Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Berkenan dengan masih sedikitnya buku pegangan yang bisa dipakai sebagai
buku acuan bagi mahasiswa untuk mata kuliah Sistem berkas, maka penulis berusa
membuat buku diktat sistem berkas. Buku ini ditujukan terutama untuk menunjang
matakuliah Sistem Berkas dan Pengarsipan dan Akses di jurusan Teknik Informatika dan
Komputer dau Jurusan Komputer lainya.
Diharapkan dengan adanya buku ini mahasiswa bisa menambah wawasan dan
mengembangkan cabang ilmu yang ada di dalam buku ini dan mahasiswa diharapkan bisa
memahami arah serta tujuan dari pengajaran matakuliah ini.
Materi dalam buku ini disesuaikan dengan silabus dan kurikulum yang berlaku
sehingga memudahkan bagi dosen pengajar untuk mengembangkan setiap materi yang
akan diberikan pada mahasiswa, dan mahasiswa bisa memiliki gambaran dasar tentang
sistem berkas.
Penulis menyadari sekali, bahwa dari buku diktat ini banyak sekali
kekurangannya. Dengan tangan terbuka penulis menerima saran dan kritik dari pembaca,
dengan harapan penulis bisa memperbaiki dan melengkapinya untuk masa yang akan
datang.
Penulis berharap, semoga buku diktat ini bisa bermanfaat bagi pembaca baik dari
mahasiswa, akademisi, atau masayarakat umum yang ingin mendalami tentang komputer.

Semarang, 16 Maret 2001

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR v
DAFTAR ISI vii
BAB 1 KONSEP DASAR BERKAS 1
1.1 Pendahuluan 1
1.2 Operasi Berkas 3
1.3 Representasi Data Logika dan Fisik 6
1.3.1 Representasi daya Logika 6
1.3.2 Representasi Data Fisik 6
1.4 Representasi File 6
1.4.1 Organisasi Data dan Pengolhan File 6
1.5 Sistem File (File System) 9
1.5.1 Jenis-jenis File 9
1.5.2 Organisasi File (Akses dan Prosessing) 13
BAB 2 PERANGKAT KERAS DAN PARAMETERNYA 16
2.1 Pendahuluan 17
2.1.1 Penyimpanan mekanis 17
2.1.2 Tape Magnetik 18
2.2.3 Disk Magnetik 19
2.2 Tipe-tipe magnetik Disk 21
2.3 Media Penyimpanan Lain 24
2.3.1 Optical Disk 24
2.3.2 Tekologi SuperDisk (LS-120) 27
2.4 Organisasi Pita 29
2.5 Penulisan dan/atau Perekaman Data 30
2.6 Parameter-parameter Dasar Perangkat Keras 30
BAB 3 BLOKING DAN BUFFERING 37
3.1 Blok dan Sektor 37
3.2 Record dan Bloking 38
3.2.1 Record Fisik dan Record Logik 38
3.2.2 Bloking 40
3.2.3 Penandaan Record (Record mark) 44
3.3 Blok Pointer 46
3.4 Buffer 46
3.5 Arsitektur Penyimpanan 47
BAB 4 PENYIMPANAN DATA 51
4.1 Waktu Akses Pada Pita 52
4.2 Piringan 54
4.2.1 Waktu Akses Pita Piringan 57
4.3 Akses ke File Data 59
4.3.1 Memilih Media Penyimpanan File Meto Akses 59
4.3.2 Kebutuhan Sistem Komputer 60
4.3.3 Mede Pemrosesan Yang Dipilih 63
4.4 Kebutuhana Penyimpanan Data 64

2
BAB 1
KONSEP DASAR BERKAS

Model data menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk merancang struktur


pentimpanan bagi pengumpulan data. Terutama struktur penyimpanan ini harus
mendukung efesiensi pengaksesan data untuk sekumpulan program sistem informasi
yang meliputi sistem berkas dan cara pengorganisasian file.

