MATERI KULIAH

STRUKTUR BETON

BETON BERTULANG
 Beton polos (Kuat tekan tinggi)  Tulangan Baja (Kuat tarik tinggi)

Penempatan tulangan pada daerah tarik

Adukan beton
Semen (PC) Pasir Kerikil Dicampur: a. Dengan cara tertentu b. Selang waktu tertentu
ADUKAN BETON

Air

a. Harus kental (plastis)

fas

b. Jika mengeras harus menjadi padat, keras, kedap air

Benda uji Standar ASTM.76 + 0.BETON 1. maka harus kuat tekan (fc’) sbb : fc’ = {0. C172 sisi 150 digunakan konversi Jika benda uji kubus dengan mm.2Log(fc’k/15)}fc’k fc’k = kuat tekan rancang kubus 150 mm Konversi menurut PBI 71 = 0.83 dengan .

95 0.00 0.83 .Tabel : Perbandingan Kekuatan Tekan Beton Berbagai Benda Uji Benda uji Kubus 15 x 15 x 15 cm Kubus 20 x 20 x 20 cm Silinder 15 x 30 cm Perbandingan kekuatan tekan 1.

fc’ = fcr – 2. Hubungannya dengan umur fc’ = fc’i /fi fc’i = kuat tekan umur i hari fi = fakor umur pada i hari i (hari) fi 3 7 14 21 28 0.64 Sr 2.08 s = Standar deviasi 25 1. uji f Sr = s x f 15 1.96 1. Benda uji < 15 buah  fc’ = fcr -12 b.00 3. Analisis Pengujian Kuat tekan rancang (fc’) ditentukan berdasarkan : a.46 0.03 f = Faktor koreksi  30 1.00 Interpolasi linier .16 20 1. fc’ = fcr – 1.2.88 0.64 Sr + 4 Jumlah b.70 0. Benda uji  15 buah  1.

3875 N/mm2 (MPa) 100 x176 .71 12 .2744 kg/cm 0.3875 = 126.83 .0981 126 .2744 = 152.138 kg/cm2 (Perhatian : Dari benda uji silinder ke kubus) 0.9 x1000 = 12. Contoh Perhitungan Perhitungan : f’c = f’c = K = 218 .

00689 MPa 1 MPa = 1 N/mm2 o Sampai 40% fc’ linier o Sampai 70% fc’ kehilangan kekakuannya (lengkung) • Makin rendah fc’ makin tinggi ε • Makin tinggi fc’ makin panjang bagian linier .1 Psi = 0.

makin kecil fc’ o Makin kecil fas. makin besar fc’ (workability) .Ec  5000 fc' (MPa) o Makin besar fas.

000 MPa Makin besar fy. makin besar ε → Baja lunak → bersifat liat (daktail) . makin kecil ε → Baja keras → bersifat getas MAkin kecil fy.BAJA TULANGAN Catatan : Untuk beton non prategang fy ≤ 550 MPa Untuk tul. Geser fy ≤ 400 MPa Es baja = 200.

SUSUT Berkurangnya volume beton karena kehilangan uap air Ada 2 Jenis susut : Susut plastis Susut pengeringan Faktor Penyebab : Kandungan Agregat Faktor air semen(fas) Ukuran elemen beton Kondisi Lingkungan Penulangan Bahan tambah Jenis semen .

RANGKAK Pertambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja Deformasi awal akibat beban disebut regangan elastis. regangan tambahan Akibat beban yang sama disebut regangan rangkak Regangan total = regangan elastis (εe) + rangkak (εc) + susut (εsh) Efek rangkak dan susut : Menambah defleksi pada balok dan pelat .

Leleh tulangan yang disyaratkan .MUTU BETON DAN BAJA TULANGAN Kuat tekan beton Mutu beton 15 20 25 30 35 fc’(MPa) 15 20 25 30 35 fc’(kg/cm2) 150 200 250 300 350 Tegangan leleh baja Mutu Baja 240 320 400 fy (MPa) 240 320 400 fy (kg/cm2) 2400 3200 4000 fc’ = kuat tekan beton yang disyaratkan fy = teg.

Kekuatan yang ada dihitung berdasarkan aturan dan pemisalan atas Perilaku yang ditetapkan menurut peraturan 2.METODE PERENCANAAN Metode tegangan kerja/tegangan izin/desain garis lurus/wsd(1900-1960) ≤  =Tegangan yang timbul yang dihitung secara elastis  =Tegangan yang diijinkan. sebagai prosentase dari fc’ beton dan fy baja tulangan Metode kekuatan-ultimit (>1960)  desain kekuatan Kekuatan yang ada (tersedia) > kekuatan yang diperlukan untuk memikul beban berfaktor Catatan : 1. Kekuatan yang diperlukan ditetapkan dengan jalan menganalisis struktur terhadap beban berfaktor .

