P. 1
perhitungan roda gigi

perhitungan roda gigi

5.0

|Views: 382|Likes:
Dipublikasikan oleh Definal Chaniago

More info:

Published by: Definal Chaniago on Sep 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.

Sc ELEMEN MESIN II 1

Perhitungan Roda Gigi Dengan Alur
Direncanakan roda gesek dengan putaran poros penggerak n
1
=
5600 rpm harus memindahkan daya p
2
= 103 kW pada sebuah poros dengan n
2
=
1480 rpm dan q = 0,90 dari bahan Fe 490 maka poros penggerak harus
memberikan daya sebesar :
- 63 , 64
90 , 0
164 , 58
2
1
= = =
q
p
p kW
Garis tengah poros penggerak d poros untuk suatu momen puntir :
- = =
) / 1 (
60
6000
2
) / . ( 64630
1
s
s m N
M
t
e 9 , 102
628
64630
= N.m
- 3430
) / ( 30
) . ( 10 . 9 , 102
2
3
1
1
= = =
mm N
mm N M
W
te
e
e mm
3

- We
1
= 0,2 d
3
poros1


d
poros1
=
3
23 , 0
3430

d
poros1
= 16 mm = 20 mm
Karena memperhitungkan perlemahan alur pasak maka diameter poros (d poros1)
dibuat menjadi = 20 mm.

Garis tengah poros yang digerakkan d
poros2
untuk :
- 9 , 102
1680
6000
9 , 0
1
x x M = e
= 58,56 x 10
3
Nm
- 3430
) / ( 30
) . ( 10 . 5 , 331
2
3
2
1
= = =
mm N
mm N M
W
te
e
e mm
3
=1105
- We
1
= 0,2 d
3
poros1

d
poros1
= 28 mm = 30 mm

Kalau garis tengah roda kecil d2 = (8...10) d
poros2
= 160 mm
- 8 , 100
6000
1680 . 360
1
2 . 2
1
= = =
n
n d
d
103 = 114,44 kW = 114,44 Nm/s
0,90
11444 = 11444 = 19,52 Nm
2t 5600 586,13
60
19,52 . 10
3
= 650,67 mm
3
30
66,47 = 223 mm
3
= 11050 mm
30
19,52 Nm = 388,07 N
0,0503 m


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 2

- N
m
m N
F 6 , 2037
) ( 0503 , 0
) . ( 9 , 102
= = , pada 2u = 35
o
; f = 0,15
Gaya g = 2 F = 4 kN

Banyaknya alur yang dapat diambil :
350
F
Z =
6 8 , 5
350
6 , 2037
~ = = Z


Menentukan Ukuran Roda Gigi
Untuk merancang roda gigi yang mampu mentransmisikan daya
maksimum sebesar 103 kW (138 HP) pada putaran 5600 rpm. Pada mobil Opel
Blazer DOHC dan direncanakan menggunakan roda gigi miring.
Hal-hal yang direncanakan antara lain :
- Sudut miring , α = 25
o

- Sudut tekanan , β = 20
o

- Jarak sumbu poros , a = 100 mm
- Perbandingan transmisi seperti pada brosur, (I)
- Modul (m) = 3
Karena dasar dalam perencanaan roda gigi yaitu perbandingan kecepatan atau
perbandingan transmisi (I) yaitu perbandingan diameter lingkungan jarak roda gigi
atau jumlah gigi satu dengan jumlah gigi yang kedua.