Pengertian sistem berkas dan akses


ü Sistem berkas atau Pengarsipan yaitu :
Suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan
organisasi file yang digunakan.
ü Sistem Akses :
Cara untuk mengambil informasi dari suatu file.

Pengarsipan dan Akses adalah :


ü Cara untuk membentuk suatu arsip / file dan cara pencarian record-recordnya
kembali
ü Sistem Berkas dan Akses adalah system pengorganisasian, pengelolahan dan
penyimpanan dada pada alat pentimpanan eksternal dengan organisasi file tertentu.
Pada sistem berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik.
ü Teknik yang digunakan untuk menggambarkan dan menyimpan record pada file
terebut organisasi file.
ü Secara lebih spesifik pengarsipan dan akses berhubungan dengan :
1. Insert : mentimpan data baru atau tambahan ke dalamtumpukan data lama.
2. Up-Date : mengubah data lama dengan data baru atau tambahan ke dalam
ini bisa sebagai atau keseluruhan.
3. Reorganisasi : penyusunan kembali record-recor dari suatu file (untuk jumlah
data tempat.
Istilah-istilah dasar yang digunakan :
Element data : Salah satu nilai tunggal dengan satu petunjuk nama dan deskripsi
karakteristik seperti tipe (char, nomer, kode) dan panjang karakter atau digit.

3
Item data : - Referensi nama dan himpunan karakteristik element-element data yang
menggambarkan duatu atribut.
- Tempat penyimpanan setiap attribut dari sebuah entitas.
Contoh : item data ”identifikasi siswa” dapat dikarakteristik dengan
nomer digit 4 dengan nilai antara 1 – 1000.
Entitas : Sekumpulan obyek terbatas / terdefinisikan yang mempunyai karakteristik
sama dan bisa bedakan dari lainnya. Obyak dapat berupa barang, Contoh : entitas Mobil,
Mahasiswa , Nilai ujian, pegawai dan lainnya.
Attribut : Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas.
Seluruh attribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyaek atau dengan kata lain
kumpulan attribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasikan keunikan suatu individu.
Contoh : entitas mobil terdiri dari attribut No Polisi, No Registrasi, warna, jenis mobil,
tahun, bahan bakar dan sebagainya.
Field : - lokasi penyimpanan untuk salah satu element data.
Contoh : ruang penyimpanan untuk identifikasi nomor siswa.
- suatu elment yang memiliki attribute dan harga dan merupakan unit
informasi terkecil yang bisa diakses.
Record (fisik) : Lokasi penyimpanan yang terbuat dari rangkaian field yang berisi
element-element data yang menggambarkan beberapa entitas.
File : Sekumpulan record dari tipe tunggal yang berisi element-element data yang
menggambarkan himpunan entitas.
Access Data : Satu cara dimana suatu program mengakses secara fisik record-record
dalam file penyimpanan.

1.2 OPERASI BERKAS


Cara memilih organisasi berkas tidak terlepas dari 2 aspek utama yaitu :
1. Model penggunaannya
2. Model operasi berkas
Model penggunaannya ada 2 cara :
1. Batch : suatu proses yang dilakukan secara kelompok
2. Interaktive : suatu proses yang dilakukan secara satu persatu yaitu record per record.

4
Model operasi berkas, ada 4 cara yaitu :
1. Creation
2. Up-Date meliputi :
- Insert / Add
- Modification
- Delete
3. Retrieval meliputi :
- Inquiry
- Report Generation
4. Maintenance meliputi :
- Restructure
- Reorganization

CREATION
Pembuatan berkas ada 2 cara :
1. Membuat struktukr berkas lebih dahulu dan menentukan banyaknya record, baru
kemudian record-record dimuat (diload) ke dalam berkas tersebut.
2. Membuat record dengan cara merekam record per record.

