Anda di halaman 1dari 9

Harry Ananda 0609 3010 0056 AGRICULTURAL ESTATE (HUTAN)

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman.

Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 Berdasarkan letak geografisnya:


hutan tropika, yakni hutan-hutan di daerah khatulistiwa hutan temperate, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis lintang 23,5 - 66). hutan boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub.

Berdasarkan sifat-sifat musimannya:


hutan hujan (rainforest), dengan banyak musim hujan. hutan selalu hijau (evergreen forest) hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest) hutan sabana (savannah forest), di tempat-tempat yang musim kemaraunya panjang. Dll.

Berdasarkan ketinggian tempatnya:


hutan pantai (beach forest) hutan dataran rendah (lowland forest) hutan pegunungan bawah (sub-mountain forest) hutan pegunungan atas (mountain forest) hutan kabut (mist forest) hutan elfin (alpine forest)

Berdasarkan keadaan tanahnya:


hutan rawa air-tawar atau hutan rawa (freshwater swamp-forest) hutan rawa gambut (peat swamp-forest) hutan rawa bakau, atau hutan bakau (mangrove forest) hutan kerangas (heath forest) hutan tanah kapur (limestone forest), dan lainnya

Berdasarkan jenis pohon yang dominan:


hutan jati (teak forest), misalnya di Jawa Timur. hutan pinus (pine forest), di Aceh. hutan dipterokarpa (dipterocarp forest), di Sumatra dan Kalimantan. hutan ekaliptus (eucalyptus forest) di Nusa Tenggara. Dll.

Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya:


hutan alam (natural forest) hutan buatan (man-made forest), misalnya:


o o o

hutan rakyat (community forest) hutan kota (urban forest) hutan tanaman industri (timber estates atau timber plantation) Dll.

Hutan Kota di Singapura

Berdasarkan tujuan pengelolaannya:

hutan produksi, yang dikelola untuk menghasilkan kayu ataupun hasil hutan bukan kayu (non-timber forest product)

hutan lindung, dikelola untuk melindungi tanah dan tata air


o

Taman Nasional

hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam
o o

Cagar alam Suaka alam

hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan.

Lereng gunung Arjuna di wilayah Sumberawan, kecamatan Singosari, kabupaten Malang

Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 Dalam kenyataannya, seringkali beberapa faktor pembeda itu bergabung, dan membangun sifat-sifat hutan yang khas. Misalnya, hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rainforest), atau hutan dipterokarpa perbukitan (hilly dipterocarp forest). Hutan-hutan rakyat, kerap dibangun dalam bentuk campuran antara tanaman-tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian jangka pendek, sehingga disebut dengan istilah wanatani atau agroforest.

Siapa pemilik hutan dunia?


Pertanyaan di atas merupakan judul artikel Andy White dan Alejandra Martin dari Forest Trends yang memuat laporan dengan gaya berbeda menjelajah jauh menjawab pertanyaan judul. Laporan tersebut menghimpun data 24 negara dari 30 negara yang memiliki hutan terluas. Ke 24 negara tersebut memiliki 93% dari seluruh hutan di dunia. Secara global, pemerintah menyatakan memiliki dan mengelola 77% dari semua hutan. Ini mencakup areal hutan yang luas yang dikelola masyarakat tanpa pengakuan resmi. Masyarakat dan penduduk asli secara formal memiliki 7% dari hutan dan secara resmi mengelola 4% tambahan yang dicadangkan pemerintah. Para pemilik lahan individu dan perusahaan swasta memiliki 12% sisanya. Kepemilikan hutan berbeda secara nyata antara satu negara dengan negara yang lain. Di Kanada, Guyana, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Rusia dan semua pemerintahan di Afrika Tengah memiliki lebih dari 90% hutan yang ada dan menyerahkan porsi dalam jumlah besar kepada perusahaan swasta dalam bentuk konsesi hutan. Di negara Afrika bagian selatan dan timur, pemerintah juga memiliki sebagian besar hutan, tetapi hanya sedikit yang memberi konsesi hutan. Para pengusaha dan perusahaan swasta memiliki lebih dari separuh hutan yang Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 ada di Argentina, Australia, Finland, Swedia, dan Amerika Serikat. Sementara kepemilikan hutan di Cina, Meksiko, dan Papua New Guinea didominasi oleh koperasi dan masyarakat desa. Pada umumnya di negara berkembang, penduduk asli dan masyarakat setempat memiliki atau secara resmi mengelola 22% dari semua hutan, dibandingkan dengan hanya 3% di negara maju. Selama lima belas tahun terakhir, areal hutan yang dimiliki dan dikelola masyarakat dan penduduk asli menjadi berlipat ganda luasnya. Kini seluas 380 juta hektar hampir tujuh kali luas Perancis. Delapan negara di Amazon Basin saat ini mengakui hak penduduk asli atau adat mencakup teritori seluas lebih dari 100 juta hektar. Demikian pula halnya dengan bermacam-macam adat memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah di sejumlah negara Asia Selatan dan Afrika bagian selatan. Belakangan ini tampaknya penduduk dari kalangan tak berdaya tidak mewarisi bumi. Namun demikian, mereka masih mewarisi hutan.

