Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 1/7

I. REFERENSI 1. SNI 03-1765-1990 (Cara Uji Butiran Pipih dan Panjang Agregat)
2. ASTM D-4791 (Butiran pipih, butiran panjang atau butiran pipih dan

panjang pada agregat kasar)


II. TUJUAN

Menentukan Pipih, Panjang, atau Pipih dan Panjang Agregat Kasar.

III. DASAR TEORI Pengujian ini dilakukan hanya untuk agregat kasar dimana butiran agregat yang berdiameter lebih besar dari 9,5 mm (3/8 inci). Melalui pengujian ini kita dapat menentukan butiran yang pipih, panjang, atau pipih dan panjang dengan menggunakan alat sikmat. Butiran yang pipih apabila dimensi lebarnya lebih dari 3 kali tebalnya. Butiran yang panjang apabila panjangnya lebih dari 3 kali lebarnya. Besarnya kepipihan dan panjang dalam satu campuran tidak boleh melebihi dari 10%. Menentukan persen (%) kepipihan, panjang atau pipih dan panjang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: P= Dimana : x100%

P=Persen Pipih/Panjang/Tidak Pipih dan Tidak Panjang perfraksi W2=Berat butir pipih/panjang/pipih dan panjang tiap fraksi (gram) W1=Berat agregat kasar perfraksi (gram)

Untuk menentukan persen (%) jumlah yang pipih dan panjang perfraksi maka digunakan rumus sebagai berikut:

x % butiran tertahan masing-masing fraksi

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 2/7

Maka persen (%) butiran yang pipih dan panjang adalah jumlah persen (%) keseluruhan dari tiap butiran yang pipih dan panjang perfraksi.

IV. PERALATAN DAN BAHAN 4.1 Peralatan No 1. Peralatan Kaliper Keterangan Digunakan untuk mengukur butiran yang pipih dan panjang

2.

Ayakan

Ayakan dengan susunan 20,5 ; 12,5 ; 9,5. Digunakan untuk mencari butiran yang tertahan di masingmasing fraksinya

3.

Oven

Digunakan untuk m

4.

Timbangan

Digunakan untuk menimbang agregat dengan ketelitian 0.1 gram

5.

Sendok Agregat

Digunakan untuk mengambil agregat ketika diayak dan ketika ditimbang

6.

Cawan

Digunakan untuk meletakan agregat yang belum dan yang sudah diuji

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 3/7

4.2 Bahan Agregat kasar dengan ukuran > 9.5mm sebanyak 10.800,1 gram

V. PROSEDUR PENGUJIAN

1. Siapkan peralatan dan benda uji yaitu agregat kasar yang telah dioven dengan suhu 110 5C sampai beratnya tetap. 2. Kemudian ayak agregat kasar dengan ayakan 25,0 9,5. 3. Timbang berat agregat masing-masing fraksi: 12,5-12,5 ; 12,5-9,5 ; 9,5<9,5. 4. Hitung persen (%) butiran tertahan di masing-masing fraksi. 5. Setelah itu ukur kepipihan dan kepanjangan dari masing-masing fraksi (yang persen tertahannya lebih dari 10 %) dengan alat caliper (dari setiap fraksi minimal 100 butiran yang diuji Kepipihan, Panjang, maupun tidak pipih dan tidak panjang).

6. Timbang dan tentukan persen (%) dari butiran yang Pipih, Panjang, Tidak Pipih dan Tidak Panjang, dan Jumlah yang Pipih dan Panjang dari masing-masing fraksi.

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 4/7

VI. DATA DAN PERHITUNGAN 6.1 Data Data tabel hasil pengujian dilampirkan 6.2 Perhitungan 6.2.1 Susunan Butiran Tertahan Berat agregat yang tertahan di fraksi 25,0 12,5 = 8744 gr. Berat agregat yang tertahan di fraksi 12,5 9,5 = 1497,8 gr. Berat agregat yang tertahan di fraksi 9,5 - <9,5 = 558,3 gr.

% tertahan fraksi 25,0 12,5= % tertahan fraksi 12,5 9,5= % tertahan fraksi 9,5 - <9,5 =

100%= 80,96 % 100%= 13,87 % 100%= 5,17 % (agregat yang

di fraksi ini tidak dikutsertakan uji karena persen (%) tertahannya < 10 %. 6.2.2 Pipih Berat agregat yang pipih di fraksi 25,0 12,5 = 116,6 gr. Berat agregat yang pipih di fraksi 12,5 9,5 = 48,6 gr.

% Pipih fraksi 25,0 12,5 = % Pipih fraksi 12,5 9,5 = 6.2.3 Panjang

100%= 1,33 % 100%= 3,24 %

Berat agregat yang panjang di fraksi 25,0 12,5 = 36,8 gr. Berat agregat yang panjang di fraksi 12,5 9,5 = 26,2 gr.