UP-DATE
Pengubahan isi dari berkas diperlukan untuk menjaga berkas itu tetap Up-to Date
(diperbaharui).
Ada tiga bagian dalam proses Up-to Date yaitu :
1. Penyisipan atau pemambahan record
2. Perbaikan record
3. penghapusan record

RETRIEVAL
Pengaksesan sebuah berkas untuk tujuan mendapatkan informasi.
Menurut ada tidaknya persyaratan retrival dibagi menjadi dua yaitu :

5
1. Comprehensive Retrival : proses untuk mendapatkan informasi dari semua record
dalam berkas. Contoh : - Display All, - List Nama, Alamat.
2. Selective Retrival : mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan
persyaratan tertentu. Contoh : - List for gaji = 70000, - List Nama, NIM for angkatan
= 1999/2000.

MAINTENACE
Perubahan yang dibuat terhadap berkas dengan tujuan memperbaiki program dalam
mengakses berkas tersebut. Ada dua cara yaitu :
1. Restruction
Perubahan struktur berkas.
Misalnya :
- panjang field diubah
- penambahan field baru
- panjang record diubah
perubahab ini tidak mempengaruhi operasi berkas.
2. Reorganisasi
Perubahan organisasi berkas dari organisasi yang satu menjasi organisasi berkas
yang lain. Misalnya :
- dari organisasi berkas squensial menjadi berkas sequensial diindeks
- dari langsung (direct) menjadi sequensial (berurutan)
Kriteria dalam pengarsipan dan akses adalah :
Kriteria teknis dalam penyimpanan data, terutama bila jumlah data tersebut besar adalah :
1. kecepatan akses dalam pengambilan data
2. kemudahan peremajaan (up-date/insert/delete)
3. kemudahan reorganisasi data.
4. pemakain penyimpanan (sttorage) seminimal mungkin.
Beberapa kriteria non-teknik
1. ekonomis (segala sesuatu yang berhubungan dengan perancangan)
2. pemeliharaan (maintenance) dan integritas data mudah dan konsisten
3. andal

6
4. proteksi (keamanan perusahaan).

1.3 Representasi Data Logik Fisik


Ada 2 aspek data yaitu data logik dan data fisik.
1.3.1 menunjukan satu kelas objek (seperti interger), attribut-attribut, nilai dan operasi
yang dilakukannya.
1.3.2 Menyinggung bagaimana data digambarkan dalam media penyimpanan.
Perubahan representasi logika ke fisik diekspresikan sebagai pemetaan tipe data
ke media penyimpanan. Contoh ditipe data interger disimpan dalam 1 lokasi
memori. Bit pertama dala lokasi/cell adalah tanda bit yang menunjukan apakah
interger + atau – tanda bit 0 sama dengan +.

0 1 2 3 15

Representasi fisik interger dalam lokasi memori 16 bit

1.4 Representasikan File


Disimpan dan digunakan dengan cara yang berbeda untuk tujuan yang berbeda.
Cakupan berikutnya adalah file yang sering digunakan kumpulan lebih besar dari
rangkain informasi yang saling berhubungan.
1.4.1 Organisasi Data dan Pengelolahan
Element-element data umum :

Data base
Personal

fileGaji / file skill

Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai


Record #1 Record #2 Record #1 Record #2
Field Field Field Field Field Field Field Field Field Field Field Field
nama No-id gaji nama nama gaji No-id dept skill No-id No-id skill

Fina 5601
… … … … … …. … … …. …

Gambar 1-1. element-element data dasar

7
Karakter
Element data dasar karakter barisi alphabetik, numerik atau simbol-simbol lain.
Bit atau byte merupakan element data yang lebih kecil. Untuk elemen-elemen data
komputer (sepanjang pemakain word dan page), karakter merupakan elemen data yang
paling kecil.

Field
Leevel data lebih tinggi berikutnya adalah field yang berisi sekumpulan karakter.
Field kadang-kadang juga disebut item.

