Anda di halaman 1dari 13

Penyakit AIDS

Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa. Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan. Cara Penularan virus HIV AIDS1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb. 2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb 3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb. 4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb. Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat serta Urine (Air seni atau air kencing). Tanda dan Gejala Penyakit AIDSSeseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko

terkena virus HIV. Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini : 1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC. 2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik. 3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga. 4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten. 5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis. 6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal). Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDSKendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian. Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas

Penyakit HIV
September 7th, 2011 Kris Obat Herbal Penyakit HIV / AIDS dengan Menggunakan XAMthone Plus Ekstrak Kulit Manggis

Penyakit HIV AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus yang dikenali sebagai HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan kegagalan sistem imun tubuh. Penyakit HIV AIDS melumpuhkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit (sistem imun tubuh). Ini karena kuman HIV telah memusnahkan sel T CD4+ yang bertanggungjawab melawan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteria, virus dan lain-lain. Penyakit HIV bukan penyakit yang langsung menimbulkan reaksi sakit pada seseorang. Akan tetapi penyakit HIV ini akan terasa jika sudah lama menderita akan tetapi tidak segera ditangani. Penyakit HIV AIDS dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh seseorang yang terinfeksi virus. Hubungan jarum suntik atau dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi dengan orang yang terinfeksi juga dapat menjadi resiko penyakit HIV, termasuk seorang bayi bisa mendapatkan penyakit HIV dari ibu yang terinfeksi. Virus HIV menyerang sel putih dan menjadikannya tempat berkembang biaknya Virus. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak mampu melawan penyakit yang datang dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa. Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit HIV AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau penyakit HIV positif yang mematikan. Cara Penularan virus HIV yang menyebabkan penyakit HIV AIDS
1. Utamanya melalui hubungan seks yang tidak aman ( tanpa kondom ) dengan pasangan yang sudah tertular, baik melalui hubungan seks vaginal, oral, maupun anal ( Anus ).

2. Memakai jarum suntik bekas dipakai orang yang terinfeksi virus HIV. 3. Menerima transfusi darah yang terinfeksi virus HIV. 4. Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan ditularkan kepada bayinya.

Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS Beberapa cara untuk mencegah penluaran penyakit HIV AIDS yaitu :
1. Tidak melakukan hubungan seks pra nikah atau hubungan seks bebas. 2. Saling setia, hanya melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sah. 3. Menggunakan kondom bila melakukan hubungan beresiko. 4. Tolak penggunaan narkoba ,khususnya narkoba suntik. 5. Jangan memakai jarum suntik bersama.

TERBUKTI XAMTHONE PLUS MENGOBATI HIV / AIDS oleh F. Franklin L.L., seorang Counseling Adviser STI/HIV/AIDS dan BCC

Adalah Leonard F. Franklin L.L., seorang Counseling Adviser STI/HIV/AIDS dan BCC (Behavior Changes Communication) Services yang berkantor di Bandung, Jawa Barat, telah membuktikan khasiat XAMthone plus mampu mengobati para penderita HIV/Aids. Dalam setiap kesempatan pria yang akrab disapa Franklin ini menuturkan dengan bangga di depan forum seminar maupun gebyar bahwa ternyata dengan kehadiran XAMthone plus sangat membantu para penderita HIV/Aids untuk hidup lebih lama dan selayaknya seperti manusia lainnya yang tidak menderita penyakit tersebut

Virus HIV AIDS


SAVE YOURSELF !!!

Artistic impression of HIV and immune system cells

Apakah HIV itu ?


HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah Virus penyebab AIDS HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani atau cairan vagina Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun. Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, tranfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian.

Bagaimana HIV ditularkan ?


HIV dapat ditularkan melalui 3 cara, yaitu : Hubungan seks (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV. Transfusi darat atau penggunaan jarum suntik secara bergantian. Melalui Alat Suntik.

HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum yang sama, gigitan nyamuk, memakai

jamban yang sama atau tinggal serumah. Gejala-Gejala AIDS Merasa kelelahan yang berkepanjangan Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas. Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan. Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10% tanpa alasan yang jelas dalam 1 bulan. Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher dan lipatan paha.

