Anda di halaman 1dari 11

SEMESTER 3 PROFESI PENDIDIKAN

ISI

KETUA : MOCHAMAD FAUZI ANGGOTA: - MUHAMMAD FAHMI - ADE GUNAWAN - ESTI WIDAYATI - ERWIN SEPTIADI

541510 541510 5415100251 541510 541510

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN 2010 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ)

JAKARTA

PENGERTIAN
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya. Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.

http://nuritaputranti.wordpress.com/2008/05/08/186/

JENIS2 TENAGA KEPENDIDIKAN

Jenis-jenis Tenaga Kependidikan Untuk Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Status Ketenagaan Tenaga Stuktural Kepala Bidang Tempat Kerja di Sekolah Tempat Kerja di Luar Sekolah

kesiswaan -pejabat eksekutif umum yang secara tidak langsung atas penyelenggaraan satuan pendidikan) Tenaga Fungsional

Fasilitator, mis: pada Teknologi Pendidikan Pusat Kegiatan Guru atau Tingkat Kerja Bersama

(anggota Staf Perencanaan

Pengembangan organisasi) Tenaga Teknis Belajar

keterampilan Tata Usaha

JABATAN DAN DESKRIPSI JABATAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH No. JABATAN 1. Kepala Sekolah DESKRIPSI TUGAS Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan

penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya baik ke dalam maupun ke luar yakni dengan dan melaksanakan segala yang

kebijaksanaan,

peraturan

ketentuan-ketentuan

ditetapkan oleh lembaga yang lebih tinggi. 2. Wakil Kepala Sekolah Bertanggung jawab (Urusan Kurikulum) membantu Kepala Sekolah dalam

penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kurikulum dan proses belajar mengajar.

Wakil Kepala Sekolah Bertanggung jawab (Urusan Kesiswaan)

membantu

Kepala

Sekolah dalam

penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan ekstra kurikuler inventarisasi

4.

Wakil Kepala Sekolah Bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan (Urusan Prasarana) Sarana

dan pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta keuangan sekolah membantu Kepala Sekolah dalam khusus, seperti

5.

Wakil Kepala Sekolah Bertanggung jawab (Urusan Khusus) Pelayanan penyelenggaraan

pelayanan-pelayanan

hubungan masyarakat, bimbingan dan penyuluhan, usaha kesehatan dan perpustakaan sekolah.

6.

Guru

Bertanggung

jawab

atas

pelaksanaan

tugas

mengajar

(membelajarkan) peserta didik. 7. Guru BP Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah dengan membantu menanggulangi masalah-masalah pribadi, kesulitan belajar dan karir masa depan peserta didik. 8. Pengembang Kurikulum Bertanggung jawab atas penyelenggaraan-penyelenggaraan dan Pendidikan. 9. Pengembang Tes Teknologi program-program pengembangan kurikulum dan

pengembangan alat bantu pengajaran. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program pengembangan alat pengukuran dan evaluasi kegiatankegiatan belajar dan kepribadian peserta didik.

10.

Pustakawan

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan pengelolaan perpustakaan sekolah.

11.

Laboran

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan pengelolaan perpustakaan sekolah.

12.

Teknisi Sumber Belajar

Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemberian bantuan teknis sumber-sumber belajar bagi kepentingan belajar peserta didik dan pengajaran guru.

13.

Pelatih

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program kegiatan latihan seperti olah raga, kesenian, keterampilan yang diselenggarakan di sekolah.

14.

Petugas Tata Usaha

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dan pelayanan administrative atau teknis operasional

pendidikan di sekolah.

http://uticom.blogspot.com/2009/12/tenaga-kependidikan-2.html

TUJUAN DAN KODE ETIK GURU

PENGERTIAN KODE ETIK


Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

TUJUAN KODE ETIK


Agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masingmasing orang bukan karena paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri. Kode etik bukan merupakan kode yang kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Misalnya kode etik tentang euthanasia (mati atas kehendak sendiri), dahulu belum tercantum dalam kode etik kedokteran kini sudah dicantumkan.

Kode etik disusun oleh organisasi profesi sehingga masing-masing profesi memiliki kode etik tersendiri. Misalnya kode etik dokter, guru, pustakawan, pengacara, Pelanggaran kde etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum. Sebagai contoh untuk Ikatan Dokter Indonesia terdapat Kode Etik Kedokteran. Bila seorang dokter dianggap melanggar kode etik tersebut, maka dia akan diperiksa oleh Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia, bukannya oleh pengadilan.

KODE ETIK GURU INDONESIA Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut: 1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. a. Guru menghormati hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing b. Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah dan rohaniyah) bagi anak didiknya c. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila d. Guru dengan bersunguh-sunguh mengintensifkan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya e. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya krasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun f. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik. 2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing. a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masingmasing b. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masingc. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan Janis dan posisi orang tua muridnya

3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaan

a. Komunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih saying b. Untuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakangt keluarganya masing-masing. c. Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik

4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik c. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya. d. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur 5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan b. Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat seketernya, sehingga sekolah tersebut turut berfubgsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya. d. Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas e. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t5ua murid dan masyarakat. 6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.

a. Guru melanjutkan setudinya dengan : - Membaca buku-buku - Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya - Mengikuti penataran - Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian b. Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya, 7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan. - Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, salung menasehatri dan Bantumembantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profgesinya - Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi 8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya. - Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya - Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesame pengabdi pendidikan - Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi 9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan - Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan - Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian - Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya

- Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya.

Pengertian, tujuan, dan Fungsi Pasal 1 Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia . Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota maasyarakat dan warga negara. Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah nilainilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugastugas profesionalnya untuk mendidik,

mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah. Pasal 2 Kode Etik Guru guru Indonesia sebagai merupakan profesi pedoman sikap mulia, dan dan perilaku bertujuan yang

menempatkan

terhormat,

bermartabat

dilindungi undang-undang. Kode moral Etik yang Guru Indonesia berfungsi sebagai dan seperangkat layanan prinsip dan guru dan norma dalam rekan agama,

melandasi dengan

pelaksanaan peserta didik, dan

tugas

profesional sekolah

hubungannya seprofesi,

orangtua/wali sesuai

siswa,

organisasi

profesi,

pemerintah

dengan

nilai-nilai

pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.

http://32mine.blogspot.com/2010/03/maksud-dan-tujuan-kode-etik.html

PERTANYAAN 1.