Anda di halaman 1dari 8

Proses menua Pada hakekatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga

tahap kehidupannya yaitu masa anak, masa dewasa dan masa tua ( Nugroho, 1992). Tiga tahap ini berbeda baik secara biologis maupun psikologis. Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Kemunduran fisik ditandai dengan kulit yang mengendor, rambut memutih, penurunan pendengaran, penglihatan memburuk, gerakan lambat, kelainan berbagai fungsi organ vital, sensitifitas emosional meningkat dan kurang gairah. Meskipun secara alamiah terjadi penurunan fungsi berbagai organ, tetapi tidak harus menimbulkan penyakit oleh karenanya lanjut usia harus sehat. Sehat dalam hal ini diartikan : Bebas dari penyakit fisik, mental dan sosial Mampu melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mendapat dukungan secara sosial dari keluarga dan masyarakat

Kesulitan dan Masalah Pada Usia Lanjut Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola hidupnya Membuat teman baru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meninggal atau pindah Mengembangkan aktifitas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak

Lanjut usia juga mengalami perubahan dalam minat. Pertama minat terhadap diri makin bertambah. Kedua minat terhadap penampilan semakin berkurang. Ketiga minat terhadap uang semakin meningkat, terkhir minta terhadap kegiatan rekreasi tak berubah hanya cenderung menyempit. Untuk itu diperlukan motivasi yang tinggi pada diri lansia untuk selalu menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat secara fisik. Motivasi tersebut diperlikan untuk melakukan latihan fisik secara benar dan teratur untuk meningkatkan kebugaran fisiknya. Berkaitan dengan perubahan, kemudian Hurlock (1990) mengatakan bahwa perubahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap perubahan tersebut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. Bagaimana sikap yang ditunjukan apakah memuaskan atau tidak memuaskan, hal ini tergantung dari pengaruh perubahan terhadap peran dan pengalaman pribadinya. Perubahan yang diminati oleh para lanjut usia adalah perubahan yang

berkaitan dengan masalah peningkatan kesehatan, ekonmi atau pendapatan dan peran sosial (Goldstein, 1992). Dalam menghadapi perubahan tersebut diperlukan penyesuaian. Ciri-ciri penyesuaian yang tidak baik dari lansia ( Hurlock, 1979) di kutip oleh Munandar (1994) adalah : Minat sempit terhadap kejadian di lingkungannya penarikan diri ke dalam dunia fantasi Selalu mengingat kembali masa lalu Selalu kwuatir karena pengangguran Kurang ada motivasi Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik Tempat tinggal yang tidak diinginkan

POST POWER SYNDROME -*----T: Sebenarnya apa yang dimaksud dengan post power syndrome itu? J: Arti dari "syndrome" itu adalah kumpulan gejala. "Power" adalah kekuasaan. Jadi, terjemahan dari post power syndrome kira-kira adalah gejala-gejala pasca kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada orang-orang yang tadinya mempunyai kekuasaan atau menjabat satu jabatan, namun ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika itu terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Gejala-gejala itu biasanya bersifat negatif, itulah yang diartikan post power syndrome. ----T: Kumpulan dari gejala-gejala apa sajakah syndrome itu? J: Bisa dibagi menjadi beberapa gejala: 1. Gejala fisik, misalnya orang-orang yang mengalami post power syndrome, kadangkala tampak menjadi jauh lebih cepat tua dibanding pada waktu dia menjabat. Tiba-tiba rambutnya menjadi putih semua, berkeriput, menjadi pemurung, dan mungkin juga sakit-sakitan, menjadi lemah tubuhnya. 2. Gejala emosi, misalnya cepat tersinggung, merasa tidak berharga, ingin menarik diri dari lingkungan pergaulan, ingin bersembunyi dan sebagainya. 3. Gejala perilaku, misalnya malu bertemu dengan orang lain, lebih mudah melakukan pola-pola kekerasan atau menunjukkan kemarahan baik di rumah atau di tempat yang lain. -----

T: Apakah yang menyebabkan syndrome-syndrome itu muncul di dalam diri seseorang? J: Sebetulnya, secara umum syndrome ini bisa kita katakan sebagai masa krisis dan kalau digolongkan krisis ini adalah semacam krisis perkembangan. Dalam arti, pada fase-fase tertentu di dalam kehidupan kita, kita bisa mengalami krisis-krisis semacam ini. Pada gejala post power syndrome ini, khususnya adalah krisis yang menyangkut satu jabatan atau kekuasaan, terutama akan terjadi pada orang yang mendasarkan harga dirinya pada kekuasaan. Kalau misalnya dia tidak mendasarkan dirinya pada kekuasaan, gejala ini tidak tampak menonjol. ----T: Tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya? J: Yang PERTAMA, pada saat kita melakukan sesuatu atau sebelum menjabat, kita perlu belajar menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah karunia dari Allah termasuk kekuasaan dan jabatan. Tugas kita adalah hanya sebagai alat yang dipakai Allah untuk melakukan pekerjaan-Nya. Jadi, kita tidak boleh mengangkangi kuasa yang telah diberikan Allah untuk menjadi milik kita yang harus kita pertahankan sepenuhnya. Kita sedang melakukan pekerjaan yang Allah percayakan pada kita melalui kuasa yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Yang KEDUA, kita juga harus selalu menyadari bahwa kekuasaan itu tidak bersifat permanen dan kita harus menyiapkan diri apabila suatu ketika kuasa itu lepas dari diri kita. Apabila tiba-tiba kita kehilangan kekuasaan, tetapi kita mempunyai persiapan sebelumnya, maka kita akan lebih tahan menghadapi krisis ini. Yang KETIGA, sebaiknya selama berkuasa, kita tidak memikirkan bagaimana mempertahankan kekuasaan, tetapi kita memikirkan untuk melakukan kaderisasi. Justru karena dengan kita melatih dan mendidik, maka nantinya kita dihargai, karena kita telah melakukan suatu regenerasi dan melakukan pendidikan, tugas mendidik orang lain, bukan karena kekuasaan yang kita miliki Yang KEEMPAT, kita perlu belajar rendah hati, seperti juga Yohanes Pembaptis yang mengutamakan nama Kristus daripada dirinya sendiri. Ucapan Yohanes Pembabtis yang terkenal adalah demikian "Ia, maksudnya Kristus, harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil," Yohanes 3:30. Kita harus selalu menyadari bahwa nantinya itu bukan nama kita, tetapi nama Tuhan. Yang KELIMA, sebanyak mungkin menanamkan kebaikan selama kita berkuasa. Kalau kita banyak menyakiti hati orang, kita banyak menindas orang, waspadalah bahwa gejala post power syndrome ini dekat dengan kita. Tujuan utama kekuasaan bukan agar kita dihargai orang, tetapi supaya kita berbuat banyak bagi kesejahteraan orang lain. ----T: Kalau sampai seseorang itu terkena post power syndrome tanpa persiapan dan sebagainya, langkah-langkah apa yang sebaiknya harus segera dilakukan?

J: PERTAMA, tentunya akan terkejut, shock. Tapi kita harus belajar menerima kenyataan ini, kalau tidak, maka kita akan terus berada di dalam keadaan yang menderita. KEDUA, kita harus mengakui bahwa ada orang lain yang berkuasa yang menggantikan kita. Kita sudah tidak boleh menuntut orang lain untuk mentaati instruksi kita. KETIGA, kita perlu mencari kegiatan lain yang berarti bagi kita, yang masih bisa kita lakukan untuk mengisi hidup kita supaya kita tidak terus meratapi kehilangan kita. KEEMPAT, kita juga mengucap syukur atas kesempatan yang pernah kita nikmati dan saat ini yang telah Tuhan sediakan juga bagi kita. ----T: Apa yang firman Tuhan katakan dalam hal ini? J: Dalam Matius 20:25-28, Yesus berkata: "Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Bagian ini tentu cukup dikenal, cukup sering dibaca oleh kita semua, namun jiwa atau inti dari apa yang Tuhan Yesus katakan ini sangat penting. Khususnya bagi kita yang suatu saat mungkin akan kehilangan kekuasaan dalam bentuk apa pun. Supaya kita lebih tahan menghadapi gejala-gejala yang bisa merusak kita lebih jauh. -*- Sumber -*-: [[Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. #086A yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan. -- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat e-Mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)xc.org atau: < TELAGA(at)sabda.org > ]] *TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS* -*- LIMA LANGKAH MENUJU MASA PENSIUN YANG KREATIF -*Usia tengah baya ialah saat untuk mulai mengajukan pertanyaan mengenai gaya hidup dan kegiatan dalam tahun-tahun di masa yang akan datang. Jika mungkin, setiap orang seharusnya tidak perlu dan tidak pernah pensiun. Tetapi, agar ia tidak usah dipensiunkan, ia harus

membuat rencana sejak saat ini untuk mengadakan peralihan yang diperlukan dari pekerjaannya sekarang memasuki "masa pensiun yang kreatif." 1. Pilihlah tempat untuk tinggal ----------------------------Seseorang yang sedang menolong mana mereka akan tinggal, akan keputusannya sendiri kelak. Di berarti daerah di suatu negara juga rumah macam apa yang akan

orangtuanya mengambil keputusan di mendapat suatu pegangan untuk mana ia akan tinggal bukan hanya atau di luar negeri, melainkan ditempati.

Suatu solusi yang kreatif atas masalah ini mungkin adalah mencari atau membeli sebuah rumah kecil. Pemukiman khusus bagi orangorang yang sudah pensiun merupakan suatu contoh yang baik untuk masa pensiun yang kreatif. Sudah menjadi pengharapan yang tidak tertulis bahwa orang-orang yang tinggal di daerah tersebut akan bekerja lebih keras lagi untuk menanam pohon-pohon atau rumput, mengecat tembok, membuat jalan, dan menolong-orang yang baru masuk. Dalam proyek yang berkembang dan berkesinambungan, selalu ada pekerjaan yang harus dikerjakan dan akibatnya, orang akan terus merasa penting dan berguna. 2. Gaya hidup ---------Gaya hidup merupakan sebuah keputusan lain yang akan mempengaruhi ukuran dan lokasi tempat tinggal itu. Jika satu pasangan berencana untuk tinggal di dalam satu rumah dengan pekarangan yang cukup luas, mereka perlu mempersiapkan sejak dini untuk gaya hidup seperti itu. Tetapi pasangan itu merencanakan untuk hidup lebih sederhana, mereka juga perlu untuk belajar hidup dengan sederhana sebelum mereka sampai pada waktu dimana mereka harus hidup demikian. 3. Uang ---Uang akan menjadi masalah utama dan perencanaan secara hati-hati pada usia tengah baya sangatlah menentukan. Setelah seseorang mengambil keputusan di mana ia akan tinggal dan gaya hidup seperti apa yang akan dijalaninya, kemudian ia perlu memperhitungkan jumlah tabungan, investasi, rencana pensiun, dan jaminan sosial yang diperolehnya. Ia harus memperhitungkan berapa banyak uang yang akan diperolehnya dari semua perencanaan ini dan dengan inflasi yang berkepanjangan, apa yang akan dimilikinya bila saatnya tiba. Tanpa merasa terlalu pesimistis, penting untuk diingat bahwa ia harus memeriksa sumber-sumber keuangan dimana ia mempercayakannya. Misalnya, kebanyakan uang pensiun tidak dapat dipindahkan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Jika seseorang memutuskan untuk pindah pada karier lain, maka ia akan kehilangan banyak tahun pensiunnya. Menabung merupakan contoh lain dari sumber keuangan dengan rasa aman yang palsu. Seseorang dapat merasa berbesar hati bahwa ia

mendapat bunga 6 atau 7 persen dari simpanan jangka panjangnya. Apa yang tidak diperhitungkannya untuk jangka waktu pendek adalah bahwa ia harus membayar pajak pendapatan dari penghasilan itu ditambah ia kehilangan sebagian lain karena inflasi, sehingga tabungannya semakin berkurang daya belinya. Sumber-sumber yang berwujud uang bagaimanapun juga harus dihubungkan dengan inflasi, sehingga jika orang itu membutuhkannya, mereka akan dapat memberli seperti dahulu dengan apa yang akan mereka beli sekarang. 4. Bekerja ------Bekerja seharusnya bukan merupakan pilihan, tetapi seharusnya merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Bekerja mungkin bukan untuk tujuan untuk mendapatkan uang, tetapi setiap orang harus terus menyumbangkan bagiannya kepada masyarakat. Ketika orang yang lebih tua ditanya, "Jika Anda mewarisi uang yang cukup untuk hidup cukup mewah pada sisa umur hidup Anda, apakah Anda masih mau bekerja?" Tanggapannya secara serempak adalah, "Ya".! 5. Suatu program mengenai langkah-langkah kecil -------------------------------------------Setelah mengikuti penilaian di bidang-bidang ini, suami dan istri itu harus membuat garis besar suatu program mengenai langkahlangkah kecil yang menjurus kepada sasaran yang terpenting. Bagian dari rencana ini mungkin adalah memakai waktu libur untuk menyelidiki berbagai daerah di Indonesia, di mana mereka mempertimbangkan untuk tinggal. Mereka mungkin mulai berbicara dengan teman-teman lain mengenai kemungkinan untuk memusatkan sumber-sumber keuangan mereka untuk tahun-tahun yang akan datang. Mungkin mereka mengalihkan investasi mereka atau mencari investasi baru. Pendidikan lanjut atau latihan kejuruan mungkin dibutuhkan untuk memperoleh ketrampilan baru untuk tahun-tahun masa pensiun yang kreatif. Perencanaan jangka panjang seharusnya juga mencakup anak-anak dan keluarga mereka sehingga hubungan dan komunikasi berkala dapat dipertahankan. Sampai tahap ini, orang juga harus mempertimbangkan dampak dari kematian yang tidak disangka-sangka. Apa yang akan dilakukan oleh istrinya jika suaminya meninggal lebih dahulu (yang biasanya terjadi menurut statistik)? Bagaimana hal ini akan mempengaruhi tahun-tahun sebelum pensiun dan langkah-langkah dan arah khusus apa yang harus diambil oleh jandanya? Rencana pensiun dapat diubah dalam tahun-tahun berikutnya, tetapi jika tidak Anda rencanakan sama sekali, Anda hanya akan hanyut ke masa pensiun, dan mungkin memasuki suatu keadaan kacau yang menyebabkan frustasi. -*- Sumber diedit dari: -*Judul Buku: Krisis Tengah Baya Penulis : Jim dan Sally Conway

Penerbit Halaman

: Yayasan Kalam Hidup, Bandung : 70 - 72

*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO* -*- SEMINAR KONSELING BAGI REMAJA DARI LK3 -*Setelah tiga seminar yang lalu mengupas tentang anak dan permasalahannya, kini LK3 akan mengupas KONSELING BAGI REMAJA DENGAN MASALAH PERGAULAN DAN SEKSUALITAS sebagai kelanjutan dari rangkaian seminar sebelumnya. Seminar ini akan dilaksanakan pada: Hari, tanggal Pukul Tempat : Sabtu, 29 Januari 2005 : 10.00 - 12.30 WIB : Parenting & Counseling Education Center, Gajah Mada Plaza, Lantai 7 Pembicara : Dedi Sutendi M.Div., MA. Deskripsi singkat: Sesi ini membantu kita dalam membimbing para remaja untuk mengerti hal pergaulan dan seksualitas. Seminar ini juga membantu kita dalam memberi penjelasan atau mengajarkan kepada anak tentang pacaran dan pernikahan sesuai dengan umur anak. Sesi ini juga menjawab pelbagai pertanyaan anak remaja di sekitar masalah pergaulan, seks dan pernikahan. Jika Anda tertarik, informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh dengan menghubungi: KANTOR LK3 Taman Permata Sektor 5 Blok A 7 No. 38 Lippo Karawaci Tlp/Faks: 021-55650281; 021-70281762; 021-55654851 (dengan Sdr. Nita, Wita, Rumini atau Samurai) Jam kantor: Selasa-Sabtu pukul 09.00 - 17.00 WIB. *SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI Anda-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT* Dari: <dharma@> >Syalom, Selamat Natal dan tahun Baru buat rekan2 redaksi e-Konsel >Kami sangat berterima kasih sekali kepada redaksi pengelola milis >ini mengingat sungguh sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan >sehari2 kita, khususnya di perkotaan, dimana saat ini masalah yang >kita hadapi adalah masalah2 yang sangat cepat pertumbuhannya >sehingga kalau kita tidak diberikan pupuk rohani seperti ini maka >tidak dapat disangkal jemaat kristen akan semakin terpuruk kualitas >imannya. >Mengingat peristiwa Aceh yang sungguh mengerikan dan yang sangat >spektakuler yang mencengangkan mata dunia, hal ini menunjukkan >bahwa Tuhan mulai mengingatkan bangsa2 yang ada di dunia ini agar >waspada akan perilaku hidup, mengingat hampir diseluruh 10 negara >yang kena musibah nyaris kekerstenan tidak berkembang sama sekali, >hal ini menunjukkan bahwa Tuhan punya rencana khusus dgn adanya

>peristiwa Tsunami ini, dan kita sebagai jemaat atau masyarakat yang >sudah mengenal kristus terlebih dahulu , apa yang harus kita >lakukan, ini menjadi bahan masukan buat rekan2 redaksi untuk >kiranya edisi berikutnya kalau berkenan perlu mengupas tentang >tanda2 zaman dimana kita selalu diberi tanda oleh Tuhan tentang >segala sesuatu yang akan diperbuatnya, bisa menyinggung apa yang >harus kita lakukan, dan bagaimana membuat sikap dan melakukan >sesuatu yang Tuhan mau kita dapat kerjakan. >Buat rekan2 semua anggota milis, saya mengucapkan terima kasih dan >Selamat Natal dan Tahun Baru, kiranya di Tahun bauru 2005 ini kita >songsong dengan semangat baru dan pengharapan penuh kepada Tuhan >Jesus Kristus sang Juru Slamat Dunia, Amin. Redaksi: Redaksi mengucapkan terima kasih untuk usulan topik yang Anda sampaikan dan kami akan mempertimbangkan usulan Anda sebagai topik e-Konsel di edisi yang mendatang. Tak lupa Redaksi e-Konsel juga mengajak pembaca semua untuk berdoa bagi para korban bencana alam di Aceh dan sekitarnya. Kiranya melalui musibah ini, kita semakin sadar akan kuasa Tuhan dan menjadikan ini sebagai teguran dari Tuhan.