5 (A atau R) 1.4 (D + F) Keterangan : D = Beban mati L = Beban hidup H = Beban tekanan tanah A = Beban atap Lr = Beban hidup tereduksi E = Beban gempa F = Fluida R = Air hujan . L. L.2D + 1.5(A/R) 0.4D 1.6L+0.2D + 1. L D.9D ± 1.2D + 1. F 1. Faktor beban (SNI 03-2847-2002(Hal 59)) No 1 2 3 4 5 6 7 Kombinasi beban D D. E D.2D + 1. H Faktor beban (U) 1.6W+0.6L ± E 0. W D. L.6L+0.5 (A atau R)+1. E D.6W 1.Tabel 1.6H 8 D.0L ±1. W D.9(D + E) 1.

tanpa beban aksial Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur : .Tabel 2.85 0.70 0.75 0.80 0. tekan.65 Faktor Reduksi (Ø) 0. geser dan tumpu pada beton polos struktural 0.80 0.Komponen struktur dengan tulangan spiral .65 0.Komponen struktur lainnya 0. Faktor reduksi kekuatan (SNI 03-2847-2002 (Hal 61-62)) No 1 2 3 Kondisi Gaya Lentur.75 0.55 0.55 .80 4 5 6 7 8 9 10 Geser dan Torsi Geser pada komponen struktur penahan gempa Geser pada hubungan balok kolom pd balok perangkai Tumpuan beton kecuali daerah pengangkuran pasca tarik Daerah pengangkuran pasca tarik Lentur tanpa beban aksial pd struktur pratarik Lentur.

Timbulnya masalah dapalm pekerjaan lapangan NONREG-3 1. Aproksimasi dalam analisis 3.Tujuan pemberian faktor reduksi Memperhitungkan ketidakpastian kekuatan bahan 2. Variasi ukuran penampang beton dan penempatan tulangan yang tidak pas 4. .

(Φ) Dengan memperhatikan faktor beban dan faktor reduksi kekuatan.Provisi Keamanan Faktor beban : memperhitungkan kemungkinan terjadinya pelampauan beban dalam struktur. (U) Faktor reduksi kekuatan : memperhitungkan kemungkinan kurangnya mutu bahan dilapangan. besarnya Keamanan struktur (safety factor) dinyatakan sebagai berikut : U1D  U 2 L 1 SF   (D  L) .

Lentur .

Dokumen 1: Portal-1 .

Dokumen 2 : Portal-2 .

Dokumen 3 : Perkuatan .

Dokumen 4 : Penualangan HBK .

Pelat dan balok .Dokumen 5 : Tul.

Dokumen 6: Panjang lewatan .

Pengertian  Perbandingan tulangan seimbang (balanced steel ratio) Yaitu : balok yang tulangan tariknya secara teoritis akan mulai meleleh pada saat beton tekannya mencapai regangan ultimit pada tingkat beban yang sama  Balok underreinforced Yaitu : jika balok mempunyai lebih sedikit tulangan yang diperlukan dari kondisi seimbang  Balok overreinforced Yaitu : jika balok mempunyai sedikit lebih banyak tulangan dari konsisi seimbang .

.

BALOK PERSEGI TULANGAN TUNGGAL Dari Gambar tersebut dapat ditulis: C = 0.untuk fc’ ≤ 30 MPa .85 fc’ab (d-a/2) a = β 1c β1 = 0.85 – ((fc’ – 30)/7)0.65 (minimum) .005 β1 = 0.85 fc’a b C=T T = As fy a = As fy/(0.85fc’b) Mn = T (d-a/2) = As fy (d-a/2) Atau Mn = C (d-a/2) = 0.untuk fc’ >30 MPa .85 β1 = 0.

d Bila ρ < ρb maka tulangan lemah (under reinf) Bila ρ > ρb maka tulangan kuat (over reinf) ρ min = 1.000 MPa NA under reinf. Cb  d d  c '   y 0.KEADAAN REGANGAN BERIMBANG ε’c = 0.85 fc’ εC’ = 0. fy     Cb  Tb As b.85 fc' 1Cbb 2 < εy Tb εs = εy εs > εy Tb  As.d . balanced over reinf.003 0.4 / fy .b.003 Es = 200.75 ρb saran 0.85 fc' abb  0.5 ρb Dan dg memasukan harga Cb. maka : 0. Cb Cb d .003  fy 600  fy 600  fy Es Cb  0.85 fc ' 600 b  1 ( ) fy 600  fy .003 600 600    . ρ max < 0.Cb c ' Cb 0. fy   .

utk 30<fc’<55 Mpa β1 = 0. fy’.85 fc ' 600 1 ( ) fy 600  fy β1 = 0.008 (fc’-30).85 utk fc’ < 30 MPA β1 = 0.Mulai Diberikan : b.65 utk fc’>55 MPa A . As. d. Es = 200000MPa  As bd  m in  1.85 – 0.4 fy As terlalu kecil tdk ρ > ρmin ya b  0. fc’.

Fy ( d – a /2 ) Mn > Mu / Ø Selesai Gambar 3.3 Bagan Alir Analisis Balok Persegi Bertulang Tunggal . fy 0.75 ρb ya Penampang diperbesar a As.85 fc ' b Mn = As.A tdk ρ < 0.

BALOK DENGAN TULANGAN RANGKAP εc’=0.003 d’ 0.As’ Ts1 = As1 fy Z1 = d – a/2 Ts2 = As2 fy Z2 = d – d’ Asumsi 1 : tulangan tekan As’ leleh Mn = Mn1 + Mn2 Mn1 = (As-As’)fy (d-a/2) dimana a = (As-As’)fy / (0.85fc’b) Mn2 = As’ fy (d-d’) Mn = (As-As’) fy (d-a/2) + As’ fy (d-d’) atau Mn = As1 fy (d-a/2) + As2 fy (d-d’) Mu < Ø Mn .85 fc’ As ’ h a/2 T s’ As ’ d–d‘ εs’ c – d’ c d – a/2 As b As 1 As 2 T s2 εs b As1 = As .

d Es Agar leleh εs’ ≥ εy Sehingga jika tulangan tekan meleleh   ' 0.85 fc' b) 1 0.003 0.003 (    ' ) fy.d c   1 1 (0.d fy jika s '   y  .85 fc' εs  s '  (1  0.003Es  fy  (    ' ) fy.85 1 fc ' d ' 600 ( ) fy .CEK TULANGAN TEKAN MELELEH εc’ = 0.d 600  fy .003  (1  )0.003  c  d' c s ' d-c c  d' d' 0.851 fc' d ' )0.003 εs’ d’ c .d’ c s ' 0.851 fc' d '0.003 c c a ( As  As' ) fy (    ' ) fy. maka Es 0.

