P. 1
Pembelajaran Tuntas Remedial Pengayaan

Pembelajaran Tuntas Remedial Pengayaan

|Views: 142|Likes:
Dipublikasikan oleh dewasmanta1138

More info:

Published by: dewasmanta1138 on Sep 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2012

pdf

text

original

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

PEMBINAAN SMA

HALAMAN

1 - 39

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

2 - 39

PROSES PEMBELAJARAN

PENILAIAN/UJI KD  KKM (LULUS) PENGAYAAN
BISA

< KKM REMEDIAL LULUS T U N T A S KD berikutnya

PORTOFOLIO

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

3 - 39

Hakikat Belajar dan Mengajar
 Hakikat Belajar

Aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar.
 Hakikat mengajar

Membantu peserta didik memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar.
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

4 - 39

Responsif. Persiapan/kesiapan. 8. 6. 5. Variasi dalam kecepatan belajar. PEMBINAAN SMA 5 . 7. 12. 3. HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Informasi perkembangan kemampuan peserta didik. 4. Menyenangkan. Status mental Membagi kegiatan ke dalam langkah-langkah kecil.39 . Pemodelan. Generalisasi dan pembedaan. Kontekstual. Kondusif untuk menciptakan perilaku tertentu.Prinsip-Prinsip Umum Pembelajaran 1. 2. 11. 9. 10. Dari keterampilan dasar ke tinggi.

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. yakni lebih banyak mengikutsertakan peserta didik dalam proses pembelajaran. Menempatkan peserta didik sebagai subjek didik.Pembelajaran Berbasis Kompetensi Pembelajaran bukan hanya terbatas pada peristiwa yang dilakukan oleh guru saja. PEMBINAAN SMA HALAMAN 6 .39 . melainkan mencakup semua peristiwa yang mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia.

Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual. Pembelajaran tuntas dilakukan dengan pendekatan diagnostik.Pembelajaran tuntas Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu. PEMBINAAN SMA HALAMAN 7 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 8 . Carrol.Belajar Tuntas (mastery learning): “All students can learn” tergantung: kecepatan dan cara “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. A Model of School Learning) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. (John B.

Bloom) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Block.39 . mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. PEMBINAAN SMA HALAMAN 9 .Belajar Tuntas (lanjutan) “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. B.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 10 . principles of instructional design) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. 2) different media or materials. 3) diagnosis to determine what missing prerequisite knowledge or skills he must acquire to master the objective (Gagne.39 .Belajar Tuntas (mastery learning): Pemecahan masalah belajar: 1) more time for learning. dkk.

Perlu kriteria (Gagne. PEMBINAAN SMA HALAMAN 11 . Carrol. dkk. (John B. principles of instructional design)  Belajar Tuntas (mastery tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.Belajar Tuntas (lanjutan)  Belajar tuntas: 90% peserta didik menguasai 90% kompetensi (tujuan). A Model of School Learning) learning): peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

PEMBINAAN SMA HALAMAN 12 .Pembelajaran Konvensional normal bakat normal prestasi Pembelajaran Tuntas normal bakat condong prestasi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

4. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal. PEMBINAAN SMA HALAMAN 13 . 3. Penilaian acuan patokan.PRINSIP-PRINSIP PEMBELALARAN TUNTAS 1.39 . (Gentile & Lalley: 2003) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. 2. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan. dan setiap kompetensi harus diberikan feedback.

tidak aneh bila banyak peserta didik yang tidak menguasai materi pembelajaran meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolah.Mengapa harus pembelajaran tuntas? Proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita. Akibatnya. selama ini umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai peserta didik menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Tidak heran pula kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah.39 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 14 .

tutorial orang perorang. pembelajaran terprogram. dan bekerja dalam kelompok kecil. PEMBINAAN SMA HALAMAN 15 . Berbagai jenis metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok. permainan dan pembelajaran berbasis komputer (Kindsvatter.39 . pembelajaran dengan teman atau sejawat (peer instruction).  Pembelajaran tuntas lebih efektif menggunakan pendekatan tutorial dengan sesion-sesion kelompok kecil.Metode Pembelajaran  Dalam pembelajaran tuntas. buku-buku kerja. 1996) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. metode pembelajaran yang sangat ditekankan adalah pembelajaran individual.

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 16 .39 .  Kemajuannya bertumpu pada usaha serta ketekunannya secara individual.Peran Peserta Didik  Peserta didik sebagai subjek didik.  Fokus pada `Peserta didik dan yang akan dikerjakannya’.

psikomotor. Menggunakan teknik diagnostik. 5. Menata indikator berdasarkan cakupan serta urutan unit. dan afektif). 3. Menilai perkembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (kognitif. Menjabarkan KD (Kompetensi Dasar) ke dalam satuan2. PEMBINAAN SMA HALAMAN . Menyajikan materi dengan metode dan media yang sesuai. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. satuan (unit-unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyarat.Peran Guru Pada Pembelajaran Tuntas 1. 7. Memonitor seluruh pekerjaan peserta didik.39 4. 6. 17 . Menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan.

