Anda di halaman 1dari 28

ANATOMI & FISIOLOGI PANCA INDERA MANUSIA

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Semester I yang Diampu oleh Rodhi Hartono, S.Kp., Ns. M. Biomed dan Syamsul Arif, S.Kep., Ns. M. Biomed

DISUSUN OLEH
Cecilia Indri K Dwi Lismayanti Iwan Panji W Novian Indra N Rizky Kurniawan P.17420110003 P.17420110009 P.17420110015 P.17420110021 P.17420110027

JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG 2010 / 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt. atas rahmat dan hidayahNya, kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Anatomi & Fisiologi Panca Indera Manusia ini tanpa halangan suatu apa pun. Dalam makalah ini, kami akan memaparkan tentang anatomi berikut fisiologi dari panca indera manusia yang meliputi indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera peraba dan indera pengecap. Kami menyadari, penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, antara lain: 1. Bapak Rodhi Hartono selaku Koordinator MK Anatomi Fisiologi 2. Bapak Rodhi Hartono dan Bapak Syamsul Arif selaku pengampu Mata Kuliah Anatomi Fisiologi 3. Segenap tim penyusun makalah 4. Pihak-pihak lain yang telah mendukung terselesaikannya makalah Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari pihak-pihak tersebut. Kami menyadari bahwa dalam penulisan serta penyusunan makalah ini mungkin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas kekurangan tersebut dan besar harapan kami untuk mendapat kritik berikut saran mengenai kekurangan tersebut.

Semarang, 23 November 2010

Penyusun Makalah

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR .............................................................................................. 2 DAFTAR ISI............................................................................................................. 3 BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 5 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................ 5 1.3 Tujuan .................................................................................................................. 5 1.4 Manfaat ................................................................................................................ 5 BAB II PANCA INDRA ....................................................................................................... 6 2.1 Pengertian Panca Indra ........................................................................................ 6 2.2 Jenis-jenis Panca Indra ......................................................................................... 7 2.3 Indra Penglihatan (Mata) ..................................................................................... 7 2.4 Indra Penciuman (Hidung) ................................................................................... 11 2.5 Indra Pendengaran (Telinga) ................................................................................ 13 2.6 Indra Pengecap (Lidah) ........................................................................................ 17 2.7 Indra Peraba (Kulit) ............................................................................................. 21 BAB III KESIMPULAN ........................................................................................................ 27 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 28

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Panca indera pada manusia merupakan sekumpulan reseptor tertentu yang terlokalisasi dan merupakan paling ujung yang dapat menerima rangsanganrangsangan (stimulus) dari lingkungan untuk direspon oleh tubuh (efektor). Terdapat lima indera pada manusia yaitu indera penglihat, indera pendengar, indera peraba, indera pembau dan indera pengecap. Anatomi berikut mekanisme (fisiologi) dari masing-masing indera tersebut patut diketahui supaya kita dapat mengetahuinya secara lebih rinci.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah mengenai anatomi dan fisiologi panca indera manusia adalah sebagai berikut: 1.2.1 Apa yang dimaksud dengan panca indra? 1.2.2 Apa sajakah yang termasuk dalam panca indra? 1.2.3 Bagaimana anatomi dan fisiologi indra penglihatan? 1.2.4 Bagaimana anatomi dan fisiologi indra penciuman? 1.2.5 Bagaimana anatomi dan fisiologi indra pendengaran? 1.2.6 Bagaimana anatomi dan fisiologi indra pengecap? 1.2.7 Bagaimana anatomi dan fisiologi indra peraba? 1.3 Tujuan 1.3.1 Menjelaskan apa yang dimaksud dengan panca indra 1.3.2 Menjelaskan apa saja yang termasuk dalam panca indra
4

1.3.3 Menjelaskan anatomi dan fisiologi indra penglihatan 1.3.4 Menjelaskan anatomi dan fisiologi indra penciuman 1.3.5 Menjelaskan anatomi dan fisiologi indra pendengaran 1.3.6 Menjelaskan anatomi dan fisiologi indra pengecap 1.3.7 Menjelaskan anatomi dan fisiologi indra peraba 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini adalah: 1. Pembaca dapat mengerti definisi panca indera manusia 2. Pembaca dapat memahami anatomi mau pun fisiologi dari panca indera manusia yang terdiri dari indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera peraba dan indera pengecap

