Anda di halaman 1dari 27
0
0
LLeebbaahh MMaadduu Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu Bagi Kesejahteraan Masyarakat Berkelanjutan Desain & Penataan Penyusun Dokumentasi
LLeebbaahh MMaadduu
Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu
Bagi Kesejahteraan Masyarakat Berkelanjutan
Desain & Penataan
Penyusun
Dokumentasi
Diterbitkan oleh
Dukungan dana
: Nano Sudarno
: Edy Hendras Wahyono, Nano Sudarno,
Sylvie Iriani, Hasby Hasbullah, Pendi
Ritonga dan Irsan Simanjuntak
: CSO PNPM LMP
: WCS Indonesia
: PNPM Support Facility -World Bank
Literatur yang disarankan
Wahyono, E. H. dkk. 2011. Lebah Madu : Pengelolaan hasil hutan bukan
kayu untuk kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. WCS-Indonesia
Program, Bogor.
1

Kata Pengantar

Lebah madu merupakan serangga bersayap dari family Apidae. Jenis lebih ini terdiri dari: Apis mellifica, Apis florea, Apis dorsata, dan Apis trigona. Lebah-lebah ini, khususnya Apis mellifica telah banyak dibudidayakan di Indonesia, baik oleh masyarakat di desa, pemerintah (Perum Perhutani dan Dinas Peternakan) maupun perusahaan-perusahaan swasta yang dikelola secara modern dan komersil.

Kata Pengantar Lebah madu merupakan serangga bersayap dari family Apidae . Jenis lebih ini terdiri dari:

Budidaya lebah madu, selain akan memperoleh keuntungan ekonomis, dapat menguntungkan bagi tanaman di sekitarnya, sebab lebah dapat membantu penyerbukan tanaman di sekitarnya. Dengan demikian, dapat meningkatkan produktifitas tanaman, sekaligus dapat mengurangi serangan semut, lalat dan kumbang lain yang dapat merusak bunga dan buah tanaman.

Dengan pembangunan Demonstrasi Plot (Demplot) lebah madu di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang merupakan daerah kegiatan PNPM LMP di Sumatera, tentunya telah membuka pemahaman baru bagi masyarakat di sekitarnya untuk memanfaatkan sumberdaya hutan bukan kayu sebagai upaya peningkatan ekonomi alternatif skala rumah tangga.

Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi penerapan aktifitas budidaya lebah madu di masyarakat.

Medan, Agustus 2011

2

Daftar Isi Kata Pengantar ………………………………………………… 2 Daftar Isi ……………………………………………….……… Pendahuluan .. 3 4 1. Lebah Madu
Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………
2
Daftar Isi ……………………………………………….………
Pendahuluan
..
3
4
1.
Lebah Madu
a. Lebah Ratu
b. Lebah Jantan
c. Lebah Pekerja
5
6
6
7
2.
Teknik Beternak Lebah Madu
a. Persiapan
b. Tanaman Pakan Lebah
c. Pelaksanaan Pemeliharaan
9
9
12
13
d. Produk-produk Beternak Lebah Madu
17
e.
Pemanfaatan Hasil
17
3.
Penyakit dan Hama
22
a.
Hama Penyakit
22
b.
Pencegahan Penyakit dan Hama
22
4.
Rancangan Anggaran Biaya (RAB)
23
Penutup ………………………………………..………………..
Daftar Pustaka …………………………………………………
24
25
3
Pendahuluan Lebah madu adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu keluarga besar yang disebut koloni, yang

Pendahuluan

Pendahuluan Lebah madu adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu keluarga besar yang disebut koloni, yang

Lebah madu adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu keluarga besar yang disebut koloni, yang biasanya mendiami satu sarang lebah (Sihombing, 1997).

Hal ini berbeda dengan pola hidup kebanyakan spesies serangga yang bersifat soliter atau senang menyendiri (Dietz, 1986). Lebah madu merupakan serangga sosial yang paling banyak diketahui dan menarik untuk dipelajari (Wilson, 1971).

Di dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu (queen) sebagai pemimpin koloni, ratusan lebah jantan (drone) dan puluhan ribu lebah pekerja (worker).

Biasanya koloni lebah terdiri dari seekor ratu, 20.000 30.000 lebah pekerja dan beberapa ratus lebah jantan (Free, 1982; Singh, 1962).

Di Indonesia usaha peternakan lebah madu sebetulnya bukanlah hal yang baru bagi masyarakat perdesaan, sebab masyarakat kita telah melakukanya semenjak beberapa puluh tahun yang lalu oleh nenek moyang kita.

Diperkirakan peternakan lebah madu ini sudah ada sejak kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia, yang saat itu masih bersifat tradisional dan merupakan pekerjaan sampingan. Hasilnyapun hanya sebagai konsumsi keluarga.

