P. 1
Tabloid aviasi Agustus 2011

Tabloid aviasi Agustus 2011

|Views: 722|Likes:
Dipublikasikan oleh ian nugroho

More info:

Published by: ian nugroho on Sep 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

AVIASI

A V I A T I O N O F I N D O N E S I A
www.tabloidaviasi.com

Edisi 38 Thn IV - Agustus 2011

Rp 8.000 (Luar Pulau Jawa Rp 9.000)

Ironi Pilot Asing
Menuai Aksi Mogok
Puasa Datang,
Lebaran Siap Pulang 10 Bandara Terburuk di Dunia

Pesawat Fokker Itu Buatan Orang Kelahiran Blitar

Eksotika Pantai Maron Semarang
Hewa Bora Jatuh, Puluhan Penumpang Tewas

ee Fr
Kunjungi

& Berlangganan

Copy

www.tabloidaviasi.com

Hotel Danau Toba International Medan Tel : (62-61) 415 7000 Fax: (62-61) 453 0553 E-mail: marketing@hoteldanautoba.com Danau Toba International Cottage Belawan Tel : (62-61) 694 1492 Fax : (62-61) 694 1335

Pardede International Hotel Medan Tel : (62-61) 414 3866 Fax: (62-61) 415 3675

Motel Danau Toba International Medan Tel : (62-61) 453 3779 Fax: (62-61) 453 4626

Darma Agung Beach Parapat Tel : (62-625) 414 3866 Fax : (62-625) 415 3675

Danau Toba International Cottage Parapat Tel : (62-625) 41172 Fax : (62-625) 41640

Danau Toba International Cottage Berastagi Tel : (62-628) 91347 Fax : (62-628) 91346

Hermina Hotel Parapat Tel : (62-625) 41583 Fax: (62-625) 41119

Alfa Flying School has facilities you need to propare for your airline career With our Cessna 152 & 172, Alfa Flying School offers training for the individual courses

Courses: PPL - CPL + Endorsment PPL + CPL + IR Telah di Buka Pendaftaran Batch Xl

Contact us: Alfa Flying School Halim Perdanakusuma Airport, no. B22/SM Jakarta - 13610, Indonesia Ph. +62-21-6087821 Fax. +62-21-8017241 Email : info@alfaflyingschool.co.id Website: www.alfaflyingschool.co.id www.alfaflyingacademy.com

D Ari reDAkSi
Penerbit

AVIASI
dirugikan dan siapa yang diuntungkan? Mengapa pemerintah memilih tiga perusahaan yang dipercaya untuk menjadi agen atau inspektur atas keluar masuknya barang lewat bandara itu? Seperti apa prospek bisnis kargo dan mengapa banyak maskapai penerbangan masuk ke sektor ini? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang kami coba sajikan kepada Anda melalui rubrik Event, sehingga Anda dapat mengetahui duduk perkaranya. Tidak terasa, Agustus ini, kita telah memasuki bulan Ramadhan. Pada kesempatan ini kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi para pembaca yang menjalankannya. Semoga di bulan yang suci ini, Anda dapat menjalaninya dengan sepenuh hati. Menjelang Lebaran, banyak di antara kita yang akan mudik ke kampung halaman. Dalam rangka mudik Lebaran, kami juga menyajikan informasi mudik Lebaran yang dilakukan maskapai penerbangan di rubrik Liputan Khusus. Benarkah tiket pesawat untuk keperluan mudik sudah habis dan harga tiket melambung tinggi? Lalu persiapan seperti apa yang harus Anda lakukan menjelang “ritual” tahunan itu? Silakan Anda simak di AVIASI edisi ini. Akhirnya, sekali lagi, kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan menikmati sajian kami di bulan yang suci ini.

Trend Media Global
Direktur Utama Venita Pardede Pemimpin Umum Andi Gultom Penasihat Prof. DR. H. K. Martono, SH, L.L.M Capt. Sonny M. Sasono Capt. Hasfrinsyah Hasan Pemimpin Redaksi Andi Gultom Editor Tom Maruli Staf Redaksi Ir. Haryono Jasmen Pasaribu Hari Raharjo Tjuk Sudarsono Danang Prihantoro, S.Pd Keuangan/Sekretaris Nita Manager Iklan/Sirkulasi Yunita Pardede, S.psi Marketing Antonio Ester Ida Berliana, SE Email: marketing@tabloidaviasi.com Sirkulasi Susanto Desain Grafis Alex HB Anto Website Ian Nugroho Rangga Sidiq Perwakilan Agung (Kota Kinabalu) Sukardiansyah (Balik Papan) Relius Gunawan P (Samarinda) Sonoib (Medan) Kifli (Makassar) Bona (Semarang) Otto (Jogyakarta) Mantang (Palembang) Wuryanto (Surabaya) Haryono N (Bandung) Palang (Ampenan) Alamat Redaksi Jl. Pulau Putri Raya LS No. 31 Kota Modern, Tangerang Telp: 021-68903778, 55780849 Fax: 021-55780849 Email: redaksi@tabloidaviasi.com Wartawan AVIASI tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari nara sumber. Wartawan Aviasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas.

PARA pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) akhirnya melakukan aksi mogok juga pada Kamis 28 Juli lalu, meskipun tidak sampai 24 jam seperti rencana semula. Tapi aksi yang cuma12 jam itu tidak urung membuat tidak nyaman penumpang. Bagaimana persisnya? Bisakah Garuda dituntut pelanggan? Berapa besar sebenarnya gaji pilot Garuda, sehingga mereka seolah tidak rela melihat gaji pilot asing yang direkrut Garuda begitu tinggi? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan inilah yang coba kami jawab dalam Liputan Utama. Kami memang sengaja menghadirkan peristiwa-peristiwa aktual untuk Anda. Banyak pihak menggantungkan jasa kepada perusahaan kargo. Karena itu ketika awak kargo di Bandara Soekarno Hatta Tangerang melakukan aksi mogok pada awal pekan Juli lalu, banyak pihak yang kelimpungan, terutama penerbit surat kabar. Para karyawan dan pengusaha kargo “ngambek” karena pihak pengelola bandara akan memberlakukan regulated agent (RA) dalam proses pengiriman barang. Dampaknya proses pendistribusian semakin lama dan biaya membengkak. Untuk apa RA diberlakukan? Siapa yang

Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid,SH,Ph.D

Desain sampul: Anto Foto: Tom Maruli

Redaksi

Keberadaan pilot asing menuai aksi mogok anggota APG.

Liputan utama:

5

11
16 fokus
Lagi Menyoal Layanan Singa Merah

Prosedur Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara di Darat (1)

hukum & reguLasi:

13

Salah satu tahapan penting dari sebuah persiapan operasi penerbangan.

Puasa sudah tiba. Hari raya Idul Fitri masih tiga minggu lagi. Tapi harga tiket pesawat sudah melambung.

Maaf, Tiket Mudik Lebaran Habis

Liputan khusus:

20 iptek

Pesawat Fokker Itu Buatan Orang Kelahiran Blitar

24 WISATA NUSANTARA
Eksotika Pantai Maron Semarang

17 SAFETy

Mudik Nyaman dan Aman Bersama si Kecil

21 airLines

Emirates ke Rusia dan Eropa Utara

25 bisnis & ekonomi

Mempertahankan Terbaik di Dunia

18 cAKRAWALA

Lagi, Fakta tentang Pramugari

22 BANDAR UDARA

10 Bandara Terburuk di Dunia, mana saja?

30 event

Redaksi menerima tulisan atau artikel dan foto yang berkaitan dengan dunia penerbangan. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke redaksi diketik 2 spasi dan maksimum 3.000 karakter. Alamat pengiriman: redaksi@tabloidaviasi.com

Presiden IcAO Soroti SDM Penerbangan Indonesia

33 peristiwa

PEMBERITAHUAN Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka kepada anstansi yang akan mengundang AVIASI untuk liputan/wawancara, harap undangan ditujukan kepada Redaksi AVIASI melalui E-mail ke redaksi@tabloidaviasi.com, maupun Fax no. 021 55780849, atau bisa menghubungi melalui Telep atau SMS ke 081 288 737 747. Tidak diperkenankan mengundang langsung ke wartawan AVIASI.

Asiana Airlines Jatuh

AVIASI

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 lV - Agustus 2011

5

Ironi Pilot Asing
B

Menuai Aksi Mogok APG
Jika Kamis 28 Juli lalu dan setelahnya, Anda masih leluasa bepergian dengan pesawat Garuda, maka Anda termasuk beruntung, sebab pada hari itu para pilot yang selama ini menerbangkan Anda ke berbagai tujuan sedang melakukan aksi mogok.
EBERAPA pekan terakhir, para pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) mengancam akan melancarkan aksi mogok. Ancaman itu dilontarkan gara-gara manajemen Garuda merekrut pilot asing dengan kompensasi gaji yang tidak sebanding dengan gaji yang selama ini diterima pilot lokal. Pilot asing pendatang baru yang dikontrak Garuda itu langsung mendapat gaji yang kalau ditotal jumlahnya bisa mencapai dua, bahkan tiga kali lipat dibandingkan pilot lokal dengan pengalaman yang sama. “Kesenjangan seperti itulah yang membuat temanteman kami resah, karena manajemen Garuda tidak mengomunikasikannya kepada kami,” kata Presiden APG Capt Stephanus Gerardus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/7) lalu. pilot 840 orang. Soal mendatangkan pesawat baru ini juga dipersoalkan APG. Pengadaan pesawat baru ini, masih menurut Capt Stephanus Gerardus, juga tidak dikomunikasikan kepada para pilot, sehingga akhirnya perusahaan kekurangan tenaga dan masuklah pilot asing yang sekarang jadi masalah. Jika dalam jangka waktu satu pekan terhitung sejak Kamis 21 Juli, tuntutan APG tidak ditanggapi pimpinan Garuda Indonesia, “maka para pilot melakukan aksi mogok kerja pada 28 Juli 2011, mulai pukul 00.00 WIB sampai 23.59 WIB,” begitu ancaman yang disampaikan Stefanus. Ancaman APG itu rupanya benarbenar direalisasikan. Sejumlah pesawat milik maskapai pelat merah itu tidak terbang. Puluhan pilot yang tergabung dalam APG sejak Rabu (27/7) melakukan konsolidasi di markas APG di kawasan Bandara Soekarnno-Hatta. “Saya sampai sekarang belum sempat pulang ke rumah,” kata seorang pilot senior kepada AVIASI. Ketua Majelis Penerbang Garuda Capt Markus Narwoko menjelaskan, masalah yang dihadapi Garuda adalah adanya penambahan pesawat yang tidak mempertimbangkan jumlah pilot. Garuda memang terus bertumbuh dengan menambah banyaknya pesawat jenis Boeing 737-800 NG. Di bawah bendera Citilink juga akan didatangkan 25 unit Airbus A320.
Badan pengurus dan anggota APG di depan Pilot House Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Tom)

Karena Dikontrak
Bahwa gaji pilot asing lebih tinggi dibanding pilot lokal diakui manajemen Garuda. Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Capt Ari Sapari kepada wartawan mengungkapkan, perusahaan memberikan gaji besar kepada pilot asing lantaran status mereka adalah karyawan kontrak yang dikontrak cuma satu tahun. Lagi pula, menurut dia, kebijakan menggunakan pilot asing di Garuda bukan hal baru. Bahkan, pada 1970an pilot asing yang dikontrak saat itu memiliki tunjangan perumahan di Singapura. Kondisi yang sama, lanjut Ari, akan dialami pilot Indonesia jika dikontrak bekerja di maskapai asing. “Contohnya, saya pada 1989 pernah bekerja sementara di Korea Airlines dan penghasilan saya ditambah fasilitas lainnya, jauh di atas pilot Korea,” katanya. Dengan demikian, menurut Ari, hal semacam itu sudah jamak di dunia penerbangan internasional. Oleh karena itu, demikian kesimpulan Ari, apa yang dilakukan para pilot yang tergabung dalam APG itu hanya masalah kurang mengerti. Namun Ari tidak menjelaskan apakah posisinya sebagai Captain atau First Officer ketika bekerja di Korea, karena keluhan di Garuda adalah adanya Captain lokal yang mendapatkan penghasilan dibawah Co-pilotnya.

Kekurangan Pilot
Garuda sendiri terpaksa mempekerjakan pilot asing lantaran kekurangan pilot untuk menerbangkan pesawatnya yang kini sudah berjumlah lebih dari 100 unit. Harap maklum, untuk memenuhi permintaan pasar, Garuda belakangan ini memang kerap mendatangkan pesawat-pesawat baru. Sedikitnya 43 pilot asing langsung direkrut Garuda. Maskapai penerbangan ini sendiri sebelumnya sudah punya stok

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto dalam siaran persnya yang dikirim ke berbagai media menjelaskan, sistem total reward bagi karyawan Garuda (termasuk pilot) telah sesuai dengan harga pasar (close to market). Masih menurut Pujo, para karyawan Garuda selain mendapatkan penghasilan, juga mendapatkan berbagai manfaat lainnya seperti asuransi kesehatan, uang masa kerja, uang pensiun, dan lain-lain. Jadi para penerbang yang bekerja secara sementara tidak bisa disamakan dengan pegawai tetap. “Karyawan kontrak tidak dapat diperbandingkan (secara langsung, atau apple to apple) dengan karyawan yang berstatus pegawai tetap,” jelasnya. Pujo menjelaskan Garuda sebenarnya tengah mengembangkan armadanya menuju tahun 2015. Jumlah armada Garuda akan mencapai 154 pesawat. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Garuda merekrut sejumlah penerbang baru dari sekolah penerbang PLP Curug dan Bali International Flight Academy. Namun, mengingat para penerbang baru ini masih memerlukan pendidikan lanjutan sebelum mengoperasikan pesawat, maka Garuda harus merekrut penerbang asing yang sudah siap mengoperasikan pesawat. Oh, begitu to? (Dnn)

6

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 lV - Agustus 2011

AVIASI

Gaji Nomor Dua,
A

Penumpang Tetap Harus nomor Satu
Pilot boleh saja mogok terbang, tapi sesuai dengan aturan main, layanan terhadap pengguna jasa penerbangan (Garuda) tetap harus diutamakan.
RTINYA, Garuda harus memberikan kompensasi kepada penumpangnya yang terlantar. Gaji pilot lokal Garuda memang nomor dua, tapi kepentingan konsumen harus tetap nomor satu. Beralasan jika salah seorang Pengurus Harian Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengingatkan Garuda Indonesia selayaknya bergerak cepat dalam menyelesaikan masalah internal yang sedang dihadapi agar tidak berdampak pada konsumen. “Garuda harusnya punya cadangan pilot atau merekrut dengan cepat agar tidak menelantarkan konsumen,” kata Tulus seperti dikutip mediaindonesia.com. Mogok memang persoalan tenaga kerja. Tapi, menurut Tulus, efeknya harus diantisipasi. Intinya urusan internal jangan sampai berimplikasi kepada konsumen. Konkretnya, keterlambatan penerbangan dan gangguan pelayanan yang terjadi akibat mogoknya sejumlah pilot tidak boleh mengorbankan konsumen. Tulus Abadi mengatakan sudah selayaknya kompensasi imateriil atas setiap keterlambatan penerbangan, disiapkan oleh pihak manajemen Garuda. Setiap keterlambatan 30 menit dan kelipatannya, konsumen berhak mendapatkan kompensasi dengan tingkat keterlambatan itu. Kompensasi tersebut harus dititikberatkan pada penggantian imateriil. Pasalnya, banyak hal seperti tender bisnis atau lainnya yang kemungkinan gagal karena keterlambatan penerbangan. “Kompensasinya bukan yang materi tapi yang imateri, karena keterlambatan itu kerugiannya banyak sekali,” kata Tulus. Masih menurut Tulus, konsumen sebenarnya bisa menuntut Garuda atas ketidaknyamanan yang dialami tanpa harus menunggu lama.
Setelah mengalami penundaan akibat pemogokan, pesawat B 737-800 Garuda kembali beroperasi. (Foto: Tom)

Antisipasi Garuda
Garuda sendiri tampaknya sudah bersiap-siap menghadapi berbagai kemungkinan. Jurubicara Garuda Indonesia Pujobroto menjelaskan, sebagai antisipasi langkah pemogokan, Garuda menyiapkan para penerbang yang selama ini bertugas sebagai instruktur dan penerbang yang duduk sebagai struktural dalam manajemen perusahaan untuk melaksanakan penerbangan pada 28 Juli. Selain itu, kata dia, Garuda juga menyiapkan akomodasi bagi para penerbang di hotelhotel terdekat di area bandara Soekarno-Hatta untuk ‘stand-

by’, apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk menerbangkan pesawat. Sepekan sebelum tanggal 28 Juli, Direktur Operasi Garuda Indonesia, Ari Sapari menjamin bahwa penerbangan tetap akan normal, karena perseroan mengoptimalkan jumlah pilot yang ada. “Kami pastikan tidak ada pembatalan penerbangan. Kami memberikan jaminan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Pusat Garuda, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia menjelaskan, dalam satu hari terdapat 365 penerbangan. Dari Jakarta saja 154 penerbangan per hari. Garuda Indonesia membutuhkan

170-230 pilot dalam satu hari. Jumlah itu dapat dipenuhi dari pilot yang tidak ikut aksi mogok. Lagi pula tidak semua anggota Asosiasi Pilot Garuda (APG) ikut-ikutan mogok. Satu di antaranya adalah Capt Manotar Napitupulu. Dia mengungkapkan, sebanyak 400 dari 800 pilot Garuda Indonesia menyatakan akan tetap menjalankan tugas kendati APG telah mengumumkan rencana mogok terbang. “Kami hanya bisa mengimbau rekan-rekan agar jangan mogok kerja. Sebab, beberapa jam saja mereka mogok itu akan berpengaruh terhadap harga saham Garuda

Indonesia,” katanya di Jakarta, Selasa 26 Juli. Manotar memastikan bahwa sejumlah pilot masih akan menerbangkan pesawat guna memenuhi kebutuhan penerbangan penumpang Garuda Indonesia ke sejumlah daerah. Dengan kondisi Garuda yang seperti ini, menurut dia, tidak ada alasan yang cukup melakukan mogok kerja. “Saya berharap apa yang sudah kita bangun selama ini dapat terus kita pelihara, lagi pula pilot asing itu kan hanya sementara,” ujarnya. Jadi penumpang atau konsumen tetap harus dinomorsatukan. (Dni)

AVIASI

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

7

12 Jam yang Tetap Mengusik Penumpang
Aksi mogok yang dilakukan para pilot Garuda memang tidak seperti yang direncanakan. Sebelumnya anggota Asosiasi Pilot Garuda (APG) itu akan melakukan mogok kerja hari Kamis 28 Juli 2011, mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 23.59 WIB (24 jam). Tapi fakta di lapangan, aksi mogok itu hanya berlangsung 12 jam.
ISKON waktu mogok itu diberikan APG setelah Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar bertemu dengan para pilot di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dalam pertemuan itu Emirsyah berjanji akan menyelesaikan berbagai persoalan yang dikedepankan anak buahnya itu.

Suasana keberangkatan Terminal 2 F Soekarno Hatta. (Foto: Anto)

D

Mengusik Penumpang
Kendati begitu toh aksi mogok 12 jam itu mengusik kenyamanan penumpang maskapai penerbangan milik negara tersebut. Pasalnya, banyak jadwal pesawat yang mengalami penundaan. Banyak penumpang mengeluh karena penundaan penerbangan lebih dari satu jam. Jhoni misalnya. Hari itu penumpang yang tinggal di Jakarta itu akan ke Palembang. Pesawat Garuda yang sedianya berangkat pukul 13.35 baru diterbangkan pukul 17.30. Demikian juga Dian. Penumpang tujuan Jambi yang semula dijadwalkan akan berangkat dengan pesawat Garuda pukul 14.40 itu, baru dijanjikan akan berangkat pukul 15.50. “Itu juga baru estimasi pemberangkatan,” katanya di ruang tunggu Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan Jakarta tujuan Pekan-

baru yang dijadwalkan pukul 13.45 ditunda menjadi 15.45. Akibat penundaan penerbangan, apa mau dikata, terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu. Manajemen Garuda memang sempat panik gara-gara aksi para pilotnya ini. Setelah mogok selama 12 jam, tujuh pilot maskapai penerbangan itu terpaksa harus dijemput oleh pihak menejemen Garuda agar tidak ada penumpukan penumpang. Informasi yang diperoleh AVIASI dari berbagai sumber, General Manajer Garuda Indonesia wilayah Makassar Rismondari mengatakan, sudah tidak ada lagi penumpang yang terlantar dan menunggu keberangkatan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Ratusan penumpang, menurut dia, semuanya sudah diberangkatkan sesuai tujuan, yaitu ke Jakarta dan Balikpapan, setelah ada negosiasi dengan para pilot yang sempat mogok.

Tanpa Kompensasi
Sesuai dengan aturan, seharusnya Garuda memberikan kompensasi kepada para penumpang yang mengalami keterlambatan. Namun Rismondari menjelaskan, tidak ada kompensasi terhadap penumpang yang sempat

terlantar akibat mogoknya pilot tersebut, meskipun sejumlah penumpang yang terlantar ada yang diganti pindah ke maskapai penerbangan lain. Segampang itukah? Pengacara Konsumen dan Publik David ML Tobing menjelaskan maskapai penerbangan Garuda Indonesia bisa dituntut secara perdata hingga konsumen mendapat ganti rugi puluhan juta rupiah. Menurut David seperti dikutip mediaindonesia.com, pihak yang dirugikan bisa minta ganti rugi materiil kepada Garuda. Mendampingi konsumen, David pernah memenangkan perkara delay melawan Lion Air. Dalam kasus serupa yang pernah ia tangani, maskapai penerbangan bisa dimintai ganti rugi materiil dan imateriil. Hal ini, tutur David, terjadi kepada Hastardjo, seorang dosen yang menuntut Air Asia dan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 50 juta. Kalau mau, masih menurut David, seorang konsumen bisa menuntut imateriil dan dapat puluhan juta. Dalam kasus Air Asia (Hastardjo), perusahaan penerbangan itu dihukum imateriil Rp 50 juta, sementara materiilnya Rp 800 ribu. Dalam kasus Garuda, dasar hukum perdata yang dapat digunakan untuk menuntut Garuda atas setiap keter-

lambatannya adalah pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum. “Jadi Garuda melanggar kewajiban hukumnya menerbangkan konsumen tepat waktu. Garuda juga melanggar hak subyektif dari si konsumen, yaitu untuk dilayani dengan baik dan tepat waktu,” ujar David. Masih menurut David, informasi yang diumumkan oleh manajemen Garuda Indonesia juga dianggap menipu, sehingga bisa diperkarakan oleh pelanggan. Sebelumnya, manajemen Garuda mengatakan, pemogokan pilot tidak akan menganggu dan mempengaruhi pelayanan dan jadwal penerbangan. Tapi faktanya, meskipun aksi mogok itu “cuma” 12 jam, sejumlah jadwal penerbangan Garuda terganggu. “Garuda tidak cukup mengatakan konsumen bisa memilih. Kalau memang Garuda tidak bisa mengantisipasi pilot mogok, ya Garuda harusnya tidak menjual tiket hari ini,” ujar David. Pilot mogok, kata David, adalah urusan internal Garuda. Kewajiban Garuda adalah memberikan pelayanan kepada konsumen. Oleh sebab itu, begitu kesimpulan David, informasi yang dikemukakan manajemen Garuda merupakan penipuan.(Dni)

8

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Meneg BuMn Datang, Lahir kesepakatan

Sebelum Lebaran
IDAK tanggung-tanggung, APG yang dipiloti Capt Stephanus Gerardus, mengajak pengacara senior Adnan Buyung Nasution untuk mendampingi mereka. Seperti saat mendampingi kliennya di ruang sidang, Bang Buyung demikian Adnan Buyung biasa disapa selalu “galak” saat berbicara membela kliennya, termasuk menyuarakan kepentingan para pilot Garuda yang tergabung dalam APG.