BAB II PANCA INDRA

2.1 Pengertian Panca Indera Organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan tertentu. Serabut saraf yang melayaninya meruoakan alat perantara yang membawa kesan rasa (sensory impressios) dari organ indra menuju otak dimana perasaan ini ditafsirkan. Beberapa kesan timbul dari luar seperti sentuhan, pengecapan, penglihatan, penciuman dan suara. Ada hal-hal kesan yang timbul dari dalam antara lain, lapar, haus dan rasa sakit. Dalam segala hal serabut saraf sensorik dilengkapi dengan ujung akhir khusus mengumpulkan rangsangan yang khas dimana setiap organ berhubungan. Sistem indra memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indra dengan sistem saraf pusat. Organ indra adalah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. Setiap oragn indra menerima stimulus tertentu kesan yang sesuai sebagai system organ indra hanya mampu menerima stimulus, menghasilkan dan mengirim impuls saraf, interprestasi dari pada segala organ indra dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: organ indra umum seperti reseptor raba terbesar diseluruh tubuh dan organ indra khusus seperti puting mengecap penyebarannya terbatas pada lidah.

2.2 Jenis Jenis Panca Indra Yang termasuk dalam 5 indra manusia adalah : 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.2.5 Indra penglihatan Indra penciuman Indra pendengaran Indra perasa Indra peraba

2.3 Indra Penglihatan (Mata)

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual. Organ mata manusia Organ luar

Bulu mata Alis mata Kelopak mata

Organ dalam Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:

Kornea Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.

Pupil dan Iris/Selaput Pelangi Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.

Lensa mata Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.

Retina/Selaput Jala Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.

Saraf optik Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

Penyakit mata

Miopi Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.

Hipermetropi Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata.

Presbiopi Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Biasa terjadi pada lansia.

Kerabunan dan kebutaan Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf Braille.

Buta warna Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.

Katarak Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).

Mata majemuk Mata majemuk ditemukan di antara arthropoda (kerabat serangga), dan terdiri dari banyak sisi sederhana yang putus berpiksel citra (tak ada tampilan lipat ganda seperti yang sering dipercaya). Deteksi penyakit melalui kelainan mata == Penyakit lain juga dapat dideteksi melalui mata dengan tanda-tanda sebagai berikut

Mata menonjol dapat berarti kelainan kelenjar gondok, kanker darah, tumor yang berasal dari organ lain seperti paru, payudara, kelenjar getah bening. Kadang-kadang disertai engan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita mengeluh berpenglihatan ganda.

Kelainan kelopak mata:


o o

Kelopak mata menurun (kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis). Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor).

o o o

Kelopak mata bengkak (ginjal, jantung, alergi, dan sinusitis). Kelopak mata tidak dapat berkedip (lepra). Kelopak mata berkedip secara berlebihan (kelainan saraf/ otak).

10

Mata juling (gangguan saraf/otak, stroke, kencing manis, tumor, dan gondok) Mata merah
o

tanpa nyeri (cacingan, TBC, alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor)

dengan nyeri hebat (rematik, sifilis, sarkoidosis, lupus (penyakit), kencing manis (kadang kadang mata nyeri saat dibuka diwaktu bangun)

disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan vitamin A).

Lingkaran putih disekeliling kornea pada usia muda (tingginya kolesterol). Katarak pada usia dini (dibawah usia 61 tahun) menandakan kencing manis. Ibu hamil yang selama masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya lahir dengan katarak

2.4 Indra Penciuman (Hidung)

11

Hidung disusun oleh jaringan epitel olfaktori dan sel-sel reseptor olfaktori yang terdapat di rongga hidung bagian atas. Sensasi yang kita sebut rasa pada kenyataannya adalah bau. Pada saat kita mengunyah bawang atai apel, uap atau gas masuk ke bagian dalam hidung yang terbuka. Gas tersebut akan mengenai ujung saraf pembau sehingga kita dapt merasakan adanya rasa bawang atau apel.

Bau dihasilkan dari rangsang kimia yang berupa gas. Gas masuk ke dalam rongga hidung, berdifusi ke dalam lapisan mukus lalu berikatan dengan reseptor pada dendrit. Gas tersebut akan merangsang sel-sel olfaktori sehingga impuls dari saraf olfaktori bergerak menuju ke otak. Impuls tersebut akan diiterpresentasikan sebagai bau.