4

1 Lebah Madu 3. Pejantan-pejantan jumlahnya hanya beberapa ekor saja 2. Pekerja/karyawan (jumlahnya terbanyak) 1. Ratu

1

Lebah Madu

3. Pejantan-pejantan jumlahnya hanya beberapa ekor saja 2. Pekerja/karyawan (jumlahnya terbanyak) 1. Ratu (dalam 1 koloni
3. Pejantan-pejantan jumlahnya hanya beberapa ekor saja
2. Pekerja/karyawan (jumlahnya terbanyak)
1. Ratu (dalam 1 koloni terdapat seekor ratu)
3. Pejantan-pejantan jumlahnya hanya beberapa ekor saja 2. Pekerja/karyawan (jumlahnya terbanyak) 1. Ratu (dalam 1 koloni

Di Indonesia terdapat 4 Jenis lebah penghasil madu yang dapat menghasilkan madu, antara lain : Apis Cerana (Lebah Lokal, Nyiuran sunda, Tawon Gula, Tawon Madu-Jawa), Apis Dorsata (Lebah Hutan, Ondeng-sunda, Tawon gung Jawa), Apis Millifera (Lebah unggul asal eropa dari jenis italia), dan Apis Trigona (Gala-gala Teuweul sunda, klanceng jawa).

Dari ke-empat jenis lebah madu tersebut hanya dua jenis lebah madu yang dapat dibudidayakan secara modern yaitu jenis Apis Cerana dan Apis Millifera dalam satu koloni / keluarga / kerajaan / Kraton, lebah terdapat 3 jenis individu lebah atau 3 kasta yaitu :

5

a. Lebah Ratu (Queen)

Di dalam satu koloni lebah hanya terdapat seekor ratu, badannya paling besar dalam koloni. Lebah ratu berasal dari sel telur yang dibuahi (Free, 1982). Ovariumnya berkembang sempurna dan mampu menghasilkan telur yang akan menetas menjadi calon ratu, lebah pekerja dan lebah jantan (Sihombing, 1997). Dalam satu

a. Lebah Ratu ( Queen ) Di dalam satu koloni lebah hanya terdapat seekor ratu, badannya
ada Jika dan koloni koloni baru, keluar dari membentuk dibunuh oleh si ratu tua. koloni hanya
ada
Jika
dan
koloni
koloni
baru,
keluar dari
membentuk
dibunuh oleh si ratu tua.
koloni hanya terdapat satu ratu.

telur yang

jika

tidak

berkembang menjadi calon ratu, biasanya calon ratu harus

Lebah ratu hanya kawin sekali selama hidupnya (Singh, 1962; Sihombing, 1997). Proses perkawinan dengan beberapa ekor lebah jantan terjadi di udara pada siang hari saat udara cerah di lokasi tempat kawin yang disebut Drone Congregation Area (DCA). DCA merupakan tempat berkumpulnya lebah jantan (Koeniger, 1991).

Lebah ratu memiliki mata majemuk yang paling kecil dibanding dengan lebah pekerja maupun lebah jantan. Di ujung kepalanya terdapat antena yang berbentuk cincin berjumlah 11 buah dan perut terdiri atas 6 segmen (Murtidjo, 1991). Perkembangan lebah ratu mulai dari telur sampai dewasa adalah 15 hari dan setelah itu siap dikawini oleh lebah jantan (Pavord, 1975).

b. Lebah Jantan (Drone)

Dietz (1986) menyatakan bahwa lebah jantan merupakan anggota koloni dari kehidupan sosial lebah madu yang berasal dari telur- telur yang tidak dibuahi (unfertilized). Jumlahnya dalam koloni berkisar dari beberapa puluh sampai beberapa ratus ekor. Ukuran tubuh

a. Lebah Ratu ( Queen ) Di dalam satu koloni lebah hanya terdapat seekor ratu, badannya

6

lebah jantan lebih besar dari lebah pekerja, tetapi lebih kecil dari lebah ratu. Fungsi lebah jantan dalam koloni sepanjang hidupnya adalah sebagai lebah pemacek, yakni mengawini ratu muda (Free, 1982). Seekor lebah jantan hanya dapat kawin sekali selama hidupnya, karena setelah berhasil mengawini ratu, lebah ini akan mati.

Lebah jantan adalah lebah pemalas dan pemakan yang rakus. Mereka hanya mau keluar dari sarangnya jika cuaca cerah dan akan terbang untuk tiga tujuan yaitu: terbang untuk membersihkan tubuh (cleansing flight), terbang orientasi dan mengawini ratu (mating flight) dan saat terjadinya pemisahan koloni (swarming flight) (Koeniger, 1991). karena sifatnya yang pemalas itu, pada musim peceklik banyak lebah jantan yang dibunuh oleh lebah pekerja. Pada banyak koloni, lebah jantan sering dihasilkan (ditetaskan ratu) pada bulan Mei sampai Juli (Free, 1982) atau pada saat musim bunga.

c. Lebah Pekerja (Worker)
c. Lebah Pekerja (Worker)

Lebah pekerja merupakan kelompok yang jumlahnya paling besar dalam koloni. Sama halnya dengan lebah ratu, lebah pekerja juga berasal dari sel telur yang dibuahi sebagaimana dilaporkan Dietz (1986); Free (1982). Dalam satu koloni lebah madu A. cerana jumlahnya bisa mencapai 30.000 ekor dan 60.000 ekor pada koloni A. mellifera (Murtidjo, 1991). Lebah pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak berkembang sempurna dan tidak dapat menghasilkan telur pada kondisi normal (Gojmerac, 1983; Sihombing, 1997; Singh, 1962).