BILA TULANGAN TEKAN TIDAK MELELEH
f s '   s ' xEs

= (1 

0,85 1 fc ' d ' )0,003 x 200000 (    ' ) fy .d 0,85 1 fc ' d ' ) (    ' ) fy .d

fs '  600 (1 

< fy

Penulangan dalam keadaan berimbang

ρb = ρb + ρ’ fs'
fy
Syarat daktilitas

ρb = angka penulangan untuk balok
bertulangan tunggal dg luas As’

  [0,75 b   '
a As. fy  As '. fs ' 0,85 fc ' b

f s' ] fy

Bila tulangan tekan As’ belum meleleh

Mn  ( As. fy  As ' fs ' )( d  a )  As ' fs ' (d  d ' ) 2 Mu  Mn

MULAI Data : b, d, d’, As, As’, fc’,fy



As As' ; ' bd bd
1,4 fy
YA

 m in 

TIDAK As terlalu kecil

   min

TIDAK

  '

0,85 1 fc ' d ' 600 ( ) fy .d 600  fy

YA

A

B

A

B

fs '  600 (1 

0,85 1 fc ' d ' )  fy (    ' ) fy .d

Tulangan tekan leleh

fs’= fy’

ρb’=

0,85 fc ' 600 1 ( ) fy 600  fy

Perbesar ukuran

TIDAK

ρb ≤ 0,75 ρb +

 ' fs ' fy

YA

a

As. fy  As' fs' 0.85 fc' b

Mn  ( As. fy  As' fs' )(d  a )  As' fs' (d  d ' ) 2 Mu  Mn
SELESAI

fc’.85 fc' ) Mn Rn  (bd 2 )  1 (2mRn) (1  1  ) m fy 1.fy hitung : Mn  Mu  b  0.75 ρb m fy (0.4 fy  m in  A . Ø. Mu.MULAI Data : b.85 fc' 600 1 ( ) fy 600  fy ρ = 0. d’. d.

A (Tulangan tunggal) YA TIDAK (Tulangan rangkap) ρ≤ρ YA    min TIDAK 1 As   minbd As  bd pilih tulangan SELESAI .

d .1 Tentukan agar As’ leleh 1 d 600 1 d ' ( )    ' m 600  fy hitung : a  (    ' )md M n1  (    ' )b. fy(d  a ) 2 M n 2  M n  M n1 M n2 b.d . fy(d  d ' )   (  ')  ' ' tulangan As  bd As'   ' bd SELESAI .

Balok T/L .

Balok T/L .

b dan c Balok T a) b) c) b ≤ ¼ bentang balok b ≤ bw + 16 hf b ≤ Ln .ANALISIS PENAMPANG T DAN L I As II pelat As I II As b  bw  6h f As Фn Фn As Фn Pot I balok persegi b  bw  6h f Pot II balok T b  bw  16 h f bw Ln bw Balok L a) b) c) b ≤ 1/12 bentang b ≤ bw + 6 hf b ≤ ½ Ln Pilih yg terkecil dari a.

b = As fy a = As fy / ( 0.003 0.85 fc’b) C=T Mn = As fy (d – a/2).Kasus1 : ( seperti balok persegi) Letak garis netral didalam flens ( c < hf ) b hf c 0.85 fc’ b hf T = As fy C=T 0.85 fc’a b T = As fy 0.85 fc ' bh f fy T = As fy As  Keseimbangan gaya – gaya : C = 0.85 fc’a.85 fc’ a C d – a/2 d As εs > εy bw Agar c < hf C = 0.b (d – a/2) Mu ≤ Ø Mn .85 fc’a. atau Mn = 0.

85 fc' b As fy ( ) fc' bd Hf < (1.85 fc' (b  bw )h f fy As  hf 0.Kasus 2 : c > hf 1. Bila c > hf dan a ≤ hf.18 ω d) ω= Dengan blok tegangan parabola hf  ( 1. maka seperti kasus 1 masih berlaku ( analisa seperti balok persegi (T palsu) ) 2. Bila c > hf dan a > hf (T murni) seperti tulangan rangkap dengan : Asf  a Atau : 0.18d 1 ) .

bw .85 fc' 600 b  1 ( ) fy 600  fy hf  f  0.85 fc ' (b  bw )hf fy bw bw 1)   0.85 fc' (b  bw ) fy.003 Cs’ = Asf fy Asf d a C Asf d – ½ hf As As Asf Ts1 = (As – Asf) fy Ts2 = Asf fy εs bw Syarat penulangan Asf  0.4  bw d fy .d b  M n1  M n1  M n 2 M n1  As1 fy(d  a / 2)  ( As  Asf ) fy(d  a / 2) M n 2  As 2 fy(d  M u  M n hf hf )  Asf fy(d  ) 2 2 2)  w  As 1.b 0.75  b bw (  b  f ) b 0.

4  bd fy YA TIDAK YA A B .75  b As 1.MULAI b diambil yg terkecil dari : b. fy L 4 b  bw  16hf b b  2. fc ' .85 fc' 600 b  1 fy 600  fy hf  f  0. hf . d . Perbesar ukuran   0.85 fc' (b  bw ) fybw d b  b  w (  b  f ) b   As bd Penampang tdk cukup. As . bw . 1 Ln 2 L b 12 b  bw  6hf b  1 Ln 2 TIDAK 0.