PENILAIAN  Sistem penilaian menggunakan ulangan/ujian      berkelanjutan. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti:pengamatan. Ulangan dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 18 . program pengayaan. kuesioner. Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial. yang ciri-cirinya adalah: Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor. dsb.

39 .DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 19 .

menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.39 . Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan. hanya waktu pencapaian yang berbeda. PEMBINAAN SMA HALAMAN 20 .PEMBELAJARAN REMEDIAL Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu.

Prinsip Pembelajaran Remedial o Adaptif o Interaktif o Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian o Pemberian umpan balik sesegera mungkin o Pelayanan sepanjang waktu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 21 .

dan tuna daksa) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . tuna netra.DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK  Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti pelajaran)  Kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik. misalnya : faktor keluarga. lingkungan tempat tinggal. PEMBINAAN SMA HALAMAN 22 . dan pergaulan)  Kesulitan berat (ketunaan pada diri peserta didik misalnya tuna rungu.

TEKNIK UNTUK MENDIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR  Tes prasyarat  Tes diagnosis  Wawancara  Observasi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 23 .39 .

Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 24 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 25 .  dan lain-lain.PELAKSANAAN REMEDIAL  Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. yang semuanya diakhiri dengan penilaian.  Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya.  Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus.  Pemberian tugas/latihan.39 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 26 .Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran. maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi untuk memperbaiki nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100).39 .Nilai Remedial  Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan. PEMBINAAN SMA 27 . HALAMAN  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Oleh karena itu.

 Pembelajaran ulang diakhiri dengan penilaian individual bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.  Penugasan kelompok diakhiri dengan penilaian individual bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN Contoh: 28 .Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial  Penugasan individu diakhiri dengan penilaian bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 29 .DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

PEMBELAJARAN PENGAYAAN Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. PEMBINAAN SMA HALAMAN 30 .39 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

tutor sebaya.39 . diskusi. dan lainlain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 31 .PEMBELAJARAN PENGAYAAN (lanjutan ….)  Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.  Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca.

39 .Identifikasi Tingkat Kelebihan Kemampuan Belajar  Belajar lebih cepat      Menyimpan informasi lebih mudah Keingintahuan yang tinggi Berpikir mandiri Superior dalam berpikir abstrak Memiliki banyak minat HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 32 .

TEKNIK IDENTIFIKASI     Tes IQ (Intelligence Quotient) Tes inventori Wawancara Pengamatan (observasi) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 33 .39 .

HALAMAN Kegiatan Eksplorasi Keterampilan Proses DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.Jenis Pembelajaran Pengayaan Kegiatan yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik.39 . PEMBINAAN SMA 34 . Kegiatan yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. buku. Sajian dimaksud dapat berupa peristiwa sejarah. tokoh masyarakat.

Jenis Pembelajaran Pengayaan Program yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif HALAMAN Pemecahan Masalah DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . PEMBINAAN SMA 35 .

Belajar Kelompok 2.39 . Pembelajaran berbasis tema 4. Pemadatan kurikulum DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan 1. PEMBINAAN SMA HALAMAN 36 . Belajar mandiri 3.

39 .Belajar Kelompok Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa. sambil menunggu temantemannya yang mengikuti pembelajaran remedial DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 37 .

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 38 .Belajar Mandiri Secara mandiri peserta didik belajar tentang sesuatu yang diminati DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

Pembelajaran Berbasis Tema Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan berbagai disiplin ilmu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39 .39 .

Pemadatan Kurikulum Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi materi yang belum diketahui peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 40 .39 .

Penilaian  Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran. PEMBINAAN SMA 41 .39 . kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian.  Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS-SUBDIT PEMBELAJARAN HALAMAN 42 .

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.2:33 4 !0..3 #020/. 4 /.3 4 !02-07.9: %.3805.3:25. 808007..3 503.3.3 ...8/.3.91 4 08-9.7.591 4 3907.7.!7385 !02-0.3-.3/.22094/0 502-0.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.7 /.3 .3 :7.// 28.3:.9.3507./7 508079./.9470:. /..7.35./.3.39025.7.//28.3-0.9203:950.380/.3.39:3.3  08:9. /.3507.9 09:3.7:3: 9:3. 1.3-07.9:3..8.7508079.3 8.:.3  08:9. %. 3:3..7:.373. 3097.9 93. $$$&%# !$#%  08:9.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.9  %08/..  -807.3488  .3.%&%& $$ $&%#  %0857.7..7.8.8 %.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

7...9:.3.37020/.9:!0.3.8..9..7.3#020/.//20250.5.7. !02-0.:&.9079039: .3 8090.3/:20.7 8..3 !02-0.3 %.:-0-07./-07.3.508079.

%%$!  !$ % !$  # # .

32094/0 /...3/03.320/.3/7..:502-07.  0.3 -2-3..7.72.!$# !02-0.8.9.3-07-0/.39:.:8:8  !02-07.380.7.3:.

.3802:.3..3 0.:9:94780-.9.:23./.7 /03.3503.3 .3 %.3.3 ...9.3-2-3.  /.3 .704254/03.

%%$!  !$ % !$  # # .

