Kumpulan Sinopsis Novel dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

Nurhadi

2011
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia, Ibu Isti Prihatini, M. Pd.

SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA Jalan Tingang Km.3,5 Palangka Raya 73112 (0536) 3327131 www.sma5pky.sch.id

TUGAS BAHASA INDONESIA
MEMBUAT SINOPSIS NOVEL SASTRA INDONESIA

Oleh :

NURHADI NIS : 769

KELAS : XII IPA 2

SMA Negeri 5 Palangka Raya 2011
www.hadidjogja.blogspot.com

ii

Daftar Karya Sastra

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Belenggu – Armijn Pane …………………………………………………… Bekisar Merah – Ahmad Tohari …………………………………………… Katak Hendak Jadi Lembu – Noor Sutan Iskandar ……………………….. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka …………………………... Di Bawah Lindungan Ka’bah – Hamka …………………………………… Azab Dan Sengsara – Merari Siregar ……………………………………… Siti Nurbaya – Marah Rusli ………………………………………………...

1 7 12 17 20 25 30

www.hadidjogja.blogspot.com

www.hadidjogja.blogspot.com

1.

Novel Belenggu Pengarang Penerbit Cetakan Tebal Pelaku Utama : Armijn Pane : PT. Pustaka Rakyat – Jakarta : Keempat – Maret 1957 : 132 halaman : Dokter Sukartono, Sumartini (Pop) dan Nyonya Eni (Rohayah/Yah, Siti Hayati)

1.1.

Sinopsis Kisah roman Belenggu dimulai dari retaknya rumah tangga Dokter

Sukartono (Tono) dengan istrinya Sumartini (Tini). Kehidupan rumah tangga Tono dengan Tini kian hari kian merenggang. Antara keduanya sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik. Masing-masing menutup diri, saling berprasangka buruk, hingga kemudian masing-masing mencari kesibukan sendiri-sendiri. Padahal awalnya, Tono memilih Tini menjadi istrinya hanya atas dasar kecantikan, kepintaran, dan keenergikan Tini saja. Tono beranggapan bahwa wanita yang pantas mendampinginya adalah wanita yang berkarakter seperti Tini. Sayangnya, Tono memilih Tini bukan atas dasar cinta. Sebaliknya, Tini memilih dokter Sukartono sebagai suaminya karena ia ingin melupakan masa lalunya yang kurang baik. Sama dengan Tono, Tinipun menikah bukan atas dasar cinta. Rumah tangga yang dibangun bukan atas dasar cinta itu akhirnya tidak bahagia. Tono dan Tini kurang harmonis dan sering terjadi pertengkaran di antara mereka. Masing-masing dari mereka berusaha menyibukkan diri dengan aktivitas masing-masing. Tini sibuk dengan organisasi kewanitaan dan segala macam kongres, sedang Tono sibuk dengan tugasnya sebagai dokter, Tono sangat bangga dan mencintai profesinya. Dia bekerja tanpa mengenal waktu. Jam berapa pun pasien membutuhkannya, dia selalu datang. Itulah sebabnya, ia sangat disenangi para pasiennya. Selain mudah dimintai pertolongan, Tono juga dikenal sebagai

www.hadidjogja.blogspot.com

2

dokter yang dermawan karena ia tidak pernah minta bayaran pada pasiennya yang kurang mampu. Kesibukan Tono seringkali memicu percekcokan rumah tangga mereka. Tini, istrinya semakin sering keluar rumah. Tini sangat tidak betah dengan kesendiriannya. Tini merasa harga dirinya dilecehkan Akhimya, lewat telepon, muncul Ny. Eni, pasien Tono. Ketika Tono datang ke hotel tempat Ny. Eni, ia pun mengetahui bahwa Ny. Eni adalah Rohayah, kawan lamanya di Bandung dulu. Dengan caranya Yah menggoda Tono. Tono masih menjaga sumpah jabatannya sebagai dokter. Hari-hari berikutnya ketika Tono merawat Yah yang sebenarnya tidak sakit itu, akhimya ia tak kuasa lagi jatuh cinta. Hubungan mereka kian hari kian mesra. Tono sering mengajak Yah ke Tanjung Priok pesiar. Sikap Yah yang penuh pengertian membuat Tono mabuk. Hubungan Tono dengan Tini semakin meruncing. Apalagi berita itu menyebar di kalangan ibuibu teman Tini. Ketika Tini pergi ke Solo mengadakan Kongres Perempuan Seumumnya, Tono makin gila. Ia memutuskan untuk tinggal selama seminggu di rumah sewaan Yah. Dari pertemuan sebagai suami isteri itu kemudian terungkap kembali kisah lama mereka. Setelah Tono lulus dari sekolah rendah di Bandung, Tono meneruskan sekolah HBS di Surabaya. Sementara Yah yang berbeda tiga tahun dalam sekolah itu harus kembali ke Palembang karena akan dikawinkan oleh orang tuanya. Ternyata lelaki yang dipilihkan orang tuanya itu jauh lebih tua darinya. Karena tidak tahan, Yah akhirnya lari ke Jakarta. Kisah berianjut, Yah menjadi wanita panggilan dari hotel ke hotel. Kemudian ia menjadi nyai seorang lelaki Belanda di Sukarasa. Hanya selama tiga tahun, kemudian Yah meninggalkan suaminya lagi. Ia mendengar berita bahwa Tono menjadi dokter di Jakarta, ia pun berusaha menemui Tono. Bagi Tono, Yah adalah tempat pelarian, tempat berkeluh, tempat di mana pikiran-pikiran kusut dan kenangan lama yang mati dapat dihidupkan kembali. Yah, amat berbeda dengan Tini, isterinya. Tono mengatakan bahwa ia tak mungkin lepas lagi dari Yah.

www.hadidjogja.blogspot.com

3

Bagi Yah, Tono adalah harapan, di mana cita-citanya untuk kembali menjadi wanita yang baik mungkin dapat terlaksana. Namun Yah sendiri amat sering raguragu dan menaruh rasa belas pada Tono yang mau menerimanya begitu saja. Yah sendiri punya problem kejiwaan karena masa lalunya yang gelap. Ketika itu Tono akan menjadi juri pada perlombaan keroncong di Pasar Gambir. Hartono dan Mardani kawannya semasa sekolah di kota Malang datang berkunjung. Hartono menanyakan isteri Tono, Tono hanya mengatakan bahwa ia sedang ke Solo. Hartono kemudian mengetahui bahwa isteri Tono adalah Tini, seorang gadis yang pemah bersahabat dengannya di Bandung sewaktu ia menjadi mahasiswa Technische Hoogereschool. Secara tidak sengaja, Tini bertemu dengan Hartono ketika Hartono menunggu Tono pulang dari kantor. Pertemuan itu mengungkapkan peristiwa beberapa tahun silam di Bandung. Tini ternyata bekas kekasih Hartono, bahkan Tini sendiri telah ternoda oleh Hartono. Itulah sebabnya kemudian Tini mau menerima Tono menjadi suaminya, di samping sikap Hartono sendiri yang pengecut membuat surat perpisahan dan mengatakan bahwa setibanya surat itu pada Tini, Hartono telah tiada. Hartono ternyata hanya mengganti namanya menjadi Abdul Humid dan masih duduk dalam organisasi Partindo tempat mereka berdua berkenalan pertama kali. Pada pertemuan itu Hartono masih mengharapkan agar Pop (nama Tini sewaktu di Bandung) dapat kembali padanya. Namun Tini amat tersinggung pada sikap Hartono. Ia marah dan meminta supaya mereka hidup sendiri-sendiri. Tono amat kecewa pada Yah karena sekali lagi Yah menipunya. Siti Hajati penyanyi pujaannya ternyata adalah Yah sendiri. Ia amat tidak senang dengan sikap Yah yang selalu berpura-pura. Tono menduga keras bahwa Yah akan selalu bersikap manis dan merayu laki-laki lain seperti kalau ia bertemu dengan Tono. Yah yang terpojok dan merasa tidak dipercaya mengatakan pada Tono bahwa ia sebenarnya amat mencintai Tono namun ia sangsi apakah hubungan cintanya dapat langgeng. Ia merasa tidak seimbang mendapatkan Tono, itulah problem kejiwaannya. Tono sebenarnya telah tahu bahwa Tini telah ternoda sebelum mereka menikah. Ia pun tahu bahwa ketika Tini menerimanya sebagai suami tidak