Kita dapat mencium bau dengan baik menggunakan hidung. Coba rasakan ketika Anda terserang penyakit pilek. Saat terserang penyakit pilek, hidung kita agak sulit mencium bau-bau yang ada. Hidung terlindung dari lapisan tulang rawan dan bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau. Ketika

12

seseorang menderita sakit pilek, maka makanan terasa hambar rasanya dan kita tidak dapat mencermati bau dengan baik. Inilah bukti bahwa antara organ pembau dengan pencium saling bekerja dengan baik. Aroma makanan yang berada di rongga dalam hidung tidak dapat tercium karena serabut saraf di situ tertutup oleh lendir pilek.

Kita merasakan bau buah apel berbeda dengan jeruk dan pepaya karena adanya organ pembau. Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir yang mengandung selsel pembau. Pada sel-sel pembau terdapat ujung-ujung saraf pembau atau saraf kranial (nervus alfaktorius), yang selanjutnya akan bergabung membentuk serabut-serabut saraf pembau untuk menjalin dengan serabut-serabut otak (bulbus alfaktorius).

2.5 Indra Pendengaran (Telinga)

Indera Pendengar, Telinga, Telinga dalam, Telinga luar, TElinga tengah

Struktur Telinga

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang saraf,
13

yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

1. Telinga Luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus). Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit, daun telinga kaku tetapi juga lentur.

Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

2. Telinga Tengah

Teling tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam. Ketiga tulang tersebut adalah: 1. Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga) 2. Inkus (menghugungkan maleus dan stapes) 3. Stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam). Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.

14

Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil: 1. Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel) 2. Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan jendela oval.

Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan. Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara.

Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

3. Telinga Dalam

Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terjdiri dari 2 bagian utama: 1. Koklea (organ pendengaran) 2. Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).

15

Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ Corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak.

Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut. Jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali. Jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran.

KERUSAKAN YANG SERING MUNCUL a. Tuli saraf: disebabkan oleh kerusakan saraf auditori atau kerusakan pusat pendengaran di otak. b. Tuli konduksi: disebabkan oleh kekakuan hubungan antara sanggurdi dengan fenestra ovalis, penyumbatan saluran telinga luar, penebalan atau kerusakan membran timpani, dan mungkin karena ada pengapuran atau kerusakan tulang-tulang pendengaran

Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan. Setiap gerakan kepala menyebabkan ciaran di dalam saluran bergerak. Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran

16

lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala.

Saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan. Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan.

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.

Jadi Telinga itu tersusun atas Bagian-bagian telinga. 1. Telinga luar, terdiri atas daun telinga, saluran/lubang telinga, rambut-rambut halus, kelenjar minyak, dan membran tymphani 2. Telinga tengah, terdiri atas saluran Eustachius, jendela oval, jendela bundar, dan 3 tulang pendengaran, yaitu martil/maleus, landasan/incus dan sanggurdi/stapes. 3. Telinga dalam, terdiri atas koklea/rumah siput, 3 saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus. 2.6 Indra Pengecap (Lidah) Lidah adalah organ pengecap, pada lidah terdapat reseptor untuk rasa. Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor. Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap(taste buds).

17

Pengecapan merupakan fungsi utama dari taste buds, indera penciuman ikut berperan membantu dalam persepsi pengecapan. Indera pengecapan memungkinkan kita merasakan tekstur makanan lembut atau kasar, zat-zat yang terkandung dalam makanan, serta rasa makanan itu sendiri. Makna pentingnya adalah bahwa pengecapan memungkinkan manusia memilih makanan sesuai keinginannya.

Sensasi pengecapan terjadi karena rangsangan terhadap berbagai reseptor pengecapan, ada sedikitnya 13 reseptor kimia yang ada pada sel-sel pengecapan, antara lain: 2 reseptor natrium,2 reseptor kalium, 1 reseptor klorida,1 resptor adenosine,1 reseptor inosin, 1 reseptor manis, 1 reseptor pahit,1 reseptor glutamate, dan 1 reseptor ion hydrogen.

Kemampuan reseptor tersebut dikumpulkan menjadi 5 kategori umum : asam, asin, manis, pahit dan umami disebut sensasi pengecapan utama.

