Anda di halaman 1dari 20

2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan rahmat dan ridho-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan kuesioner tentang kinerja guru di SMKN 1 Pontianak. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi mata kuliah QMS (Quality Manajemen System), yang ada pada jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak. Dalam penyelesaian makalah ini penulis mendapatkan MATA KULIAH : QUALITY MANAGEMENT SYSTEM bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan DOSEN : AZZA ARENA, S.ST terima kasih kepada : 1. Ketua RT & RW Setempat.

LAPORAN HASIL KUESIONER

DISUSUN OLEH : manajemen system. Nopiansyah 3. Kelompok Masyarakat Setempat. Sabrizal 4. Serta semua pihak yang telah membantu kami dalam Toetik Diah menyelesaikan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan
2. Ibu Azza Arena, S.ST, selaku dosen mata kuliah qulity

satu persatu.

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Penulis mengharapkan masukan, saran dan kritik yang TEKNIK SIPIL DAN membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. PERENCANAAN TAHUN 2011

Pontianak, 6 Juli 2011

Penulis

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Hasil Kuesioner yang kami laksanakan Jl. Kamboja Tanjung pura. Laporan yang kami buat ini berdasarkan data yang kami laksanakan dan berdasarkan kuesioner yang ada. Dan tak lupa juga Kami ucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Azza Arena, S.ST, selaku Dosen Pembimbing Mata kuliah QMS
2. Masyarakat Sekitar, Yakni Masyarakat jl kamboja 3. Serta teman-teman semua yang telah membantu dalam

pengerjaan Laporan Hasil Kuesioner ini. Pada kesempatan ini, Kami juga mengharapkan laporan ini berguna untuk diri sendiri dan teman teman yang lainya. Pontianak, 24 Juli 2011

Kelompok V
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 2

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi Bab I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan dan Sasaran 1.4 Gambar Lokasi Kegiatan Bab II. DASAR TEORI 2.1 Faktor yang berpengaruh dalam pengelolaan sampah 2.2 Kondisi Pengelolaan sampah saat ini 2.3 Model Pengelolaan sampah perkotaan dan pedesaan Bab III. PEMBAHASAN Bab IV. PENUTUP 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbunan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbunan sampah memerlukan pengelolaan. Pengelolaan sampah yang tidak mempergunakan metode dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan selain akan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga akan sangat mengganggu kelestarian fungsi lingkungan baik lingkungam pemukiman, hutan, persawahan, sungai dan lautan.

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 4

Permasalahan lingkungan yang umum terjadi di perkotaan adalah pengelolaan sampah yang kurang baik. Sampah yang merupakan bagian sisa aktifitas manusia perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan berbagai permasalahan terhadap kehidupan manusia maupun gangguan pada lingkungan seperti pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, menurunnya estetika dan sebagai pembawa penyakit. Penyediaan wilayah fasilitas akan sarana sarana dan prasarana sampah

permukiman yang tidak dapat mengimbangi dari pertumbuhan permukiman pada fasilitas berdampak terhadap permukiman dan masalah tersebut. di prasarana munculnya Minimnya permukiman permukiman kekumuhan penyediaan umumnya wilayah

dilatarbelakangi

legalitas

tersebut sehingga berdampak kepada semakin turunnya kualitas lingkungan permukiman. Kawasan permukiman di Jl Kamboja Tanjung Pura,

merupakan permukiman yang berada dekat sungai dan terlihat kumuh, Keberadaan kawasan permukiman ini merupakan sebagai contoh wilayah permukiman padat yang mengalami degradasi lingkungan akibat sampah yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar dan luapan dari sungai di sekitar tempat tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi persampahan, khususnya pelayanan fasilitas sarana dan prasarana persampahan di permukiman tersebut tepatnya perwadahan di dalam rumah masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 5

terhadap fenomena masyarakat di sekitar jalan dharma putra dalam hal menangani dan mengelola sampah permukimannya, sehingga dengan diketahui nya keberadaan kondisi fasilitas sarana dan prasarana persampahan di daerah tersebut diharapkan dapat mengubah prilaku masyarakat sekitar agar dapat mengelola sampah dan akan menjadi masukan terhadap pola operasional penanganan sampah yang tepat di daerah tersebut.

1.2. PERUMUSAN MASALAH Permasalahan persampahan yang terjadi di permukiman

tersebut merupakan gambaran belum optimalnya penanganan dan pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kota Pontianak yang berupaya meningkatkan peran masyarakat dalam menangani dan mengelola sampah permukimannya. Berdasarkan hasil pengamatan kondisi persampahan di daerah Jl. Kamboja diperoleh gambaran sebagai berikut : Masih banyaknya sampah baik berada di sekitar rumah masyarakat setempat maupun di daerah sekitar sungai. Masih ada masyarakat yang belum memiliki tempat sampah. Tidak tersedianya sarana pengumpul sampah, sehingga masyarakat cenderung membuang sampah ke sungai.
Minimnya prasarana untuk pengangkutan sampah. Tugas Kuesioner Kelompok V Page 6

Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan sampah yang

selalu hidup bersamanya

1.3. TUJUAN DAN SASARAN 1.3.1 Tujuan Tujuan Utama kuesioner ini adalah : Untuk mengetahui jumlah kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana yang diperlukan masing masing rumah. Dapat merencanakan fasilitas sarana dan prasarana

persampahan yang diperlukan. Menciptakan kondisi persampahan masyarakat agar tidak bertambah parah sehingga sesuai dengan yang diinginkan.

1.3.2 Sasaran Sasaran yang hendak dicapai dalam kuesioner ini adalah :
1. Melakukan 2. Melakukan

identifikasi terhadap fasilitas sarana dan prasarana perwadahan sampah bagi masyarakat sekitar. evaluasi Tanjung pura sistem perwadahan di Jl.Kamboja

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 7

3. Melakukan

analisis dan evaluasi jumlah prasarana persampahan di Jl .Kamboja

sarana

dan

1.4 GAMBAR LOKASI KEGIATAN

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 8

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 9

BAB II DASAR TEORI


Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkan adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Berdasarkan sifat fisik dan kimianya sampah dapat digolongkan menjadi: 1) sampah ada yang mudah membusuk terdiri atas sampah organik seperti sisa sayuran, sisa daging, daun dan lain-lain; 2) sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik, kertas, karet, logam, sisa bahan bangunan dan lain-lain; 3) sampah yang berupa debu/abu; dan 4) sampah yang berbahaya (B3) bagi kesehatan, seperti sampah berasal dari industri dan rumah sakit yang mengandung zat-zat kimia dan agen penyakit yang berbahaya.

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 10

2.1

FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pengelolaan

Pengelolaan

masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi media

berkembang biaknya bibit penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi medium perantara menyebarluasnya suatu penyakit. Syarat lainnya yang harus dipenuhi, yaitu tidak mencemari udara, air dan tanah, tidak menimbulkan bau (tidak mengganggu nilai estetis), tidak menimbulkan kebakaran dan yang lainnya. Faktor-faktor antaranya: (1) sosial politik, yang menyangkut kepedulian dan komitment pemerintah dalam menentukan anggaran APBD untuk pengelolaan lingkungan (sampah), membuat keputusan publik dalam pengelolaan sampah serta upaya sampah. (2) Aspek Sosial Demografi yang meliputi sosial ekonomi (kegiatan pariwisata, pasar dan pertokoan, dan kegiatan rumah tangga. (3) Sosial Budaya yang menyangkut keberadaan dan interaksi antarlembaga desa/adat, aturan adat (awig-awig), kegiatan ritual (upacara adat/keagamaan), nilai struktur ruang Tri Mandala, jiwa pengabdian sosial yang tulus, sikap mental dan perilaku warga yang apatis. (4) keberadan lahan untuk tempat penampungan sampah.
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 11

yang

mempengaruhi

pengelolaan

sampah

di

pendidikan,

penyuluhan

dan

latihan

keterampilan

untuk

meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan

(5) finansial (keuangan). (6) keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan (7) kordinasi antarlembaga yang terkait dalam penanggulangan masalah lingkungan (sampah). Pengelolaan sampah perkotaan juga memiliki faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurut hasil penelitian, faktor-faktor tersebut di antaranya adalah tingkat pendidikan, penempatan tempat sampah di dalam rumah, keberadaan pemulung, adanya aksi kebersihan, adanya peraturan tentang persampahan dan penegakan hukumnya. Tingkat partisipasi masyarakat perkotaan dalam menangani sampah secara mandiri masih dalam katagori sedang sampai rendah, masyarakat masih enggan melakukan pemilahan sampah. Sampah semakin hari semakin sulit dikelola, sehingga disamping kesadaran dan partisipasi masyarakat, pengembangan teknologi dan model pengelolaan sampah merupakan usaha alternatif untuk memelihara lingkungan yang sehat dan bersih serta dapat memberikan manfaat lain. 2.2 KONDISI PENGELOLAAN SAMPAH SAAT INI