Lebah pekerja bertanggungjawab penuh terhadap keutuhan dan kesejahteraan koloni (Singh, 1962; Free, 1982), kecuali tugas reproduksi, semua pekerjaan pada koloni lebah madu sepenuhnya dilakukan oleh lebah pekerja. Dipandang dari

7

tempat berlangsungnya aktivitas dalam koloni lebah madu dapat digolongkan atas dua fase yaitu: (1) tugas di dalam sarang pada separo umurnya yang pertama dan (2) tugas di luar sarang pada separo umur berikutnya (Singh, 1962).

Tugas di dalam sarang yang berlangsung selama 3 minggu meliputi pembuatan sisiran sarang, pemeliharaan telur, larva dan pupa, penyediaan makanan ratu dan lebah jantan, menyisir dan merawat ratu, mempertahankan koloni dari serangan pemangsa, mengatur temperatur dan kelembaban dalam sarang serta mematangkan dan menyimpan madu (Sihombing, 1997; Singh, 1962), sedangkan tugas di luar sarang yang berlangsung selama 4 minggu (Direksi Perum Perhutani, 1992) adalah mengumpulkan nektar, polen, propolis dan air (Singh, 1962), dengan perkembangan kelompok umur, sebagai berikut:

tempat berlangsungnya aktivitas dalam koloni lebah madu dapat digolongkan atas dua fase yaitu: (1) tugas di

dari mulai menetas sampai umur tiga hari sebagai petugas kebersihan, umur 3 6 hari bertugas sebagai perawat larva dan dilanjutkan sampai umur 12 hari.

Sejak hari ke-13 sampai hari ke-18 bertugas membuat dan memoles sisiran sarang dan menerima bahan makanan yang dibawa lebah pekerja. Mulai umur 18 sampai 20 bertindak sebagai pengawal serta menjaga kesegaran udara di dalam sarang. Mulai hari ke-20 sampai datangnya kematian lebah bertugas di luar sarang sebagai pengumpul nektar, polen, propolis dan air, dan dimasa tuanya, lebah pekerja akan berperan sebagai pemandu bagi lebah muda untuk mencari lokasi pengumpulan nektar, polen, propolis dan air.

Lama hidup lebah pekerja dipengaruhi oleh musim dan aktivitas menyengat. Pada musim panas lebah ini hidup selama 46 minggu, sedang pada musim dingin dapat mencapai beberapa bulan (Free, 1982). Menurut Gojmerac (1983), lama hidup lebah pekerja bervariasi antara 44 54 hari (rataan 50 hari). Setelah menyengat musuhnya lebah pekerja akan mati.

8

2 2. Persyaratan lokasi c. a. a. e. b. b. d. A. Persiapan Survey lokasi Beternak

2

2. Persyaratan lokasi c. a. a. e. b. b. d. A. Persiapan Survey lokasi Beternak Lebah
2. Persyaratan lokasi
c.
a.
a.
e.
b.
b.
d.
A. Persiapan
Survey lokasi
Beternak Lebah Madu
Sumber pakan lebah mencukupi
1. Pendataan lokasi yang meliputi
Keamanan lebah maupun petugas lebah terjamin
Mengadakan pendekatan dengan masyarakat sekitar
lokasi yang akan dijadikan tempat pengembangan
lebah madu
Hindarkan dari adanya penyemprotan hama tanaman
pada sekitar lokasi pengembangan
Inventaris tanaman pakan lebah dan jenisnya yang
terdapat di sekitar lokasi serta luas areal
Untuk melaksanakan kegiatan peternakan lebah secara
modern perlu diadakan persiapan-persiapan antara lain :
Mengadakan koordinasi dengan dinas instansi,
lembaga terkait dalam mendukung dan membantu
pengembangan lebah madu

c.

Tidak adanya penyemprotan hama tanaman disekitar lokasi pengembangan lebah. Boleh ada penyemprotan dengan catatan dilakukan kerjasama antar peternak lebah dan penyemprot; pada hari penyemprotan, penyemprot komunikasi dengan peternak lebah agar lebah ditahan di dalam sarang dan tidak keluar pada hari penyemprotan saja, yaitu dengan cara: lubang pintu stuf ditutup pada malam hari dan dibuka kembali

9

setelah penyemprotan selesai. Hal ini untuk menghindari lebah terkena semprotan anti hama.

d.

e.

f.

Dekat dengan sumber mata air, dalam radius jelajah lebah, maksimal radius 2 km.

Hindarkan dari lokasi yang kondisi anginnya kencang

Selama beberapa waktu pengembangan diusahakan dapat berproduksi baik : madu, pollen, lilin keluarga lebah dll.

g.

