DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

PEMBINAAN SMA

HALAMAN

1 - 39

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

2 - 39

PROSES PEMBELAJARAN

PENILAIAN/UJI KD  KKM (LULUS) PENGAYAAN
BISA

< KKM REMEDIAL LULUS T U N T A S KD berikutnya

PORTOFOLIO

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

3 - 39

Hakikat Belajar dan Mengajar
 Hakikat Belajar

Aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar.
 Hakikat mengajar

Membantu peserta didik memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar.
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA

HALAMAN

4 - 39

39 . HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Responsif. Dari keterampilan dasar ke tinggi. Generalisasi dan pembedaan. 9. 5. Kondusif untuk menciptakan perilaku tertentu. 7. 11. 10. 12. Status mental Membagi kegiatan ke dalam langkah-langkah kecil. 8. Persiapan/kesiapan. 4. Pemodelan. 6. Variasi dalam kecepatan belajar. 2. Informasi perkembangan kemampuan peserta didik. Kontekstual. Menyenangkan. PEMBINAAN SMA 5 . 3.Prinsip-Prinsip Umum Pembelajaran 1.

Pembelajaran Berbasis Kompetensi Pembelajaran bukan hanya terbatas pada peristiwa yang dilakukan oleh guru saja. PEMBINAAN SMA HALAMAN 6 . yakni lebih banyak mengikutsertakan peserta didik dalam proses pembelajaran.39 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Menempatkan peserta didik sebagai subjek didik. melainkan mencakup semua peristiwa yang mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia.

39 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual. PEMBINAAN SMA HALAMAN 7 . Pembelajaran tuntas dilakukan dengan pendekatan diagnostik.Pembelajaran tuntas Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu.

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 8 . Carrol. (John B. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”.Belajar Tuntas (mastery learning): “All students can learn” tergantung: kecepatan dan cara “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. A Model of School Learning) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

Block. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. B.Belajar Tuntas (lanjutan) “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Bloom) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 9 .39 .

3) diagnosis to determine what missing prerequisite knowledge or skills he must acquire to master the objective (Gagne. principles of instructional design) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . 2) different media or materials.Belajar Tuntas (mastery learning): Pemecahan masalah belajar: 1) more time for learning. dkk. PEMBINAAN SMA HALAMAN 10 .

dkk. PEMBINAAN SMA HALAMAN 11 . principles of instructional design)  Belajar Tuntas (mastery tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya.Belajar Tuntas (lanjutan)  Belajar tuntas: 90% peserta didik menguasai 90% kompetensi (tujuan). sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik. (John B. Perlu kriteria (Gagne. A Model of School Learning) learning): peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Carrol.39 .

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 12 .Pembelajaran Konvensional normal bakat normal prestasi Pembelajaran Tuntas normal bakat condong prestasi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan. 3.PRINSIP-PRINSIP PEMBELALARAN TUNTAS 1. PEMBINAAN SMA HALAMAN 13 . Penilaian acuan patokan. (Gentile & Lalley: 2003) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . 4. dan setiap kompetensi harus diberikan feedback. 2. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 14 . tidak aneh bila banyak peserta didik yang tidak menguasai materi pembelajaran meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolah. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. selama ini umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai peserta didik menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Tidak heran pula kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah. Akibatnya.Mengapa harus pembelajaran tuntas? Proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita.39 .

metode pembelajaran yang sangat ditekankan adalah pembelajaran individual. Berbagai jenis metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok. pembelajaran dengan teman atau sejawat (peer instruction). tutorial orang perorang. dan bekerja dalam kelompok kecil. pembelajaran terprogram. permainan dan pembelajaran berbasis komputer (Kindsvatter. PEMBINAAN SMA HALAMAN 15 .Metode Pembelajaran  Dalam pembelajaran tuntas. 1996) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.  Pembelajaran tuntas lebih efektif menggunakan pendekatan tutorial dengan sesion-sesion kelompok kecil.39 . buku-buku kerja.

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.  Fokus pada `Peserta didik dan yang akan dikerjakannya’.  Kemajuannya bertumpu pada usaha serta ketekunannya secara individual.Peran Peserta Didik  Peserta didik sebagai subjek didik. PEMBINAAN SMA HALAMAN 16 .39 .

Menilai perkembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (kognitif. psikomotor.Peran Guru Pada Pembelajaran Tuntas 1. 3. 5. Menyajikan materi dengan metode dan media yang sesuai. 6. Menjabarkan KD (Kompetensi Dasar) ke dalam satuan2. dan afektif). satuan (unit-unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyarat. PEMBINAAN SMA HALAMAN . Menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan. Menata indikator berdasarkan cakupan serta urutan unit. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Menggunakan teknik diagnostik. Memonitor seluruh pekerjaan peserta didik. 7.39 4. 17 .

PENILAIAN  Sistem penilaian menggunakan ulangan/ujian      berkelanjutan. Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial. program pengayaan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . yang ciri-cirinya adalah: Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti:pengamatan. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor. PEMBINAAN SMA HALAMAN 18 . dsb. kuesioner. Ulangan dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar.