Bagaimana mengetahui Orang yang Sudah Terinfeksi HIV ?


Hanya melalui penglihatan, Anda tidak bisa tahu apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau tidak. Pada kenyataannya, pengidap HIV terlihat sangat sehat. Satu-satunya cara untuk mengetahui hai ini adalah melalui tes darah HIV Di Indonesia, terdapat cukup banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang dapat membantu Anda untuk mendapatkan pelayanan tes darah.

TES HIV
Orang yang terinfeksi HIV tidak dapat diketahui dari penampilan fisiknya saja karena orang tersebut terlihat seperti orang sehat lainnya. Jadi, untuk menentukan seseorang terinfeksi HIV atau tidak harus dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya anti bodi HIV di dalam darah. Antibodi HIV ini dihasilkan oleh tubuh sebagai reaksi system kekebalan tubuh terhadap infeksi HIV. Oleh sebab itu, pemeriksaan ini lebih tepat disebut "Tes Antibodi HIV" bukan tes AIDS. Perlukan Tes HIV ? Jika anda merasa memiliki kemungkinan terinfeksi HIV, maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Hal ini penting untuk memastikan status anda. Jika anda positif, dapat segera dilakukan perawatan kesehatan lebih lanjut yang intensif agar dapat menjaga kondisi dan mencegah penularan kepada orang lain.

Melindungi Diri Dari HIV/AIDS


Jangan melakukan hubungan sesk dengan pasangan yang anda tidak ketahui kondisi kesehatannya. Hindari berganti-ganti pasangan seksual. Gunakanlah kondom dalam melakukan hubungan seks, jika salah satu atau keduanya terinfeksi HIV Jika membutuhkan transfusi darah, mintalah kepastian bahwa darah yang akan diterima bebas HIV Gunakan alat suntik sekali pakai

Hindari mabuk-mabukan dan narkotik yang membuat Anda lupa diri.

Bagaimana caranya untuk tes HIV ?


Sebelum anda memeriksakan diri, konsultasilah terlebih dahulu kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman. Ketahui dan pahami pengertian HIV/AIDS, faktor resiko dan cara penularan, introspeksi diri dan cara pencegahannya. Apabila anda sudah yakin dan siap menerima segala resiko dan test HIV, silahkan periksa. Pilihlah pemeriksaan tanpa identitas untuk menjaga kerahasiaan anda. Test HIV dapat dilakukan dirumah sakit atau laboratorium kesehatan yang melayani Test HIV sesuai rujukan dari konselor anda (Tempat konsultasi dapat dilihat pada brosur ini) Konsultasikan kembali hasil tes tersebut dan minta penjelasan arti dari hasil tes tersebut kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman.

Apakah AIDS itu ?


AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindroma menurunkan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan di dalam tubuhnya telah menurun. Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS. Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya.

Apakah IMS itu ?


IMS (Infeksi Menular Seksual) sering juga disebut penyakit Kelamin, yaitu penyakitpenyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks atau hubungan kelamin. orang yang mengidap IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka memberikan jalan masuk bagi HIV. HIV terutama ditularkan lewat hubungan seks, karena itu HIV juga termasuk jenis IMS.

Apakah Tanda-tanda atau Gejala-gejala IMS ?


Beberapa tanda atau gejala IMS adalah sebagai berikut : Ada cairan yang keluar dari penis, vagina atau dubur. Terasa pedih atau panas sewaktu buang air kecil dan/atau melakukan hubungan seks. Nyeri di perut bagian bawah (wanita), buah pelir (laki-laki), serta pantat dan kaki. Pada wanita seringkali gejala ini tidak dirasakan, walaupun sebenarnya sudah terkena IMS. Melepuh, lecet, kutil, ruam dan/atau pembengkakan di sekitar kelamin, alat kelamin dan/atau mulut.

Gejala seperti itu juga meliputi demam, pusing nyeri otot dan/atau pembengkakan kelenjar. Jika anda merasakan salah satu tanda atau gejala diatas, segera periksa diri ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Bagaimana Agar Anda Terhindar dari HIV dan IMS ?

