Anda di halaman 1dari 12

Kata Pengantar

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa karena berkat rahmat dan karunianya-Lah, saya dapat menyelesaikan tugas makalah kami. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada bimbingan kita, Nabi Muhammad SAW, semoga keluarganya, para sahabatnya dan tentunya kita semua umatnya, diberi keridhoan dan syafaatnya di hari akhir nanti. Aminn Tak Lupa ucapan terima kasih saya ucapkan kepada dosen kami, yang selalu membimbing kami dan juga mahasiswa yang lain dalam langkah menyelesaikan makalah. Akhir kata sebelum menutup pengantar ini, kami ucapkan mohon maaf yang sebesarbesarnya kepada seuruh pihak, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya. Tak lupa kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sebagai motivasi bagi kami agar dapat lebih baik lagi. AKHIR KATA Wassalammualaikum Wr.Wb

Hormat kami,

Penulis

Daftar Isi
Kata pengantar Daftar isi Bab I Pendahuluan 1.1 latar belakang masalah 1.2 pembatasan masalah 1.3 tujuan dan manfaat penelitian 1.4 metode penelitian Bab II Pembahasan Bab III Penutup 3.1 Simpulan 3.2 Saran Daftar Pustaka

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang masalah
Rokok, bukan hal yang asing lagi bagi kaum laki-laki baik muda maupun tua. Banyak perokok yang mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaannya merokok. Merokok adalah sebuah kebiasaan, perilaku hidup seseorang. Dengan merokok, mereka mendapatkan ketenangan, segala masalah yang ada terasa menjadi ringan dengan menghisap rokok. Tapi terkadang harus ada beberapa orang yang harus menanggung penyakit yang tak seharusnya mereka dapatkan yaitu bagi perokok pasif, mereka harus menanggung akibat dari kebiasan sang perokok aktif yang merokok di sembarangan tempat. Di dunia ini ternyata lebih banyak perokok pasif dari pada aktif karena setiap orang yang dengan tidak sengaja menghisap asap yang di timbulkan dari rokok itulah dia perokok pasif dan ternyata penyakit yang didapatnya pun lebih besar dari pada si perokok aktif.

1.2

Pembatasan masalah
1. Apa saja zat-zat yang terkandung dalam rokok ? 2. Apa bahaya yang di timbulkan terhadap perokok pasif ? 3. Bagaimana menghindari asap rokok ?

1.3

Tujuan dan manfaat penelitian

1.3.1 Tujuan penelitaian


1. Untuk menjelaskan zat-zat yang terkandung dalam rokok 2. Untuk menjelaskan bahaya yang ditimbulkan bagi para perokok pasif 3. Untuk menjelaskan cara menghindari asap rokok

1.3.2 Manfaat penelitian


1. Menambah pengetahuan tentang zat-zat yang terkandung dalam rokok 2. Menambah pengetahuan tentang bahaya asap rokok bagi para perokok pasif 3. Menambah pengetahuan tentang cara menghindari asap rokok

1.4

Metode Penelitian
Deskriptif

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1 Zat-zat yang terkandung dalam rokok
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. Ketenangan yang didapatkan dari menghisap rokok berasal dari Nikotin yang dikandung oleh Tembakau Rokok. Nikotin ini merangsang otak untuk memproduksi dopamin, sebuah senyawa yang membuat seorang perokok mendapatkan efek relaksasi, rasa tenang. Dalam tiap rokok pasti mengandung Nikotin dengan kadar yang berbeda-beda (tertera di bungkus rokok). Nikotin ini berasal dari Tembakau Rokok, banyak yang tidak tahu bahwa disisi lain nikotin ini merupakan Racun syaraf yang potensial, Bahan baku Insektisida, Karsinogenik dengan menghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker. Dalam kadar yang rendah saja, nikotin dapat membuat kecanduan pemakainya. Ini yang membuat perokok sulit melepaskan diri dari rokok. Selain Nikotin, masih ada Tar. Dia adalah hidrokarbon yang bersifat lengket & menempel pada paru, bersifat merusak sel paru dan menyebabkan kanker. Ini salah satu yang menimbulkan flek saat difoto rongsen. Carbonmonoksida adalah hasil pembakaran tidak sempurna yang dihasilkan oleh ujung rokok yang disulut api. Carbonmonoksida ini bersifat lebih mudah mengikat Hemoglobin (senyawa pembawa Oksigen dalam darah) dari pada Oksigen. Hal ini membuat kadar

oksigen dalam darah berkurang karena Hemoglobinnya lebih mudah terikat dengan Carbonmonoksida. Ini yang membuat kita merasa sesak bila berada di ruang yang penuh asap rokok. Di samping itu masih banyak logam berat dan senyawa lain yang dikeluarkan oleh hasil pembakaran asap rokok. Tercatat ada 4000 bahan kimia yang dihasilkan, 200 diantaranya beracun dan 43 diantarnya diyakini dapat menimbulkan kanker. Diantara bahan beracun tersebut adalah Hydrogen Cyanide (racun hukuman mati, Arsenic (racun semut putih), Acetone (penghapus cat), Methanol (bahan bakar roket), Napthalene (kabur barus), Cadmium(dipakai accu mobil, baterai), Toluene (pelarut), Ammonia (pembersih toilet/lantai), Methane (Gas buang), Butane (bahan bakar korek api) dll. Asap rokokjuga dikenal sebagai asap tembakau lingkungantermasuk asap yang dikeluarkan oleh perokok (asap utama) dan asap yang datang langsung dari produk tembakau yang terbakar. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun, termasuk benzene, carbon dan polonium. Partikel berbahaya dalam asap rokok dapat melayang di udara selama berjam-jam. Menghirup asap rokok untuk waktu singkat dapat mengiritasi paru-paru dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Sementara menghirupnya berkepanjangan atau menjadi perokok pasif, justru lebih berbahaya. monoxide, chromium, cyanide,formaldehyde, lead, nickel,