Meskipun akhirnya “hanya” mogok selama 12 jam tidak seperti rencana semula 24 jam kurang satu menit Asosiasi Pilot Garuda (APG) tidak main-main saat merencanakan aksi itu, termasuk upaya berunding dengan manajemen Garuda.

T

Hak Dasar Penerbang
Buyung mengatakan, mogok kerja yang ditempuh para pilot Garuda merupakan hak dasar penerbang. Dia menjamin (waktu itu), aksi mogok para pilot dilakukan secara sah, tertib, dan damai, sebagai akibat dari gagalnya perundingan. Buyung meminta agar pihak manajemen perusahaan Garuda Indonesia dapat segera membuka ruang dialog dengan APG untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Aksi yang dilakukan ini peringatan keras. Harap manajemen membuka pintu untuk berunding dengan APG dan cari solusi untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Buyung sehari sebelum para pilot mogok terbang 12 jam. Buyung pun minta agar Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, bersedia berunding dengan APG untuk mendengar aspirasi dan memenuhi tuntutannya. “Saya imbau agar Emirsyah Satar selaku Dirut Garuda mau menemui APG, berbicara dari hati ke hati, dengarkan masalah mereka dan cari solusinya apa. Kalau arogansi yang diutamakan hanya akan merugikan,” ujarnya. Kata-kata Buyung yang tersiar di berbagai media itu belum membuat pimpinan Garuda bergeming. Tepat pada hari “H” mogok Kamis 28 Juli 2011, Meneg BUMN Mustafa Abubakar melakukan inspeksi mendadak ke bandara Soekarno-Hatta, seraya menawarkan diri menjadi mediator antara manajemen Garuda dan APG, tak lama kemudian Emirsyah bertemu dengan para pilot Garuda dan menyatakan siap untuk berunding. Di Kantor Garuda Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Emirsyah (manajemen Garuda) dan Presiden APG Capt Stephanus Gerardus bersalaman. Keduanya pun berpelukan dan saling melempar canda.

Kesepakatan untuk berunding kembali antara Manajemen Garuda dan APG. (Foto: Tom)

Senyum mengembang di wajah Emirsyah. Akhirnya mogok yang digelar APG selesai. Kesepakatan awal antara APG dan manajemen Garuda tercapai. Pelukan dan tepuk tangan pun mengiringi “gencatan senjata” tersebut. Dalam kesempatan itu Emir meminta agar para pilot melepas PIN “Solidaritas Pilot” yang merupakan simbol pemogokan. Namun begitu PIN dilepas para pilot, Emir justru memakai PIN itu di kemejanya.

Kesepakatan
Emir menjelaskan bahwa pengurus APG dengan manajemen Garuda telah bertemu dan tercapai kesepakatan. “Kita akan tindak lanjuti isu-isunya mengenai pilot asing dan sebagainya.

Penyelesaian tersebut akan kita selesaikan dengan solusi bersama. Kita akan bertemu lagi nanti pada bulan puasa. Kita berharap persoalan ini dapat kita selesaikan sebelum Lebaran,” janji Emirsyah. Capt Stephanus Gerardus menjelaskan peristiwa pemogokan ini terjadi karena komunikasi kurang lancar. Dia berharap sebelum Lebaran, semua hal yang menjadi ganjalan bisa diselesaikan bersama. “Ini bukan soal menang-menangan atau kalah-kalahan. Dan atas nama Presiden Asosiasi Pilot Garuda, saya menyatakan bahwa mogok terbang dinyatakan berhenti. Mudah-mudahan kesepakatan ini membuahkan hasil one time, one spirit, one goal,” katanya. Sebelumnya Stephanus dan kawankawannya di APG memang galak.

Mereka menganggap maskapai tempat mereka bekerja sudah menyimpang dari standar penerbangan nasional Indonesia, termasuk soal pemberian gaji kepada pilot asing. Mogok kerja yang dilakukan para pilot yang akhirnya cuma 12 jam itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap pihak manajemen Garuda Indonesia yang dinilai lebih peduli dengan penerbang kontrak atau pilot asing. Sebelum memilih opsi mogok, APG sudah berkali-kali menemui pihak manajemen, tapi aspirasi yang mereka sampaikan belum juga ditanggapi. Tapi berkat upaya Meneg BUMN, kompromi sementara tercapai, dan semoga tuntas dan terwujud sebelum Lebaran. (Dni)

AVIASI

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

9

A

Dampak Kalau Pilot Mogok
alihkan ke maskapai lain. Satu pesawat Garuda yang batal berangkat tersebut dari Makassar ke Yogyakarta yang berlanjut ke Balikpapan. Seharusnya Garuda dari Makassar tiba di Yogyakarta pukul 08.30 WIB dan berangkat menuju Balikpapan pukul 09.00 WIB. mengalami penundaan. Akibat penundaan ini, sejumlah penumpang merasa kecewa karena minimnya antisipasi pihak maskapai. Sultan Thaha sewaktu akan terbang dari Jambi ke Jakarta.

PG telah melakukan “gencatan senjata” dengan manajemen Garuda. Mogok yang semula akan digelar 24 jam kurang satu menit pun akhirnya cuma 12 jam. Selama 12 jam itu AVIASI sempat memantau situasi di berbagai bandar udara untuk mengetahui dampaknya. Sebelum bertemu dengan manajemen Garuda, Presiden APG Stephanus Gerardus, bahkan sempat mengancam akan memperpanjang aksi mogok jika “gencatan senjata” tidak sampai terjadi. Berikut hasil pantauan AVIASI.

11. Tanjung Karang (TKG)
Penerbangan Garuda Indonesia GA 103 tujuan Lampung-Jakarta untuk jadwal pukul 10.55 WIB dari Bandara Raden Intan tertunda satu jam akibat aksi mogok Asosiasi Pilot Garuda (APG). Penerbangan dari Lampung Ke Jakarta adalah pukul 10.55 WIB, 14.10 WIB, 15.45 WIB, dan 17.40 WIB.

8. Makassar (UPG):
Dua penerbangan Garuda mengalami penundaan keberangkatan hing ga batas yang tidak ditentukan. Dua pesawat tersebut adalah pesawat dengan nomor GA611 tujuan Balikpapan. Pesawat itu seharusnya berangkat pada pukul 06.00 Wita. Hal serupa terjadi pada penerbangan Garuda tujuan Jakarta. Pesawat nomor GA611 itu sedianya akan berangkat 06.30 Wita. Namun hingga siang belum berangkat.

4. Denpasar (DPS):
Jadwal keberangkatan Garuda dari bandara ini mundur sekitar 30 menit dari jadwal normal. Selain itu jadwal kedatangan juga mundur sekitar 30 menit. Beberapa pesawat yang berdampak langsung salah satunya adalah pesawat GA-400. Pesawat yang menurut jadwal harus tiba dari Jakarta sekitar pukul 09.00 WITA akhirnya baru bisa mendarat sekitar pukul 09.33 WITA. Kemunduran ini membuat jadwal pesawat berikutnya terus mundur dari jadwal normal, walau tidak terjadi kemacetan yang berarti. Hingga pukul 15.30 WITA, Kamis (28/7/2011), penerbangan yang dibatalkan adalah GA438 menuju Kupang (KOE) dan GA-407 tujuan Jakarta (CGK). Sedangkan yang ditunda adalah GA409 dan GA653 tujuan Jakarta (CGK), GA-345 tujuan Surabaya (SUB) dan GA253 menuju Yogyakarta (JOG)

12. Banjarmasin (BDJ)
Penerbangan jadwal terakhir pesawat Garuda Indonesia di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan, Kamis malam mengalami penundaan selama satu jam. Garuda pada penerbangan ketiga tujuan Banjarmasin-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 15.15 WITa tertunda selama 2,5 jam dan baru bisa diberangkatkan pukul 17.50 WITa. Jadwal keberangkatan pesawat terakhir tujuan Banjarmasin-Jakarta dengan nomor penerbangan GA 537 direncanakan pukul 19.35 WITa namun ditunda.

1. Terminal II F Bandara Soekarno-Hatta:
Para penumpang sempat bingung dan resah. Ifandy yang akan ke Denpasar mengatakan: “Saya cukup panik dan bikin cemas keluarga, karena kapan terbangnya belum jelas.” Arsandi, menunggu ayahnya dari Makassar padahal jadwal pesawat dari Makassar pagi, tapi hingga siang pesawat yang ditumpangi ayahnya belum juga datang. Sofyan menyesalkan sikap manajemen Garuda yang tidak mempersiapkan pilot, sehingga mengecewakan penumpang. Sofyan mengetahui adanya pembatalan penerbangan dari Medan dan Denpasar setelah melihat papan pengumuman yang tertera pada terminal 2 kedatangan untuk luar negeri. Kekecewaan serupa juga dialami Putu Suryata warga Duri Kosambi, Jakarta Barat yang menjemput saudaranya dari Denpasar tak kunjung datang.

9. Ambon (AMQ):
Pesawat dari Ambon transit di Makassar dengan nomor penerbangan GA641 mengalami keterlambatan sekitar 3 (tiga) jam padahal seharusnya sudah sampai di Jakarta pukul 11.05 WIB. Itulah dampak kalau pilot melakukan aksi mogok. Karena Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Zainudin Malik, menyatakan rasa prihatin. Menurut dia, aksi mogok sebenarnya tidak perlu terjadi jika manajemen PT Garuda Indonesia mampu memberikan solusi terbaik kepada para pilot Garuda. IKAGI sendiri mendukung apa yang diperjuangkan APG, Harap maklum, sebab menurut Zainudin, awak kabin dengan pilot selama ini selalu saling mengisi dan tidak dapat dipisahkan. “Tanpa awak kabin, pilot tidak bisa terbang. Tanpa pilot, awak kabin juga tidak bisa terbang, karena Garuda itu membawa dan melayani manusia bukan kambing,” jelas Malik Zainudin mengingatkan, aksi mogok yang dilakukan APG bisa saja dilakukan oleh Serikat Pekerja Garuda lainnya, jika cara itu memang satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan. IKAGI mengaku memiliki anggota 2.200 pramugara dan pramugari Garuda Indonesia, dan menurut Sekretaris Jenderal IKAGI Jorri Kwarinekso, mogok kerja adalah hak pekerja.

13. Kupang (KOE)
156 penumpang Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia GA 439 di Kupang yang delay atau tertunda pemberangkatan menuju DenpasarSurabaya dan Jakarta, saat ini sedang diinapkan di sejumlah hotel di Kota Kupang sambil menunggu pagi untuk diberangkatkan lagi ke tempat tujuan. Seperti yang dikutip dalam kompas. com "Aksi mogok yang dilakukan sejumlah pilot Maskapai Garuda Indonesia menyebabkan sekitar 156 penumpang kami saat ini belum dapat berangkat, karena itu mereka kami inapkan pada hotel-hotel dalam Kota Kupang," kata Station Manager Garuda Indonesia Kupang, Nusa Tenggara Timur Husnan, saat dihubungi di Kupang, Kamis (28/7/2011) malam.

5. Medan (MES):
Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA185 seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB. Hingga pukul 13.43, pesawat GA-187 yang dijadwalkan terbang pukul 11.55 belum juga terbang. Penumpang sudah berada di kabin sejak pukul 12.45, tetapi suasana kacau. Banyak penumpang yang kebingungan karena nomor kursi mereka sama dengan penumpang lainnya.

2. Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP):
Aksi mogok pilot Garuda pastinya tidak mempengaruhi rombongan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang bertolak ke Palembang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan tetap menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Hal ini tampak dalam pantauan di Bandara Halim Perdanakusuma saat SBY hendak boarding menuju Palembang.

6. Pekanbaru (PKU):
Ratusan penumpang pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru, Riau, tujuan Jakarta, termasuk di dalamnya rombongan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengalami delay. Pesawat dengan nomor penerbangan GA171 sedianya berangkat pukul 07.00 WIB, namun hingga siang pesawat belum berangkat.

14. Jayapura (DJJ)
Garuda Indonesia GA 653 juga mengalami penundaan penerbangan di Papua, pesawat yang seharusnya terbang dari Jayapura (DJJ) menuju Jakarta (CGK) melalui Timika (TIM) dan Denpasar (DPS) mengalami penundaan selama beberapa jam, karena pilot mogok terbang di Jayapura. (Andi. G)

3. Yogyakarta (JOG):
Pesawat Garuda dari Yogyakarta menuju Balikpapan batal berangkat. Semua penumpang pesawat Garuda di Bandara Adisucipto terpaksa di-

10. Jambi (DJB)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar tidak luput dari korban penundaan terbang pesawat Garuda Indonesia GA 131 di Bandar Udara

7. Palembang (PLM):
Sembilan penerbangan regular Garuda Indonesia dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang

10

L iPuTAn uTAMA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Drama Pemogokan yang Mencekam
Tak ada yang menyangka bahwa Pilot Garuda akan sungguh sungguh mewujudkan aksi mogok pada Kamis 28 Juli 2011. Manajemen Garuda sangat percaya diri dengan memberikan pernyataan-pernyataan ke berbagai pihak dan media.
AHKAN tanggal 26 Juli malam pengacara kondang Adnan Buyung Nasution yang mencoba melakukan pendekatan pribadi secara persuasif, pun diyakinkan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar bahwa dia dapat mengatasi masalah pemogokan tersebut. Pemberitahuan mogok dilakukan melalui media massa pada 27 Juli siang di sebuah restoran di kawasan Senayan, Jakarta yang dibacakan Adnan Buyung Nasution, yaitu aksi mogok pilot Garuda yang menuntut kesetaraan hak dan kewajiban antara pilot lokal dan pilot asing. Mogok para pilot tersebut akan dilaksanakan pada 28 Juli 2011 mulai pukul 00.00 sampai 23.59. Dalam sebuah keterangan kepada pers, Bang Buyung menyentil Dirut Garuda agar tidak sombong dengan beberapa keberhasilan Garuda. Sepulang dari Senayan persiapan mogok pun dilakukan APG dengan mengaktifkan KorLap (koordinator lapangan), yang bertugas laksana perwira-perwira yang siap diberi komando. Meski tetap berharap ada itikad baik dari manajemen Garuda untuk bernegosiasi menjelang pelaksanaan mogok yang tersisa beberapa jam lagi, kesibukan di Pilot House APG di kawasan Bandara SoekarnoHatta telah terasa. Walaupun belum pernah melaksanakan aksi mogok sejak tahun 1980, para pilot mengandalkan komitmen para anggota APG yang telah menyatakan siap mogok yang dinyatakan di baliho yang terpampang di dinding kantor APG. Aksi mogok terakhir pilot Garuda tahun 1980 berlangsung selama lima hari. Lagi-lagi manajemen meyakinkan melalui media massa televisi, bahwa Garuda dapat menjamin tidak ada gangguan penerbangan kepada konsumennya. Beberapa cara dilakukan manajemen Garuda melalui media komunikasi website agar para pilot melaksanakan tugas seperti biasa. Maklum segelintir pilot yang mengaku senior megklaim tidak semua pilot bersedia mogok. Upaya imbauan melalui pesan singkat atau SMS sampai telepon juga diupayakan oleh atasan pilot masing-masing. Menjelang pengumuman tengah malam, suasana di lingkungan GOC (Garuda Operation Center) lokasi kantor APG cukup mencekam. Lokasi untuk crew check-in dipindahkan oleh manajemen Garuda ke lokasi yang lebih jauh dari kantor APG untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di lingkungan yang biasanya ramai oleh keberadaan air crew yang datang dan pergi, kini digantikan oleh kehadiran aparat kepolisian dan petugas keamanan yang jumlahnya lebih banyak dari hari-hari biasa. Tepat pukul 00.00 tanggal 28 Juli 2011 Presiden APG Capt. Sthepanus Gerardus menyampaikan aksi mogok dimulai sehari sampai pukul 23.59. Pernyataan mogok ini disiarkan langsung oleh stasiun televisi Metro TV dan didampingi oleh Z. Malik, Ketua IKAGI (Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia). Aksi mogok langsung direspon oleh seorang pilot yang mempunyai jadwal pertama Garuda yang terbang dari Soekarno-Hatta dengan tujuan Ambon yang singgah di Makasar dengan nomor penerbangan GA 608 yang memiliki jadwal berangkat pukul 00.15 WIB. Pilot dengan jabatan First Officer tersebut dijemput oleh rekan-rekannya di terminal F Bandara Soetta. Menjelang pagi, beberapa pilot yang sedianya

B

Deklarasi mogok oleh Presiden APG di kantor APG tepat pukul 00.00 tgl. 28 Juli 2011 (Foto: Tom)

tugas terbang yang terdiri dari Captain dan First Officer semakin banyak mendatangi kantor APG sebagai wujud pernyataan mendukung aksi mogok. Tidak mudah bagi mereka untuk menuju kantor APG karena kendaraan yang menjemput mereka diinstruksikan harus melalui pintu masuk yang tidak biasanya dilalui, sehingga jauh dari kantor APG. Beberapa diantara mereka berinisiatif menggunakan kendaraan sendiri menuju bandara. Meskipun beberapa pilot melakukan mogok terbang dari home base, penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta memang tidak ada yang dibatalkan karena adanya beberapa pilot pengganti yang menduduki jabatan struktural di manajemen Garuda Indonesia Tbk. Sebuah stasiun televisi kemudian, menayangkan pernyataan beberapa penumpang, bahwa mereka tidak mengalami gangguan penerbangan. Berita tersebut diulang-ulang meski hari telah menjelang siang, walau masalah gangguan telah terjadi di beberapa daerah dan luar negeri. Upaya manajemen menghalangi pilot untuk mogok mulai tidak menghargai hak individu yang dijamin undang-undang tersebut, bahkan dapat menggangu aspek keselamatan penerbangan. Beberapa pilot yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta mengaku dihalangi oleh beberapa oknum di tangga pesawat sehingga tidak dapat turun dari pesawat dan bernada mamaksakan pilot untuk melanjutkan penerbangan berikutnya. Seorang Captain yang menerbangkan pesawat yang didampingi seorang atasannya yang menggantikan First Officer yang mogok, menyatakan tidak siap mental untuk melanjutkan penerbangan berikutnya setelah menjalani rute Jakarta-Surabaya-Jakarta. Captain tersebut turun dari pesawat dan menuju kantor APG tempat dimana rekan-rekannya telah menunggu. Melihat kondisi yang sudah menggangu keselamatan penerbangan tersebut, APG menghubungi pihak otoritas penerbangan di Indonesia, yaitu DKPPU ( Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara) menyampaikan adanya potensi safety hazard di penerbangan Garuda. Saat ini perusahaan tersebut masih mengantongi sertifikat IOSA, yaitu sertifikat keselamatan penerbangan yang dikeluarkan oleh IATA kepada maskapai yang memenuhi kualifikasi keselamatan penerbangan yang baik. Tidak berapa lama Direktur Operasi Garuda,

Capt. Ari Sapari memberikan pernyataan di televisi, bahwa tidak ada penyanderaan pilot. Pihak kepolisian segera melakukan evaluasi pelasanaan tata tertib mogok agar tidak terjadi benturan di bandara, yang kemudian memberikan perlakuan adil bagi kedua pihak yang bertikai, yaitu menghimbau manajemen Garuda dan APG untuk tidak saling mengintimidasi pilot untuk memilih melaksanakan tugas terbang atau melakukan mogok terbang. Waktu semakin beranjak siang, aksi mogok juga dilakukan di beberapa out station, sehingga semakin berdampak kepada operasi penerbangan Garuda, maklum pesawat-pesawat tersebut sedianya akan dipakai kembali jika telah sampai di Bandara Soetta. Alih-alih, para penumpang di Soetta mulai merasakan dampaknya dan mulailah terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu. Beberapa pilot memang telah melancarkan aksi mogok di Medan, Pekanbaru, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Jayapura, Semarang, Surabaya, Kuala Lumpur, Dubai. Aksi yang dilancarkan oleh pilot APG di berbagai tempat disiarkan oleh media televisi dan media online secara cepat bahkan di Makassar, Palembang dan beberapa tempat penumpang telah mulai kesal kepada manajemen Garuda yang menjanjikan tidak akan ada keterlambatan dan gangguan akibat aksi mogok pilot tersebut. Melihat situasi yang sudah tidak dapat dikendalikan manajemen Garuda, Pemerintah melalui Meneg BUMN turun tangan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan kantor pusat Garuda Indonesia Tbk. yang berada di kawasan yang sama. Meneg BUMN Mustafa Abubakar mempertemukan dan menjadi mediator kedua pihak yang bertikai. Garuda yang diwakili oleh Emirsyah Satar menyatakan bersedia berunding dan mencari solusi dengan APG yang diwakili oleh Capt. Stephanus. Setelah melakukan konsultasi dengan Majelis Penerbang dan segenap Koordinator lapangan, Presiden APG kembali bertemu Meneg BUMN ditemani oleh beberapa pilot dan melakukan jumpa pers bersama Direktur Utama Garuda untuk menyatakan bahwa aksi mogok dihentikan tepat pukul 12.58 WIB. Meski aksi mogok telah dihentikan, dampak dari pemogokan yang katanya hanya dilakukan oleh puluhan pilot Garuda tersebut masih terasa sampai esok harinya. (Andi. G)

AVIASI

L iPuTAn kHuSuS
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

11

Sejumlah pesawat Sriwijaya Air B 737-300 di Apron Terminal 1 B Soekarno-Hatta. (Foto: Andi. G)

Maaf, Tiket Mudik Lebaran Habis
Puasa sudah tiba. Hari raya Idul Fitri masih tiga minggu lagi. Tapi harga tiket pesawat sudah melambung. Tak berbeda jauh dengan kereta api, harga tiket pesawat terbang menjelang Lebaran tahun ini mengalami lonjakan yang lumayan menguras isi kantong calon pemudik.