5.:.9/09.5.305.5..203.390.3 :.//.3 42509038. .7/.3/.3/-07.2503:..8. 508079..7.390..5..37020/.. 508079.//90. 09:39.203:9 5747.!03.3 %./.8.2502-0../909.

%%$!  !$ % !$  # # .

5.90-93/. /03.8:.0-..3   %.98.380.203:97020/ :39:202507-.// 9072.7.8.82.2.33.3.8./.  ./.8.38:/..   0.37020/.5..-..3.803.#020/.5...9: 20250792-. 3.250.2.3.203.:350..33/-07..9.. 203.:. 809.3 057.703. 804.3/. -07.3 2.7  5.7:8 /848. 0-.7020/8.5508079.920309.33.5.5.7020//0.3..33..

%%$!  !$ % !$ # # .

8.4394 %0350..3.8.3 503:.3.

2.7/03.82.//./:.7/03.3503..// .:2.502-0.3 503.8.3/.5 :7.3 3/.3203:97020/0-/.3:.3503.-.3 3/.508079..7  909./:.3 -.8.33/.//.508079.3 203:97020/0-/..304254/.:2.508079.7/03.7.7..  !03:.:2..7    !02-0.3203:9 7020/./:/.7  %.-.3/.3 7020/.   !03:.

%%$!  !$ % !$  # # .

%.

%%$!  !$ % !$  # # .

802:.05.2.5.5.3 9/.8:..7.340$.9.20.7.920302-. 4592.///..3..:0..9 20.7..9/.508079.7..9:.33. 425090380-.79.25.20.203.3 /9039:.9:503.. %.  .9.3.5.3 508079.3/.390.3/.!# ! !08079.3 202507/.3/.33..20..3 80-.80..390..9/.: 5078.//.5.//.3/..3!03//.3232.:502-0.9..7508079.// .3 !02-0.3503.:.5.3503.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.!#! .9/.35. 2034592.3503..3-. /8:8 /..508079.8 202-.. 9:94780-.3 O !02-0. O !03.323.9 20302-.9.3:9.3803.5.../...30.3 20200-.3207:5.9.98079.3-.3 202-07.33.//.7.3 %.3 08025...3./. 9079039:/03.3202-079:..2070.5..3 .3503:.3..

%%$!  !$ % !$  ##  # .

9      0325.8%3. 02-.393 07572.05.30./0391..80-2:/.23..25:.70-.331472.900-.3 02.3..2-0757.7  0.3.9  %.3/7 $:50747/.:.-897. 0339.

%%$!  !$ % !$ ##  # .

3 4-807.9.. !03.7.03947 .2..0":49039 %083.%%$ %08" 39003.8 %.3..

%%$!  !$ % !$  ##  # .

 50789.3!03.7.3.8://.907.3 2.508079.3/2.7 9/.3.3 3..3/7.5..8.2:7::2 0.9.3/..305..089.25.:5/.2 20..7.3 !74808 %.//..380.3/507:..8907.70:...3503/. -:: 944 2.3 /23..038!02-0.9-07:5.3:39: /8.8 0907.:.7-07..9/.7././..3 8547.340 508079.2-039:502-0.9.9 ..7..9.//  $.80.3 0.3/7   0.5945.7.3.8/.2..

%%$!  !$ % !$ # # .

3 !747.3/-07.089..3 .35020.:503/0..9.8.3 2.//..3 05.32..3 20202.3.7 0-93-07:5.3!03..9./.3203:3. 5020...038!02-0..7.2.25:..3-0.91  !020.8.9.9.3 3.3 503/0.508079... %.8.. /03....

%%$!  !$ % !$ # # .

 !02.3 -07-./.7.8.704254 039: !0..3/7  !02-0.3 :7::2 %.3  0....3 !02-0...7.88902..72.9.3.3 !03. 0.

%%$!  !$ % !$  # # .

3 902.2.33.8.5. %.0.7 04254 $004254508079.3 7020/..2- 203:3:902.3202 23..99079039:/-07.3 804.7..3-078.250.-. 8.3 50..3 203:9502-0.7./. //.. .2 .7.

%%$!  !$ % !$  # # .

3/7 508079..7 .2.9 %.7.0.3 808:.3 /23.9:...79039.// -0.3/7 $0.

%%$!  !$ % !$  # # .

7 :-:3.3 07-.!02-0.-08..508079.7. 02..3 -07-.7 803.. ///./:.902..88 %02.5.9 20250.3 :7::2/ -./853 2: %.

%%$!  !$ % !$  # # .

3.3.:508079.3-0:2 /09.!02.907..3 502-0. :39:42509038 2./.3 :7::2 !02-07.9.7. // %.

%%$!  !$ % !$  ## .

7.2..3  O !03..3503.9.9..8/03.8.909.::5/.9.3-..-..5 .7..!03.3.//.3.7:8/.33907.0-/.70. %.3 0.8-0.3 ../.2-039:54794144/.70..05.3./03..3502-0.3503.3 502-0...3 O $0-.7 508079.9..80-.3 503..39/..3 0.33 9/.7.8.33.

%%$!  !$ % !$  ## .

%.

%%$!  !$ $&%!#  # .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->