www.hadidjogja.blogspot.com

4

berdasarkan cinta. Tono mau menerima Tini karena kekagumannya pada kecantikan Tini. Namun ia tidak pemah mengetahui siapa laki-laki yang menodai Tini. Pikiranpikiran yang menyebar itu menyebabkan ia dapat memaklumi keadaan Yah. Ia pun menerima alasan Yah. Suatu ketika paman Tini datang hendak mendamaikan pertengkaran Tini dengan Tono. Namun usaha itu sia-sia. Baik Tono maupun Tini tidak dapat rukun kembali. Tini yang mulai tahu hubungan gelap Tono dengan Yah berkeinginan untuk menemui dan mendamprat Yah. Bertemulah Tini dengan Yah di sebuah hotel. Keinginan Tini untuk memaki-maki Yah yang telah menggoda suaminya akhirnya luluh begitu Tini bertemu dengan Yah. Betapa Yah adalah seorang wnaita lemah lembut dan sangat perhatian. Tini merasa malu dengan Yah, lebih-lebih ternyata Yah banyak tahu masa lalu Tini yang gelap. Tini menyesal bahwa selama ini ia kurang memberi perhatian pada Tono. Ia bukan istri yang baik. Ia tidak pernah memberikan kasih sayang yang tulus kepada Tono suaminya. Peristiwa di hotel itu membuat Tini berintrospeksi. Ia merasa gagal menjadi seorang istri. Akhimya, Tini memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Bahkan ia berharap agar Yah bersedia menjadi isteri Tono. Niat ini disampaikan kepada Tono. Kenyataan ini juga membuat Tono tersadar. Ia berharap Tini masih mau menjadi istrinya. Tetapi tekad Tini sudah bulat. Perceraian tidak dapat dihindari lagi. Akibat perceraian ini hati Tono amat sedih. Lebih sedih lagi ketika Tono menghadapi kenyataan bahwa Yah telah pula meninggalkan dirinya. Yang dijumpai Tono hanyalah sepucuk surat dan sebuah piringan hitam lagu-lagu Siti Hayati yang tak lain adalah Yah sendiri. Yah yang menyatakan betapa Yah sangat mencintai Tono, tetapi ia tidak ingin merusak rumah tangganya. Untuk itu, Yah telah meninggalkan tanah air pergi ke New Caledonia. Sedangkan Tini saat ini sudah berada di Surabaya, mengabdikan dirinya di sebuah panti asuhan yatim piatu.

www.hadidjogja.blogspot.com

5

1.2. Makna Yang Terkandung a. Suatu rumah tangga akan menjadi rusak jika antara suami dan isteri tidak saling menghargai dan saling mengerti akan kepentingannya masing-masing. b. Jika serba ragu-ragu kita mengerjakan suatu pekerjaan, pasti kita tidak akan mencapai hasil pekerjaan itu dengan sempurna dan memuaskan.

www.hadidjogja.blogspot.com

6

www.hadidjogja.blogspot.com

2.

Novel Bekisar Merah Pengarang Penerbit Tebal Tokoh : Ahmad Tohari : Gramedia Pustaka Utama : 309 Halaman : Lasi, Kanjat, Wiryaji, Eyang Atus, Pak Tir, Bunet (Tukang Pijat)

2.1. Sinopsis Bekisar merupakan sejenis ayam, hasil persilangan antara ayam hutan dengan ayam piaraan. Keberadaannya cukup langka dan memiliki banyak keistimewaan. Sejumlah penghobi ayam dan unggas menghargainya demikian tinggi. Jauh lebih tinggi dari harga masing-masing induknya. Tetapi novel ini tidak berbicara tentang bekisar dalam artian sesungguhnya. Novel ini justru berkisah tentang kehidupan Karangsoga, kampung pembuat gula kelapa; dimana para lelaki memanjat kelapa untuk memperoleh nira yang dikumpulkan dalam pongkor bambu; sementara para perempuan menunggu dirumah sembari bersiap memasak nira dalam tungku panas hingga menjadi gula. Meskipun mereka memiliki sendiri pohon kelapa dan memproduksinya hingga menjadi gula, kehidupan mereka tidak pernah sejahtera. Ini karena mereka tidak mampu mengakses pasar secara langsung. Gula kelapa dibeli oleh tengkulak, dengan harga dan timbangan yang menyedihkan. bahan baku maupun tenaga kerja pembuat gula kelapa tidak dihargai sebagaimana mestinya. Sementara tengkulak, cukong dan jaringan distribusi lain mengeruk kemakmuran diatas jerih payah orang lain. Dengan latar belakang itu, Ahmad Tohari menampilkan tokoh Lasi sebagai sosok sentral. Keturunan blasteran Jawa – Jepang ini dikisahkan sebagai perempuan paling cantik diantara sebayanya. Semasa muda, Lasi selalu menjadi olok-olok teman sekolahnya. Karena matanya yang sipit, berbeda dengan kebanyakan anak Karangsoga. Tetapi ada satu anak yang tidak ikut menggoda Lasi, bernama Kanjat. Dua tahun lebih muda, namun pintar dan baik hati, di mata Lasi.

www.hadidjogja.blogspot.com

8

Menginjak usia dewasa, Lasi kemudian menikah. Ia menjadi istri Darsa, pemanjat yang memiliki dua belas pohon kelapa. Sekaligus juga keponakan Wiryaji, suami sambung ibunya. Kehidupan pasangan muda ini berbahagia, meskipun dalam jerat kemiskinan dan bayangan masa depan tidak menentu. Sampai tiga tahun pernikahan, mereka belum juga memiliki keturunan. Suatu ketika Darsa jatuh dari pohon kelapa, tidak mati tetapi mengalami luka parah, terus menerus buang air kecil tanpa henti. Dengan sabar Lasi merawatnya. Bahkan sampai menggadaikan tanah pada tengkulak untuk menutup biaya pengobatan Darsa di Rumah Sakit. Meskipun Ia tahu konsekuensinya, harga gula produksinya akan dipermainkan dengan seenak hati oleh tengkulak. Tapi Darsa belum sembuh benar, terpaksa dibawa pulang karena ketiadaan biaya. Sampai di rumah, Darsa kemudian berobat pada dukun pijat, Bunek. Perlahan tapi pasti, Ia kemudian sembuh. Hingga suatu pagi, Ia mendatangi istrinya bercerita bahwa Ia sudah tidak ngompol lagi. Sejenak kebahagian dirasakan pasangan muda ini. Gairah yang sekian lama terpendam dapat disalurkan. Darsa kembali utuh sebagai lelaki. Tetapi disinilah justru permasalahan dan konflik mulai terbangun. Tidak berapa lama semenjak kesembuhan Darsa. Sipah, anak Bunek meminta pertanggungjawaban. Ia mengaku hamil oleh perbuatan Darsa. Lasi kemudian kalut, bercampur sedih dan jengkel karena suami yang dirawat dengan penuh kasih dan pengorbanan semasa sakit ternyata berbuat tidak semestinya dengan perempuan lain. Lasi kemudian lari ke Jakarta, menumpang truk Pardi, tetangganya mengantarkan gula kelapa. Sebagaimana sopir kebanyakan, Pardi memiliki sejumlah rumah makan langganan sepanjang perjalanan menuju Jakarta. Ia juga punya ’pacar’ di tiap rumah makan yang disinggahi. Lasi kemudian dititipkan di salah satu rumah makan langganan Pardi untuk diambil kembali sepulang dari Jakarta. Lasi diperlakukan dengan sangat baik oleh pemilik rumah makan, Bu Koneng. Seolah menemukan kedamaian, Ia tidak mau kembali ke Karangsoga. Tetapi tidak ada kebaikan tanpa pamrih, apalagi di kota besar seperti Jakarta.