AHKAN untuk beberapa jadwal penerbangan, harganya mencapai dua kali lipat dari harga normal. Berdasarkan pantauan AVIASI, tujuh hari menjelang bulan suci puasa, permintaan tiket pesawat meningkat pesat. Sesuai hukum pasar, harga tiket semakin mencekik leher. Sejumlah biro perjalanan dan penjualan tiket penerbangan sudah mematok harga selangit. Harga tiket bahkan sudah menembus angka Rp 1 juta untuk tujuan Jakarta ke Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Padang. Kotakota itu termasuk jalur padat. Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II memprediksi akan ada lonjakan penumpang dengan perbandingan hari biasa menjelang Lebaran tahun ini sekitar 19 %. Setidaknya itulah prediksi Kepala Cabang PT Angkasa

B

Pura II Sudaryanto. Menurut dia, jumlah penumpang akan naik sekitar 110.000 orang pada H-10 dan melonjak naik menjadi 130.000 orang per hari pada saat H-3. Guna melayani penumpang, pihaknya akan membuka posko informasi Lebaran di terminal 1B dan 2 F. Bahkan dirinya berjanji, anggota Brimob akan tetap berjaga-jaga untuk memerangi maraknya praktek calo tiket, pedagang asongan dan taksi gelap. Selain itu, guna mencegah kemungkinan adanya kenaikan tiket yang tidak wajar, Sudaryanto mengatakan, PT Angkasa Pura II mengimbau kepada maskapai penebangan untuk menjual tiket kepada calon penumpang yang membawa KTP sesuai dengan tempat duduk yang dipesan. Sedangkan untuk calon penumpang, pihaknya meminta agar datang lebih

awal dari jadwal penerbangan. “Atau lebih bagus jika sudah melakukan city check-in ,” katanya seperti dikutip bisnis. com. “Kalau untuk penerbangan kita beri batas atas dan batas bawah. Kita minta kepada mereka jangan terlalu banyak cari untunglah. Ambil yang di tengah-tengah karena ini untuk masyarakat,” ujar seorang pejabat di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pertengahan Juli lalu. Maskapai Garuda Indonesia sendiri memperkirakan perusahaan ini akan memperoleh kenaikan pendapatan sekitar lima persen selama musim Lebaran 2011. Potensi pendapatan tersebut berasal dari 30.000 kursi tambahan yang khusus disediakan selama musim Lebaran. Musim Lebaran, ujar Dirut Garuda Emirsyah Satar, Garuda Indonesia tidak hanya

melayani kegiatan mudik Lebaran, tetapi juga melayani para penumpang yang ingin menghabiskan waktu liburan di dalam dan luar negeri. Rute penerbangan di dalam negeri yang akan ditambah, antara lain, penerbangan ke Solo, Yogyakarta, dan Padang. Sedangkan rute tujuan wisata yang akan ditambah, antara lain, penerbangan ke Singapura, Bangkok, dan Hong Kong. Selama musim Lebaran, Emirsyah mengungkapkan, Garuda Indonesia akan menghapus tiket promo. Sedangkan tarif pesawat jelang Lebaran, Garuda Indonesia sebagai maskapai tidak akan memasang tarif melebihi batas atas yang ditetapkan regulator penerbangan. Maskapai Sriwijaya Air, menurut Agus Soedjono, Senior Corporate Communication Manager, perusahaan ini tetap memperhatikan tarif

Agus Soedjono, Senior corporate communication Manager Sriwijaya Air

batas atas dan batas bawah, dan tidak boleh main-main dalam pengambilan tarif dari penumpang itu. Dijelaskan tiket Sriwijaya Air pada H-3 H-4 Lebaran sudah terjual habis. Sriwijaya Air sendiri memperkirakan peak season terjadi 15 hari sebelum Lebaran dan 2 mingguan setelah Lebaran. Saat ini untuk persiapan extra flight (penambahan frekuensi penerbangan) belum disiapkan, karena jumlah pesawat terbatas. (Dnn)

12

L iPuTAn kHuSuS
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Puasa Datang, Lebaran Siap Pulang
Sejumlah pesawat maskapai penerbangan di Apron Bandar Udara Adi Sucipto yokyakarta. (Foto: Tom)

Puasa telah datang, dan Lebaran pasti tiba. Lazimnya menjelang Lebaran, banyak para perantau yang mudik. Angkutan udara, seperti halnya tahun lalu, diperkirakan tetap akan dijadikan alternatif sebagai sarana untuk pulang kampung.

K

EMENTERIAN Perhubungan sendiri memerkirakan, Lebaran tahun ini angkutan udara akan mengalami peningkatan hingga 15% dibandingkan jenis angkutan yang lain. Sarana angkutan udara tampaknya masih akan digandrungi pemudik, karena memiliki ketepatan jadwal, cepat dan nyaman. Setelah angkutan udara, sarana berikut yang dijadikan alternatif mudik adalah angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP). Kemenhub memerkirakan akan ada kenaikan 10%. Sedangkan angkutan laut diperkirakan naik 6,9%, kereta api 5%, dan angkutan jalan 3%. Kecilnya kenaikan pada angkutan jalan karena pada jalur darat masih sering terjadi kemacetan, sehingga minat peng gunanya tidak bertambah signifikan. Sampai sedemikian jauh AVIASI belum mendapatkan data berapa banyak pesawat yang akan dikerahkan untuk melayani para pemudik dan maskapai apa saja yang terlibat. Mengacu kepada data tahun lalu, terdapat 9 perusahaan angkutan udara niaga berjadwal yang mengajukan rencana penambahan kapasitas tempat duduk pada 31 rute dalam negeri pada masa Lebaran 2010 (1431 H). Penambahan kapasitas tempat duduk 10% (224.232 tempat duduk), yaitu dari 2.242.312 tempat duduk menjadi 2.466.544 tempat duduk. Dari perhitungan pelaksanaan angkutan lebaran 2010 mulai H-7 sampai dengan H+7 jumlah penumpang berangkat dalam negeri mengalami kenaikan sebesar 19,85% bila dibandingkan dengan angkutan Lebaran tahun 2009. Tahun ini, seperti diperkirakan berbagai pihak, banyak pemudik yang tetap akan mudik naik pesawat. Kementerian Perhubungan mencatat

mengapa mereka mudik naik pesawat, di antaranya: 1. Penumpang lebih mementingkan kecepatan dan kenyamanan untuk sampai ke tempat tujuan meskipun harga tiket pesawat udara relatif mahal. 2. Penumpang sudah merencanakan secara matang untuk mudik Lebaran, sehingga dapat memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, dengan tarif yang lebih murah. 3. Ada pergeseran/pengalihan pengguna jasa moda transportasi lain (darat, laut dan penyeberangan) ke transportasi udara. Lalu bagaimana dengan harga tiket pesawat musim mudik Lebaran tahun ini? Maskapai Garuda Indonesia disebut-sebut tidak akan menaikkan harga tiket menjelang Lebaran. Tapi siapa yang dapat menjamin? Pasalnya, harga tiket tergantung pada permintaan. Semakin tinggi permintaan, maka harga untuk kelas bawah tidak dijual. Kalau peak season, harga rendah ditutup. Garuda Indonesia tujuan LampungJakarta-Lampung misalnya, mengenakan tarif kelas ekonomi terendah mulai dari Rp 420.000 hingga Rp 700.000-an. Sedangkan untuk kelas bisnis harga tidak dibatasi. Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta pertengahan Juli lalu menjamin maskapai yang dipimpinnya tidak akan menerapkan kenaikan harga tiket pada saat Lebaran tahun ini. Namun, maskapai pelat merah ini menghapus tiket promosi saat Lebaran. “Tarif tiket tidak akan ada kenaikan, tapi pada saat Lebaran promosinya kami tiadakan,” ujarnya. Emir melanjutkan pihaknya selalu mempersiapkan hal ini menjelang Lebaran. Selain itu, saat Lebaran memang sudah menjadi hal yang berulang setiap tahun, sehingga tidak akan

ada kenaikan harga tiket. Emir mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 30 ribu seat (bangku) menjelang Lebaran nanti. “Bisa ada penambahan sekitar 5% dari penambahan seat tersebut (revenue),” katanya. Namun yang pasti, para pemudik tahun ini tidak perlu khawatir tidak kebagian pesawat, sebab beberapa

maskapai dalam tahun ini membuka rute baru. Merpati Nusantara Airlines misalnya, sejak akhir Juli lalu membuka kembali rute yang sebelumnya “dimatikan”, yaitu Jakarta (Halim Perdanakusuma) ke Tanjungkarang dan Palembang. Ke dua kota itu, Merpati menyiapkan pesawat MA-60 dengan pelayanan yang pasti memuaskan. Selamat mudik.(Dni)

N
1. 2. 3.

Lakukanlah Persiapan Lebih Dini
AIK pesawat terbang untuk keperluan mudik Lebaran kini sudah biasa. Namun agar tidak tergesa-gesa dan repot, ada baiknya Anda tetap mempersiapkan diri sebelum terbang mudik. Sebaiknya Anda memesan tiket sejak awal karena saat ini banyak maskapai penerbangan yang jauh-jauh hari sudah menjual tiketnya untuk melayani mereka yang akan mudik. Jadi pesanlah sekarang dengan memanfaatkan jaringan internet atau e-ticket. Sebelum tiket yang akan Anda beli disahkan (issued), harap cek kembali tentang jadwalnya (tanggal dan jam keberangkatan), jumlah serta nomor penerbangannya serta harga tiketnya. Pelajari tentang semua ketentuan yang berlaku dengan tiket yang akan dibeli, misalnya cara pembayaran, berapa kilogram berat bawaan yang bisa dibawa tanpa tambahan ongkos, bagaimana jika terjadi sesuatu dan gagal berangkat terhadap tiket yang sudah dibeli dan lain-lain. Ini perlu Anda lakukan agar tidak menyesal di kemudian hari. Jika telah sampai pada hari keberangkatan, upayakan Anda sudah tiba di bandar udara dua jam sebelum jam keberangkatan, agar proses pemeriksaan dan pelaporan (check-in) masih dalam waktu yang leluasa dan tidak tergesa-gesa. Agar proses pemeriksaan di bandar udara berjalan lancar, sebaiknya Anda tidak membawa barang-barang berbahaya, seperti benda-benda tajam misalnya pisau, korek api atau benda-benda yang mudah terbakar. Jangan membawa barang seperti tanaman dan hewan. Ikutilah petunjuk petugas selama berada di bandar udara, agar proses mudik yang Anda jalani cepat dan lancar. Jagalah kebersihan dan bertanya kepada petugas jika ada hal yang kurang jelas. Terus pantau dan ikuti petunjuk petugas atau pengumuman tentang kapan pesawat yang akan Anda tumpangi berangkat. Siapkan boarding pass ketika telah berada di ruang tunggu keberangkatan.(Dni)

4.

5.

6. 7.

AVIASI

H ukuM & reGuLASi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

13

Prosedur Pengisian
Oleh Tjuk Sudarsono Instruktur Transportasi Udara & Praktisi Penerbangan

Bahan Bakar Pesawat udara di Darat (1)

Salah satu tahapan penting dari sebuah persiapan operasi penerbangan adalah ”proses pengisian bahan bakar pesawat udara di darat” atau biasa disebut ”aircraft refueling”.
ENGISIAN bahan bakar pesawat udara adalah pekerjaan teknis operasional di mana selama proses pelaksanaannya harus mengacu pada ”Standard Operating Procedure” (SOP) yang tertuang dalam check-list dengan memprioritaskan keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta untuk tetap mempertahankan standar mutu bahan bakar.

P

Prosedur Baku Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara di Darat:
Dilaksanakan pada saat mesin pesawat udara sedang tidak aktif (panas dari mesin pesawat udara yang sedang aktif bisa menjadi sumber nyala); Dilaksanakan pada cuaca yang menguntungkan (cuaca ”berpetir” sebaiknya dihindari, mengingat petir bisa menjadi sumber nyala); Memasang ”Bounding” dan ”Grounding” untuk menghindari loncatan bunga api listrik karena adanya perbedaan muatan ”listrik statis” antara pesawat udara dan mobil pengisi bahan bakar; Tidak dilaksanakan pekerjaan perawatan bersamaan (misalnya melakukan penggantian baterai pada saat pelaksanaan refueling); Tidak terdapat sumber nyala lainnya pada radius 16 meter (pekerjaan pengelasan/pemotongan, kilatan lampu kamera, penggunaan telepon seluler dan kegiatan lainnya yang berpotensi menimbulkan sumber nyala);

mana berpotensi menghasilkan api atau bahaya ledakan; • Muatan listrik pada pesawat udara dapat terjadi ketika sedang terbang (in flight) : • Sentuhan dengan ”atmosperic water particle” (hujan, embun, butiran es, salju padat); • Airborn particle (debu, asap, pasir); • Precipitation (melewati awan comullus nimbus/CB) yang menghasilkan ”electronic induction”; Muatan listrik juga dapat terjadi ketika pesawat udara di darat (on the ground) : • Terjadi karena pesawat udara menggunakan ban karet; • Terjadi ketika pesawat udara bergerak atau diam; • Terjadi perbedaan timbunan lislrik antara pesawat udara dan kendaraan pemasok bahan bakar/ fuel dispencer, (tergantung luasnya permukaan/flat area); • Terjadi karena gesekan udara (air current), yang membawa partikel (debu, pasir, air) di atas permukaan badan pesawat udara; • Terjadi pada saat pelaksanaan pengisian bahan bakar, dimana bahan bakar mengalir deras dalam selang dan jatuh bebas serta bergolak dalam tangki;

Pengisian bahan bakar pesawat B 747. (Foto: Tom)

Pengamanan Terhadap Pesawat Refueling Dengan ”Passenger Udara Dan Kendaraan Pelayanan Darat Lainnya: On Board” (POB)
Sebaiknya tidak dilakukan pengisian bahan bakar pesawat udara dengan penumpang tetap berada didalamnya, mengingat kegiatan penumpang yang tidak terkontrol selama proses pengisian bahan bakar berpotensi menimbulkan sumber nyala. Bila karena ”terpaksa” harus melakukan pengisian bahan bakar dengan penumpang tetap berada didalam pesawat udara, beberapa prosedur harus dilakukan antara lain : Diumumkan kepada penumpang bahwa akan dilakukan pengisian bahan bakar; Lampu tanda “No Smoking” dan petunjuk “Exit” harus dinyalakan; Dilarang menggunakan switch/memutar tombol listrik yang dapat menghasilkan nyala api (baik oleh personel pesawat udara maupun penumpang); Dilarang mengaktifkan/menggunakan lampu kamera dan telepon gengDilarang melakukan pengisian bahan bakar dalam jarak 46 meter diukur dari jet blasht mesin turbo jet, dan 23 meter dari exhaust mesin turbo propeller, yang mesinnya sedang aktif; Bila pesawat udara bermesin turbin bergerak pada jarak tersebut, pengisian bahan bakar ke pesawat udara harus dihentikan sementara, sampai kondisi lingkungan diyakini aman; Selain kendaraan pengisi bahan bakar (fuel dispencer), kendaraan lain (dengan mesin sedang aktif) dilarang berada pada radius 16 meter dari titik pengisian; Penempatan “ground power unit” dan kendaraan/peralatan pelayanan darat lainnya (dengan mesin sedang aktif) harus diatur sedemikian rupa dari titik pengisian, sehingga tidak menimbulkan ancaman.(Bersambung)

but dengan landas pacu mampu membuang timbunan listrik, ketika pesawat udara melakukan pendaratan; Menambah formula dengan ”anti static aditif ” (ASA) atau ”static deviation” (STADIV) pada bahan bakar jenis aviation turbin (avtur); Melaksanakan prosedur bounding dan grounding antara pesawat udara dan mobil dispenser dengan tanah/bumi. (apron yang standar adalah apron yang dilengkapi dengan grounding system);

gam; Tangga penumpang tetap terpasang dan petugas PKP-PK diberi informasi untuk antisipasi tindakan darurat;

Pengamanan Terhadap Pancaran Frekuensi Radar
Peak power out put (pancaran radar) dengan frekuensi tinggi dapat membakar uap bahan bakar, lakukan pengisian bahan bakar pada jarak aman (diluar 35 meter dari instalasi radar);

Mengurangi Potensi Timbunan Listrik
Ada beberapa metode untuk meminimalisasi timbunan/muatan listrik statis atau menghindari terjadinya loncatan bunga api listrik karena perbedaan muatan: • Ban pesawat udara dirancang dengan kumparan kawat yang banyak pada komposisi karet dan benangnya, demikian juga terdapat jenis pesawat udara yang dilengkapi dengan ”static discharge” pada unit roda pendarat sehingga sentuhan kedua komponen terse-

Listrik Statis Merupakan Ancaman Selama Proses Pengisian dan/atau Pengosongan Bahan Bakar Pesawat Udara (Refueling & Deflating):
Pengertian listrik statis (static of electrical) adalah: Daya (timbunan) listrik dari benda, melewati sentuhan fisik langsung, dan pemisahan antara kutub positif dan negatif akan memuat particulary, di

14

L inTAS BeriTA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Sriwijaya Jamah indonesia Timur
berkembang pesat setelah otonomi daerah diberlakukan. Sementara, warga dan pemerintah Papua banyak bepergian ke mana-mana, termasuk ke Jakarta. Pembukaan rute ke wilayah Papua ini semakin mengukuhkan komitmen Sriwijaya Air untuk menjadi maskapai penerbangan yang dapat menghubungkan kota-kota di Indonesia melalui jalur udara. “Tagline I Love Papua sengaja dipilih sebagai bukti kebanggaan kami yang bisa membuka jalur penerbangan ke Papua,” kata Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air dalam rilisnya di Surabaya. Dengan adanya penerbangan ke Sorong dan Manokwari, maka rute penerbangan lain dari kawasan barat dan tengah Indonesia pun menjadi tersambungkan dengan lebih mudah, demikian pula sebaliknya. Posisi “connecting flight” berada di Jakarta (CGK), Surabaya (SUB) dan Makassar (UPG). Penerbangan dari kawasan barat dan sebagian tengah memiliki “connecting flight” di Jakarta dan Surabaya, sedangkan sebagian lainnya dari kawasn tengah memiliki alternatif “connecting flight” di Makassar. Rute SOQ-MKW adalah rute khusus dengan jarak pendek, namun menjadi alternatif menarik untuk pengguna jasa yang selama ini minim pilihan bila menggunakan transportasi udara. Jadwal rute Penerbangan menuju Sorong dan Manokwari dari Jakarta pukul 00.30 WIB tiba (transit) di Makassar 04.30 WITA dan tiba di Sorong 08.30 serta Manokwari 10.05 WIT. Sementara dari Surabaya 23.30 WIB tiba di ke Makassar 02.20 WIB selanjutnya ke Sorong 07.45 dan Manokwari tiba 09.20 WIB Sementara itu, Distric Manager Sriwijaya Air Surabaya, Budi Sasongko menambahkan, pihaknya juga menambah frekuensi penerbangan JakartaYogyakarta menjadi 2 kali sehari. Sedangkan rute baru yang diluncurkan adalah rute Surabaya-YogyakartaSurabaya. Mengingat penerbangan akan dilakukan dini hari, maka Sriwijaya Air akan memberikan layanan ekstra terhadap penumpangnya, termasuk akan membangunkan penumpang untuk melihat matahari terbit dari pesawat. (Andi. G)

Pesawat Sriwijaya Air B 737-400. (Foto: Tom)

Tepat pada 4 Juli 2011 lalu Sriwijaya Air membuka rute penerbangan baru ke Tanah Papua, yaitu ke Sorong (SOQ) dan Manokwari (MKW).
ASKAPAI penerbangan nasional yang mengusung tagline I Love Papua, ekspansi ke kawasan timur Indonesia (KTI) memang sudah menjadi agenda Sriwijaya Air, seiring dengan rencana untuk memperluas rute penerbangan

M

pada tahun 2011 ini. Sebagai tahap awal, baru dua kota di Papua yang akan diterbangi. Papua merupakan salah satu daerah yang sangat potensial dalam hal penggunaan transportasi pesawat udara. Penyebabnya, Papua saat ini sedang

Pesawat Merpati Nusantara MA-60 PK-MZD di Apron Radin Inten ll. (Foto: Dnn)

Merpati Kembali Terbang ke Sumatera

Merpati bertekad bakal terbang tinggi lagi setelah mengalami petaka menyusul jatuhnya pesawat MA-60 di Teluk Kaimana, Papua Barat, Mei silam.
Flight dengan rute HLP-TKG-PLM (Jakarta-Tanjung Karang/LampungPalembang). Penerbangan perdana ke wilayah Sumatera ini dilakukan Merpati, karena potensi pasar penerbangan ke Indonesia bagian barat sangat bagus. Setidaknya itulah kesimpulan yang diungkapkan Wakil Direktur Merpati Capt. Adhi Gunawan. Selama ini Merpati lebih banyak melayani penerbangan ke wilayah timur Indonesia. Sekarang Merpati terbang kembali ke barat, karena menurut Adhi Gunawan, potensi daerah di Sumatera, khususnya Lampung dan Palembang (baik ekonomi, sosial maupun wisata) cukup signifikan. Oleh sebab itulah, Merpati bertekad

Acara Innaugural Merpati Nusantara di Tanjung Karang. (Foto: Dnn)

T

AK ingin lama-lama meratap, Merpati Nusantara Airlines, Jumat (8/7) lalu, tepatnya di

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, maskapai penerbangan pelat merah itu mengadakan upacara Innaugural

kuat mengerahkan armadanya yang berkapasitas 35-52 tempat duduk (seat) untuk melayani penerbangan komersial dengan jarak tempuh 45-75 menit. Andalan utama PT Merpati Nusantara Airlines untuk menghadapi bisnis penerbangan tersebut adalah memanfaatkan pesawat MA-60. MA (Modern Ark) adalah produk hasil perpaduan keunggulan teknologi dari beberapa negara (multi nationaltiy advantages). Sebagian besar komponen MA-60 diimpor dari negara maju yang notabene merupakan negara produsen pesawat terbang dengan reputasi dunia. Mesin MA-60 menggunakan PW-127 J. Turbo Propeller buatan Pratt & Whitney, Kanada. Baling-baling menggunakan 247F-3 buatan Hamilton Sundstrand, Amerika. Sistem avionic yang digunakan di pesawat ini merupakan produk Rockwell Collins, Amerika Serikat yang juga banyak dipakai di pesawat komersial keluaran Amerika dan Eropa. Badan pesawat diadopsi dari pesawat tempur Antonov buatan Rusia. Sumaryanto, wakil dari Ditjen Perhubungan Udara dalam acara innaugural itu mengingatkan bahwa Merpati Nusantara harus mengutamakan konsumen. Merpati kembali ke Halim Perdanakusuma, menurut dia, membuktikan bahwa maskapai ini siap dalam persaingan pasar udara di Indonesia, dan sekaligus akan mengangkat, mengaktifkan kinerja bandar udara, khususnya Halim Perdanakusuma. (Dnn)

AVIASI

L inTAS BeriTA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

15

Kalstar Jalin Kemitraan dengan ASYST
Demi penumpang, maskapai tentu akan melakukan tindakan khusus agar dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan pre-in-post flight. Hal ini selalu menjadi prioritas utama agar kepercayaan tamu terhadap maskapai tidak luntur.
tamu, di mana tamu juga dapat melakukan pemesanan dan melakukan pembayaran tiket secara langsung melalui medium internet. • Business To Travel Agent pesawat dan cek status pembukuan pesawat. Para tamu maskapai penerbangan tersebut juga mendapat keleluasaan untuk mengetahui status penerbangan dan informasi penerbangan maupun promosi melalui medium handphone. “Terpilihnya layanan kami sebagai pendukung teknologi dari salah satu maskapai nasional Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri,” ujar Rian Alisjahbana, CEO dari PT Aero Systems Indonesia. “Kerjasama kami dengan Kalstar Aviation adalah bukti dari inovasi dan teknologi yang terus kami kembangkan seiring meningkatnya kebutuhan dari jasa penerbangan domestik dan untuk menyediakan layanan kepada perusahaan penerbangan dengan tingkat tertinggi presisi dan nilai.” (Dnn)

Dengan fungsi ini agen perjalanan dapat memesan jadwal penerbangan, mencetak tiket, permintaan top up deposit, melihat kode pemesanan kembali dan pengiriman komisi bagi agen perjalanan saat ketika closing transaction melalui sistem. Proses ini dapat dilakukan dengan melalui modul Business to Travel Agent yang dapat diakses melalui medium internet.

