Anda di halaman 1dari 1

Muwadda Ya Ramadhan, Muwadda Alaina bil Ghufron

Selamat tinggal Ya Ramadhan, tinggalkanlah kami disertai dengan pengampunan


Ramadhan telah berkemas meninggalkan kita, dan bulan Syawal pun datang dengan segala keberkahannya. Ramadhan memang bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan, tak heran jika tatkala Ramadhan datang maka semua berbondongbondong menyambutnya, mempersiapkan target amal yaumi sedemikian rupa, beribadah sebanyak-banyak nya, beramal sekuat-kuatnya, menjaga diri dan hawa nafsu, berusaha tidak ghibah, tidak mengumpat, tidak menyakiti, dan banyak lagi usaha yang dilakukan umat muslim untuk menggapai maghfiroh dan memperoleh berkah di Ramadhan yang mubarok. Namun, seusai Ramadhan, apa? Masihkah ibadah yang gencar itu dikerjakan? Masihkah diri dan hawa nafsu ini dikekang? Jika iya, maka taqobbalallohuminna wa minkum. Namun, jika tidak?? Sungguh kita termasuk orang-orang yang merugi. Naudzubillahi mindzalik! Sahabat, sudah saatnya kita introspeksi diri dengan beranjaknya bulan Ramadhan tahun ini. Dalam menjalani Ramadhan, kita layaknya seorang siswa yang sedang bersekolah. Ada ujian-ujian di dalamnya yang merupakan jalan untuk naik kelas atau tetap tinggal kelas, jalan pula untuk lulus atau tidak lulus. Pun ketika kita telah lulus dalam sekolah Ramadhan dan kita meninggalkan apa-apa yang telah kita kerjakan sebelumnya, lalu apa makna dari sekolah tersebut? Apa gunanya kita sekolah jika inti dari sekolah itu justru kita tinggalkan setelah lulus? Ramadhan bukan hanya sekedar bulan penuh berkah yang di dalamnya kita dianjurkan untuk beribadah sebanyak-banyaknya, bukan hanya itu. Ramadhan juga merupakan bulan untuk men-charge ruhiyah kita, bulan untuk membekali kita dalam menjalankan 11 bulan yang lain. Di bulan Ramadhan lah jiwa dan ruh kita digembleng untuk memuasakan bukan hanya lambung, tapi juga memuasakan mulut dari perkataan-perkataan keji, memuasakan mata dari pandangan yang tidak sepatutnya, memuasakan tangan, memuasakan nafsu. Dan puasa yang sebulan itu lah yang nanti akan menjaga diri kita selama sebelas bulan berikutnya, sebelum bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk orang-orang yang lulus dalam sekolah Ramadhan tahun ini dan semoga kita masih diperkenankan untuk sekolah kembali di tahun depan. Mari istiqomahkan ibadah yang telah kita jalani kemarin, sesungguhnya Allah menyukai ibadah yang sedikit namun istiqomah. Taqobbalallohuminna wa minkum, taqobbal yaa kariim.