(Sularso,P=216)

Perhitungan Transmisi I
Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.1.
 Diameter jarak bagi lingkaran sementara, d’
d’
1
= 2a/
(1+I)
) 1 (
2
'
2
i
ai
d
+
=

=
) 579 , 3 1 (
100 2
+
x
=
) 579 , 3 1 (
579 , 3 100 2
x
x x


= 39,76 mm = 160,24 mm
1
2
1
2
'
'
Z
Z
d
d
Z = =
388,07 = 2,6 = 3 buah
150
1 + 4,03
2 x 100 x 4,03
( 1 x 4,03 )


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 3

d’
1
= 40 mm d’
2
= 160 mm
 Jumlah gigi ; Z
Z
1
= d’
1
/ m
m
d
Z
1
2
'
=
=
3
44
=
3
156

= 13,3 = 14 gigi = 53 gigi

 Dimensi Roda gigi :
 Diameter tusuk, Dt :
Dt
1
= m x Z
1
Dt
2
= m x Z
2

= 3 x14 = 3 x 53
= 42 mm = 159 mm

 Diameter kepala, Dk :
Dk
1
= m (Z
1
+ 2) Dk
2
= m (Z
2
+ 2)
= 3 x (14 + 2) = 3 x (53 + 2)
= 48 mm = 165 mm

 Diameter kaki, Df :
Df
1
= m (Z
1
– 2) Df
2
= m (Z
2
– 2)
= 3 x (14 – 2) = 3 x (53 – 2)
= 36 mm = 153 mm

 Tinggi gigi, Tg :
Tg = Tkep + Tkaki
= 1 m + 1,17

m
= 2,17 m
= 2,17 x 3
= 6,5 mm



40
3
160
3


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 4

 Panjang gigi, b. (lebar sisi)
b = (1,15 . π . m )/tan 25
o

= (1,15 . π . 3 )/tan 25
o
= 26,2 mm
= 30 mm

Tabel .1 Dimensi Roda Gigi
Transmisi Z
1
(gigi) Z
2
(gigi) Dt
1
(mm) Dt
2
(mm) Dk
1
(mm) Dk
2
(mm) Df
1
(gigi) Df
2
(mm)
I 14 53 42 159 48 165 36 153
II 22 45 66 135 72 141 60 129
III 26 40 78 120 84 126 72 114
IV 33 33 99 99 105 105 93 93
V 36 31 108 93 114 99 102 87


Menentukan Jarak Sumbu Poros Pada Roda Gigi
Jarak sumbu poros pada roda gigi adalah perbandingan antara jumlah dari
diameter jarak bagi lingkaran pada roda gigi dibagi dua :
a =
2
2 1
dt dt +

a =
2
156 45 +

a =
2
201

a = 100,5 mm
a = 101 mm




42 + 159
2


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 5

Kekuatan Gigi
Untuk memperhitungkan kekuatan gigi digunakan dua metode yang paling
dasar pada perhitungan dan diutamakan pada kekuatan terhadap lenturan dan
tekanan permukaan gigi. Kedua metode ini merupakan metode perencanaan
menurut standart. Untuk itu melakukan perencanaan roda gigi perlu diketahui hal-
hal sebagai berikut :
- Daya P = 25 kW
- Bahan pinyon S45C dengan :
- Kekuatan tarik, σ b
1
= 58 N/mm
2

- Kekuatan permukaan sisi gigi , Hb
1
= 198
- Tegangan lentur yang diizinkan,σa1 = 30 N/mm
2

Misalkan faktor tegangan kontak diambil antara baja dengan kekerasan (200Hb)
dengan besi cor maka Kh = 0,079 N/mm
2
.

Maka perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut :
- F
i
b = σa m γ fv
- Faktor bentuk gigi :
γ
1
= 0,289
γ
2
= 0,408 + (0,421-0,408) t 2/8) = 0,4113

* Kecepatan keliling :
V =
60 . 1000
. . n dt t

=
60000
6000 . 45 . 14 , 3

= 12,15 m/s

* Gaya tangensial :
Ft =
V
p . 102

=
13 , 14
25 , 102
= 209,87 N



3,14 x 42 x 5600
60000


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 6

* Faktor Dinamis :
fv =
v + 6
6


=
13 , 14 6
6
+


= 0,298

* Beban lentur yang diizinkan persatuan lebar

f
1
b
1
= σ
a1
. m . γ
1
. fv

= 30 x 3 x 0,289 x 0,324

= 8,43 N/mm

f
1
b
2
= σ
a2
. γ
2
. fv

= 11 x 3 x 0, 4113 x 0,324

= 10,692 N/mm


* Beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar
F
1
H = fv Kh dt
1
2 1
2
2
Z Z
Z
+