H

cEO ASyST, Rian Alisjahbana dan Wakil Direktur Utama Kalstar Aviation, Aditya Wardana. (Foto: Dok. Kalstar)

Mobile Solution

AL itu pulalah yang menjadi komitmen Kalstar Aviation guna menjaga kepercayaan dari “tamu yang dihormati”. Maka tepat tanggal 7 Juli 2011 maskapai dengan tagline fly smart with us ini menggandeng ASYST. PT Aero Systems Indonesia (ASYST), adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia yang didirikan pada tahun 2005. ASYST sebagai penyedia aplikasi layanan teknologi informasi di industri transportasi khususnya penerbangan dan industri perjalanan. Selain itu PT Aero Systems Indonesia juga melayani sistem Sumber Perencanaan Perusahaan (ERP) termasuk solusi SAP, dengan dukungan Pusat Data (Data Center) berstandar internasional. Kalstar Aviation telah mengantongi izin rute sebanyak 108 rute domestik dan 22 rute internasional ke negaranegara ASEAN dan Australia. Penerbangan Kalstar telah menciptakan jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan seluruh kota kabupaten dan provinsi di Kalimantan. Sejak 16 Mei 2011, Kalstar telah menerbangi rute-rute antara kota provinsi dan kabupaten antar Pulau Kalimantan dan kota-kota di pulau Jawa, yaitu Jakarta–Pontianak (CGK-PNK), Jakarta-Sampit (CGK-SMQ), Jakarta-Pangkalanbun (CGK-PKN), Semarang-Pangkalanbun (SRG-PKN), Surabaya-Pangkalanbun (SUB-PKN) dan Surabaya-Sampit (SUB-SMQ). Selain rute-rute domestik tersebut, sejak 23 Mei 2011 Kalstar juga telah menerbangi rute international/regional Jakarta–Kuching (CGK-KCH) dan Pontianak–Kuching (PNKKCH). Untuk menjawab tantangan izin rute tersebut, maka tak tanggungtanggung, Kalstar yang berkantor di Bumi Serpong Damai menyelengga-

rakan kerjasama kesepakatan. Aditya Wardana sebagai Wakil Direktur Utama PT Kalstar Aviation, mengemukakan, “Kami sangat senang dan bangga dapat bermitra dengan ASYST untuk solusi teknologi saat ini maupun yang akan datang. Kami percaya bahwa inovasi dari pelayanan teknologi ASYST akan membantu kami dalam memperkuat sistem teknologi informasi Kalstar Aviation, sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para tamu kami. Sistem yang disiapkan oleh ASYST tersebut akan mempermudah dan mempercepat pelayanan pembukuan tempat duduk bagi mitra kerja maupun tamu di seluruh kota yang diterbangi Kalstar”, Aditya Wardana menambahkan. Kesepakatan kerjasama antara ASYST dan Kalstar Aviation ditandatangani oleh CEO ASYST, Rian Alisjahbana dan Wakil Direktur Utama Kalstar Aviation, Aditya Wardana di kantor pusat ASYST yang di Ratu Plaza Office Tower lantai 28, Jakarta. Dengan kesepakatan ini, ASYST akan mendukung sistem pelayanan tamu secara menyeluruh antara lain: • Passenger Service System

Dengan fungsi ini maskapai penerbangan dapat melakukan pembukuan

kacau, Lalu Lintas di kawasan

Bandara Soekarno-Hatta

A

Suasana jalan Terminal l Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Anto)

Dengan fungsi ini maskapai penerbangan tamu dapat secara otomatis membuat jadwal penerbangan dan pengontrolan kursi tamu. Jadwal penerbangan dan pengontrolan kursi tamu tersebut juga dapat didistribusikan secara otomatis melalui jaringan agen perjalanan yang tersebar di seluruh dunia. • Business To Consumer

Dengan fungsi ini maskapai penerbangan dapat mendistribusikan jadwal penerbangan secara langsung kepada

RUS lalu lintas di kawasan Bandar Udara SoekarnoHatta, Jakarta hingga kini terus kacau balau, tidak terkecuali di kawasan kargo, sebab banyak truk yang hilir mudik mengangkut barang. Mobil penumpang dan penjemput serta taksi liar juga sulit diatur. Pemandangan seperti ini terlihat terutama di Terminal I A, B, C dan D. Meskipun kerap dirazia, taksi gelap tetap beroperasi di bandara internasional ini. Berdasarkan pengamatan AVIASI, keberadaan taksi tanpa izin operasional itu semakin banyak. Fakta ini semakin menyulitkan petugas bandara (Angkasa Pura II). Para pengemudir taksi gelap itu bahkan terkesan menguasai terminal dengan mamatok tarif yang mencekik leher calon penumpang. Berkali-kali aparat keamanan melakukan razia, tapi terkesan hanya formalitas, sebab setelah itu pengemudi

taksi liar kembali menguasai bandara. Saat para supir taksi gelap itu ditangkap, mereka berdalih anggota dari sebuah koperasi yang berkantor di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. “Kami tetap akan bertahan di bandara, sebab semua ini kami lakukan untuk ekonomi keluarga. Anak istri butuh makan. Menjadi supir taksi liar adalah pilihan,” kata seorang pengemudi taksi gelap. Saat mereka tertangkap, petugas hanya mendata dan menahan sehari. Setelah didenda Rp 20.000, mereka dilepas, dan esoknya beroperasi kembali. Akan halnya truk di kawasan kargo. Setiap sore, truk itu berbondongbondong berada di kawasan kargo dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas di kawasan itu. Antrean kendaraan “mengular” hingga ke luar kawasan kargo.(Andi. G)

16

F OkuS
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Lagi Menyoal Layanan Singa Merah

AMUN, sebagai maskapai dengan low-cost carier, manajemen perusahaan penerbangan, seperti yang sering diungkapkan para penumpang, belum seprofesional perusahaan penerbangan lainnya. Hal ini terbukti dari ditemukannya banyak komplain (keluhan) dari penumpang. Keluhan yang paling sering diungkapkan penumpang adalah maskapai ini doyan melakukan delay (penundaan) pesawat yang akan terbang. Celakanya, keterlambatan terbang itu acapkali tidak pernah disampaikan pihak Lion kepada penumpang. Bukan cuma itu, bagasi penumpang kerap hilang, bahkan maskapai ini melakukan diskriminasi pelayanan terhadap penyandang cacat. Berdasarkan catatan AVIASI, selama akhir Juni dan seminggu terakhir bulan Juli lalu setidaknya telah ada empat komplain penumpang terhadap pelayanan yang diberikan petugas Lion Air pada tanggal 30 Juni 2011, 4 Juli 2011 5 Juli dan 7 Juli 2011. Komplain para penumpang adalah pesawat terlambat terbang, ketidakvalidan surat keterangan dokter atas usia kehamilan seorang penumpang wanita, dan diskriminasi terhadap penyandang cacat yang dilakukan petugas Lion Air di darat (ground staff ). Keluhan pertama yang terjadi pada 30 Juni 2011 mengenai perlakuan diskriminatif pelayanan petugas ground Lion Air terhadap penderita penyandang cacat yang akan terbang dengan penerbangan Lion Air JT012 dengan rute penerbangan Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS). Melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan (Bagian Keenam Pasal 134) telah diatur ketentuan ”Pengangkutan untuk Penyandang Cacat, Lanjut Usia, Anak-Anak, dan/ atau Orang Sakit” : Penyandang cacat, lanjut usia, anak-anak di bawah usia 12 (dua belas) tahun, dan/atau orang sakit berhak memperoleh pelayanan berupa perlakuan dan fasilitas khusus dari badan usaha angkutan udara niaga. Pelayanan berupa perlakuan

N

Siapa yang tidak kenal Lion Air. Inilah maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang memperkenalkan kepada masyarakat naik pesawat terbang dengan biaya murah. Dengan hanya membayar Rp 300.000 atau kurang dari itu, Lion siap menerbangkan siapa pun ke kota tujuan.
dan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi: • Pemberian prioritas tambahan tempat duduk; • Penyediaan fasilitas kemudahan untuk naik ke dan turun dari pesawat udara; • Penyediaan fasilitas untuk penyandang cacat selama berada di pesawat udara; • Sarana bantu bagi orang sakit; • Penyediaan fasilitas untuk anakanak selama berada di pesawat udara; • Tersedianya personel yang dapat berkomunikasi dengan penyandang cacat, lanjut usia, anak-anak, dan/atau orang sakit; dan • Tersedianya buku petunjuk tentang keselamatan dan keamanan penerbangan bagi penumpang pesawat udara dan sarana lain yang dapat dimengerti oleh penyandang cacat, lanjut usia, dan orang sakit; • Pemberian perlakuan dan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dipungut biaya tambahan. Pasal yang tertuang dalam undangundang maupun turunannya (tentang pelayanan khusus terhadap penumpang) merupakan hak bagi pengguna jasa dan kewajiban bagi penyedia jasa angkutan udara niaga. Hak dan kewajiban tersebut harus menjadi kesepakatan kedua belah pihak ketika sebuah perjanjian pengangkutan udara niaga dimulai (pada saat tiket dibayar). Dalam manajemen pelayanan darat perusahaan penerbangan, pemberian pelayanan khusus bagi penyandang cacat menjadi kewajiban bagi penyelenggara pelayanan dan menjadi hak bagi penumpang yang dapat memudahkan penumpang ketika naik dan/atau turun dari pesawat. Ketika penumpang tersebut membeli tiket, penumpang tersebut harus memberitahukan kepada petugas ground maskapai penerbangan mengenai ada-tidaknya perlakuan khusus, misalnya wheelchair. Begitupun ketika penumpang tersebut akan check in. Ia wajib memberikan keterangan mengenai ada-tidaknya perlakuan khusus tersebut sehingga petugas ground pun bisa memberikan layanan yang terbaik untuknya. Bagi penyandang cacat maupun penumpang lanjut usia yang membutuhkan wheelchair, penumpang diharuskan melapor kepada petugas helpdesk maupun petugas ground di checkin counter, kemudian mengisi surat pernyataan kemudian menandatangani surat pernyataan tersebut. Petugas ground di bandara origin (asal) wajib memberikan perlakuan khusus terhadap penumpang yang memang membutuhkan pelayanan dan perlakuan khusus, seperti penumpang penyandang cacat, penumpang dengan masalah kesehatan, penumpang lanjut usia, serta unaccompanied minor (anak berpergian tanpa didampingi orang tua). Kasus yang terjadi salah seorang penumpang Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta-Denpasar menandakan bahwa manajemen Lion Air tidak memenuhi bagian keenam Pasal 134 Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Selain itu, sebagaimana yang diketahui dari salah satu media, pada 4 Juli 2011 ratusan penumpang Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta (CGK) – Denpasar (DPS) terlantar selama empat jam di terminal 1A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dikarenakan adanya delay. Ratusan penumpang ini bahkan sama sekali tidak mendapatkan konfirmasi terlebih dahulu dari petugas ground di bandara mengenai adanya keterlambatan keberangkatan tersebut serta tidak adanya keterangan secara pasti dari pihak Lion Air mengenai waktu keberangkatan mereka. Kasus serupa terjadi juga pada tanggal 5 Juli 2011. Puluhan penumpang pesawat Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta mengamuk. Mereka marah karena tiba-tiba proses check-in ditutup, padahal waktu boarding masih lama. Dalam manajemen pelayanan darat perusahaan penerbangan, proses check-in pada suatu destinasi (tujuan)

Lion Air B 737-900 ER. (Foto: Tom)

ditutup 40 menit sebelum jadwal keberangkatan, sedangkan proses check-in biasanya dimulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Pada keluhan keempat pada 7 Juli 2011 mengenai ketidakvalidan surat keterangan dokter atas usia kandungan seorang penumpang yang dinyatakan oleh petugas ground Lion Air di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Dalam layanan penumpang terhadap penumpang yang sedang mengandung yang hendak terbang dengan pesawat udara memang mengharuskan penumpang tersebut melapor kepada petugas helpdesk sesaat setelah mereka check in lalu mengisi surat pernyataan mengenai ada/tidaknya gangguan kehamilan, sehingga kelak tidak akan mengganggu kenyaman penumpang tersebut selama perjalanan di dalam pesawat udara, yang dilampiri dengan surat keterangan dokter yang terkait. Mengenai surat keterangan dari dokter kandungan tersebut terhadap penumpang hamil yang akan terbang dengan pesawat terbang memang tidak ada batasan waktunya, selama penumpang tersebut terbang dalam keadaan hamil dan dinyatakan laik terbang. Inilah bukti “moment with no return” bagi Lion Air. Inilah saatnya bagi maskapai Lion Air untuk “melek” dan mengevaluasi terhadap kinerja manajemennya. Tak salah memang bila Kemenhub memberi teguran serta sanksi berupa pencabutan operasional perusahaan bila perusahaan ini belum juga melakukan perbaikan manajemen, bukan hanya sekadar pada keluhan terhadap delay keberangkatan, tetapi juga mengenai permasalahan lain yang terkait di dalamnya selama tiga bulan ke depan. Apabila selama ketiga bulan tersebut pihak Lion Air belum juga memberikan bukti keberhasilan atas perbaikan manajemen dan kinerjanya, maka tak heran bila perusahaan berlambang singa yang berwarna merah ini kelak akan mengalami nasib yang sama dengan yang dialami oleh Mandala Air, yakni berupa pencabutan izin operasional. Kita tentu tidak berharap demikian, bukan? (Chandra Dewi)

AVIASI

S AFeTy
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

17

Mudik nyaman dan Aman

Bersama si Kecil

Lebaran nanti, Anda akan mudik bersama keluarga naik pesawat terbang? Mudik bersama keluarga, apalagi jika ada anak-anak yang usianya masih di bawah lima tahun, pasti sangat merepotkan.
API kerepotan itu tidak akan terjadi kalau Anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berikut ini ada beberapa petunjuk untuk berpergian bersama buah hati kecil Anda. Agar penerbangan Anda nyaman dan aman, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini: 1. Pilih waktu terbang yang paling nyaman untuk bayi, misalnya pada malam hari (untuk penerbangan

T

Batavia Air B 737 Series dan Garuda Indinesia B 737-800. (Foto: Tom)

panjang) atau jam tidur siang untuk penerbangan jarak pendek, karena pada saat itu anak akan bisa tidur tenang di pesawat. 2. Pesan satu tempat duduk tambahan khusus untuk bayi, terutama bila bayi Anda sudah cukup besar, karena tidak dianjurkan memangku bayi terus-terusan di pesawat. Turbulensi atau perubahan tekanan udara secara drastis bisa

3.

4.

5.

6.

7.

membuat si kecil terlepas dari pegangan Anda. Belum lagi bila terjadi kecelakaan, ia bisa saja terjepit di antara tubuh Anda. Pesan seat di bagian depan kabin agar Anda mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki. Kursi di bagian depan kabin juga artinya semakin sedikit suara bising yang terdengar dari mesin pesawat. Pilih tempat duduk di sisi lorong (aisle) untuk Anda, agar memudahkan bagi Anda keluar-masuk saat mengurus si kecil. Bila usia anak Anda masih di bawah 2 minggu, sebaiknya hindari bepergian dengan pesawat. Tubuh bayi sekecil ini masih belum mampu menyesuaikan diri secara sempurna dengan keadaan lingkungan sekitar, karena ia baru saja keluar dari “zona nyaman” lingkungan rahim bunda. Pada usia itu bayi juga lebih rentan terhadap bakteri dan kuman, terutama di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat. Umur 3 bulan adalah usia yang cukup aman untuk bepergian naik pesawat terbang, karena di umur ini terjadi fisiologi pertumbuhan dan perkembangan bayi maksimal, sehingga kondisinya optimal jika menghadapi stres. Semakin tua usia bayi, maka ia akan makin kuat terhadap perubahan lingkungan lainnya. Jangan lupa periksa seluruh kondisi tubuh bayi Anda sekitar 3-7 hari sebelum berangkat. Sampaikan segala keluhan kesehatan yang diderita bayi, agar dokter bisa memberikan penanganan terbaik. Misalnya bila bayi Anda baru saja mengalami pilek atau radang telinga, bisa jadi dokter akan mem-

8.

9.

10.

11.

12.

berikan obat tetes pereda nyeri. Minta surat keterangan sehat dan surat rekomendasi dokter yang menyatakan bahwa anak Anda layak untuk bepergian dengan pesawat udara. Walaupun tak selalu diwajibkan oleh maskapai, namun surat ini penting untuk berjagajaga. Tiba lebih awal ke bandara tentu sangat dianjurkan agar Anda punya waktu untuk check-in, terutama dengan bawaan yang tidak sedikit. Duduklah di area ‘No Smoking’ saat menunggu waktu naik ke pesawat. Ajak bayi bermain dan beraktivitas agar ia merasa lelah, sehingga nanti di dalam pesawat ia tak butuh waktu lama untuk tertidur. Selama di dalam pesawat, susui atau berikan empeng untuk dihisap (sucking) saat pesawat tinggal landas dan mendarat, di saat terjadi perubahan tekanan udara yang bisa membuat telinga sakit. Berikan hingga pesawat mencapai ketinggian stabil. Aktivitas menelan ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga. Bawalah bekal ASI perah dalam botol. Peraturan penerbangan memang membatasi membawa cairan sebanyak maksimal 100 ml ke dalam pesawat, namun bagusnya peraturan tersebut pengecualian susu dan makanan bayi, obatobatan dan makanan diet khusus. Bila bayi Anda mengonsumsi susu formula, bawa susu formula bubuk dalam wadah tertutup. Air hangat dapat diminta ke awak kabin.(Dni)

18

c AkrAwALA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Lagi, Fakta tentang Pramugari

S

AAT Anda berada di bandara dan khususnya di dalam pesawat saat Anda akan terbang, Anda pasti bertemu dengan pramugari yang selalu menebar senyum dan menyapa Anda dengan ucapan ”selamat pagi”, ”selamat siang” atau ”selamat malam.” Anda mungkin akan bersikap acuh tak acuh kepada mereka, karena Anda menganggap para perempuan itu (umumnya cantik) sekadar pelayan atau ”hiasan” yang sengaja disiapkan oleh maskapai penerbangan di dalam pesawat. Tapi tahukah Anda di balik seorang pramugari itu ada fakta-fakta berikut ini: 1. Mereka dilatih masuk hutan

dan berenang di laut untuk menolong para penumpang dalam kondisi terburuk. 2. Mereka membagikan makanan untuk Anda dan setelah itu baru dia makan untuk dirinya. 3. Saat pesawat panas, karena AC di dalam pesawat bermasalah, mereka juga kepanasan bukan hanya Anda. Jadi berhentilah menggerutu pada mereka.

Foto: lunaticdiandra.wordpress.com

4. Mereka hari ini sudah menjalani 6 kali flight yang delay dengan penumpang yang menggerutu dan tetap harus tersenyum. 5. Menghadapi para penumpang dari berbagai macam karakter, mulai dari yang baik-baik seperti Anda, sampai yang suka iseng, dan mereka tetap tersenyum. 6. Dalam satu hari ini berapa kali mereka digoda penumpang, mulai dari anak muda yang masih ingusan sampai orang tua yang sudah ”bau tanah” dan mereka harus tetap berlaku ramah, menghindar dengan cara halus walau hasrat hati ingin melempar sepatu ke muka orang-orang itu. 7. Mereka bisa mengatasi penyakit jantung, asma, membantu persalinan, mengoperasikan emergency equipment, bahkan berhadapan dengan teroris, menjinakkan bom dan lain-lain, karena di dalam pesawat, hanya mereka yang bisa diandalkan. 8. Mereka tersenyum sejak pesawat take-off sampai landing, padahal di dalam hatinya, mereka menangis rindu keluarga dan memikirkan ayah bundanya yang

semakin menua. 9. Mereka kerap berjalan tergesagesa di pintu terminal. Yang kita tahu mereka ingin harinya cepat berlalu, padahal yang mereka rasakan begitu lama, khususnya dengan cuti tahunan mereka. 10. Mereka sangat mengantuk, sampai mereka bisa tidur tanpa harus memejamkan mata. Mereka menjalani flight pagi buta bahkan ayam pun belum berkokok atau penerbangan tengah malam di saat kita tertidur lelap. 11. Mereka yang kerap diminta membawakan tas penumpang ke bagasi di atas tempat duduk, padahal mereka tidak diizinkan melakukannya. Mereka perempuan dan pramugari, bukan kuli. 12. Mereka sesungguhnya berharap punya posisi/karier seperti Anda yang bisa mudik berlebaran naik pesawat, sementara mereka harus bertugas di saat-saat indah seperti itu. 13. Ketika mereka melihat ke luar pesawat, mereka menginginkan apa yang terjadi di luar sana, karena 70% waktunya dihabiskan di dalam pesawat. (*)

Roket-Roket pun
Pada saat open sky diberlakukan, pada 2015 Indonesia bakal punya “bandar udara” baru, persisnya tempat peluncuran roket. Bengkulu akan jadi pusat perhatian dunia.

Bakal Mengangkasa dari Pulau enggano

A

DALAH Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang diserahi tugas untuk menangani pembangunan bandara yang lokasinya di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu tersebut. “Saat ini masih tahap riset lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya, sedangkan pembangunannya akan dimulai pada 2015,” kata Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi dan Dirgantara Lapan Arisdiyo, pekan pertama Juni lalu. Tahun ini, menurut dia, pihaknya sudah menyelesaikan studi kelayakan. “Tentunya kita tidak bisa langsung membangun begitu saja, tapi harus hati-hati sebab di sana banyak penduduk, atau lahanlahan yang tidak boleh di-

ganggu. Kita pelajari dulu secara seksama kemudian dibangun secara bertahap,” tambah Kepala Lapan, Dr Ir Adi Sadewo Salatun sebagaimana diungkapkan kepada Republika. Pembangunan bandar antariksa milik LAPAN di Pulau Enggano ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Provinsi Bengkulu pada 2010. MoU kerjasama Lapan dan Pemprov Bengkulu ditandatangani 2 Agustus 2010 tahun lalu di Jakarta. Enggano sejak awal memang sudah dipinang-pinang akan dijadikan kawasan free strage zone. Maka Lapan dan Pemprov Bengkulu pun melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sana. Maklum,

dengan adanya bandara atau tempat peluncuran roket di Enggano, imbasnya akan banyak sekali. Tapi yang pasti, Bengkulu akan dikenal oleh masyarakat manca negara. Luas areal yang dibutuhkan untuk membangun stasiun tersebut sekitar 200 hektare dari 40 ribu ha luas pulau yang berjarak 106 mil dari Kota Bengkulu itu. Nantinya dalam satu tahun dari sana bisa diluncurkan 4 hingga 10 roket satelit. Enggano memiliki populasi penduduk yang tidak terlalu banyak dan tidak berhubungan langsung dengan wilayah negara lain. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang dihuni lebih dari 2.600 penduduk. (Dnn)

Foto: Internet

AVIASI

c AkrAwALA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

19

Mengawang-awang naik Pesawat

Tembus Pandang

Design cabin pesawat tembus pndang. (Foto: Internet)

“Aya-aya wae!” Mungkin begitu komentar orang Sunda saat mendengar bahwa perusahaan pesawat Airbus bakal membuat pesawat tembus pandang hanya dengan menekan sebuah tombol. Sekali pencet, tubuh pesawat yang semula tertutup baja pun menjadi transparan. Para penumpang yang ada di dalam pesawat merasakan sedang mengawang-awang di langit.

