P. 1
Profesionalitas Guru

Profesionalitas Guru

|Views: 45|Likes:
Dipublikasikan oleh adhyatnika geusan ulun

More info:

Published by: adhyatnika geusan ulun on Sep 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

GURU PROFESIONAL BERDASARKAN UU No.

14 Tahun 2005

1

KEMAJUAN BANGSA DAN NEGARA

Kemajuan suatu bangsa dan negara diukur dengan tiga variabel pokok: •Pendidikan •Kesehatan •Sarana dan prasarana

2

PANDANGAN UMUM
 Pemerintah menilai bahwa UU Guru dan Dosen sangat penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pendidikan nasional  Substansi yang diatur dalam UU Guru dan dosen sangat relevan dengan dinamika yang berkembang dalam masyarakat, bahkan pada hakikatnya merupakan respons positif terhadap aspirasi komunitas pendidikan di tanah air.

 Dicanangkan oleh Presiden pada tanggal 2 Desember 2004 dan disahkan pada tanggal 6 Desember 2005.
3

“ GURU adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan menilai pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini (TK) “( UU Guru dan Dosen pasal 1 ayat 1 )
PROFESIONAL adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standart mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (pasal 1 ayat 4 ) .

4

GURU sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik , kompetensi dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu.

Tunjangan Profesi ( UUGD Pasal 16 ) Pemerintah memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.  Tunjangan profesi sebagai mana dimaksud pada ayat ( 1 ) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja dan kualifikasi yang sama .  Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam APBN atau APBD.
5

GURU SBG PROFESI: Suatu pekerjaan yang menuntut keahlian, keterampilan, tanggung jawab, komitmen, dan kesetiaan. GURU PROFESIONAL: Kinerja guru yang dituntut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (dokter, lawyer, Notaris, Guru…???) PROFESIONALISME GURU: Derajat kinerja guru dalam menjalankan profesi sesuai dengan standar dan etikanya. PROFESIONALISASI GURU: Proses memfasilitasi guru menjadi profesional melalui berbagai latar aktivitas.
6

KGD

TENAGA PROFESIONAL PAUD - SMA

TENAGA PROFESIONAL PT
7

Kualifikasi Akademik
Profesionalisme Guru

Kompetensi

Sertifikasi
8

Pedagogik

Sosial

Kompetensi Guru

Kepribadian

Profesional
9


      

1966 ILO/UNESCO RECOMENDATION CONCERNING THA STATUS OF TEACHERS UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (NO. 20 TAHUN 2003] UNDANG-UNDANG TENTANG GURU DAN DOSEN (NO.14 TAHUN 2005] PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (NO. 19 TAHUN 2005) PERATURAN PEMERINTAH TENTANG GURU (masih RPP sampai sekarang) RENCANA STRATEGIS PENDIDIKAN NASIONAL 2005—2009 PERDA NO. 8 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2006—2008 RENCANA STRATEGIS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DINAS P DAN K PROVINSI JAWA TIMUR 2005—2009 10 RENCANA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DASAR DAN

PEMAHAMAN HARUS UTUH
Psl 1 butir 1: Guru adalah tenaga profesional dg tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan…….. Psl 1 butir 4: Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yg ….. menjadi sumber penghasilan….memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yg memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.. Psl 8: Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Psl 16: Guru yang memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan profesi sebesar 1X gaji…guru negeri maupun swasta …dibayar pemerintah….
11

UUGD: PENINGKATAN MUTU GURU SBG UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

KOMPETENSI BAGUS PENGHASILAN BAGUS KINERJA BAGUS KBM BAGUS PENDIDIKAN BERMUTU

12

UUGD: SERTIFIKASI SBG BAGIAN PENINGKATAN MUTU GURU DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAANNYA

GURU SBG PROFESIONAL

HARUS BERPENDIDIKAN S1/ D4

HARUS BERKOMPETENSI SBG. AGEN PEMBELAJARAN

MEMPEROLEH TUNJANGAN PROFESI

MEMILIKI SERTIFIKAT PENDIDIK

LULUS UJI KOMPETENSI (SERTIFIKASI)

13

PROFIL GURU PROFESIONAL (pasal 8)
1. KUALIFIKASI AKADEMIK

2. KOMPETENSI

WAJIB MEMILIKI
4. SEHAT
JASMANI DAN ROHANI

3. SERTIFIKAT PENDIDIK
Khusus Dosen :

5. KEMAMPUAN UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

MEMILIKI KUALIFIKASI YANG DIPERSYARATKAN SATUAN PENDIDIKAN TINGGI TEMPAT BERTUGAS
14

• •

GURU BERKEDUDUKAN DAN BERPERANAN SANGAT UTAMA DAN SIGNIFIKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU MENJADI KUNCI POKOK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN [PEMBELAJARAN] PERBAIKAN ATAU PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN DIMULAI DARI PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU.