Record
Hubungan field-field data yang digabungkan menjadi bentuk satu record. Suatu
record menggambarkan kumpulan attribute menggambarkan entitas.

File
Sekumpulan record yang saling berhubungan yang dikenal sebagai data file (data
set). File daftar gaji berisi record daftar gaji untik semua karyawan disuatu perusahaan.

Hubungan antara field, record dan file


suatu record merupakan sekumpulan beraneka ragam element yang mungkin
diperlakukan sebagai 1 unit. Satu record dibedakan dengan duatu arrray dimana semua
elemen dalam arrray memiliki struktur bisa memiliki struktur data yang berbeda..
elemen-elemen disebut field.

1.5 Sistem Berkas (File System)


Pengaksesan (membaca dan menulis) data file memerlukan aktifitas yang
trasparan untuk programer aplikasi.

Tanggung jawab sistem berkas banyak dan beragam yang meliputi :


1. Pemeliharaan direkti\ori file yang mengidentifikasikan dan melokasi informasi.

8
2. Menentukan lintasan aliran data antara memori utama dan pentimpanan tambahan
(secara penyimpanan).
3. Mengkoordinasikan komunikasi antara CPU dan media penyimpangan atau
sebaliknya.

Pokok-pokok bahasa meliputi :


♦ Jenis-jenis informasi yang diperlukan dalam file harus ditentukan sebelum
merancang file.
♦ Informasi dapat dinyatakan dalam betuk kode untuk menghemat ruang penyimpanan
file data.
♦ Informasi yang disimpan dalam file sebaiknya hanya informasi yang digunakan
sekarang dan kira-kira pasti digunakan pada waktu dekat.
♦ Cara penggunaan file mempengaruhi apakah file disusun secara acak atau berurutan.
♦ Bagaian pemrosesan data bertanggung jawab atas pengamanan data dan membatasi
siapa-siapa yang berwenang mendapatkan file.

1.5.1 Jenis-jenis File


File data dapat digolongkan menurut cara organisasinya seperti file berurutan atau
file acak. Dapat juga menurut jenisnya misalnya master, file transaksi dll.
File data yang digolongkan menurut jenisnya adalah sebagai berikut :
1. File Induk : suatu file yang diperlukan untuk memperlancar operasi sistem dan
diperbaharui secara teratur.
2. File Transaksi : digunakan untuk memperbaharui file induk dengan konformasi yang
baru.
3. File Penunjang : Merupakan kutipan dari file untuk enjada kemungkinan adanya file
asli yang rusak.
4. File Riwayat hidup : Informasi yang dikumpulkan selama periode waktu tertentu
atau tahun yang lalu dan biasanya digunakan untuk menyusun laporan statistik.
5. File Data Transaksi : Merupakan sebuah rekaman pada pita atau piringan untuk
setiap ttransaksi yang melengkapi file induk.

9
6. File Kesalahan : Rekaman tentang kesalahan yang disimpan pada file untuk
pembetulan dikemudian hari.
7. File Laporan : Merupakan turunan laporan tercetak yang ditahan pada piringan atau
menunggu printer siap mencetak.
8. File sementara : File yang disiapkan untuk memproses peralihan.
9. File Pustaka : File yang digunakan untuk menyimpan program aplikasi,program
utility, program lain.
10. File Kerja : File ini berisi record-record yang disusun sedemikian rupa sehingga
dapat dibuat sebuah program dan dipakai oleh program lain sebagai input.
11. FILE Program : File berisi perintah-perintah untuk memproses data. Perintah dapat
ditulis dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (COBOL, Fortran, Pascal, BASIC,
PL/1,RPG, dan lian-lain)

File Induk
File induk merupakan yang terpenting pada sistem sebuah file induk merupakan
file yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok tertentu dan dipelihara secara
teratur.

File Transaksi
File transaksi berisi informasi yang digunakan untuk memperbaharui file induk.