ARI dalam pesawat, penumpang bisa melihat ke arah pemandangan langit di samping dan juga melihat pemandangan kota-kota di bawah dari ketinggian 40.000 kaki. Ini memang baru ”mimpi” Airbus yang berusaha mewujudkan mimpi itu ke dalam sebuah konsep makalah (proposal) setebal 14 halaman berjudul ”The Future, by Airbus”. Di dalam proposal itu memang tertuang ide-ide liar tentang penerbangan komersil untuk masa depan.

D

pihak Airbus di makalah tersebut. Perusahaan itu juga mengatakan bahwa nantinya pesawat tersebut juga bisa menyediakan fitur tubuh pesawat yang benar-benar bisa tembus pandang/transparan. Pesawat ini nantinya juga akan dilengkapi dengan membran dinding kabin ‘pintar’ dan game interaktif. Kabin kelas bisnis dan ekonomi akan digantikan zona rileks di depan, zona bekerja di belakang dan dilengkapi bar untuk sosialisasi atau kongkowkongkow.

diperlukan dan memungkinkan membran dinding kabin ‘pintar’ mengontrol suhu udara dan berubah transparan untuk memberi penumpang pemandangan menakjubkan. Kabin masa depan ini muncul setelah Airbus mengumumkan konsep pesawat berteknologi pengurang pembakaran, emisi, limbah dan bising. Dalam kabin pesawat, ‘zona vitalisasi’ membantu penumpang rileks berkat udara bervitamin dan antioksidan, aromaterapi dan sejenisnya.

Pesawat ini nantinya juga mampu menyediakan kebutuhan buat para penumpang, mulai dari layanan sederhana hingga mewah dan memungkinkan penumpang hidup layaknya di daratan. ”Riset kami menunjukkan, pengalaman bepergian sempurna sembari memperhatikan lingkungan bisa dilakukan penumpang pada 2050,” begitu komentar VP Airbus Charles Champion. (Dni)

Diluncurkan 2050
Benar, pesawat masa depan, sebab pesawat transparan itu baru akan diluncurkan pada tahun 2050. Buat Anda yang sekarang berumur 50, tipis harapan bisa naik pesawat ”aya-aya wae” itu. Di dalam proposal sebagaimana diberitakan LA Times, tertulis bahwa kursi di pesawat itu akan menyesuaikan ukuran tubuh penumpang dan proyeksi holografik akan mengubah kabin khusus dengan pemandangan ala taman Zen Jepang. ”Jadi bayangkan, Anda nantinya bisa memilih tema pemandangan kabin sendiri pada ketinggian penerbangan lebih dari 32.000 kaki,” tulis

Menyesuaikan Kondisi Cahaya
Lho, apakah para penumpang tidak kepanasan saat tirai dibuka dan tembus pandang? Jangan khawatir, sebab dinding pesawat ini bisa berubah sesuai kondisi cahaya. Menariknya pesawat ini memiliki hiburan saat terbang yang ditenagai panas tubuh penumpang. Sebagian besar teknologi dasar, termasuk kursi lipat, sudah tersedia. Namun bagaimana Airbus membuat ‘kulit’ transparan pesawat ini masih menjadi misteri. Airbus mengklaim, konsep kabin pesawat ini menggunakan struktur bionik yang ‘meniru’ efisiensi tulang burung. Konsep ini memberi kekuatan saat

20

i PTek
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Tokoh Penerbangan:

Pesawat Fokker Itu Buatan Orang Kelahiran Blitar
“Miraculously, he nursed the plane down to 30 feet before it crashed, killing a passenger” seandainya Anthony (Tony) Herman Gerard Fokker, orang Belanda pendiri pabrik pesawat terbang Fokker masih hidup, maka pada tanggal 6 April 2011 lalu ia me rayakan ulang-tahunnya yang ke 121.

S

IAPA kira, putra pemilik perkebunan kopi di Blitar, Jawa Timur, ini jadi tokoh penerbangan termasyur. Tahun 1930 saja, 65 persen dari transportasi dunia dilayani pesawat Fokker, pabrik yang didirikannya 22 Februari 1912 dari modal menyelundupkan 400 mesin dan 120 pesawat D.VII ke Belanda dari Jerman. Termasuk pesawat Fokker Triplane “Richtoffen Circus” D.VII, salah satu karyanya dari 250 jenis pesawat yang dibuatnya. Fokker dilahirkan di Blitar, 6 April 1890. Perusahaan Fokker yang didirikannya sempat merajai industri pesawat. Namun karena terbelit utang Fokker gulung tikar 15 Maret 1996. Fokker wafat tahun 1939 di New York, akibat penyakit meningitis tulang belakang. Tony Fokker yang bernama lengkap Anthony Herman Gerard Fokker empat tahun tinggal di Indonesia yang pada masa itu masih bernama Neederlandsch Indië. Ia meninggal pada usia muda pada tanggal 23 Desember 1939 di New York. Sumber lain mengatakan Fokker lahir di Kediri. Kemungkinan besar hal ini bukan suatu kekeliruan karena Blitar waktu itu masuk di dalam karesidenan Kediri. Almarhum Wieweko Soepono, Presiden Direktur PT Garuda Indonesia Airways periode 1968-1984 suatu waktu pernah membanggakan kepada penulis tentang kota Blitar sebagai kota yang melahirkan orangorang besar kelas dunia seperti Bung Karno dan Tony Fokker.

annya dalam hal mesin mobil. Tapi ternyata anak ini lebih cakap dan berminat pada rancang-bangun, pembuatan dan menerbangi pesawat terbang. Di sini Tony menunjukkan bakatnya yang luar biasa dalam hal pembuatan pesawat terbang. Maklum pada masa itu seluruh Eropa sedang “demam” pesawat terbang, menyusul ditemukannya pesawat terbang untuk yang pertama kali di dunia oleh Orville dan Wilbur Wiright pada tanggal 17 Desember 1903 di Kitty Hawk, North Caroline, Amerika Serikat. Fokker membuat gempar seluruh Jerman pada waktu ia berhasil menciptakan pesawatnya yang pertama. Pesawat ini diberi nama “De Spin” yang dalam bahasa Jerman berarti Laba-Laba (The Spider). Sayangnya pesawat udara yang diterbangkan oleh rekannya ini mengalami kecelakaan, menabrak pohon dan rusak. Pada percobaan

penemuannya yang spektakuler pada masa itu adalah sistem yang mampu mensinkronisasikan penembakan peluru senapan mesin yang dipasang di pesawat melalui celah baling-baling pesawat yang sedang berputar. Tahun 1918 Perang Dunia I usai dan Traktat Versailles ditandatangani. Di dalam traktat ini Jerman dilarang membangun industri pesawat terbang. Fokker terpaksa harus “pulang kampung” ke Negeri Belanda pada tahun 1919. Di sana ia mendirikan NV Koninklijke Vlietuigen Fabriek Fokker atau Dutch Aircraft Company, yang kemudian dikenal dengan nama Fokker Aircraft Company. Tahun 1922 Anthony pindah ke Amerika Serikat dan menjadi warga negara Amerika. Di sini ia mendirikan cabang pabriknya yang ia beri nama

dapat dikatakan sebagai yang paling terampil pada masanya. Ia desainer pesawat berbakat dan pengusaha yang tangguh. Orang Belanda, sebagaimana halnya orang Inggris, Spanyol dan Portugis, adalah bangsa pelaut yang tangguh. Mereka berlayar mengarungi tujuh samudera menyinggahi enam benua, termasuk benua Antartika. Orang Belanda kuno mengenal sebuah tahayul atau kepercayaan mengenai The Flying Dutchman yaitu sebuah legenda tentang adanya kapal laut “jadi-jadian” atau hantu yang berlayar di lautan Atlantik dan bisa terbang. Nah, sebagai orang Belanda yang sukses dan dikagumi di dalam industri penerbangan, Anthony Fokker kemudian dijuluki The Flying Dutchman. Di lautan Atlantik, kapal laut yang bisa terbang hanyalah khayalan atau tahayul, atau mungkin hanya sebuah fatamorgana anak kapal yang rindu pulang. Tapi kini, di angkasa
Foto: airliners.net

Mesin Uap
Ayah Tony, Herman Fokker adalah pemilik perkebunan kopi di Jawa Timur. Sejak usia empat tahun, setelah adiknya lahir, Fokker kecil sudah dibawa pulang oleh orang tuanya kembali ke negeri asalnya di Haarlem, Belanda agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Kegemaran Tony waktu kecil adalah membuat percobaan mesin uap dan bermain dengan model keretaapi-keretaapian. Hal ini mengakibatkan ia agak tertinggal di sekolah. Pada usia 20 tahun Anthony dikirim oleh ayahnya ke Jerman untuk memperdalam keahli-

berikutnya, dengan pesawat buatannya yang kedua dari jenis yang sama Fokker berhasil mendapatkan license penerbangnya. Pada tahun 1912, Fokker mendirikan pabrik pesawat terbangnya yang pertama, yang diberi nama Fokker Aeroplanbau di Johannisthal dekat Berlin. Pada waktu Perang Dunia I pecah tahun 1914 pabriknya dinasionalisasi oleh pemerintah Jerman. Tapi Anthony Fokker dipertahankan sebagai pimpinannya. Sejak itu ia berhasil memproduksi lebih dari 40 tipe pesawat terbang untuk kepentingan militer Jerman. Salah satu

Atlantic Aircraft Corporation. Akibat persaingan yang ketat di Amerika, kekayaan Fokker berkurang sehingga ia harus pulang lagi ke Belanda dan menjadikan pabriknya di sana sebagai pusat kegiatan pabrik-pabriknya yang lain. Walaupun produksi pesawat untuk penumpang terus berjalan, karier Fokker terus menurun.

The Flying Dutchman
Sebagai “Flying Dutchman”, ia

raya sudah berseliweran banyak “kapal” yang benar-benar terbang melanglang buana. Dan di antara kapalkapal terbang tersebut adalah buatan seorang anak Belanda, Tony Fokker. Sekadar informasi tambahan, dari legenda ini lahirlah istilah klasemen dalam olahraga layar yang diberi nama klasemen The Flying Dutchman. Loyalty Program milik maskapai penerbangan Belanda, KLM, yaitu semacam Frequent Flyer Programnya Garuda, juga dinamakan The Flying Dutchman. (Danang Mandala Prihantoro)

AVIASI

A irLineS
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

21

emirates ke rusia dan eropa utara
pintu gerbang baru atas permintaan layanan penerbangan udara yang terus berkembang bagi pebisnis dan wisatawan ke pusat perbankan dan tuan rumah bagi ribuan delegasi internasional dan diplomat, di mana Jenewa juga memiliki tempat liburan yang atraktif untuk dikunjungi. Mohammed Al-Nahari Chairman dan Chief Executive Emirates Airlines bilang, sebelum sampai ke Jenewa, wisatawan dari Indonesia akan transit di Dubai sekitar tiga hing ga empat jam. Seperti diberitakan kontanonline, “Kami menyambut baik layanan penerbangan Emirates ke Jenewa, sebab hal ini akan membantu meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan serta membantu mempromosikan pariwisata Swiss,” ungkap Heinz WalkerNederkoorn, Kedubes Swiss untuk Indonesia. “Ekspor barang-barang Indonesia ke negara Swiss selama ini harus melalui Zurich. Dengan adanya rute baru ke Jenewa, produk ekspor bisa langsung sampai ke Jenewa untuk diekspor ke negara-negara Eropa lainnya,” jelas Tristan Indrawan, Manager Emirates Kargo Indonesia. Ekspor komoditi Indonesia ke Swiss selama ini umumnya antara lain berupa produk farmasi (obat-obatan), buku, sepatu, garmen untuk kalangan premium, bahan kimia, kerajinan tangan dan juga barang elektronik.

Menerbangi Copenhagen
Menurut Manajer Penjualan Emirates Indonesia Ilonka Leiwakabessy kepada traveltextonline.com, dengan masuknya Jenewa, akan menjadi 111 kota di 66 negara karena sebelumnya telah menerbangi Zurich, Swiss. Emirates juga membuka rute penerbangan Emirates pertama ke Eropa Timur pada 1 Agustus 2011. Kopenhagen, Denmark akan menjadi kota pertama di Eropa Timur yang diterbangi dan rute penerbangan ini akan menjadi 112 kota di 67 negara.

UTE terbaru ini akan menggunakan armada pesawat Boeing 777-200LR dan Boeing 777-300ER dan menyediakan sekitar 1.950 tempat duduk setiap minggunya dari Jakarta-Dubai menuju Jenewa. Selama ini Emirates Airlines di Indonesia memiliki rute penerbangan Jakarta ke Dubai dengan pe-

R

Maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab, Emirates Airlines membuka rute penerbangan baru dari Jakarta ke Jenewa, Swiss dengan transit melalui bandara internasional Dubai.
ngoperasian penerbangan langsung setiap minggu. Namun, melalui rute baru kali ini, Emirates melayani penerbangan setiap dua kali sehari antara Jakarta dan Dubai lalu menuju Jenewa. Peluncuran layanan penerbangan tanpa henti ke Jenewa akan membuka kesempatan baru bagi wisatawan Indonesia, dengan menyediakan

Ke St Petersburg
Selain ke Jenewa, Emirates membuka rute baru ke St Petersburg, ini juga merupakan langkah kelanjutan ekspansi ke Rusia pada tanggal 3 Januari 2012. Penerbangan ke St. Petersburg akan menggunakan pesawat Airbus A340-300 dan A330-200 dengan konfigurasi seat bisnis dan ekonomi.(Dnn)

nonton Siaran Televisi dan Berinternet di Gulf Air

Gulf Air menjadi perusahaan penerbangan pertama di dunia yang menawarkan kendali On-Board konektivitas ke penumpang. Gulf Air adalah maskapai penerbangan pertama yang meluncurkan televisi live-eXTV.

S

Foto: arabianaerospace.aero

EPERTI yang diberitakan panasonic.aero/PressRelease/Detail di Le Bourget, Paris 21 Juni 2011 lalu, Gulf Air, maskapai nasional Kerajaan Bahrain hari itu mengumumkan bahwa mereka telah dipilih Panasonic Avionics Corporation Global Communications Suite untuk seluruh dunia dalam penerbangan konektivitas broadband, layanan telepon mobile dan program televisi hidup. Setelah syarat-syarat akhir dise-

pakati, Panasonic akan menginstal broadband Ku eXConnect solusi, eXPhone dan jaringan televisi eXTV hidup di seluruh armada Gulf Air. Perkuatan akan dilaksanakan secara progresif di awal armada maskapai pada bulan September 2011 dan akan memakan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya. Gulf Air Chief Executive Officer Samer Majali menjelaskan “Gulf Air bergerak maju dengan strategi

baru dan memperkenalkan produkproduk berkualitas tinggi dan layanan yang membawa dimensi baru untuk pengalaman perjalanan pelanggan kami.” Menurut dia, Gulf Air memilih Panasonic untuk urusan komunikasi, sebab perusahaan itu memang cocok dengan strategi baru yang dikembangkan Gulf dalam upaya memanjakan pelanggannya. Para penumpang Gulf nantinya

akan menikmati teknologi informasi komunikasi yang canggih terintegrasi dengan suara, video, data, telepon dan televisi. Untuk pertama kalinya di dunia, penumpang nantinya dapat menikmati acara-acara televisi mutakhir saat terbang, berkoneksi lewat jalur broadband berkecepatan tinggi, berkoneksi dengan 3G-4G dan melakukan aktivitas komunikasi lainnya. Pokoknya naik Gulf terasa berada di rumah sendiri. (Dnn)

22

B AnDAr uDArA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

10 Bandara Terburuk di Dunia
EBAIKNYA Anda jangan percaya dulu dengan kabar itu. Untuk memastikannya, sebaiknya Anda memang harus ke bandara itu dulu. Kalau saat berada di bandara itu, Anda tidak menemukan fakta bahwa di sana ada hal-hal buruk, abaikan saja kabar ini. Yang pasti, Bandara Soekarno-Hatta tidak sendirian. Kesepuluh bandara terburuk di dunia seperti yang diberitakan okezone.com itu adalah:

S

1. Los Angeles LAX Airport
Bandara ini memiliki interior gaya 1980-an. Bandara ini butuh banyak perombakan. Perjalanan dari satu terminal ke lain sangat membosankan karena begitu banyak orang berjubel. Satu masalah utama adalah bahwa selalu ada antrean panjang di pemeriksaan keamanan.

2. Charles de Gaulle Airport, Paris
Beberapa orang yang telah datang ke bandara ini mengolok-olok kenyataan bahwa ia berada di negara modern. Hal ini dianggap sebagai salah satu bandara terkotor dan tidak terorganisasi dari semua bandara. Jika Anda terjebak dalam perjalanan di sini, disarankan bahwa Anda membawa bantal sebagai alternatif mendapatkan tempat duduk di bandara itu yang semuanya terbuat dari logam yang menyakitkan pantat. Ke toilet sebaiknya dihindari karena kotor dan berbau busuk bisa membuat Anda muntah. Terminalnya kecil, dan pencahayannya buruk . AC di ruang penumpang tidak bekerja dan kotor.
Suasana di Bandra Soekarno-Hatta. (Foto: Anto)

Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta (Tangerang) mendapat predikat yang (maaf ) tak sedap. Pasalnya, bandar udara internasional ini masuk dalam 10 bandara terburuk di dunia.
benar reseh dan menyebalkan. Bandara ini juga kurang pencahayaan dan sangat membutuhkan pembersihan. selalu berpikiran tentang uang dan akan mencoba untuk memeras Anda. cari ATM dan warung makanan. Bahkan warung makan terletak di daerah yang berbau urin dan pelayanan yang tak ramah. Toko-toko lusuh dan makanannya sebaiknya dihindari. yang terhitung kecil dan belum pernah direnovasi padahal usianya sudah cukup tua. Selalu ada kekurangan tempat duduk. Tidak jarang banyak orang berjuang untuk berebut kursi. Meskipun Thailand menjadi pusat wisata, bandara ini gagal memenuhi tuntutan dasar.

4. Annadurai International Airport, Chennai
Ketika Anda memasuki bandara ini, Anda akan segera merasa bahwa bandara ini dibangun lebih dari seabad silam. Adalah bijaksana untuk membersihkan kursi sebelum Anda duduk. WC-nya kotor dan bau busuk sangat menyiksa. Bandara ini pencahayaannya remang-remang. Adalah bijaksana untuk menghindari minum dan makan di sini.

6. Moscow Sheremetyevo Airport
Terminal F tampaknya menjadi yang terakhir diperbaiki sebelum perang dingin. Terminal F memiliki bangkubangku di mana Anda dapat meregang dan bersantai. Mungkin keputusan yang bijaksana untuk membersihkan kursi sebelum Anda bersantai. Jangan terkejut menemukan terminal dipenuhi dengan orang-orang tunawisma. Terminal ini tampaknya menjadi surga bagi para tunawisma. Jika Anda transit lama di sini, pastikan bahwa Anda membawa makanan cukup. Pasalnya, harga makanan di bandara mahal dan tidak higienis.

8. Dum Dum Airport, Kalkuta
Bandara ini adalah mimpi buruk traveler. Kursi dalam kondisi rusak. Adalah bijaksana untuk memilih kursi di tengah daripada di sudut. Bangunan bandara dalam keadaan menyedihkan. Dinding dipenuhi dengan noda tembakau. Sikap personel keamanan lebih buruk, mereka terlihat murung. WC memunculkan bau tak tertahankan, tidak ada ventilasi.

10. Jakarta SoekarnoHatta Airport
WC di bandara ini dikenal para wisatawan kotor. Jangan heran jika kecoa kerap berkeliaran di sana. Bau asap rokok menabar ke mana-mana, karena banyak orang merokok sembarangan. Selalu ada antrean panjang di imigrasi. Banyak taksi liar dan parkir mobil kacau balau. Itu adalah penilaian yang disurvei oleh sebuah lembaga. Khusus untuk Bandara Soekarno-Hatta, pengelola bandara di sini telah berusaha maksimal untuk terus berbenah diri. Seperti apa hasilnya? Kita tunggu saja.(Dnn)

3. JFK Airport, New York
Amerika Serikat ternyata bukan segala-galanya dalam soal kehebatan. Bandara di sini benar-benar tidak nyaman. Ketika Anda tiba di terminal 2, 3 dan 4, Anda boleh jadi akan berkomentar: “Gerbang ke Amerika ini sudah saatnya diratakan dengan tanah dan dibangun kembali.” Lantainya kotor, dan ketika Anda mencapai bagian imigrasi, Anda harus berhadapan dengan petugas yang bener-

5. Tribhuvan International Airport, Katmandu
Bandara ini yang paling kacau dan sangat kotor. Di ruang bisnis memang jauh lebih baik, tetapi tidak ada toilet. Selalu ada antrean di toilet dan bau busuk di situ. WC sebaiknya dihindari. Staf bandara tidak menyenangkan dan tidak sopan menambah kesengsaraan. Mereka juga

7. Rio De Janeiro Airport, Brazil
Bandar udara ini kacau dan tidak teratur. Lantai bandara kotor. Anda harus berjalan jauh di bandara untuk men-

9. Phuket International Airport, Thailand
Ini adalah salah satu bandara yang Anda harus coba hindari jika mungkin. Toko sangat sedikit di sini dan kebanyakan dari mereka buka agak terlambat. Ini adalah bandara

AVIASI

B AnDAr uDArA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

23

Suara Berisik Pengganggu Penumpang
“MOHON perhatian, pesawat Garuda nomor penerbangan … tujuan Jakarta segera diberangkatkan. Para penumpang dimohon segera naik ke pesawat melalui pintu 5. Attention please ….”

ENGUMUMAN seperti itu – lazimnya disampaikan oleh seorang perempuan dengan suara merdu – sering kita dengar di bandar udara saat kita berada di ruang tunggu atau saat kita sedang check-in. Pengumuman itu tentunya dimaksudkan oleh pengelola bandara supaya para calon penumpang pesawat bersiap-siap dan tidak tertinggal pesawat. Tapi di Bandara Hasanuddin, Makassar, suara yang menggaung melalui pengeras suara itu kerap mengalami “noise”, karena bercampur dengan suara lain. Berdasarkan pengamatan AVIASI, saat petugas mengumumkan informasi penting itu, suara speaker-nya juga “kremesek” (pertanda sudah saatnya pengeras suara diservis atau diganti). Alih-alih mengingatkan penumpang, pengumuman itu justru malah membingungkan penumpang. Sering malah banyak penumpang yang ketinggalan pesawat, karena merasa tidak mendengar pesan apa-apa yang sebenarnya telah disampaikan petugas bandara. Bisa dimaklumi, sebab petugas bandara juga sering menyelingi informasi soal keberangkatan pesawat itu dengan informasi lain, seperti soal kebersihan bandara, dan sebagainya. Pelayanan informasi melalui pengeras suara adalah hal yang cukup vital bagi semua orang, terutama penumpang. Tapi kalau kualitas sound system-nya “ancur-ancuran” ya sama saja bohong. Penataan ruang bandara juga ikut mempengaruhui kualitas suara. Di Bandara Hasanuddin, pengumuman yang disampaikan petugas, suaranya kerap pecah atau bergaung, sehingga kurang jelas terdengar.