www.hadidjogja.blogspot.com

9

Petualangan Lasi berlanjut. Karena keluguannya, Ia tidak sadar kalau masuk dalam perangkap perdagangan perempuan. Lepas dari Bu Koneng, Ia kemudian dibawa oleh Bu Lanting, yang terkagum akan kecantikan Lasi. Sekali lagi, Bu Lanting adalah orang baik di mata Lasi, sementara Lasi berprinsip bahwa ketika menerima kebaikan seseorang, Ia seperti berhutang sehingga harus dibayar dengan kebaikan pula. Karena itu ia menurut saja ketika diajak ikut Bu Lanting ke rumahnya. Perempuan bermata sipit pada masa itu memang sedang tren, mengikuti Pemimpin Besar Revolusi yang memiliki istri bermata sipit. Oleh Bu Lanting, Lasi dipoles sedemikian rupa sehingga menjadi kian cantik. Ia juga dibiasakan dengan budaya kota, termasuk dalam hal berpakaian dan gaya hidup. Sampai dianggap siap, Ia kemudian dikenalkan dengan Handarbeni, lelaki tua yang sedang mencari perempuan bermata sipit untuk dijadikan istri, entah keberapa. Singkat cerita, Lasi kemudian menikah dengan Handarbeni. Sebuah pernikahan pura-pura, tanpa makna. Sekedar prestise bagi Handarbeni. Dalam rangka mengurus surat cerai dari Darsa, Lasi kembali ke Karangsoga sebagai ’sosok berbeda’. Lasi yang sangat kaya dan kian cantik. Ia bercengkrama kembali dengan sebagian masa lalunya. Bertemu kembali dengan Kanjat yang sudah menjadi sarjana. Dua insan ini ternyata saling menyukai. Namun masing-masing harus menjalani takdirnya, Lasi kembali ke Jakarta dan menjalani pernikahan semu dengan Handarbeni. Sementara hatinya tetap untuk Kanjat. Novel ini berakhir dengan tragis, dimana Karangsoga dan penduduknya semakin merana. Namun tampaknya akhir cerita sengaja digantung oleh penulis, entah demi kepentingan interpretasi dan imajinasi pembaca atau apa.

2.2. Makna Yang Terkandung a. Hidup dan kehidupan adalah sebuah perjuangan yang harus dilakukan oleh semua manusia untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan demi tercapai dan terpenuhinya kenyamanan dan kesejahteraan hidup walaupun dalam prosesnya terdapat banyak hambatan tetapi kita jangan berputus asa dan harus

www.hadidjogja.blogspot.com

10

tetap semangat dalam menjalankan kehidupan ini, walaupun seorang wanita sekalipun. b. Kisah perdagangan wanita Orang lugu yang menerima kebaikan orang lain dan merasa berkewajiban membalasnya. Dia, tanpa sadar, dan tanpa merasa tertipu atau terintimidasi, masuk dalam alur perdagangan perempuan yang mengekploitasi kecantikan ragawi semata. Bahkan Lasi turut menikmati sesuatu yang justru menjadikannya sebagai obyek.

www.hadidjogja.blogspot.com

11

www.hadidjogja.blogspot.com

3.

Katak Hendak Jadi Lembu Pengarang Penerbit : Noor Sutan Iskandar : Dinas Penerbitan Balai Pustaka Jakarta – 1958 Tebal Pelaku utama : 178 halaman : Suria

3.1. Sinopsis Zakaria adalah seorang haji kaya raya. Ia mempunyai anak tunggal bernama Suria. Sejak kecil Suria hidup berkecukupan dan selalu dimanjakan ayahnya. Dengan didikan yang sepeti itu, ia justu menjais eoang anak yang ponah dan sombon. Bahkan sifat dan tabiatnya yang buruk itu tebawa sampai masa akhir hayatnya. Haji Hasbullah, teman kaib Haji Zakaiya, termasuk seoang haji yang kaya raya pula. Ia pun mempunyai seorang anak gadis satu satunya bernama Zubaedah (edah).Zubaedadh beparas cantik dan berbudi baik. Ayah Zubaedah telah memilihkan calon suaminya, Raden Prawira, yan bepangkat manteri polisi.Akan tetapi,suatu ketika haji Zakaria datang kepada Haji Hasbullah, memohon agar Zubaeadh dinikahkan dengan Suria.Haji Hasbullah tak dapat menolak pemintaan teman kaibnya itu.Maka, penikahan Suri dan Zubaedah dilaksanakan. Perkawinan yang tanpa didasari rasa cinta sama cinta itu justru membawa petaka bagi Zubaedah.Kesempatan bagi Suria adalah setelah ayahnya meninggal dunia. Ia befoya foya dengan harta peninggalan ayahnya itu. Selama tiga tahun, ia pun meninggalkan zubaedah yang baru melahirkan anaknya yang pertama Abdulhalim. Ketika hata ayahnya telah ludes, Suia kembali paa Zubaedah.Ia mengaku bahwa pebuatannya selama ini telah salah. Pada waktu itu Suria telah bekeja sebagai juu tulis di kantor asisten di kabupaten.Penghasilannya yang kecil selalu tak mencukupi kebutuhan keluarganya. Maka Abulhali tepaksa dibawa kakeknya dan disekolahkan di sekolah Belanda, lalu dilanjutkan ke sekolah bergengsi di

www.hadidjogja.blogspot.com

13

Bandung.Sementara itu, anak Suria terus bertambah.Kedua adik Abdulhalim benama Saleh dan Aminah. Oleh Suria, keduanya disekolahkan di HIS. Itu semua dilakukan Suria hanya kaena ia ingin dipandang dan dihormati masyarakat. Layaknya orang mengatakan ”besar pasak daripada tiang.” Utang Suria semakin betumpuk.Untuk menutupi utang utang suami dan biaya sekolah anak anaknya, Zubaedah seing bekirim surat pada ayahnya, meminta agar dikirimi uang. Seringkali terjadi petengkaran mulut antara zubaedah dan Suria. Zubaedah tak kuat lagi menahan malu kepada para penagih yang selalu datang ke rumahnya. Namun Suria sendiri bersikap acuh tak acuh menghadapi kenyataan itu.Bahkan, ia kini ingin naik pangkat ketika didengarnya ada lowongan klerek. Hal itu ia ceritakan kepada istrinya bahwa beberapa hari yang lalu ia mengirim pemohonan untuk mengisi lowongan itu. Ia begitu yakin atasannya akan beusaha menolongnya.”Tak usah mengeluh juga,Edah,”ujarnya, ”Kalau sudah keluar surat angkatan akang jadi klerk, tentu klerk kelas 1, tak pelu kita disokong ayah ari Rasik lagi. Dengan sekejap saja kita sudah lebih daripada manteri polisi yang tertua dinasnya” Utang Suria terus menggunung. Apalagi karena Suria berani mengambil barang barang lelangan atasannya. Maka, untuk melunasi utang utang itu, Suria menjadi gelap mata. Ia ”telan” uang kas di kantornya. Perbuatannya itu diketahui atasannya. Kemudian, ketika Suria dipanggil atasannya, ia bahkan mengajukan permohonan behenti bekerja. Rupanya, Suria telah merencanakan sebelumnya. Dalam pikirannya, setelah behasil menggelapkan uang kas, ia akan membawa istri dan anak anaknya pindah ke rumah Abulhalim yang kini telah bekerja dan telah pula berkeluarga. Suria mengirim surat kepada anaknya dan mengutarakan maksudnya itu. Sebagai seorang anak yang ingin membalas budi orang tua, Abdulhalim sama sekali tak merasa berkeberatan denan keinginan ayahnya. Mulai saat itu, Suria tinggal di umah anaknya. Orang tua itu rupanya benar benar tak tahu diri. Ia tetap bersikap sepeti tuan rumah layaknya. Adapun Abulhalim dan menantunya ianggap sebagai anak yang harus patuh pada orangtua, sekalipun Abdulhalim sebagai kepala rumahtangga.”..Patutkah