Kotak stuf lebah (Hive) harus terkena sinar matahari atau tidak terlalu teduh untuk menghindari kebusukan larva lebah.

3. Tersedianya peralatan ternak lebah antara lain : h. i.
3. Tersedianya peralatan ternak lebah antara lain :
h.
i.

Lokasi dijauhkan dari sumber bau menyengat, misalnya kandang ternak (babi, kerbau, kambing, ayam, dll).

Lokasi terhindar dari predator pemakan lebah yang ekstrim, yaitu: capung, burung walet, burung raja udang (Halcyon sp.)

o Masker (the veil) o Pakaian kerja dan sarung tangan (the bee suit and gloves) o Pengasap (the smoker) o Penyekat ratu (Queen excluder) o Sangkar ratu (the Queen cage) o Sapu dan sikat (the broom and the brush) o Tempat makan (the feeder) o Pondamen sarang o Alat-alat kecil (the hive-tools). Yaitu terdiri dari: pisau, martil, obeng, skrap. o Sisiran grafting (calon ratu) o Pollen trap o Pisau pengupas tutup sel madu (the uncapping knife) o Ekstraktor madu (the honey ekxtractor) o Kotak sisiran (the comb-box)

  • 4. Tersedianya bahan yang diperlukan, yaitu keluarga lebah.

10

5. Proses pembuatan stuf lebah (Hive) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan stuf lebah sebagai tempat sarangnya, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a.

Ukuran kotak : p x l x t : 40 x 30 x 20 cm,

5. Proses pembuatan stuf lebah ( Hive ) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan
Ukuran tutup : dilebihkan p x l – nya 3 cm, b. c.
Ukuran tutup : dilebihkan p x l – nya 3 cm,
b.
c.
Ukuran tutup : dilebihkan p x l – nya 3 cm, b. c.

Ukuran sisiran : tinggi dikurangi 3 cm dari tinggi isi kotak, lebar 3 cm. sisiran juga menggunakan kawat halus sebagai perlekatan malam (lilin sarang lebah). Berikut contoh gambarnya :

5. Proses pembuatan stuf lebah ( Hive ) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan
5. Proses pembuatan stuf lebah ( Hive ) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan
5. Proses pembuatan stuf lebah ( Hive ) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan
5. Proses pembuatan stuf lebah ( Hive ) Untuk memulai beternak lebah madu, sebaiknya perlu dipersiapkan

11

6. Bibit lebah a. Bibit lebah yang akan dikembangan harus dalam keadaan baik dan sehat saat tidak terserang penyakit b. Lebah, harus dalam keadaan sehat, sudah kawin tidak cacat, tidak terlalu tua. c. Bibit lebah madu dapat dari jenis unggul atau jenis local (Apis Millefera jenis unggul dan Apis Cerana Jenis Lokal)

h. Jengkol k. j. 1. Tanaman Perkebunan 2. Tanaman Pertanian e. Jambu bol, air b. Kacang
h. Jengkol
k.
j.
1. Tanaman Perkebunan
2. Tanaman Pertanian
e. Jambu bol, air
b. Kacang tanah
c. Kedelai
a. Jagung
n.
g. belimbing
f. Jeruk
d. Durian
c. Rambutan
b. Mangga
a. Kelapa
Tomat
Petai Cina
Kapuk
Labu
Lombok
Dsb
Apel
Kayu manis
m. Kopi
I.
Salam
Karet
i.
h.
g.
f.
p.
o.

Memindahkan koloni lebah adalah dengan memindahkan ratu dengan hati-hati dari kotak lama ke kotak baru, memakai pakaian pengaman masker dan sarung tangan. Ratu dikurung di dalam kandang kemudian sisiran lama dikerat dan dilekatkan pada sisiran baru yang dibuat. Kemudian ratu dimasukkan ke dalam kotak baru. Keluarga lebah yang lain akan mengikuti sendirinya. Tutup pintu kotak stuf lebah (Hive) dengan daun.

B. Tanaman Pakan Lebah

Tanaman pakan lebah yang sering dikunjungi dan disenangi lebah madu meliputi :

12

d. Meranti Bayur Bungur Padi Mentimun Hujan mas Putri malu Dsb d. Lokasinya kaya akan tanaman
d.
Meranti
Bayur
Bungur
Padi
Mentimun
Hujan mas
Putri malu
Dsb
d.
Lokasinya kaya akan tanaman pakan lebah berupa bunga
yang banyak dengan mengandung nektar dan tepung sari
sebagai makanan pokok lebah,
Lokasinya kaya akan air bersih untuk hidup lebah dan
sumber pakan harus dapat terjangkau oleh radius terbang
lebah, kurang lebih 1½ Km.
C. Pelaksanaan Pemeliharaan
Mahoni
d.
b.
b.
b.
f.
e.
e.
a.
a.
a.
c.
c.
Kacang–kacangan
e.
l.
k.
j.
i.
h.
g.
j.
i.
1. Tehnik Pemeliharaan
Menentukan lokasi beternak lebah madu meliputi :
4. Tanaman Rumputan
3. Tanaman Hutan
f.
Bunga Matahari
Kumis Kucing
Dsb
Kaliandra
Enau
Rotan
Damar
Sonokeling
Dsb
Pare
Akasia
Sengon

c.