Gunakan KONDOM
Kondom merupakan penghambat atau dinding pencegah terjadinya pertukaran cairan yang berasal dari dalam tubuh. Jika Anda suka berganti-ganti pasangan atau terlibat hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan, kondom adalah alat perlindungan yang baik Menggunakan kondom berarti 10.000 kali lebih terlindung daripada tidak menggunakannya Sewaktu hendak menggunakan kondom, pastikan bahwa kondom tersebut berkualiatas baik, berstandar mutu internasional dan perhatikan pula tanggal kadaluarsa kondom.

Bagaimana Menggunakan Kondom yang benar ? Pijit ujung kondom agar tidak ada gelembung udara dan pasangkan ke zakar yang sudah tegang. Awas jangan sampai terbalik. Lepaskan gulungan kondom sampai pangkal zakar Bila ingin menambah pelicin, oleskan pada kondom yang sudah terpasang. Pakailah pelicin berbahan dasar air, seperti KY Jelly, Topgel, Vigel atau Aquagel. Jangan pakai Handbody lotion, nivea dan krim lainnya karena berbahan dasar minyak dan dapat membuat kondom rusak dan robek. Bila konodm robek sewaktu berhubungan seks, segera ganti dengan yang baru. Pasangkan lagi kondom sesuai petunjuk 1-3 Jika sudah selesai dan sperma sudah keluar, segera tarik penis (selagi masih tegang) dengan memegang pangkal kondom, supaya sperma tidak sampai tertumpah dan jangan

1 2

4 5

sampai tertinggal di liang senggama atau dubur.

Buang kondom di tempat yang aman. Jangan buang di sembarang tempat, apalagi ke dalam jamban.

Apa yang Perlu Anda Perhatikan tentang Kondom ?


Jangan gunakan kondom bila kemasannya rusak, warnanya tidak seragam, kering atau lengket dan bila Anda meragukan kualitasnya. Jangan menyimpan kondom di dalam dompet atau saku belakang celana anda, karena kondom Anda bisa rusak. Jaga kondom agar tidak terkena sinar matahari langsung. Simpanlah kondom Anda di tempat yang sejuk dan kering. Jangan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti Body lotion, Vaseline atau Baby oil, karena dapat menyebabkan kondom rusak atau robek. Pakailah pelumas yang berbahan dasar air.

PENGARUH DAN DAMPAKNYA HIV/AIDS


Sabtu, 07 Maret 2009

Mungkin Aku telat menmbuat artikel tentang AIDS DAN HIV.

Pertama Kita kenal tentang AIDS dulu.AIDS atau Acquired Imunodeficiency Syndrom,Sedangkan HIV adalah Human Immunodeficiency Virus.Istilah ini baru dikenal 20 25 tahun yang lalu. D Indonesia sendiri kasus pertama Aids terjadi pada tahun 1987 dan terjadi Di Bali. Di Dunia sekarang ini kasus AIDS sangat memprihatinkan.Sudah banyak orang yang tewas dan terjangkit penyakit ini.Di Afrika sendiri yang merupakan penderita terbanyak setiap tahunnya ada jutaan orang mati.Kasus AIDS memang unik,banyak orang tidak mau membuka dirinya jika Ia terkena AIDS.Orang dengan penyakit HIV/AIDS disebut dengan ODHA(Orang Dengan HIV AIDS).Perlu diketahui saja penyakit ini memiliki gejala unik,yang baru muncul setelah 5 - 10 tahun setelah terinfeksi virus HIV.AIDS disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh kita.BAgi penderita AIDS mereka harus menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh mereka karena mereka sangat rawan terserang penyakit.Bagi pengidap AIDS mereka akan mendapati dirinya terserang penyakit bawaan AIDS seperti Kanker,Tumor,Mutah Akut,dll.Semua Itu semua disebut dengan Kompilasi HIV.Pada penderita ,mereka seperti mengetahui maut akan datang dengan pasti.Tapi,sekarang ini mereka Dapat menyambung hidup dengan mengkonsumsi semacam Obat terus menerus yang di beri nama ARV. Sedangkan,bagi para ODHA yang mereka butuhkan adalah sokongan Spritual dan dukungan mental dari orang disekitarnya.ODHA bukan merupakan momok bagi masyarakat,karena AIDS bukanlah penyakit yang menular hanya karena sentuhan tangan atau sejenisnya. AIDS/HIV adalah penyakit yang menular karena adanya hubungan badan dengan pengidap AIDS,selaain itu juga dapat menular melalui Suntik yang tertular virus HIV selain itu melalui tranfusi darah dengan penderita atau NARKOBA.AIDS Merupakan Penyakit yang harus kita tekan keberadaanya dengan cara mensosilisasikan nya kepada masyarakat dan tidak berpikiran buruk pada ODHA.Indonesia yang kini juga sangat memprihatinkan harus juga mulai bersiap,MARI KITA HINDARI FREE SEKS DAN NARKOBA DEMI MASA DEPAN BANGSA. AIDS there is A light in the Darks Of Fear Human In the World. Diposkan oleh M.Wahyu Eko C. di 04:47 Label: berita