85 fc' b Mn  As. fy 0.ρ ditingkatkan  As fy bd fc ' TIDAK 1.18d 1 Balok T murni  hf YA Balok persegi ( T palsu) dengan lebar b 0.A B Tulangan tdk cukup. fy(d  a ) 2 Mu  Mn SELESAII .85 fc' bw Asf  a M n1  ( As  Asf ) fy(d  ) 2 hf M n 2  Asf . fy(d  ) 2 M n  M n1  M n 2 Mu  M a As.85 fc' (b  bw )hf fy ( As  Asf ) fy a 0.

1) .Ts.....ANALISIS TAMPANG DGN TABEL εc = 0.c........( Cc  0...z Mu   ..z   .......Mn   .....( Mn  Ts. fy.. fc' 1 z  d  1 .. ) d 2 0......588..z Mu   ..( ) 4 fc' z  (1  0.. fy )d fc' ..b. . ...1.. fy )d fc' ) fc'  ...... . .1. fy.... .... ......d . fy(1  0.588..d . fy  (1  1 . .. . . . fy Ts  Cc  c  .b..b.85....1....85 fc’  1c As εs Ts  As.. fc. fy  As  bd Ts   ....b.... c ) d 2 d z z  .....588. fy(1  0..c 2 z  (1  1 ........ . fc' d  (1  0.... ..3) ( d 0.003 c d h Z 0. fy Mu bd 2   .... .1....d . .. ....588.. .1...85... 2) ... fy ).........85..

sehingga jika fc’ dan fy diteneukan harga ρ dapat dicari. d. Selanjutnya hubungan antara Mu/bd2 dan ρ disajikan dalam tabel.Cc dan Ts dalam satuan kN. .fc’ dan fy dalam satuan Mpa.Mu dalam satuan kNm. fy dan ρ. c. Catatan Penyesuaian Satuan : .b. .As dalam satuan mm2.Suku kanan tergantung dari fc’. . . . dan z dalam satuan m.

85   400  600  400   0.Contoh 1 : Analisis Balok Tulangan Tunggal.027 b  0.85 . fc'  600  1   600  fy   fy    1  0.4 fy  1.85. Diket : b = 400 mm h As b Diminta : Hitung Mn? d h = 800 mm d = 740 mm fc’ = 25 Mpa.0035  b  0.25 600   0.740  min  1.4 400  0.0099 bd 400.85  ( fc '  30 Mpa) . fy = 400 Mpa As = 6 D25 = 2945 mm2 Penyelesaian As 2945   0.

62    1178000 740   2    790084600Nmm  79.75. fc'. m ax  0.b  0.8500N 1178000 T C a  138.a.020    m ax  (OK ) T  As.406 tonm . fy  2945.8.85.400  1178000N C  0.027  0.6mm 8500 Mn  T (d  a ) 2 138.0.400  a.008tonm Mu   .008  62 .25.85.79 .a.Mn  0.

As’= 1419.493 % ρ-ρ’ = 1. As’ = 1419.4 mm2. As’ = 3277.4/ fy = 1.4/ 400 = 0. d’ = 60 mm fc’ =25 Mpa. As1= 4316. ρ = As/bd = 1.8 mm2.8 mm2.35 % (OK) .4 mm2 Tulangan As = 5735.991 % ρ’ = As’/bd = 0.35 % ρ = 1.991 % > 0.Contoh 2 : Analisis Tulangan Rangkap Diket : b = 400 mm. h = 800 mm d = 720 mm.4 mm2 d’ Penyelesaian : a) Tul As = 5735.8 mm2.4 mm2. fy = 400 Mpa d As’ As b Diminta : Hitung Mn a) b) Tulangan As = 5735.498 % # Check tul min : ρmin = 1.

fc'  600  1   600  fy   fy   0.524 % 400   1. 400  2. fs’ = fy # Check tul maksimum : b   0.493 .720  600  400   1.1289% Jadi tul tekan meleleh.# Check Tul tekan leleh :   0. f c'.85.524%(OK ) .d '  600  1   600  f y   f y.991%  2.708 % 400 600  400   0.498%  1.85.85.75 .85   2.85.60  600    400.25.1289%    '  1.25  600  0.708  0.d   0.85 .2.0.75 b   ' fs ' fy  0.

fc '.4 mm2.# Hitung Mn a As. ρ = 1.259tonm b) Tulangan : As = 5735.259.25 .400(720  60) 2  144. ρ’= 1.4.8. fy  As '.400  1419 . fs ' 5735 .107 Nmm  144.85 .138 % As1= As-As’ =2458.4 mm2 # Check tul min : ρ-ρ’= 0.85 .400   203 mm 0.b 0.35 % ρ = 1.35 % ( OK) .8 mm2.853 % ρmin = 0.4.400 Mn  ( As.991 % As’= 3277. fy  As'. fs' )(d  a )  As'.991 %> 0. fs' (d  d ' ) 2  172656(720  203 )  1419.

1289% Jadi tul tkan belum leleh.1.720   335. fc'.335.85.853%  1.3 0.d  0. b   0.00853.400.75.85. fs’<fy  0.60    6001    0.709   2.986%(OK ) 400 .1289%  fy.1.d '  600    600  fy   1.3Mpa # Check tul maksimum :  b  2. fs' 1.2.d      '  0.0.85.138.75.25. fc'.991%  2.d '  fs'  6001    (    ' ) fy.709% (dari hitungan a)  '.# Check tul tekan leleh :  0.986% fy   1.85.

