Anda di halaman 1dari 25

SISTEM PEMASYARAKATAN DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA

Oleh :
Yournalist Mahyudin, Bc. IP, SH, M. Si
Disampaikan pada Seminar Lembaga Pemasyarakatan SeSe-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1 3 Desember 2008
Direktorat Jenderal HAM Departemen Hukum dan HAM RI.

Latar Belakang
Indonesia sebagai Negara Hukum (UUDd b k (UUD( 1945, Pasal 1 ayat 3) Salah satu ciri negara hukum adalah adanya jaminan tehadap perlindungan Hak Asasi Manusia Masih banyaknya pelanggaran HAM Tekanan Dunia internasional terhadap negara anggota PBB yang belum g gg y g melaksanakan HAM HAM merupakan issue global

Permasalahan
HAM sebagai tanggung jawab pemerintah g gg g j p (UUD 1945 pasal 28 I ayat 4 dan UU 39 / 1999 pasal 8) yang menyatakan : Pelindungan, pemajuan Pelindungan pemajuan, penegakkan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah yang belum maksimal dilaksanakan Pemahaman tentang HAM di lingkungan pemerintahan, khususnya HAM yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai d d b b aparatur pemerintahan masih rendah. Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang HAM

Rendahnya tingkat koordinasi dan konsultasi antar lembaga di lingkungan pemerintahan maupun non pemerintahan Lemahnya supremasi hukum Kurangnya perhatian terhadap kelompok g y p p p masyarakat rentan Kelangkaan data yang berkenaan dengan implementasi HAM Anggaran

Prinsip Prinsip HAM


Non Dikriminasi Kesetaraan Kesamaan Kesempatan Keadilan

Pengertian HAM adalah


Seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya anugerahyang wajib dihomati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah negara hukum dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. manusia (Pasal 1(1) Undang-Undang No. 39 /1999) Undang-

Pengertian Pelanggaran HAM


Setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang p g j y g secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini, undangdan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 (6) UU 39 / 1999)

Pelanggaran HAM dapat disebabkan oleh 4 ( (empat) hal )


Kesewenangan (abuse of power) yaitu tindakan penguasa atau aparatur negara terhadap masyarakat di luar atau melebihi batas-batas kekuasaan dan bataswewenangnya yang telah ditetapkan dalam g y y g p perundangperundang-undangan Pembiaran Pelanggaran HAM (violation by omission) y yaitu tidak mengambil tindakan atas suatu g pelanggaran HAM Sengaja melakukan pelanggaran HAM (violation by Comission) yaitu melakukan tindakan yang menyebabkan pelanggaran HAM b bk l Pertentangan antar kelompok masyarakat

Pelanggaran HAM terdiri dari :


Pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan) diatur dalam Pasal 7 UU. No. 26/2000 te ta g pe gad a HAM o 6/ 000 tentang pengadilan Pelanggaran HAM biasa adalah pelanggaran Ham yang tidak termasuk pada kategori pelanggaran HAM berat tersebut. tersebut

Diskriminasi adalah :
Setiap pembatasan, pelecehan atau pengucilan pp ,p p g yang laangsung ataupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan, politik yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan, pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya. lainnya

INSTRUMEN INSTRUMEN HAK ASASI MANUSIA


Instrumen Pokok HAM (International Bill of Human ( Right) Universal Declaration of Human Rights 1948 (DUHAM) International Covenant on Civil and Political Rights, 1966 (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik Hakyang sudah disyahkan dengan UU No. 12 / 2005, tanggal 28 Oktober 2005

International Covenant on Economic, Social dan Cultural Rights Ri ht , 1966 (Kovenan Internasional tentang Hak-H k (K I t i lt t Hak-Hak H k
Ekonomi, Sosial dan Budaya yang sudah disyahkan dengan UU No. 11/2005, tanggal 28 Oktober 2005) g , gg )

Instrumen Nasional HAM


UU UUD 1945 9 5 UU No. 7 Tahun 1984 tentang Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (P (Pengesahan Konvensi CEDAW) h K i UU No. 5/1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam, Tidak Manusia, atau Merendahkan Martabat Manusia) UU No. 9/1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum UU No. 39/ 999 tentang Hak Asasi Manusia 39/1999 k

UU No. 26/2000 te ta g Pengadilan Hak Asasi o 6/ 000 tentang e gad a a sas manusia UU No. 23 / 2002 tentang Perlindungan Anak UU No. 11/2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan HakBudaya UU No. 12/2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik HakKeppres No. 36 / 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak (CRC)

ASPEKASPEK-ASPEK HAM Perlindungan HAM Pemajuan HAM Penegakan HAM Pemenuhan HAM Penghormatan HAM

HAKHAK-HAK YANG TERCANTUM DALAM UU NO. 39 / 1999


Hak Hak Hak Hak H k Hak Hak Hak Hak Hak Hak untuk hidup berkeluarga dan melanjutkan keturunan mengembangkan diri memperoleh keadilan l h k dil atas kebebasan pribadi atas rasa aman atas kesejahteraan turut serta dalam pemerintahan wanita anak (lihat di pasal 9 s.d 66 UU No. 39 / 1999)

PENERAPAN HAM DI LAPAS


UUD 1945 UU No. 12/1995 tentang Pemasyarakatan UU No. 39 / 1999 tentang Hak Asasi Manusia UU No. 26 / 2000 tentang Pengadilan HAM UU No. 12 / 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik HakKepres No. 40 / 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN-HAM) tahun 2004 2009 ( (RAN) Peraturan Peraturan Standar Minimum bagi perlakuan terhadap narapidana (Resolusi PBB No. 663 C (XXIV) 31 Juli 1957 dan Resolusi PBB No. 2076 J li d n Re ol i No (LXII) 13 Mei 1977

HakHak-Hak Narapidana menurut UU No. 12 /1995 pada pasal 14 yakni :


Melakukan ibadah sesuai dengan agama atau g g kepercayaannya Mendapat perawatan, baik perawatan rohani maupun j jasmani i Mendapatkan pendidikan dan pengajaran Mendapat pelayanan kesehatan dan makanan yang layak Menyampaikan keluhan Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang

Mendapatkan upah atau premi atau pekerjaan p p p p j yang dilakukan Menerima kunjungan keluarga, penasehat hukum, atau orang tertentu lainnya Mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi) Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga ti j ik l Mendapatkan pembebasan bersyarat Mendapatkan cuti menjelang bebas Mendapatkan hak hak lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku perundang-

Asas AsasAsas dalam Pelaksanaan Sistem Pembinaan Pemasyarakatan ( y (Pasal 5 UU No. 12 / 1995) ) Pengayoman g y Persamaan perlakuan dan pelayanan Pendidikan Pembimbingan Penghormatan harkat dan martabat manusia Kehilangan kemerdekaan merupakan satuhl k d k k satusatunya penderitaan Terjamin Hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang-orang tertentu orang-

Beberapa Titik Rawan Pelanggaran HAM di LAPAS Sektor Registrasi Tahanan / narapidana Sektor perawatan tahanan / narapidana Sektor l S kt pelayanan / pembinaan bi tahanan / narapidana Sektor pengamanan tahanan / narapidana

Kendala yang dihadapi dalam Penerapan HAM di LAPAS, antara lain :


Tingkat pemahaman HAM yang masih rendah g p y g bagi kebanyakan petugas LAPAS, terutama mereka mereka yang langsung berhubungan dengan warga binaan pemasyarakatan Standarisasi perlindungan dan pemenuhan HAM yang belum jelas bagi narapidana Rendahnya tingkat koordinasi antar lembaga penegak hukum maupun dengan lembagalembagalembaga lain yang bertanggung jawab terhadap perlindungan dan pemenuhan HAM

Belum diterapkannya sistem monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan HAM bagi narapidana di LAPAS. Minimnya pengadaan sarana dan prasarana untuk pemenuhan HAM bagi narapidana di LAPAS. LAPAS Kurangnya anggaran.

Solusi
Perlu ditingkatkannya pemahaman HAM bagi petugas LAPAS, melalui pelatihan HAM bagi petugas LAPAS LAPAS. Membuat dan menetapkan standarisasi pemenuhan HAM yang jelas untuk narapidana. Membangun tingkat koordinasi yang solid antar lembaga penegak hukum maupun dengan lembaga-lembaga lain yang lembagabertanggung jawab terhadap perlindungan dan pemenuhan HAM bagi narapidana

Capacity Building p y g

Agar diterapkan Sistem Monitoing da Evaluasi ga d te ap a S ste o to g dan a uas terhadap pemenuhan HAM bagi narapidana di LAPAS Peningkatan pengadaan sarana dan prasarana P i k d d untuk pemenuhan HAM narapidana Melakukan sosialisasi tentang HAM pada umumnya dan HAM di LAPAS pada khususnya. Membangun jejaring internet dan membuat database. Penambahan Anggaran

Terima Kasih
Apakah Kita Sudah Menjalankan ?