1. Dampak Demografi
Salah satu efek jangka panjang endemi HIV dan AIDS yang telah meluas seperti yang telah terjadi di Papua adalah dampaknya pada indikator demografi. Karena tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini, dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup. Karena semakin banyak orang yang diperkirakan hidup dalam jangka waktu yang lebih pendek, kontribusi yang diharapkan dari mereka pada ekonomi nasional dan perkembangan sosial menjadi semakin kecil dan kurang dapat diandalkan. Hal ini menjadi masalah yang penting karena hilangnya individu yang terlatih dalam jumlah besar tidak akan mudah dapat digantikan. Pada tingkat makro, biaya yang

berhubungan dengan kehilangan seperti itu, seumpama meningkatnya pekerja yang tidak hadir, meningkatnya biaya pelatihan, pendapatan yang berkurang, dan sumber daya yang seharusnya dipakai untuk aktivitas produktif terpaksa dialihkan pada perawatan kesehatan, waktu yang terbuang untuk merawat anggota keluarga yang sakit, dan lainnya,juga akan meningkat.

2. Dampak Terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan


Tingginya tingkat penyebaran HIV dan AIDS pada kelompok manapun berarti bahwa semakin banyak orang menjadi sakit, dan membutuhkan jasa pelayanan kesehatan. Perkembangan penyakit yang lamban dari infeksi HIV berarti bahwa pasien sedikit demi sedikit menjadi lebih sakit dalam jangka aktu yang panjang, membutuhkan semakin banyak perawatan kesehatan. Biaya langsung dari perawatan kesehatan tersebut semakin lama akan menjadi semakin besar. Diperhitungkan juga adalah waktu yang dihabiskan oleh anggota keluarga untuk merawat pasien, dan tidak dapat melakukan aktivitas yang produktif. Waktu dan sumber daya yang diberikan untuk merawat pasien HIV dan AIDS sedikit demi sedikit dapat mempengaruhi program lainnya dan menghabiskan sumber daya untuk aktivitas kesehatan lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh John Kaldor dkk pada tahun 2005 memprediksi bahwa pada tahun 2010, bila upaya penanggulangan tidak ditingkatkan maka 6% tempat tidur akan digunakan oleh penderita AIDS dan di Papua mencapai 14% dan pada tahun 2025 angka angka tersebut akan menjadi 11% dan 29%. Meningkatnya jumlah penderita AIDS berarti meningkatnya kebutuhan ARV. Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya telah ada yaitu tuberkulosis. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kejadian TB telah meningkat secara nyata di antara kasus HIV. TB masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia dimana setiap tahunnya ditemukan lebih dari 300.000 kasus baru, maka perawatan untuk kedua jenis penyakit ini harus dilakukan secara bersamaan.

