SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Bobot SKS Waktu Dosen

: Apresiasi Sastra :2 : 100 menit : Prana D. Iswara, S.Pd., M.Pd.

Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang 2009

Deskripsi Inti Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang hakikat dan bekal awal apresiasi. mengapresiasi puisi (termasuk puisi anak). Tujuan Setelah mengikuti perkuliahan ini. pengertian dan unsur-unsur prosa fiksi. pengertian dan unsur-unsur drama. 4) dapat mengapresiasi puisi (termasuk puisi anak). Identitas Mata Kuliah Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumlah SKS Semester Kelompok Mata Kuliah Jenjang/ Prodi Status Mata Kuliah Prasyarat Dosen : Apresiasi Sastra Indonesia : GD308 : 2 SKS : 6 : Konsentrasi : S1 : konsentrasi : : 2. 8) dapat mengapresiasi drama (termasuk drama anak).SILABUS APRESIASI SASTRA INDONESIA 1. 6) dapat mengapresiasi prosa fiksi (termasuk prosa fiksi anak). 2) dapat memahami pendekatan-pendakatan dalam apresiasi sastra. 5. pengertian dan unsur-unsur puisi. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan dan metode pembelajaran diserahkan kepada pengajar dengan meninjau kurikulum di sekolah dasar (kurikulum tingkat satuan pendidikan). 5) dapat memahami pengertian dan unsur-unsur prosa fiksi. diharapkan mahasiwa 1) dapat memahami hakikat dan bekal awal apresiasi. pendekatan-pendakatan dalam apresiasi sastra. 3. dan mengapresiasi drama (termasuk drama anak) 4. 7) dapat memahami pengertian dan unsur-unsur drama. mengapresiasi prosa fiksi (termasuk prosa fiksi anak). 3) dapat memahami pengertian dan unsur-unsur puisi. Kriteria Evaluasi Kehadiran Tugas Partisipasi Kelas/ Kelompok UTS bobot 80 % bobot 2 bobot 1 bobot 3 1 .

(1995) Beberapa Teori Sastra. P. P. R.D. Bandung: Pusat Studi Literasi. (2001) “Dewa Telah Mati: Kajian Strukturalisme-Semiotik” dalam Jabrohim (2001) Metodologi Penelitian Sastra. Jakarta: Depdikbud. Buku Utama Departemen Pendidikan Nasional (2003) Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. D. (1988) Pengajaran Sastra Indonesia. ISBN: 979-8849-16-X. R. Bandung: UPI Bandung. Gani. Yogyakarta: Hanindita. Jabrohim (Ed) (2001) Metodologi Penelitian Sastra. Iswara.id Djuanda. Pertemuan 2 Hakikat dan Bekal Awal Apresiasi Pertemuan 3 Pendekatan dalam Apresiasi Pertemuan 4 Pendekatan dalam Apresiasi Pertemuan 5 Pengertian dan Unsur-Unsur Puisi Pertemuan 6 Pengertian dan Unsur-Unsur Puisi Pertemuan 7 Mengapresiasi Puisi Pertemuan 8 UTS Pertemuan 9 Mengapresiasi Puisi Anak Pertemuan 10 Pengertian dan Unsur-Unsur Prosa fiksi Pertemuan 11 Pengertian dan Unsur-Unsur Prosa Fiksi Pertemuan 12 Mengapresiasi Prosa Fiksi Pertemuan 13 Mengapresiasi Prosa Fiksi Anak Pertemuan 14 Pengertian dan Unsur-Unsur Drama Pertemuan 15 Pengertian dan Unsur-Unsur Drama Pertemuan 16 Mengapresiasi Drama Pertemuan 17 Mengapresiasi Drama Anak Pertemuan 18 UAS 7.D.. dan Penerapannya. Bahan Belajar Mandiri. Yogyakarta: Hanindita.2 UAS bobot 4 6. Tersedia online di www.D. Iswara (2007) Apresiasi Sastra.D. . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.puskur. (2008) Sejarah Sastra I. Pradopo. GBPP (Garis Besar Program Perkuliahan) Pertemuan Topik Inti Pertemuan 1 Hakikat dan Bekal Awal Apresiasi. Sumber Buku: a. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Metode Kritik. Pradopo.or. R.