1. Rasa asam, disebabkan oleh asam karena konsentrasi ion hydrogen 2. Rasa Asin, dihasilkan oleh garam yang terionisasi,karena konsentrasi Na 3. Rasa manis, dibentuk oleh beberapa zat kimia organic ( gula,glikol,alcohol,aldehide,keton,amida,ester,asam amino, protein,asam sulfonat,asam halogenasi ), dan garam anorganik dari timah dan berilium. 4. Rasa Pahit, juga tidak dibentuk oleh satu zat kimia, zat pembentuk rasa manis bila terjadi perubahan pada struktur kimianya dapat menjadi pahit. Rasa pahit juga dapat mengindikasi bahwa makanan tersebut mengandung toxin atau beracun. 5. Rasa Umami (bhs.Jepang), artinya lezat, untuk menyatakan rasa kecap yang menyenangkan secara kualitatif. Rasa ini dominant ditemukan pada L-glutamat ( trdpt pada ekstrak daging dan keju).

Kuncup-kuncup pengecap ini ada yang tersebar dan ada pula yang berkelompok

18

dalam tonjolan-tonjolan epitel yang disebut papila. Terdapat empat macam papila lidah:

1. Papila foliate, pada pangkal lidah bagian lateral/samping 2. Papila fungiformis, pada bagian anterior/depan . 3. Papila sirkumfalata, melintang pada pangkal lidah. Ketiga papila di atas mengandung kuncup pengecap, dan 4. Papila Filiformis, terdapat pada bagian posterior. Pada foliate tidak terdapat kuncup-kuncup pengecap.

Kuncup Pengecap

Setiap kuncup pengecap terdiri dari dua macam sel, yaitu sel pengecap dan sel penunjang, pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatori) yang memanjang ke lubang pengecap. Zat-zat kimia dari makanan yang kita makan, mencapai kuncup

19

pengecap melalui lubang-lubang pengecap (taste pores).

Pada lidah reseptor-reseptor yang sensitif terhadap rasa manis terdapat pada ujung lidah, sedangkan untuk rasa masam terdapat pada bagian kanan dan kiri lidah. Pangkal lidah sensitif untuk rasa pahit dan bagian samping depan sensitif terhadap rasa asin. Mekanisme terjadinya pembentukan impuls makanan digambarkan pada bagan di bawah ini :

20

Skema Pembentukan Impuls Saraf Pada Papilla Pengecap

2.7 Indra Peraba (Kulit)

Alat indera peraba manusia adalah kulit. Kulit merupakan lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga, lubang-lubang masuk. Pada permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa.

21

Luas kulit pada orang dewasa sekitar 1.5 m2 dan beratnya sekitar 15% dari berat badan secara keseluruhan. Karakteristik kulit diuraikan sebagai berikut: 1. Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan. 2. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan. 3. Luas : 1,50 1,75 m. 4. Tebal rata rata : 1,22mm. 5. Daerah yang paling tebal : 66 mm, pada telapak tangan dan t. kaki dan paling tipis : 0,5 mm.pada daerah penis. Kulit terdiri atas beberapa lapisan yang di setiap lapisannya memiliki fungsi berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian kulit: 2.6.1 Epidermis Tersusun atas epitelium berlapis dan terdiri atas sejumlah lapisan sel yang disusun atas dua lapis yang jelas tampak : selapis lapisan tanduk dan selapis zona germinalis. Bagian-bagian epidermis dapat dilihat dengan mikroskop. seperti pada gambar dibawah ini:
22

Tersusun atas epitelium berlapis dan terdiri atas sejumlah lapisan sel yang disusun atas dua lapis yang jelas tampak : selapis lapisan tanduk dan selapis zona germinalis.Lapisan epidermal. Lapisan tanduk terletak paling luar, dan tersusun atas tiga lapisan sel yang membentuk epidermis. Lapisan-lapisan kulit terdiri dari stratum korneum, stratum iusidum, tratum granulosum, zona germinalis, stratum spinosum/stratum akantosum dan stratum basal/germinativum.

2.6.2 Dermis Dermis atau Korium merupakan lapisan kedua dari kulit, batas dengan epidermis dilapisi oleh membran basalis dan di sebelah bawah berbatasan dengan subkutis tapi batas ini tidak jelas hanya kita ambil sebagai patokan ialah mulainya terdapat sel

23

lemak. Dermis terdiri dari 2 lapisan : Bagian atas, pars papilaris (stratum papilar). Bagian bawah, retikularis (stratum retikularis).