Lokasinya dekat dengan sarana transportasi jalan, jauh dari gangguan manusia dan keramaian, terlindung dari kencangnya angin dan teriknya matahari, serta banjir. Penyusunan stuf lebah (Hive) di letakan di atas standar kayu yang tingginya diusahakan tidak terjangkau oleh loncatan katak/kodok.

  • 2. Perlakuan terhadap keluarga lebah

13

a.

Perlakuan terhadap keluarga lebah harus sabar, teliti dan serius

b.

c.

Setelah stuf lebah (Hive) di tempatkan pada lokasi yang telah di tentukan, janganlah di geser-geser.

Apabila keluarga lebah tersebut baru di tempatkan, janganlah di ganggu dalam waktu 3 hari, andai sampai terganggu, ratu lebah dapat terlukai oleh lebah-lebah pekerja.

Sebagaimana biasa keluarga lebah yang baru di pindahkan, janganlah selalu di periksa, cukup diperhatikan dari luar
Sebagaimana biasa keluarga lebah yang baru di
pindahkan, janganlah selalu di periksa, cukup diperhatikan
dari luar kegiatannya.
3. Memeriksa keluarga lebah
Memeriksa keluarga lebah hendaknya mempunyai tujuan
yang jelas, jadi tidak boleh hanya iseng atau karena
permintaan seseorang yang hanya ingin melihat-lihat ratu
Peternak berdiri di samping kiri peti/stuf lebah dengan
smoker/pengasapan pengukit dan sikat lebah yang siap di
pakai atau dipergunakan
Seorang peternak hendaknya siap dengan peralatan
pokok, antara lain : masker, topi, smoker, sikat lebah
pengukit, palu/hipstul
Periksalah keluarga lebah pada pagi hari atau sore hari,
dan jangan memeriksa lebah pada waktu hujan atau pada
malam hari.
lebah misalnya, oleh karena itu pada saat memeriksa ratu
lebah agar diperhatikan :
Pada waktu memeriksa, pertama harus hati-hati dan
periksalah ratu lebah dengan teliti serta keadaan sarang.
d.
b.
f.
e.
a.

c.

d.

Bukalah tutup stuf lebah (Hive) dengan hati-hati, semburkan asap dengan smoker sedikitsedikit saja jangan sampai berlebihan guna menghindari dari serangan lebah

Jika memeriksa stuf lebah (Hive) maka periksalah sisiran sarang yang paling tepi satu persatu sampai selesai semua sisiran diperiksa.

14

e.

f.

Periksalah sisiran sarang dengan cermat, teliti dan cepat saat memeriksa, angkatlah sisiran sarang dengan posisinya di atas peti lebah, sehingga apabila ratunya terjatuh tepat pada keluarga lebah yang kita periksa

Andai kita mencari ratu lebah belum ketemu maka cukup memeriksa telur yang masih baru, dan bila banyak telur baru, pertanda ratu masih tetap ada

Kumbang (makan lebah yang sudah dewasa) i. c. a. e. g. h. b. d. Teliti tiap
Kumbang (makan lebah yang sudah dewasa)
i.
c.
a.
e.
g.
h.
b.
d.
Teliti tiap sisiran sarang ada makanan atau tidak
(nektar/madu dan tepung sari bunga/Pollen)
Katak/kodok (makan lebah dewasa pada malam hari)
Kadal sering masuk kedalam peti/stuf (memakan lebah
dewasa dan lebah madu)
Apabila keluarga lebah yang kita periksa terlihat marah,
maka berilah beberapa kali semburan asap untuk
menghalaunya.
Kutu lebah yang menggangu keaktifan lebah, terutama
lebah dewasa karena kutu lebah menyerang lebah dan
terdapat pada bagian tengkuk atau leher
Semut, cecak, kecoa, (makan larva, madu, pollen)
mengakibatkan lebah marah sehingga terjadi
hijrah/minggat
4. Gangguan keluarga lebah
Gangguan terhadap keluarga lebah sering terjadi yang
berasal dari binatang seperti :
Jika terdapat banyak Queen cell (sel calon ratu) maka
berarti ratu lebah sudah tua, dan jika masih terdapat ratu,
dan Queen Cell cukup banyak ada kemungkinan akan
memecahkan koloni baru

f.

Ulat sarang yang selalu merusak sarang sehingga sarang yang sudah terkena ulat tidak dapat dipergunakan lagi dan sarang tersebut harus dibakar atau dibuang, bila sarang lebah sudah terkena ulat maka keluarga lebah akan pergi/hijrah

15

g.

h.

Kupu-kupu yang sering masuk ke dalam peti/stuf lebah dan mengganggu ketenangan keluarga lebah, serta memakan madu, pollen, dan larva

Sekali- kali terjadi ganguan dari orang orang tertentu yang sengaja iseng atau gangguan binatang buas seperti beruang

5. Cara mengatatasi gangguan keluarga lebah antara lain :

a.