P

Suasana ruang tunggu di Bandara Hasanuddin. (Foto: Dok. AP l

Fasilitas bandar udara merupakan salah satu tolak ukur bagi perkembangan dan pembangunan sebuah negara. Bandar udara internasional seperti halnya Hasanuddin semestinya memiliki fasilitas yang mampu mengatasi persoalan nonteknis seperti halnya pengeras suara. Ada baiknya pengelola Bandara Hasanuddin mencontoh Bandara Incheon. Menurut hasil survei di Skytrax, Incheon merupakan bandar udara terbaik di dunia. Di Incheon bahkan tidak pernah terdengar suara pengumuman melalui pengeras sua-

ra. Hal-hal yang bersifat umum hanya diumumkan secara visual melalui layar monitor ukuran besar. Pengumuman bersuara hanya dilakukan di masing masing ruang tunggu, dan hanya terdengar di ruangan itu saja, padahal ruangannya tidak tertutup seperti ruang tunggu di Bandara Hasanuddin atau Soekarno-Hatta. Akustik bandar udara memang sudah cukup lama dikeluhkan orang. Menambah pengeras suara dan memperbesar suara tidak berguna, karena bukan faktor utama penentu kejernihan suara.

Bandar udara sebagai salah satu infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara atau kota. Mengingat Bandara Hasanuddin berada di Makassar, ibukota Sulawesi Selatan, ada baiknya pengelola bandara ini lebih peduli untuk berbagai hal, termasuk akustik ruangannya. Pengetahuan tentang tata ruang untuk menghasilkan suara yang jernih merupakan keharusan pengelola bandara, sehingga penumpang merasa nyaman dan aman berada di bandara ini.(Dnn)

24

w iSATA nuSAnTArA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Eksotika Pantai Maron Semarang
Semarang adalah kota yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki kota-kota lain, karena terdapat dataran rendah yang suhunya relatif panas yang biasa disebut Semarang Bawah, dan daerah perbukitan dengan suhu relatif dingin yang biasa disebut Semarang Atas.

AYAKNYA Jakarta yang terkenal dengan Monas sebagai landmark-nya, Semarang pun terkenal dengan Tugu Muda sebagai landmark-nya yang tepat berada di pusat kota Semarang yang menjadi sentral pemerintahan kota ini. Dengan gedung cagar budaya Lawang Sewu sebagai ikon kota, Semarang menjadi pilihan favorit destinasi pariwisata domestik. Sebagai kota wisata, banyak tempat yang bisa didatangi, karena Semarang punya objek wisata, baik wisata religi, wisata alam, maupun wisata kuliner. Selayaknya kota-kota lainnya yang berada tepat di sepanjang garis pantai utara (pantura), Semarang memiliki dua pantai yang tak kalah indah dengan pantai-pantai di kota lainnya. Salah satunya adalah Pantai Maron. Pantai Maron terletak di Kecamatan Semarang Barat, Kelurahan Tambakharjo, di sekitar muara sungai Cilandak. Dinamakan Pantai Maron karena pantai itu masih merupakan milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad), karena merah maron merupakan warna khas baret Penerbad. Maka pantai ini disebut Pantai Maron. Ada juga yang bilang, nama Maron diambil, karena berada di barat pantai Marina “Marina Kulon (Maron)”. Ada dua akses untuk bisa ke Maron, yaitu dari Bandara Ahmad Yani atau dari Perumahan Graha Padma, Krapyak. Kira-kira berjarak 3 km dari jalan raya kita sudah bisa sampai di lokasi. Jika menggunakan kendaraan bisa ditempuh sekitar 10 menit. Namun jika ingin jalan kaki, dari ujung

L

perumahan Graha Padma saja bisa memakan waktu 30 menit. Jangan bayangkan akan melewati jalanan aspal yang mulus ketika menuju Pantai Maron. Jalanan masih berupa tanah padas keras berwarna putih. Jika turun hujan beberapa bagian jalan akan berubah menjadi becek dan licin. Namun, di sepanjang jalan menuju Pantai Maron menawarkan eksotika keindahan tersendiri. Hamparan alam yang luas akan terasa sangat indah jika langit sedang berwarna biru. Selain itu juga, kita akan disuguhi pemandangan sawah-sawah garapan petani, polding, tambak dan hijaunya hutan bakau (mangrove) yang terpampang di sepanjang garis pantai, ditambah burung-burung yang beterbangan menambah eksotika perjalanan menuju pantai. Letak pantai yang berdekatan dengan Bandara Ahmad Yani menambah daya tarik tersendiri. Pengunjung akan leluasa melihat pesawat terbang yang sedang landing atau take off karena jaraknya hanya beberapa ratus meter dari landasan pacu bandara. Setelah sampai di lokasi pantai Maron, kita akan disuguhi keindahan pantai dengan hamparan pasir hitam. Berbeda dengan pantai Parang Tritis Yogyakarta, Ombak pantai Maron relatif cukup tenang, sehingga banyak anak-anak yang berenang di sepanjang bibir pantai. Bagi Anda yang tidak suka berenang dan lebih senang menikmati pemandangan tengah laut, jangan khawatir karena ada kapal nelayan yang sengaja disewakan untuk me-

ngantar pengunjung berwisata bahari ke tengah laut. Cukup dengan membayar Rp 4.000, pengunjung akan diajak berkeliling kurang lebih sekitar 20 menit untuk menikmati pemandangan di sekitar pantai. Dibandingkan dengan Pantai Marina, Pantai Maron terlihat lebih alami karena belum banyak campur tangan dari pihak yang terkait dan relatif lebih bersih. Bagi pengunjung yang akan berenang di sepanjang bibir pantai banyak tempat penyewaan ban yang bisa dipakai sebagai pelampung dan bagi yang selesai berenang atau basah karena berjalan si tepi pantai, banyak juga yang menyediakan kamar mandi umum. Setelah puas berenang dan menikmati keindahan pantai, tidak ada salahnya mencoba berbagai macam kuliner yang banyak dijajakan di sana. Tinggal pilih menu yang sesuai selera, ada soto, pecel, mie ayam, bakso bahkan sate. Jangan khawatir untuk masalah harga, karena tidak berbeda jauh dengan dengan warung pada umumnya. Sebenarnya pantai Maron bisa menjadi daya tarik wisata bahari bagi para pelancong sekaligus bisa mendatangkan pemasukan bagi pemerintah setempat dan masyarakat sekitarnya. Yang pasti eksotika Pantai Maron yang masih perawan tidak kalah dengan pantai-pantai lainnya. Sayang memang, potensi ini belum tergarap apik, terutama akses jalan ke sana. Untuk menuju pantai, kita harus melewati jalan tanah yang sangat bergelombang mirip-mirip off road. Jalan ini sangat berdebu di

musim panas dan pastinya akan becek ketika musim penghujan. Kondisi ini pastinya sangat rawan kecelakaan bagi pengendara mobil, apalagi sepeda motor. Kalau hari mulai gelap, daerah ini juga sangat rawan kejahatan, karena letaknya yang jauh dari permukiman penduduk. Bagi yang belum pernah berkunjung, apalagi yang naik sepeda motor jangan lupa siapkan penutup mulut dan hidung untuk menyelamatkan Anda dari debu dan panas. Perjalanan sepanjang sekitar 4 km terasa sangat lama karena jalan yang panjang dan benar-benar mengocok perut. Seandainya jalan tersebut mulus, dan semak-semak sepanjang jalan diganti dengan tumbuhan peneduh, pasti akan sangat nyaman, karena sebenarnya pemandangan di sepanjang jalan sudah cukup bagus dengan hamparan sawah, tambak, hutan mangrove dan hamparan gunung serta perbukitan. Kawasan pantai pasti juga akan terlihat lebih cantik bila ada sedikit penataan misalnya diberi peneduh, tempat untuk duduk-duduk, taman, dan area bermain. Warung-warung yang berjajar akan lebih rapi kalau dibuatkan tempat khusus yang permanen. Perlu investasi yang tidak sedikit memang, tapi jika dengan kondisi seperti sekarang saja pengunjung sudah berjubel, pasti pengunjung yang datang akan lebih banyak lagi jika pantai lebih tertata. Ujung-ujungnya pendapatan daerah akan meningkat dan akan tersedia lebih banyak tenaga kerja yang terserap. (Chandra Dewi Fatimah)

AVIASI

B iSniS & ekOnOMi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

25

Pesawat Indonesia AirAsia B 737. (Foto: Tom)

Mempertahankan Terbaik di Dunia
Buat sebagian orang yang belum kenal, maskapai penerbangan Air Asia adalah ”pemain baru”. Tapi saat hadir di Indonesia beberapa tahun silam, maskapai asal Malaysia itu setidaknya sempat bikin heboh, karena melakukan promosi besar-besaran.

ASKAPAI yang didominasi warna merah yang unik tersebut, selalu pasang iklan gede-gedean dengan menawarkan harga tiket sekali terbang IDR 0,00. Lalu apa yang terlintas di benak kita tentang terbang dengan harga limit tersebut? Mengabaikan keselamatan penerbangan? Ternyata tidak. Maskapai ini tetap memperhatikan prioritas keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpangnya. Pada saat perhelatan kedirgantaraan terbesar digelar di Paris belum lama berselang, maskapai yang mengusung tagline “now everyone can fly” tersebut mendapat penghargaan Maskapai Penerbangan Berbiaya Hemat Terbaik di Dunia untuk yang ketiga kalinya. Sungguh luar biasa sekali! Murah tapi bukan murahan. Survei tahunan yang diadakan oleh Skytrax, konsultan penerbangan terkemuka yang berbasis di London, hampir 19 juta pengguna jasa penerbangan di seluruh dunia memilih AirAsia sebagai Maskapai Penerbangan Berbiaya Hemat Terbaik di Dunia untuk yang

M

ketiga kalinya. Berdasarkan hasil survei independen tersebut, AirAsia berada di urutan teratas untuk standar layanan dan produk terbaik. Seperti yang dikutip dalam bisnissumatera.com Tan Sri Dr Tony Fernandes, CEO Grup AirAsia, mengatakan, “Kami merasa sangat senang dengan dukungan yang telah diberikan oleh para pelanggan setia kami. AirAsia dipilih sebagai yang terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut, hal ini membuktikan usaha kami dalam meningkatkan standar serta melakukan berbagai inovasi dalam layanan dan produk telah berhasil. Penghargaan ini sangat berarti untuk kami di AirAsia, karena ini merupakan hasil survei langsung dari para pengguna jasa penerbangan, dan kami sangat bangga menjadi ‘Maskapai Pilihan’ mereka lagi.” Memang pantas jika AirAsia mendapat penghargaan tersebut secara internasional, siapa yang tak kenal dengan AirAsia? Karena dengan inovasinya yaitu memperkenalkan layanan perjalanan

dengan menggunakan teknologi seperti web dan mobile booking; layanan melalui web, mobile dan kiosk checkin; tanpa biaya administrasi dan juga penggunaan social media platform seperti Facebook, Twitter, YouTube dan blog untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya kapan saja dan di mana saja. Di sinilah si Merah Merah ini menggaet banyak pelanggannya, dan tetap bermain di pasar biaya penerbangan murah. Sampai saat ini AirAsia telah menerbangkan lebih dari 120 juta penumpang dan telah dikenal sebagai maskapai penerbangan ASEAN. AirAsia menghubungkan negara dan masyarakat di wilayah Asia Tenggara dengan konektivitas dan jaringan rute penerbangannya yang tidak tertandingi. Jadi tidak salah jika di Indonesia, dikenal dengan “kini siapa pun bisa terbang” semua kalangan masyarakat yang “demam” dengan pesawat dapat merasakan terbang dengan AirAsia. Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh AirAsia seperti jenis kursi penerbangan (Hot Seat atau Standar

Seat) dan biaya untuk bagasi para pelanggan, menjadikan posisi AirAsia tetap menjadi yang terpopuler di antara para pengguna jasa penerbangan karena produk dan layanannya yang sangat consumer-friendly, hal ini termasuk harga hemat, armada yang modern, frekuensi dan jaringan penerbangan yang luas, dan sistem pembayaran dan pemesanan tiket yang mudah. Tidak hanya itu, para calon penumpang juga dapat memilih sendiri layanan tambahan yang mereka inginkan seperti makanan di dalam pesawat. Untuk saat ini corporate AirAsia meliputi: AirAsia Berhad, Thai AirAsia, Indonesia AirAsia, AirAsiaX. AirAsia saat ini dari international masuk ke Indonesia ke kota: Bali (DPS), Banda Aceh (BTJ), Bandung (BDO), Jakarta (CGK), Makasar (UPG), Medan (MES), Padang (PDG), Pekanbaru(PKU), Palembang (PLM), Solo (SOC), Yogyakarta (JOG) dan Surabaya (SUB). (Dnn)

26

B iSniS & ekOnOMi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Dianggap usik Perusahaan kargo

Tatkala Agen Inspeksi

Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Andi. G)

Seperti apa dunia kargo di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta empat tahun mendatang? Simak apa yang dikatakan Victor Sitorus. Kepala cargo Services Dj Manager PT Angkasa Pura II itu mengungkapkan pada 2015, kargo di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap menjadi pusat pengangkutan kargo di wilayah regional.

P

T Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soetta kini bersiapsiap merampungkan pembangunan terminal khusus kargo (cargo village) di bandara itu pada 2014. Jika kelak rampung, terminal khusus kargo ini mampu menangani kargo hingga 1,5 juta ton per tahun. Cargo village sesuai dengan grand design pengembangan Bandara Soetta menempati lahan seluas 50 hektare dan target awal 1,5 juta ton per tahun. Untuk keperluan ini, pihak-pihak terkait telah mengalokasikan anggaran yang jumlahnya tidak main-main Rp 2,5 triliun. Guna keperluan ini AP II akan menanggung biaya pengadaan lahan, pembangunan kargo apron, dan akses jalan menuju cargo village. Victor Sitorus menegaskan, kalau semua itu terwujud, “kami yakin Bandara Soetta bisa menjadi penghubung pengangkutan kargo untuk wilayah regional.” Selain memiliki kapasitas besar, cargo village, disebut Victor, akan memiliki sistem pengelolaan dengan standar modern yang tertata dengan sangat baik. Pembangunan kargo village dibuat sedemikian rupa, sehingga mampu menampung truk kargo yang selama ini parkir secara tidak beraturan di kawasan Bandara Soetta. Belum lagi kargo village berdiri, pekan pertama Juli lalu, PT AP II harus menghadapi ujian berat. Pada 5 Juli 2011 lalu, kembali Bandara Soetta mengalami kekacauan. Banyak pesawat yang mau tidak mau harus

menunda terbang lantaran ada yang tidak beres di terminal kargo. Hari itu aktivitas penerbangan nasional mengalami gangguan pada pengiriman barang kargo. Ini gara-gara adanya aksi mogok yang dilakukan oleh ribuan karyawan ekspedisi di kargo Bandar Udara Soetta. Buntutnya, pasokan obat ke sejumlah daerah di Indonesia dan ke luar negeri dari bandara ini terhenti. Tak hanya kargo bermuatan obat, aksi demo juga menyebabkan sebuah peti jenazah terpaksa tertahan di Bandara karena tidak bisa diangkut. Sebagai pengelola, pihak Angkasa Pura II ini sudah berusaha meminta pendemo untuk tidak menggelar aksi mogok pengiriman. Tapi permintaan itu tidak digubris. Ujungujungnya, ya itu tadi, ada peti mati berisi jenazah yang tidak jadi dikirim. Selain jenazah, banyak pasokan obat ke rumah sakit di sejumlah daerah, seperti Surabaya, yang berhenti dikirim. Mengapa mereka mogok? Ini garagara dikeluarkannya kebijakan baru pemerintah tentang pengaktifan agen inspeksi atau regulated agent. Pihak yang juga terpukul dengan ketentuan baru dan aksi mogok itu adalah perusahaan pers. Maklum, perusahaan inilah yang secara periodik (setiap hari) mengirim koran ke berbagai kota. Apa mau dikata, hari itu uga beberapa hari kemudian terpaksa para pembaca koran “mogok” baca tidak disengaja.(Andi. G)

AVIASI

B iSniS & ekOnOMi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

27

Sang ‘Inspektur’

Rugikan Kargo Rp 20 Miliar

Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5 Juli). Jam saat itu menunjukkan pukul 02.00 WIB. Tidak seperti hari biasanya, hari itu tak banyak aktivitas di terminal kargo. Pekan sebelumnya, hiruk pikuk terlihat di sana.
AZIMNYA, jam seperti itu kehidupan sudah terlihat di sana, sebab banyak perusahaan surat kabar (bagian ekspedisinya) yang sudah berada di terminal kargo untuk mengantarkan koran yang terbit di hari itu ke berbagai kota. Namun pada Selasa pagi itu, aktivitas antar koran dan antar barang lainnya tak terlihat di sana. Tak ada barang yang harus diantar? Tidak! Sebab tumpukan barang justru terlihat di terminal itu. Mereka mogok. Ini garagara ada kebijakan baru yang populer dengan sebutan Regulasi Agent (RA) yang diberlakukan oleh otoritas bandara. Akibat aksi unjukrasa (mogok) itu, pengiriman barang di kargo domestik Bandara Soetta lumpuh total. “Sebelum Regulasi Agent dicabut, kami akan terus menggelar aksi mogok kerja dan tidak melakukan kegiatan pengiriman,” ujar Sunarto, salah seorang karyawan agen ekspedisi di Bandara Soetta ketika ditemui AVIASI. Sebelum RA diberlakukan, proses pengiriman barang hanya menempuh waktu sekitar satu jam, tetapi dengan sistem baru bisa sampai empat jam. Biaya pengiriman barang juga jadi membengkak. Jika sebelumnya biaya pengiriman barang cuma Rp 60 per kilogramnya, kini membengkak menjadi Rp 850 per kilogram, ditambah PPN menjadi Rp

Pengiriman kargo ke pesawat. (Foto: Andi. G)

L

935 per kilogram. Dengan RA - mulai diterapkan Senin 4 Juli 2011 maka setiap barang yang akan dikirim harus dipantau dengan mesin X-ray oleh tiga RA yang ditunjuk pemerintah. Asisten Direktur Star kargo di Tangerang, Yonnedi mengungkapkan pihaknya melakukan aksi mogok, karena belum fokus pada soal safety serta kurangnya informasi dari manajemen. “Sistem kargo yang saat ini berjalan itu kurang praktis, malah ribet,” katanya kepada AVIASI. Dulu proses X-ray dilakukan di kargo Bandara. Sekarang X-ray harus melalui RA dan lebih lama. Ujung-ujungnya biaya pengiriman barang jadi tambah besar. Gara-gara sistem baru itu, menurut Yonnedi, terjadi penumpukan barang hingga 400 ton sehari untuk rute pengiriman domestik. Paket yang tertunda pengirimannya, antara lain media cetak (koran) padahal barang yang satu ini harus dikirim hari itu juga. Jika terlambat, sama saja mengirim “bangkai”. Tiga pengelola RA yang ditunjuk otoritas penerbangan adalah PT Duta Angkasa Prima Kargo, PT Gita Afian Trans, dan PT Fajar Anugerah Sejahtera. Tapi, kata Yonnedi, kebijakan baru itu sangat merugikan para pengusaha kargo, karena pengiriman barang jadi terlambat dan terjadi penumpukan barang. Lalu berapa kerugian akibat

mogok kerja provider pengiriman barang dan kargo udara di Bandar Udara SoekarnoHatta tempo hari? Banyak pihak menyebut kerugian itu mencapai Rp 20 miliar. Waktu itu para pengusaha kargo udara tetap menolak

pemberlakuan sistem regulated agent (RA) atau agen inspeksi, yang dinilai membuat rumit dan menambah biaya operasional. Kepala Administratur Bandara Internasional SoekarnoHatta Adi Kandiro menilai

penumpukan volume barang di terminal kargo bandara merupakan bentuk kesalahpahanan antara pengirim barang atau shipper dengan sejumlah RA yang telah ditunjuk. Oh, ya? (Dnn)

Tarif pun naik 1.300 Persen!
IHAK yang paling terpukul dengan ketentuan baru di bidang perkargoan dan aksi mogok yang dilakukan awak perusahaan kargo pekan pertama Juli lalu adalah penerbit surat kabar. Beralasan jika Serikat Perusahaan Pers (SPS) resah atas pemberlakuan aturan tentang pengiriman kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Organisasi surat kabar nasional itu menolak kebijakan baru tersebut. “Ini pembredelan model baru, khususnya bagi media cetak. Secara halus kita dihambat sehingga tidak bisa beredar ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Ketua Harian SPS Pusat M Ridlo Eisy sebagaimana dikutip Media Indonesia. Kegelisahan SPS ini berangkat dari kegagalan pengiriman seluruh kargo udara dari Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta Senin (4/7) malam. Laporan yang masuk ke SPS sehari setelahnya menyebutkan seluruh surat kabar gagal terkirim ke daerah hari itu akibat kebijakan baru pemerintah tentang pengaktifan agen inspeksi atau regulated agent (RA). Kebijakan ini tidak hanya menghambat arus keluar masuk barang di bandara, tarif pemeriksaan kargo dan kiriman pos udara pun naik 1.300% dari Rp 65/kg menjadi Rp 850/kg dan ditambah PPN menjadi Rp 935/ kg. Kargo diperiksa tiga mesin sinar X di luar

P

bandara dengan kapasitas jauh lebih kecil daripada sebelumnya. Dalam pertemuan dengan media cetak nasional di Gedung Dewan Pers Jakarta, SPS mengimbau media dan masyarakat turut berkampanye. Kebijakan baru itu tidak hanya akan berimbas pada pengusaha kargo, tapi juga pada media cetak dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Sekjen SPS Pusat Ahmad Djauhar mendesak pemerintah mengoreksi kembali kebijakan itu demi kelancaran ekonomi nasional. Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti menjelaskan regulasi baru kargo mengacu ke aturan internasional annex 17 yang diterapkan secara global. Keluhan yang ada, kata dia, tetap diperhatikan sehingga pemberlakuan aturan itu pun ditunda hingga 16 Agustus 2011. Namun, hal itu tidak akan dicabut. Penyebab Pemogokan Pemberlakuan pemeriksaan kargo dan pos melalui regulated agent (RA) Dulu, operatornya adalah PT JAS Airport Service, bongkar muat satu kali di kargo gudang, biaya Rp 60 per kg, waktu 15 menit-1 jam. Sekarang operatornya adalah PT Duta Angkasa Prima Kargo, PT Fajar Anugrah Sejahtera dan PT Gita Aviatrans, bongkar muat dua kali.(Dni)

