Anda di halaman 1dari 4

PROBLEMATIKA CINTA REMAJA

PART II I. TEMA Persahabatan yang hampir rusak hanya karena cinta(Masalah cinta). TOKOH 1. Gindri sebagai Indy yang merupakan tokoh utama 2. Komang sebagai Moni yang merupakan tokoh pembantu 3. Annisa sebagai Anis yang merupakan tokoh pembantu 4. Hermitina sebagai Tina yang merupakan tokoh pembantu 5. Eva sebagai Eva yang merupakan tokoh pembantu 6. Dipo sebagai Dypo yang merupakan tokoh pembantu 7. Mantri sebagai Mantry yang merupakan tokoh pembantu 8. Putu Budha sebagai Yudha yang merupakan tokoh pembantu KARAKTER TOKOH 1. Indy : Protagonis, Lembut, Baik, Egois 2. Anis : Protagonis, Ambisius, Baik, Pintar 3. Moni : Protagonis, Lembut, Baik 4. Tina : Protagonis, Cerewet 5. Eva : Protagonis, Baik 6. Dypo : Protagonis, Suka Jail, Agak Feminim, suka mengganggu 7. Mantry : Protagonis, Suka Jail dan Mengganggu, Suka Mengolok, Agak Tomboy 8. Yudha : Bijaksana, setia, protagonis, cerewet LATAR DALAM CERITA 1. Tempat : Di teras-teras kelas dan di dalam kelas 2. Waktu : Siang hari 3. Suasana : Sepi, ramai, ribut, tegang kemudian sepi ikembali 4. Alat Kehidupan : Meja-meja dan kursi NASKAH DRAMA

II.

III.

IV.

V.

Tet.....Tet....Tet..... Bel pulang telah berbunyi, waktunya untuk kembali ke rumah masing-masing. Tampak satu persatu siswa keluar dari kelas XII IPA 4, mereka sibuk membahas tentang ulangan MTK yang baru saja dilaksanakan. Tampaklah Anis, Moni dan Indy sedang bercakap-cakap. Anis : Wah, Ni. Ku salah yang nomor 2, seharusnya kan -2 bukan 2. Aduh!! (memegang kepalanya) Moni : Kee, kok bisa 2?, kan akhirnya to dikali -1 kan? (menjelaskan) Indy : Sudah-sudah!, besok aja lihat hasilnya, karang mending kita pulang yuk! (mengajak) Anis : Ayok, dah! (mengikuti Indy) Saat perjalanan pulang melalui teras-teras kelas di sekolahnya, mereka berpapasan dengan Tina dan Eva yang sedang asyik mengobrol. Tak sengaja Indy mendengar percakapan mereka.

