Anda di halaman 1dari 3

1. Macam2 akhlak dan tingkatan Macam2: a. Mahmudah (terpuji) b. Mazmumah (tercela) Tingkatan2: a. Rendah b. Sedang c.

Tinggi : tak pernah berbuat kemudharatan bagi orang lain : mau berbagi dengan oral ketika berlebih : mau bersusah-susah untuk kebahagiaan orla

2. Pengertian akhlak menurut bahasa, istilah, ghozali , ibnu miskwaih a. Bahasa Khuluqun= budi pekerti b. Istilah suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran c. Ghozali Imam Al-Ghazali menyebut akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa . Daripada jiwa itu ,timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pertimbangan fikiran d. Ibnu Maskawayh Ibnu Maskawayh mengatakan akhlak ialah suatu keadaan bagi diri atau jiwa yang mendorong (diri atau jiwa itu) untuk melakukan perbuatan dengan senang tanpa didahului oleh daya pemikiran kerana sudah menjadi kebiasaan. 3. Hubungan akhlak dan aqidah Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah aqidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika seseorang beraqidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika aqidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun tidak akan benar 4. Ruang lingkup

Smua tindakan yang disengaja a. Akhlak pribadi b. Akhlak keluarga c. Akhlak bermasyarakat d. Akhlak bernegara e. Akhlak beragama 5. Metode pembinaan a. Penyadaran (talim) b. Keteladanan (uswah) c. Pembimbingan (tahzib) d. Reward & punishment (targhib wa tarhib) e. Pengkondisian 6. Hal yg mempengaruhi pembinaan akhlak muslim kpd ! 7. Strategi penanaman akhlak pd peserta didik

a. Al Hikmah (kebijakan) ialah fadlilah sifat utama dari jiwa natigah, jiwa pikir kritis analitis (Annatiqah almumayyizah) untuk mengetahui (mengenali) segala yang ada karena keberadaannya, atau untuk mengetahui hal ihwal ketuhanan dan hal ihwal kemanusiaan. Dengan demikian pengetahuan membuahkan pengenalan tentang al ma'qulat (pengertian-pengertian tentang hal yang abstrak/yang metafisis) secara kritis analitis, mana yang benar dipegangi, mana yang salah dibuangnya. b. Al-Iffah (kesucian diri) sifat utama pada pengindraan nafsu syahwat al Hissussyahwani. Sifat utama ini nampak pada waktu seseorang mengendalikan nafsunya (setelah responsi indra terhadap suatu stimulus) dengan pertimbangannya yang sehat sehingga dia tidak tunduk pada nafsunya itu, dia bebas dari perbudakan hawa nafsunya.
c. As-Saja'ah (keberanian) adalah sifat utama pada jiwa ghodlabiyah. Sifat ini nampak pada

manusia ketika jiwa ghodlabiyah itu dikendalikan oleh sifat utama al-Hikmah dan dipergunakan sesuai dengan akal pikiran untuk menghadapi masalah-masalah yang punya

resiko, umpamanya tidak gentar menghadapi perkara-perkara yang menakutkan. Dia atasi perkara itu bila sikap demikian dipandang baik atau dia menahan diri bila sikap demikian dipandang terpuji. d. Al-Adaalah (keseimbangan) adalah sifat utama pada jiwa sebagai produk dari integrasi (ijtima1) yang serasi dari tiga unsur jiwa yang telah disebutkan, dimana unsur al Hikmah merupakan faktor yang dominan. Dengan keberadaan al Adaalah itu, manusia memiliki simatun (ada tulisan Arab) ciri. Pilihannya (sebagai balanced individual) yaitu dia bagian dari dirinya sendiri dan bagian dari orang lain (bagian dari masyarakat).