Anda di halaman 1dari 13

AYAT AL-QURAN DAN IPTEK

Oleh: Fajrien Dimas Arrachman (H24110109) Kelas : R6 Pebimbing :Asep Nurhalim Hari/ Tanggal : Selasa, 13 09 2011

DIREKTORAT KEMAHASISWAAN TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA IPB

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Al-Quran adalah kitab terakhir yang di turunkan Allah kepada nabi terakhir Muhammad SAW. Al-quran bukanlah kitab yang berisi SCIENCE (ilmu pengetahuan) tapi kitab yang berisi SIGN (tanda-tanda/ ayat-ayat) kearah ilmu pengetahuan. Lebih dari 6000 ayat pada Al-Quran, 1000 diantaranya berisi ayat tentang ilmu pengetahuan meliputi Astronomi, Fisika, Geografi, Geologi, Oceanologi, Biologi, Tumbuh-Tumbuhan, Hewan, dll. Al-Quran merupakan firman Allah yang mengandung berbagai aspek kehidupan,baik aspek hukum, sejarah, aqidah(keimanan), eskatologi, maupun isyarat tentang ilmu pengetahuan. Semua itu diperuntukan bagi manusia agar dijadikan pedoman hidup sehingga kehidupannya lebih baik dan mendapat rahmat dari Allah SWT. Banyak ayat pada Al-Quran yang membahas tentang ilmu pengetahuan, tetapi isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global sehingga memerlukan kesungguhan manusia untuk meneliti atau melakukan eksperimen untuk dapat menyingkap isi kandungannya. 1.2 Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat lebih memahami dan sadar bahwa Al-Quran mengandung ilmu dari berbagai aspek didalamnya. Walaupun isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global, maka penulis ingin pembaca menyadari betapa pentingnya kesadaran membaca Al-Quran serta memahaminya lebih dalam.

BAB II PERMASALAHAN

2.1 Permasalahan Umum Begitu banyaknya isi kandungan tentang ilmu pengetahuan di dalam Al-Quran, tetapi masih banyak orang tidak tahu tentang hal itu. Masyarakat lebih mengutamakan mencari di intenet atau di buku yang bahkan bukan orang islam yang mengarangnya. Ketidaktahuan inilah yang menyebabkan semakin menipisnya generasi Islam, dan akan berefek buruk nantinya di masa depan dimana kesatuan dan persatuan akan sangat dibutuhkan. Banyak sekali ilmuan-ilmuan(bukan beragama islam) yang terdahulu yang belajar dari islam untuk menemukan hal baru, tetapi mengapa mereka yang diakui oleh dunia padahal mereka belajar hal itu dari ilmuan Islam dan bahkan Al-Quran. Yahudi pun mempelajari Al-quran demi memusnahkan umat Islam, sedangkan kita tidak membaca Al-quran guna melindungi eksistensi Islam yang semakin memudar dari waktu ke waktu. Rasullullah SAW. Saja bias menjadi begitu ditakuti oleh para kaum kafir, tidak hanya dari segi militernya, tapi juga karena pengetahuanya yang luas. Dari mana Rasul SAW mendapat ilmu seluas itu ? Padahal bukankah dia tidak bisa membaca pada awalnya ? Beliau awalnya belajar membaca AlQuran pada saat wahyu pertama diturunkan di gua hiro yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Beliau terus mencoba membaca dan membaca sambil memahami apa yang coba disamapaikan melalui penggalan ayat tersebut, dan Beliau menghafalnya, dan akhirnya ketika ayat demi ayat diturunkan kepada Rasul, ilmu demi ilmu dia dapatkan dari setiap penggalan ayat, lalu disampaikan ke umat Islam yang lain sehingga Islam pada saat itu tidak hanya

kuat dalam segi kemiliterannya, tapi juga dalam akhlak dan ilmu pengetahuannya. Bagaimana saat ini cara menumbuhkan kembali rasa ingin memahami Al-Quran seperti pada jaman Rasul SAW ?

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Alquran dan IPTEK Salah satunya cara untuk mengembalikan semangat mengkaji Al-Quran kepada umat Islam adalah memberi mereka pengajaran tentang Al-Quran itu sendiri. Memberi pemahaman tentang beberapa ayat tentang kemegahan dunia, proses terjadinya dunia, dll. Hal tersebut semata-mata untuk memunculkan kembali minat belajar Al-Quran. Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran yang menjelas kan tentang proses penciptaan dunia : 1. Surat Al-Baqarah ayat 164

Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda

(keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS Al Baqarah : 164) Kandungan : Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk keperluan manusia. Sudah seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang maha suci itu. Karena dengan begitu, akan bertambah yakinlah ia pada kekuasaan dan keesaan Nya, akan bertmabha luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah yang maha mengetahui. Hendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu : 1. Bumi yang dihuni manusia dan apa yang tersimpan didalamnya tidak akan pernah habis baik didarat maupun dilaut 2. Langit dengan planet dan bintang-bintangnya semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu 3. Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjanng dan pendeknya pada beberapa negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat yang amat besar bagi manusia 4. Bahtera berlayar dilautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri yang lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian 5. Allah SWT menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang telah mati atau lekang dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan dapat pula melangsungkan hidupnya 6. Pengendalian dan pengisaran angin dari suatu tempat ke tempat yang lain adalah tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah dan kebesaran rahmatnya bagi manusia

7. Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya, semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut dipikirkan dan direnungkan bahkan dibahas dan diteliti untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuan yang juga membawa kepada pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah. 2. Surat Yunus Ayat 101