File Data Transaksi


Pada umumnya berkas diperbaharui secara ”online”. Perubahan-perubahan
dilakukan segera setelah kejadiannya timbul. Informasi tentang pasien baru dimasukan
melalui terminal. Jika file rusak/hilang dan tidak ada rekaman lain. Bila itu tidak terjadi
tidak mungkin dapat dibuat kembali file dengan data yang tepat. Alternatif setiap terjadi
transaksi suatu catatan sebaiknya ditulis dalam ”file data transaksi” yang dapat disimpan
pada piringan atau pita.

10
Master Sort
File Program

Master
Distorsi
(sementara)

Program Transaksi

File-File
Laporan lain

Gambar 1-3 Hubungan antar tipe-tipe file

File Kesalahan
Selama file transaksi diproses untuk menunjang file induk, mungkin ditemukan
kesalahan pada rekaman transaksi yang lolos dari proses sebelumnya. Menghentikan
program setiap kali terjadi kesalahan dan membentulkan kesalahan dinilai tidak
menguntuntungkan sehingga kesalahan direkaman pada file kesalahan.

File Laporan
Waktu yang tersedia untuk sebuah pencetakan sangan terbiasa sehingga pada
operasi multi proses sangat mungkin terjadi pemrosesan 2/3 kegiatan sekaligus yang
sama-sama membutuhkan proses pencetakan. Jika hanya tersedia 1 printer maka hanya
bisa dikerjakan satu kegiatan. Dua kegiatan lain akan ditahan (SPOOL/Simultaneos
Periperial Operation On-line) dan sisimpan sebagai file cetakan (print file) pada piringan

11
atau pita. File demikian disbut file laporan (report file), bila output nya berupa laporan-
laporan tertentu. Jika printer sudah kosong file laporan tersebut akan dicetak.

File Sementara
Suatu file sementara penyimpanan dapat berupa piringan atau pita yang disiapkan
untuk pemrosesan peralihan sementara yang kemudian dapat dibuang sehingga ruang
data dapat digunakan untuk job lain.

File Penunjang (Back Up)


File penunjang merupakan kutipan sebuah file induk dan kadang –kadang kutipan
sebuah file transaksi. Frekuensi penggunaan file penunjang tergantung pada frekuensi
perubahan isi file dan banyak rekaman transaksi yang digunakan untuk pembaharuan file.

File Riwayat Hidup (History)


Seringkali suatu sistem memelihara informasi untuk periode waktu tertentu. Misal
untuk menghasilkan laporan statistik yang lebih dari satu tahun, sehingga beberapa
informasi harus dikumpulkan pada file riwayar hidup yang akan jarang diproses.

1.5.2 Organisasi File (Akses dan Prosessing)


File disimpan di bermacam tipe media penyimpanan dan biasanya diorganisasikan dalam
cara untuk memudahkan pengaksesan (store, locate dan retrive) data.
Ø 2 tipe dasar media penyimpanan
1. Device penyimpanan sequensial akses
Contoh : magnetic tape
2. Device penyimpanan akses langsung
Contoh : magnetic disk
Ø Data record dalam suatu file secara fisik diorganisasikan pada suatu devise
penyimpanan dalam 2 cara dasar.
1. Organisasi file secara equensial (dalam rangkaian fisik berikutnya satu dengan
yang lain)

12
2. Organisasi file secara random sering disebut meetode organissi file secara direct
(langsung) atau nonsequensial.
Bermcam metode telah dikembangkan untuk mengakses data record yang
disimpan dalam file.
Metode pengaksesan file berisi :
1. Metode akses sequensial dan akses sequensial dan kss sequensial berindeks untuk
file-file yang diorganisasikan secara sequensial
2. Metode Key-transformation, Linked-list dan bermacam metode indexing untuk
file=file yang menggunakan metode organisasi secara random.