% Panjang fraksi 25,0 12,5 = % Panjang fraksi 12,5 9,5 =

100%= 0,42 % 100%= 1,75 %

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 5/7

6.2.4

Tidak Pipih dan Tidak Panjang Berat agregat yang tidak pipih dan tidak panjang di fraksi 25,0 12,5 = 4193,5 gr. Berat agregat yang tidak pipih dan tidak panjang di fraksi 12,5 9,5 = 1087,1 gr.

% tidak pipih dan tidak panjang fraksi 25,0 12,5 = 47,96 % % tidak pipih dan tidak panjang fraksi 12,5 9,5 = 72,59 % 6.2.5 Pipih dan Panjang

100%=

100%=

Berat agregat yang pipih dan panjang di fraksi 25,0 12,5 = 153,4 gr. Berat agregat yang pipih dan panjang di fraksi 12,5 9,5 = 74,8 gr.

% jumlah pipih dan panjang perfraksi = x % butiran tertahan masing-masing fraksi % Pipih fraksi 25,0 12,5 = 1,33 % % Pipih fraksi 12,5 9,5 = 3,24 % % Panjang fraksi 25,0 12,5 = 0,42 % % Panjang fraksi 12,5 9,5 = 1,75 % % tertahan fraksi 25,0 12,5= 80,96 % % tertahan fraksi 12,5 9,5= 13,87 %

% pipih dan panjang fraksi 25,0 12,5 = % pipih dan panjang fraksi 12,5 9,5 =

80,96= 1,42 % 13,87= 0,69 %

Maka persen (%) Jumlah butiran yang pipih dan panjang = 1,42+0,69

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Pokok Materi

: Pengujian Agregat : Uji Kepipihan dan Panjang

No. Uji Halaman

: :

13 6/7

= 2,11 % (Agregat yang diuji ini telah memnuhi syarat kepipihan yaitu < 10%)

VII. Kesimpulan Dari hasil pengujian Kepipihan, Panjang, Tidak Pipih dan Tidak Panjang didapatkan persen (%) Jumlah butiran yang pipih dan panjang sebesar 2,11 %. Oleh karena itu, agregat ini dapat memenuhi syarat kepipihan yaitu < 10 %.

Bandung, Pembimbing,

April 2011

Penanggung Jawab,

Ir. Nursyafril, SP1 NIP.

Yopie Wishnugraha NIM. 091134032

Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

1. Pemberi Order 2. Pelaksana Uji 3. Jenis Contoh Uji 4. Jenis Pekerjaan Hasil Pengujian Dalam Berat Panjang % 5 gram 6 % 7 : : Berat Contoh Asli: 10800,1 gram Susunan Butiran Tertahan % 1 100,0 - 90,0 90,0 - 75,0 75,0 - 63,0 63,0 - 50,0 50,0 - 38,0 38,0 - 25,0 25,0 - 12,5 12,5 - 9,5 9,5 - <9,5 Jumlah 80,96 13,87 8744 1497,8 558,3 116,6 48,6 1,33 3,24 2 3 gram 4 Berat (gram) Pipih

: : 2-TPJJ

ANALISA BUTIR PIPIH PANJANG AGREGAT 5. Diterima tanggal 6. Diuji tanggal 7. Metode Uji 8. Hasil Pengujian

7/7

13

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Halaman

No. Uji

: : 30 Maret 2011 : SNI 03-1765-1990 : ASTM D-4791 :

Ukuran Saringan

Tidak Pipih dan Tidak Panjang gram % 8 9

Hasil Pengujian Jumlah Yang Pipih dan Panjang gram 10

Keterangan

% 11

12

36,8 26,2

0,42 1,75

4193,5 1087,1

47,96 72,58

153,4 74,8

1,42 0,69

: Uji Kepipihan dan Panjang

2,11

Penjelasan Tabel: 1. Menentukan angka pada kolom 2, diambil dari data hasil analisa ayak pada prosentase tertahan 2. Menentukan angka pada kolom 3, diambil dari hasil perkalian kolom 2 dengan berat contoh asli; a. Untuk Fraksi agregat pada kolom 2 yang <10% tidak diuji, tapi hasilnya disamakan dengan yang di atasnya atau di bawahnya b. Untuk berat agregat setiap fraksi harus 100 butir 3. Menentukan angka pada kolom 4; 6 dan 8, diisi yang merupakan hasil pengujian; 4. Menentukan angka pada kolom 5, hasil bagi kolom 4 terhadap kolom 3 dikalikan 100%, pengisian yang sama untuk kolom 7 dan 9; a. apabila pada kolom 2 kurang dari 10%, maka pada baris kolom 5 dan 7 diisi masing-masing sama dengan angka di bawah dan di atasnya 5. Menentukan angka pada kolom 10, Merupakan penjumlahan angka pada kolom 4 dan 6; 6. Menentukan angka pada kolom 11, dihitung dari jumlah angka pada kolom 5 dan 7 dibagi 100 dikali angka kolom 2. Diperiksa Tanggal Tanda Tangan : : :

: Pengujian Agregat

Pokok

Materi

Pelaksana Uji Tanggal Tanda Tangan

: 2-TPJJ : 30 Maret 2011 :