Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul "Pengaruh Kosemtik Pada Kulit Wajah" (Viva). Adapun tujuan laporan penelitian ini dalah dalam rangka memenuhi tugas bahasa Indonesia kelas XI Semester II, tahun pelajaran 2010/2011, selain itu kami juga mempunyai tujuan untuk lebih mengetahui betapa pentingnya tugas dalam peningkatan prestasi belajar. Penulis dalam menyusun karya tulis ini mendapat petunjuk yang berharga dari yang terhormat : 1. Bapak Drs. Dwi Wahyu Hadi Santoso selaku Kepala SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. 2. Ibu Binti Maryatin, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia yang telah membantu menyelesaikan karya ilmiah ini 3. Orang tua, yang telah memberi motivasi dalam bentuk materi maupun tenaga. Semoga amal baik, beliau mendapat imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan amalnya. Penulis juga akan menerima masukan berupa kritik dan saran dari semua pihak yang akan penulis jadikan sebagai acuan untuk memperbaiki karya tulis ini. Semoga laporan penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan pendidikan. Blitar, .. Penyusun

TTD

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul..................................................................................................... i Kata Pengantar .................................................................................................... ii Daftar Isi.............................................................................................................. iii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 2 1.3 Tujuan pembahasan ..................................................................... 2 1.4 Manfaat ....................................................................................... 2 BAB II : KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kosmetika ................................................................. 2.2 Penggolongan Kosmetika............................................................ 2.3 Faktor yang mempengaruhi ........................................................

3 3

BAB III : METODE PENELITIAN Sampel Penelitian ....................................................................... Waktu Penelitian ......................................................................... Tempat Penelitian........................................................................ Alat untuk Penelitian ................................................................... Rancangan Penelitian .................................................................. Prosedur Penelitian ..................................................................... Mencatat hasil Penelitian ........................................................... a. Pengamatan ........................................................................... b. Wawancara ............................................................................ c. Penelitian langsung ...............................................................

6 6 6 6 6 6 6 6 6 6

BAB IV : PEMBAHASAN 4.1 Fungsi Kosmetik Viva Pembersih............................................... 7 4.2 Zat Kimia yang terkandung dalam Kosmetik Merek Viva Pembersih .................................................................................... 4.3 Hal-hal yang perlu di lakukan sebelum membeli kosmetik ....... 7 9

BAB V : PENUTUP 5.1 Kesimpulan ................................................................................ 10 5.2 Saran ............................................................................................ 10

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan hidup manusia kian berkembang pula. Tidak hanya kebutuhan akan sandang, papan, pangan, pendidikan dan kesehatan saja. Kebutuhan akan mempercantik diri pun kini menjadi prioritas utama dalam menunjang penampilan sehari-hari. Salah satu cara untuk mengubah penampilan atau mempercantik diri yaitu dengan menggunakan kosmetika. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 140 tahun 1991 Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin bagian luar) gigi dan rongga mulut, untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan, tetapi tidak dimaksud untuk mengobati suatu penyakit. Keinginan untuk mempercantik diri secara berlebihan, salah pengertian akan kegunaan kosmetik, menyebabkan seseorang berbuat kesalahan dalam memilih dan menggunakan kosmetik tanpa memperhatikan kondisi kulit dan pengaruh lingkungan. Hasil yang didapat tidak membuat kulit menjadi sehat dan catik, tetapi malah terjadi berbagai kelainan kulit yang disebabkan oleh penggunaan kosmetika tersebut. Gaya hidup yang kini terjadi pada masyarakat baik masyarakat kota maupun desa, tidak hanya di kalangan anak remaja tetapi juga di kalangan orang dewasa. Hal tersebut membuat para produsen kosmetik berlomba-lomba mempromosikan produknya, salah satu melalui iklan. Berdasarkan pengamatan sekilas, sekarang ini ibu-ibu cenderung memiliki masalah dengan kulit, terutama kulit wajah yaitu timbulnya hiperpigmentasi atau noda hitam. Hipermegntasi timbul karena adanya berbagai sebab antara lain faktor usia, perawatan yang salah, paparan sinar matahari secara langsung, penggunaan alat kontrasepsi dan kesalahan

iv

kesalahan

penggunaaan

kosmetik.

