P. 1
Metode Cross

Metode Cross

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh ekosetyawan1

More info:

Published by: ekosetyawan1 on Sep 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

PERHITUNGAN DENGAN CARA CROSS

(THE MOMENT-DISTRIBUTION METHOD)


I. PENDAHULUAN
Metode distribusi-momen pada mulanya
dikemukakan oleh ProI. Hardy Cross pada
tahun 1930-an dan dipandang sebagai salah
satu sumbangsih terpenting yang pernah
diberikan kepada analisa struktur balok
kontinu dan kerangka kaku. Pada hakekatnya
metode ini merupakan suatu cara untuk
menyelesaikan persamaan-persamaan simultan
di dalam metode ubahan sudut dengan
pendekatan berturut-turut, dengan derajat
ketelitian berapapun, seiring kehendak (Chu
Kia Wang, Analisa Struktur Lanjutan, 1992)

II. ANALISA TEORITIK
1. FAKTOR KEKAKUAN (STIFFNESS
FACTOR) 4EI/L

O aktor kekakuan bisa diambil ÷ EI/L
atau 4EI/L
O aktor kekakuan yang diselaraskan
bisa diambil 0,75 dari 4EI/L.
















0B ÷ - 0B1 ¹ 0B2 ÷ 0
÷ - MAL / 6EI ¹ MBL / 3EI ÷ 0
÷ - ½ MA ¹ MB ÷ 0
MB ÷ ¼ MA
0A ÷ ¹ 0A1 0A2
÷ ¹ MAL / 3EI MBL / 6EI
÷ 3 MAL / 12EI
MA ÷ 12EI / 3EI (0A) ÷ 4EI / L (0A)
4EI / L Adalah aktor Kekakuan
½ Adalah Carry Over actor
2. FAKTOR PEMINDAHAN (CARRY OJER
FACTOR)/ FAKTOR INDUKSI ÷ ¹ /
O aktor perpindahan diberi simbol 'CO
O %erjadi induksi hanya dalam batang
yang sama
O CO ÷ +1/2 BAL.
3. FAKTOR DISTRIBUSI (DISTRIBUTION
FACTOR)
O aktor distribusi dapat disamakan
dengan perbandingan kekakuan.
O Simbol dari aktor Distribusi adalah
'D
O Dalam buku Sutomo H.M. dipakai
simbol '2: (a)
4. MOMEN PRIMER (FIXED END
MOMENT)
O Simbol momen primer adalah EM¨
O Dalam buku Sutomo H.M. dipakai
simbol M
0
¨.
O Besarnya momen primer untuk berbagai
jenis pembebanan atau perletakan dapat
dihitung dengan cara putaran sudut atau
dapat dilihat pada table momen.

5. PERJANJIAN TANDA
O Pos91 'Apabila menyebabkan batang
berputar searah jarum jam
O Nega91 ' Apabila menyebabkan batang
berputar berlawanan arah jarum jam.

6. MOMEN-MOMEN PENGIMBANG
(BALANCING MOMENT)
O Apabila momen primer pada titik
kumpul adalah (_M
0
)
O Simbol Balancing Moment adalah
BAL¨.
O Dalam buku Sutomo H.M. dipakai
simbol /el9a M¨ (M)

7. MOMENT CROSS
O Simbol momen desain sama dengan
momen cross M¨
O ang dimaksud Momen Cross dalam
buku Sutomo H.M. adalah Momen
Desain tapi berlawanan tanda atau
(M
cross
÷ -M
/esa3
)
Gambar 2.1. aktor kekakuan dan pemindahan
7
A2
7
B2

7
A


7
B1


M
A

EI konstan

M
B

L

A B
÷
¹
7
A1

M
B
EI
L M
A
6
.

EI
L M
A
3
.

EI
L M
B
6
.

EI
L M
B
3
.

M
A
O M ÷ M
0
+ M

. MOMEN DESAIN
O Momen desain disebut juga Mo2e3
Uj:3g¨.