= 0,324 x 42 x
= 10,15 N/mm

Harga minimum F
1
min = 5,518 kg/mm

= F
1
H


* Lebar sisi :

b = Ft / F
1
min

=
518 , 5
5 , 180

= 20,8 mm

* b/m = 20,68 / 3 = 6,9 ~ 7 ~ sesuai

6 .
6 + v
2 x 25 .
14 + 53
209,876
10,15


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 7

Perhitungan Efisien Roda Gigi
Perhitungan efisiensi roda gigi diambil berdasarkan data jumlah roda
gigi masing-masing yang telah dihitung pada sub bab 4.3. efisiensi roda gigi
yang akan dihitung adalah efisiensi masing-masing transmisi, efisiensi mekanis
serta efisiensi total.
Jumlah gigi pada setiap roda gigi :
Z
1
= 14 Z
6
= 40 Z
11
= 15
Z
2
= 53 Z
7
= 33 Z
12
= 52
Z
3
= 22 Z
8
= 33 Z
13
= 22
Z
4
= 45 Z
9
= 17
Z
5
= 26 Z
10
= 34

a. Efisiensi transmisi I
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
8 7
8 7
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
q
=
(
¸
(

¸
+
+
+
÷
33 . 33
33 33
52 . 15
52 15
7
1
1
= 0,9791 = 97,91 %

b. Efisiensi transmisi II
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
6 5
6 5
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
II
q
= 59 , 97 9759 , 0
40 . 26
40 26
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

c. Efisiensi transmisi III
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
4 3
4 3
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
III
q
= 81 , 97 9781 . 0
45 . 22
45 22
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.M.Sc ELEMEN MESIN II 8

d. Efisiensi transmisi V
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ =
13 12
13 12
2 1
2 1
. . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
V
q
= 92 , 97 9792 , 0
31 . 36
31 36
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
÷ %

e. Efisiensi transmisi mundur
(
¸
(

¸
+
+
+
+
+
=
11 10
11 10
10 9
10 9
2 1
2 1
. . . 7
1
1
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
Z Z
R
q
= 87 . 96 9687 , 0
63 . 34
63 34
34 . 17
34 17
52 . 15
52 15
7
1
1 = =
(
¸
(

¸
+
+
+
+
+
÷ %

f. Efisiensi Mekanis
maks
= η
I
. η
II
. η
III
. η
V
. η
R
. η
bantalan bantalan
= 0,99
= 0,9791 . 0,9759 . 0,9781 . 0,9792 . 0,9687 . 0,99
= 0,8776
= 87,76 %

g. Efisiensi total :
Kerugian daya,P
9

Daya maksimum mesin, P
maks
= 103 kW
P
9
= P
maks
(1-
maks
)
= 103 (1-87,76 %)
= 93,96 kW

