Anda di halaman 1dari 10

FOTOSINTESIS

Tanggal praktikum : 14 April dan 5 Mei 2011

I.

Tujuan Membuktikan bahwa di dalam proses fotosintesis cahaya, klorofil dan CO2 sangat diperlukan

II.

Dasar teori Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995). Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992). Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena menggunakan zat zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball, 1992).

Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya

cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball, 1992).

Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992). Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis, 1986). III. Alat dan bahan Alat Tabung reaksi Corong Cawan petri Lampu spirtus Beker glass Tissue Klop dan kayu penyangga Alumunium foil Bahan Hydrilla.Sp Air Alcohol 95% Bauhinia.Sp Manihot esculenta Daun mangga Daun kersen Larutan iodine/lugol Daun jambu biji Daun nangka Daun

IV.

Cara kerja a. Pada Hydrilla Ambillah beker glass berukuran 1000ml/ 500ml, lalu isis dengan air

Kemudian ambil 3 buah hydrilla.sp dan masukkan ke dalam corong

Kemudian masukan corongnya secara terbalik dan tabung reaksi kedalam beker glass

Lihatlah perubahan yang terjadi pada beker glass b. Peranan klorofil dalam fotosintesis Pilihlah tanaman yang berdaun agak lebar (seperti markus dsb). Usahakan daun dengan posisi pada tanaman terkena cahaya matahari (jangan dipetik)

Tutuplah bagian tengah daun dengan alumunium foil dan biarkan daun tersebut selama beberapa jam

Petiklah daun-dauan tadi yang ditutupi dengan alumunium foil tadi langsung masukkan kedalam air yang mendidih hingga layu.

Pindahhkan daun tadi ke dalam tabung reaksi yang telah berisi alcohol 95% dan panaskan tabung reaksi tersebut dalam air yang mendidih (jangan sekali-kali)

Memanaskan tabung reaksi berisis alcohol diatas api secara langsung panaskan hingga daun tampak pucat.

Angkat daun bila tampak pucat, cuci lalu bentangkan diatas kertas tissue dan tetesi dengan larutan iodine/lugol

Amati perubahan yang terjadi pada bagian daun yang ditutupi dengan alumunium foil daun yang tidak ditutup. Apakah ada perbedaan nya?

Ulangi percobaan dengan alumunium foil dengan kertas selofan merah, biru, hijau, dan kuning, lalu bandingkan hasilnya. Apakah ada perbedaan daun yang ditutup dengan kertas selofan merah, hijau, biru, kuning dan alumunium foil. V. Hasil pengamatan a. Hydrilla.sp Hasil Pengamatan Seluruh Kelompok N o Waktu Pengamatan Perlakuan Kel 10 menit 10 kedua menit 10 menit Ratarata

pertama

ketiga

56 Jumlah gelemb ung

100 (*44)

125 (*25)

93,7

Gelembung Gelembun besar sedikit, gelembung kecil banyak Tersebar 4 Menempel pada Keteran 1 Di tempat terang gan dinding corong, daun dan g kecil

Gelemb ung semakin kecil dan banyak

semakin banyak Semakin banyak

uap air di Banyak tabung reaksi menemp el di

dinding corong, daun dan gelas ukur

gelas ukur (banyak) Uap air di tabung reaksi sedikit (mulai tampak)

23 Jumlah 6 gelemb ung

37 (*14)

25

25

Keteran gan

Gelembung Kecil nya kecil semua Semakin kecil 30 84 (*54)

Gelemb ung semakin sedikit 97 (*13) 70,3

dan besar

Jumlah gelemb ung

Kecil 8 Keteran gan Menempel di dinding corong dan daun

Besar sedikit, kecil banyak Tersebar Menempel di dinding corong dan daun

Semakin kecil Banyak menemp el di

dinding corong

0 Jumlah gelemb ung 1 Keteran gan 2 Di tempat gelap Jumlah gelemb 2 ung 0

Tidak ditemukan gelembung baik di dinding corong, daun, maupun di gelas ukur 0 0 0

