P. 1
ALIMURTADLO Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah

ALIMURTADLO Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah

|Views: 104|Likes:
Dipublikasikan oleh Ali Murtadlo
UUD Pelaksanaan Pencarian Dana
UUD Pelaksanaan Pencarian Dana

More info:

Published by: Ali Murtadlo on Sep 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

KEMENTERIAN

KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PERJPBJ2011

49

TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA HIBAH JBRD NOMOR TF 099083 INTEGRATED MANAGEMENT INFORMA TION SYSTEM (MIS) FOR PNPM MANDIRI-SJMPADU DJREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN Menimbang a. bahwa dalam rangka memberikan bantuan untuk meningkatkan kemampuan Executing Agency untuk memonitor dan merencanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan dl seJuruh Indonesia, Pemerintah Indonesia memperoleh dana hibah dari IBRD Nomor TF 099083 Integrated Management Information System (MIS) for PNPM Mandiri-SIMPADU; b. bahwa dalam rangka pengelolan dana hibah IBRD Nomor : TF 099083-JO Integrated Management Jnfoimation System (MIS) for PNPM MandiriSIMPAOU, diperJukan petunjuk pelaksanaan pencairan dana dimaksud; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b di atas, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah IBRD Nomor TF 099083 Integrated Management Information System (MIS) for PNPM Mandiri-SIMPAOU. Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara RepubJikIndonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nllal, dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan daJam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4092); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nornor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5202); 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010;

7. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedeman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.05/2006 Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri; tentang Tata Cara

10. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Nomor 185/KMK.03/1995 dan Kep.031/Ketl5/1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan dan Pemantauan Pinjaman/Hibah Luar Negeri dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. sebagaimana telah diubah dengan SKB Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Nemor 459/KMK.03/1999 dan KEP-264/KET/09/1999; 11. Keputusan Menteri Keuangan Nomer 239JKMK.01/1996 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tarnbahan, Pajak Pertambahan NlIai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuanqan Nomor 486/KM K. 0412000; 12. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2oo5 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2011; 13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembebanan Dana Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Melalui Mekanisme Rekening Khusus. MEMUTUSKAN Menetapkan PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA HIBAH IBRD NOMOR TF 099083 INTEGRA TED MANAGEMENT INFORM A TJON SYSTEM (MIS) FOR PNPM MANDIRI-SIMPADU. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Grant IBRD TF 099083 Integrated Management Information System (MIS) for PNPM Mandiri-SIMPADU adalah bantuan untuk meningkatkan kemampuan Executing Agency untuk memonitor dan merencanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan di seluruh Indonesia. Pemberi Hibah Luar Negeri, yang selanjutnya disingkat PHLN, adalah pemerintah suatu negara asing, lembaga multilateral, lembaga keuangan dan/atau lembaga non-keuangan asing, serta lembaga keuangan dan/atau lembaga non-keuangan non-asing, yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah negara Republik Indonesia, yang memberi hibah kepada Pemerintah Indonesia.

2.

-2-

3.

Naskah Perjanjian Hibah Luar Negerl, yang selanjutnya disingkat NPHLN, adaJah naskah perjanjian atau naskah lain yang disamakan yang memuat kesepakatan mengenal hibah Juar negeri antara Pemerintah Indonesia dengan PHLN. Executing Agency adaJah Kementerian Negara/Lembaga yang menjadi penanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan project tersebut. No Objection Letter, yang selanjutnya disingkat NOL, adalah persetujuan dari pemberi hibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekerjaan yang sudah ditetapkan. Initial Deposit adalah dana awal atau uang muka (advance payment) yang dapat ditarik dari hibah luar negeri dan ditransfer ke Rekening Khusus (special account) setelah NPHLN dinyatakan efektif. Withdrawal Application, yang seJanjutnya disingkat WA, adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan initial deposit dana hibah, pengisian kembali Rekening Khusus, dan/atau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh Pemerintah. Replenishment adalah pengisian kembali dana rekening khusus berkenaan yang berkurang karena pelaksanaan pembayaran meJaluipenerbitan Surat Perintah Pencairan Dana Rekening Khusus dan sekaligus berfungsi sebagai pertanggungjawaban Pemerintah kepada PHLN. Reimbursement adalah penggantian kembali dana taJangan Pemerintah yang terpakai akibat dana rekening khusus tidak mencukupi untuk pelaksanaan pembayaran melalui penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana Rekening Khusus dan sekaJigus berfungsi sebagai pertanggungjawaban Pemerintah kepada PHLN. Ineligible adalah pengeluaran atas Surat Perintah Pencairan Dana Rekening Khusus berdasarkan Surat Perintah Membayar yang diajukan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam NPHLN, pengeluaran atas Surat Perintah Pencairan Dana rekening khusus tersebut tidak diakul dan/atau tldak mendapat penggantian dari PHLN. Closing Date adalah batas akhir waktu pembayaran dana hibah Juarnegeri melalui penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DIPA, adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Pengguna Anggaran, yang seJanjutnya disingkat PA, adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA, adaJah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab darl PA untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disingkat KPPN, adalah lnstansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara..