www.hadidjogja.blogspot.com

14

seorang menantu menghinakan mertuanya, patutkah seorang perempuan bekata sekasar itu terhadapku, bekas manteri kabupaten? Sudah salah ayahmu mengawinkan Abdulhalim dengan anak jaksa kepala itu. Mengharapkan gelar dan paras saja. Coba diturutkan nasihatku dahulu:dikawinkan Abdulhalim dengan anak wedana, yang telah jadi guru di Tasik itu, tentu takkan begini jadinya” Tak kuasa Zubaedah melihat tingkah laku suaminya yang sering mencampuri urusan rumahtangga anaknya. Hal itu pula yang membuat kehidupan rumah tangga anaknya mulai sering diwarnai percekcokan. Bagi Zubaedah, keadaan demikian sungguh membuatnya tidak enak hati. Bagaimanapun sebagai seorang ibu, ia ingin melihat anaknya hidup bahagia. Kebahagiaan anaknya, justru terganggu oleh sikap Suria yang merasa bebas bebuat sekehendak hati tehadap anaknya. Ia menyesalkan sikap suaminya. ”Sesal Zubaedah terhadap Suria semata mata, dan sesal tak putus itulah yang mendatangkan penyakit kepadanya” Tekanan batin yang mendatangkan itu pula yang mengantarkan Zubaedah menghembuskan napasnya yang penghabisan. Ia meninggal di hadapan semua kaum keluarganya. Kematian istrinya telah membuat Suria merasa sangat malu terhadap kelakuannya sendiri. Ia telah mengganggu ketentraman kehidupan rumah tangga anaknya. Ia pula yang menyebabkan istrinya menderita hingga maut menjemputnya. Perasaan malu yang tak tertanggungkan itu, memaksa Suria mengambil keputusan; ia pergi entah ke mana. Pergi bersama kesombongan dan keangkuhannya. Menggelandang membawa sifatnya yang tak juga berubah. 3.2. Makna Yang Terkandung a. Jangan hendaknya kita karena terpaksa mau mengerjakan sesuatu yang tidak berkenan dalam hati kita, karena hal itu akan merugikan diri kita sendiri. b. Kita harus berhati-hati menerima nasihat orang lain, karena kadang-kadang dengan menerima pendapat orang lain yang sengaja hendak mencari keuntungan untuk diri sendiri, akan mengakibatkan retaknya hubungan kita dengan kaum keluarga. c. Janganlah memanjakan anak karena pendidikan yang salah akan diderita oleh keturunannya.

www.hadidjogja.blogspot.com

15

d.

Jika hendak mengerjakan sesuatu hendaknya dipikirkannya masak-masak lebih dahulu baik-buruknya agar kelak tidak menyesal.

e.

Janganlah memanjakan anak karena pendidikan yang salah akan diderita oleh keturunannya.

www.hadidjogja.blogspot.com

16

www.hadidjogja.blogspot.com

4.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Pengarang Penerbit : HAMKA : Dinas Penerbitan Balai Pustaka Jakarta – 1957 Cetakan Tebal Pelaku Utama : Keenam : 200 halaman : Zainuddin dan Hayati

4.1. Sinopsis Buku ini mengisahkan kisah percintaan antara Zainuddin dan Hayati. Zainuddin merupakan anak kacukan orang Minangkabau dan Mengkasar. Di kalangan orang Mengkasar dia dianggap orang Minangkabau manakala di kalangan orang Minangkabau dia dianggap sebagai orang Mengkasar. Dirinya sentiasa dianggap sebagai orang asing di samping tidak mempunyai keluarga. Hayati pula dari keturunan Minangkabau. Mereka berdua bercinta tetapi hajat untuk berkahwin tak kesampapaian memandangkan orang Minangkabau amat berpegang kepada adat mereka. Hayati akhirnya berkahwin dengan Aziz, abang bagi kawan karibnya Khadijah. Aziz bukanlah orang yang begitu baik pada hakikatnya. Zainuddin pula jatuh sakit akibat kecewa dalam percintaan. Namun, Zainuddin berjaya menjadi penulis terkenal dengan memaparkan karya yang berpandukan kisah hidupnya sendiri. Aziz dan Hayati pada suatu hari terpaksa menumpang di rumah Zainuddin setelah kehabisan harta. Aziz akhirnya meniggalkan Hayati dengan harapan Hayati dapat bersama Zainuddin semula. Tetapi Zainuddin menolak untuk menerima Hayati demi membalas dendamnya terhadap Hayati. Hayati bertolak pulang dengan perasaan sedih menaiki kapal bernama Van Der Wijck. Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanan tetapi Hayati berjaya diselamatkan. Dia meninggal setelah Zainuddin mengajarkannya mengucap kalimah syahadah. Zainuddin juga meniggal tidak lama kemudian.

www.hadidjogja.blogspot.com

18

4.2. Makna Yang Terkandung a. Kita janganlah hendaknya terlalu dikuasa oleh perasaan dengan tidak mempergunakan pikiran yang sehat, karena akan berakibat hilangnya kepribadian yang ada pada diri kita. b. Jika hendak memutuskan sesuatu hendaklah ipikirkan masak-masak lebih dahulu agar kelas tidak menyesal. c. Siapa berbuat jahat tentu akan mendapat balasan kelak sebagai akibat dari perbuatannya itu. d. Mengajarkan bagaimana persaan cinta dan rindu terhadap seseorang sangat menyeksakan apabila hajat untuk bersama orang yang amat disayangi tak kesampaian. Itulah, masalah yang berlaku apabila kita tidak meletakkan keutamaan cinta kepada ilahi, serta terlalu cintakan dunia.

www.hadidjogja.blogspot.com

19

www.hadidjogja.blogspot.com

5.

Di Bawah Lindungan Ka’bah Pengarang Penerbit : HAMKA : Perpustakaan Perguruan Kementerian PPK Jakarta 1955 Tebal : 68 Halaman

Pelaku Utama : Hamid dan Zainab

5.1. Sinopsis Seorang pemuda bernama Hamid, sejak berumur empat tahun telah ditinggal mati ayahnya. Ayah Hamid mula-mula ialah seorang yang kaya. Karena itu banyak sanak saudara dan sahabatnya. Tetapi setelah perniagaannya jatuh dan menjadi melarat, tak ada lagi sanak saudara dan sahabatnya yang datang. Karena sudah tak terpandang lagi oleh orang-orang sekitarnya itu, maka pindahlah ayah Hamid beserta ibunya ke kota Padang, yang akhirnya dibuatnya sebuah rumah kecil. Di tempat itulah ayah Hamid meninggal. Tatkala Hamid berumur enam tahun, untuk membantu ibunya ia minta kepada ibunya agar dibuatkan jualan kue-kue untuk dijajakan setiap pagi. Di dekat rumah hamid terdapat sebuah gedung besar yang berpekarangan luas. Rumah itu telah kosong karena pemiliknya, seorang Belanda, telah kembali ke negerinya. Hanya penjaganya yang masih tinggal, yakni seorang laki-laki tua yang bernama Pak Paiman. Tetapi tak lama kemudian, rumah itu dibeli oleh seorangorang kaya yang bernama Haji Jakfar. Isterinya bernama Mak Asiah dan anaknya hanya seorang perempuan saja yang bernama Zainab. Setiap hari Hamid dipanggil oleh Mak Asiah karena hendak membeli makanan yang dijualnya itu. Pad awaktu itu juga ia ditanya oleh Mak Asiah tentang orang tuany6a dan tempat tinggalnya. Setelah Hamid menjawab pertanyaan itu, Mak Asiah pun meminta kepada Hamid agar ibunya datang ke rumahnya. Sejak kedatangan ibu Hamid ke rumah Mak Asiah itulah, maka persahabatan mereka itu menjadi karib dan Hamid beserta ibunya sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri.