Perhatikan kebersihan dalam stuf/peti lebah dari sisa sisa makanan yang berupa pollen yang jatuh, lilin lebah tutup cell serta perhatikan kebersihan sekitar stuf/peti

d. b. c.
d.
b.
c.

Letakan peti/stuf lebah pada standar besi/kayu yang tinggi agar sulit terjangkau oleh loncatan katak/kodok atau dapat juga di gantung

Usahakan kaki standar diberi alas kaleng yang berisi air atau kaki bagian atas dapat diolesi dengan oli, pasilin, untuk menghindari semut, kecoa, cecak

Untuk mengatasi kutu lebah, siapkan kapur barus, belerang dan karton ukuranya sama dengan pondasi stuf/peti (ukura karton) cara penggunaan sebagai berikut :

“Geruslah kapur dan belerang sampai halus, setelah halus taburkan pada karton yang telah kita siapkan sampai rata ukuran karton, ukuran serbuk rata-rata satu sendok per- karton setelah itu masukan kedalam stuf/peti pengobatan dilakukan pada malam hari pada saat lebah sedang istirahat selang kurang lebih 3 jam, ambillah karton tersebut dan dapat di lihat kutu-kutu lebah berada pada karton karena pengaruh uap/aroma belerang dan kapur “. Lakukan pengobatan tersebut selama 3-4 kali berturut- turut.

e.

Untuk mengatasi ulat sarang, sarang telah terserang ulat hendaknya jangan di pergunkan lagi harus musnahkan melalui di bakar sehingga tidak merusak sarang sarang lainya yang masih baik dan utuh, faktorfaktor kebersihan ketelitian dan kecermatan sangat mendukung kebersihan beternak lebah madu

16

  • D. Produk-produk Beternak Lebah Madu Produk ternak lebah madu secara garis besar dapat di bagi menjadi 2 yaitu :

    • 1. Produk langsung

a. Yang akan kami jelaskan di sini adalah terutanam pemanenan madu lilin/malam lebah, karena hal tersebut
a.
Yang akan kami jelaskan di sini adalah terutanam pemanenan
madu lilin/malam lebah, karena hal tersebut sangat mudah dan
praktis serta dapat dilakukan oleh siapa saja.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
Meningkatkan hasil pertanian/perkebunan karena lebah
madu salah satu serangga pollinator
b.
c.
d.
e.
f.
g.
a.
Meningkatkan gizi keluarga
1. Pemanenan Madu
Ratu lebah
Dan lain-lain
E. Pemanfaatan Hasil
Lilin/malam lebah
Vannin/racun lebah
2. Produk tak langsung antara lain :
Dapat menyerap tenaga kerja
Madu
Sebagai lapangan kerja baru
Membantu pelestarian lingkungan
Tepung sari bunga/pollen
Royal jelly/susu lebah
Propolis/zat perekat
Dalam pemanenan madu perlu di perhatikan beberapa
hal antara lain :
Sebagi sumber pendapatan baru bagi seorang peternak
lebah

Madu yang akan di panen sudah cukup tua/matang yang ditandai bila madu dalam sel sarang sudah tertutup oleh lilin/malam lebah, berarti madu tersebut sudah tua/matang siap di panen.

17

Untuk menjaga mutu dan kebersihan madu dari kotoran saat pemanenan sebaiknya menggunakan alat extrator

Waktu pemanenan madu sebaiknya di lakukan pada pagi hari antara pukul 07.00-11.00, atau sore hari antara pukul 16.00-17.30 sedangkang yang paling baik pemanenan dilakukan pada pagi hari

 c. b.             Extractor
c.
b.
Extractor
Pemanenan madu dapat dilakukan satu kali dalam
sebulan (khusus Apis cerana ) sedangkan Apis milifiera
dapat dilakukan 1-2 kali setiap bulan tergantung pada
kondisi bunga (pakan lebah) yang tersedia di
sekelilingnya
Pilihlah sisiran sarang yang paling pinggir dari suatu
keluarga lebah biasanya pada musim madu, sisiran
tersebut penuh dengan madu sehingga siap di panen.
Sisiran-sisiran sarang yang paling baik untuk di panen,
yaitu sisiran sarang yang sel madunya telah tertutup
lilin lebah 2/3 bagian
Pengungkit/have tool
Peti/stuf/ kotak kososng
Pengasapan/smoker
Pisau pengupas sel madu
Masker dan topi
Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan antara lain :
Cara kerja pemanenan meliputi
Saringan madu
Sarung tangan
Sikat lebah
Ember

Bukalah peti/stuf keluarga lebah dengan hati hati

yang akan di panen madunya

Asapilah keluarga lebah dengan smoker/pengasap perlahan-lahan agar agar lebah-lebah tersebut masuk kedalam stuf/peti sehingga suasana lebah tenang