2.6.3 Subkutis Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. Subkutis terdiri dari kumpulan-kumpulan selsel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan serabut-serabut jaringan ikat dermis. sel lemak ini bentuknya bulat dengan intinya terdesak kepinggir, sehingga membentuk seperti cincin. Lapisan lemak ini disebut penikulus adiposus, yang tebalnya tidak sama pada tiap-tiap tempat dan juga pembagian antara laki-laki dan perempuan tidak sama. Fungsi penikulus adiposus adalah sebagai s pegas atau bila tekanan trauma mekanis yang menimpa pada kulit, isolator panas atau untuk mempertahankan suhu, penimbunan kalori, dan tambahan untuk kecantikan tubuh. Kulit juga seperti organ lain terdapat cabang-cabang saraf spinal dan permukaan yang terdiri dari saraf-saraf motorik dan saraf sensorik. Ujung saraf motorik berguna untuk menggerakkan sel-sel otot yang terdapat pada kulit,sedangkan saraf sensorik berguna untuk menerima rangsangan yang terdapat dari luar atau kulit.ujung saraf yang bebas untuk menerima rangsangan sakit/nyeri banyak terdapat di epidermis, yang mempunyai bentuk yang khas yang sudah merupakan suatu organ.

24

Kulit dalam tubuh manusia berperan dalam sistem integumentum memiliki fungsi secara umum sebagai berikut: 1. Melindungi tubuh terhadap luka,mekanis,kimia,dan termis karena epitelnya dengan bantuan sekret kelenjar memberikan perlindungan terhadap kulit. 2. Perlindungan terhadap mikroorganisme patogen. 3. Mempertahankan suhu tubuh dengan pertolongan sirkulasi darah. 4. Mengatur keseimbangan cairan melalui sirkulasi kelenjar. 5. Alat indra melalui persarafan sensorik dan tekanan temperatur dan nyeri. 6. Sebagai alat rangsangan rasa yang datang dari luar yang dibawa oleh saraf sensorik dan motorik ke otak. Sebagai alat indera peraba, rasa sentuhan di kulit disebabkan rangsangan pada ujung saraf,berbeda-beda menurut ujung saraf yang dirangsang; panas, dingin dan sakit ditimbulkan karena tekanan yang dalam dan rasa yang berat dari suatu benda misalnya mengenai otot dan tulang. Panca indera peraba terdapat pada kulit, disamping itu kulit juga sebagai pelepas panas yang ada pada tubuh, kulit menutupi dan berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga dan lubang-lubang.kulit mempunyai ujung-ujung saraf peraba yang menerima rangsangan dari luar diteruskan ke pusat saraf di otak. Sensasi kulit terdiri dari rasa raba, tekanan, panas, dingin dan rasa sakit. Reseptor-reseptor tersebar luas pada lapisan epitel dan jaringan ikat tubuh manusia.reseptor masing-masing berbeda yang terbanyak adalah reseptor rasa sakit, kemudian sensasi raba, dingin dan panas.reseptor yang terletak di lapisan epitel, ditemukan pada mukosa mulut dan traktus respiratorius untuk rasa raba dan rasa sakit, dan jaringan epitel gepeng berlapis-lapis pada bagian akar rambut. Reseptor yang terletak pada pada jaringan ikat sangat banyak terletak pada kulit di bawah lapisan mukosa disekitar sendi, pleura, endokardium, peritonium dan lain-lain. Rasa sentuhan yang disebabkan oleh rangsangan pada ujung saraf didalam

25

kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang dirangsang panas, dingin, sakit,semua perasaan yang berlainan. Di dalam kulit terdapat tempat-tempat tertentu yaitu tempat perabaan sensitif terhadap dingin dan sakit. Perasaan yang disebabkan tekanan yang sangat dalam dan rasa yang memungkinkan seseorang menetukan dan menilai berat suatu benda timbul pada struktur lebih dalam misalnya pada otot dan sendi.

26

BAB III KESIMPULAN

Panca indra terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Sistem indra memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indra dengan sistem saraf pusat. Organ indra adalah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf.

27

DAFTAR PUSTAKA
Pearce, C. Evelyn. 1993. Anatomi Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Syaifuddin.2006.Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan.Jakarta: Buku Kedokteran EGC Referensi tamabahan: http://id.wikipedia.org/wiki/Lidah http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping /Praweda/Biologi/0088%20Bio%202-10b.htm

28