www.hadidjogja.blogspot.com

21

Ketika Hamid berumur tujuh tahun, ia pun atas biaya Haji Jakfar yang baik hati itu disekolahkan bersama-sama anaknya, Zainab, yang umurnya lebih muda daripada Hamid. Pergaulan Hamid dengan Zainab, seperti pergaulan antara kakak dengan adik saja. Setelah tamat dari SD, Hamid dan Zainab pun sama-sama dilanjutkan sekolahnya ke Mulo. Setelah keduanya tamat dari Mulo, barulah Hamid berpisah dengan Zainab, karena menurut adat Zainab harus masuk pingitan, sedang Hamid yang masih dibiayai oleh Haji Jakfar, meneruskan pelajaran ke sekolah agama di Padangpanjang. Di sekolah itulah Hamid mempunyai seorang teman laki-laki yang bernama Saleh. Pada suatu petang, tatkala Hamid pergi berjalan-jalan di pesisir, bertemulah ia dengan Mak Asiah yang baru datang dari berziarah ke kubur suaminya. Ia naik perahu sewaan bersama-sama dua orang perempuan tua lainnya. Pada pertemuan itulah Mak Asiah mengharapkan kedatangan Hamid ke rumahnya pada keesokan harinya, karena ada suatu hal penting yang hendak dibicarakannya. Setelah Hamid datang pada keesokan harinya ke rumah Mak Asiah, maka Hamid pun dimintai tolong oleh Mak Asiah agar ia mau membujuk Zainab untuk bersedia dinikahkan dengan kemenakan Haji Jakfar yang pada waktu itu masih bersekolah di Jawa. Tetapi permintaan itu ditolak oleh Zainab dengan alasan ia belum lagi hendak menikah. Penolakan itu sebenarnya disebabkan Zainab sendiri telah jatuh cinta kepada Hamid. Bagi Hamid sendiri, sebenarnya ia cinta kepada Zainab, hanya cintanya itu tidak dinyatakan berterus terang kepada Zainab. Karena itulah, sebenarnya suruhan Mak Asiah itu bertentangan dengan isi hatinya. Tetapi karena ia telah berhutang budi kepada Mak Asiah, maka dilaksanakan permintaan tersebut. Setelah kejadian itu Hamid pun pulang ke rumahnya, tetapi sejak itu, ia tidak pernah lagi datang ke rumah Mak Asiah, karena sejak itu ia meninggalkan kota Padang menuju Medan dan selanjutnya pergi ke tanah Suci Mekah. Dari Medan Hamid berkirim surat kepada Zainab untuk minta diri pergi menurutkan kemana arah kakinya berjalan. Surat Hamid itulah yang selalu mendampingi Zainab yang dalam kesepian itu.

www.hadidjogja.blogspot.com

22

Tentang Saleh, setelah ia tamat dari pelajarannya di sekolah agama di Padangpanjang, ia pun menikah dengan seorang gadis teman Zainab yang bernama Rosna. Setelah menikah Saleh meneruskan pelajarannya ke Mesir. Tetapi sebelum ke Mesir, ia naik haji ke Mekah lebih dahulu. Tentang Rosna, walaupun ia sudah menikah, sering pula ia datang ke rumah Zainab, sehingga dari gerak-gerik dan pernyataan Zainab kepadanya nyata sekali bahwa Zainab sebenarnya mencintai Hamid. Hal itu oleh Rosna diberitahukan kepada suaminya yang ada di Mekah. Kebetulan di Mekah Saleh dapat bertemu dengan Hamid dan pengaduan isterinya itu dikabarkan pula kepada Hamid, sehingga hal Zainab yang sengaja dilupakannya itu, sekarang timbul dalam ingatannya kembali. Hanya saja sekarang ia lebih senang, karena ternyata cintanya mendapat balasan dari pihak Zainab. Sepuluh hari kemudian sekembali Saleh berziarah dari Madinah, ia mendapat surat dari Rosna yang mengabarkan keadaan diri Zainab yang makin bertambah kurus karena sakit-sakit saja. Bersamaan dengan surat itu, Hamid pun menerima surat dari Zainab yang mengabarkan tentang dirinya yang sakit-sakit saja, sehingga ia berpengharapan sangat tipis untuk dapat bertemu. Kedatangan surat Zainab itulah yang menyebabkan kesehatan Hamid bertambah terganggu an sakitnya makin payah. Tidak lama kemudian Saleh mendapat kawat dari isterinya yang mengabarkan bahwa Zainab telah meninggal. Kabar kematian Zainab itu dapat diketahui oleh Hamid sehingga menyebabkan ia makin bertambah sedih. Kesedihan yang dideritanya itulah yang menyebabkan Hamid meninggal dunia di bawah lindungan kaabah di tanah suci Mekah, dan dikuburkan di kuburan tanah suci itu. Akhirnya ceritera ini diakhiri dengan kunjungan pengarang (karena ceritera ini berbentuk aku) dan Salek ke kubur Hamid sebelum mereka itu meninggalkan tanah suci karena telah menunaikan ibadah haji itu. Setelah itu pengarang dan Saleh menuju ke Jedah. Di Jedah itulah mereka itu berpisah. Saleh meneruskan pelajarannya ke Mesir, sedang pengarang terus pulang ke tanah airnya.

www.hadidjogja.blogspot.com

23

5.2. Makna Yang Terkandun a. Di balik kisah tersebut ada ajaran budi pekerti yang perlu dicermati antara lain rasa kesadaran diri karena status social dalam masyarakat ternyata sangat berpengaruh terhadap pemilihan jodoh. b. Kisah roman ini saya nilai telah mengajarkan kepada kita bagaimana ketulusan cinta itu dilahirkan. c. Bagaimana seharusnya manusia menghadapi segala beban hidupnya, dan tentunya mengajarkan kepada kita apa makna kecintaan pada dua insan manusia itu. Nilai luhurnya mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dalam menyikapi hidup ini, ditambah lagi kedalaman makna dan kata-katanya, yang membuat kita hanyut untuk merasakan pula apa yang mereka rasakan. d. e. Mengupas masalah kawin paksa yang berlaku di Minangkabau. Pernikahan yang dilaksanakan karena paksaan orang tua ataupun adat akan berakibat tidak baik. Karena itu orang tua perlu mempertimbangkan pendapat anak yang hendak dinikahkan. f. Kebahagiaan hidup akan runtuh jika jiwa atau batin manusia telah rusak, walaupun betapa banyak harta benda kekayaan orang itu.

www.hadidjogja.blogspot.com

24

www.hadidjogja.blogspot.com

6.

Azab Dan Sengsara Pengarang Penerbit : Merari Siregar : Dinas Penerbitan Balai Pustaka Jakarta – 1958 Tebal Pelaku Utama : 189 halaman : Aminudin dan Mariamin

6.1. Sinopsis Suatu keluarga mempunyai dua orang anak, seorang bernama Tohir (setelah dewasa bergelar Sutan Baringin), dan seorang lagi perempuan, adik Sutan Baringin yang menikah dengan Sutan di atas, seorang Kepala Kampung A dari Lubak Sipirok, dan mempunyai seorang anak tunggal laki-laki bernama Aminudin. Ayah Sutan Baringin bersikap keras dalam mendidik sutan Baringin, tetapi sikap itu ditentang oleh isterinya yang bermaksud memanjakan Sutan Baringin. Cara mendidik Ibu Sutan Baringin yang salah itulah yang menyebabkan azab dan sengsara yang diderita oleh cucunya yang bernama Mariamin, yaitu anak Sutan Barimin yang sulung dengan isterinnya seorang wanita yang saleh bernama Nuria. Mariam mempunyai adik laki-laki. Hubungan antara Aminudin dengan Mariamin seperti kakak dengan adik saja (menurut adat Batak, Aminudin memanggil anggi (adik) kepada Mariamin). Mereka itu semasa bersekolah selalu bersama pergi ke sekolah. Setelah dewasa, timbullah perasaan cinta di antara mereka. Mereka akhirnya mengikat janji akan sehidup semati. Suatu Baringin termasuk orang yang kaya, karena memperoleh harta peninggalan dari neneknya. Sebenarnya harta warisan itu harus dibagi dua dengan baginda Mulia, adik sepupu Sutan Baringin yang menjadi guru di Medan. Pada suatu hari Baginda Mulia memberitahu Sutan Baringin bahwa ia akan pulang dan tinggal bersama-sama dengan Sutan Baringin jarena permintaan pindahnya dikabulkan. Hal itu tidak menyenangkan hati Sutan Baringin, karena menurut pendapatnya, kedatangan Baginda Mulia akan mengurangi harta kekayaannya saja dengan jalan meminta separuh dari harta peninggalan neneknya