III. PEMBAHASAN
Kasus ini merupakan balok menerus di atas beberapa perletakan seperti yang terlihat pada gambar
3.1. berikut ini :







%abel 3.1. Distribusi momen untuk balok
kontinu
T9 h:-:3g A B C
A3ggo9a AB BA BC CB
4EI/L 2EIC 2EIC 1,333EIC 1,333EIC
a9or /s9r-:s .. 0,600 0,400 1,000
Siklus 1
EM -200 ¹200 -120 ¹120
BAL 0 -4 -32 -120
Siklus 2
CO -24 0 -60 -16
BAL 0 ¹36 ¹24 ¹16
Siklus 3
CO ¹1 0 ¹ ¹12
BAL 0 -4, -3,2 -12
Siklus 4
CO -2,4 0 -6 -1,6
BAL 0 ¹3,6 ¹2,4 ¹1,6
Siklus 5
CO ¹1, 0 ¹0, ¹1,2
BAL 0 -0,4 -0,32 -1,2
Jumlah (diakhir siklus 5) -206,6 +186,32 -186,32 0
Proses tersebut dapat diteruskan hingga derafat
ketelitian berapapun, seiring kehendak.


Untuk perhitungan cara biasa (kondisi I) dan
cara modiIikasi (kondisi II) dapat dilihat pada


tabel 3.2 dan tabel 3.3 dengan asumsi
perhitungan sebagai berikut :

Perhitungan cara biasa pada tabel 3.2. dihitung
berdasarkan asumsi ;
O Momen primer pada perletakan sendi
jepit diambil sama dengan perletakan
jepit-jepit (PL/)
O Kekakuan diambil sama dengan
4EI/L

Perhitungan cara modiIikasi pada tabel 3.3.
dihitung berdasarkan asumsi ;
O Momen primer diambil berdasarkan
perletakan sendi-jepit (3PL/16)
O Kekakuan diambil sama dengan 0,75
dari 4EI/L

%able 3.2. Distribusi Momen Kondisi I (Cara Biasa)

o39.. A B C
Me2-er. AB BA BC CB
K ÷ 4EI/L 2 2 1.33333 1.33333
cycle D 0 0.6 0.4 1
1
EM 200 -200 120 -120
BAL 0 4 32 120
2
CO 24 0 60 16
BAL 0 -36 -24 -16
3
CO -1 0 - -12
BAL 0 4. 3.2 12
4
CO 2.4 0 6 1.6
BAL 0 -3.6 -2.4 -1.6
5
CO -1. 0 -0. -1.2
BAL 0 0.4 0.32 1.2
6
CO 0.24 0 0.6 0.16
BAL 0 -0.36 -0.24 -0.16
7
CO -0.1 0 -0.0 -0.12
BAL 0 0.04 0.032 0.12

CO 0.024 0 0.06 0.016
BAL 0 -0.036 -0.024 -0.016
9
CO -0.01 0 -0.00 -0.012
BAL 0 0.004 0.0032 0.012
10
CO 0.0024 0 0.006 0.0016
BAL 0 -0.0036 -0.0024 -0.0016
11
CO -0.001 0 -0.000 -0.0012
BAL 0 0.0004 0.00032 0.0012
12
CO 0.00024 0 0.0006 0.00016
BAL -0.00036 -0.00024 -0.00016
To9al 206.66684 -186.66668 186.66668 0
Cheec
Cha3ge 6.66684 13.33332 66.66668 120
-1/2 (cha3ge). -6.66666 -3.33342 -60 -33.33334
S:2...... 0.00018 9.9999 6.66668 86.66666
0 rel ÷ s:2/(-K) -9E-05 -4.99995 -5.00001 -64.999995
0. 0. 0.

%able 3.3. Distribusi Momen Kondisi II (Cara ModiIikasi)
o39.. A B C
Me2-er. AB BA BC CB
K÷ 4EI/L 2 2 1.3333 1.3333
K. MODIIKASI
(0,75) 2 2 1 0
cycle D 0 0.6667 0.3333 0
1
EM 200 -200 10 0
BAL 6.6667 13.33333 6.666667 0
To9al 206.6667 -186.6667 186.6667 0.0000
Cheec
Cha3ge 6.6667 13.3333 6.6667 0.0000
Gambar 3.1. Balok yang ditinjau (sumber Chu-Kia Wang, 1992)
10 m
5I
c
4I
c
6 m 6 m
12 m
24 kN/m 0 kN
C
A B
-1/2 (cha3ge). -6.6667 -3.3333 0.0000 -3.3333
S:2...... 0.0000 10.0000 6.6667 -3.3333
0 rel ÷ s:2/(-K) 0.0000 -5.0000 -5.0000 2.5000
0. 0. 0.

