Anda di halaman 1dari 4

LITERATUR DESAIN INTERIOR RUANG PRIBADI II

PROBLEMATIKA KEHIDUPAN DI APARTEMEN

NAMA NIM JURUSAN PRODI

: ROBBY ANDDY EFENDY : 1011727023 : DESAIN : DESAIN INTERIOR

PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2011

Pengenalan Apartemen
Saat ini mungkin Anda sedang merencanakan masa depan. Dari semua keinginan yang sudah ada, tentu rumah juga masuk dalam daftar. Tapi, memiliki rumah bukanlah hal yang mudah. Ingin memiliki rumah di kawasan strategis, harga tak sesuai dengan kantong. Belum lagi tingkat kerumitannya tinggi terutama dalam hal perawatan. Solusinya? cobalah untuk mulai melirik apartemen. Hunian vertikal ini kini mulai bermunculan di kota-kota besar. Apartemen biasanya dibangun di lokasi-lokasi strategis, yang dekat dengan pusat bisnis atau perkantoran. Tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat bekerja akan mampu mengurangi kelelahan dan stres di jalan. Anda juga dapat tiba di tempat tinggal lebih cepat sehingga waktu istirahat lebih banyak. Praktisi properti, Ivan Andrian W mengatakan ada banyak keuntungan apartemen yang cocok untuk para eksekutif muda yang memiliki mobilitas kerja tinggi dan tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus tempat tinggal. Dari sisi kepraktisan, apartemen jelas lebih praktis ketimbang rumah tinggal biasa. Unit apartemen biasanya tidak terlalu besar, sehingga waktu dan energi yang diperlukan untuk membersihkan ruangan tidak terlalu banyak. Dari segi keamanan, apartemen juga lebih baik. Adanya penjagaan 24 jam ditambah dengan CCTV yang memantau akan membuat penghuni bisa lebih tenang ketika harus meninggalkan unitnya. Kelebihan lain dari apartemen, banyaknya fasilitas yang disediakan oleh pengembangnya, Ivan mengatakan, fasilitas standart yang biasanya disediakan oleh apartemen antara lain sarana kebugaran seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran dan cafe. Sama halnya dengan rumah, ada banyak jenis apartemen yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Ivan mengatakan, secara umum, setiap apartemen selalu menyediakan dua jenis room, yaitu non furnished dan full furnished. Room full furnished adalah unit apartemen yang dilengkapi dengan peralatan rumah tangga mulai dari tempat tidur, sofa ruang tamu, televisi hingga peralatan dapur seperti microwave. Jika dilihat dari tipe layanan, ada dua macam yang bisa dipilih, yaitu serviced dan non serviced. Jika ingin fokus pada pekerjaan namun ingin hunian Anda tetap bersih dan nyaman, maka pilih saja tipe serviced, namun jika Anda memilih non serviced, maka tanggung jawab kebersihan ada pada tangan Anda. Problematika Lingkungan hunian apartemen yang aman, tertib, bersih nyaman dan harmonis merupakan dambaan setiap orang. Peraturan yang bagus tidak menjamin hal tersebut dapat tercipta tanpa ada kesadaran menaati aturan yang ada.