www.hadidjogja.blogspot.com

26

tersebut. Karena itu sebelum adik sepupunya itu datang, ia sudah siap sedia, yakni ia mendatangkan sahabatnya yang menjadi pokrol bambu bernama Marah Sait. Atas hasutan Marah Sait yang bermaksud mencari keuntungan itulah maka jadilah perkara mengenai harta warisan dengan Baginda Mulia. Nasihat-nasihat dan sekalian familinya, demikian pula dari isterinya, sama sekali tidak dihiraukannya. Kedatangan Baginda Mulia secara baik-baik dan harapannya kepada kakaknya agar masalah harta peninggalan itu hendaknya diselesaikan secara damai saja, tidak diterima oleh sutan Baringin, bahkan sejak itu Baginda Mulia dianggap bukan saudaranya lagi dan perkara tetap dilangsungkan. Perkara dihadapkan ke Pengadilan Padangsidempuan. Putusan pengadilan ialah bahwa harta warisan itu dibagi dua. Terhadap putusan itu Sutan baringin tidak puas. Atas hasutan Marah Sait, perkara itu dilanjutkan ke pengadilan Padang. Putusan pengadilan Padang sama dengan putusan pengadilan padangsidempua. Terhadap putusan pengadilan Padang itu masih juga belum memuaskan hati Sutan Baringin. Karena itu atas hasutan Marah Sait, ia minta putusan pengadilan Jakarta. Pengadilan Jakarta pun memberikan putusan yang sama. Maka pulanglah Sutan Baringin ke rumahnya. Rumah dan segala kekayaannya habis terjual untuk biaya perkara itu. Maka pindahlah Sutan Baritan ke suatu pondok kecil di tepi sungai sipirok. Karena sedihnya, maka tak berapa lama kemudian, meninggalkan Sutan Baringin di pondok kecil itu. Setelah Aminudin dewasa, orang tuanya bermaksud hendak menikahkannya dengan seorang anak gadis pilihan orang tuanya, padahal Aminudin sendiri telah mengikat janji akan sehidup semati dengan Mariamin Karena itu setelah ia minta diri kepada Mariamin, ia pergi ke Medan untuk mencari pekerjaan sebagai seorang kerani, sehingga dengan demikia orang tuanya terpaksa mengurungkan niatnya. Sepeninggal Aminudin banyak orang yang melamar Mariamin, tetapi ia sendiri tidak mau, karena ia telah mengikat janji pula dengan Aminudin. Beberapa bulan kemudian Aminudin minta menikah kepada orang tua nya dengan memberitahukan bahwa isteri yang diinginkannya ialah Mariamin. Bersamaan dengan itu kepada Mariamin pun ia memberi kabar tentang itu dan memintanya agar bersiap-siap.

www.hadidjogja.blogspot.com

27

Permintaan Aminudin disetujui ibunya, mengingat bahwa Mariamin masih kaumnya sendiri, lagu pula baik budi bahasanya. Tetapi ayahnya tidak menyetujui karena keluarga Marimin sekarang telah miskin. Akhirnya mereka itu pergi ke rumah seorang datu (dukun). Dukun mengatakan bahwa pernikahan antara Aminudin dengan Mariamin kelak akan berakibat tidak baik. Maka mereka pun mencari anak gadis lain untuk jodoh Aminudin. Setelah mereka tiu memperoleh jodoh Aminudin, yakni anak seorang kepala kampung, maka Aminudin pun diberitahu agar mereka dijemput di stasiun tetapi tidak diberitahu bahwa yang dibawa itu bukan Mariamin. Setelah mereka itu datang alangkah terkejut Aminudin ketika dilihatnya bahwa yang dibawa oleh orang tuanya itu bukan Mariamin. Setelah diceritakan oleh seorang tuanya mengapa ia tidak membawa Mariamin, maka dengan berat diterimanya juga isteri pemberian orang tuanya itu. Setelah itu juga Aminudin memberitahukan peristiwa itu kepada Mariamin. Membaca surat Aminudin itu, Mariamin pun pinsanlah. Untunglah pada waktu itu ibunya ada di dekatnya sehingga dapat membelanya. Setelah orang tua Aminudin pulang dari Medan, atas permintaan Aminudin mereka itu datang minta maaf kepada keluarga Mariamin. Pada suatu hari Mariamin dilamar oleh seorang laki-laki bernama Kasibun. Atas nasihat ibunya Mariamin menerima lamaran itu walaupun orang itu belum dikenalnya betul. Setelah pernikahan dan berziarah ke kubur Sutan Baringin, maka pergilah Mariamin mengikuti suaminya ke Medan, karena Karena kasibun menjadi kerani di Medan. Kasibun sendiri sebenarnya sudah beristeri. Hal itu tidak diketahui oleh Mariamin. Setelah ia menikah dengan Mariamin maka isterinyapun diceraikannya. Kedatangan Mariamin mengikuti suaminya di Medan itu didengar oleh Aminudin. Karena itu iapun pada suatu hari pergi mengunjungi rumah Mariamin. Pada waktu ia datang, suaminya masih bekerja di kantornya, sehingga Aminudin hanya ditemui oleh Mariamin. Pertemuan itu mengakibatkan hujan air mata, lebihlebih bagi Mariamin, hal itu menyebabkan luka hatinya karena ia ingat akan hal-hal yang telah lampau yang menyedihkannya itu.

www.hadidjogja.blogspot.com

28

Setelah di Medan dan bergaul dengan suaminya, barulah diketahui oleh Mariamin bahwa suaminya mempunyai penyakit raja singa. Itulah sebabnya maka Mariamin pun selalu menolak bergaul dengan suaminya. Sikapnya itu menyebabkan Kasibun cemburu kepada Mariamin, lebih-lebih setelah kedatangan Aminudin ke rumahnya, walaupun sudah diterangkan oleh Mariamin bahwa Aminudin ialah saudara sepupunya. Pada suatu hari Kasibun menjadi sangat marah karena sikap Mariamin yang selalu menolak berkumpul sebagaimana layaknya suami isteri. Akibatnya Mariamin pun disakitinya sehingga menyebabkan luka-luka pada mukanya. Setelah perlakukan suaminya atas dirinya itu, Mariamin pun pergi ke kantor polisi. Setelah perkara diselesaikan, Kasibun didenda duapuluh lima rupiah dan ia harus bercerai dengan Mariamin. Setelah perceraian itu Mariamin pun pulang ke rumahnya. Beberapa waktu kemudian orang menjumpai pondok Mariamin telah roboh. Kemana pergi ibu dan adinya, tak ada orang yang mengetahui. Orang hanya mengetahui bahwa suatu kuburan terdapat sebuah kubur yang masih merah tanahnya. Kuburan itu tidak lain ialah kuburan Mariamin. Ia bari saja meninggal karena sedihnya menanggung azab dan sengsara. Baru sekarang lah ia terlepas dari azab serta kesengsaraan itu dan beristirahat untuk selamanya.

6.2. Makna Yang Terkandung a. Jangan hendaknya kita karena terpaksa mau mengerjakan sesuatu yang tidak berkenan dalam hati kita, karena hal itu akan merugikan diri kita sendiri. b. Janganlah memanjakan anak karena pendidikan yang salah akan diderita oleh keturunannya. c. Kita harus berhati-hati menerima nasihat orang lain, karena kadang-kadang dengan menerima pendapat orang lain yang sengaja hendak mencari keuntungan untuk diri sendiri, akan mengakibatkan retaknya hubungan kita dengan kaum keluarga. d. Jika hendak mengerjakan sesuatu hendaknya dipikirkannya masak-masak lebih dahulu baik-buruknya agar kelak tidak menyesal.

www.hadidjogja.blogspot.com

29

www.hadidjogja.blogspot.com

7.

Siti Nurbaya Pengarang Penerbit PPK Tebal Pelaku utama : Marah Rusli : Perpustakaan Perguruan Kementrian Jakarta – 1954 : 291 halaman : Samsul bahri dan Siti Nurbaya

7.1. Sinopsis Seorang penghulu di Padang bernama Sutan Mahmud Syah dengan isterinya, Siti Maryam, yang berasal dari orang kebanyakan, mempunyai seorang anak tunggal laki-laki yang bernama Samsulbahri. Rumah sultan Mahmud Syah dekat dengan rumah seorang saudara kaya bernama Baginda Sulaiman yang mempunyai seorang anak perempuan tunggal bernama Siti Nurbaya. Tiap pagi Samsulbahri selalu pergi bersama ke sekolah dengan Siti Nurbaya. Mereka itu sangat karib sehingga seperti kakak dengan adik saja. Pada suatu hari setelah pulang dari sekolah, Samsulbahri mengajak Siti Nurbaya bertamasya ke gunung Padang bersama-sama dua orang temannya, yakni Zainularifin, anak seorang jaksa kepala di Padang yang bernama Sutan Pamuncak, dan Bakhtiar, anak seorang guru kepala SD. Tiga bulan lagi zainularifin akan melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Dokter Jawa di Jakarta; sedang Bakhtiar melanjutkan ke Sekolah Opzichter (KWS) di Jakarta pula. Samsulbahri pun akan melanjutkan ke Sekolah Dokter tersebut. Pada hari yang ditentukan, berangkatlah mereka bertamasyra ke gunung padang. Di gunung Padang itulah Samsulbahri menyatakan cintanya kepada Siti Nurbaya dan mendapat balasan. Sejak itulah mereka itu mengadakan perjanjian akan sehidup semati. Pada suatu hari yang telah ditentukan, berangkatlah Samsulbahri melanjutkan sekolahnya ke Jakarta. Sekolahnya menjadi satu dengan Zainularifin. Di padang ada seorang-orang kaya bernama Datuk Maringgih. Ia selalu berbuat kejahatan secara halus sehingga tidak diketahui orang lain. Kekayaannya itu didapatnya dengan cara tidak halal. Untuk itu ia mempunyai banyak kaki tangan,

www.hadidjogja.blogspot.com

31

antara lain ialah pendekat Tiga. Pendekat Empat, dan Pendekar dirinya sambil menyeret Siti Nurbaya, maka pukulan Datuk Maringgih tidak mengenai sasarannya. Akibatnya tersungkurlah Datuk Maringgih. Dengan segera Samsulbahri

menendangnya, dan karena kesakitan, berteriaklah Datuk Maringgih minta tolong. Mendengar teriakan Datuk Maringgih itulah maka pada suatu saat itu juga keluarlah Pendekar Lima dari persembunyiannya dengan bersenjata sebilah keris. Melihat Pendekar Lima membawa keris itu, berteriaklah Situ Nurbaya sehingga teriakannya itu terdengar oleh para tetangga dan Baginda Sulaiman yang sedang sakit itu. Karena disangkanya Siti Nurbaya mendapatkan kecelakaan, maka bangkitlah Baginda Sulaiman dan pergi ke tempat anaknya itu. Tetapi karena kurang hati-hati, terperosoklah ia jatuh, sehingga seketika itu juga Baginda Sulaiman meninggal. Ia dikebumikan di gunung Padang. Pada waktu pendekar lima hendak menikam Samsulbahri, menghindarlah Samsulbahri ke samping. Dan pada saat itu juga ia berhasil menyepak tangan pendekar lima, sehingga keris yang ada di tangannya terlepas. Sementara itu datanglah para tetangga yang mendengar teriakan Siti Nurbaya tadi. Melihat mereka datang, larilah pendekar lima menyelinap ke tempat yang gelap. Di antara para tentagga yang datang itu, kelihatan pula Sutan Mahmud Syah yang hendak menyelesaikan peristiwa itu. Setelah itu mendegar penjelasan Datuk Maringgih tentang hal anaknya itu, maka Samsulbahri pun diajaknya pulang, dan karena malunya maka diusirlah Samsulbahri pun Mahmud Syah tanpa dipikirkannya masak-masak lebih dahulu lagi. Pada malam itu juga secara diamdiam pergilah Samsulbahri ke Teluk Bayur untuk naik kapal pergi ke Jakarta. Pada pagi harinya ributlah Siti Maryam mencari anaknya. Setelah gagal mencarinya di sana-sini, maka dengan sedihnya, pergilah Siti Maryam ke rumah saudaranya di Padangpanjang. Di sana karena kesedihannya itu, ia menjadi sakit-saki saja. Sejak kematian ayahnya, Siti Nurbaya menunjukkan kekerasan hatinya kepada Datuk Maringgih. Ia berani mengusir Datuk Maringgih dan tak sudi mengaku suaminya lagi. Ia berusaha hendak membunuh Siti Nurbaya. Setelah perisitwa pertengkaran dengan Datuk Maringgih itu. Siti Nurbaya tinggal di rumah saudara sepupunya yang bernama Alimah. Di rumah itulah Siti

www.hadidjogja.blogspot.com

32

Nurbaya mendapat petunjuk-petunjuk dan nasihat, antara lain ialah untuk menjaga keselamatan atas dirinya, Siti Nurbaya dinasihati oleh Alimah agar pergi saja ke Jakarta, berkumpul dengan Samsulbahri. Petunjuk dan nasihat Alimah itu sepenuhnya diterima oleh Siti Nurbaya dan diputuskannya akan pergi ke Jakarta bersama Pak Ali yang telah berhenti ikut Sutan Mahmud Syah sejak pengusiran diri atas Samsulbahri tersebut. Kepada Samsul bahri pun ia memberitahukan kedatangannya itu. Tapi malang bagi Siti Nurbaya, karena percakapannya dengan Alimah tersebut dapat didengar oleh kaki tangan Datuk Maringgih yang memang sengaja memata-matainya. Pada pagi hari yang telah ditetapkan, berangkatlah Siti Nurbaya dengan Pak ali ke Teluk Bayur untuk segera naik kapal menuju Jakarta. Mereka tidak mengetahui bahwa perjalanan mereka itu diikuti oleh Pendekar Tiga dan pendekar Lima. Setelah Siti Nurbaya dan Pak Ali naik ke kapal dan mencari tempat yang tersembunyi dekat kapten kapal, maka berkatalah Pendekar Lima kepada Pendekar Tiga, bahwa ia akan mengikuti perjananan Siti Nurbaya ke Jakarta, sedang Pendekar Tiga disuruhnya pulang untuk memberitahukan kepada peristiwa itu kepada Datuk Maringgih. Setelah itu pendekar Lima pun naik ke kapal dan mencari tempat yang tersembunyi pula. Pada suatu saat tatkala orang menjadi ribut akibat ombak yang sangat besar, pergilah Pendekar Lima mencari tempat Siti Nurbaya. Setelah ia mendapati Siti Nurbaya, ia pun segera menyeret Siti Nurbaya hendak membuangnya ke dalam laut. Melihat kejadian itu Pak ali membelanya, tetapi ia pun mendapat pukulan Pendekar Lima dan tak mampu melawannya karena pendekar lima jauh lebih kuat dari padanya. Siti Nurbaya pun berteriak sekuat-kuatnya itu, Pendekar Lima lari menyembunyikan dirinya. Siti Nurbaya akhirnya diangkut orang ke suatu kamar untuk dirawatnya. Akhirnya kapalpun tiba di Jakarta. Di pelabuhan Tanjung Priok Samsulbahri sudah gelisah menantikan kedatangan kapal yang ditumpangi oleh kekasihnya itu. Setelah kapal itu merapat ke darat, maka naiklah Samsulbahri ke kapal dan mencari Siti Nurbaya. Alangkah terkejutnya tatkala ia mendengar dari kapten kapal dan Pak Ali tentang peristiwa yang terjadi atas diri Siti Nurbaya itu. Dengan diantar kapten

www.hadidjogja.blogspot.com

33

kapal dan Pak Ali, pergilah Samsulbahri ke kamar tempat tidur Siti Nurbaya dirawat. Di situ dijumpainya Siti Nurbaya yang masih dalam keadaan payah. Pada saat itu tiba-tiba datanglah polisi mencari Siti Nurbaya. Setelah berjumpa dengan kapten kapal dan Samsulbahri, diberitahukan kepada mereka itu bahwa kedatangannya mencari Siti Nurbaya itu ialah atas perintah atasannya yang telah mendapat telegram dari Padang, bahwa ada seorang wanita bernama Siti Nurbaya telah melarikan diri dengan membawa barang-barang berharga milik suaminya dan diharapkan agar orang itu ditahan dan dikirimkan kembali ke padang. Mendengar itu mengertilah Samsulbahri bahwa hal itu tidak lain ialah akal busuk Datuk Maringgih belaka. Ia pun minta kepada polisi itu agar hal tersebut jangan diberitahukan dahulu kepada Siti Nurbaya, mengingat akan kesehatannya yang mengkhawatirkan itu. Ia meminta kepada yang berwajib agar kekasihnya itu dirawat dahulu di Jakarta sampai sembuh sebelum kembali ke Padang. Permintaan Samsulbahri itu dikabulkan setelah dokter yang memeriksanya menganggap akan perlunya perawatan atas diri Siti Nurbaya. Setelah Siti Nurbaya sembuh, barulah diberitahukan hal telegram itu kepada kekasihnya. Kabar itu diterima oleh Siti Nurbaya dengan tenang hati. Ia bermaksud kembali ke Padang untuk menyelesaikan masalah yang didakwakan atas dirinya. Setelah permintaan Samsulbahri