Berdasarkan sumber bahwa pada saat ini sampah sulit dikelola karena berbagai hal, antara lain: Cepatnya perkembangan teknologi, lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memahami porsoalan sampah,
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 12

Menigkatnya tingkat hidup masyarakat, yang tidak disertai Meningkatnya biaya operasional pengelolaan sampah Pengelolaan sampah yang tidak efisien dan tidak benar

dengan keselarasan pengetahuan tentang sampah

menimbulkan permasalahan pencemaran udara, tanah, dan air serta menurunnya estetika Ketidakmampuan memelihara barang, mutu produk teknologi Semakin sulitnya mendapat lahan sebagai tempat pembuangan Semakin banyaknya masyarakat yang keberatan bahwa Sulitnya menyimpan sampah yang cepat busuk, karena cuaca Sulitnya mencari partisipasi masyarakat untuk membuang Pembiayaan yang tidak memadai, mengingat bahwa sampai yang rendah akan mempercepat menjadi sampah. ahir sampah. daerahnya dipakai tempat pembuangan sampah. yang panas. sampah pada tempatnya dan memelihara kebersihan. saat ini kebanyakan sampah dikelola oleh pemerintah. Penanganan sampah yang telah dilakukan adalah pengumpulan sampah dari sumber-sumbernya, seperti dari masyarakat (rumah tangga) dan tempat-tempat umum yang dikumpulkan di TPS yang telah disediakan. Selanjutnya diangkut dengan truk yang telah dilengkapi jaring ke TPA. Bagi daerah-daerah yang belum mendapat pelayanan pengangkutan mengingat sarana dan prasara yang terbatas telah dilakukan pengelolaan sampah secara swakelola dengan beberapa jenis bantuan fasilitas pengangkutan. Bagi Usaha atau kegiatan yang menghasilkan sampah
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 13

lebih dari 1 m3/hari diangkut sendiri oleh pengusaha atau bekerjasama dengan pihak lainnya seperti desa/kelurahan atau pihak swasta. Penanganan sampah dari sumber-sumber sampah dengan cara tersebut cukup efektif. Beberapa usaha yang telah berlangsung di TPA untuk mengurangi volume sampah, seperti telah dilakukan pemilahan oleh pemulung untuk sampah yang dapat didaur ulang. Ini ternyata sebagai matapencaharian untuk mendapatkan penghasilan. Terhadap sampah yang mudah busuk telah dilakukan usaha pengomposan. Namun usaha tersebut masih menyisakan sampah yang harus dikelola yang memerlukan biaya yang tinggi dan lahan luas. Penanganan sisa sampah di TPA sampai saat ini masih dengan cara pembakaran baik dengan insenerator atau pembakaran di tempat terbuka dan open dumping dengan pembusukan secara alami. Hal ini menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan, yaitu pencemaran tanah, air, dan udara. Pengelolaan sampah dimasa yang akan datang perlu memperhatikan berbagai hal seperti: 1.Penyusunan Peraturan daerah (Perda) tentang pemilahan sampah 2.Sosialisasi pembentukan kawasan bebas sampah, seperti misalnya tempat-tempat wisata, pasar, terminal, jalan-jalan protokol, kelurahan, dan lain sebagainya 3.Penetapan peringkat kebersihan bagi kawasan-kawasan umum 4.Memberikan tekanan kepada para produsen barang-barang dan konsumen untuk berpola produksi dan konsumsi yang lebih ramah lingkungan

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 14

5. Memberikan tekanan kepada produsen untuk bersedia

menarik

(membeli) kembali dari masyarakat atas kemasan produk yang dijualnya, seperti bungkusan plastik, botol, alluminium foil, dan lain lain. 6.Peningkatan peran masyarakat melalui pengelolaan sampah sekala kecil, bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan ataupun kecamatan, termasuk dalam hal penggunaan teknologi daur ulang, komposting, dan penggunaan incenerator. 7.Peningkatan efektivitas fungsi dari TPA 8.Mendorong transformasi (pergeseran) pola konsumsi masyarakat untuk lebih menyukai produk-produk yang berasal dari daur ulang. 9.Pengelolaan sampah dan limbah secara terpadu 10. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik di pusat maupun daerah, LSM, Perguruan Tinggi untuk peningkatan kapasitas pengelolan limbah perkotaan 11. Melakukan evaluasi dan monitoring permasalahan persampahan dan pengelolaannya, kondisi TPA dari aspek lingkungan, pengembangan penerapan teknologi yang ramah lingkungan 12. 13. 14. 15. Optimalisasi Konsistensi pendanaan pelaksanaan dalam peraturan pengelolaan perundangan sampah tentang perkotaan, pengembangan sistem pendanaan pengelolaan sampah persampahan dan lingkungan hidup. Meningkatkan usaha swakelola penanganan sampah terutama Memberikan fasilitasi, dorongan, pendampingan/advokasi sampah yang mudah terurai ditingkat desa/kelurahan kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah.

