Anda di halaman 1dari 19

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) TAHUN 2008


Disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan DPR RI
Jakarta, 27 Maret 2008
1

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS)


TROBOSAN KEBIJAKAN STRATEGIS

NOPEMBER 2004

YANKES MASKIN GRATIS

1 JANUARI 2005

JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN ASKESKIN

1 JANUARI 2008

JAMKESMAS

PROGRAM JAMKESMAS
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PROGRAM JAMKESMAS MERUPAKAN KEBIJAKAN YANG SANGAT STRATEGIS UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT PROGRAM JAMKESMAS MERUPAKAN TEROBOSAN YANG SANGAT TEPAT GUNA MENINGKATKAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT MISKIN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN YANG DIBUTUHKAN

PROGRAM JAMKESMAS MERUPAKAN DASAR YANG KOKOH UTK PENGEMBANGAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DALAM RANGKA MENYONGSONG IMPLEMENTASI SJSN
PROGRAM JAMKESMAS MERUPAKAN UPAYA UNTUK MEMPERCEPAT PENCAPAIAN SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN YANG OPTIMAL
3

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

TUJUAN JAMKESMAS
MENINGKATNYA AKSES DAN MUTU YANKES SELURUH MASKIN
TERSELENGGARANYA YANKES SESUAI STANDAR

MASKIN SEHAT & PRODUKTIF

PENGENTASAN KEMISKINAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

BEBERAPA PRINSIP
GOTONG ROYONG &SUBSIDI SILANG

NASIONAL
PORTABILITAS EKUITAS NIRLABA

YANKES LINTAS BATAS WILAYAH

KESETARAAN MENDAPAT YANKES

DANA SEMATA-MATA UNTK YANKES


5

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SASARAN JAMKESMAS

SELURUH MASYARAKAT SANGAT MISKIN, MISKIN, DAN MENDEKATI MISKIN SM I 2005


36,1 JUTA

SM II 2006 2005
60 JUTA 60 JUTA

2007 76,4 JUTA

2 0 76,4 0 JUTA 8
6

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PELAYANAN KESEHATAN
PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF, REHABILITATIF

KOMPREHENSIF

BERJENJANG

RJ, RI DI PUSKESMAS RJ SPESIALISTIK, RI RS

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

ANGGARAN

PERHITUNGAN RP. 5000/KAPITA/BULAN

2005 2006

2,1 T 3,6 T

APBN SM I 1 T, APBNP 1,232 T (SASARAN 60 JT) APBN 2,5 T, SISA 2005 1,1 T
APBN 2,7 T, SISA 2006 : 0,1 T EFISIENSI DAN REALOKASI 1 T APBNP 700 M APBN 4,6 T, SISA 2007 (112 M)
8

2007
2008

4,5 T
4,6 T

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PENCAPAIAN HASIL

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH MASKIN BAIK DI PUSKESMAS MAUPUN RS SANGAT MENINGKAT MASKIN MENDAPAT PELAYANAN KASUS KATASTROPIK OPERASI JANTUNG, OPERASI CESAR, HEMODIALISA
RAWAT JALAN RS : 1,4 JUTA KUNJUNGAN (2005) 6,9 JUTA KUNJUNGAN (2006) MENINGKAT 392% 5.961.712 KUNJUNGAN (2007) MENURUN 13,83% RAWAT INAP RS : 562.167 KUNJUNGAN (2005) 1,6 JUTA KUNJUNGAN (2006) MENINGKAT 184% 1.916.198 KUNJUNGAN (2007) MENINGKAT 21,27%
9

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

YANKES KHUSUS
Tahun 2005
KASUS BIAYA

DIAGNOSA
PERSALINAN HEMODIALISA OPERASI JANTUNG OPERASI CESAR

Tahun 2006
KASUS BIAYA

Tahun 2007
KASUS BIAYA

374.468 56.170.200.000 4.862 380 1.254 6.370.461.200 3.330.000.200 2.068.616.300

501.622 60.461.632.185 5.418 15.622.815.000 2.950 27.237.263.800 7.141 11.782.078.500

585.711 9.893 4.743 5.637

69.230.977.899 27.558.867.740 44.618.738.430 9.403.944.932

LAPARATOMI
OPERASI KANKER OPEN REDUCTION FRAKTUR

162
780 96

358.425.800
1.190.747.600 216.521.600

983
617 2.744

2.333.991.500
956.780.000 6.242.705.000

1.281
542 18.428

3.021.282.102
840.119.891 41.217.752.197
10

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL MISKIN


MERUPAKAN PRIORITAS DLM JAMKESMAS UPAYA DLM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU

PELAYANAN KES IBU HAMIL MISKIN

PADA JULI 2007, TELAH DILAKUKAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN & PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DG STIKER
11

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MASALAH DAN KENDALA

-Data sasaran masyarakat miskin belum tuntas -Peran dan fungsi ganda dari penyelenggara, sebagai pengelola sekaligus pembayar -RS belum melakukan kendali biaya dan kendali mutu -Verifikasi tidak berjalan optimal -Paket pelayanan kesehatan belum diimbangi kebutuhan dana yang memadai -Penyelenggara tidak menanggung resiko
12

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN 2008

1. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN ADALAH PROGRAM BANTUAN SOSIAL (BANSOS) 2. SUMBER DANA ADL APBN DEPKES

13

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN 2008

3. PERUBAHAN MEKANISME PENYELENGGARAAN: - PEMISAHAN PERAN PENGELOLA & PEMBAYAR DEPKES-DINKES & PT ASKES (PERSERO) - PERCEPATAN PEMBAYARAN KLAIM PENEMPATAN PELAKSANA VERIFIKASI DI RS DAN PENYALURAN DANA LGS DARI KAS NEGARA KE RS

14

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN 2008

4. PENINGKATAN PERAN DAN FUNGSI PEMERINTAH DAERAH PEMBENTUKAN TIM PENGELOLA DAN KOORDINASI DI TINGKAT PUSAT/PROVINSI/KAB-KOTA 5. PENERAPAN TARIF PAKET JAMKESMAS (INA DRG) DI RS 6. PENINGKATAN FUNGSI PENGAWASAN MELALUI PEMBENTUKAN VERIFIKATOR INDEPENDENT 7. PENUGASAN MANAJEMEN KEPESERTAAN PT ASKES (PERSERO)
15

TINDAK LANJUT DEPKES


MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Penyaluran luncuran awal dana yankes ke RS Pada bulan Februari Penerbitan Manlak Jamkesmas 2008, Juknis Rekruitmen verifikator, dll Pelatihan TOT Pelatih verifikator dan Verifikator Sosialisasi ke semua stakeholders
16

TINDAK LANJUT PENANGGULANGAN


MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

HUTANG YANKES MASKIN 2007

Laporan resmi dari PT Askes tentang pelayanan tahun 2007 yang blm terbayar.
Dilakukan audit oleh pengawas fungsional Pembayaran dengan mengalokasikan pada anggaran 2008 melalui efisiensi dan atau APBN-P

17

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PENUTUP
PERLUNYA PEMAHAMAN YANG SAMA DARI SELURUH STAKEHOLDERS TENTANG JAMKESMAS 2008

PERLUNYA MENINGKATKAN PERAN, KOORDINASI DAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DIANTARA STAKEHOLDERS

18

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

19