Tina

: Va, tau ga?!, tadi pas aku lewat di belakang sekolah, aku denger anak-anak cowok to lagi ngerebutin Moni (Serius) Eva : Hah!, Moni kan pacarnya Yudha?, mang siapa yang ngerebutin Moni? (bingung) Tina : Itu toh si Avis ma Ryan, mereka sempat berantem, untung aja ada si Eno yang yang bisa nenangin mereka berdua (menghela nafas) Eva : Kan Ryan pacarnya Indy?, kok bisa ya dia begitu? Tina : Ga tahu!, malah dia ngaku loq Moni miliknya. Padahal Moni ma yudha kan belum putus juga, mana dia ga mau kasih Avis deketin Moni lagi Eva : Yah, seharusnya Ryan ga usah ngaku-ngaku gitu!, memang sih Moni da masalah ma Yudha, tapi belum putus kan. Lagipula, Ryan juga masih da status ma Indy (Indy mendekati Tina dan Eva sambil menutup mulutnya) Indy : TINA...!, Bener yang loe bilang tadi?!. Dia bilang begitu?! (menangis) Anis : Sabar, Ndy! (menenangkan) Eva : Ndy!, maaf Ndy! (mendekati Indy) Tina : Ku lihat seperti itu, maaf loq aku buat kamu begini (gelisah). Aku minta maaf, Ndy! Indy : Ga apa-apa Na (berlari ke kelas sambil menangis) Anis dan Moni : (mengejar sahabatnya) Tina dan Eva : (berjalan ke kelas tempat Indy menangis) Anis : Sabar, Ndy. Tenangkan dirimu! (Indy masih terus menangis) Tina : Indy, sabar ya! Indy : Makasih buat infonya, Na Tina : Iya, sama-sama. Kalu begitu saya sama Eva pamit ya? Indy : Iya, hati-hati! (terisak-isak) Eva : Iya, Bye (Eva dan Tina meninggalkan kelas dan kemudian pulang) Anis : Ndy, jangan nangis lagi!, tenang kita bicarakan ini pelan-pelan (mengusap air mata indy) Moni : Ya, indy sabar. Jangan nangis begitu! Indy : Apa, kamu Moni!! (marah pada Moni sambil mendorong meja ). Ini semua garagara kamu!! Anis : Tenang Ndy, jangan seperti itu, inget! Moni itu sahabat baik kita (panik) Indy : Sahabat baik apanya!!, cowok orang diambil padahal dia sudah punya cowok! Ga tahu malu banget jadi orang (memaki-maki Moni) Moni : Indy! Yang suka ma aku to Dia!, lagian aku to ga suka ma dia, dan kamu tahu aku udah punya pacar khan? (Anis semakin gelisah dan panik) Indy : Penipu kamu!!!, kamu pembohong!(menjambak rambut moni) Yudha : (berdiri di pintu). Lepaskan Ndy!!(Indy melepas jambakannya lalu Yudha mendekat) Indy : Dha!, bilangin to pacar kamu biar dia ga sok kecakepan! Yudha : Mang ada masalah apa?! (heran) Anis : Itu toh, Tina denger kalau Ryan ma Avis lagi rebutin pacar kamu to si Moni Yudha : Apa?! (kaget) Anis : Ya, Dha. Indy lagi Shock kalau Ryan juga ikut ngerebutin Moni Yudha : Wah..!, ga bisa dibiarin Nih, memang kecantikan pacarku ini ga ada duanya, bisa luluhin hati tiap cowok yang melihatnya, Tapi Cuma aku yang beruntung dapetin dia, hahaha (sombong) Indy : Banggain to pacarmu, dasar! Anis : Aduh..., Indy sabar!, lagian ini bukan salah Moni. Pacarmu ja yang kegatelan! Indy : Huhhh, hemm (menghela nafas). Ku kan buat perhitungan ma Dia! (ambisius) Moni : (terdiam dan meneteskan air mata) Yudha : Tenang ja Ndy!, Moni ga kan ku serahin ke Ryan, karena udah ada aku, Pacarnya!

Anis Indy Anis Moni

Indy Moni Anis Indy Anis Yudha Anis

Yudha

Anis Yudha Indy Anis Yudha Moni Yudha Indy Anis

: Ya, Ndy. Tenang aja! (melembut) : Tapi!, Indy ga terima ma sikapnya Ryan bilang begitu! (bicara terputus-putus) : Besok kita balas dia!, sekali lagi, jangan tuduh moni, Ndy! : (terisak-isak). Ndy jangan seperti itu ma aku, aku mohon!, dah lama aku mencari sahabat yang baik seperti kamu, tolong ndy, ku ga mau kehilangan sahabat seperti kamu (memohon) : (berdiri dan memeluk Moni). Maafin indy Ni, Indy tadi Khilaf, Indy gaberpikir sebelum ngelakuin to . Maaf ya Moni (menggenggam tangan Moni) : Ya, aku juga minta maaf, Ndy : Gitu donk!, yang akur : Pokoknya besok kita buat perhitungan ma dia! (ambisius) : Yah,bagus Ndy! : Besok, ku coba bicara sama dia (berlagak pahlawan) : Ya. Eh, tapi kamu harus jaga Moni tu, walaupun Ryan nanti akan kita beritahu untuk jangan ganggu Moni lagi, tapi si Avis yang akan ganggu Moni, kan Avis juga suka ma pacarmu nto (menjelaskan) : Hah, dia si Bego nan Gokil?. Wah, tenang aja!, semoncong-moncongnya giginya si Avis, lebih moncong giginya Gua. So, pasti Moni milih gua, ya kan Sayang? (mengedipkan mata pada moni) : Hahahaha (tertawa lebar). Mang banteng punya moncong? : Iya, kami kan pasukan banteng!, tapi dia lebih Gokil! (sombong) : Banteng lepas di kandang ya? : Dia gokil kenapa?! : Ya lah dari kandang,wkwkwkwk (tertawa). Dia to lebih gokil Nis karena giginya dekil, so, Gokil is gigi dekil! : Gokil=gigi dekil????? (bingung) : Ah sayang ga tau aja : (tertawa kecil) hihihihi. Dah kalian berdua tunggu sini!, Indy ma Anis mau ke WC dulu, mau cuci muka (menarik tangan Anis), ayo Nis! : Ayo (mengikuti indy)

Setelah Anis dan Indy pergi ke WC, tinggalah Yugi dan Moni di dalam kelas, dengan empat mata mereka bercakap-cakap. Yudha : Yank, Dha mohon jangan tinggalin Yudha yah?! (berlegak romantis) Moni : Pasti!, ku Cuma sayang ma kamu seorang, Dha! Yudha : Makasih. Hm Moni, aku.... (saling menggenggam tangan dan tiba-tiba Dypo dan Mantri masuk kelas hingga kalimat Yudha terputus) Dypo : Ehem...ehem (berlari-lari kecil dengan mantri lalu tersandung bangku dan jatuh) Aduh!! Mantri : Po, hati-hati makanya, masak bangku segede bumi ga dilihat? (membantu Dypo berdiri) Yudha : Dasar, makanya jangan mennganggu. Balasan to (meniru gaya mail di upin-ipin) Dypo : (Merintih). Aduh, Man, to gara-gara giginya Yudha!, sinar mataharinya terpantul di giginya, jadi silau deh (menghina) Moni : (cekikikan). Masa sih, Po? Kok bisa? Dypo : Lasingan to giginya kayak Spion! Mantri : Hahaha..., Dong loq ga pake motor ga berspion, ga di tilang tuh po (menghina Yudha) Dypo : Ya, sih. Kan ada giginya yang jadi spionnya. Hahaha (tertawa) Yudha : Bisanya menghina saja kalian. Ckckck, kalian kalian tahu?, ini anugerah tuhan, banyak manfaatnya (menggelengkan kepala)

Mantri Moni Mantri Moni Dypo Mantri Yudha Dypo Mantri Yudha Moni Yudha Moni Anis Moni Yudha Moni Yudha Anis Moni Yudha Indy Anis Yudha Moni

: (nyeletuk). Termasuk jadi spion (Dipo dan mantri tertawa) : Sudah dong!, kasihan cowokku kalian hina!, lagian kalian balik ngapain? : Nih, bukunya Dypo ketinggalan di kolong meja : Oh, gitu!, Buku apa toh? : Ada deh! (memeriksa kolong meja) : Dah ketemu Po?!, cepetan dah keroncongan nie perut! : Ya, cepet sana!, ganggu orang pacaran saja! : Yah, sabar!, Ni dah ketemu (memperlihatkan sebuah majalah Fashion) : Ayo, dah! Kita cabut!, sebelum si Spion ngamuk (berlari kecil keluar kelas bersama Dypo) : Dasar pengganggu, penghina. Suh..suh!! (mengusir) : Dah biarin aja! : Moni, aku..... (kalimatnya terputus karena Indy dan Anis kembali dari WC dan masuk kelas). Yah, dari tadi da ja yang ganggu, jadinya ga dapat bilang itu! (sebal) : Ntar ja masih da waktu : Wah!, seneng ya berduaan? : Apa-apaan, sih? : Borobudur berduaan, tadi ja diganggu ma si Mantri ma Dypo! (masih sebal) : Bukan borobudur Dha!, tapi Boro-boro! : Oh, Iya!, He : hahaha, Kasian diganggu, huhu, ga dapat berduaan jadinya? : Ga apa-apa, tapi kan kapan-kapan bisa ketemu lagi, ya kan Dha? : Iya, sih! : (dengan muka segar berbicara). Dah jam 2 nih, kita pulang yuk! : Iya bener, ayo dah! : Moni, aku anter ya? : (berpikir). Ya udah.

Lalu mereka semua keluar dari kelas dan pulang kerumah mereka masing-masing. Akhirnya kelas menjadi sepi kembali. Di sekolah pun lama-kelamaan tak didapati lagi siswa yang lagi mondarmandir maupun mojok(pacaran), semuanya sudah kembali ke kerumah masing-masing.

Bersambung....
KARYA : RINO SUGIANTORO