Ringkasan :
Konsep-konsep file penting :
⇒ Media penyimpanan file
- device penyimpanan dengan akses sequensial
- device penyimpanan dengan akses secara direct
⇒ Media organisasi file
- organisasi secara sequensial
- organisasi random
⇒ Metode Akses file
- sequensial
- sequensial
- transformasi key
- index
- llinked list
- inverted file
o sejumlah besar obyek yang sama disebat entitas yang masing-masing digambarkan
oleh suatu nilai sekumpul attribute. Sekumpulan nilai-nilai attribut untuk salah satu
entitas sisimpan dalam record fisik. Setiap nilai attribut menepati satu field dalam satu
record. Field dan record memiliki panjang yang bervariasi. Format record bisa
bermacam-macam.

13
o Record menggambarkan entitas yang sama yang disimpan secara bersama dalam file.
Kunci adalah attribut atau kombinasi nilai-nilai attribut yang digunakan untuk
pengurutan dan / atau menemukan record-record dalam satu file. Kunci utama
(promary key) mempunayi kemampuan secara mengidentifikasi satu record dan bisa
sebagai dasar untuk menandai suatu lokasi record dalam file.

14
Latihan :
1. a. Jelaskan dan beri contoh tentang file, record, field, character dan key!
b. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat tentang jenis-jenis berkas!
2. Jelaskan tipe-tipe operasi apa sajakah yang berlangsung saat memproses rcord
didalam file?
3. Jelaskan dan bandingkan perbedaan kedua pasangan kata berikut ini :
a. Master file dan Transaksi file
b. File dan Database
c. Record dan Array
4. Bagaimana proses ”RETRIEVE” data pada
a. Pita magnetic
b. Magnetic disk
5. Jelaskan tentang arti fungsi dan contoh dari istilah-istilah berikut ini yang kaitannya
dengan sistem berkas :
a. Attribut d. Printer
b. Index e. Entry
c. Block f. backup
6. Berikan contoh operasi inquiry pada record!

15
BAB 2
PERANGKAT KERAS
DAN PARAMETERNYA

2.1 Pendahuluan
Pada bab ini akan dibahas mengenai tipe-tipe dasar perangkat keras yang
digunakan untuk menyimpan file-file data meliputi ; card, tape, disk, dan drum. Deskripsi
ini menyediakan latar belakang pengetahuan tentang operasi dan kinerja media
penyimpanan dengan kata lain apa yang devisi lakukan dan bagaimana melakukan nya.

Media penyimpanan data yang sering digunakan adalah :


1. mechanical storage (penyimpanan mekanis)
2. magnetic tape (tape magnetic)
3. magnetic disk (disk magnetic)

2.1.1 Penyimpanan Mekanis


Jenisnya :
- Punch card (Hollerith card)
- Paper tape (memiliki 8 track)
Teknologi punch card
Hollerth digunakan awal mula dari otomatisa pada waktu melakukan sensus di USA
tahun 1890 secara elektro-mekanis. Kemudian punch card digunakan untuk menyortir
dan menyusun menjadi tabel dalam perhitungan komersil.

Karakteristik dari penyimpanan mekanis adalah :


- Penulisan data dilakukan dengan kartu untuk menyandikan satu karakter per kolom.
- Card dengan posisi 80 kolom dan 2 bit atau dengan posisi 90 x 6.
- Paper tape masih digunakan untuk menyimpan pesan komunikasi dan untuk
merekam baris data dari instrumen pengukuran.
- Hanya sekali digunakan untuk perekaman data, karena itu secara ekonomis mahal
- Banyak digunakan sebelum tahun’80-an.