2.2

Bahaya yang ditimbulkan asap rokok bagi perokok pasif


Asap rokok 25%-nya dihisap oleh perokok sementara 75%-nya berupa asap sampingan yang dapat dihirup oleh perokok pasif. Efek buruk asap rokok bukan hanya dirasakan oleh perokok saja namun juga oleh non perokok yang menghirup asap rokok. Efek Asap rokok dapat berupa gangguan yang segera (akut) maupun yang jangka panjang (kronis). Diantara yang akut adalah batuk, sesak dll. Sedangkan yang kronis adalah kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin seperti peringatan Pemerintah di atas. Berbagai jenis kanker dapat dipicu oleh rokok, diantaranya

adalah kanker paru (yang tersering), kanker rongga mulut, kanker lambung, kanker usus, dll. Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding tidak mengisap asap rokok) 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan; 4x menderita kanker esophagus; 2x kanker kandung kemih. Nikotin menyebabkan jantung berdebar, meningkatkan tekanan darah,

meningkatkan kadar kolesterol darah. Hal ini menimbulkan risiko kematian dari penyakit jantung 2-3x lebih besar terhadap perokok dibandingkan dengan yang tidak merokok. Gangguan Seksual yang dapat dialami oleh perokok adalah bagi Pria berupa disfungsi seksual (Impotensi), Gangguan Libido, Gangguan Ereksi, Gangguan Ejakulasi, Gangguan Orgasme. Sementara pada wanita dapat berupa gangguan haid, early menopause (menopause dini), sulit untuk hamil. Bagi janin, asap rokok dapat menimbulkan terhambat perkembangan janin, keguguran, bayi lahir cacat, lahir prematur. Asap rokok menyebabkan atau memberikan kontribusi terhadap masalah kesehatan serius, termasuk:

Penyakit paru : asma, bronkitis, dan penyakit paru-paru kronis dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan asap rokok. Penyakit jantung : asap rokok meningkatkan risiko serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Asap rokok juga merusak pembuluh darah, mengganggu peredaran darah, dan meningkatkan risiko pembekuan darah. Kanker : asap rokok adalah faktor risiko untuk kanker paru-paru. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara asap rokok dan berbagai jenis kanker lainnya.

Asap rokok menimbulkan risiko tambahan bagi anak-anak, khususnya yang rentan terhadap dampak asap rokok. Masalah tersebut meliputi: Berat badan lahir rendah (BBLR) : menjadi perokok pasif selama kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) : asap rokok meningkatkan risiko SIDS, apakah paparan terjadi selama kehamilan ataupun setelah lahir. Infeksi : anak-anak yang hidup dengan perokok lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi telinga bagian tengah dan infeksi saluran pernafasan bawah. Asap rokok juga menyebabkan batuk kronis, lendir dan mengi, serta iritasi mata dan hidung.

2.3

Cara menghindari asap rokok


Dengan perencanaan, Anda dapat mengurangi atau menghilangkan paparan terhadap asap rokok. Mulailah dengan langkah-langkah sederhana ini: Jangan biarkan siapapun merokok di rumah Anda Jika ada anggota keluarga atau tamu yang ingin merokok, minta mereka untuk merokok di luar. Jangan mengandalkan pendingin udara, sistem ventilasi ataupun jendela terbuka untuk membersihkan udara. Jangan biarkan merokok di dalam kendaraan Anda Jika seorang penumpang ingin merokok selam perjalanan, sebaiknya berhenti di tempat pemberhentian untuk merokok di luar mobil. Meminta agar diberlakukan larangan merokok di tempat kerja Anda Bahkan kipas ventilasi yang kuat tidak secara efektif menghilangkan asap rokok dari udara.

Pilih fasilitas umum bebas asap rokok Jika Anda membawa anak-anak ke tempat pengasuhan, pilih tempat yang punya aturan dilarang merokok. Hal yang sama berlaku untuk orang lanjut usia atau manula. Jika mereka harus tinggal di panti jompo untuk jangka panjang, pastikan bebas asap rokok.

Pilih tempat bisnis dengan kebijakan dilarang merokok Banyak restoran dan instansi lainnya menerapkan aturan bebas asap rokok. Perkuat aturan tersebut dengan mengatakan kepada manajemen bahwa Anda menghargai udara sehat.

Jaga jarak dari perokok Jika Anda harus berbagi ruang dengan perokok, duduk sejauh mungkin dari mereka. Jika suami atau kekasih Anda merokok, berikan dukungan dan dorongan untuk ia berhenti merokok. Dan akhirnya, seluruh anggota keluarga akan menuai keuntungan.

BAB III JUDUL MAKALAH

ASAP ROKOK TERHISAP, NYAWA TERANCAM

BAB IV PENUTUP
4.1 Simpulan dan Saran
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai. Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

DAFTAR PUSTAKA

http://netsains.com/2010/09/bahaya-asap-rokok/ http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/09/27/310741/hati-hati-bahaya-asap-rokok-mengintai http://organisasi.org/efek-bahaya-asap-rokok-bagi-kesehatan-tubuh-manusia-akibat-sebatang-rokokracun-ketagihan-candu-buang-uang-dan-dosa