KE%ERANGAN :

1. PELEPASAN SEREN%AK
2. %IDAK ADA INDUKSI PADA %I%IK KE "C "
3. " K " MODIIKASI ( K.CD ÷ K. DC ÷ 1,3333)

Sebagai bahan perbandingan perhitungan
analisa statika dengan cara Cross ini yaitu
antara kondisi I dengan kondisi II (modiIikasi),
maka perhitungan distribusi momen dengan
cara biasa (Kondisi I) disajikan dalam
beberapa macam siklus dapat ditampilkan pada
tabel 3.4., tabel 3.5. dan tabel 3.6. berikut ini :

%able 3.4. Distribusi Momen Kondisi I (Cara Biasa)
dengan 3 Siklus.
o39.. A B C
Me2-er. AB BA BC CB
To9al 206 -13.2 13.2 0
Cheec
Cha3ge 6 16. 63.2 120
-1/2 (cha3ge). -.4 -3 -60 -31.6
S:2...... -2.4 13. 3.2 .4
0 rel ÷ s:2/(-K) 1.2 -6.9 -2.4 -66.33
0. 0. 0.


%able 3.5. Distribusi Momen Kondisi I (Cara Biasa)
dengan 4 Siklus.
o39.. A B C
Me2-er. AB BA BC CB
To9al 20.4 -16. 16. 0
Cheec
Cha3ge .4 13.2 66. 120
-1/2 (cha3ge). -6.6 -4.2 -60 -33.4
S:2...... 1. 9 6. 6.6
0 rel ÷ s:2/(-K) -0.9 -4.5 -5.1 -64.95
0. 0. 0.


%able 3.6. Distribusi Momen Kondisi I (Cara Biasa)
dengan Siklus.
o39.. A B C
Me2-er. AB BA BC CB
To9al 206.64 -16.66 16.66 0
Cheec
Cha3ge 6.64 13.332 66.66 120
-1/2 (cha3ge). -6.666 -3.342 -60 -33.334
S:2...... 0.01 9.99 6.66 6.666
0 rel ÷ s:2/(-K) -0.009 -4.995 -5.001 -64.9995
0. 0. 0.


Dari tabel-tabel distribusi momen dengan cara
biasa (kondisi I) terlihat pada siklus yang lebih
sedikit terdapat perbedaan putaran sudut yang
berbeda. Semakin banyak siklus distribusi
momen maka putaran sudut yang dihasilkan
akan semakin akurat. Hasil-hasil ini dapat
dilihat pada tabel 3.4 dengan 3 siklus., tabel
3.5 dengan 4 siklus dan tabel 3.6 dengan
siklus.
Kemudian pada tabel 3.2 yang menampilkan
distribusi momen dengan kondisi I terlihat
bahwa hasil perhitungan semakin akurat.
Dimana pada tabel ini, distribusi momen
dihitung hingga siklus ke-12.
Sementara itu perhitungan distribusi momen
pada kondisi II atau cara modiIikasi hanya
memerlukan 1 (satu) siklus saja untuk
menghasilkan putaran sudut yang sangat
akurat.

Sebagai perhitungan kontrol, digunakan
metode Single Cycle Moment Distribution
Method yang ditampilkan pada tabel 3.7
berikut ini:

%able 3.5. Distribusi Momen dengan Single Cycle
Sl:s
e.
T9 A B C
D 0 0.6 0.4 1
EM 200 -200 120 -120
Siklus 1 Dist. At. A 60 IND 120
Dist. At. B 6 IND 12 IND 4
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206 -1 1 4
Siklus 2 Dist. At. A -2 IND -4
Dist. At. B 0.6 IND 1.2 0. IND 0.4
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6 -16. 16. 0.4
Siklus 3 Dist. At. A -0.2 IND -0.4
Dist. At. B 0.06 IND 0.12 0.0 IND 0.04
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.66 -16.6 16.6 0.04
Siklus 4 Dist. At. A -0.02 IND -0.04
Dist. At. B 0.006 IND 0.012 0.00 IND 0.004
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.666 -16.66 16.66 0.004
Siklus 5 Dist. At. A -0.002 IND -0.004
Dist. At. B 0.0006 IND 0.0012 0.000 IND 0.0004
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6666 -16.667 16.666 0.0004
Siklus 6 Dist. At. A -0.0002 IND -0.0004
Dist. At. B 6E-05 IND 0.00012 E-05 IND 4E-05
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6667 -16.667 16.6667 4E-05
Siklus 7 Dist. At. A -2E-05 IND -4E-05
Dist. At. B 6E-06 IND 1.2E-05 E-06 IND 4E-06
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6667 -16.667 16.6667 4E-06
Siklus Dist. At. A -2E-06 IND -4E-06
Dist. At. B 6E-07 IND 1.2E-06 E-07 IND 4E-07
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6667 -16.667 16.6667 4E-07
Siklus 9 Dist. At. A -2E-07 IND -4E-07
Dist. At. B 6E-0 IND 1.2E-07 E-0 IND 4E-0
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6667 -16.667 16.6667 4E-0
Siklus 10 Dist. At. A -2E-0 IND -4E-0
Dist. At. B 6E-09 IND 1.2E-0 E-09 IND 4E-09
Dist. At. C 0 IND 0
Momen 206.6667 -16.667 16.6667 4E-09

Keterangan :
1. Disini "single cycle moment distribution"
sebagai perhitungan control
2. Perataan momen baru bisa mencapai
konvergen pada siklus ke - 10
3. Sebelum konvergen perhitungan ti-dak
boleh dihentikan

IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil pembahasan diatas dapat ditarik
beberapa kesimpulan antara lain sebagai
berikut :
1. Pada ujung balok, balok kontinu
dengan perletakan sendi , apabila
dihitung dengan kekakuan yang
diselaraskan maka besar 'K yang
diselaraskan adalah sama dengan
0,75 K.
2. Besarnya momen primer akan
berbeda dalam perhitungan pada
perhitungan cara kekakuan yang
diselaraskan dengan yang tidak
diselaraskan.
3. Perhitungan dengan perlepasan
momen primer atau momen
penimbang, dengan cara perlepasan
satu titik akan menghasilkan
perhitungan yang lebih singkat dan
lebih akurat dibandingkan dengan
cara perlepasan serentak.
4. Sebagai kontrol pada ujung
perletakan jepit besarnya momen
harus sama dengan nol.
5. Kontrol perhitungan dengan '%he
Single Cycle Moment Distribution
yang menghasilkan momen desain
yang sama, adalah disebabkan metode
ini juga diturunkan dari metode
putaran sudut.
6. Dari hasil perhitungan pada kondisi I
diperoleh hasil yang hampir sama
antara putaran sudut Û
BA
dengan Û
AB
,
tetapi hasil ini baru diperoleh pada
siklus ke-12.
7. Dari hasil perhitungan pada kondisi II
(modiIikasi) diperoleh hasil yang
sama antara putaran sudut Û
BA
dengan
Û
AB
, hanya pada siklus pertama.
. Dengan hasil kedua perhitungan
tersebut penulis menyarankan agar
menggunakan perhitungan dengan
cara modiIikasi/kondisi II. Dimana
cara ini dinilai lebih praktis, karena
hanya memerlukan satu siklus saja
untuk mendapatkan hasil perhitungan
yang cukup akurat.


V. DA%AR PUS%AKA
H. M. Soetomo Ir., Perhitungan Cara Cross,
penerbit Departemen Sipil I%B
HMS I%B, Bandung
Wang C. K., Ph.D.,Analisa Struktur Lanfutan,
Jilid , edisi mahasiswa, penerbit
Erlangga, Jakarta, 1992

udhiantoro D., Trik dan Teknik
Menggunakan Microsoft Excel,
penerbit Andi ogyakarta, 2002.

 .

            Û Û Û   .

 .

  .

 .

 Û .

 Û   .

.3    /..9470.07.947   % # ! ## '# % # ./..:.77 ...

 O   .2 -.3/-0782-4   O %07.3. /.2.94750753/..3 .% #&$   O ./ 3/:8 .38..9.

5..3/3...8.3 3.947 /897-:8 /.. 82-4 2:  a      !##    %  O $2-42420357207../.9 /8.2. : ./.3 -07.5:3  8073 003/.3507-.5.   0909.3  O $2-4 /.     % # $%#&$  $%#&%  % #  O .7 .3     $% #%   % # & $%$$ % # .947 897-:8 .   O .:.30.3 /03.$97:9:7..2 -:: $:9424    /5.3:9.

  O .:. /.947 0.3 -8.2-  .

:.9. .

3 -8.947 0.7.3 /80. O .3 .:.7./.8.2- /.

3 9.3.3.91 5. .7.: /.   O ..3.5..3.2 -:: $:9424    /5.. /03.2  O 0..8:/ 4203 7488 /..9.3.95.3 24203..-.7488  /08..3 8./..3..38:/:9..3 -075:9.2030-.7-07. 4203 08.7488   O .3 -075:9. 99 :25:.3.5:9.7.7:2.-..9.2 -:: $:9424    .9. 24203 57207 5. 2420357207:39:-07-.-.-..3  .3/. 2030-.9. c  O $2-4 .2.7.              7  7  7 7         O . 82-4 /09.780.2         !  %  O 5.3 9.7.:50709. 038502-0-..9/.73.2 -:: $:9424    /5.       %# $$ O $2-4 24203 /08.9.././.3 42039 .3 -.3/.5../.5 -07.3 /2.-.. 82-4   O 08./.9.7:2.3-.-024203    !#% O !4891  5.9 /9:3/03.: .

8.3   %.3/93.2-.4.3-.: 8:2-07: .9.4 439    4393: 02-07                                          O      .7   -07:93       .3 /80-:9 :..3907.95.7  . 4203  &:3    $   !$ .-0  897-:8420343/8 ../..3805079.O 4203 /08.8:83207:5.8-0-07..7..420307:8/.2-.5.50709.-0    897-:8 24203 :39: -.    %.

 . 2 %9:-:3 349.  2 .2 2    2   .

.5..9.7.    &39: 5079:3.5:3 8073003/. /./.95.3 9.-0  /9:3 -07/.8..9 0909..380-. 50709.-0   /.9 /907:8.2.24/1.2- 8./.7.3.8./.-07:9  !079:3. -..7. . 43/8   /.3 50709.947/897-:8  $:8    $:8    $:8    $:8    $:8                                              :2..8 43/8 /.3 .3 803/ 059 /.8.3-07.8:28 O 4203 57207 5.3 .3 059 059 !.-0   /03.3.9/. /07.5.7.3 3.-.5. /03.8:28 5079:3.5..   9.3 .78:8     !74808 90780-:9 /.

2.3 /.  0.2- 8. /03.3 .:.

 .

 00.30 .. . .0                                                              %49.

 ..30  $:2  708:2.

 O  %.8  439     02-07      .7. 0.4/1.                                                                                                                                                                           0. 0.-0  897-:8420343/8 .

8 5.3 .-0    /9:3-07/.8. 9.3 50709.8..3.8:28 O O  4203 57207 /.7.7.2- -07/.          $    !079:3./..3803/ 059 !. 24/1.7.

 /03.  0.:.2- 8.7.2.3 /.3  /.

0  %49. . 00. .30                                             ..

.

 ..30  $:2  708:2.

8 . 20207:..39.7.8.3  8.43/8/03.9 -.39.3 43/8  907.3 ..3 /897-:8 24203 /03./.8.3 43974  /:3.:7.28:8/..25.-0 3  /897-:8 24203 /9:33.25. -. 0.3 /.7.3 /897-:8 24203 5.8:80   $02039.     00.3./.-0  -07:93  %.3 .5. 9. .3 /9./. 43/8  .3. /03..  /03.: .3 5.3 8.  %#   !!$$#%  %&$!%%   $       02:/.9/9..9  2.3 5. 89. 9.-0  9.7. :39: 203.-0  /..3 507-.30               .. 9: 5079:3.-0   .7.9   $0-.9 .3$30.3 802. 5.3 8:/:9 . -.0 42039 897-:943 094/ . .35.7.. 5079:3.-0   -07:93  %.9:  8:8 8. 0. 9.3/3.25.0 $:8 0  $:8         89 9    89 9    89 9    4203    89 9   89 9     89 9   4203      89 9   89 9     89 9   4203      89 9   89 9     89 9   4203      89 9   89 9     89 9   4203     89 9    89 9     89 9    4203     89 9    89 9     89 9    4203     89 9    89 9     89 9    4203     89 9    89 9     89 9    4203     89 9    89 9     89 9    4203       $0-.3 /897-:8 24203 /03.8.2.7.9.7.2 -0-07.3.3 5:9.3 5079:3. ... 7488 3 .3 ..9.5.343/8 24/1. 43/8   /8..3...-0  897-:84203/03.3$:8  439     02-07             %49.3 2094/0 $30 .                         0.9: . 24/1././.8.:7. 9. 5079:3.8  2.-0     897-:8 4203 43/8  .3 203.3 .8 5079:3.

.30          $:2          708:2. .

8.7.30                 . . 0.-0     897-:8 4203 43/8  .  /03.    %. .   0.3$:8  439     02-07              %49. 0.     00.

.30         $:2         708:2. .

  %9  $:8 $:8 $:8 $:8 $:8    0.-0     897-:8 4203 43/8  . 0. 0. $:8 %.  /03. .3$:8  439     02-07      %49.8.7. .             00.30         .

 ..30                 $:2         708:2.

 -..07035.-0   /03..3 802. 0.5.3 8:/:9 . 5:9.3 -..30- 80/9 907/.5079:3./.  $02.3 8:/:9 .7./.3 /.3    83 830 .3 .3 9 /.3 -07-0/.3 .3.95.3  8:8 /.7: -8.8:8./.43974   !07..8:80     $0-0:2 43..5.-0 9.-0/897-:8 24203/03. 43.3  8:8  9.3 24203 -.8..9 507-0/.   0.3.-0   /03.0703 5079:3.79.7..9.8 3 /.9 5.3.7. -40/039.9   .8.    .3 .3  ' $!&$# . 43/8 907.3  8:8  $:8 $:8 $:8                                                                                                                                                                                                                                     0907.-0   /03. 0.0 242039 /897-:943 80-..:7. 203.5.8 .3 9.9 /. 8:8 /897-:8 24203 2. 9.3 5:9.

   03... .38.3 5079:3.3 5.8 3 -.7.3 0.3.9 /-.3 /03.:7.7 203:3.:.39.8 0/:.7 .50705.5 . ::3 -.8./.3 %0 $30 .3 .3 .7.5.3/3.2.7   .5..8 ./..3 80-.9: 99 .8././. 43/8  /50740 .334    43974 5079:3.73.3 . .7.2.3 803/  .38:/:9Û/03.8 /.3 .7 2094/0 5:9.7 .9 /9.3 . 43974 5.8.4  -.7.3 . 0825:.8 5079:3.:.7.3 .3807039.5.35. 0.3     08.3    !079:3./.257 8.3 /03.7.3 -07-0/.7.3 .3 8.3 5079:3.3 . /9:7:3. ::3 50709.5.8.3 9/.3 Û .8 .7 -0-07.3 203. /80...-.8...7..8. .0 42039 897-:943  .2. 5079:3.3 /.7.3 /.7.3 203.3 /80. 24/1./03..9 /.32094/0 3 :.3 /80. /.38:/:9    .3 .3  /03..9.8:85079.7: /50740 5.43/8 24/1.3 24203 57207 .7.3 059 -08. 5079:3.3 /03.3 90780-:9 503:8 203.2 5079:3. 24203 .8  /50740 ./. 5:9. 8:80     .9.    $0-.3 /03.-.3 .3 24203 /08. 50705.2. 8.2.39.3 5.2. /9:3 /03.3.7:88..3 ./.3 0- 83.7..73.7. 24203 57207 .3 50709.8./.85079:3.8.3 2.3 50705.7. -07:9   !./. /03.3 Û  909.8.3 .7.8.7..39..8..3 .8 502-../80-.: 24203 5032-.3 0- .3 8:/:9 Û /03.3 /03.4 4393: /03...5:9. -08.3 /80.3 8.

.  50307-9 7.3.3 .3 %03 03:3. 20207:.0  50307-93/4..79.790203 $5 %  $% .39474   %7 /.3 8.3. $97:9:7.88.:7.9.9: 8:8 8.748419 .    .3.98  .::5.3.3  /  0/8 2.3:9..79.703.3/:3 .7. :39: 203/. .3 ... 7488  50307-9 05.   :/.8 5079:3.3 . 3 /3. .9    ' %#!&$%     $409424 7  !079:3.3 . .8..5. 0- 57.3   !  3.7.43/8    2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->