Melestarikan Hutan Melalui Model Baru Real Estate Development: Kemungkinan Model Kota Mutakhir Baru

Persoalan pelestarian hutan di Indonesia memang sudah menjadi bahan pembicaraan dan perdebatan sejak beberapa dekade terakhir. Seperti kita semua ketahui, hutan Indonesia sudah kehilangan lebih dari 50 juta hektar dan masih terus akan mengalami pengurangan melalui konversi hutan menjadi ladang dan ataupun pembalakan liar yang masih saja terjadi di bumi tercinta ini. Artikel singkat ini tidak akan membahas perincian ataupun pembedahan Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 permasalahan yang rumit dari percepatan kerusakan hutan di Indonesia, tetapi artikel ini akan langsung menuju kepada kemungkinan langkah praktis yang boleh menjadi alternative jawaban untuk proses pelestarian hutan di Indonesia dan mungkin akan dapat menjadi model pelestarian hutan di seluruh dunia. Dua langkah utama yang biasanya menjadi resep pelestarian hutan adalah reforestation dan afforestation. Jika reforestation adalah proses menanami kembali hutan yang sudah rusak, maka afforestation adalah proses menciptakan hutan di lahan yang asalnya bukan hutan. Maka dengan itu saya mengusulkan ide yang saya sebut sebagai: creative reforestation atau creative afforestation. Saya mengusulkan integrasi afforestation dan reforestation dengan kebutuhan akan perumahan maupun pertumbuhan perkotaan yang tampaknya akan terus menanjak. Pengembangan Perumahan Hutan Meminjam konsep arsitektur dari Frank Lloyd Wright dengan Prairie style architecture nya yang mengutamakan keselarasan desain arsitektur dengan alam, maka adalah bukan hal yang di luar jangkauan jika pengembangan perumahan menggunakan konsep ini untuk menciptakan hunian dan sekaligus melestarikan hutan. Apalagi belakangan ini sering disebut-sebut dan dicanangkan yaitu green