Banyak orang membayangkan, bahwa tinggal di apartemen pastilah sangat menyenangkan. Hidup lebih praktis, dimanjakan berbagai fasilitas, lokasi di tengah kota sehingga mudah ke mana-mana, lingkungan yang bersih dan aman. Kenyataan di lapangan begitulah adanya. Sebagian besar memilih menetap di apartemen adalah kaum urban yang menginginkan kehidupan serba praktis dan aman. Dengan tinggal di apartemen orang dapat melakukan banyak aktivitas tanpa harus repot mengurusi tempat tinggalnya, seperti membersihkan halaman (lingkungan) atau khawatir rumahnya dibobol maling. Karena umumnya semua urusan itu sudah ditangani oleh Badan Pengelola (BP). Namun di balik itu, bagi sebagian orang hidup di tempat yang memiliki kepemilikan bersama (benda bersama, bagian bersama, dan tanah bersama) ternyata tidak mudah. Sebab hidup dalam satu gedung dengan memanfaatkan fasilitas secara bersama-sama harus berbagi. Apalagi setiap penghuni memiliki latar belakang berbeda-beda. Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari setiap penghuni (pemilik/penyewa) untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan di lingkungan masing-masing. Seperti problematika umum (klasik) dihadapi oleh apartemen-apartemen di Indonesia, adalah rendahnya kesadaran sebagian penghuni untuk hidup harmonis dalam satu komunitas apartemen. Meski setiap apartemen sudah dilengkapi dengan House Rule, Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (sesuai amanat undang-undang), namun di lapangan ada saja yang mengabaikan. Beberapa persoalan lingkungan terkait masalah tersebut di atas antara lain: masih ada penghuni yang buang sampah tidak pada tempatnya, masih memelihara hewan secara sembunyi-sembunyi, dan tidak mengembang-kan sikap toleransi atau tidak peka terhadap lingkungan. Ketidakpatuhan satu penghuni membuang sampah akan berdampak kepada penghuni lain. Misalnya menaruh sampah di samping pintu, selain akan menyembarkan bau tidak sedap, juga kurang nyaman dipandang mata. Belum lagi penyebaran penyakit dan masalah hubungan sosial dengan tetangga unit kalau ada yang keberatan. Hal lain yang memprihatinkan adalah masih adanya sebagian kecil penghuni yang secara sembunyi-sembunyi memelihara hewan, padahal peraturan dengan tegas melarang. Selain suaranya mengganggu (terutama anjing), kotorannya menyebarkan bau tidak sedap, juga dapat mengancam keselamatan penghuni lain. Di samping itu tingkat toleransi antar penghuni juga sangat minim terkait dengan seringnya ada acara dari penghuni lain yang menganggu ketenangan penghuni lainya, misalnya dentuman musik yang keras, tanpa memperdulikan apakah penghuni sebelah sedang sakit atau sedang ada pekerjaan. Dalam beberapa kasus, perumahan mewah, eksklusif, dan ruang hunian berupa apartemen malahan mengandalkan privacy sebagai unggulan yang layak jual. Makin terjaminnya hak privat penghuninya makin laku. Ini menyebabkan eksklusivitas perumahan dan apartemen tersebut menjadi berlipat dua. Eksklusif terhdap lingkungan hunian di luar perumahan dan apartemen, dan eksklusif terhadap penghuni rumah atau apratemen lain.

Mereka tidak mau dicampuri urusannya dan tidak mau mencampri urusan orang lain. Oleh karena banyak yang cuek saja misalnya, dalam beberapa kasus, perumahan eksklusif itu yang konon sering dipakai untuk menyembunyikan perempuan simpanan para pejabat atau para orang kaya dari ibukota. Tak ada yang berani mengutik-utik atau menyentuh ini sebagai masalah moral, masalah agama (syariat) atau masalah hukum, atau sebagai masalah sosial. Apa yang disebut pekat (penyakit masyarakat) didefinisikan tidak ada dalam hunian mewah dan eksklusif sebab yang ada di tengah perumahan memang bukan masyarakat atau belum masyarakat. Mereka hadir sebagai individu yang otonom. Tak ada tegur sapa dan silaturahmi di antara mereka. Juga hampir tidak ada fasilitas tempat ibadah di lingkungan mewah seperti ini. Dalam kasus lain sering terjadi benturan. Masalah sering timbul dari sekelompok kecil penghuni yang nakal, yang ingin mengambil alih pengelolaan untuk tujuan tertentu. Misalnya, ada niat KKN memasukkan kerabatnya menjadi cleaning service, pemasok barang kebutuhan, dan sebagainya. Kalau sudah begitu, service charge yang dibayar penghuni bisa membengkak karena sang avonturir itu selalu mengambil fee dari segala sesuatu dalam pengelolaan apartemen. Untuk itu, BP menghimbau kepada para penghuni untuk mengikuti aturan yang ada demi kenyamanan bersama. Jumlah karyawan badan pengelola itu terbatas, sehingga peran aktif para penghuni sangat mendukung tercipta ketenangan, keamanan dan kenyamanan. Harus diingat bahwa apartemen dambaan tidak hanya lihat dari lokasi, kemewahan gedung, dan kelengkapan fasilitasnya, tetapi kebersihan, keamanan, dan ketertiban juga penting diperhatikan, agar nilai jual apartemen tersebut terus meningkat.