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

-3-

16.

Rekening Khusus (special account), yang selanjutnya disebut Reksus, adalah Rekening Pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank pernerlntah lainnya yang ditunjiJk Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana hibah luar negeri yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disingkat SPM, adalah dokumen yang diterbitkan oleh PAlKPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. Surat Perintah Membayar Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut SPM-UP, adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oleh PAlKuasa PA untuk pekerlaan yang akan dilaksanakan dan membebani MAK transito. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut SPM-TUP, adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oJeh PAlKuasa PA karena kebutuhan dananya melebihi pagu UP dan membebani MAK transito. Sural Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan, yang seJanjutnya disebut SPM-GUP, adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oJeh PAlKuasa PA dengan membebani DIPA, yang dananya digunakan untuk menggantikan UP yang telah dipakai. Surat Perintah Membayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS, adalah sural perintah membayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh PAlKuasa PA atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan Nihil, yang seJanjutnya disebut SPM-GUP Nihil, adalah surat perintah membayar penggantian UP yang diterbitkan oleh PAlKuasa PA untuk selanjutnya disahkan oleh KPPN. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disingkat SP2D, adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan Surat Perintah Membayar. Surat Perintah Pembebanan SP2D-Reksus, yang selanjutnya disingkat SPB-SP2D, adalah Surat Perintah Pembebanan Reksus yang diterbitkan oleh KPPN berdasarkan SP2D-Reksus. Daftar SPB adalah daftar rekapitulasi SPB-SP2D yang diterbitkan oleh KPPN pada hari berkenaan untuk disampaikan kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara c.q. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah.
Backlog adalah kondisi atas pengeluaran SP2D yang sudah membebani

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

Reksus atau dana talangan pemerintah namun belum diajukan pertanggungjawabannya (replenishment/reimbursement) kepada PHLN. Pasal2 (1) Spesifikasi dari hibah dimaksud adalah sebagai berikut: a. b. c. d. f. Nomor Perjanjian Nomor Register Tanggal Penandatanganan Jumlah JumJah Initial Deposit
-4-

e. Closing Date

TF 099083 71635701 13 Mei 2011 USD977,OOO.00 31 Desember 2012 USD100,OOO

g. Nomor Reksus h. Executing Agency (2)

602.158411980 Kementerian Perencanaan Pernbanpunan Nasionaf

Perubahan terkait spesifikasi dan kategori hibah dimaksud sesuai amandemen grant agreement dan/atau persetujuan PHLN, diatur dan ditetapkan melalui Surat Direktur Pengelolaan Kas Negara atas nama Direktur Jenderal Perbendaharaan. BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3

(1) (2)

Tata cara pembayaran dana hibah menqqunakan mekanisme Reksus. Pembayaran hibah dengan menggunakan mekanisme Reksus dibebankan pada Reksus Nomor 602.158411980 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. Pembebanan dan pembayaran dilakukan sesuai dengan kategori dan persentase Grant IBRD Nomor TF 099083 sebagaimana tercantum dafam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. BAB III PENCAIRAN DANA Pasal4

(3)

(1)