Mengikat tulangan memanjang balok agar tetap ditempatnya dan sekaligus memperbesar kapasitas pasak.a a = M/V retak miring sejarak d dari penampang dng M maksimum V = +p V = -p Jika a/2 < 2 retak miring diharapkan terjadi pada pertengahan bentang geser . Aksi pasak pada tulangan geser dapat memindahkan suatu gaya kecil menyeberangi retak # Penampang kritis p p Bentang geser a L-2a a Jika a/2 ≥ 2 M = V. d. Va. Vd. Menerima geser kelebihan yang tidak mampu diterima oleh kekuatan geser beton Vs b. Mencegah berkembangnya retak miring dan ikut memelihara lekatan antara agregat atau perpindahan geser antara muka retak.# Jadi fungsi tulangan geser : a. c.

10 Nmm  150.3(720  60) 2 7  150.8. fc '.229tonm . fy  As '.# Hitung Mn a  As. fs ' 0.335.85 .85. fs' )(d  a )  As' fs' (d  d ' ) 2  (5735.3 0.b 5735.25.335.400  3277.229.335.400  140mm Mn  ( As.8. fy  As'.400  3277.4.4.4.3)(720  140 )  3277.

25. Hitung tul. h = 800 mm d = 720 mm.107 Nmm Mn  Mu  5. Mu  5tonm  5. c. b.107 b  0.85. bila Mu = 45 tonm Hitung tul. bila Mu = 120 tonm Penyelesaian : a.Contoh 3 : Perencanaan Balok Persegi Diket : b = 300 mm.80 h As d’ As’ d b Diminta : a.85  fy   .10 7  0.80  6. fy = 400 Mpa Ø = 0. bila Mu = 5 tonm Hitung tul. d’=60 mm fc’= 25 Mpa. fc'  600  1   600  fy   1  0.

107 Rn    0.0.027  0.400.0035.25.85.m.00076    pakai tul tunggal   0.d = 0.85    0.25 Mn 6.823 0.720 = 1008 mm2 Dipakai tul 3Ø22 = 1140 mm2 > 1008 mm2 (OK) .020 b  m fy 400   18.Rn     1  1  m fy    1  2.3014  1  1    0.25  600  0.85.0.0035   0.4 400  0.d 2 400.4 fy  1.00076   m in  pakai tul min As = ρmin. fc' 0.85.00076    18.b.3014 b.75.823  400   m in  1.0.18.7202 1 2.823.027 400  600  400    0.75 b  0.

0073.020  As = ρρ.1/4.7202 1 2.b.10 7  0.823  400   tul tunggal   0.0073    0.b.400.d = 0.823 dari hitungan a Mn 56. Mu  45tonm  45.713  1  1    0.¶.0073  18.18.m.823.2.713 b.d 2 400.107 Rn    2.020 m  18.8  56.107 Nmm  b  0.25.107 Nmm Mn  Mu  45.222 = 2280 mm2 > 2102 mm2 (OK) .25.Rn     1  1  m fy     1  2.027   0.720 = 2102 mm2 Dipakai tulangan tarik 6Ø22 Asada = 6.

020  dipakai tul rangkap Tentukan agar tul tekan meleleh   1 d '  600  1   600  fy   m d  1 60  600  0.823 dari hitungan a Mn 150.7.027   0.8  150.107 Nmm Mn  Mu  120.18.85    0.823 720  600  400  .0113 18.10 7  0.234 b.107 Rn    7. Mu  120tonm  120.023     1  1      18.m.023    0.823  400 m fy     0.020 m  18.234  1 2.107 Nmm  b  0.d 2 400.7202 1  2.c.Rn  1  1    0.823.

400 .400.123 .10 Nmm Mn2 43.015  0.08 mm2 .00566  0.10  43.18.08 mm2 As’ ada = 1845 > 1630.10 7 '   0.08mm2 Dipakai : Tul tarik = 10D28 Tul tekan = 3D28 As ada = 6150 > 5950.Ditentukan    '  0.d .400 (720  60 ) b.720 .020 (syarat tul lemah) a  (    ' )m.720  5950.b.d  0.d .720  1630.720 .0056 400 .015 . fy ( d  d ' )   (    ' )   '  0.015    0.123 .b.015.400.720  203mm Mn1  (    ' )b.10 7 Nmm 7 7 7 Mn2  Mn  Mn1  150 . fy(d  a ) 2  0.00566.08mm2 As'   '.02066 As   .013    '  0.877 .d  0.d  0.015  0.10  106 .02066.877 .400 (720  203 ) 2  106 .823.

Sketsa : Penampang Kritis Geser Vu Balok Vu Vu Vu d d Vu Vu P d d d Vu Vu Vu .

penulangan geser yang optimal searah dengan tarik maksimal.# arah teg tarik arah retak Secara ideal. searah praktis penulangan geser berupa : -Tulangan miring (lazimnya 450 terhadap tulangan memanjang) -Sengkang vertikal atau juga bisa spiral untuk kolom -Kombinasi sengkang dan tulangan miring # Kekuatan Geser Nominal Vu ≤ Ø Vn Vn = Vc + Vs nominal tulangan beton .

30.bw.d   0.bw.00 Mu Vc  0.d # jika ada aksial tekan :  Nu  1 Vc  1   14 Ag  6    # jika ada aksial tarik :  fc' .d   Vc   fc'  120  w  : 7 bw.# Kekuatan Geser Beton : Vc  1 6 fc'.d Mu    As w  (bw.Nu  1  Vc  1   Ag  6    fc' .bw.d Secara rinci :  Vu.3 fc'.bw.d ) Vu  1.d  .