Jadi efisiensi total, q total :
% 100 .
(
¸
(

¸
÷
maks
maks
P
Pg P

= % 76 , 87 % 100 .
164 , 58
12 , 7 164 , 58
=
(
¸
(

¸
÷

14 + 53
14 x 53
14 + 53
14 x 53
103 – 93,96
103

15 Gaya g = 2 F = 4 kN Banyaknya alur yang dapat diambil : Z F 350 2037. Hal-hal yang direncanakan antara lain : Sudut miring Sudut tekanan Jarak sumbu poros . a = 100 mm Perbandingan transmisi seperti pada brosur. (I) Modul (m) = 3 Karena dasar dalam perencanaan roda gigi yaitu perbandingan kecepatan atau perbandingan transmisi (I) yaitu perbandingan diameter lingkungan jarak roda gigi atau jumlah gigi satu dengan jumlah gigi yang kedua. Pada mobil Opel Blazer DOHC dan direncanakan menggunakan roda gigi miring.1.03 ) = 2 x 100 x 4. β = 20o .07 =  5. d’ d’1 = 2a/(1+I) d '2  2ai (1  i ) = 2 x100 (1  3.P=216) Perhitungan Transmisi I Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.76 mm = 160. ST.m)  2037 .24 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.6 = 3 buah Z  388.M. Z d '2 Z 2  d '1 Z 1 (Sularso.Sc ELEMEN MESIN II 2 .6 N .03 2 x100 x3.03 ) ( 1 x3.9( N .0503 (m) pada 2 = 35o . F 102 .579 (1x 4. f = 0. 0.579 1 + 4.6 2.  Diameter jarak bagi lingkaran sementara.579 ) = 39. α = 25o .8  6 350 150 Menentukan Ukuran Roda Gigi Untuk merancang roda gigi yang mampu mentransmisikan daya maksimum sebesar 103 kW (138 HP) pada putaran 5600 rpm.

17 m = 2. Dt : Dt1 = m x Z1 = 3 x14 = 42 mm  Dt2 = m x Z2 = 3 x 53 = 159 mm Diameter kepala. ST.M.d’1 = 40 mm  Jumlah gigi .Sc ELEMEN MESIN II 3 .17 x 3 = 6. Tg : Tg = Tkep + Tkaki = 1 m + 1. Df : Df1 = m (Z1 – 2) = 3 x (14 – 2) = 36 mm Df2 = m (Z2 – 2) = 3 x (53 – 2) = 153 mm  Tinggi gigi. Dk : Dk1 = m (Z1 + 2) = 3 x (14 + 2) = 48 mm Dk2 = m (Z2 + 2) = 3 x (53 + 2) = 165 mm  Diameter kaki. Z Z1 = d’1/ m d’2 = 160 mm Z2  = d '1 m 44 = 40 3 156 160 33 = 13.17 m = 2.3 = 14 gigi  = 53 gigi Dimensi Roda gigi :  Diameter tusuk.5 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.

Sc ELEMEN MESIN II 4 .M. m )/tan 25o = (1.1 Dimensi Roda Gigi Transmisi Z1(gigi) Z2(gigi) Dt1(mm) Dt2(mm) Dk1(mm) Dk2(mm) Df1(gigi) Df2(mm) I II III IV V 14 22 26 33 36 53 45 40 33 31 42 66 78 99 108 159 135 120 99 93 48 72 84 105 114 165 141 126 105 99 36 60 72 93 102 153 129 114 93 87 Menentukan Jarak Sumbu Poros Pada Roda Gigi Jarak sumbu poros pada roda gigi adalah perbandingan antara jumlah dari diameter jarak bagi lingkaran pada roda gigi dibagi dua : a = a = a = dt1  dt 2 2 45  + 159 42 156 22 201 2 a = 100.15 . ST. 3 )/tan 25o = 26. π . Panjang gigi.15 . π .2 mm = 30 mm Tabel .5 mm a = 101 mm PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. b. (lebar sisi) b = (1.