15

1

GURU MERUPAKAN ENTRY POINT [PINTU MASUK] DAN COMMON PLATFORM [FUNDAMEN UMUM] PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA PEMBELAJARAN
TUGAS YANG HARUS DILAKSANAKAN

2

PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

3

BAGAIMANA PARADIGMANYA?
16

1
PENINGKATAN KUALIFIKASI

2
MUTU DAN PROFESIONALISME GURU MENINGKAT

PENINGKATAN KOMPETENSI [SERTIFIKASI]

3
KINERJA GURU MENINGKAT SIGNIFIKAN 4 MUTU PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN MENINGKAT
17

PELAYANAN KARIER
PENINGKATAN PENGHARGAAN DAN PERLINDUNGAN

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN

GURU PROFESIONAL DITANDAI OLEH INDIKATOR UMUM: 1. Kualifikasi pendidikan yang memadai dan sesuai dengan

tugas. 2. Kompetensi yang memadai dan sesuai dengan tugas yang dibuktikan oleh sertifikat pendidik. 3. Karier sebagai guru terbina secara berkelanjutan. 4. Profesi sebagai guru terhargai dan terlindungi secara sistemis. 5. Kesejahteraan yang memadai dan memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan profesional.
18

SERTIFIKASI GURU?
GURU adalah RUH PENINGKATAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
GURU adalah JANTUNG-HATI PEMBELAJARAN GURU: KUNCI UTAMA SUKSES PENDIDIKAN

19

JALUR SERTIFIKASI

• Penilaian Portofolio dan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru bagi Guru pada umumnya. • Penilaian Portofolio dan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru bagi Guru Berprestasi • Pendidikan (bagi Guru Berprestasi)
20

UNTUK APA SERTIFIKASI GURU? (1)

   

Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. Meningkatkan profesionalisme guru. Meningkatkan kesejahteraan guru. Meningkatkan proses dan hasil pendidikan. Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

21

UNTUK APA SERTIFIKASI GURU? (2)
  

 

Melindungi profesi guru dari praktik yang tidak kompeten. Melindungi masyarakat dari praktik Pendidikan yang tidak profesional. Menjaga LPTK dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan. Menjadi Wahana penjaminan mutu dan kontrol mutu bagi pendidik. Menjadi dasar ke arah guru sebagai profesi.

22

Sosok Guru Profesional? [menurut UU Guru dan Dosen]
 Guru wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi profesional pendidik sebagai agen pembelajaran.  Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru.  Kompetensi profesi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial

23

Asas Profesionalitas Guru? [menurut UU Guru dan Dosen]
Pasal 7 (1): Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a.memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; b.memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;

c. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
24

d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; f. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;

g. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secaraberkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat h. memiliki jaminan perlindungan hukum dlm melaksanakan tugas keprofesionalan dan memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan
25

APA SAJA KOMPETENSI PENDIDIK? Pedagogis
Pemahaman peserta didik, perancangan, pelaksanaa, & evaluasi Pembelajaran, pengemb.PD
(1) Aspek potensi peserta didik (2) teori belajar & pembelajaran, strategi, kompetensi & isi, dan merancang pembelj;(3) menata latar & melaksanakan; (4) asesmen proses dan hasil; dan (5) pengemb akademik & nonakademik

Kepribadian

Mantap & Stabil, Dewasa, Arief, Berwibawa, Akhlak Mulia

(1) Norma hukum &sosial, rasa bangga,Konsisten dgn norma; (2) mandiri & etos kerja; (3) berpengaruh positif & disegani; (4) norma religius & diteladani; (4) jujur;

Profesional

Menguasai keilmuan bidang studi; dan langkah kajian kritis pendalaman isi bidang studi

(1) Paham materi, struktur, konsep, metode Keilmuan yang menaungi, menerapkan dlm kehidupan sehari-hari; dan (2) metode pengembangan ilmu, telaah kritis, kreatif dan inovatif terhadap bidang studi