0 5.50 Ø Vc < Vu < Ø Vc Tanpa diperlukan tul geser Geser minimum (OK)  Jika 3 Ø Vc < Vu ≤ 5 Ø Vc Pakai tulangan geser Ø Vs perlu = Ø 1/3 bw.0 3.fy.Ø Vc Ø Vs ada = (Ø Av.0 0.0 Ø Vc .fy smax ≤ d/2 ≤ 600 m  Jika Ø Vc < Vu ≤ 3 Ø Vc Pakai tulangan geser Ø Vs perlu = Vu .d)/s smax ≤ d/2 ≤ 600 mm Ø Vs perlu = Vu .Persyaratan tulangan geser :  Jika Vu < 0.s / 3.d)/s smax ≤ d/4 ≤ 300 mm  Jika Vu > 5 Ø Vc Penampang diperbesar Geser diperlukan Ø Vs perlu = Vu – Ø Vc Tanpa Geser min Smax ≤ d/2 ≤ 600 mm ≤ max ≤ d/4 ≤ 300 mm bahaya 0.5 1.5 Ø Vc 0.fy.Ø Vc Ø Vs ada = (Ø Av. d Avmin = bw.

fy.Perencanaan Tulangan Geser : d s s s bw Sengkang vertikal : Vs  Vs  As.d s Av. fy(sin   cos )d s Tulangan miring : s s s .

Ø skg = 8mm 4.4 t/m Diket : Ø tul = 22 mm.30 4.0 fy tul = 400 Mpa.8 t b = 300 mm qU = 4. fy skg = 240 Mpa fc’ = 20 Mpa .8 tonm Diminta : a) b) c) d) Tul lentur Tul geser Gambar Check analisa 0.0 20 Vu + 2.0 t/m h = 700 mm 0.30 L=8m PU = 4.5 t/m. qL =1.Contoh Soal 3 : PL = 3 t qD = 2.4 2.4 20 Mu + Mu = 44.

8 t qu = 4.85.Penyelesaian : qD = 2. L = 8 m Vu = ½ (qU. qL = 1.0. PU = 4.85.p – Ø skg – Ø tul – ½ spasi tul = 700 – 30 – 8 – 22 – ½.4 t/m PL = 3 t.107 Nmm b = 300 mm ln =700 mm d = h -. fc ' 600 b   fy 600  fy  0.5 t/m. PU = 1.0206 400 600  400 fc’ = 20 Mpa fy = 400 Mpa β1 = 0.8 tonm = 44.L=44.85 .6 PL = 4.L2 + 1/4 PU.1.8.0 t/m qu = 1.8 t.20 600  0.30 = 625 mm d = titik berat tul tarik (As).2 qD + 1.4 t/m.8 tonm Tulangan Lentur Mu = 44. thd sisi beton tekan terluar p = penutup beton = 30 mm Sps = spasi tulangan = 30 mm 0.85 .6 qL = 4.L + PU) = 20 t Mu = 1/8 qU.

222  0.625  2700 mm 2 700 As’ 8D22 300 .0144 m fy      0.0144   m ax   m in As   .0155  m in  1.80  56.6252 fy 400 m   23.0035 Mn  Mu  44.d  0.d 2 300.107 Rn    4.85.300 .85.4 fy  1.Rn  1  1    0.1/4.b.026  0.75.  0.7787 b.8.5290 0.10 7 Dipakai : Tulangan tarik As = 8D22 As ada = 8.m. b .¶.0.107 Nmm = 3040 > 2700 (OK) Tulangan tekan As’ = 2D22 sebagai pembentuk Sketsa tulangan lentur : 2D22 Sengkang As 4D22 4D22 Mn 56. fc' 0.20  1 2.0144 .4 400  0.75. m ax  0.

385 t Vu.385 t  8.4  3225  20  2. k  Vc 4  16. perlu  Vs . 20 . bw = 300 mm Lebar tumpuan = 30 mm.10 0. p  Vu. p  8.104 N 2640 Vu > Ø Vc (Pakai tul geser) .104 N.300 .Tulangan geser Vu = 20 ton = 20.10  8. k  2.675.10 N 4 D=0 4 300 15 a = 2490 d = 625 775 3225 1360 Vu < Ø Vc (Pakai tul geser) Ø8 – d/2 Vs .10 4 N 2.4 Vs.59 t Vu.205.59. fc'.60 4   13.k = 16. 1 . 1 6 .4  16.10  8. fy = 240 Mpa (baja polos) Ø Vc = 8.as = 20 t Vu Vu.625 6  8.385.385 .d  0.59t 4000 Vc   .205.bw.60 . d = 625 mm fc’ = 20 Mpa.

675 . fy .10 4 Dipasang Ø8 – 100 dipasang 25 buah Sepanjang 250 mm dr muka tumpuan > a = 2490 (OK) Kesimpulan :  Sengkang Ø8 – 100 dipasang 25 bh.Tersedia sengkang Ø8 Av  2. sepanjang 250 mm dari tumpuan  Pada tengah bentang Vu < ØVc.48 .48mm2 4 1 2 s Av. .d 100 . dipakai sengkang minimum Ø8 – d/2 = Ø8 – 300  Sketsa penggambaran lihat halaman berikut . 1 .240 .625   110 mm Vs perlu 13.82  100.

100 2. fc’=20 Mpa Baja.# Sketsa Tulangan Lentur dan Geser Skg 25Ø8 .50 Ø8 .50 2D22 II I Mutu bahan : Beton.L=0.300 2.70 Skg 25Ø8 . tul fy=400 Mpa 4D22 30 1/10.100 2.80 skg fy=240 MPa I II III POT I POT II POT III 2D22 2D22 700 Ø8 – 300 4D22 4D22 300 2D22 700 Ø8 – 100 700 Ø8 – 100 4D22 300 300 4D22 4D22 .70 8.00 4D22 0.80 7.

8 tm h=700 As As = 8D22 = 3040 mm2 As’ = 2D22 = 760 mm2 b=300 Hitung apakah? Ø Mn ≥ Mu  Jika ya  Jika tidak Aman Tidak aman  Selesaikan mengikuti prosedur contoh 2 .# Check Kapasitas Tul Lentur dng Analisa Tampang b = 300 mm As’ h = 700 mm d = 625 mm fc’ = 20 Mpa fy = 400 Mpa Mu = 44.

//. -1 %81  1. ..1  1.8:8 805079-.7.1 1 / 8 ‚8 ‚ - .. - 1 1 %8 1 .450780 09.  / .  1.783097.21038 ..

3.. . % 8 A 0802-. -81 ..%81 1.81. .3. .  1.

% 381 / .  1.

 . - / .: 3 1. .9.

 :^[3 .

8 1 1.:  1..  / 1  .3.3-490.3.8:   .1  . .805079-.3.450780 %5... -/ 1  â / â  03. .37.3 81  .^1 2.5/03.8-07.1/..35.-4.3.: .1 %2:73 8050799:.8.3.3.1/. 9.8:8.8:82. -  1 1 8  1  1.805079.7.

3.9503:. .7. - 1 - / 8. .  81 / 1 8 8 81 %8 8 81 1 %8811 ‚8 - $. . - 1 1 - -  8 A  8 - - 8 .-  8 81 1 81 / .  3   3  3   3  8 1 / .  8.  1 1 1 8 1   1. .3 81   1.81  1.

  8 81 1 / . .

  3   8  1 /  : A  3 1 1  81 1 /    8  8   K - / 1 .

39/. - 1 . 1   .& -/.7::7. . - 1- / 8.   3   -  . /.  8. - 88  8 -/ 81 8 A  8 8   A -/ 1  !03.  1 1 1 8 1   1.1 - 8 / 1.3 %    .::5 !07-08.25. - 1 - . .7 .  3  %  1.2-9070.

4%2:73 .39/.9. . - 1 1 8 81 1 .30-.450780 %5. : A 3 $$ .  3  8 1 / .::5 Ý /93. 8 1  1.  %  /  1 .8:  /03. - 81  .7-  1.3.3  8 1 -/ 1.  3  8 81 1 /  1  3   81 1 /   3   3  3  : A  .  %:. .  1.

/     8 1 1. . - . 1. 8 1 /    .      8 1  / 1. .   /  . :    8 1   8 1 1. 8 3  %8  ‚8 %8  8 1 F 8  8-/ %8  8 - / 1  .  8 1 %8  . -/ .   1.      .$$%!% ‚. .    /  . .. /   /     . :   3   %8    8 - / 1  :   8 - / 1   8 1 / 1. F . /   1.  . 1.

1/.7 $0.1.3 803.5.31/9030:.39. /.39:3/.3:93.:-:3.$:: .3..3.9/..7.7.3 907.:. /.71.3.

.-/ /.3%8/.3$./ ./.32 8/.9:. .3 .9:.3 .9..28.29. /..-0 .28.3!0308:...28.3/.35..28.322 1.9.9:.3/.9:.9:.32 :/..31/.9:.28..3 /8. /.

  1 1 /  22 / 22 1. .43943. 1 5. 5.  . 09 - 22  8 239.9:33 !03008.88.3.3%:3.4%:..  1.   5.          F .3  8    -/   8 23          1 8 8.   F 1. 822 8.

.   22  3  % / . F  %  8 1          1. .        22      9432 :   3        9432 .   .8 2.      8  8 2.    % F.   .

1 5. / 8 8 239.3 .5 09 - 22  22 / 22 /  22 1.88%:.38 228  22 %:..3. %:8 22Ý 8. %:.43943.3.38 228  22 / !03008.9:33 . 5.3.3.3#.

-/  8  22Ý 8 .

-/  8 22Ý Ý   0.9:23 Ý23 .

1 .

   Ý     .

32000 18 1 0.300    1. 1 /  1             8 8       .9:2. /  .%:90.  1 1              8 - 8 18           1  8        .  1.0.  .82:2 8./9:90.

3 8 22Ý    8   22Ý     8 18 / /       88 8 Ý Ý    22 0.           22   9432 %:.    3  8 1 8 18 / .3. 8 1 8 18          22  1.9:33 .9:23 Ý23  Ý      .

9:2./9:9.     8 - /. 8 18             1  8        .3-0:200 18 1 18        . / 1 /      1 8 8      . 1.0.3. 0. 1.79:3.82:2 8 .9:90. / 8 8 1 /          5.300   .

709.380.38:.3.39/.080700-..400:.9.273/.3.3-.3202.30807.70.30807-0943 '8 - 03.39.30807/.93.3.-0702-. 03.0.39.25.9:.30807 .3:92020.709.7. .2030-07.7909.7.5.30807 ..2.9:.  ..5./.5/9025.: 50753/.3.3...5.. '.99:.7 .85.9.8. 03072. !03.4.0./..25:/9072.0.3798 5 5 039.89.7.92023/.:8202507-08.9.2:.33. '/ / 85.3.9. .8. .3709./1:389:.

' ..

82:2 ' 5 ' 5 .25. /32.7.//.7503.._709.3 ' .27380.

3907.273/..709.3-039./5.30807 .5. 507903./.7.

 8 18 / /                       22   9432 .9:33 .  8 1 8 18  1. -             22 3  8 1 8 18 / .

4394!0703.: 9432 !03008.3..3 . :  9432     22      3  :      8. F .  .:9432 9:39: -..   1  1  . - .4!0780 09 - 22  22 / 22 /  22 1.:9432 9:39: -.3. 9:39: -. . [   8 / 8 / 239.. 1 5. 5.  1.

9:23 8 Ý23 - /      22 5.9:[ 22  22    . 2 1       1..     8.9:9:3.. 8    8 23 F 5..   3     #3      - /     8   2 #3   2 1               8 23       1 8    8 F 5.          8   8 .

 .  8   2    /.- :  9432     22 3  :         22   8 .7[ 8.3.  3     #3        - /   8    2 #3   2 1              9:9:3. 8    8   F 8ÝÝ - /     22 5.79:3.3../.9:.39.

 X   22  22  .

3. 2 /  1            .  8   2    /.32000   /   .9:7. :   9432     22     22 3  :      8 ..     3 #3      - /     8   2 #3   2 1               8    8   F /5.5 %039:.79:3..3..79:90.3.

99:02.  8 8 2 /        22 3  8 8 - / 1 / ./.                 22 3  3 3               22             3 8  - / 1 / / 8  8 8 8       8  8 - /        22  8  8 - /       22  5.7 8.3 8 8     8 8    8   8.  22 %:90.. .38 .7. %:9.9039:./. 22 .

$098.25.4 ': ': ': / / ': ': ! / / / ': ': ': .37980807':.!03.

3.23.57. 80. 503:.709. $0.39.7.3.8803.3/.7./.3.3.9.3.98 503:.3273 0:.3 -0943 .30807-07:5. ./0.3.7.857.30807423.-8.7.3. '8 3423. ':^['3 '3'.079.80.72./03.7 .30807.3273 .34592.9. %:..::..9:.39:.3202.3.3 $03.59:.7. 907.909.82.:39:442 42-3.

8. 8 - /  8  ': /   - / : A  : '.73./.   :     1./. - / ..   1.. - / .7 '.8.    1.9. '.0:.3 '.90.7.    :    1..  8  ': 1.. - / ..9.308070943 '. - / $0.

!078.3.':['.7.0807232:2 ['8507:[./507:.35.': ['.%.9.39:0807  ['.30807  .39:.

23 - 8.- / .

 1 82. ^/.

9:. 1 / . ['8. [.3.^ 2  .':^['./.30807 ['8507:': ['.['.. !.

8 82.^/.

3 ['8507:': ['. 080723 $2.35. %.^ 22 0807/507:. ^/.

^ 22 ^2.^/.

!.['. ^ 22 -..':^['.. ['8. [./.30807 ['8507:': ['.   ..9:.3. 1 / .

8 82. ^/.

':['.^ 22  . .25. !03.7     ['.3/507-08.

3273 8 8 8 ..30807 / 8 8 8 - $03./ 8 %:. 1 83 .!0703.3..3. '8  '8  8 1 / 8 .3.48 ..3.3%:.079.

 ! 9 6  9.4394$4.

2 6  9.

2  22  2 !&  9 - 22 6&  9.

 19: 5. / %:039:7 %:0807 ..2-. .  5.2 09 [9:22 [822    ':   : : 9432 239. 18 5.  . . 1.3.8.7 0.

!03008..3 6  9.

2 6  9.

2 6:  6  6  9.

2 !9!&  ! 9 6:  9.

2 !& 9 2 ':  6&  !&  9 :.

6&  .

  1  1            1.7 5503:9:5-0943 22 $5885.3.  5.3.3907:.99:9. 1. 1 5. ×  .7 8 9/88-094390.89:  22 /99-07.89:.3039:7 : 9432   22 - 22 3 22 / 5 [8 [9:       85.!&  9432 %:.3 22  .  8.

78 8.. %:.39.8 2.      8 23    1     5.3. ./.   8 .

3. 8     ..3.390. X      %:.3039:7    3  :         22   3    #3      - /    1  2      1.502-039: $098.3 8    8 2.9:.   8   2 #3     1 2  8 23 8  8 - /       22   8  $03.38  80-.

5448 ['.9:0807   ':['. 9 ': .79:25:.  5. 1 5.9:0807 [ /. !.    1..8 9 ':  9 ': ':      L      9  '.3. !. /   ':['.             .30807 ': 943    - 22 0-.3 22 /22 1.%:. -... - /           9        '8 5  ':  '.

        '8 507:  '8 5               .

3- 805.8. $05.%0780/.-039.3 22/72:..8.79:25:.   0825:.3[  /5.3':['. /5.803.3 22/.3  $03.803.3.3-:./.9:25:.3  !.3[   .3[  /5.3. 1 /     8    22  '8 507:    5.3232:2[ /.903.    6    22   .8.3.

7..503.2.3-07:9 .9.3.[   $098.2-.

 5.3.. 9:1 5.$098. .30807 $[      [     $[       :9:-..3 0943 1.   .%:.3039:7/.

        81 !. ! %   [      ! %  [       ! %  [      .

8%:039:7/33.8.5.%. [3_:  . : 92 8  22 8  22 - 9:3.3 %/..0.. 2. 1 5.3 - 22 8  8  22 /22 1.3203:957480/:7..  ..5.3  $008.9/.2.4394 .25..89.  5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful