Anda di halaman 1dari 3

30.

Locus : merupakan alamat atau lokasi dari alel yang menandakan sifat-sifat genetik dari sebuah gen, di mana alel dapat merupakan sifat dominan atau resesif. Punnet Square: diagram untuk menentukan genotipe yang mungkin terjadi pada persilangan. 31. Kelainan herediter mitokondria hanya diturunkan oleh ibu, sebab saat konsepsi, mitokondria dari sel germinal ayah akan terlepas, karena terdapat pada ekor sperma. 32. Inversi: pemutusan pada dua tempat dan penyambungan kembali secara terbalik. Translokasi: bagian dari satu kromosom ditransfer ke kromosom lainnya. Isokromosom: pembelahan sentromer secara horizontal, salah satu lengan kromosom hilang, kemudian mengadakan duplikasi dengan lengan lengan pendek atau lengan panjang saja. Delesi: Kelainan kromosom dengan hilangnya sebagian kromosom pada segmen intermediate dan dilanjutkan dengan penyambungan kembali segmen distal dan proksimalnya. 33. Khas mycobacterium TB, nekrosis kaseosa. 34. Sel plasma bukan makrofag, tapi contoh limfosit. 35. mtDNA: laju mutasi lebih tinggi daripada DNA nucleus, berbentuk sirkuler, terdapat pada matriks mitokondria, genom lebih kecil disbanding DNA nucleus, pada sperma terdapat di ekor. 36. Atrofi: karena beban kerja menurun dalam waktu lama, kurang nutrisi, kurang suplai darah, kurang inervasi, dan menurunnya stimulasi hormone. 37. Hipertrofi fisiologis: otot skelet binaragawan. 38. ACA TGC GCA CTG, kodon penyusun RNAd: UGU ACG CGU GAC.

61. Ciri-ciri tumor jinak: diferensiasi baik, tidak metastasis, berkapsul (in situ), expansif, N/C ratio 1:4. 62. Inti sel tumor ganas: N/C ratio 1:1, pleomorfi, hipercromasi, multinucleated. 63. Virus sgb karsinogen: papilloma, adenoma, polyoma, herpes, ebstein barr, virus rna.

64. Transpor pasif: tidak memerlukan atp. 65. Somatic cell: sel selain ovum, sperma, dan stem sel. 66. Endoderm: thymus, thyroid, parathyroid, larynx, trachea, pulmo, vesica urinaria, vagina, urethra, gastrointestinal organs. Mesoderm: bone marrow (blood), adrenal cortex, lymphatic tissue, skeletal, smooth, and cardiac muscle, connective tissues (including bone, cartilage), urogenital system, heart and blood vessels. Ectoderm: skin, neural tissue, adrenal medulla, pituitary gland, connective tissue of the head and face, eyes, ears. 67. Komponen utama enzim adalah protein. 68. hyperplasia adalah proliferasi sel melebihi batas normal. 69. mediator radang: prostaglandin, komplemen, sitokin, leukosit. 70. 1. Sel labil : Daya proliferasi sangat besar (Epitel permukaan, sel-sel darah, Epitel pelapis saluran-saluran, sel transisional). 2. Sel stabil : Daya proliferasi rendah (Hati, ginjal, pankreas, fibroblas, osteoblas, chondroblas, endotel, dsb). 3. Sel permanen : Daya proliferasi tidak ada (Sel saraf, otot bergaris dan otot jantung).

1. NUKLEOLUS 2. NUKLEUS 3. RIBOSOM 4. Vesikula 5. RETIKULUM ENDOPLASMA KASAR 6. APPARATUS GOLGI 7. CYTOSKELETON 8. RETIKULUM ENDOPLASMA HALUS 9. MITOKONDRIA 10. Vakuola 11. SITOPLASMA 12. Lisosom 13. SENTRIOL