3. Dampak Terhadap Ekonomi Nasional


Mengingat bahwa HIV lebih banyak menjangkiti orang muda dan mereka yang berada pada umur produktif utama (94% pada kelompok usia 19 sampai 49 tahun), epidemi HIV dan AIDS memiliki dampak yang besar pada angkatan kerja, terutama di Papua. Epidemi HIV dan AIDS akan meningkatkan terjadinya kemiskinan dan ketidak seimbangan ekonomi yang diakibatkan oleh dampaknya pada individu dan ekonomi. Dari sudut pandang individu HIV dan AIDS berarti tidak dapat masuk kerja, jumlah hari kerja yang berkurang, kesempatan yang terbatas untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik dan umur masa produktif yang lebih pendek. Dampak individu ini harus diperhitungkan bersamaan dengan dampak ekonomi pada anggota keluarga dan komunitas. Dampak pada dunia bisnis termasuk hilangnya keuntungan dan produktivitas yang diakibatkan oleh berkurangnya semangat kerja, meningkatnya ketidakhadiran karena izin sakit atau merawat anggota keluarga, percepatan masa penggantian pekerja karena kehilangan pekerja yang berpengalaman lebih cepat dari yang seharusnya, menurunnya produktivitas akibat pekerja baru dan bertambahnya investasi untuk melatih mereka. HIV dan AIDS juga berperan dalam berkurangnya moral pekerja (takut akan diskriminasi, kehilangan rekan kerja, rasa khawatir) dan juga pada penghasilan pekerja akibat meningkatnya permintaan untuk biaya perawatan medis dari pusat pelayanan kesehatan para pekerja, pensiun dini, pembayaran dini dari dana pensiun akibat kematian dini, dan meningkatnya biaya asuransi. Pengembangan program pencegahan dan perawatan HIV di tempat kerja yang kuat dengan

keikutsertaan organisasi manajemen dan pekerja sangatlah penting bagi Indonesia. Perkembangan ekonomi akan tertahan apabila epidemi HIV menyebabkan kemiskinan bagi para penderitanya sehingga meningkatkan kesenjangan yang kemudian menimbulkan lebih banyak lagi keadaan yang tidak stabil. Meskipun kemiskinan adalah faktor yang paling jelas dalam menimbulkan keadaan resiko tinggi dan memaksa banyak orang ke dalam perilaku yang beresiko tinggi, kebalikannya dapat pula berlaku pendapatan yang berlebih, terutama di luar pengetahuan keluarga dan komunitas dapat pula menimbulkan resiko yang sama. Pendapatan yang besar (umumnya tersedia bagi pekerja terampil pada pekerjaan yang profesional) membuka kesempatan bagi individu untuk melakukan perilaku resiko tinggi yang sama: berpergian jauh dari rumah, pasangan sex yang banyak, berhubungan dengan PS, obat terlarang, minuman keras, dan lainnya.

4. Dampak Terhadap Tatanan Sosial


Adanya stigma dan diskriminasi akan berdampak pada tatanan sosial masyarakat. Penderita HIV dan AIDS dapat kehilangan kasih sayang dan kehangatan pergaulan sosial. Sebagian akan kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan yang pada akhirnya menimbulkan kerawanan sosial. Sebagaian mengalami keretakan rumah tangga sampai perceraian. Jumlah anak yatim dan piatu akan bertambah yang akan menimbulkan masalah tersendiri. Oleh sebab itu keterbukaan dan hilangnya stiga dan diskriminasi sangat perlu mendapat perhatian dimasa mendatang

PENCEGAHAN HIV / AIDS


Wednesday, 26 May 2010 04:34 Written by BNP JABAR
1. Pencegahan melalui hubungan seksual Tidak melakukan hubungan seks pra nikah Tidak berganti-ganti pasangan Apabila salah satu pihak sudah terinfeksi HIV, gunakanlah kondom.

2. Pencegahan melalui darah Transfusi darah dengan yang tidak terinfeksi. Sterilisasi jarum suntik dan alat-alat yang melukai kulit. Hindari pengguna narkoba. Tidak menggunakan alat suntik, alat tindik, alat tato, pisau cukur dan sikat gigi berdarah dengan orang lain. Steril peralatan medis yang berhubungan dengan cairan manusia.

3. Pencegahan penularan ibu kepada anak Ibu yang telah terinfeksi HIV agar mempertimbangkan kehamilannya. Tidak menyusui bayinya.

4. Pencegahan melalui pendidikan gaya hidup Perlu komunikasi, edukasi, informasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Hindari gaya hidup yang mencari kesenangan sesaat.