60 33.4113 * Kecepatan keliling : V = =  . Maka perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut :   Fib = σa m γ fv Faktor bentuk gigi : γ1 = 0.289 γ2 = 0.45 6000 60000 60000 = 12.42 x 5600 .079 N/mm2.Sc ELEMEN MESIN II 5 .n 1000.14 x .14.421-0. Kedua metode ini merupakan metode perencanaan menurut standart. p V 102 .87 N PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. σ b1 = 58 N/mm2 Kekuatan permukaan sisi gigi .dt.M.408) t 2/8) = 0.13 = 209.15 m/s * Gaya tangensial : Ft = = 102. ST.σa1 = 30 N/mm2 Misalkan faktor tegangan kontak diambil antara baja dengan kekerasan (200Hb) dengan besi cor maka Kh = 0.Kekuatan Gigi Untuk memperhitungkan kekuatan gigi digunakan dua metode yang paling dasar pada perhitungan dan diutamakan pada kekuatan terhadap lenturan dan tekanan permukaan gigi.408 + (0. Hb1 = 198 Tegangan lentur yang diizinkan.25 14 . Untuk itu melakukan perencanaan roda gigi perlu diketahui halhal sebagai berikut :   Daya P = 25 kW Bahan pinyon S45C dengan : Kekuatan tarik.

518 209. γ1 .518 kg/mm = F1H * Lebar sisi : b = Ft / F1min = 10. 14 + 53 Harga minimum F1 min = 5. γ2 .876 180 .Sc ELEMEN MESIN II 6 . 4113 x 0.324 = 10.8 mm * b/m = 20. m .* Faktor Dinamis : fv = 6 6v = 66 .68 / 3 = 6.15 5.13 14 = 0.289 x 0. ST.9  7  sesuai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin. 66+ v.15 N/mm 2 x 25 .324 x 42 x = 10.43 N/mm f1b2 = σa2 .298 * Beban lentur yang diizinkan persatuan lebar f1b1 = σa1 .M. fv = 30 x 3 x 0.5 = 20.692 N/mm * Beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar F1H = fv Kh dt1 2Z 2 Z1  Z 2 = 0.324 = 8. fv = 11 x 3 x 0.

52  26 . 53  = 0. Jumlah gigi pada setiap roda gigi : Z1 = 14 Z2 = 53 Z3 = 22 Z4 = 45 Z5 = 26 Z6 = 40 Z7 = 33 Z8 = 33 Z9 = 17 Z10 = 34 Z11 = 15 Z12 = 52 Z13 = 22 a.40   0.Z 2 Z 5 . Efisiensi transmisi II 6 2  II  1   1  5  7  Z1 .9781  97 . Efisiensi transmisi III 4 2  III  1   1  3  7  Z1 .Z 4  1 Z  Z Z Z  = 1 1 14 + 53 15  52 22  45  14 x .9791 = 97.Z 2 Z 7 .81 % 7  15 52  PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.Z 8  1 Z  Z Z Z  = 1 1 15  53 33  33  14 + 52  15x52  33 .3. efisiensi roda gigi yang akan dihitung adalah efisiensi masing-masing transmisi.Z 2 Z 3 .45   0.53  22 .M. ST.Z 6  1 Z  Z Z Z  = 1 1 7  52 26  40  15 + 53  14 .9759  97 .33  7  14 .59 % 15  14 x 53  c.Sc ELEMEN MESIN II 7 .Perhitungan Efisien Roda Gigi Perhitungan efisiensi roda gigi diambil berdasarkan data jumlah roda gigi masing-masing yang telah dihitung pada sub bab 4. efisiensi mekanis serta efisiensi total. Efisiensi transmisi I 8 2   1  1  7  7  Z1 .91 % b.

9781 .Z10 Z10 .Z 2 Z12 .76 %) = 93.76 % bantalan = 0. Efisiensi transmisi mundur 10 11 2 R  1  1  9  10  7  Z1 .Z13  1 Z  Z Z Z  = 1 1 15  52 36  31  14 53  15+52  36 .8776 = 87. ηII .Z11  1 Z  Z Z Z Z Z  = 1 1 15  53 14 + 52 17  34 34  63   15 . ηR . ηV . ηIII . Efisiensi Mekanis maks = ηI .99 g.  e.164   PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin.P9 Daya maksimum mesin. Pmaks = 103 kW P9 = Pmaks (1maks) = 103 (1-87.9687  96 .63   0.92 % 7  14 x 53 .9792  97 .76% 103 58.9792 .96 kW Jadi efisiensi total.12  =  103 – 93. Efisiensi transmisi V 13 2 V  1   1  12  7  Z1 .Z 2 Z 9 .d.31   0. ST.100%  87.96 .87 % 7  14 x 53  f.Sc ELEMEN MESIN II 8 .164  7. 0.9687 .52  17 .M.9791 .34  34 .100% Pmaks    58. 0. 0.99 = 0.9759 . 0. Efisiensi total : Kerugian daya. ηbantalan = 0.  total :  Pmaks  Pg   . 0.