Adanya

kecenderungan

untuk

mengkonsumsi kosmetika pemutih pada masyarakat membuat produsen kosmetika bersaing dalam memproduksi dan mempromosikan produk kosmetika pemutih.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa fungsi dari kosmetik Viva Pembersih? 2. Hal-hal apa saja yang perlu dilakukan sebelum membeli kosmetik? 3. Zat kimia apa saja yang terkandung dalam kosmetik viva Pembersih?

1.3 Tujuan Pembahasan 1. Mengetahui fungsi kosmetik Viva Pelembab dan Penyegar 2. Mengetahui cara supaya terhindari dari kerusakan kulit wajah 3. Mengetahui berbagai zat kimia yang terkandung dalam kosmetik Viva

1.4 Manfaat 1. Bagi para siswa Melalui karya tulis ini siswa dapat mengetahui tentang kualitas kosmetik yang cocok dengan kulitnya 2. Bagi penderita kanker kulit karena kosmetik Melalui karya tulis ini para penderita bisa mengetahui lebih detail akan dampak akibat penggunaan kosmetik yang kurang cocok untuk kulitnya

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Kosmetika Kosmetika merupakan suatu bahan yang dapat digunakan untuk mempercantik atau merawat diri. Secara definitif kosmetika diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari kandungan bahan dan manfaat yang dihasilkan oleh pemakaian bahan tersebut terhadap penampilan dan kecantikan seseorang (Rachmi Primadiati, 2001:74). Istilah kosmetika sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu Kosmetikos yang berarti keahlian dalam menghias (Retno I.S. Tranggono, 1992 :28). Uraian di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud kosmetika adalah suatu campuran bahan yang digunakan pada tubuh bagian luar dengan berbagai cara untuk merawat dan mempercantik diri sehingga dapat menambah daya tarik dan menambah rasa percaya diri pemakaian dan tidak bersifat mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit tertentu. Sekarang ini telah banyak produk kosmetika yang beredar di pasaran dengan berbagai macam merk dan bentuk. Kosmetika tersebut memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, seperti halnya kosmetika penghilang bau badan yang kini dibuat dengan berbagai bentuk, misalnya parfum berbentuk spray yang penggunaannya dengan cara disemprotkan, splash cologne dengan bentuk cair uang penggunaanya dengan cara dipercikkan dan deodorant berbentuk rollon yang penggunaannya dengan cara dioleskan.

2.1 Penggolongan Kosmetika Kosmetika yang beredar di pasaran sekarang ini dibuat dengan berbagai jenis bahan dasar dan cara pengolahannya. Menurut bahan yang digunakan dan cara pengolahannya, kosmetika dapat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu kosmetika tradisional dan kosmetika modern.

vi

Kosmetika yang beredar dipasaran Indonesia ada tiga macam, yaitu kosmetika tradisional, kosmetika modern, dan kosmedics cosmetics medicated (Retno I.S. Tranggono, 1996:30). 1. Kosmetika Tradisional Kosmetika Tradisional adalah kosmetika alamiah atau kosmetika asli yang dapat dibuat sendiri langsung dari bahan-bahan segar atau yang telah dikeringkan, buah-buahan dan tanam-tanaman disekitar kita. Cara tradisional ini merupakan kebiasaan atau tradisi yang diwariskan turuntemurun dari leluhur atau nenek moyang kita (Retno I.S. Tranggono, 1992: 30). 2. Kosmetika Modern Kosmetika Modern adalah kosmetika yang diproduksi secarapabrik (laboratorium), dimana telah dicampur dengan zat-zat kimia untuk mengawetkan kosmetika tersebut agar tahan lama, sehingga tidak cepat rusak (Yuswati, 1996: 66). 2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Efek Kosmetika Terhadap Kulit Ada empat faktor yang mempengaruhi efek kosmetikaterhadap kulit yaitu faktor manusia pemakainya, faktor lingkungan alam pemakai, faktor kosmetika dan gabungan dari ketiganya. a) Faktor manusia Perbedaan warna kulit dan jenis kulit dapat menyebabkan perbedaan reaksi kulit terhadap kosmetika, karena struktur dan jenis pigmen melaminnya berbeda. b) Faktor iklim Setiap iklim memberikan pengaruh tersendiri terhadap kulit, sehingga kosmetika untuk daerah tropis dan sub tropis seharusnya berbeda. c) Faktor kosmetika Kosmetika yang dibuat dengan bahan berkualitas rendah Atau bahan yang berbahaya bagi kulit dan cara pengolahannya yang kurang baik, dapat menimbulkan reaksi negatif atau kerusakan kulit seperti alergi atau iritasi kulit.