18

Angkatlah dengan pengungkit sisiran demi sisiran yang sudah di pilih dan penuh dengan serta amatilah dengan teliti lebah ratunya pada sisiran yang terangkat tersebut ada atau tidak

Sikatlah sisiran yang akan dipanen madunya untuk untuk menghalau lebah-lebah yang terdapat pada sisiran lakukanlah dengan hati-hati dan jangan sampai menimbulkan gaduh pada keluarga lebah yang lain

Taruhlah sisiran-sisiran madu yang sudah bebas dari lebah ke dalam stuf kosong dan jauhkan dari stuf/peti keluarga lebah

   

Sisiran yang tertutup lilin harus di kirat/kupas dengan pisau mengupas sel madu yang telah kita siapkan masukan sisiran madu yang telah terkupas lilinya kedalam extraxtor dan putarlah dengan hati-hati jangan terlalu kencang, karena putaran tersebut madu yang berada dalam sel akan keluar dan terapung kedalam extractor

Jika madu dalam sel sisiran sudah keluar maka sisiran tersebut diangkat dan diperiksa, bila sisiran sarang masih di dalam keadaan baik masih bisa dapat gunakan lagi tinggal masukan kedalam keluarga

Setelah madu dalam extractor cukup banyak barulah kita saring dan tuangkan kedalam continer/jerigen

Bekas keratin/kupasan set tutup madu dapat dapat di kumpulkan untuk di cetak di buat lilin dan merupakan lilin lebah/malam lebah yang paling baik dan berkuwalitas. Jika terpaksa tidak menggunakan extractor maka sisiran sarang yang penuh dengan madu dapat langsung di peras/press kemudian di saring dengan baik. Apabila dengan sistem di peras/press usahakan sisiran sarang yang penuh larva harus harus di pisahkan jangan jangan diikuti peras/press.

d. Pemrosesan Madu Madu hasil panen setelah di saring siap untuk dikonsumsi langsung dan dapat juga langsung dibotolkan asal sewaktu

19

 2. Pemanenan lilin lebah/malam lebah saringan kasar Peralatan dan perlengkpan yang diperlukan antara lain :
2. Pemanenan lilin lebah/malam lebah
saringan kasar
Peralatan dan perlengkpan yang diperlukan antara lain :
Berbagai cara untuk memperoleh lilin lebah/malam lebah
antara lain :
Lilin lebah/malam lebah yang berasal dari tutup sel
madu warnanya putih gading, dan merupakan lilin
lebah/malam lebah yang terbaik
Lilin lebah/malam lebah yang terdapat pada sisiran
sarang yang sudah tua atau rusak juga dapat di panen,
namun lilin lebah yang dihasilkan dengan caranya
mutunya sangat rendah
Dengan sengaja memasang bingkai sisiran kosong pada
waktu musim madu, sebelum sel-sel tersebut diisi
telur sarangnya dapat depan, lilin lebah yang
dihasilkan dengan cara ini merupakan lilin
lebah/malam lebah
pemanenan sisa sarang betul-betul bersih bebas dari
bekas potongan lilin/malam lebah, larva harus dipisahkan
jangan diikuti diperas/dipress. Jika dalam madu asli
pemanen masih banyak terdapat lilin lebah, bekas sisiran
serta madu banyak mengandung busa, maka sebelum di
botolkan hendaknya terlebih dahulu dengan panas
maksimal 40 0 C, agar lilin lebah tersebut mengapung dan
busanya berkurang setelah dingin barulah disaring
kembali langsung dapat di botolkan. Sebelum madu
dibotolkan dapat diendapkan lebih dahulu pada container
pembotlan selama beberapa hari dalam keadaan bersih
dan sudah melalui penyaringan selanjutnya siap untuk di
botolkan. Setelah dibotolkan barulah dikemas dalam dus
kotak dan siap untuk dipasarkan
a.
b.
Cetakan
Ember berisi air
Kompor
Panci

20

c. Proses pengambilan Dalam proses pengambilan lilin lebah ini atau sarang sisa- sisa peras/press langsung dapat diproses. Proses pemisahan lilin lebah dari kotoran sebagai berikut :

Bekas sisiran sarang yang sudah tua/rusak atau bekas tutup sel madunya tersebut dipanaskan dalam panci

Sebelum di panaskan panci di isi air 1/3 bagian selanjutnya di masak sampai mendidih

Setelah mendidih sarang-sarang bekas dimasukan kedalam panci yang berisi air mendidih, selang beberapa saat sarang-sarang tersebut
Setelah mendidih sarang-sarang bekas dimasukan
kedalam panci yang berisi air mendidih, selang
beberapa saat sarang-sarang tersebut akan mencair
bercampur dengan air
Setelah mencair semua angkatlah panci tersebut untuk
didinginkan, untuk memudahkan pendinginan panci
dimasukan kedalam ember yang berisi air dingin
Dalam tempo sesaat akan terlihat hasilnya berupa lilin
lebah yang berada dibagian atas pada panci (karena
berat dimensi (BD) lilin lebih kurang dari 1 )
Setelah dingin akan di dapatkan hasil sebagi berikut :
- 1/3 bagian bawah kotoran
- 1/3 bagian atas lilin lebah
- 1/3 bagian tengah air

21

3 Penyakit dan Hama Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah sub tropis/daerah

3

Penyakit dan Hama Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah sub tropis/daerah beriklim
Penyakit dan Hama
Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan
dengan daerah sub tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis
merupakan penghalang terjalarnya penyakit lebah.
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:
Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran
menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.
Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga
menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.
Semut, membangun sarang dalam stuf dan merampas
makanan lebah.
Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan
Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.
Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama
yang dilakukan oleh burung.
A. Hama Penyakit
B.
4.
3.
5.
2.
1.

Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu adalah:

1.

2.

Pembersihan stuf setiap hari.

Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.

3.

Kaki-kaki stuf harus diberi air untuk mencegah serangan semut.

4.

Pintu masuk dibuat seukuran lebah.

22

4 2 buah /peserta 20 skrap sisir /peserta 19 sisiran calon ratu (grafting) buah /peserta 18

4

2 buah /peserta 20 skrap sisir /peserta 19 sisiran calon ratu (grafting) buah /peserta 18 Sikat
2
buah
/peserta
20 skrap
sisir
/peserta
19 sisiran calon ratu (grafting)
buah
/peserta
18 Sikat kuas cat
lembar
21 tempat pakan
17 Seng plat
buah
/kotak
16 pondamen sarang
buah
/peserta
15 pisau cutter
lembar
4
1
TOTAL
NO
HARGA
HARGA
VOL
SAT
PEKERJAAN
Rancangan Anggaran Biaya
Beternak Lebah Madu
buah
14 Papan
24 ekstraktor madu
batang
4
23 Buroti 1x1
lembar
2
22 Triplek
buah
/kotak
4 Insektisida Mavrik
7 Lat asbes
meter
6
6 Kawat kasa
Kg
1
5 Kawat halus
paket
1
4
buah
6
3 Goni jerami
buah
1
2 ekstraktor madu
batang
4
1 Buroti 1x1
botol
Kg
0.5
13 Paku 3/4 inchi
Kg
1.5
12 Paku 2 inchi
Kg
1
11 Paku 1 inchi
Jumlah biaya produksi
/peserta
10 Minyak kayu putih
buah
/peserta
9 masker
buah
/peserta
8 martil
batang

23

Penutup

Budidaya lebah madu merupakan kegiatan yang sangat ideal dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP). karena dengan masyarakat desa dapat membudidayakan lebah madu, tentunya secara ekonomi akan terjadi peningkatan dalam penghasilannya dan secara ekologis, budidaya lebah madu sangat menguntungkan bagi tanaman, karena lebah madu dapat membantu penyerbukan tanaman di sekitarnya.

bermanfaat Semoga 1996). dapat modul bagi ini
bermanfaat
Semoga
1996).
dapat
modul
bagi
ini

Dengan demikian, budidaya lebah madu akan dapat meningkatkan produksi pertanian, sekaligus dapat mengurangi serangan hama, seperti : semut atau lalat maupun kumbang lain yang dapat merusak bunga dan buah tanaman (Warisno,

para

pembacanya dan menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan perekonomian dan berpihak kepada lingkungan.

24

Daftar Pustaka

1.

2.

Sudharto, 2003, Teknis Beternak Lebah Madu Apis Cerana, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung

Barita, 2011, Beternak Lebah Modern, Materi Pelatihan Lebah Madu

3. 15. 14. 13. 12. 11. 10. 9. 8. 7. 6. 5. 4. DR. A. Rusfidra_
3.
15.
14.
13.
12.
11.
10.
9.
8.
7.
6.
5.
4.
DR. A. Rusfidra_ Aspek Biologi Lebah Madu,
Trubus 250, 1990, Petak Madu Uji Coba Untuk
Menghasilkan Madu Beraneka Rasa, Penebar Swadaya,
Jakarta.
Trubus 276, 1992, Beternak Lebah di Jerman, Penebar
Swadaya, Jakarta.
Pemasaran Madu Indonesia dihambat Kadar Air, Penebar
Swadaya, Jakarta.
Marhiyanto, B., 1999, Peluang Bisnis Beternak Lebah,
Gitamedia Press, Surabaya.
Trubus 273, 1992, Mutu Madu Indonesia Dibanding Impor,
Penebar Swadaya, Jakarta.
Yunus, M, Minarti, S. 1995, Aneka Tetnak, Universitas
Brawijaya, Malang.
Trubus 4, 1988, Manisnya Rupiah dari Madu Lebah,
Penebar Swadaya, Jakarta.
Sumoprastowo, RM, Suprapto Agus, R,. 1993, Beternak
Lebah Madu Modern, Bhratara, Jakarta.
Menggembala Lebah Ala Australia, Penebar Swadaya,
Jakarta.
Menghasilkan Madu Berkualitas Tinggi, Penebar Swadaya,
Jakarta.
http://budidayanews.blogspot.com
http://elzacky.wordpress.com/

25

26

26