architecture, yang sangat mengetengahkan desain arsitektur yang ramah lingkungan dan alam. Dalam kaitannya dengan pelestarian hutan, maka mungkin sekali diciptakan suatu model real estate hutan yang mana di dalamnya adalah perumahan yang dikelilingi oleh hutan sebagai desain lansekap alamnya tetapi lengkap dengan segala kenyamanan modern seperti infrastruktur sirkulasi, energi, telekomunikasi, serta keamanan.Lebih dari itu, hutan yang menjadi desain lansekap alamiah perumahan tersebut dapat berfungsi pula sebagai nature preserve yang mana merupakan suatu bentuk ekosistem yang dilindungi dan bisa menjadi area riset, pembelajaran, dan rekreasi bagi penghuni perumahan. Jika riset dan pembelajaran boleh ditingkatkan melalui adanya lansekap hutan di tiap perumahan, maka angan-angan di Undang-Undang Dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bukan tidak mungkin akan dicapai dalam waktu yang lebih cepat. Dengan demikian bahkan melalui lansekap hutan ini area sosial seperti pendidikan boleh mengalami imbas positif. Ini mungkin yang dalam pepatah: Sekali tepuk dua lalat tertangkap. Untuk masalah prosentase bisa dibicarakan dan diatur lebih lanjut. Saran saya adalah sekitar 20-30% dari luas area yang dikembangkan adalah didedikasikan untuk lansekap hutan. Jika satu hektar saja hutan alamiah dapat mendaur ulang karbon dioksida beribu-ribu ton setiap tahunnya, maka andaikata pengembang memiliki lahan 2000 hektar 20% darinya saja yaitu 400 hektar dibuat sebagai hutan betapa baiknya kualitas udara yang perumahan tersebut akan miliki. Lebih lagi, lansekap Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 hutan tersebut dapat pula menjadi area yang bisa dikembangkan menjadi sumber pemasukan ekonomi seperti yang sedang dilakukan di hutan Tesso Nilo di Sumatra. Di Tesso Nilo ini lebah madu liar dimanfaatkan menjadi sumber income bagi penduduk sekitar. Sehingga selain penduduk mendapatkan manfaat ekonomi dari adanya lebah madu liar ini, hutanpun dapat dikonservasi. Seandainya setiap pengembang menggunakan model real estate hutan ini maka percepatan afforestation atau reforestation akan bertumbuh dengan sangat pesat dan proses pelestarian hutan dapat dicapai dengan hasil yang lebih optimis daripada yang kita miliki sekarang. Lebih jauh lagi, model ini mungkin akan menjadi model unik yang menjadi trademark pengembangan perumahan Indonesia, yang bisa juga menjadi model prototype untuk perumahan seluruh dunia dalam rangka menyelamatkan hutan dunia. Model Kota Hutan Ide yang kedua adalah penciptaan kota hutan. Seperti kita