vii

d) Faktor gabungan dari ketiganya Apabila bahan yang digunakan kualitasnya kurang baik, cara pengolahannya kurang baik dan diformulasikan tidak sesuai dengan manusia dan lingkungan pemakai maka akan dapat menimbulkan kerusakan kulit, seperti timbulnya reaksi alergi, gatal-gatal, panas dan bahkan terjadi pengelupasan. Kosmetika memiliki efek terhadap kulit yaitu efek negatif dan efek positif. Demikian juga untuk kosmetika pemutih yang mempunyai efek positif yaitu menjadikan kulit lebih cerah atau putih seperti yang diinginkan dan mempunyai efek negatif yang berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti kulit meradang atau terkelupas apabila penggunaannya kurang berhati-hati atau tidak sesuai dengan petunjuk penggunannya. Produk pemutih kulit adalah salah satu jenis produk kosmetika yang mengandung bahan aktif yang dapat menekan atau menghambat pembentukan melanin atau menghilangkan melanin yang sudah terbentuk sehingga akan memberikan warna kulit yang lebih putih. Keinginan seseorang untuk bisa tampil cantik dan memiliki kulit yang putih bersih telah membuat seseorang bersikap konsumtif. Dampak positif yang dapat diperoleh dari pemakaian kosmetika pemutih diantaranya yaitu kulit menjadi putih bersih dan bersinar. Keterbatasan pengetahuan tentang berbagai produk kosmetika pemutih membuat mereka tidak tahu dampak negatif yang timbul jika tidak berhatihati. Kesalahan yang dilakukan dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan kulit. Penggunaan kosmetik, khususnya pemutih secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan kulit. Kosmetika pemutih biasanya mengandung zat aktif pemutih seperti hidroquinon dan merkuri. Hidroquinon yang banyak dipakai sebagai penghambat pembentukan melamin yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi, padahal melamin berfungsi sebagai pelindung kulit dari sinar ultraviolet, sehingga terhindar dari resiko terkena kanker kulit. Apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama dan di bawah sinar matahari secara langsung, hidroquinon dapat mengakibatkan noda.

viii

BAB III METODE PENELITIAN

Sampel Penelitan Meneliti penggunaan kosmetik merek Viva yang dignkan oleh salah satu siswa SMAN 1 Srengat.

Waktu Penelitian Pada waktu saat siswa tersebut pergi ke salon

Tempat Penelitian Penelitian di lakukan di Kelurahan Srengan salon wanita

Alat untuk Penelitian Bedak, Pembersih, pelembab, penyegar, Bolpoin, Pensil, penghapus, Buku, Kapas, Saput.

Rancangan Penelitian Mulai meneliti tanggal awal Januari sampai akhir Pebruari

Prosedur Penelitian 1. Menentukan tema 2. Mengumpulkan dan membaca buku perpus 3. Menggungkapkan hasil yang dicapai 4. Konsultasi dengan guru pembimbing 5. Melanjutkan materi

3.7 Mencatat hasil penelitian dari a. Pengamatan b. Wawancara c. Penelitian langsung

ix

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Fungsi Kosmetik Viva Pembersih Fungsi Viva Pembersih adalah membersihkan dan menyegarkan wajah dalam 1 langkah praktis. Diperkaya ekstrak alami buah langsat yang dapat digunakan pada kulit wajah dengan dua manfaat utama : Membantu mencerahkan wajah sesuai dengan kulit wanita asia Melindungi kulit dari pengaruh radikal bebas karena mengandung antioksida Dilengkapi juga dengan Pro Vit B5 untuk menjaga kelembaban serta aroma terapi yang menyegarkan. Menjadikan kulit awajh tampak lebih cerah, segar, bersinar.

4.2 Zat Kimia yang Terkandung dalam Kosmetik Merk Viva Pembersih Berikut beberapa bahan berbahaya yang sering dijumpai pada kosmetik dan produk perawatan kulit lainnya. Bahan berikut adalah bahan sintetik yang sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan menurut beberapa penelitian. 1. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS) Zat ini sering dikatakan berasal dari sari buah kelapa untuk menutupi racun alami yang terdapat di dalamnya. Zat ini sering digunakan untuk campuran shampoo, pasta gigi, sabun wajah, pembersih badan dan sabun mandi. SLS dan ALS dapat menyebabkan iritasi kulit yang hebat dan kedua zat ini dapat dengan mudah diserap ke dalam tubuh. Setelah terserap, endapan zat ini akan terdapat pada otak, jantung, paru paru dan hati yang akan menjadi masalah kesehatan jangka panjang. SLS dan ALS juga berpotensi menyebabkan katarak dan menganggu kesehatan mata pada anak anak.

2.

Bahan Pengawet Paraben Paraben digunakan terutama pada kosmetik, deodoran, dan beberapa produk perawatan kulit lainnya. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan dan reaksi alergi pada kulit. Penelitian terakhir di Inggris menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan paraben dengan peningkatan kejadian kanker payudara pada perempuan. Disebutkan pula terdapat konsentrasi paraben yang sangat tinggi pada 90% kasus kanker payudara yang diteliti.

3.

Propylene Glycol Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.

4.

Isopropyl Alcohol Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini.

5.

DEA

(Diethanolamine),

TEA

(Triethanolamine)

and

MEA

(Monoethanolamine) Bahan ini jamak ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan kulit. Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal dan hati. 6. Aluminium Aluminium sering digunakan pada produk penghilang bau badan. Aluminium diduga berhubungan dengan penyakit pikun atau Alzheimers. 7. Minyak Mineral Minyak mineral dibuat dari turunan minyak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar membuat krim tubuh dan kosmetik. Baby oil dibuat dengan 100% minyak mineral. Minyak ini akan melapisi kulit

xi

seperti mantel sehingga pengeluaran toksin dari kulit menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan terjadinya jerawat dan keluhan kulit lainnya. 8. Polyethylene Glycol (PEG) Bahan ini digunakan untuk mengentalkan produk kosmetik. PEG akan menganggu kelembaban alami kulit sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini dan kulit menjadi rentan terhadap bakteri.

4.3 Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum membeli kosmetik Kenali jenis kulit terlebih dahulu dan jangan mudah percaya dengan saran yang diberikan oleh pramuniaga di counter kosmetika, jangan terlalu sering mengganti merek kosmetik memiliki bahan-bahan yang

diunggulkan Setiap membeli kosmetik, jangan lupa membaca masa kadaluarsanya. Apabila tidak tercantum pada kemasannya, tanyakan langsung pada penjaganya Ketahui kandungan bahan kosmetik. Sebagaiknya sebagai konsumen mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetik tersebut. Dengan mengetahui bahan-bahan tersebut, minimal bisa terhindar dari kerusakan kulit.

xii

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan Kosmetika merupakan suatu bahan yang dapat digunakan untuk mempercantik atau merawat diri. Secara definitif kosmetika diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari kandungan bahan dan manfaat yang dihasilkan oleh pemakaian bahan tersebut terhadap penampilan dan kecantikan seseorang Kosmetika adalah suatu campuran bahan yang digunakan pada tubuh bagian luar dengan berbagai cara untuk merawat dan mempercantik diri sehingga dapat menambah daya tarik dan menambah rasa percaya diri pemakaian dan tidak bersifat mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit tertentu Kosmetika yang beredar dipasaran Indonesia ada tiga macam, yaitu kosmetika tradisional, kosmetika modern, Efek Kosmetik terhadap Kulit merupakan sasaran utama dalam menerima berbagai pengaruh dari penggunaan kosmetika. Ada dua efek atau pengaruh kosmetika terhadap kulit, yaitu efek positif dan efek negatif

5.2 Saran Pelajari dengan baik daftar kandungan yang terdapat pada label setiap produk kosmetik. Lihatlah apakah jenis jenis zat diatas terkandung di dalamnya, bila anda masih kurang yakin, anda bisa mencarinya di internet tentang bahayanya bahan tersebut. Jangan pernah dibodohi oleh kata kata natural dan organic pada kemasan produk. Memang produk tersebut mengandung satu atau dua bahan organik, tetapi kandungan bahan berbahayanya bisa berkali lipat jumlahnya.

xiii

DAFTAR PUSTAKA

Primadiati, Eachmi, 2001. Penggunaan Kosemtik Viva. Bandung : Angkasa Tranggono, Retno I.S. 1992. Kosemtik untuk Kulit. Semarang : Skin Cosmetik

xiv