H. S. S. Referensi Ajidarma. Harymawan. Inc. H. A. A. Badrun.R. A. b. (2004) Teori. . Bandung: STSI Press. Metodologi dan Aplikasi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa-Depdikbud (diktat dalam penerbitan). (2004) Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. (1990) Buku Panduan Penulisan Tata Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama.S.T.G.G. (dkk) (tanpa tahun) Materi Pokok Membaca. Bandung: Angkasa. Zulfahnur Z. Utami.3 Ratna. Hardjasudjana. Bandung: Angkasa. S. (2001) Dunia Sukab (Sejumlah Cerita). ISBN: 979-526-467-2. (1996) Teori Sastra. (1989) Teori Puisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Edisi Revisi. (1953) Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Shirazi. Badudu. dkk. N. New York: John Wiley & Sons. Tarigan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.K. Jakarta: Pradnya Paramita. A.M. (1995) Learning and Memory: An Integrated Approach. Sumardjo. Jakarta: Depdikbud. Jakarta: Gramedia. Atmazaki (1993) Analisis Sajak: Teori.S. Alisyahbana. Jakarta: Republika.A. (1960) Pengantar Sintaksis Indonesia (terjemahan Djonhar). Jakarta: Pustaka Rakyat. Jakarta: Depdikbud. Alwasilah. A. ISBN: 979-419-298-8.C. J. Anderson. Arikunto. (2002) Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Bandung: Dunia Pustaka Jaya – Pusat Studi Sunda. (1999) Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. (1998) Saman (Novel). (2004) Ayat-ayat Cinta (Novel Pembangun Jiwa). J. Jakarta: Penerbit Karunika Jakarta-Universitas Terbuka. R. Jakarta: PT Bumi Aksara. Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Fokker. J.F. (1993) Dramaturgi.A. (1984) Prinsip-prinsip Dasar Sastra.

. (1992) Ringkasan Logika Muslim. Bandung: Remaja Karya. T. Bandung: Remaja Rosda Karya. (2002) IndonesiaTera. L. Ismail. A. (1985) Kalimat Efektif: Struktur. ISBN: 979-514-000-0..D.D. Tarian Gantar (Kumpulan Cerpen). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1988) Kamus Besar Bahasa Indonesia. C. Magelang: Rangkuti. Razak. Jakarta. H.” Makalah Kongres Bahasa Indonesia VII 26-30 Oktober 1998. N. Iswara. M. J. Parera. Bandung: Penerbit ITB. Gaya dan Variasi. (Et. (1990) Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Laporan Buku Perkuliahan Inovasi Pendidikan pada Program Pascasarjana UPI Bandung. A. A. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Iswara. Weil (1980) Models of Teaching (Second Edition). Joyce. P. (2000) “In Search of The Virtual Class oleh Tiffin. Moeliono. Soedjito (1986) Kalimat Efektif. (1998) “Tentang Cara Menjadi Bangsa Rabun Sastra dan Lumpuh Menulis Pula.R.A.) (1988) Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. Sakri. Jakarta: Gramedia. (2000) Variasi Pola Kalimat dan Keterbacaannya. Malna. Semiawan. Slametmulyana (1956) Kaidah Bahasa Indonesia I.D. New Jersey: Prentice-Hall. Jakarta: Yayasan Al Muntazar. Jakarta: Balai Pustaka. K. ISBN: 979-514-139-2. J. (2002) Dalam Rahim Ibuku Tidak Ada Anjing. Tesis pada Program Pascasarjana UPI Bandung. sehingga Jelas di Dunia Kita Pakar Terkemuka. (2003) Bibir dalam Pispot (Kumpulan Cerpen). (1988) Sintaksis (edisi kedua). Jakarta: Departemen Pendidikan Kebudayaan. P. Rampan. B. Sudjana. (ed) (1998) Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (edisi ketiga). A. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Yogyakarta: Bentang Budaya.Al.L.4 Hasan A. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Rajasingham”. (1994) Bangun Kalimat Bahasa Indonesia (edisi kedua). Jakarta: Djambatan.

(1997) Berbahasa Indonesia dengan Benar (edisi revisi). Bandung: Sintha Dharma. Wojowasito. Yusuf. Malang: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.5 Sugono. (1972) Ilmu Kalimat Strukturil. IKIP Malang. S. D. T. Wojowasito. (1976) Pengantar Sintaksis Indonesia (Dasar-dasar Ilmu Kalimat Indonesia). S. ISBN: 979-421-448-5. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. FKSS. . S. Jakarta: Puspa Swara. Anwar (1995) Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab.

 Membaca. P.. D. mendengarkan dan menonton sastra  Latihan mengapresiasi sastra Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan 3  Memahami sastra  Unsur-unsur sastra Pembelajaran Tugas dan Latihan dan Media 4 5  Lembar  Tugas definisi peraga  Media massa  Proyektor  Alat peraga menyimak  Lembar peraga menyimak  Proyektor 3 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan teori apresiasi puisi. (1995) Beberapa Teori Sastra. Iswara (2007) Apresiasi Sastra (puisi. Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan 1 1 Tujuan Pembelajaran Khusus 2 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan teori apresiasi sastra 2 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan cara mengapresiasi karya sastra. R. mendengarkan dan menonton sastra . dan Penerapannya apresiasi  Tugas mengapresasi sastra  Evaluasi mengapresiasi sastra   Kurikulum 2004: Standar Kompetensi  Evaluasi 6  Evaluasi ihwal teori apresiasi Buku Sumber 7  Djuanda.D.  Sejumlah puisi  Teori apresiasi puisi  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Tugas membaca puisi  Tugas menuliskan apresiasi puisi  Evaluasi mengaresiasi puisi  Pradopo. prosa. Metode Kritik.6 1.D. drama)  Alat peraga  Media massa  Tugas membaca.