Keteran gan

Tidak ditemukan gelembung baik di dinding corong, daun, maupun di gelas

ukur 9 Jumlah gelemb ung 3 Kecil-kecil, menempel di corong, selasela daun dan gelas ukur Gelembung besar sedikit 11 13 (*2) 30 (*17 Jumlah gelemb Di 3 laboratori um Keteran gan Kecil-kecil, menempel di corong, selasela daun dan gelas ukur tersebar 3 7 (*4) 10 (*3) Jumlah gelemb ung 7 6,7 ung 5 ) 18 23 (*14) 23 18,3

Keteran gan

Keteran gan

Kecil-kecil, menempel di corong, selasela daun dan gelas ukur Gelembung besar sedikit

Keterangan * penambahan gelembung setiap 10 menit

b. Peranan cahaya fotosintesis No Nama daun 1 Daun ke (ada/tidak) 2 3 1 Frekuensi 2 3

Tutup Buka Tutup Buka Tutup Buka 1. Jambu biji 2. 3. 4. Sirsak Mangga Kupukupu 5. Bunga sepatu 6. 7. 8. Singkong Nangka Daun kersen -

VI.

Pembahasan Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit. Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis : 1. Ketersediaan air Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun. 2. Intensitas cahaya

Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis. 3. Konsentrasi karbondioksida (CO2) Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis. Semua faktor tersebut mempengaruhi fotosintesis, yang paling membatasi hanyalah faktor ketersediaan air. Sedangkan pada percobaan cahaya fotosintesis tidak d temukan nya perubahan pada daun hanya ada pada daun kersen yang terbuka itupun sangat sedikit perubahan nya. Pada pengamatan ini adanya kesalahan yang dilakukan ketika praktikum sehingga yang ditemukan hanya pada satu daun saja. Seharusnya pengamatan pada pengujian amilum tamapk seperti yang dijelaskan dibawah ini. Perbedaan warna antara daun yang tertutup kertas karbon dengan bgian daun yang terbuka yaitu pada daun yang tidak ditutupi karbon akan tampak warna biru kehitam-hitaman yang menandai bahwa pada daun telah terjadi proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena kertas karbon mempunyai sifat memantulkan cahaya matahari sehingga fotosintesis tidak dpat berlangsung. Berbeda dengan daun yang tidak mendapat perlakuan, akan tampak bercak-bercak ungu kehitam-hitaman yang menandakan ada amilum. Pada daun yang ditutupi oleh kertas karbon masih dapat melakukan respirasi dan transpirasi walaupun tidak mendapat sinar matahari yang cukup, hal ini jelas terlihat adanya amilum pada daun dengan jumlah yng sedikit. Namun pada daun yang tidak mendapat perlakuan terdapat banyak amilum sebagai tanda melakukan proses fotosintesis. Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari, sehingga daun tersebut tidak dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Dengan kata lain, secara umum fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun. Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air mendidih 30 selamamenit, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap iodium atau JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan

daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. Proses pembentukan karbohidrat pada fotosintesis, daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan pada air mendidih kemudian dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi luntur. Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan JKJ. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. Setelah dimasukkan dalam larutan JKJ, daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir pinggirnya dan di bagian bagian yang tidak ditutupi lainnya, sedangkan bagian tengahnya atau bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang ditutup tidak terjadi proses fotosintesis, sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya, karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi proses fotosintesis. VII. Kesimpulan dan saran Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. 2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen. 3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.

4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen. 5. Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitamhitaman yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis. 6. Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum. Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan, daun yang akan digunakan ditutup dengan sebaik baiknya, agar hasil yang diperoleh tidak berlawanan dengan hasil yang diharapkan. Lalu sebaiknya pemanas air yang dimiliki lebih dari satu, agar praktikum dapat lebih cepat selesai. VIII. Daftar pustaka Ellis, Nihayati. John. 1986. W. Anatomi 1992. Tumbuhan. Biologi Rajawali Press, Jakarta. Jakarta.

Kimball,

Umum.

Erlangga,

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.