Anda di halaman 1dari 4

SEKILAS TENTANG PENGGUNAAN ILMU PSIKOLOGI DALAM DUNIA MILITER

Oleh: Lettu Inf. Ahmad Trisu


HOME KEMBALI

ertempuran di zaman modern seperti sekarang ini banyak menggunakan beragam peralatan can

pengoperasiannya, tentu saja peralatan ini membutuhkan sumber daya manusia dengan beragam ke spesifik sebagai "otak" yang mengoperasikan peralatan tersebut. Tanpa adanya sumber daya manusi dalam mengoperasikan, maka peralatan secanggih apapun akan menjadi sia-sia.

Manusia sendiri memiliki sedikit kemiripan dengan mesin, karena ia merupakan organisme yang kom memiliki kemampuan serta kapasitas yang berbeda. Beberapa kemampuan dan kapasitas yang dimili merupakan faktor bawaan yang memiliki keterbatasan. Sebagai contoh, kemampuan melihat,manusia keterbatasan dalam situasi yang gelap dan tidak akan dapat melihat dengan jelas. Dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi adalah sejauhmana keterbatasan ini disadari sehingga akan dapat diran peralatan yang dapat memaksimalkan kemampuan manusia, sehingga ia dapat melaksanakan tugasn situasi yang sangat sulit sekalipun. Padahal ini dipelajari dalam Psikologi Ergonomik (Human Enginerin

Selain kemampuan, manusia juga memiliki keterampilan yang biasanya dipelajari dan bukan diwari Kepemimpinan dan kemampuan dalam bekerjasama dengan orang lain merupakan salah satu contoh yang dipelajari. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam mempelajari sesuatu secara dalam mempelajari hal-hal khusus. Sebagai contoh, mungkin saja seseorang itu secara umum memili yang tergolong baik dalam kelompok usianya, namun bisa saja dalam mempelajari hal-hal khusus, mi kemampuan dalam mempelajari sandi ia memiliki kesulitan. Dalam hal ini peran psikologi sangat dom dalam menentukan kapasitas seseorang dalam mempelajari suatu keterampilan secara umum maupu khusus. Psikologi dapat membantu dunia militer dalam menentukan kemampuan apa saja yang dibut tugas-tugas tertentu dan bagaimana cara mendapatkan kemampuan itu melalui seleksi dan pelatihan

Manusia sebagai suatu media pada saat pasukan memenangkan pertempuran seharusnya memper fungsi-fungsi psikologis dari setiap prajuritnya. Psikologi militer dalam hal ini dapat membantu untuk kemampuan dan batas kemampuan yang dimiliki oleh prajurit dan juga bagaimana prajuritnya bereak yang dihadapi, termasuk di dalamnya cara berinteraksi sesama prajurit maupun antara prajurit dan m baik yang memihak maupun menentang. Selain itu psikologi militer juga membantu dalam mengetah

emosi dan tingkah laku masyarakat sipil yang menentang kita sehingga kita dapat membelokan kepe dan memenangkan perang tanpa harus bertempur, inilah tujuan yang ingin dicapai melalui perang ps

Pemanfaatan Psikologi dalam dunia militer Secara praktis kegunaan psikologi dalam militer dapat dijabarkan dalam bidang-bidang sebagai ber

Observasi. Observasi dan bagaimana cara kita mengenali sesuatu memainkan peranan yang penting dalam du Seberapa akurat kita bisa mempersepsi atau mendengar sesuatu seringkali menjadi penentu dalam s Penggunaan kamuflase dan kontra kamuflase, pemahaman mengenai medan yang dihadapi, serta ke melihat pada para penerbang merupakan sebagian kecil dari pentingnya persepsi dalam militer.

Kinerja. Permasalahan psikologi militer dalam memahami kinerja prajuritnya terbagi dalam dua hal, yaitu ke efisiensi. Keahlian seringkali didapatkan melalui seleksi prajurit-prajurit yang memiliki keahlian terten latihan. Pengembangan keahlian seseorang bisa juga diasah melalui serangkaian prosedur yang dides rupa sehingga dapat memudahkan prajurit untuk menampilkan kinerja yang optimal. Seringkali prose dipelajari agar dapat dikuasai dengan baik, sebagai contoh seorang prajurit tidak mungkin dapat men cara meremas picu secara benar bila hanya diberi tahu tanpa dia mencobanya. Agar dia mampu mela meremas picu yang benar, dia harus mencobanya berkali-kali hingga mahir. Permasalahan lain dalam psikologi militer adalah efisiensi yaitu bagaimana cara mengahasilkan sesua besarnya dengan usaha yang sekecil mungkin. Pertempuran adalah suatu kompetisi dan dalam komp mampu menghasilkan lebih banyak dengan usaha yang lebih sedikit akan menjadi pemenangnya. Da aktivitas yang sering dilakukan adalah suatu aktivitas yang berulang dan dilakukan berkali-kali. Hal in agar prajurit dapat mempelajari bagaimana cara terbaik dalam menyelesaikan tugasnya tanpa harus kelelahan yang berarti. Melalui teknik latihan tertentu dapat juga digunakan untuk meminimalisir kele mencegah timbulnya kebosanan. Hal lain yang berkaitan dengan efisiensi adalah bagaimana angkata meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi serta efek dari makanan, minuman serta obat-obatan te moral prajurit.

Seleksi Manusia memiliki keragaman yang sangat berbeda satu dengan lainnya. Keragaman tersebut dalam berkaitan dengan kemampuan dan bakat dalam mempelajari hal-hal tertentu. Untuk memudahkan da proses pendidikan agar tercipta prajurit-prajurit yang handal, maka sangat penting untuk memilih pra kemampuan serta bakat yang dibutuhkan sesuai dengan tugas-tugas yang akan dihadapi. Dalam pros digunakan berbagai macam metode yang dianggap tepat, misalnya melalui psikotes, wawancara dan garis besar, seleksi adalah proses untuk menentukan personel yang tepat untuk tugas yang tepat dan pada saat seleksi saja. Selama menjalani karir di dunia militer, setiap prajurit harus selalu diukur dan kemampuannya seiring dengan perkembangan prajurit tersebut sebagai hasil dari latihan yang didap lembaga pendidikan maupun pengalaman bertugas di satuan.

Pelatihan Hidup seorang prajurit sebagian bes baik itu latihan sebagai pasukan temp sebagai banpur atau banmin. Banyak pendidikan yang diberikan oleh angka para prajuritnya, baik dalam tingkat ta maupun perwira. Semua pelatihan ter dimaksudkan agar prajurit siap mengh diembannya dan mampu melaksanaka hasil yang maksimal. Dalam pelatihan, dibutuhkan pemaha psikologi belajar. Seorang prajurit haru bagaimana caranya berlatih dan prose terhadap hal yang baru, bagaimana m pemahaman merupakan hal yang pen Hal yang penting adalah bagaimana c agar dapat belajar secara efisien. Prajurit harus belajar bagaimana cara belajar yang baik, bagaimana masalah yang paling tepat dan bagaimana mengaplikasikan cara belajar yang paling efisien dalam du

Penyesuaian Diri Setiap manusia terlebih prajurit, harus memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan dihadapinya dan dengan orang lain yang berhubungan dengan dirinya. Seringkali penyesuaian diri ini persoalan yang besar karena sulit bagi manusia untuk dapat beradaptasi dengan setiap perubahan ya dengan baik. Banyak sekali hal yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan motivasi, moral, emosi, dsb. Motivasi penting untuk mengetahui bagaimana kebutuhan-kebutuhan berpengaruh pada cara berpiki bagaimana kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat menyebabkan konflik yang akan mengarah pada fru frustasi nantinya akan mengarah pada tingkah laku aggresi, apatis atau tingkah laku melarikan diri, d seorang prajurit menampilkan tingkah laku penyesuaian diri yang tidak adekuat dengan menampilkan ekstrem yang tidak diharapkan. Hal tersebut adalah butir-butir yang penting untuk dijadikan bahan pe ketika kita berhubungan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia dalam kondisi penuh Moril pada dasarnya adalah suatu kondisi penyesuaian diri yang sehat dari seorang prajurit terhadap dihadapinya. Prajurit yang memiliki moril baik adalah prajurit yang dapat bekerjasama dengan orang yang sulit sekalipun. Dalam menjaga moril, peran seorang pemimpin sangat dominan dan syarat agar pemimpin dapat menjaga moril anggotanya adalah dia harus dapat memahami anggotanya dengan b Emosi dalam dunia militer biasanya berkaitan dengan rasa takut. Semua prajurit harus memiliki pema rasa takut, menyadari adanya rasa takut dan tidak merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya mera takut ini malah harus digunakan untuk membuat kita menjadi lebih efisien dalam bertempur.

Relasi Sosial Dalam lingkungan militer, perlu memahami pola-pola relasi yang ada dan bagaimana memanfaatka sarana agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ada empat hal dalam relasi di dunia militer peranan penting, yaitu kepemimpinan, rumor, rasa panik dan relasi dengan orang yang berasal dari b berbeda.

Pengukuran opini dan propaganda Perang menciptakan banyak suasana dimana sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagaiman dari kelompok tertentu walaupun sulit membangun hubungan yang benar-benar aman dengan kelom beberapa metode psikologis yang dapat digunakan dalam situasi seperti ini, salah satunya adalah den diberikan pada orang-orang yang telah dipilih sebelumnya sebagai sampel. Metoda-metoda ini perlu u untuk nantinya dipergunakan bagi tujuan-tujuan tertentu, dan dengan beberapa perubahan, metoda i diaplikasikan pada kelompok besar maupun kelompok kecil. Ketika opini dari sekelompok orang sudah kita dapat menggunakannya sebagai propaganda dengan tujuan untuk memperkuat moril prajurit kita memperlemah kemauan bertempur dari pasukan musuh. Inilah yang disebut dengan perang psikolog kemampuan perang psikologi yang handal, kita dapat memaksa musuh untuk menyerah tanpa harus akan mengurangi resiko kerugian di pihak sendiri. Dari sekilas uraian yang digambarkan dapat memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan Psikolog militer, tidak terbatas hanya untuk seleksi dan klasifikasi saja akan tetapi masih banyak bidang lainny memanfaatkan Psikologi. ***