28

B iSniS & ekOnOMi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

curiga Berbalas curiga
Menteri Perhubungan Freddy Numberi mencurigai ada yang bermain dalam kasus penolakan terhadap rencana diberlakukannya regulated agent (RA) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pekan pertama Juli lalu.
UDINGAN itu dilontarkan Freddy, sebab bukan tidak mungkin, ada pihak-pihak yang kehilangan rezeki jika sistem baru itu diterapkan secara permanen. Namun terpilihnya tiga perusahaan yang diberi wewenang sebagai inspektur pengiriman barang (kargo) di Bandara Soetta juga memunculkan kecurigaan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Duta Angkasa Prima Kargo, PT Fajar Anugerah Sejahtera, dan PT Gita Afian Trans. Sebelumnya, pemeriksaan kargo dilakukan di gudang kargo di kawasan bandara dan dikelola oleh PT JAS Airport Service. Nantinya pemeriksaan kargo oleh tiga RA ini dilakukan di luar area bandara dan melalui beberapa tahapan. Sistem ini dianggap lebih membebani para pengusaha karena memakan lebih banyak waktu dan biaya. Berdasarkan penelusuran AVIASI, ketiga perusahaan RA itu adalah pendatang baru. PT Duta Angkasa Prima Kargo misalnya. Perusahaan ini didirikan pada 2010. Alamat perusahaan ini di Jl Marsekal Surya Dharma Bandra Mas M1, Tangerang. Perusahaan ini punya akun di Facebook. Di sana hanya ada informasi bahwa PT Duta adalah regulated agent dengan produk RA. Perusahaan ini tercatat punya penggemar sebanyak 14 orang. Bahwa perusahaan ini bakal mendapat proyek besar sebagai RA di Bandara Soetta sudah terlihat beberapa bulan lalu seperti dilukiskan Tempo. Majalah itu menulis: “Dua spanduk mengitari taman berpohon rimbun

T

di seberang Masjid Al-Furqon, tak jauh dari gerbang utama kawasan pergudangan Bandar Udara SoekarnoHatta. Satu spanduk persis di pojok pertigaan sebelum memutar gerbang kawasan gudang. Spanduk kedua di sisi lain taman.” Spanduk pertama bertulisan: “Segera Dibangun Regulated Agent PT Duta Angkasa Prima Kargo”. Spanduk kedua bunyinya: “Akan Dibangun Fasilitas Regulated Agent PT Duta Angkasa Prima Kargo”. Sekitar seratus meter dari gerbang, terlihat kantor dan gudang milik Duta. Kantor perusahaan itu berdempetan saling membelakangi dengan Pusat Informasi Kargo Bandar Udara. Tidak ada aktivitas di gudang saat wartawan ke sana beberapa bulan lalu, meski pintunya terbuka lebar. Ini kontras dengan gudang-gudang lain di lapangan terbang internasional itu, yang hiruk-pikuk oleh keluar-masuknya barang. “Manajemen ada di kantor administrator bandara,” kata Irfan, petugas satuan pengamanan, ketika Tempo hendak menyambangi kantor itu. Direktur Operasi PT Duta Angkasa Prima, Zulkarnaen mengatakan perusahaannya ditunjuk pemerintah untuk menjalankan usaha baru di dunia pengiriman barang di Indonesia ini. Awalnya, dia menceritakan kepada Tempo Interaktif, PT Duta Angkasa bergerak di bidang jasa pengepakan barang dengan nama perusahaan PT Delta. Namun dengan masuknya investor baru, perusahaan itu pun bereinkarnasi nama serta jenis usaha yang dijalankan. PT Duta pun menjalankan bentuk

usaha baru, yakni menjadi agen inspeksi barang atau regulated agent. Zulkarnaen menilai, perusahaan merasa tertantang dengan jenis usaha itu. Karena regulated agent merupakan barang baru di dunia pengiriman barang di Indonesia. “Indonesia belum ada regulated agent. Padahal dunia internasional membutuhkan aturan itu,” tuturnya. AVIASI mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan PT Fajar Anugerah Sejahtera. Begitu pula PT Gita Afian Trans. Tapi yang pasti, menurut Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, pemerintah tidak secara langsung menunjuk ketiga perusahaan tersebut menjadi RA. “Aturan ini kan digagas sejak tahun 2010 selama ini yang baru mengajukan jadi RA cuma tiga perusahaan itu, jadi kami setuju,” ujarnya. Zulkarnaen menambahkan, setelah pembentukan usaha baru itu, Kementerian Perhubungan langsung memeriksa perusahaan untuk dipersiapkan menjadi perusahaan regulated agent. Hingga akhirnya pada September 2010, PT Duta mendapatkan sertifikasi dari pemerintah sebagai agen pemeriksaan barang. “Proses pemeriksaan setahun lebih, dan kami mendapatkan sertifikat pada September 2010,” ujarnya. Untuk menjadi regulated agent, dia mengakui, perusahaannya tidak asalasalan. Zulkarnaen mengklaim telah memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah, antara lain akta pendirian badan usaha Indonesia, izin usaha perusahaan, memiliki ruangan untuk fungsi pemeriksaan kargo, dan memi-

liki struktur organisasi yang jelas. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki alat-alat penunjang untuk memeriksa barang. Zulkarnaen mengatakan, PT Duta memiliki tiga alat pemindai X-Ray jenis L3 di Jakarta dan satu buah di Bandung. Ditambah empat alat V-Scan di Jakarta. “Kami memiliki modal untuk mendirikan perusahaan ini. Untuk alat X-Ray kecil sebesar Rp 900 juta dan yang besar dapat mencapai Rp 1,4 miliar,” jelasnya kepada Tempo Interaktif. Namun berbagai pihak mengingatkan bahwa penunjukan ketiga perusahaan tersebut sebagai pengelola kargo di Bandara Soekarno-Hatta rawan monopoli dan persaingan tidak sehat. Dalam diskusi publik tentang RA di hotel Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini, Wakil Asperindo, Syarifuddin, menyatakan, penerapan regulasi ini harus menjadi wilayah kajian Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), apakah ada monopoli atau persaingan tidak sehat. “Dulunya, RA menjadi opsi dalam pemeriksaan kargo di bandara. Pengusaha juga boleh menggunakan jasa kargo bandara dalam pemeriksaan ini. Namun sekarang semua kargo wajib diperiksa tiga RA yang ditunjuk, ini kan rawan monopoli,” kata Syariffudin. Benny Pasaribu dari KPPU menegaskan, jangan sampai ada praktik monopoli dalam penerapan kebijakan tiga RA ini. “Penunjukan langsung bisa dilakukan, tapi jangan berkilah untuk memenuhi kepentingan golongan tertentu,” katanya. (Dni)

Foto: Andi. G

AVIASI

B iSniS & ekOnOMi
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

29

RA Ditunda,

Bisnis kargo Tetap Bergairah
Beruntung aksi mogok yang dilakukan para kru perusahaan kargo tidak berlangsung hingga berhari-hari. Ribuan barang di kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang sempat tertahan selama satu hari, berdasarkan pengamatan AVIASI esok harinya akhirnya bisa dikirim.

EMBERLAKUAN RA oleh ketiga perusahaan yang telah ditunjuk ditunda hingga pertengahan Agustus ini. General Senior Manager Angkasa Pura II cabang Bandara SoekarnoHatta, Mulya Abdi menjelaskan, ribuan paket yang sempat tertahan sudah mulai dikirim, sejak Rabu, 6 Juli 2011 sekitar pukul 20.30 WIB. Kendati begitu, Mulya mengaku tetap mendukung kebijakan RA yang ditetapkan oleh pemerintah. Karena kebijakan itu dinilai yang paling tepat untuk pengiriman barang di kargo Bandara Soetta. “Kebijakan ini adalah mekanisme yang paling baik dalam sistem pendistribusian barang,” katanya.

P

Semakin Bergairah
Tak ada yang menyangkal, bisnis pengangkutan barang dengan pesawat terbang (kargo udara) belakangan semakin bergairah menyusul membaiknya perekonomian yang berimplikasi pada meningkatnya arus barang antarpulau maupun antarnegara Berdasarkan data sementara Kementerian Perhubungan, volume kargo yang diangkut maskapai penerbangan sepanjang 2010 meningkat di luar perkiraan. Pada 2009, realisasi volume kargo udara baik rute domestik maupun internasional mencapai 440.152 ton. Pada 2010, realisasi kargo udara mencapai 601.795 ton, atau naik di luar target yang dipatok 10%. Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti Gumay dalam berbagai kesempatan mengatakan, bisnis kargo udara memang sangat menjanjikan seiring dengan peningkatan arus barang sebagai dampak membaiknya perekonomian. Hanya saja, bisnis kargo udara bisa berjalan optimal bila maskapai penerbangan bisa menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan forwarder atau agen kargo. Sepanjang 2005-2010, volume kargo udara memang menunjukkan tren peningkatan. Jika pada 2005 kargo udara rute domestik maupun internasional hanya 330.786 ton, pada 2009 menjadi 440.152 ton, dan pada 2010 menjadi 601.795 ton. Dari realisasi angkutan kargo udara 2010 sebanyak 601.795 ton, terdiri angkutan domestik 531.432 ton dan internasional 70.363 ton. Untuk do-

Foto: Putra Ananda

mestik, tiga maskapai menguasai pasar utama, yakni Batavia Air mengangkut 170.703 ton, Garuda Indonesia 132.192 ton, dan Lion Air 70.406 ton. Adapun untuk internasional, teratas dikuasai Garuda Indonesia 54.922 ton, disusul Cardig Air 8.487 ton, dan Indonesia AirAsia 4.325 ton. Dari sisi penguasaan pasar tersebut, terlihat jelas maskapai reguler (maskapai penumpang yang juga menyediakan ruang khusus untuk kargo atau kerap disebut maskapai kombinasi) lebih mendominasi.

Melirik Bisnis Kargo
Maka beralasan jika banyak maskapai penerbangan melirik bisnis ini. Maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air misalnya tahun lalu menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan pihaknya memilih Pos Indonesia sebagai mitra lantaran perusahaan itu memiliki jaringan distri-

busi yang luas. Jaringan Pos Indonesia tersebar di lebih dari 37 ribu tempat di Tanah Air. “Dengan begitu, kedua pihak dapat mempergunakan potensi masingmasing untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis kargo supaya lebih stabil dan maju. Ini tentu juga akan berdampak pada pertumbuhan sektor riil,” ujar Chandra Lie ketika itu. Ia menjelaskan, setelah kerja sama terjalin, surat-surat maupun paket yang didistribusikan oleh Pos Indonesia akan mendapatkan space di pesawatpesawat Sriwijaya Air. Dalam sehari maskapai itu dapat mengangkut kargo hingga 350 ton. Namun, untuk tahap awal, kerja sama baru dilakukan untuk layanan pengiriman logistik dari Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia yang dilalui Sriwijaya, di antaranya Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia berupaya menggarap peluang membaiknya bisnis kargo udara,

dengan mendatangkan empat pesawat khusus kargo (freighter) pada 2012 untuk menggarap pengangkutan kargo rute internasional. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, masuknya Garuda ke bisnis kargo rute internasional akan meningkatkan kontribusi kargo menjadi 10% dari sebelumnya 7% terhadap total pendapatan perseroan. Selain itu, meningkatkan pula peran maskapai nasional dalam penguasaan pangsa pasar kargo udara internasional yang saat ini dikuasai maskapai asing. Makanya, dalam dua tahun ke depan Garuda mendatangkan pesawat-pesawat freighterr. Data Garuda Indonesia menyebutkan, per 30 September 2010 perseroan mencatat pengangkutan kargo 149,7 ribu ton dengan pendapatan mencapai Rp 845,3 miliar. Jumlah ini naik sekitar 42,3% dibandingkan periode yang sama 2009, yaitu senilai Rp 593,9 miliar dengan mengangkut 110,6 ribu ton kargo.(Dni)

30

e VenT
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Presiden ICAO Soroti SDM Penerbangan Indonesia
Namun dia mencatat masih ada hal yang perlu diperbaiki, yaitu penanganan navigasi udara yang harus dilakukan oleh satu badan khusus. Soal keselamatan penerbangan, Gonzales melihat, Indonesia sudah mengalami kemajuan. Selain pendidikan pilot, dia menganggap penting Indonesia menyiapkan SDM di bidang teknik dan ground handling. Pendidikan untuk menyiapkan SDM di kedua bidang itu penting, sebab menurut Gonzales, industri penerbangan di Indonesia semakin berkembang. Selain itu Indonesia adalah negara kepulauan yang besar, sehingga moda transportasi udara-lah yang paling diutamakan. Oleh sebab itu mau tidak mau safety harus diutamakan. Jika semua itu dilakukan, “Indonesia bakal bisa mengundang banyak orang dari mancanegara untuk terbang langsung dan menikmati Indonesia,” kata Gonzales. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit mengatakan, saat ini Indonesia dan negara-negara lain di dunia sedang mengalami kekurangan tenaga penerbangan. “Data dari Boeing menyebutkan, sampai 2029, kawasan Asia Pasifik membutuhkan 181.000 pilot dan 220.000 tenaga teknisi. Saya berharap kekurangan ini dapat diisi oleh lulusan-lulusan yang andal dari STPI,” kata Bobby. Bobby Mamahit mengaku bangga dengan semua lulusan STPI yang langsung diterima dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan penerbangan BUMN maupun swasta maupun di pemerintahan begitu mereka lulus. “Akuntabilitas publik ini, harus terus dijaga dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik,” katanya. Kepala STPI Curug Maryati Karma menegaskan bahwa STPI sebagai lembaga pendidikan penerbangan akan berupaya terus secara bertahap, terarah dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang transportasi udara. Diakui, saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan sumber daya manusia di bidang penerbangan. “Ini merupakan tantangan bagi STPI untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan yang sesuai dengan permintaan pasar industri penerbangan,” katanya. “Kami ke STPI memang ingin mengetahui dan melihat secara langsung pergerakan pendidikan penerbangan di sekolah ini,” tegas Gonzales kepada AVIASI. Gonzalez berjanji untuk memublikasikan STPI dan mendukung agar Indonesia meraih suara cukup untuk membuka kantor perwakilan ICAO di Montreal Kanada. STPI harus tetap menjadi pusat perubahan yang cemerlang di bidang penerbangan. “Saya meminta seluruh pejabat, dosen dan pembina STPI untuk selalu menekankan keselamatan dan keamanan pada setiap proses belajar mengajar, terutama pada praktik di laboratorium maupun praktik terbang, sehingga tingkat insiden dan accident (kecelakaan, red) bisa ditekan dan ditiadakan,” tambah Maryati Karma.(Dnn)

Presiden IcAO bersama siswa STPI curug. (Foto: Andi. G)

Dunia penerbangan Indonesia 18 Juli 2011 lalu kedatangan tamu dari organisasi penerbangan sipil internasional International civil Aviation Organization (IcAO).
RESIDEN ICAO Roberto Kobeh Gonzales memang sedang mengadakan tour sekaligus kunjungan regional ke Asia, khususnya di kawasan Asia Tenggara mulai dari Vietnam, Kamboja hingga ke Indonesia. Roberto Kobeh Gonzales berkunjung ke Indonesia untuk ketiga kalinya. Sebelumnya dia pernah berkunjung ke sini pada tahun 2007 dan 2009. Dia datang untuk melihat langsung perkembang-

P

an industri penerbangan di Indonesia. Selama di Indonesia, Gonzales selain menemui pejabat tinggi di Kementerian Perhubungan (Ditjen Perhubungan Udara), berkunjung ke STPI, sebuah sekolah penerbangan di Bandung, dan ke PT Dirgantara Indonesia. Bahkan Gonzales juga menyempatkan berkunjung ke sekolah penerbangan Garuda Indonesia Training Center. Saat berkunjung ke Kementerian Perhubungan, Gon-

Kepala STPI memberikan cendra mata kepada Presiden IcAO. (Foto: Andi. G)

zales juga menyinggung soal pilot. Menurut dia, tidak saja Indonesia, negara-negara lain juga mengalami kekurangan pilot. “Dunia penerbangan di dunia saat ini kekurangan pilot,” tegasnya. Gonzalez menyarankan, pendidikan pilot harus dikembangkan karena permintaan pasar penerbangan cukup tinggi. Karena saat ini pengembangan sumber daya manusia penerbangan kurang, maka secara khusus Gonzales melihat langsung pendidikan penerbangan di STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) di Curug, Tangerang. “Curug sekolah penerbangan itu sudah terkenal di mancanegara,” paparnya. Juli lalu merupakan momen penting bagi STPI Curug sendiri, karena Presiden ICAO untuk pertama kali berkunjung ke STPI. Ke STPI Curug, rombongan menggunakan dua helicopter. Berangkat dari Halim Perdanakusuma. Setibanya di Bandar Udara Budiarto Curug, Gonzales mendapat sambutan spesial dengan upacara penghormatan dari taruna dan taruni STPI. Roberto Gonzales menjelaskan industri penerbangan Indonesia sudah mengalami kemajuan. “Ternyata saat kami mendarat di Soekarno Hatta, sudah banyak pesawat yang terbang dari dan menuju Indonesia,” paparnya.

Menyambut kedatangan Presiden IcAO. (Foto. Andi. G)

AVIASI

e VenT
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

31

Tips Kiat Sehat dan Bugar di Ramadhan Dari GSM
bulan puasa setiap tahun, hal ini dilaksanakan karena untuk mengedukasi khalayak agar tetap fit dalam beraktivitas. “Puasa itu, kan tidak makan minum sambil aktivitas tetap berjalan, maka perlu diskusi khusus untuk menjawab tantangan ‘lemes’ di siang hari” paparnya. Seminar dibuka oleh moderator Drs. H. Dodi Muhadi dan di lanjutkan kata sambutan dari VP SBU GSM dr. Ichwan Zulhidzaan, MS, SpKP dan kemudian masuk ke acara inti yang di bawakan oleh moderator dan pembicara oleh dr. Bahdar Djohan SpPD. Spesialis penyakit dalam yang meliputi pencernaan dan pernafasan. Seminar tersebut diikuti oleh mitra bisnis GSM, seperti Askrindo, Angkasa Pura I, Jamkesindo dan masyarakat umum. Jumlah peserta memang dibatasi, tetapi yang datang melebihi kapasitas, yaitu 152 peserta. Seminar kiat khusus menje-

enjelang bulan Ramadhan salah satu rangkaian agenda penting dari GSM (Garuda Sentra Medika) adalah menyelenggarakan seminar dengan tema “kiatkiat menjelang Ramadhan agar tetap sehat”. Kegiatan seminar diadakan menjelang puasa dan saat pertengahan puasa yang menghadirkan pembicara dari internal (dokter, praktisi kesehatan GSM) dan dari luar (eksternal). Menurut Dodi Muhadi supervisor dari GSM penyelenggaraan seminar ini dilaksanakan setiap menjelang

M

Drs. H. Dodi Muhadi

lang Ramadhan ini dilakukan 3 sesi dan dibuka oleh dr. Ikhwan dengan bertempat di aula lantai bawah GSM. Dari rangkaian acara sesi pertama pun peserta sudah memberikan respon yang bagus, “antusiasme peserta sungguh luar biasa,” ujar Dodi. Di acara tersebut GSM memberikan fasilitas pemeriksaan gratis gula darah, tensi, skin care dan konsultasi kulit. Seminar ini dilakukan untuk membangun brand bagi Garuda Sentra Medika, bahwa GSM responsible terhadap kesehatan khususnya. Saat

ini GSM bukan hanya untuk kalangan Garuda sendiri, tetapi dibuka untuk masayarakat umum dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu GSM “klinikku” yang terbuka untuk umum. Tanpa biaya pendaftaran, mendapatkan fasilitas konsultasi dokter umum dan dokter gigi, dan diskon hingga 20% untuk tindakkan dokter umum dan pemeriksaan penunjang seperti: Laboratorium, Fisioterapi, dan untuk pembelian obat tertentu. Saat ini GSM klinikku memiliki member 150 lebih.