P. (2004) Teori.D. 6 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi unsurunsur puisi (ekstrinsik). 5 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan definisi puisi (intrinsik). N.K. H.G. (2008) Sejarah Sastra I Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan  Sejumlah prosa (novel dan cerpen)  Teori apresiasi prosa Pembelajaran Tugas dan Latihan dan Media  Lembar  Tugas membaca peraga (gambar)  Proyektor prosa  Tugas menuliskan apresiasi prosa Evaluasi  Evaluasi mengapresiasi prosa Buku Sumber  Ratna.  Sejumlah puisi  Sejumlah puisi  Unsur-unsur puisi  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Tugas membaca puisi  Tugas mendiskusikan unsur-unsur puisi  Tugas membaca puisi  Tugas simulasi pengajaran apresiasi puisi   Evaluasi apresiasi puisi  Kurikulum 2004: Standar Kompetensi  Evaluasi menyebutkan unsur-unsur puisi  Tarigan. Metode dan Teknik Penelitian Sastra . (1984) Prinsipprinsip Dasar Sastra  Sejumlah puisi  Definisi puisi  Teori sastra  Lembar peraga  Alat peraga  Proyektor  Tugas mengkaji puisi  Tugas mengkaji definisi puisi  Evaluasi berkenaan dengan definisi puisi  Iswara.7 Pertemuan 4 Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan teori apresiasi prosa dan drama. 7 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi puisi.

8 Pertemuan 8 9 Tujuan Pembelajaran Khusus UTS Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi puisi anak Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan  Sejumlah puisi anak Pembelajaran dan Media  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor 10 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan definisi prosa 11 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan unsurunsur prosa  Unsur-unsur prosa  Sejumlah prosa  Sejumlah prosa  Definisi apresiasi  Definisi prosa  Lembar peraga  Alat peraga  Proyektor  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor Tugas dan Latihan  Tugas membaca puisi anak  Tugas simulasi pengajaran apresiasi puisi anak  Tugas mengapresiasi prosa  Evaluasi apresiasi prosa  Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Evaluasi  Evaluasi mengapresiasi puisi anak  Buku Sumber  Kurikulum 2004: Standar Kompetensi  Media massa  Tugas melatih pengajaran prosa  Tugas menyebutkan unsur prosa  Evaluasi apresiasi prosa  Shirazi. (2004) Ayat-ayat Cinta (Novel Pembangun Jiwa) . H.

14 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan pengertian drama.9 Pertemuan 12 Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi prosa fiksi. (1998) Saman mengapresiasi prosa Evaluasi  Evaluasi apresiasi prosa Buku Sumber  Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia .  Ayat-ayat Cinta (Novel)  Tugas simulasi pengajaran apresiasi prosa fiksi anak  Evaluasi mengapresiasi prosa fiksi anak  Utami. (2004) Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia 15 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menyebutkan unsurunsur drama. J.  Unsur-unsur drama  Sejumlah drama  Sejumlah drama  Teori drama  Teori apresiasi drama Pokok Bahasan / Pembelajaran Tugas dan Latihan Subpokok Bahasan dan Media  Sejumlah prosa fiksi  Lembar  Tugas peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Sejumlah prosa fiksi  Lembar anak peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Lembar peraga  Alat peraga  Media massa  Proyektor  Lembar peraga  Alat peraga  Proyektor  Tugas menyebutkan unsur-unsur drama  Evaluasi mengapresiasi drama  Tugas simulasi pengajaran drama  Evaluasi mengapresiasi drama  Sumardjo. 13 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi prosa fiksi anak. A.

bermain dan menulis drama Buku Sumber  Prinsip-prinsip Dasar Sastra  Dramaturgi  Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia  Sumardjo. bermanin dan menulis drama Evaluasi  Evaluasi apresiasi.10 Pertemuan 16 Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi drama.  Sejumlah drama anak  melatihkan mendiskusikan kesukaran fisik  melatihkan mendiskusikan kesukaran psikis dalam keterampilan berbahasa 18 UAS  Lembar peraga  Alat peraga  Proyektor  Tugas diskusi kesukaran fisik dan psikis  Tugas laporan ihwal kesukaran fisik dan psikis  Evaluasi apresiasi. Pokok Bahasan / Subpokok Bahasan  Sejumlah drama  Pembelajaran Tugas dan Latihan dan Media  Lembar  Tugas peraga  Alat peraga  Proyektor mengapresiasi drama  Tugas bermain drama  Tugas simulasi pengajaran drama 17 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengapresiasi drama anak. J. (2004) Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia .

11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful