Anda di halaman 1dari 12

Tugas Bahasa Indonesia Sinopsis Fiksi & Nonfiksi

Charits Muntachib XI IPA 4 09

Sinopsis Nonfiksi

Charits Muntachib XI IPA 4 09

A.

Judul Pengarang Tahun terbit Tempat terbit Penerbit

: Bertanam kaktus : Rismunandar : 1985 : Semarang : P.T. Penebar Swadaya

B.

Sinopsis

Tanaman Kaktus didatangkan oleh orang Belanda dari berbagai jenis. Di Negara asalnya tanaman kaktus berfungsi sebagai makanan ternak sapi. Di Indonesia ada beberapa cara untuk menyebut kaktus yaitu : Buri Entong, Duri Gambas, Duri Tongkok bato dan lain sebagainya. Keluarga besar Cactaceae adalah berasal dari benua Amerika, dari Utara sampai Amerika Utara. Selain gurun, kaktus juga merupakan penghuni daerah pegunungan yang sangat dingin dan bersalju di musim dingin. Ciri-ciri khas dari tanaman kaktus adalah batangnya berbentuk tunggal, bercabang, dapat mencapai 15 m lebih, bulat, bulat papak, conis, berwarna hijau, hijau semu biru, abu-abu kebiruan, termasuk tanaman berkeping dua dan berkambium. Tanaman kaktus sebagian besar tidak berdaun, hanya dari sub-famili Pereskieae yang berdaun. Oleh karena tidak berdaun, batangnya berwarnya hijau daun dan berfungsi sebagai organ untuk berassimilasi. Duri yang tumbuh dari dalam areole bentuknya ada

yang pendek, panjang, lembek, hingga keras seperti besi. Bunga kaktus bermahkota, namun tidak Nampak berkelopak bunga. Setelah mengalami persarian sendiri atau bersilang, buah kaktus terbentuk berbentuk bulat, bulat telur, atau lonjong. Buahnya bias berdaging, bias juga kering. Akar tanaman kaktus ada yang halus, ada pula yang tebal, dan ada yang membengkak seperti umbi tanaman dahlia. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan tanaman kaktus ada 4 yaitu ketinggian, iklim, tanah, dan air. Ketinggian menentukan tinggi rendahnya suhu. Meskipun ada kaktu yang dapat tumbuh di daerah pegunungan, kebanyakan, kaktus hidup di daerah subtropis yang kering dan gurun. Iklim menentukan jumlah curah hujan per tahun. Di daerah aslinya, yaitu Amerika, kaktus tumbuh di daerah yang curah hujannya minim, terutama di daerah padang pasir maupun daerah rumput (savanna). Daerah yang ditumbuhi kaktus adalah daerah dengan tanah padang pasir yang kering, sangat panas, hujan alakadarnya, , pada malam hari sangat dingin dan anginnya sangat kencang. Tanaman kaktus lebih aik kekurangan air daripada kelebihan air. Pada umumnya, tanaman kaktus menghendaki tanah yang poreus (air siraman tidak menggenang), dapat menyimpan air ala kadarnya, tidak boleh mengandung garam laut, dan tidak boleh bereaksi dengan asam. Oleh karena itu, dapat disimpulakn bahwa tanah dalam pot harus tidak boleh padat dan senantiasa berudara segar. Kaktus dapat dikembangbiakkan dengan cara generative yaitu dengan cara menyemaikan bijinya, cara yang kedua adalah vegetative yaitu melalui stek batang dan sambungan. Biji kaktus yang beraneka ragam dapat disebar setiap waktu. Semai kaktus pada umumnya sangat lamban tumbuhnya, namun dapat dipercepat dengan terlebih dahulu memasukkan air panas, kemudian diaduk dan dibiarkan dingin. Dalam air tersebut, biji disimpan 2-3 hari untuk kemudian ditaburkan di tempat yang telah disediakan. Biji kaktus tidak usah disebar dalam aluran, cukup ditaburkan secara merata di tempat pesemaian tersebut. Ketinggian suhu akan mempengaruhi lambannya semai tumbuhnya biji, disarankan bahwa 21C adalah suhu yang optimum bagi pertumbuhan biji kaktus.umur semai kaktus dapat dipindahkan sesuai jenis kaktus tersebut. Menyetek tanaman kaktus hanya dapat dilakukan pada jenis yang memiliki sifat mudah bercabang dan membentuk batang pokok yang tinggi tanpa cabang, sehingga harus dipototng pucuknya,agar dapat membentuk pucuk-pucuk baru. Cabang yang ditanam untuk dijadikan stek tidak perlu tergesa-gesa ditanam dalam stek bak atau pot communal, tetapi disimpan terlebih dahulu beberapa hari (7-10 hari). Dengan penyimpanan tersebut akan terbentuk callus atau kulit baru yang akan menutupi kulit yang lama. Memperbanyak tanaman yang berkambium sudah lama dikenal dan dipraktekkan, dengan jalan okulasi maupun sambungan atau grafting yang mempunyai tujuan untuk

memperbanyak jenis tanaman yang bermutu tinggi dalam jangka waktu yang relative singkat dalam jumlah banyak, dan member jenis tanaman bermutu tinggi namun akrnya lemah, perakaran yang lebih kuat, tahan hama dan penyakit, dan atau yang cocok untuk suatu jenis tanaman. Penanaman kaktus dalam pot harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu mengenai bentuk potnya, tanahnya, cara menyusun komposisi media dalam pot, cara mengairi tanamannya sendiri, dan pembasmian hama dan penyakit. Bentuk pot yang sesuai untuk kaktus adalah dari pot yang kecil hingga terus menjadi besar menyesuaikan umur kaktus dan besarnya kaktus, sebelum pot diisi dengan tanah, bersihkan pot dengan cara merendamnya dalam air dan dibersihkan hingga lubang keluarnya air dari dalam pot. Sepertiga bagian pot diisi dengan belahan batu kasar, untuk menjamin aliran air masuk ke bawah. Sebelum kaktus dipindahkan ke dalam pot yang baru, keringkan dulu tanah di dalam pot untuk memudahkan pencabutan. Usahakan cabut kaktus dengan jumlah akar sebanyak mungkin tanpa merusak akar yang tumbuh dari batang pokoknya. Setelah ditanam di pot yang baru, berikan pengairan yang cukup bagi tanaman kaktus tersebut dan perhatikan juga waktu untuk mengairinya. Pada saat memelihara kaktus, kaktus mungkin akan terganggu pertumbuhannya karena hama atau penyakit. Hama atau penyakit yang perlu kita waspadai adalah keong, tungau, kecoa tanah, kutu batok, kutu wol, kutu lilin berduri, tikus, nematoda, dan juga hama lain yang biasa menyerang tanaman sejenis kaktus, kita harus sabar dalam menghadapi hama trsebut, karena kebanyakan dari hama tersebut adlah hewan yang berhabitat hamper sama dengan kaktus. Kegunaan dari tanaman kaktus ini adalah sebagai penghias rumah. Jenis yang dapat digunakan adalah kaktus dari marga opuntia, cereus, cleistocactus, nyctocereus, trichocereus, echinocereus, echinopsis, astrophytum, echinocactus,ferocactus, gymnocalcium, notocactus dan mammilaria yang tidak lain tidak bukan adalah kaktus yang memiliki nilai keindahan yang tinggi

BIOGRAFI
Judul Kant Penulis Penerbit Tahun Terbit : : Paul Penerbit : 2001 Strathern Erlangga : 90 Menit Bersama Immanuel

90 Menit Bersama Immanuel Kant


Immanuel Kant dilahirkan pada tanggal 22 April 1724 di wilayah Baltik di Konigsberg. Pada saat Kant dilahirkan, Prusia Timur sedang memulihkan diri dari kehancuran yang disebabkan perang dan wabah penyakit. Semua bencana itu telah mengurangi jumlah penduduk di sana hingga tinggal kurang separuhnya. Dia adalah anak keempat dalam keluarganya. Kant memiliki lima saudara perempuan dan satu orang saudara laki-laki. Ayah Kant yang berdarah skotlandia itu adalah seorang tukang potong tali kulit yang cekatan. Namun demikian, sejak awal hidupnya, pengaruh yang paling besar bagi Kant adalah ibunya. Frau Kant adalah seorang perempuan Jerman yang tidak mendapatkan pendidikan formal namun memiliki kecerdasan alamiah yang luar biasa. Kecerdasaan inilah yang turun dalam diri immanuel Kant. Kant dibesarkan dalam suasana Pietist yang ketat, dan sejak usia delapan tahun hingga 16 tahun belajar di sekolah Pietist lokal. Pada tahun 1737 ibu Kant meninggal dunia. Pemakamannya menunjukkan betapa miskinnya keluarga Kant. Pada saat itu dia berumur 13 tahun. Pada usia 18 tahun, Kant memasuki Universitas Konigsberg sebagai mahasiswa teologi. Ia membiayai biaya kuliahnya sendiri dengan uang hasil memberikan les kepada temannya. Pada tahun 1746, ketika Kant berusia

22 tahun, ayahnya meninggal dunia. Kant bersama lima orang adik perempuannya ditinggalkan dalam keadaan miskin. Kant juga dipekerjakan oleh Tuan dan Nyonya Keyserling. Penampilan badannya Kant sama anehnya dengan karakternya. Tinggi

kurang dari 5 kaki, dengan kepala yang terlalu besar untuk

ukuran tubuhnya. Bentuk tubuhnya tidak karena terkilir, membuat bahu sebelah kirinya terkulai, bahu sebelah kanan mencong kebelakang, dan kepalanya cenderung miring ke satu sisi. Pada tahun 1755, ketika berusia 31 tahun, Kant akhirnya berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Konigsberg, berkat kebaikan hati seorang dermawan Pietist. Dalam bidang filsafat rasionalistik, gagasangasan Kant sebagian besar dipengaruhi oleh Newton dan Leibniz. Pada saat yang bersamaan, minat Kant didalam bidang filsafat ilmu pengetahuan telah membawanya untuk membaca karya filsuf Skotlandia, David Hume. Keadaan menjadi lain ketika Kant berhasil melakukan rekonsiliasi dan menyerap semua pengaruh Newton, Leibinz, Hume, Rosseau , hingga muncullah filsafatnya yang sejati, dan diperlukan waktu yang cukup panjang untuk mewujudkan hal itu. Kant dua kali ditolak menjadi profesor. Untunglah, pada tahun 1770 kebijakan di Universitas Konigsberg melembek, dan Kant pun diangkat sebagai profesor dalam bidang logika dan metafisika. Dalam secercah kilatan ilham, Kant menginsafi betapa dirinya membangun sebuah sistem baru dan memberikan jawaban atas skeptisme de struktur Hume yang merupakan ancaman bagi hancurnya metafisika untuk selamanya. Pada tahun 1781, akhirnya Kantmenerbitkan karyanya yang

berjudul Critique of pure reason yang dianggap sebagai karya besarnya. Para psikologi menyatakan bahwa ketidak mampuan(atau ketidak sediaan) Kant untuk menciptakan sebuah hubungan yang akrab dengan siapapun adalah pertanda dari kesedihannya yang mendalam. Namun, Kant bukanlah orang yang tidak bahagia. Justru benar-benar sebaliknya. Orangorang yang pernah mengenal atau bertemu dengannya menyatakan betapa cerianya Kant. Sistem etika Kant menggiringnya untuk percaya bahwa kita seharusnya sama sekali tidak boleh berbohong, tidak peduli apapun akibatnya. Kant senang membaca puisi, namun hanya jika puisi itu isinya adalah harmonisasi intelektual dari kebajikan dan perasaan. Immanuel

Kant tinggal di Prinzessinnenstrasse, di sebuah rumah yang telah dimusnahkan pada tahun 1893. Di sinilah ia dirawat oleh seorang pelayan tua yang galak, Lampe, yang dengannya Kant pun bisa sama-sama galak. Semakin bertambah usianya, Immanuel Kant menjadi semakin penyendiri dan semakin membenci orang lain. Immanuel Kant menjadi orang yang selalu berduka dan kecerdasannya yang luar biasa pun perlahan-lahan memudar. Pada tanggal 8 Oktober 1803, Immanuel Kant jatuh sakit untuk pertama kali disepanjang hidupnya. Ia mengalami stroke ringan setelah memakan banyak makan keju Inggris kegemarannya. Setelah empat bulan keadaanya menjadi semakin lemah dan akhirnya ia meninggal pada tanggal 12 Februari 1804.

Sinopsis Fiksi

Charits Muntachib XI IPA 4 09


Judul Penulis Penerbit Tebal Buku Ukuran Buku Tahun Terbit : Bunga Cinta Remaja : Fredy S. : Bintang Indonesia : 128 Halaman : 11,5 x 17,5 cm : 2008

Bunga Cinta Remaja


Pak Aditia adalah guru yang baru di SMA Tunas Harapan. Dia tampan dan disukai banyak muridnya. Pertama dia mengajar, dia dapat mengendalikan situasi yang sangat ramai menjadi tenang. Pak Aditia merupakan guru yang masih muda. Usianya sudah 25 tahun tetapi belum memiliki pacar. Suatu hari setelah pulang dari sekolah, Pak Aditia bertemu dengan Sekar di tengah jalan. Sekar merupakan murid Pak Aditia yang mirip dengan adik Aditia yang meninggal gara-gara mendaki gunung. Dari wajahnya, Sekar terlihat menyukai Aditia. Suatu hari di Sekolah, Pak Aditia bertemu teman kerjanya yang sangat cantik di mejanya. Mereka berbincang-bincang mengenai sekolah yang Pak Aditia baru di situ. Banyak murid dari keluarga konglomerat dan bertingkah agak nakal. Namun Pak Aditia

menanggapinya dengan tenang dan berwibawa. Saat itu, Pak Aditia membawa sepeda dari kosnya menuju tempat kerjanya lalu di parkir di parkiran yang hanya Pak Aditia yang membawa sepeda. Yang lainnya kebanyakan membawa mobil. Selesai mengajar, Aditia menuju sepedanya. Dia melihat ban sepedanya sudah habis anginnya. Aditia berpikiran bahwa itu adalah keusilan muridnya dan dia memakluminya. Tetapi, hari berikutnya ban sepeda Pak Aditia kembali kempes sampai dua hari berturut-turut. Ini membuat Pak Aditia curiga dan merasa harga dirinya diinjak-injak. Pak Aditia kemudian meminta bantuan kepada Sekar dan ketua kelasnya Sekar. Bu Guru Astuti terlihat sangat memperhatikan Pak Aditia lalu menenangkan hatinya. Hari berikutnya, Pak Aditia mendapat laporan bahwa Rudy dan Roby lah yang meneror Pak Aditia. Dia lalu menuju parkiran sepeda. Ternyata benar, sepedanya sudah gantung oleh Rudy dan Roby. Perkelahian pun tak terhindarkan. Roby menghina Pak Aditia sebagai guru buaya yang suka dengan banyak muridnya. Tetapi Pak Aditia membantah karena dia tidak berhubungan lebih dengan siswinya. Dalam perkelahian, Roby dan Rudy menyerang Pak Aditia terlebih dahulu. Tetapi ini dimenangkan pak guru yang tampan tersebut. Pak Aditia yakin bahwa suatu saat mereka berdua akan menghormatinya. Suatu hari ada teman sekar, Rena, yang ulang tahun. Sekar mengajak Pak Aditia, tetapi Pak Aditia menolak dengan alasan akan menyebabkan prasangka yang kurang baik tentang dirinya. Tetapi Sekar terus memaksa, sehingga Pak Aditia kurang enak dengan Sekar. Sampai rumah Rena, Pak Aditia merasa getaran dalam hati ketika melihat Rena. Rena juga merasakan hal yang sama. Ini membuat Sekar agak cemburu ketika melihatnya. Roby dan Rudy datang ke Pesta Rena dan membuat keributan dengan Pak Aditia dengan menghina-hina. Keduanya kemudian ingin membalas kekalahan dalam berkelahi sebelumnya. Rudy dan Roby menyeran, tetapi gerakan keduanya sudah terbaca Pak Aditia dan langsung menghindar menendang keduanya. Kedua muridnya tersungkur. Setelah beberapa jam dan di tempat yang berbeda, Pak Aditia menemukan Sekar sedang dipaksa oleh Rudy untuk menciumnya. Kemudian Pak Aditia menolong Sekar. Rudy menghujat Pak Aditia dengan kata-kata yang kurang sopan dan Pak Aditia pun merasa terhina. Setelah Pak Adtia menjelaskan panjang lebar tentang kesalah pahaman Rudy, Rudy tidak mempercayainya. Pak Aditia menantang Rudy apabila Rudy menang bertakelahi, maka Pak Aditia akan mengundurkan diri sebagai guru sekolahnya. Tetapi sebaliknya, apabila Pak Aditia menang, maka Rudy Harus menghormatinya sebagai Guru.

Perkelahian pun dimenangkan Pak Aditia. Pak Aditia menjelaskan kesalah pahaman Rudy terhadap dirinya dan sekar. Kali ini, Rudy percaya dan berjanji akan menghormati Pak Aditia dengan semestinya. Aditia dan Sekar kemudian pulang bersama. Sekar berterimakasih kepadanya, lalu meminta Pak Aditia membawa motor yang sudah disediakan kakek sekar untuknya untuk pulang. Tetapi Pak Guru muda yang berwajah ganterng tersebut menolaknya dengan alasan tidak ingin merepotkan. Pak Aditia kemudian pulang menggunakan taksi. Di tengah perjalanan, sebuah mobil jeep menyalip lalu berhenti di depan taksi sehingga taksi harus mengerem mendadak. Sopir taksi ketakutan, tetapi pak Aditia menenangkannya dan menyuruhnya diam di tempat kecuali Pak Aditia meminta pertolongan ketika menghadapi orang yang keluar dari mobil jeep. Pak Aditia tahu itu pasti muridnya yang berburuk sangka terhadapnya.terlihat empat pemuda yang keluar dari mobil jeep. salah satu dari mereka adalah Roby, dan di belakangnya ada Rudy. Rudy menjelaskan kepada Pak Aditia bahwa Roby penasaran mengapa Rudy bisa kembali dipermalukan oleh guru cakep itu. Rudy juga tidak akan ikut campur nanti diperkelahian, kecuali Roby menggunakan cara yang licik, maka Rudy akan berpihak pada guru SMA tersebut. Perkelahianpun dimulai. Tiga orang menyerang Pak Aditia. Sebelumnya, pak guru itu meminta Roby untuk menghormatinya juga kalau kalah. Dua orang teman Roby di belakang Pak Aditia, sedangkan Roby sendiri di depan. Dari belakang guru itu, kedua orang menendang dengan penuh emosi. Dan diikuti juga pukulan oleh Roby. Tapi, Pak Aditia dengan lincah menghindar dan langsung menyerang balik dan ketiga anak tersebut langsung tersungkur. Pak Aditia kemudian meyakinkan Roby bahwa masalah selama itu salah paham. Roby percaya, lalu guru baik hati itu membantu Roby berdiri. Pak Aditia mengaku bahwa dirinya sudah mendapat sabuk hitam karate. Pak Aditia dan kedua muridnya kemudian saling menghormati baik di sekolah maupun bukan. Hari ulang tahun Pak Aditia tiba. Ketika dia akan pulang ke rumahnya, Pak Aditia sudah dihadang ibu guru Astuti yang sedang membawa mobil. Bu Astuti kemudian mengajaknya naik mobil. Di perjalanan, Pak Aditia mengungkapkan perasaan cintanya yang dipendamnya kepada Astuti. Astuti pun menjawab bahwa dia juga mencintai guru ganteng itu. Tanpa mereka berdua sadari, Sekar sedang mengawasi mereka. Hati sekar hancur melihat itu. Setibanya di kos, Pak Aditia sudah disambut muridmuridnya termasuk Rudy & Roby dengan mengucap selamat ulang tahun dan membawa kue ulang tahun. Pak Aditia sangat senang, tetapi tidak

melihat tanda kehadiran Sekar. Tapi kebahagiaan itu musnah ketika telepon dari Rena datang dan memberi kabar bahwa Sekar mencoba bunuh diri dengan meminum racun sehingga sekarang berada di rumah sakit. Pak Aditia dan Rudy langsung menuju rumah sakit itu. Sesampai di rumah sakit, Pak Aditia meminta maaf kepada Sekar kemudian meminta Rudy menyatakan perasaan sayangnya kepada Sekar. Sekar menerima Rudy sebagai pacar karena sadar bahwa sikap Rudy sudah berubah dan juga Pak Aditia sudah menganggapnya sebagai adik. Cinta remaja kurang bisa mengontrol emosi, Pak Aditia memintaa kepada Sekar untuk mengontrol emosinya.