Selain itu, GSM juga menyediakan jasa layanan penanganan penumpang sakit yang terpercaya dan profesional, meliputi Medical Evacuation dan Kesehatan Wisata. Garuda Air Ambulance Indonesia (Medical Evacuation & Travel Clinic) merupakan jasa layanan yang disediakan untuk penumpang angkutan udara Garuda Indonesia yang mempunyai masalah kesehatan dan konsultasi kesehatan bagi wisatawan yang akan bepergian kesuatu daerah endemik. (Dnn)

Peduli Gapura Angkasa
di kampung Bojong renged

ERAYA Flying School (DFS) salah satu sekolah penerbang (pilot) Selasa (26/7) lalu membuat moment penting bagi para calon pilot yang baru saja lulus dari sekolah itu. Acara graduation tersebut digelar di Gedung Serba Guna Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan berlangsung semarak. Acara wisuda ini merupakan ajang pembuktian bahwa DFS dan para siswanya masih mampu berkiprah, khususnya di dunia aviasi yang masih kekurangan pilot. Sekolah penerbangan di Indonesia baru menghasilkan 140 pilot, padahal yang dibutuhkan 400 pilot per tahun. Jumlah siswa yang diwisuda pada hari penting tersebut sebanyak 29 siswa. Acara wisuda dihadiri Wakil Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kepala Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Bandar Udara Adi Soemarmo Solo, Wakil TNI Angkatan Udara, Presiden Direktur PT Deraya Flying School Atty Boedimilyarti, dan pimpinan Deraya Flying School, serta para orang tua siswa. Capt. Arya selaku Chief Flight Instructor DFS menjelaskan, saat

D

Deraya Flying School Wisuda Pilot Profesional
ini kebutuhan sumber daya manusia akan pilot cukup tinggi, baik di tingkat dunia umunya dan Indonesia. Beralasan jika sekolah pendidikan pilot, seperti DFS diminati anak-anak muda yang ingin jadi pilot. “Kami selalu berkomitmen untuk mencetak tenaga-tenaga pilot profesional yang siap terjun di dunia penerbangan,” kata Arya. Para calon pilot dididik di DFS selama 18 bulan, bahkan bisa kurang. Saat ini kendala-kendala yang dihadapi DFS adalah training area, traffic dan spare part pesawat latih. Untuk flight training, Deraya Flying School menggunakan Bandar Udara Halim Perdanakusuma dan Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Kedua bandara itu digunakan, “agar para calon pilot lancar dalam melakukan latihan terbang,” tambah Arya. Atty Boedimilyarti, dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada pengelola Bandar Udara Halim Perdanakusuma dan Bandar Udara Adi Sumarmo Solo atas dukungan dan fasilitas yang diberikan, sehingga Deraya Flying School dapat menjadi sekolah penerbang yang diperhitungkan di kancah nasional dan internasional. (Dnn)

apura Angkasa SoekarnoHatta menyelenggarakan kegiatan sosial kepada masyarakat di sekitar bandar udara. "Program ini merupakan bagian dari CSR(Company Social Responsibility) Gapura Angkasa Tahun 2011,” kataDidiet K.S Radityo selaku General Manager Gapura Angkasa SoekarnoHatta. Lokasi kegiatan dilakukan di RT 06/RW 02 Desa Bojong Renged, Kelurahan Teluk Naga, Tangerang, berupa proyek pembuatan MCK untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat. Pembangunan MCK tersebut disambut meriah oleh masyarakat sekitar. Pembangunan ini awalnya ditandai dengan peletakan batu pertama 30 Juni 2011 dan selesai pembangunanya

G

Gapura Angkasa cabang cengkareng bersama Angkasa Pura ll Soekarno-Hatta. (Foto: Dnn)

28 Juli 2011. Pembangunan MCK ini menghabiskan biaya sebesar Rp 40 juta. Spesifikasi bangunan: Permanen, pondasi batu kali, tembok bata, 2 fasilitas WC dan Area cuci seluas 3x3 m persegi. Peresmian dilakukan Jumat, 29 Juli 2011 dengan penandatanganan pada batu tulis oleh General Manager Gapura Angkasa Didiet K.S Radityo. Lilik Kurniawan sebagai penanggung jawab CSR Gapura mengatakan, bahwa pembangunan MCK tersebut sebagai proyek percontohan dimana rasa sosial perlu diciptakan, dan nantinya untuk pengawasan MCK ini akan mudah dilakukan, karena ada beberapa karyawan Gapura Angkasa yang tinggal di Bojong Renged. (Dnn)

32

M erekA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

Christy Angeline Jawiraka, Puteri Berbakat dari Merauke
Pada pemilihan Putri Indonesia tahun 2007, Provinsi Papua mengirimkan wakil asli Papua. Siapa lagi kalau bukan Christy. Dia tampil percaya diri di ajang itu. Sebelum menjadi flight attendant, Angel sapaan akrabnya merupakan Puteri Papua 2007. “Awalnya saya mengikuti pemilihan Puteri Papua dari Kabupaten Merauke. Di sini saya menjadi pemenang dan lanjut ke tingkat provinsi, Puji Tuhan saya bertahan menjadi pemenang dan dinobatkan sebagai Puteri Papua, saya bangga sekali,” paparnya. Yang membuat Angel pantang menyerah adalah dukungan dari orang-orang terdekat, serta optimisme yang tinggi. “Saya harus bisa menunjukkan ke orang banyak bahwa Papua itu memiliki segudang prestasi, apalagi di Merauke,” katanya. Maju menjadi finalis Puteri Indonesia bukan persoalan mudah. Menurut dia, proses seleksi sangat ketat. Jauh-jauh ke Jakarta, usaha gadis Merauke ini tidak sia-sia. Dia masuk dalam 10 besar Puteri Indonesia. Untuk katagori putri berbakat, Angel pun masuk. “Senang sekali saya bisa membawa harum nama tanah kelahiran saya,” ujarnya. Di Papua, gadis ini menjadi tamu kehormatan untuk WWF dan sebagai duta HIV/AIDS untuk pemuda sePapua 2007. Angel lalu memutuskan berkiprah di dunia dirgantara. Gadis smart ini mulai join pertama kali di maskapai Merpati Nusantara Airlines. Saat itu Merpati dengan Merauke sedang menjalin KSO (kerja sama operasional). Dia masuk ke Merpati dengan tetap mengikuti prosedur. “Saya bisa lulus test awak kabin hingga ke Jakarta,” jelasnya Lewat kariernya sebagai pramugari, Angel mempunyai misi untuk menjawab praduga banyak orang bahwa Papua itu tertinggal. “Itu salah! Tak percaya, coba langsung ke Papua, pasti Anda akan terkejut, karena di sana sudah banyak mal dan tentu wisata alamnya yang eksotis. Jadi tidak hanya mengenal Merauke dari lagu Dari Sabang sampai Merauke saja” Merauke sudah memiliki pesawat 3 Boeing 7 37 dan 1 Twin Otter Jelasnya. Ada pengalaman unik pada saat menjalankan tugas menjadi crew Merpati, “Saya beda sendiri, pernah ditanya oleh penumpang mbak dari Afrika ya?” katanya. (Dnn)

Foto: Dok. Pribadi

S

ETIAP kali Anda bepergian dengan pesawat terbang, tentu Anda akan dilayani oleh pramugari-pramugari yang cantik. Tetapi kecantikan tidaklah berarti jika sang pramugari tidak punya kemampuan dan profesionalisme. Christy Angeline Jawiraka memiliki itu semua. Perempuan asal Merauke, Papua ini bahkan punya prestasi yang membanggakan.

Hery Frianto,

Mewujudkan Flight Simulator Training
Flight Simulator yang dikelolanya, diharapkan bisa memberikan dampak yang positif bagi siapa pun yang mau belajar. Flight simulator yang ditanganinya baru-baru ini merupakan kepeduliaanya terhadap pendidikan penerbangan bagi pemula. Menurut Hery, flight simulator memberikan kesempatan dan kemampuan bagi peminat untuk ikut berbagi dan membangun mental dasar dan pengetahuan dasar bagi calon penerbang, professional pilot, bridging course training dan flight simulator anthusiast di seluruh Indonesia. Programnya memperkenalkan dan mempelajari ilmu dasar penerbangan teori dan praktek secara intensif dengan Cessna Flight Simulator dan Boeing 737NG, sedangkan untuk materi utama dari flight simulator sendiri yaitu Basic Flight, Apptitude Test Preparations, Jet Intro, dan Fun. Selain program tersebut, flight simulator yang dimiliki Hery juga memprogramkan untuk Junior Pilot Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bisa dikatakan ini yang pertama didirikan di Indonesia untuk memupuk minat kedirgantaraan usia dini. Menurut Hery, program flight simulator ini dibuka dari pukul 09.00 -17.00 “FS ini selain didukung Handbook & Tentor oleh Capt. Dardjat (Garuda Indonesia) dan Capt. T.Gultom (Garuda Indonesia), juga Kings School dari California USA milik John & Martha King bagi kelancaran program Flight Simulator ini ,” paparnya. (Andi. G)

Sandy Daniel,

Mojang Jabar Dapat Jodoh di udara
kemudian, Sandy terpilih dan dinobatkan sebagai Jajaka Gandes Jawa Barat 2010. Saat mengikuti ajang yang diselenggarakan setiap tahun itu, Sandy sudah bergabung di Sriwijaya Air. Dia mengakui sulit mengatur waktu antara tugas terbang dan ikut kompetisi. Tetapi berkat koordinasi yang baik, pihak Sriwijaya Air banyak membantu dalam proses perizinan. Dalam kontes itu, “saya membawa nama baik Sriwijaya Air,” ungkapnya. Sandy mengatakan banyak suka duka menjadi pramugara, tapi semua itu dijalani dengan enjoy. Berkarier sebagai pramugara, mengharuskan Sandy bertemu dengan banyak orang banyak, Hasilnya? Dia mendapat calon pendamping hidup saat terbang. Asyik.(Dnn)

Foto: Dok. Pribadi

P

ENDIRI Flight Training with Simulator di Tangerang ini adalah Hery Frianto. Hery tertarik pada dunia penerbangan sejak ia menekuni dunia simulasi, utamanya Flight Simulator sejak tahun 2007. Simulator Center yang didirikannya didasari dengan niatan untuk ikut serta memperluas pengetahuan dasar mengenai bagaimana menjadi seorang penerbang. Dia berharap bisa menjadikan jembatan bagi siapa pun yang mau mempelajarinya. Dengan perlengkapan dan teknologi terkini dari berbagai belahan dunia pada

ERBANG dengan Sriwijaya Air, Anda tidak saja akan bertemu dan dilayani oleh pramugari nan cantik, tapi juga pramugara tampan. Salah satu pramugara yang selalu mengumbar senyum saat melayani pelanggan Sriwijaya itu adalah Sandy Daniel. Sejak kelas 5 SD, Sandy mengaku sudah bercita-cita ingin jadi pramugara dan terbang bersama para pramugari cantik. Melihat para pramugari, “saya ingin seperti mereka,” kata Sandy kepada AVIASI. Dengan optimisme yang kuat, Sandy lalu bisa mencoba melamar ke Sriwijaya Air, dan akhirnya diterima. Sandy mulai masuk di maskapai Your Flying Partner ini tahun 2008. Selama proses ground handling, Sandy menjalaninya dengan penuh perjuangan. Hasil berbuah manis. Di akhir pendidikan, Sandy mendapatkan peringkat ketiga terbaik. Sandy punya prestasi luar biasa tidak saja di dunia penerbangan, tapi juga bidang lain. Tahun 2009 Sandy mengikuti ajang Pemilihan Mojang Jawa Barat, mewakili Kota Bekasi. Dia terpilih sebagai Mojang Jawa Barat. Setahun

T

AVIASI

P eriSTiwA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

33

Asiana Airlines Jatuh

Herculas Maroko Jatuh,

78 Orang Tewas

Sebuah pesawat militer Maroko, jenis Hercules, jatuh Selasa di daerah pegunungan di selatan Maroko, setelah menabrak gunung.

Sebuah pesawat kargo milik maskapai Asiana Airlines jatuh ke laut di wilayah Pulau Jeju, Korea Selatan (Korsel), Kamis (28/7).
Serpihan Asiana Airlines yang ditemukan di laut. (Foto: klicunic.com)

M

ADAN pesawat yang sebelumnya mengalami kebakaran itu hancur berkeping-keping. Pesawat kargo yang jatuh tersebut merupakan berbobot 66 ton jenis pesawat Boeing 747. Pesawat tersebut baru satu jam bertolak dari bandara internasional Incheon, Korea Selatan menuju bandara internasional Pudong, Shanghai, Cina. Menurut Kementerian Pertanahan, Transportasi dan Kelautan Nasional Korea, pesawat kargo milik Asiana Airline dengan no. penerbangan OZ 991 yang berangkat dari bandara internasional Incheon, Korea Selatan pada pukul 4.12 LT Kamis dini hari menuju bandara Pudong internasional, di Shanghai, Cina, jatuh

B

sekitar 70 mil di bagian barat pulau Jeju selama pulang menuju bandara internasional Jeju akibat cuaca ekstrim. Pesawat hilang dari radar pada pukul 04.09 LT (02.09 WIB) sewaktu mencoba mencapai bandara Jeju, kata laporan kantor berita Yonhap, Korea Selatan. Reruntuhan ditemukan pada pukul 06.40LT. Dalam peristiwa pesawat naas tersebut, hanya terdapat Capt. Choi Sang-ki berusia 52 tahun dan co pilot, Lee Jung-wung berusia 44 tahun. Dengan demikian, insiden tersebut diperkirakan terjadi selama pulang secara darurat menuju bandara internasional Jeju akibat kebakaran di gerbong kargo tersebut. (*)

USIBAH kecelakaan pesawat terjadi di Maroko (27/7). Dalam insiden yang diselimuti cuaca buruk itu, 78 orang dinyatakan tewas dan 3 orang lainnya menderita luka-luka, kata kantor berita resmi MAP, Rabu. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat (sekitar pukul 15.00 WIB). Seorang warga yang menjadi saksi mata kecelakaan itu menuturkan kepada Reuters bahwa asap tebal mengepul di lokasi saat musibah terjadi. Badan itu mengatakan, pesawat jet C-130 Angkatan Bersenjata Kerajaan, yang membawa personel militer, menabrak gunung pada saat bersiap mendarat di pangkalan udara militer Guelmim, sekitar 830 kilometer barat daya ibu kota Rabat.Pesawat itu jatuh setelah lepas landas dari Dakhla,

Sahara Barat dan menuju kota utara Kinitra. Seperti yang dikutip dalam Rabat bahwa “Kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi cuaca buruk itu menewaskan 78 orang dan tiga lainnya luka parah,” kata Angkatan Bersenjata Kerajaan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh MAP. MAP melaporkan, sebelumnya pesawat itu juga pernah terbang dari Kota Dakhla di Sahara Barat menuju ke Kenitra, 40 kilometer utara Rabat. Maroko menempatkan mayoritas tentaranya di kawasan Sahara Barat, wilayah seluas Inggris yang dikuasai Rabat sejak 1975. Wilayah tersebut semula merupakan koloni Spanyol dan berupaya memerdekakan diri dari Maroko. (*)

Badan pesawat Hercules c-130 terbakar setelah menabrak gunung. (Foto: padangekspres.co.id)

Giliran Petaka Terjadi di Brazil
regional Brazil Noar Linhas Aereas dengan kode IATA:NO ICAO: NRA. Noar yang memulai bisnis penerbangan setahun silam dan mengoperasikan 278 penerbangan dalam sepekan, langsung menangguhkan semua penerbangan mereka. Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah jenis L-410 bermesin ganda diproduksi oleh LET Aircraft Industries di Republik Ceko. L-410 merupakan salah satu pesawat komersial bertenaga baling- baling yang dibuat perusahaan Ceko. Pesawat ini diproduksi di Let Kunovice. Dipakai pertama kali pada tahun 1970. Diproduksi tahun 1969. Pesawat milik maskapai Noar Linhas Aereas tersebut sebetulnya terbang dari Bandara Internasional Guararapes-Gilberto Freyre, Recife, menuju Natal, ibu kota Provinsi Rio Grande do Norte di timur laut Brazil, atau sekitar 300 km di sebelah utara. Tetapi, pesawat itu jatuh hanya selang 10 menit setelah lepas landas. Pesawat yang dioperasikan maskapai kecil tersebut menghujam areal semak belukar tak jauh dari ruas jalan raya saat lepas landas pukul 06.51 dengan tujuan kota Natal yang juga terletak di timur laut. Tayangan televisi memperlihatkan bangkai pesawat hancur berkeping-keping, hanya bagian ekornya yang masih terlihat utuh. Menurut Angkatan Udara Brazil, pilot pesawat tersebut melaporkan adanya kerusakan mesin tidak lama setelah tinggal landas, dan telah mencoba untuk melakukan sebuah pendaratan darurat di pantai. Namun gagal dan akhirnya pesawat terjatuh. Seorang petugas pada badan pengawas penerbangan Brazil menuturkan bahwa kecelakaan itu mengakibatkan kerugian material dan hilangnya nyawa semua penumpang. Badan pesawat tinggal puing-puing alias tidak tersisa. Pesawat bermesin ganda tersebut terbakar total saat jatuh. Akibatnya, di lokasi kecelakaan muncul area menghitam cukup lebar setelah api membakar daerah tersebut. Kepada harian Folha de Sao Paulo, seorang saksi mengatakan melihat seorang perempuan hidup pasca kecelakaan. ”Saya melihat seorang perempuan berteriak minta tolong lewat jendela. Namun setelah pesawat meledak, tak banyak yang bisa dilakukan,” ungkap penjaga keamanan lokal Erandir Rodrigues da Silva mengutip pernyataan saksi mata. Brazil dikenal sebagai negara dengan tingkat kecelakaan udara yang cukup tinggi. Pada akhir April lalu, tujuh orang tewas saat pesawat milik maskapai lokal Amazonav Taxi Aereo jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Eduardo Gomes, sebelah barat Manaus, ibu kota Negara Bagian Amazonas. Tujuh orang tewas saat itu, tetapi delapan orang lainnya selamat.(Dnn)

K

Puing-puing pesawat Noar Linhas Aereas. (Foto: Internet)

ECELAKAAN pesawat terjadi lagi, kali ini di Brazil pada Rabu (13/7) lalu waktu setempat atau Kamis (14/7) dini hari waktu Indonesia. Sebuah pesawat jatuh di dekat Recife, kota terbesar keempat di Brazil yang terletak di timur laut atau di tepi Samudera Atlantik. Pesawat jatuh setelah beberapa saat lepas landas. Kecelakaan tersebut terjadi setelah ada laporan kondisi darurat dari dalam kabin pesawat. Semua penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 16 orang tewas seketika dalam musibah itu. Seorang petugas pengawas penerbangan menjelaskan bahwa sebelum musibah itu terjadi, pilot sudah melaporkan situasi darurat yang di-

hadapinya kepada menara pengontrol lalu-lintas udara. Sang pilot lantas menyampaikan bahwa dia akan berupaya melakukan pendaratan darurat. Informasinya, pilot seharusnya mendaratkan pesawat dekat pantai Recife. Tetapi, informasi yang dihimpun BBC menyebutkan, pilot berupaya mendaratkan pesawat di tanah kosong di antara dua permukiman padat penduduk di Kota Recife, yakni Piedade dan Boa Viagem. Ternyata, pesawat jatuh sekitar 100 meter dari lokasi tempat pilot hendak mendaratkan pesawatnya. Lokasi jatuhnya pesawat tersebut sempat dijadikan tempat pertunjukan sirkus pada malam sebelumnya. Pesawat milik maskapai

34

P eriSTiwA
edisi 38 Thn lV - Agustus 2011

AVIASI

ketika Ban Antonov Pecah
Pesawat jenis Antonov 12 (AN-12) yang dikontrak PT Survai Udara Penas untuk melayani angkutan kargo mengalami kecelakaan di bumi Papua.
unit truk itu. Seperti dikutip vivanews.com, Kapolres Jayawijaya, AKBP I Gede ketika dikonfirmasi membenarkan pesawat kargo jenis Antonov mengalami insiden saat mendarat di Bandara Wamena, disebabkan, ban belakang bagian kanan mengalami masalah. “Ban pesawat pecah, saat menyentuh landasan, sempat hilang keseimbangan, tapi tidak ada korban dalam insiden itu,” kata Kapolres. Pesawat yang dipiloti warga Rusia, Capten Viktor Sichev dan FO Igor Avra itu kemudian hilang keseimbangan di landasan pacu. Pesawat yang berangkat dari Bandara Sentani Jayapura 45 menit sebelumnya, tergelincir karena ban bagian belakang sebelah kanan pecah saat mendarat. Gara-gara peristiwa itu traffic penerbangan sempat dihentikan dari dan menuju Wamena, karena badan pesawat sebagian berada di landasan. Arus penerbangan yang sempat terganggu kembali normal setelah pesawat ditarik ke apron, dengan alat berat. Mengenai penyebabnya, Kepala Bandara Wamena Thomas Alpaedison mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memastikan penyebabnya, karena yang memiliki kewenangan untuk memberikan informasi mengenai penyebabnya adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kendati demikian, kata Thomas, insiden tersebut tidak menghambat aktivitas di Bandara Wamena. “Pesawat tersebut memiliki 10 ban, yaitu dua depan, dan delapan di bagian engine terdiri dari empat sebelah kanan dan empat sebelah kiri, yang pecah dua ban sebelah kanan sehingga masih bisa bergerak menuju tempat parkir, dan tidak menggangu aktivitas penerbangan,” tandasnya. Pesawat serupa sebelumnya pernah jatuh di kota Pointe-Noire Selasa (22/3/2011) di Republik Kongo. Laporan sementara menyebutkan, kecelakaan udara ini menyebabkan 14 orang tewas. ”Ambulans bolak-balik membawa korban ke rumah sakit,” kata seorang saksi mata seperti dikutip Reuter. Pada tahun 2009 lalu, sebuah pesawat kargo Antonov juga jatuh di daerah pedesaan di luar Brazzaville. Seluruh awak pesawat dinyatakan tewas seketika.(Dnn)

NTONOV An-12 (Kode NATO: Cub) adalah sebuah pesawat terbang angkut kelas menengah militer buatan perusahaan Antonov dari Rusia (waktu itu Uni Soviet. Versi sipil dari pesawat ini adalah Antonov An-10.

A

Pesawat Antonov An-12 terglincir di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua. (Foto: Internet

Pesawat kargo dengan nomor penerbangan 4L-VAS ini tergelincir saat mendarat di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (13/7) pukul 15.45 WIT. Menurut kabar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pesawat yang mengangkut sembako dan satu

Hewa Bora Jatuh,

Puluhan Penumpang Tewas
Pesawat udara jatuh lagi. Dikabarkan sedikitnya 46 orang tewas ketika sebuah pesawat akan mendarat dalam kondisi hujan deras di Republik Demokratik Kongo (DRc) Timur beberapa pekan lalu.

ESAWAT komersial itu dioperasikan oleh Hewa Bora Airways, kode IATA: EO, kode ICAO: ALX dengan Callsign: ALLCONGO yang membawa 118 penumpang dan awak. Pesawat jatuh di bandar udara Kisangani di bagian timur laut negara itu. Pemimpin perusahaan penerbangan itu mengatakan awak-awak Boeing 727 tersebut termasuk di antara mereka yang tewas, tapi 53 orang selamat dalam kecelakaan itu. Hewa Bora menyatakan pesawat itu membawa 112 penumpang dan awak yang terdiri atas 3 pilot, 2 pramugari dan 1 mekanik. Diinformasikan Lambert

P

Mende, seorang juru bicara pemerintah setempat, pesawat itu dalam rute komersial reguler dari Kinshasa-Kisangani-Goma ketika pesawat itu dihantam oleh badai saat mendekati bandar udara. Seperti yang dikutip dalam berita di vivanews.com bahwa “Kami telah menemukan 44 mayat dan ada dua orang terluka yang meninggal di rumah sakit, membuat jumlah korban tewas menjadi 46 orang,” kata Dirut Hewa Bora Stavros Papaioannnou, yang menambahkan bahwa jumlah korban bisa bertambah. “Mereka telah tiba di Kisangani, ada cuaca buruk, mereka berusaha untuk mendarat tanpa mencapai lan-

dasan pacu,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa hujan lebat pada waktu itu telah mengganggu operasi pertolongan. Belum ada penjelasan mengenai nasib 19 orang lain yang naik pesawat itu sejauh ini. Gulungan asap hitam dapat dilihat di ujung landasan pacu, seorang wartawan AFP melaporkan. Tapi penerbangan-penerbangan, yang ditangguhkan setelah kecelakaan itu, telah dimulai lagi dalam waktu singkat. Kecelakaan pesawat acapkali terjadi di Kongo, yang sering dipersalahkan pada pesawat yang sudah tua dan kurang terawat, pengabaian aturan keselamatan serta

Pesawat Hewa Bora B 727 yang jatuh dan terbakar. (Foto: flightstory.net)

cuaca buruk. Kantor Berita Reuters melaporkan 127 orang tewas akibat insiden tersebut. Seorang wartawan setempat dari stasiun televisi Kongo di lokasi kecelakaan, Jean-Paul Bongisa, mengatakan upaya pertolongan terhambat oleh sulitnya akses ke reruntuhan pesawat, sekitar 200 meter dari landasan pacu di hutan lebat di khatulistiwa. Menurut laporan tersebut,

lokasi kecelakaan tidak jauh dari bandar udara internasional Kisangani, pusat kota komersial dan pelabuhan. Peristiwa ini adalah kecelakaan besar kedua yang melibatkan maskapai penerbangan dalam tiga tahun terakhir, setelah pesawat DC-9 pada 2008 menabrak pinggiran kota bagian timur Kongo, Goma, yang menewaskan 44 orang. (Dnn)

G

R

A

N

D

T

E

M

B

A

G

A

H

O

T

E

L

Breakfast, Restaurant, Meeting Room, Lounge, Live Music, Bectun, Karaoke, Internet Wi-Fi, Laundry, Parking

JL. Yos Sudarso No. 133 Timika-Papua, Tel : (0901) 321284, 322629 Fax : (0901) 322394, 321284

PT. Nusantara Air Charter Halim Perdanakusuma Int’l Airport Terminal Building 2nd Fl. A49/PK Jakarta 13610, ID Phone : +622180870707 Fax : +62218092588 Mobile : +6287881538414 E-mail : mita@nac.co.id

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->