ketahui model kota yang ada di benak kita sekarang adalah model kota ala barat yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Jika kita perhatikan New York misalnya, kita akan melihat siluet kota mirip dengan siluet hutan, hanya saja pohon-pohon kota New York adalah gedung-gedung pencakar langit. Bayangkan kota sebesar New York atau Tokyo tetapi dipenuhi dengan pohon-pohon asli yang menjulang tinggi. Mungkinkah?Di Fukuoka Jepang ada satu bangunan yang disebut ACROS Fukuoka. Bangunan ini didesain oleh arsitek dekonstruksi terkenal, Emilio Ambasz. Ini adalah satu bangunan unik yang memiliki atap merupakan taman yang penuh dengan sekitar 35000 tanaman dari 76 spesies. Jika dilihat dari foto satelit, bangunan ini terlihat sebagai satu-satunya area hijau di tengah-tengah pusat kota Fukuoka. Secara arsitektural desain seperti ini dimungkinkan, dan lebih lagi, efeknya kepada pemeliharaan gedung ternyata lebih baik dibandingkan dengan gedung konvensional. Sekarang ini Indonesia memiliki keunikan dengan alamnya yang dipengaruhi oleh iklim tropisnya, di mana sepanjang tahun kita dapat melihat tanaman hijau. Maka yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa saat kita membuat kota, kita membuat kota ala barat yang lebih banyak dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi daripada dipenuhi oleh pepohonan yang rimbun? Bukankah merupakan keunikan yang luar biasa jika Indonesia sebagai negara di daerah tropis yang memiliki banyak tanaman hijau dan area hutan yang luas membangun model kota yang hijau, Green City? Di dalam bayangan saya adalah kota yang seperti ada di tengah-tengah hutan atau hutan yang dibawa masuk ke dalam kota. Saya yakin jika sedemikian adanya, maka hawa kota akan jauh lebih sejuk daripada yang sekarang kita miliki dan kualitas udara lebih baik, serta tingkat stres bisa lebih ditekan karena area hijau yang membungkus kota. Karbon dioksida pun boleh didaur ulang dengan lebih baik. Jika hal ini Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 boleh diwujudkan, maka bukan tidak mungkin kota tersebut akan menjadi obyek wisata yang unik. Setahu saya belum ada di dunia ini kota hutan modern. Jika Indonesia dapat menciptakannya maka kota itu akan menjadi satu-satunya kota hutan di dunia. Belum lagi dengan jenis hewan yang dapat dikonservasi. ACROS Fukuoka saja dapat menjadi tempat singgah dan tinggal burung-burung yang secara umum di kota besar biasanya tidak lagi punya tempat yang baik bagi mereka hidup. Pikiran saya jauh melambung kepada kemungkinan semua kota di dunia menjadi kota hutan, coba bayangkan berapa cepat proses reforestation dan afforestation yang dapat dicapai? Jika kota sebesar Jakarta misalnya menyediakan 10000 hektar saja maka jutaan ton karbon dioksida dapat didaur ulang per tahun nya. Bayangkan pula jika semua kota besar di Indonesia ini menyediakan sekitar 10000 hektar saja tanahnya untuk area lansekap hutan, maka jika di Indonesia ini ada 100 kota besar saja, sudah 1 juta hektar hutan berhasil diciptakan kembali. Dengan 1 juta hektar hutan saja, maka karbon dioksida yang di daur ulang dapat mencapai milyaran ton per tahun nya. Tantangannya adalah menciptakan suatu desain kota tengah hutan tersebut yang tetap memiliki segala kenyamanan kota yang terkenal dengan infrastrukturnya dan segala kemudahan kehidupan komunitas bersama yang menyangkut perdagangan, bisnis, pendidikan, dan lain-lain, dan yang tetap menjaga ekosistem alam, hutan dalam hal ini, dengan hati-hati. Tantangan yang kedua adalah mendesain suatu sistem komunitas yang dapat menjaga ekosistem yang ada dan yang dapat ber-reaksi dengan baik terhadap kemajuan zaman dan tuntutan kebutuhan yang ada. Bagi saya, model kota ini adalah model kota yang paling mutakhir yang seharusnya menjadi model kota ideal di seluruh dunia dan di sepanjang segala abad. Model kota ini dapat dikembangkan di segala iklim dan letak geografis bagaimanapun. Hammurabi pernah membuat suatu karya arsitektur yang akhirnya menjadi salah satu keajaiban dunia di dunia kuno, yaitu Taman Gantung Hammurabi. Jika di ribuan tahun yang lalu saja suatu peradaban mampu membuat suatu mahakarya keajaiban dunia, bukan tidak mungkin di zaman yang sangat teknologis ini tercipta mahakarya keajaiban dunia lagi yang bertemakan penghijauan melalui desain kota yang integratif. Kota yang dibungkus oleh hutan dan bisa berfungsi semodern dan senyaman kota-kota modern yang dunia miliki saat ini adalah mimpi para pecinta lingkungan dan juga angan-angan ideal sebuah kota mutakhir. Kota mutakhir bukanlah kota yang meninggalkan kedekatan dan ikatan dengan alam, tetapi justru kota yang mutakhir adalah kota yang bisa mengintegrasikan kemajuan dan segala kenyamanan modern kota tersebut dengan alam yang sudah bersama dengan kita lebih ribuan tahun serta yang telah diciptakan dengan indah oleh Tuhan yang Maha Kuasa sebagai Tugas Pengantar Real Estate

Harry Ananda 0609 3010 0056 tempat tinggal bagi umat manusia dan segala makhluk hidup lainnya. Masihkah ada yang mengatakan tidak mungkin? Tahukah kita bahwa 150 tahun yang lalu tidak ada orang yang percaya manusia bisa terbang. Tetapi di awal abad 20 impian manusia bisa terbang boleh diwujudkan dan membuat seluruh dunia tercengang. Saya percaya konsep kota hutan ini mungkin dilaksanakan. Gerakan green architecture dan go green yang sekarang menjadi tema penting di seluruh dunia adalah awal kesadaran pentingnya kemajuan teknologi yang sinkron dengan eksistensi dan tata aturan alam semesta.

REFERENSI
1. Kabar Indonesia : MELESTARIKAN HUTAN MELALUI MODEL BARU REAL ESTATE DEVELOPMENT: KEMUNGKINAN MODEL KOTA MUTAKHIR BARU Oleh : Ferry Yang | 20-Sep-2008, 19:25:52 WIB (Tanggal akses Kamis, 08 September 2011)

2. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas tentang HUTAN (Tanggal akses Kamis, 08
September 2011)

3. http://www.cayecaulkerforsale.com/wp-content/uploads/photos/ccfs350/forest_real_estate-02-caye_caulker_belize.JPG (Tanggal akses Rabu, 14 September 2011) 4. http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01296/forest_1296541c.jpg (Tanggal akses Rabu, 14 September 2011)

Tugas Pengantar Real Estate