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 19 .DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

hanya waktu pencapaian yang berbeda. menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 20 . Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan.PEMBELAJARAN REMEDIAL Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu. Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

Prinsip Pembelajaran Remedial o Adaptif o Interaktif o Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian o Pemberian umpan balik sesegera mungkin o Pelayanan sepanjang waktu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 21 .

tuna netra. dan pergaulan)  Kesulitan berat (ketunaan pada diri peserta didik misalnya tuna rungu. misalnya : faktor keluarga. PEMBINAAN SMA HALAMAN 22 . dan tuna daksa) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. lingkungan tempat tinggal.39 .DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK  Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti pelajaran)  Kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik.

39 .TEKNIK UNTUK MENDIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR  Tes prasyarat  Tes diagnosis  Wawancara  Observasi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 23 .

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian. PEMBINAAN SMA HALAMAN 24 .39 .

PELAKSANAAN REMEDIAL  Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.  dan lain-lain. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.  Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus. yang semuanya diakhiri dengan penilaian.  Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya.39 .  Pemberian tugas/latihan. PEMBINAAN SMA HALAMAN 25 .

Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. PEMBINAAN SMA HALAMAN 26 . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi untuk memperbaiki nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100). HALAMAN  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan. Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran.Nilai Remedial  Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Oleh karena itu.39 . PEMBINAAN SMA 27 .

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN Contoh: 28 .  Penugasan kelompok diakhiri dengan penilaian individual bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial  Penugasan individu diakhiri dengan penilaian bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.  Pembelajaran ulang diakhiri dengan penilaian individual bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 29 .39 .DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. PEMBINAAN SMA HALAMAN 30 .39 .PEMBELAJARAN PENGAYAAN Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.

PEMBINAAN SMA HALAMAN 31 .  Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca.39 . dan lainlain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. tutor sebaya.)  Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.PEMBELAJARAN PENGAYAAN (lanjutan …. diskusi.

39 .Identifikasi Tingkat Kelebihan Kemampuan Belajar  Belajar lebih cepat      Menyimpan informasi lebih mudah Keingintahuan yang tinggi Berpikir mandiri Superior dalam berpikir abstrak Memiliki banyak minat HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 32 .

PEMBINAAN SMA HALAMAN 33 .TEKNIK IDENTIFIKASI     Tes IQ (Intelligence Quotient) Tes inventori Wawancara Pengamatan (observasi) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

buku.39 . HALAMAN Kegiatan Eksplorasi Keterampilan Proses DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.Jenis Pembelajaran Pengayaan Kegiatan yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Kegiatan yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. PEMBINAAN SMA 34 . tokoh masyarakat. Sajian dimaksud dapat berupa peristiwa sejarah.

39 . PEMBINAAN SMA 35 .Jenis Pembelajaran Pengayaan Program yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif HALAMAN Pemecahan Masalah DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 36 . Pemadatan kurikulum DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. Belajar mandiri 3. Belajar Kelompok 2.Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan 1. Pembelajaran berbasis tema 4.

39 . PEMBINAAN SMA HALAMAN 37 . sambil menunggu temantemannya yang mengikuti pembelajaran remedial DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.Belajar Kelompok Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa.

39 .Belajar Mandiri Secara mandiri peserta didik belajar tentang sesuatu yang diminati DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 38 .

PEMBINAAN SMA HALAMAN 39 .Pembelajaran Berbasis Tema Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan berbagai disiplin ilmu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.39 .

PEMBINAAN SMA HALAMAN 40 .39 .Pemadatan Kurikulum Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi materi yang belum diketahui peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT.

39 .Penilaian  Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran.  Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian. PEMBINAAN SMA 41 .

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS-SUBDIT PEMBELAJARAN HALAMAN 42 .

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.7.91 4 08-9..3/..!7385 !02-0.3.3-.3.3805..3 .3:25..9: %.8/.3 4 !02-07.591 4 3907.22094/0 502-0.3 503. 808007.7.2:33 4 !0.3 #020/. 4 /.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

3 :7.. $$$&%# !$#%  08:9.380/.8.9:3.9470:.9 09:3.3-0.373.3-07./.3. /.39:3./.7508079./7 508079.7:.3507.35. 3:3.3:.7.9.9203:950.//28. 1. /.39025.:.7.7:3: 9:3. %.3 .3507..7 /.3  08:9.3  08:9. 3097.// 28..9 93..3 8.3.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

9  %08/.7..8 %..%&%& $$ $&%#  %0857.3.3488  ..8.7.  -807.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

 !02-0.8.3.3 %.//20250./-07.7.:-0-07.3#020/.3 !02-0...9:!0.3.:&..9.9:.7 8.508079..3.37020/.5..3/:20.7.3 8090.9079039: .7.

%%$!  !$ % !$  # # .

39:.  0.7.8.:502-07.320/.!$# !02-0.3:.:8:8  !02-07.32094/0 /.3 -2-3..72..380..3-07-0/..3/03.9.7.3/7.

3 .:9:94780-.:23.9.  /.3-2-3.3 0..3 %.3 .3503...3802:./.3.3..7 /03.3 .9.704254/03.

%%$!  !$ % !$  # # .