Pencairan dana melalui mekanisme Reksus dilaksanakan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PAlKuasa PA berdasarkan DIPA. Terhadap SPM UPITUP yang diajukan oleh PAlKPA, KPPN menerbitkan SP2D UPITUP atas beban Kas Negara pada BO I mitra kerja KPPN. Terhadap SPM-LS Reksus yang diajukan oleh PAlKPA, KPPN menerbitkan SP2D-LS Reksus atas beban Kas Negara pada BO I mitra kerja masing-masing KPPN, sekaJigus menerbltkan SPB-SP2D sebesar jumlah pengeluaran yang tercantum di dalam SPM-LS Reksus yang bersangkutan. Terhadap SPM-GUP lsi Reksus yang diajukan oleh PNKPA, KPPN menerbitkan SP2D-GUP lsi Reksus atas beban Kas Negara pada BO I, sekaligus menerbitkan SPB-SP2D sebesar jumlah pengeluaran yang tercantum di dalam SPM-GUP lsi Reksus yang bersangkutan. Terhadap SPM-GUP Potongan Reksus yang dlajukan oleh PNKPA, KPPN menerbitkan SP2D-GUP potongan Reksus sebesar jumlah yang masih dapat dibayarkan atas beban Kas Negara pada BO J, sekaJigus menerbitkan SPB-SP2D sebesar jumJah pengeluaran yang tercantum dl dalam SPM-GUP Potongan Reksus yang bersangkutan. Terhadap SPM-GUP Nihil Reksus yang diajukan oleh PNKPA, KPPN menerbitkan SP2D-GUP Nihil Reksus, sekaJigus menerbitkan SPB-SP2D sebesar jumlah pengeluaran atau potongan yang tercantum di dalam SPMGUP Nihil Reksus yang bersangkutan. Terhadap SPM-GUP Potongan Reksus atau SPM-GUP Nihil Reksus sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6), KPPN tidak menerbitkan SPM/SP2D Reksus PenggantL

(2) (3)

(4)

(5)

(6)

(7)

-5-

Pasal 5 Dalam penerbitan .$P2D, KPPN harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Pembayaran terhadap kontrak-kontrak yang mensyaratkan NOL, dapat., ' dllaksanakan apabHaSPM yang diajukan dilampiri copy NOL atas kontrak yan~ bersangkutan. ' NOt.: sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah NOL terhadap kontrak yang telah ditetapkan/ditandatangani (Final/Signed Contract). Pada SPM harus tercantum nomor hibah, nornor register, kode/uraian kategori, persentase menurut kategori, nilai kontrak, nomor kontrak dan tanggal kontrak termasuk adendum, nomor dan tanggal BAP, beserta tanggal NOL (apabiJadipersyaratkan). Dalam hal penerbitan SP2D untuk keperluan pembayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing, tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valas tersebut. Pengajuan dokumen untuk pembayaran sebagaimana dimaksud pada huruf d dlsarnpalkan kepada KPPN Khusus Jakarta VI. Pasal 6 Pencairan dana melalui mekanisme Reksus pada KPPN Khusus Jakarta VI agar menqacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGISIAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS Pasal? (1) Pengisian/penggantian kembali dana Reksus menjadi tanggung jawab Executing Agency bersangkutan dandilaksanakan secara berkala dengan menyampaikan WA Replentshment!Reimbursement kepada Direktorat PengeloJaanKas Negara.
Executing Agency rnenyampaikan konsep WA Replenishment! Reimbursement berdasarkan copy rekening koran Reksus dari Bank

b. c.

d.

e.

(2)

Indonesia serta dokumen pendukungnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. c. menerima copy SP2D Reksus beserta dokumen pendukungnya dari KPA.
Executing Executing Agency Agency menerima copy rekening koran Reksus hibah berkenaan dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

,

Berdasarkan copy rekening koran Reksus dan copy SP2D yang diterima, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan konsep WA dalarn rangka Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Apabila terdapat pengeluaran yang membebani rekening dana talangan, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan konsep WA daJamrangka Reimbursement kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

d.

(3)

Direktorat PengeloJaan Kas Negara memeriksa dan meneliti konsep WA yang diterima dari Executing Agency_ Setelah konsep WA dinyatakan benar, Oirektorat Pengelolaan Kas Negara membuat covering leiter WA dan menyampaikan secara JengkapWA terse but kepada PPHLN.

-6-

(4)

Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajiban untuk menyampaikan aplikasi WA Replenishment/Reimbursement secara berkala, dan mengakibatkan saldo dana yang tersedia pada Rekening Khusus berkenaan di Bank Indonesia tidak mencukupi, Direktur Pengelolaan Kas Negara dapat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Pembayaran Sementara kepada KPPN. Pembayaran kembali atas penghentian pembayaran sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dapat dilaksanakan setelah KPPN menerima surat pemberitahuan dari Direktur Pengelolaan Kas Negara. Pasal8 Dalam hal dipersyaratkan, Executing Agency menyusun Financial Statement of Special Account (FISSA) untuk kepentingan audit penggunaan rekening khusus oleh auditor. FISSA yang telah diperiksa oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Utang untuk selanjutnya diteruskan kepada PHLN berkenaan. BAB V PELAPORAN DAN PENGIRIMAN DOKUMEN Pasal 9

(5)

(1)

(2)

(1) (2)

KPPN agar menyampaikan lembar kedua SP2D-LS/GUP-lsi/GUP Potongan/GUP Nihil Rekening Khusus kepada satker bersangkutan. KPPN agar menyampaikan SPB-SP2D asll kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara dengan tembusan kepada: a. b. Kepala KPPN berkenaan sebagai laporan; PAiKuasa PA penerbit SPM. Pasal10

(1)

KPPN dengan menggunakan program apllkasl Reksus yang ada menerbitkan Daftar SPB dalam rangkap 2 (dua), lembar asll untuk Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan lembar kedua sebagai pertinggal KPPN. KPPN membukukan SPM-LS/GUP Isi/Potongan/Nihil/Reksus yang telah diterbitkan SP2D-nya sebagai pengeluaran anggaran dengan membebankan akun terkait. KPPN paling lambat pukul 17.00 waktu setempat pada hari yang sarna dengan tanggal penerbitan SP2D Reksus atau SPB-SP2D menyampaikan: a. Daftar SPB berupa ADK menggunakan program aplikasi yang tersedia melalui saluran komunikasi data (Komda) ke alamat http://komda.perbendaharaan.go.idlfileupload1.php; Daftar SPB yang telah ditandatangani oleh KPPN atau pejabat yang ditunjuk (softcopy dengan format PDF) menggunakan aplikasi e-SPB pada web Intranet dengan alamat http://10.0.32.1S2

(2)

(3)

b.

(4)

SPB-SP2D asli dan Daftar SPB asli beserta seluruh copy SP2D Reksus minggu sebelumnya, disampaikan KPPN kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara pada hari Senin atau awal hari kerja minggu berikutnya dengan sarana ekspedisi tercepat.

-7-

(5)

AJamat penyampaian adaJah:

dokumen

sebagaimana

dimaksud

pada ayat

(4)

Direktorat JenderaJ Perbendaharaan, Direktorat PengeJoJaan Kas Negara u.p.Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah Gedung Prijadi Praptosuhardjo J Lantai IV JJ. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta 10710 BABVI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal11 (1) (2) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Pengesahan undangan. hibah luar negeri

faktur pajak dan SSP dilakukan sesuai peraturan perundangPasal12

(1)

Pengeluaran atas SP2D yang telah mernbebani Reksus tetapi bel urn dimintakan penggantiannya kepada PHLN dinyatakan backlog sarnpal dengan SP2D Reksus berkenaan diajukan Replenishment/Reimbursement dan telah rnendapat penggantian. Pengeluaran atas SP2D Reksus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PAlKuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam NPHLN dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible. Atas pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Direktur Jenderal Perbendaharaan menyampaikan surat pemberitahuan kepada Pimpinan Kementerian Negara/Lembaga dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Anggaran. Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (3), menjadi tanggung jawab Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi DIPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalam DJPA tahun anggaran berikutnya. BAB VII KETENTUAN PENUTUP

(2)

(3)

(4)

Pasal13 Peraturan Direktur ditetapkan. Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal

2011

-8-

LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-4t\/PB/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN P~CAIRAN DANA HIBAH IBRD NOMOR TF 099063 INTEGRATED MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (MIS) FOR PNPM MANDIRI- SIMPADU

DAFTAR KATEGORI DAN PORSI PEMBIAYAAN

INTEGRA TED MANAGEMENT INFORMA TlON SYSTEM FOR PNPM MANDIRI - SIMPADU
Rekening Khusus Nomor: 602.158411980

HIBAH IBRD NOMOR TF 099083 (MIS)

Kategori

Porsi
Pembiayaan

SOE thresholds INOL

1.

Consultant

Services

100% 100% 100%

Sesuai denuan procurement Sesuai dengan procurement Sesuai dengan procurement Sesuai dengan procurement

plan plan plan plan

2.
3. 4.

Training and Workshops Goods Operational Cost

100%

-9~

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->