16
2.1.2 Tape Magnetic
Suatu media rekaman yang dibuat satu pita tape tipis dengan material lapisan
magnetis yang sangat halus yang digunakan untuk merekam data analog atau data digital.
Data dsimpan dalam frame yang membentang sepanjang lebar tape. Frame-frame
dikelompokan dalam blok-blok atau setiap record dimana antar blok atau record
dipisahkan oleh gap. Tape Magnetic merupakan medium untuk pengaksesan secara serial.
Tape magnetic dibuat dari pita plastik tipis yang dilapisi dengan partikel-partikel
besi oksida (iron oxida) atau material yang bersifat magnet lainnya. Perekaman pada tape,
dilakukan dimana sinyal listrik dikirim melalui head perekam tape yang dialirkan,
menghasilkan jejakan magnetik pada permukaan tape pada saat tape direkam.aliran akan
dilewatkan kembali atau head memproduksi kembali, atau sinyal yang dihasilkan adalah
sama dengan sinyal yang direkam. Kemudian sinyal ini dikuatkan dengan intensitas yang
sesuai untuk keluaran. (EncyclopediaBritanicaOnline).
Tape merupakan media penyimpanan utama pada permakaian generasi pertama
komputer ditahun 1950 an pada komputer main frame. Michael Lesk memperkirakan di
tahun 1995 ., industri tape magnetic akan menghasilkan sekitar 200 petabyte tape blank.
(Lesk, M., ”Preserving Digital Object : RECCURENT Needs and Challengers”).
Seperti pada kaset tape, informasi yang dsimpan pada tape magnetik bisa diproses
kembali atau diulang kembali disetiap waktu. Informasi di tape juga bisa dihapus atau
juga bisa digunakan kembali. Salah satu keuntungan dari tape magnetic adalah tidak ada
yang hilang dalam kualitas perekam pada pemakai ulang.

7/9 7 track untuk tape dengan kode BCD

Track 9 track untuk tape dengan kode EBCDIC

- Lebar pira : 0,5 inc


- Tebal pita : 0,5 onci (3,8 mm) atau 0,25 inci (6,4 mm)

17
- Panjang pita : 300, 600, 1200, 2400 feet setiap reel
- Media rekaman :
⇒ Feerum oxide
⇒ Chromic oxide
- Kapasitas dari tape magnetic dinyaatakan kerapatannya dengan satuan Bit per inci
(Bpi) yang diukur tiap tracknya. Disamping kondisi fisiknya, cara perekaman juga
mempengaruhi kerapatan dari suatu tape magnetik.

2.1.3 Disk Magnetik


Umumnya :
- Merupakan piranti masukan / keluaran yang paling banyak digunakan daat ini
- Memilki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tape magnitic yaitu :
a. Mudah dipelihara
b. Tidak terlalu sensitif
c. Digunakan untuk penyimpanan data dengan organisasi file langsung

Karakter fisik :
- medium rekaman :
• ferous oxida
• campuran choromis oxida dengan ferous oxide
- bahan dasar : almunium
- berbentuk lingkaran dengan diameter 14 inci (untuk mainframe), umumnya untuk
fleksibel disk : 31/2 inci, 51/4 inci, 8 inci dengan ketebalan 0,03 inci.
Perekam data
• Pada disk magnetic, kode on dan off direpresentasikan oleh kedudukan elemen
magnetiknya. Fleksibelitas disk magnetik disatu sisi menguntungkan, karena
informasi didalamnya bisa kapan saja dihapus dan diganati dengan data baru.
• Dengan mengimbas permukaan disk dengan magnetic (yang ada pada head),
kedudukan elemen magnetik berubah. Artinya kode on bisa diganti off dan
sebaliknya. Dengan kata lain disk magnetic bisa dihapus untuk kemudian ditulis lagi.

18
• Lubang-lubang dipermukaan disk mrepresentasikan data yang tersusun dalam suatu
jalur yang disssebut track. Data disimpan dalam track yang berbentuk konsentris
(lingkaran penuh).
Kemampuan Disk Magnetik
Kecepatan unit disk magnetik diekspresikan dengan ”average access time (rata-
rata waktu akses)” dan transfer rate date (kecepatan transfer data).
Rata-rata waktu akses :
Waktu dimana disk mendapatkan head baca/tulis untuk mengakses data khusus
pada suatu lokasi di mgnetik disk.
Kecepatan Transefer Data :
Kecepatan dimana data dapat ditransfer diantara init disk dan CPU. Kecepatan
transfer data dari 100.000 sampai lebih dari 3 milyar bps.
Waktu akses rata-rarta memindahkan head dari disk dengan memasukan kedua
waktu yang diperlukan untuk memindahkan head read/write ke posisi melalui track
dimana data disimpan (seek time) dan waktu mengambil disk untuk berotasi sampai data
yang diinginkan dibawah/ berada dihead baca/tulis (rotational delay).
Disk dengan fixed-head menyediakan head baca/tulis setiap track pada disk, seek
time dihapuskan. Waktu akses rata-rata untuk memindahkan head dari disk sekitar 30-60
milidetik dan 15-30 milidetik untuk unit disk dengan fixed-head.

2.2 Tipe-tipe Magnetik Disk


§ Disk Pack
Adalah kumpulan disk magnetik yang bisa dipindahkan sebaga satu keseluruhan dari
disk drive bersama-sama dengan satu muatan dimana pemasangannya harus dipisah
ketika operasi atau satu tumpukan hard disk removable yang dibungkus dengan satu
logam atau yang bermuatan plastik.
• Hanya bagian sistem operasi yang mengetahui tentang disk controler yaitu :
- Berapa banyak register-registernya, sektor, track, dan silinder.
- Pergerakan lengan, kecepatan motor drive, waktu setting head
• Sector id : inditifier unik untuk satu sektor data pada dsk pack

19
• Satu sektor dikenali dengan julah silinder c, julah track t, dan julah sektor number
s.
SectorId = (c*Track Per Silinder + t) * Sektor Per Track + s

Dimana :
c = jumlah silinder
t = jumlah track dalam satu silinder
= jumlah permukaan platter
s = jumlah sektor dalam satu track
§ Winchester disk module
Kombinasikan disk-disk magnetik, lengan pengaksesan dan head read/write dalam
satu odule yang disegel/tertutup, satu disk module berisi 4 magnetik dsk, tiap 8 inci
diameternya dapat menyimpan lebih dari 70 milyar byte.
§ Fixed Disk
Magnetik disk yang tidak dapat bergerak (non removable) yang menggunakan
susunan beberapa unit disk. Memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi, kerapatan
rekaman data lebih besar dan toleransi lebih tertutup dala satu segel, lebih stabil
terhadap lingkungan..
fixed-disk memakai mekanisme akses fixed-head (satu kali head read/write per track)
dan memiliki kecepatan tinggi, kapastas dan tahan uji. Contoh Fixed disk adalah Hard
disk.
Satu Harddisk berisi beberapa disk platter (piringan disk). Setiap piringan memiliki
dua head baca/tulis. Salah satu sisi piringan, yang tersebar pada datu lembaran tipis
udara tepat diatas permukaan magnet. Semu head baca/tulis dilekatkan ke satu lengan
tunggalhead dimana mereka tidak dipindahkan secara bebas. Setiap piringan memiliki
jumlah trask yang sama, dan sekelompok track dalam satu lokasi sisemua piringan
sisebut silinder.

Silinder
Kumpulan semua Track (lingkaran konsentrik) dengan lokasi di kumpulan posisi yang
sama disetiap rekaman permukan disk atau disetiap yang sama rekaman permukaan disk

20
atau disetiap sisi Platter dalam drive hard disk. Pada disk Double Sided, satu silinder
berisi 2 track. Pada Hard DISK, satu silinder berisi 2 track (1 disetiap sisi) dari masing-
masing platter. Jika hard disk memiliki 600 track sisetiap 4 platter, maka akan memiliki
600 silinder. Masing-masing berisi sekumpulan 8 trac vertikal.

21