37020/..8.8.//90.7. 508079. ..203:9 5747.5../909.2502-0.3 %.//.203. 09:39.3 42509038.305.5..9/09..5.3/.390.:./.7/. 508079.390..3/-07.5.3 :.2503:..!03.

%%$!  !$ % !$  # # .

33..5.3   %.9: 20250792-.7020//0.380. 0-..9.3/.-.38:/././.3 057.8..33.203:97020/ :39:202507-.  . 3..803.5.703. 203.:350.5508079...0-.2. 804.920309.37020/.33/-07.8.3 2. 809.82..8:..250. /03.7020/8.3. -07.5.#020/.5.5.33.2.7:8 /848.3.7  5.:.98.203.3.8..// 9072.3...90-93/.7.   0.

%%$!  !$ % !$ # # .

3.3 503:.8..8.4394 %0350.3.

7    !02-0.8.//.//.3 503..../:/.3203:9 7020/.3 203:97020/0-/.7/03.3503.508079.3:.82./:.5 :7.7.3/.3203:97020/0-/.3 -.8.  !03:.// .:2.3 3/.3503./:.:2.7/03.304254/.508079.3/.:2.-.3 7020/.33/.7/03.-.7  %.2.502-0.7.   !03:.3 3/...7  909.508079.

%%$!  !$ % !$  # # .

%.

%%$!  !$ % !$  # # .

7508079.9 20.390...  .3/.// .20..33.2.3/.9:503.7.5..9:.:...9.3 202507/..203.508079.9/.3 /9039:.3 !02-0.!# ! !08079.20.340$.//.7.3 80-.3 508079.9/.3 9/.7.25.///.05.3. %.:502-0.920302-.3503. 4592.5.3!03//..:0.3.3503...3/.80. 425090380-..3232.9.3/.8:..20.802:.33.//.9.390.5.5.: 5078.5.79..7.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

.3803.3 ..3 202-07...3.323..3-....33.3:9.8 202-.3 08025.3-.9.5. /8:8 /.3202-079:. 9079039:/03.98079.//... 9:94780-.!#! .9../.7..3 20200-. O !03.2070. 2034592.3207:5..508079.3.5.9/./.3503:.3 O !02-0.3 %.35.30.3503.9 20302-.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

/0391..23.30..393 07572.2-0757.3..3/7 $:50747/.25:.7  0.70-.8%3.-897.:.80-2:/.3 02.9      0325.900-.9  %.3.331472. 0339.05. 02-.

%%$!  !$ % !$ ##  # .

%%$ %08" 39003..03947 . !03..8 %.3.0":49039 %083..2.7.9.3 4-807.

%%$!  !$ % !$  ##  # .

038!02-0..70:.3/7   0.3:39: /8.7 9/.9..././/.7.8/.089..3/507:.2 20.508079.8907.2:7::2 0.7.8..3 8547.3!03.9/.3 2..380.340 508079.305.5945.907.:.7.3 !74808 %.3 0.2-039:502-0.7.3/.9 .9.3/2..//  $.80.8 0907.3 /23.9-07:5../.3.:5/.25. 50789.3503/.3/7..3..3.2.8://.3 3..5..7-07.. -:: 944 2.9.7...

%%$!  !$ % !$ # # .

 5020.3203:3.089.3 05...9.9../.3/-07.:503/0.3 2.8. /03.35020..//.2. %..3!03.91  !020..508079..3 ...038!02-0.8.3 !747.3 20202..9.32.3..7 0-93-07:5..8...25:.3-0.3 503/0..9.3 3.7.

%%$!  !$ % !$ # # .

3 :7::2 %.72.3 !03.88902..704254 039: !0.3  0.3/7  !02-0...3 -07-..  !02.9..3..3 !02-0. 0.7.8.7./..

%%$!  !$ % !$  # # .

.7 04254 $004254508079.2- 203:3:902.3 7020/.7. .8.3 203:9502-0.3 50.2 . 8.250.7.0..-.2.3 804..99079039:/-07.7.3202 23.3-078.5.../.33.3 902. //. %.

%%$!  !$ % !$  # # .

3/7 508079.2.3 808:...7 .7..9:.// -0.79039.9 %.3/7 $0.3 /23.0.

%%$!  !$ % !$  # # .

-08./:.9 20250..!02-0.3 07-.7 :-:3. 02.902. ///..5.7.508079.3 :7::2/ -../853 2: %.3 -07-.88 %02..7 803.

%%$!  !$ % !$  # # .

3-0:2 /09.9.7. :39:42509038 2.907..3.:508079./. // %.!02.3 502-0.3 :7::2 !02-07.3.

%%$!  !$ % !$  ## .

9.39/.3-.3.....8.9.5 .::5/..3503.!03.7:8/./03..3 .80-.05.9.909.2.//..33 9/.7.-. %..9./.33907.7.3..8-0.70.3 O $0-.70.3502-0.0-/.8.3 503..7 508079.3 502-0.3 0....3  O !03.3 0.8/03.3503.7..33.2-039:54794144/.3.

%%$!  !$ % !$  ## .

%.

%%$!  !$ $&%!#  # .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful