupancy : 56.049. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 39m3 341.434 UNIT CONSUMED 290.749.750.854 6.214 8.000 1.212 6.By Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 518.827 POMEC department bulan November 2006 Occupancy : 65.703.171.767 234.604.000 COST 199.000 8807.5m3 1.417 247.035.982.220 POMEC department bulan Januari 2006 Occupancy : 57.325 234.018.79% IX. UTILITIES Electric UNIT CONSUMED 250.618.8m3 1.331 13.113.263.428 .895 125 tanki 6.126 UNIT CONSUMED 286. UTILITIES Listrik Hotel Solar Rekening PDAM Air sehat Air ABT Total 21m3 131.2% IX.344.710 COST 226.89% IX.250.

UTILITIES Rek.700) Total 54. PDAM April 2006 Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.949.102 13.663.635 215. Power Compesator Biaya pajak ABT Jan dan Feb 2006 Biaya kor.Deep Weel Desember 2005 Deep Weel Sept s/d Des 2005 PDAM (m3) Solar (ltr) + pajak (Rp.344 257.915 - POMEC department bulan April 2006 Occupancy : 67.027. rekening PDAM Feb 2006 Biaya PDAM Maret 2006 Biaya air bersih Solar (ltr) + pajak ( Rp 4736.39%.425 125.109.249. Feburai 2006 Occupancy : 64.500 2.679.000.100 1.652. Listrik April 2006 By ABT Maret 2006 Pemb.102.0 3.48 /liter ) Total UNIT CONSUMED COST 222.49 /liter ) Biaya adm dan PPH solar Total UNIT CONSUMED COST 235.248. Rek Listrik Feb 2006 Pemb.050 280.648.064.865 10.103 POMEC department bulan Maret.620 1.681.040 13.539 1.900 278.80 761.691. 70.800 608.000 709.827.00 10.518. 29.50 12.755 11.716.672. Air bersih By PDAM April 2006 Kor.69% IX.105 - - .900 529.500 2.000.500 280.500 7.620 7. Listrik Hotel Maret 2006 Kor. Rek.7% IX. UTILITIES By Listrik Hotel April 2006 Kor rek.

500 480.661.POMEC department bulan Mei 2006 Occupancy : 65.195.600.807.000 3.311. UTILITIES By Listrik Hotel Mei 2006 Solar Mei 2006 ABT april 2006 Air sehat UNIT CONSUMED COST 224.3% IX.575 2.0 72.0 8.430 9.071.850 1.795 240.000 334.0 PDAM Mei 2006 Total .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.