                           22 22   !&$%!# &82.83 $%  $. $  .:.       / .

  /  22/  22  :2. / .

.209079:8: 9 9292   2222   .  2   2            2222   .2090705.2       /  2               2038#4/. 2  2  2    22     !&$%!# &82.  .20907.83 $%  $. $  .:. 1 12   12            2222   %3 %   %%05 %.

3.788  -     2 .  !.3 -  0-.

34       .9.

.7 /.3./.83 $%  $./.7.          .-0 2038#4/.    .74/./:. 22 .:2.507-.34  22  22  %.#4/./.74/.35.-.8:2-:547485.  .$:2-:!4748!.7.3. %7./.3.. $  ./.9. 22      !&$%!# &82.39./-.7.7. /9  /9     .:.  .7.3828       9 22  9 22   22   22  1   1 22     ' '                                                  03039:.20907.3/3.

3 /.35343$/03.9.3 5072:..35..3 /:9. 2094/0 3 207:5.3    0:..5 039:7.3. ..3 2094/0 50703.8.9.7 5.3   0/:./..-07:9 O .30:.2094/0. 5079:3.3 203:7:989.79 &39:9:20..! O . 0:.80-.350703./.3 /.. 0:.3/:.3/:3.:.39.3 5..3 90..3 /.3 907.374/./.:.3  &39:2025079:3.9.3..3..507:/09.2.7 ƒ- .9.3/.

. .3/3.3 ƒ.9.35072:.3.22 0:.3039:7.388 - %0.

..31.2-./.3 007.94790.472.7.-.3-08.3 439.8. /03..3.3  .39.22 8. . /03.

22   .380-.:.-07:9 O -ƒ.2Ø1..947-039: Ø   Ø        9..5079:3.5. O .9/.3/.

    0.05.303 ' 6 /9 3                 2.9.

3038.8  . 9   5  '              !&$%!# &82. $  .:..83 $%  $.9.

35078.28 1.        .3039:7.3/3. .9473.30-.        .        0-.    .9:.7  1-ƒ. 2 Ø 1.

 Ø 1.       .22  1-ƒ.

3.9:.7 1.35072:./9                .30-..3/3.22   0-.35078.

7.232:223 .22   .

22 0-.788  -9.

23             22  -.

2 .

:.83 $%  $.   !&$%!# &82. $  . 808:.

 1803897.  :2.:.  1803897. !079:3. 018038 2.83 $%  $.7.83   .31803#4/./.83 97.3 ./.809.74/..5.3/.83 2. 8:- -.38 8079.3828                                                   -  1803897. /9:3 5.83 2.3 /9:3 ./.3828                                            !&$%!# &82.  . $  .3828                                          .2--07/. !079:3.       .018038949.  2.-    018038 74/.8.301803874/..3 90.:2./.3828  018038 20.574/.9.

:..38282:3/:7 #                                                      1  180380.3                      18038949. !2.8:28.83 $%  $. 0949.82:22083 !2...8Ú Ú Ú Ú ' Ú # Ú -.. !   . $  ./018038949.3 -.3/.3828' '                                          0  1803897.8 ! !2.2.8            .8   2. 949. /  1803897.39.39.8                     !&$%!# &82.3. 07:.8 !    !2.38 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->