kepada yang berwajib agar perkara kekasihnya itu diperiksa di Jakarta saja tidak dikabulkan, maka pada hari yang ditentukan, berangkatlah Siti Nurbaya ke Pdang dengan diantar oleh yang berwajib. Dalam pemeriksaan di Padang ternyata bahwa Siti Nurbaya tidak terbukti melakukan kejahatan seperti yang telah didakwakan atas dirinya itu. Karena itulah Siti Nurbaya dibebaskan dan disana ia tinggal di rumah Alimah. Pada suatu hari walaupun tidak disetujui oleh Alamin, Siti Nurbaya membeli kue yang dijajakna olen Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya makan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu terasa oleh Siti Nurbaya kepalanya pening. Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal akibat makan kue beracun itu. Mendengar Siti Nurbaya meninggal secara mendadak itu, terkejutlah Ibu Samsulbahri, yang pada waktu itu sedang

www.hadidjogja.blogspot.com

34

menderita sakit keras, sehingga menyebabkan kematinnya. Kedua jenazah itu dikebumikan di gunung Padang di samping makam Baginda Sulaiman. Kabar kematian Siti Nurbaya dan Siti Mariam hari itu juga dikawatkan kepada Samsulbahri di Jakarta. Membaca telegram yang sangat menyedihkan itu, Samsulbahri memutuskan akan bunuh diri. Sebelum hal itu dilakukannya ia menulis surat kepada para guru dan kawan-kawannya, demikian pula kepada ayahnya di Padang, untuk minta dari berpisah selama-lamanya. Kemudian dengan menyaku sebuah pistol, pergilah ia ke kantor pos bersama Zainularifin untuk memasukan surat. Kabar yang sangat menyedihkan itu dirahasiakannya oleh Samsulbahri sehingga Zainularifin pun tidak mengetahuinya. Sesampainya di kantor pos, Samsulbahri minta berpisah dengan Zainularifin dengan alasan bahwa ia hendak pergi ke rumah seorang tuan yang telah dijanjikannya. Zainularifin

memperkenankannya, tetapi dengan tak setahu Samsulbahri, ia mengikuti gerakgerik sahabatnya itu, karena mulai curiga akan maksud sahabatnya itu. Pada suatu tempat di kegelapan, Samsulbahri berhenti dan mengeluarkan pistolnya dan kemudian menghadapkannya ke kepalanya. Melihat itu Zainularifin segera mengejarnya sambil berteriak. Karena teriakan Zainularifin itu, peluru yang telah meletus itu tidak mengenai sasarannya, akhirnya kabar tentang seorang murid Sekolah Kedokteran Jawa di Jakarta yang berasal dari Padang telah bunuh diri itu tersiar kemana-mana melalui surat kabar. Kabar itu pun sampai di Padang dan didengar oleh Sutan Mahmud Syah dan Datuk Maringgih. Karena perawatan yang baik, sembuhlah Samsulbahri. Ia minta kepada yang berwajib agar berita mengenani dirinya yang masih hidup di rahasiakan setelah itu Samsulbahri berhenti bersekolah.karena ia menginginkan mati, ia pun menjadi serdadu (tentara). Ia dikirim ke mana-mana, antara lain ke Aceh untuk memadamkan kerusakan-kerusakan yang terjadi di sana. Karena keberaniannya, maka dalam waktu sepuluh tahun saja pangkat Samsulbahri dinaikkan menjadi letnan dengan nama Letnan Mas. Pada suatu hari Letnan Mas beserta kawanannya bernama Letnan Van Sta ditugasi memimpin anak buahnya untuk memadamkan pemberontakan mengenai masalah belasting (pajak). Sesampainya di Padang dan sebelum terjadi

www.hadidjogja.blogspot.com

35

pertempuran, pergilah Letnan Mas ke makam ibu dan kekasihnya di gunung Padang. Dalam pertempuran dengan pemberontakan itu, bertemulah Letnan Mas dengan Datuk Maringgih yang termasuk sebagai salah satu seorang pemimpin pemberontak itu. Setelah bercekcok sebentar, maka ditembaklah Datuk Maringgih oleh Letnan Mas, sehingga menemui ajalnya. Tetapi sebelum meninggal, Datuk Maringgih masih sempat membalasnya. Dengan ayunan pedangnya, kenalah kepala Letnan Mas yang menyebabkan ia rebah. Ia rebah di atas timbunan mayat, yang antara lain terdapat mayat Pendekar Empat dan Pendekar Lima. Kemudian Letnan Mas pun diangkut ke rumah sakit. Karena dirasanya bahwa ia tak lama lagi hidup di dunia ini, maka Letnan MAS minta tolong kepada dokter yang merawatnya agar dipanggilkan Penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmud Syah, karena dikatakannya ada masalah yang sangat penting. Setelah Sutan Mahmud Syah datang, maka Letnan Mas pun berkata kepadanya bahwa Samsulbahri masih hidup dan kini berada di Padang untuk memadamkan pemberontakan, tetapi kini ia sedang dirawat di rumah sakit karena luka-luka yang dideritanya. Dikatakannya pula kepadanya, bahwa Samsulbahri sekarang bernama Mas, yaki kebalikan dari kata Sam, dan berpangkat letnan. Akhirnya disampaikan pula kepada Sutan Mahmud Syah, bahwa pesan anaknya kalau ia meninggal, ia minta dikebumikan di gunung Padang diantara makam Siti Nurbaya dan Siti Maryam. Setelah berkata itu, maka Letnan Mas meninggal dunia. Setelah itu hal itu ditanyakan oleh Sutan Mahmud Syah kepada dokter yang merawatnya, barulah Sutan Mahmud Syah mengakui bahwa yang baru saja meninggal itu adalah anaknya sendiri, yakni Letnan Mas alias Samsulbahri. Kemudian dengan upacara kebesaran, baik dari pihak pemerintah maupun dari penduduk Padang, ditanamkanlah jenazah Letnan Mas atau Samsulbahri itu diantara makam Siti Maryam dan Siti Nurbaya seperti yang pernah dimintanya. Sepeninggal Samsulbahri, karena sesal dan sedihnya, maka meninggal pula Sultan Mahmud Syah beberapa hari kemudian. Jenazahnya dikebumikan dekat makam isterinya, yaki Siti Maryam. Dengan demikian di kuburan Padang terdapat

www.hadidjogja.blogspot.com

36

lima makam yang berjajar dan berderet, yakni makam Baginda Sulaiman, Siti Nurbaya, Samsulbahri, Siti Maryam dan Sutan Mahmud Syah. Beberapa bulan kemudian berziarahlah Zainularifin dan Bakhtiar ke makam sahabatnya itu. Zainularifin dan Bakhtiar telah lulus dalam ujiannya sehingga masing-masing telah menjadi dokter dan opzichter.

7.2. Makna Yang Terkandung a. Mengupas masalah kawin paksa yang berlaku di Minangkabau. Pengarang menghendaki agar pernikahan antara kaum pria dan wanita janganlah dilaksanakan karena paksan orang tua atau pundat, karena akan berakibat tidak baik, lebih-lebih kalau antara mereka yang akan dinikahkan itu tidak bersesuaian paham. Jadi dalam hal itu perlulah orang tua mempertimbangkan pendapat orang yang hendak dinikahkan. b. Kalau hendak memulai suatu pekerjaan atau mengambil suatu keputusan, hendaklah dipikirkannya masak-masak lebih dahulu, agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari. c. Menjalankan rumah tangga janganlah dianggap sebagai suatu permainan. Baik suami maupun isteri harus mau saling mengerti dan saling menghargai kepentingan masing-masing. Karena jika tidak, akan rusaklah rumah tangganya itu.

www.hadidjogja.blogspot.com

37

www.hadidjogja.blogspot.com

38

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful