Anda di halaman 1dari 2

KIMIA DASAR I Part II

II.

Stoikiometri Stoikiometri adalah ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zat-zat kimia dan reaksinya. Berasal dari kata dalam bahasa Yunani, stoicheon (unsur) dan metrien (mengukur). A. Hukum-hukum Dasar Ilmu Kimia 1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap. 2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap senyawa adalah tetap. 3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton) Jika unsur A dan B membentuk lebih dari satu senyawa, maka massa unsur A tetap, dan massa unsur B dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan bulat sederhana. 4. Hukum Avogadro (1811) Pada keadaan Standard Temperature and Pressure (STP, 0 C, 1 atm) volume satu mol gas adalah 22,4 liter, disebut sebagai volume molar gas. Pada keadaan ini, volume yang sama dari semua gas mengandung jumlah molekul yang sama. B. Teori-teori Atom 1. Teori Atom Dalton Berdasarkan hokum kekekalan massa (Lavoisier) dan hokum perbandingan tetap (Proust). - Atom adalah bagian terkecil dari materi. - Atom berbentuk seperti bola pejal, unsur memiliki atom-atom identik, dan atom-atom berbeda untuk unsur berbeda. - Atom-atom membentuk senyawa dengan perbandingan bulat dan sederhana. - Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan karena reaksi kimia adalah pemisahan atau penyusunan atom-atom. Kritik teori Dalton: - Postulat 1: atom dapat dibagi lagi (penemuan proton, neutron, dan elektron). - Postulat 2: atom unsur dapat berbeda massanya (contoh: isotop). - Postulat 3: banyak senyawa yang perbandingan atomnya rumit, contoh: C6H7N3O11. Penentuan Massa Atom Relatif (Ar): - Permulaan abad 19: Ar = By: Andhina Rizkya Satriani

Massa ekivalen unsur sama dengan jumlah bagian massa unsur yang bereaksi atau menggantikan satu bagian massa hidrogen atau 8 bagian massa oksigen. Ar = massa ekivalen x valensi Tahun 1961: Ar =

Penentuan Ar dengan Hukum Dulong-Petit (1814) Massa atom relatif kira-kira dari logam jika diketahui kalor jenis logamnya. Hukum Dulong-Petit hanya berlaku untuk logam. Ar kira-kira x kalor jenis ~ 26,8 atau 27 J.mol-1.K-1 atau J.g-1.K-1 Ar kira-kira x kalor jenis ~ 6,4 kal.mol-1.K-1 atau kal.g-1.K-1 Penentuan Ar Metode Cannizarro (1858) Berlaku untuk unsur yang memiliki rapat uap (non-logam). Massa molekul relative gas kira-kira dua kali lipat rapat uapnya. Mr = 2 x RH ~ Rh = rapat uap Penentuan Ar Metode Spektrometri Massa Memerlukan data kelimpahan isotop dan massa isotop relatif.

By: Andhina Rizkya Satriani