Sosial

Komunikasi & bergaul dgn peserta didik, kolega, dan masyarakat

Menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, kooperatif

26

PARADIGMA PENINGKATAN MUTU DAN PROFESIONALISME GURU

1
PENINGKATAN KUALIFIKASI

2
MUTU DAN PROFESIONALISME GURU MENINGKAT

PENINGKATAN KOMPETENSI [SERTIFIKASI]

3
KINERJA GURU MENINGKAT SIGNIFIKAN

PEMBINAAN KARIER

PENINGKATAN PENGHARGAAN DAN PERLINDUNGAN

4

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN

MUTU PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN MENINGKAT
27

BEBERAPA SUBSTANSI UU GURU YANG BERNILAI “PEMBAHARUAN”

28

1. KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI GURU

a.Guru wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi profesional pendidik sebagai agen pembelajaran. b.Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru.

c. Kompetensi profesi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial29

2. HAK GURU
a. Guru berhak memperoleh penghasilan yang layak yang meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan fungsional, tunjangan profesi guru, dan/atau tunjangan khusus, serta maslahat tambahan. b. Tunjangan profesi setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru negeri pada tingkatan, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. c. Tunjangan khusus setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru negeri pada tingkatan, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. d. Selama guru belum memiliki sertifikat profesi, mereka memperoleh peningkatan kesejahteraan melalui 30 perbaikan tunjangan fungsional

3. KEWAJIBAN GURU

Dalam keadaan darurat, Pemerintah dapat memberlakukan ketentuan “wajib kerja” kepada guru dan/atau WNI yang memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi untuk melaksanakan tugas guru di daerah khusus di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
31

4. PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
a. Menteri menetapkan kebijakan pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau masyarakat b. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat

c. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib meningkatkan profesionalisme dan pengabdian guru yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan dengan memberikan tunjangan dan/atau kesejahteraan lainnya
32

5. PERLINDUNGAN (1)
a. Penyelenggara satuan pendidikan, satuan pendidikan, dan/atau organisasi profesi guru wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam melaksanakan tugasnya berupa perlindungan hukum, perlindungan profesi, dan perlindungan keselamatan serta kesehatan kerja. b. Perlindungan hukum adalah perlindungan terhadap tindak kekerasan, ancaman, tindakan diskriminatif, atau intimidasi dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi dan pihak lain.

33

Diganti dengan RUU guru pasal 33

5. PERLINDUNGAN (2)
c. Perlindungan profesi adalah perlindungan terhadap risiko penempatan dan penugasan yang tidak sesuai dengan latar belakang profesi dan nuraninya, pemutusan hubungan kerja atas dasar alasan yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku, pemberian imbalan kerja yang tidak wajar, pembatasan kreativitas guru yang dilaksanakan dalam kerangka kebebasan akademik, dan risiko lainnya yang menghambat guru untuk melaksanakan tugasnya secara profesional.

d. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja meliputi perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran sewaktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau sebab lain.
34

6. ORGANISASI PROFESI GURU
a. Guru dapat membentuk organisasi profesi independen sebagai wadah untuk peningkatan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan/atau pengabdian. b. Organisasi profesi guru mempunyai tugas utama dan wewenang menetapkan dan menegakkan kode etik guru, memajukan profesionalitas guru, dan memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru, memberikan bantuan hukum kepada guru, memberikan perlindungan profesi kepada guru, berperan aktif dalam melakukan pembinaan dan pengembangan guru, berperan aktif dalam memajukan pendidikan nasional.
35

Saudaraku Sesama Pendidik…..Ingatlah
Wahai orang yang mengajari orang lain Mengapa tidak kau ajari dirimu sendiri? Engkau memberikan resep obat kepada orang sakit dan letih Supaya ia sehat, sementara dirimu sendiri sakit Kami perhatikan dirimu memperbaiki pikiran kami dengan kelurusan Senantiasa engkau lakukan itu, sementara dirimu sendiri tidak memiliki kelurusan Jangan kaularang sebuah perangai sedangkan engkau sendiri melakukan Itu aib dan dosa besar bagimu jika engkau kerjakan Mulailah dari dirimu, laranglah ia dari kejahatan nafsu Jika ia sudah berhenti darinya, berarti engkau memang orang yang santun Barulah di sana akan berguna perkataanmu serta dirimu akan dijadikan panutan 36

37

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->