TEORI PORTOFOLIO

Oleh Julius Nursyamsi

Penopang Manajemen Portofolio
 Teori

portofolio  Teori pasar modal

Teori Portofolio
 Pengembalian

portofolio yang dihapkan dan tingkat resiko portofolio yang dapat diterima serta menunjukan cara pembentukan portofolio yang optimal

Teori Pasar Modal  Berhubungan dengan pengaruh keputusan investor terhadap harga sekuritas  Menunjukan hubungan yang seharusnya terjadi antara pengembalian dan resiko sekuritas jika investor membentuk portofolio yang sesuai dengan teori portofolio .

Konsep Dasar  Portofolio yang efisien dan optimal  Fungsi kegunaan dan kurva indiferens  Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko .

Portofolio yang Efisien dan Optimal  Dalam pembentukan portofolio investor berusaha memaksimalkan pengembalian yang diharapkan dari investasi dengan tingkat resiko tertentu yang dapat diterima – portofolio yang efisien  Asumsi wajar adalah investor cenderung menghindari resiko  Jika memiliki beberapa pilihan portofolio yang efisien maka yang dipilih portofolio yang paling optimal .

Fungsi Kegunaan dan Kurva Indiferens kegunaan – menyatakan preferensi (pilihan) dari entitas ekonomi sehubungan dengan pengembalian dan resiko yang dihadapi  Fungsi kegunaan dapat dinyatakan dalam bentuk grafis yaitu kurva indeferens  Fungsi .

Kurva Indiferens u3 u2 Pengembalian yang diharapkan u1 Kegunaan meningkat u u’ Resiko .

mewakili tingkat pengembalian yang lebih tinggi pada setiap tingkat resiko .Keterangan Kurva Inferens  u’ = Tingkat pengembalian yang diharapkan lebih besar dan memiliki resiko yang lebih besar dibanding – u  Kurva indiferens semakin jauh dari sumbu horizontal.

merupakan aktiva yang pengembalian masa depannya dapat diketahui dengan pasti – umum merupakan kewajiban jangka pendek pemerintah . merupakan aktiva dimana pengembalian yang akan diterima di masa depan bersifat tidak pasti  Aktiva bebas beresiko.Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko  Aktiva beresiko.

Mengukur Pengembalian Diharapkan dari Suatu Portofolio  Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal  Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko .

Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal  Pengembalian aktual dari suatu portofolio aktiva sepanjang periode waktu tertentu dapat dihitung : Rp = w1R1 + w2R2 + .. + wGRG Rp =  w g Rg g=1 G Keterangan : Rp = tingkat pengembalian portofolio selama periode berjalan Rg = tingkat pengembalian aktiva g selama periode berjalan wg = berat aktiva g pada portofolio – bagian dari nilai pasar keseluruhan G = jumlah aktiva pada portofolio ..

32 = 32 % w3 = 11/25 = 0.24 (0.44 = 44 % Rp = 0.32 (0.44 (0.12) + 0.5) Rp = 0.Contoh kasus Aktiva 1 2 3 Total R1 = 12 % R2 = 10 % R3 = 5 % Nilai pasar $ 6 juta $ 8 juta $ 11 juta $ 25 Juta Tingkat pengembalian 12 % 10 % 5% w1 = 6 / 25 = 0.28 % .0828 = 8.10) + 0.24 = 24 % w2 = 8 / 25 = 0.

..Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko  Nilai yang diberikan kepada pengembalian yang diharapkan dari setiap aktiva merupakan persentase dari nilai pasar aktiva terhadap nilai E(Rp) = w1E(R1) + w2E(R2) + . + wGE(RG) Keterangan : E( ) = harapan E(Rp) = pengembalian exante – pengembalian diharapkan dari portofolio sepanjang periode waktu tertentu .

.....  Pengembalian yang diharapkan E (Ri) = p1r1 + p2r2 + .Lanjutan. + pNrN Keterangan : rn = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva i pn = probabilita memperoleh tingkat pengembalian n bagi aktiva i N = jumlah penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian .

30 3 5% 0.20 Total 1.30(10%) + 0.05 5 -5% 0.50 2 10 % 0.20 (-5%) = 11 % 11% = nilai atau rata-rata hitung (mean) yang diharapkan dari distribusi probabilitas bagi tingkat pengembalian saham XYZ .00 E(RXYZ) = 0.13(5%) + 0.50(15%) + 0.Contoh Kasus Distribusi probabilitas tingkat pengembalian bagi saham XZY N Tingkat pengembalian Probabilitas kejadian 1 15 % 0.13 4 0% 0.05 (0%) + 0.

Mengukur Resiko Portofolio  Resiko merupakan kerugian yang dihadapi  Menurut Prof. Harry Markowitz : Resiko sebagai varians pengembalian diharapkan aktiva .

varians adalah ukuran penyimpangan penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian di sekitar pengembalian yang diharapkan .Varians Sebagai Alat Ukur Resiko  Varians dari variabel acak adalah ukuran penyimpangan dari penghasilan ayng mungkin di sekitar nilai yang diharapkan  Pengembalian aktiva.

+ pN[rN-E(Ri)]2 atau N var (Ri) =  pn[rm-E(Ri)]2 n=1 ..Lanjutan...  Persamaan var (Ri) = p1[r1-E(Ri)]2 + p2[r2-E(Ri)]2 + ..

50(15% .11%)2 + 0. maka varians : var (Rxyz) = 0.11%)2 + 0.11%)2 + 0.11%)2 + 0.Contoh Kasus Distribusi probabilitas pengembalian saham XYZ.13(5% .02(-5% .11 %)2 = 24 % Varians dikaitkan dengan distribusi pengembalian mengukur kekencangan dimana distribusi dikelompokan disekitar mean atau pengembalian yang diharapkan .30(10% .05(0% .

.Lanjutan..  Menurut Harry Markowitz : Kekencangan atau varians ini sama dengan ketidakpastian atau resiko suatu investasi  Jika aktiva tidak memiliki resiko. maka penyimpangan pengembalian diharapkan dari aktiva tersebut adalah 0 (nol) .

varians diubah menjadi deviasi standar atau akar kuadrat dari varians SD(Ri) = √ var (Ri) Maka deviasi standar saham XYZ SD(RXYZ) = √ 24 % = 4.Deviasi Standar  Varians dinyatakan dalam unit kuadrat.9 % .

Kritikan Terhadap Varians Sebagai Alat Ukur  Varians mengukur penyimpangan pengembalian aktiva di sekitar nilai yang diharapkan. . maka varians mempertimbangkan juga pengembalian di atas atau di bawah nilai pengembalian yang diharapkan  Varians hanya merupakan satu ukuran tentang bagaimana pengembalian bervariasi di sekitar pengembalian yang diharapkan.

Pengembalian yang diharapkan dan varians merupakan dua parameter yang dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan .Pandangan Harry Markowitz  Menyadari keterbatasan dan menyarankan pengukuran resiko sisi bawah (downside risk) – resiko memperoleh pengembalian di bawah pengembalian diharapkan – disebut dengan semi varians  Varians dapat dibenarkan berdasarkan bukti empiris yang menyatakan distribusi pengembalian saham di masa lalu bersifat simetris.

Mengukur Resiko Portofolio dari Portofolio Dua Aktiva  Formula var(Rp) = wi2 var(Ri) + wi2 var (Rj) + 2wi wj cov(Ri.Rj) Dimana cov(Ri.Rj) = kovarians antara pengembalian bagi aktiva i dan aktiva j .

Kovarian  Tingkat dimana pengembalian kedua aktiva berbeda atau berubah secara bersamaan  Kovarian positif (+) : pengembalian kedua aktiva cenderung bergerak atau berubah pada arah yang sama  Kovarian negatif (-) : Pengembalian bergerak pada arah yang berlawanan .

E(Ri)][ri1 – E(Ri)] + p2[ri2 – E(Ri)][ri2 – E(Ri)] + .Formula Kovarian aktiva i dan j Cov(Ri. + p1[riN ..Rj) = p1[ri1 .E(Ri)][riN – E(Ri)] Dimana : rin = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva i rjn = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva j Pn= kemungkinan memperoleh tingkat pengembalian n bagi aktiva i dan j N = jumlah hasil yang mungkin bagi tingkat pengembalian ..

20 1.13 0.50 0.Contoh Kasus N Tingkat pengembalian saham A Tingkat pengembalian Saham B 8% 11 % 6% 0% -4% Probabilitas kejadian 0.05 0.30 0.00 1 15 % 2 10 % 3 5% 4 0% 5 -5% Total Pengembalian diharapkan 11 % Varians 24 % Standar deviasi 4.9 % 8% 9% 3% .

RB) = 0.Kovarian antara sahan A dan saham B cov (RA.13 (5%-11%) (6%-8%) + 0.05 (0%-11%) (0%-8%) + 0.50 (15%-11%) (8%-8%) + 0.30 (10%-11%) (11%-8%) + 0.9 % Kovarian dapat dianggap korelasi antara pengembalian yang diharapkan dari kedua aktiva .02 (-5%-11%) (-4%-8%) = 8.

Hubungan antara Kovarian dan Korelasi cov (Ri.Rj) = SD(Ri) SD(Rj) Koefisien korelasi + 1 : adanya pergerakan arah yang sama dengan sempurna .1 : adanya pergerakan ke arah yang berlawanan dengan sempurna .Rj) Cor (Ri.

60 . RB) = (4.3) = 0.9) (4.Contoh Kasus  Hubungan antara kovarian dan korelasi saham A dan saham B : 8.9 Cor (RA.

Mengukur Resiko Portofolio Lebih dari Dua Aktiva  Formula tiga aktiva i.Rk) + 2wj wk cov(Rj. j dan k var(Rp) = wi2 var(Ri) + wk2 var (Rk) + 2wi wj cov(Ri.Rj) + 2wi wk cov(Ri.Rk)  Varians dari pengembalian diharapkan suatu portofolio adalah jumlah tertimbang aktiva tunggal dalam portofolio ditambah jumlah tertimbang tingkat dimana aktiva mengalami perubahan bersamam-sama .

Menggunakan Data Historis Untuk Memperkirakan Input  Manajer portofolio akan memodifikasi nilai input jika analisis yang mereka lakukan menunjukan bahwa kinerja saham tertentu di masa depan berbeda dengan kinerja di masa lalu  Pengembalian historis = (harga awal periode – harga akhir periode + deviden kas ) / harga awal periode .

000 = 0.663 % .000 $ 53.875 $ 0.25 Pengembalian historis = (53.25) / 46.000 + 0.Contoh Kasus  Harga awal periode  Harga akhir periode  Deviden kas dibayar $ 46.875 – 46.17663 =17.

# #  .4. # #  '..4.03::7#084!47941440- /.9./.5.. .2 8.38:.3 .9.3 472:.  472:..:2.2.. /.:2...2 507:-.9.7 #5 .2-..3.9.7.3-078..7:.90792-. # #  .9/2.3-078.9: 54794144.. 9:3.4.7..3/./.9.2..9.2 507:-.7 #   . 90792-.9...3..2.393.254794144/9.  /.750302-...7 #  .38/.203..

:  !0302-.335:9  .3307....0754794144.8..3.8 ./03.29079039: /2.83.3./ 2../05.7.9.:.32070.3 203:3:.389478 ..8./03 . 5074/0 ..89478&39: 025077.3-. 35:9.3.8..03:3.....75074/0 /0.307.7.3-07-0/.88.32024/1.

5074/0 ...7..

8:8  ./03..5074/0  .7..75074/0  0.7.8/-...4394.7      !0302-.389478        ..

     .