Artinya : Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS Yunus : 101) Isi kandungan : Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah Nya kepada rasul Nya agar dia menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan dengan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari dan bulan, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas, samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang semuanya itu terdapat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berfikir dan yakin kepada penciptanya.
8

Akan tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat semua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan bermanfaat baginya. 3.2 Al-Quran dan Teori Bigbang Jika kita bertanya pada ilmuwan Bagaimana alam semesta terbentuk, bagaimana alam semesta terbentuk? maka mereka akan menjawab dengan teori Big Bang (Teori Ledakan Besar ), yang menyatakan bahwa seluruh jagad raya mulanya adalah satu Nebula Primary , kemudian terjadi pemisahan yang menciptakan galaksi dan selanjutnya membentuk tata surya yang terdiri dari Planet, Matahari, dan juga Bumi yang kita tinggali ini. Dalam al-quran Allah SWT berfirman : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya?. . ( Q.S. Al-Anbiya : 30 ) Ayat ini menceritakan tentang gejala Ledakan Besar atau Teori Big Bang. Bayangkan apa yang kita baru ketahui sekarang, Alquran telah mengatakannya 1400 tahun yang lalu. Alquran juga mengatakan dalam Surat Fussilat ke 41 ayat 11 : Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap(dukhon), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".(Fussilat ; 11) Kata arab yang digunakan disini adalah dukhan yang berarti asap. Jika Anda tanya Ilmuwan, Alam semesta terbentuk pada mulanya benda angkasa adalah gas,. Tapi kata Arab dukhon adalah asap, setelah diteliti asap adalah lebih tepat dibanding kan dengan gas.

Dan menurut Stephen Hawkin, ilmuwan yang sangat terkenal, dia berkata the discovery of bridges of matter in the space, is the biggest discovery of this century which gives us indisputable evidence of the creation of the universe and the Big Bang Theory (Penemuan di bidang Astronomy di luar angkasa adalah penemuan terbesar abad ini, yang memberikan bukti tak terbantahkan dari Penciptaan Alam semesta adalah Teori Big Bang)

3.3 Al-Quran dan Bentuk Bumi Dulu orang-orang berfikir bahwa dunia tempat kita hidup ini adalah datar jadi mereka takut bepergian ke tempat yang jauh karena pada ujungnya mereka takut jatuh. Pada tahun 1597, Sir Francis Drake berlayar keliling dunia untuk membuktikan bumi itu bulat. Al-quran sudah menyebutkan dalam surat Lukman ayat 29 : sesungguhnya Allah menyatukan malam ke dalam siang dan menyatukan siang ke dalam malam .(Q.S. Luqman : 29) Penyatuan adalah proses yang lambat dan bertahap, malam secara perlahan dan bertahap berubah menjadi siang dan Siang secara lambat dan bertahap menjadi malam. Fenomena ini hanya mungkin terjadi apabila bumi bulat dan tidak mungkin apabila bumi data. Apabila bumi datar maka akan sebuah terjadi perubahan yang mendadak. Perhatikan Surat Az-zumar ke 39 ayat 5, Allah SWT berfirman : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (perbandingan) yang benar; Dia menggulung(melewat-kawwara) malam keatas siang dan menggulung(melewati) siang keatas malam .(Q.S. Az-Zumar : 5 )

10

Kata Arab yang digunakan adalah yukawwiru yang berasal dari kawwara yang berarti melewati atau menggulung. Gerakan seperti kita membuat sorban di kepala kita. Fenomena menggulung malam dan menggulung siang hanya terjadi jika bumi bulat. Tidak mungkin jika bumi datar, akan ada perubahan yang mendadak. Lebih lanjut Dalam Alquran Surat An-Naaziat ayat 30 Allah berfirman : Dan sesudah itu bumi itu berbentuk telur[dhahaha]. (Q.S. An-Naziat : 30 ) Kata Arab dahaha berasal dari kata duhya yang berarti berbentuk telur, dan itu tidak mengacu pada semua telur , itu mengacu secara spesifik adalah telur burung unta. Dan sekarang kita ketahui bahwa Bumi tidak Bundar seperti Bola tapi bumi berbentuk geosferical. Dan jika kalian analisa , Telur Burung Unta berbentuk Geosferikal yaitu sedikit menyempit dari puncaknya dan menonjol dari pusatnya. Jadi Alquran menggambarkan bentuk tepat dari bumi yaitu Geosferical 1400 tahun yang lalu. Berikut gambar burung unta dan bentuk bumi :

11

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan Begitu banyak ilmu pengetahuan di dalam Al-Quran tergantung bagaimana kita mengkajinya. Tidak hanya sekedar membaca Al-Quran, tapi dengan ditambah memahaminya akan menjadi jauh lebih baik. Membangun kembali masa kejayaan Islam dengan ilmu pengetahuan. Membangun generasi Islam masa depan yang kokoh, ber-akhlak dan ber-ilmu. 4.2 Saran Saran untuk para muslim yang lebih pandai membaca dan memahami Al-Quran, jangan sekalipun sungkan membagi ilmunya kepada muslim lainnya. Dangan itu InsyaAllah Islam akan cepat beregenasi menjadi Islam pada jaman Rasul dahulu.

12

DAFTAR PUSTAKA

www.komunitasdudung.net/alqurandaniptek www.al-ikhwan.net/alqurandaniptek/sumbersumberilmupengetahuanislam

13