Anda di halaman 1dari 4

Bab 1 Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita temukan kejadian yang berhubungan dengan teori probabilitas atau peluang. Mengundi dengan menggunakan sebuah mata uang logam atau sebuah dadu, membaca temperatur udara tiap hari dari termometer, menghitung banyak barang yang rusak yang dihasilkan suatu pabrik setiap hari, mencatat banyak kendaraan yang melalui sebuah tikungan setiap jam dan masih banyak lagi contoh lain yang merupakan kejadian (experiment) yang berhubungan dengan peluang dan kejadian tersebut dapat dilakukan berulang-ulang.

Kesimpulan yang dibuat dari tersebut tidak pasti, sehingga timbul persoalan bagaimana keyakinan kita untuk mempercayai tentang kebenaran dari kesimpulan yang dibuat. Untuk menjawab ketidakpastian tersebut, diperlukan suatu teori baru yang disebut peluang. Teori ini antara lain membahas tentang ukuran atau derajat ketidak pastian suatu peristiwa atau kejadian.

1.2. Perumusan Masalah Konsep dasar peluang (probabilitas) dilakukan dengan dua cara, yaitu cara klasik dan frekuensi relatif. Dari definisi klasik, kita dapat bahwa untuk peristiwa E, P(E) = n/N. Maka nilai dari data terkecil adalah n=0 sehingga peristiwa E tidak terjadi. Dan nilai data terbesar adalah n=N, sehingga semua kejadian yang terjadi merupakan peristiwa E. Sehingga dari peristiwa tersebut, paling kecil peluang peristiwa E berharga nol dan paling besar berharga satu.

Suatu penyusunan konsep peluang dengan cara klasik ini memiliki kelemahan, yaitu karena konsep peluang dengan cara klasik menuntut syarat semua hasil dari kejadian yang timbul memiliki kesempatan yang sama untuk muncul. Pengertian ini mengaburkan adanya peluang yang sama, sehingga dikembangkan konsep probabilitas berdasarkan statistik yaitu dengan pendekatan empiris.

Nilai probabilitas empiris dari suatu kejadian dirumuskan dengan menggunakan konsep frekuensi relatif dari terjadinya suatu kejadian dengan syarat banyaknya pengamatan atau banyaknya sampel n adalah sangat besar (n~) maka peluang (probabilitas) dari kejadian E adalah sama dengan nilai limit dari frekuensi kejadian E tersebut.

Oleh karena itu, perumusan dengan frekuensi relatif juga memiliki kelemahan, karena limit yang benar-benar mungkin sebenarnya tidak ada. Maka dikembangkan pendekatan aksiomatis, yaitu suatu kebenaran yang diterima secara apa adanya tanpa memerlukan bukti matematis, dimana konsep probabilitas tidak didefinisikan, seperti konsep titik dan konsep garis.

1.3. Maksud dan Tujuan Percobaan Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan praktikum mengenai distribusi probabilitas adalah sebagai berikut: 1. Agar para praktikan dapat memahami distribusi probabilitas (peluang) data diskrit dan kontinyu. 2. Agar para praktikan dapat menganalisa pengaruh sampling terhadap bentuk distribusi. 3. Untuk memahami dua gejala yang berbeda dari suatu kejadian yang independent.

4. Agar para praktikan dapat mengetahui pengaruh proporsi terhadap pemilihan ukuran sampel.

1.4. Sistematika Penulisan Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Latar Belakang Masalah adalah asal masalah yang terjadi, bagaimana kita memecahkan masalah itu dan apa yang akan kita dapatkan dengan memecahkan masalah itu.

1.2. Perumusan Masalah Perumusan masalah adalah menspesifikasikan suatu bahasan dari permasalahan yang ada, sehingga permasalahan yang akan kita pecahkan menjadi lebih terarah.

1.3. Maksud dan Tujuan Praktikum Maksud dan tujuan praktikum adalah apa yang diharapkan dan apa yang akan akan kita dapatkan dari pelaksanaan praktikum tersebut.

1.4. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan adalah urutan-urutan atau susunan-susunan sistematik dari penulisan laporan.

Bab 2

Landasan Teori

Landasan teori adalah teori-teori yang dapat digunakan sebagai acuan dalam praktikum dan teori-teori yang berhubungan dengan praktikum

Bab 3

Kerangka Pemecahan Masalah suatu gambar yang berbentuk flowchart untuk

3.1. Flowchart pemecahan masalah Flowchart adalah memcahkan suatu masalah.

3.2. Langkah-langkah Pemecahan Masalah Langkah-langkah adalah cara-cara yang sistematik untuk memecahkan suatu masalah.

Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data 4.1. Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah mengumpulkan dan menuliskan data-data yang diperlukan dalam praktikum.

4.2. Pengolahan data Pengolahan data adalah penyajian dari data yang telah didapat dari praktikum.

Bab 5 Analisis Analisis adalah mengidentifikasi, menganalisa atau menyelidiki hasil dari pengolahan data.

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6.1 Kesimpulan Kesimpulan adalah garis besar dari hasil akhir semua isi laporan.

6.2 Saran Saran adalah masukan-masukan yang kita kemukakan untuk

mendapatkan hasil yang lebih baik dalam penyusunan laporan dan dalam praktikum di masa yang akan datang.