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 15

Pengelolaan

sampah

dengan

pendekatan

teknologi

diharapkan

penanganan sampah lebih cepat, efektif dan efisien serta dapat memberikan manfaat lain. 2.3 MODEL PENGELOLAAN MASALAH SAMPAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada Pasal 5 UU

Pengelolan Lingkungan Hidup No.23 Th.1997, bahwa masyarakat berhak atas Lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan hak tersebut, pada Pasal 6 dinyatakan bahwa masyarakat dan pengusaha berkewajiban untuk berpartisipasi dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan, mencegah dan menaggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Terkait dengan ketentuan tersebut, dalam UU NO. 18 Tahun 2008 secara eksplisit juga dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban dalam pengelolaan sampah. Dalam hal pengelolaan sampah pasal 12 dinyatakan, setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah juga dinyatakan dengan cara berwawasan lingkungan. Masyarakat berpartisipasi dalam proses pengambilan berhak

keputusan, pengelolaan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah. Tata cara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan tatanan sosial budaya daerah masing-masing. Berangkat dari ketentuan tersebut, tentu menjadi kewajiban dan hak setiap orang baik secara individu maupun secara kolektif, demikian pula kelompok masyarakat pengusaha dan komponen masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dalam

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 16

upaya untuk menciptakan lingkungan perkotaan dan perdesaan yang baik, bersih, dan sehat. Beberapa pendekatan dan teknologi pengelolaan dan pengolahan sampah yang telah dilaksanakan antara lain adalah: 1. Teknologi Komposting Pengomposan adalah salah satu cara pengolahan sampah, merupakan proses dekomposisi dan stabilisasi bahan secara biologis dengan produk akhir yang cukup stabil untuk digunakan di lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan.Penelitian yang dilakukan menemukan bahwa pengomposan dengan menggunakan metode yang lebih modern (aerasi) mampu menghasilkan kompos yang memiliki butiran lebih halus, kandungan C, N, P, K kandungan Colform yang lebih tinggi dan pH, C/N rasio, dan lebih rendah dibandingkan dengan

pengomposan secara konvensional. 2. Teknologi Pembuatan Pupuk Kascing 3. Pengolahan sampah menjadi listrik. Kota Denpasar, Gianyar dan Tabanan telah melakukan kerjasama dalam usaha pengelolaan sampah secara terpadu yang berorientasi pada teknologi dalam suatu Badan Bersama yaitu SARBAGITA. teknologi GALFAD (gasifikasi dengan Pengelolaan sampah Teknologi yang direncanakan yaitu landfill dan anaerobic teknologi digestion). diharapkan pendekatan

penanganan sampah lebih cepat, efektif dan efisien serta dapat memberikan manfaat lain. 4. Pengelolaan sampah mandiri Pengolahan sampah mandiri adalah pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi sumber sampah seperti di rumahrumah tangga. Masyarakat perdesaan yang umumnya memiliki ruang
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 17

pekarangan lebih luas memiliki peluang yang cukup besar untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Model pengelolaan sampah mandiri akan memberikan manfaat lebih baik terhadap lingkungan serta dapat mengurangi beban TPA. Pemilahan sampah secara mandiri oleh masyarakat di Kota Pontianak rendah. 5 . Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
1)

masih tergolong

Berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dalam lahan, terbatasnya peralatan teknologi dan

pengelolaan sampah pemukiman kota yang ada yaitu: masalah pengadaan perawatannnya, terbatasnya dana untuk perekrutan tenaga kerja baru yang memadai, produksi kompos yang masih rendah, sulit dan terbatasnya 2) pemasaran kompos sehingga secara ekonomi pengelola cendrung mengalami defisit. Model pengelolaan sampah pemukiman kota yang berbasis sosial kemasyarakatan dapat dilakukan secara adaptif dengan memperhatikan aspek karakteristik sosial dan budaya masyarakat, aspek ruang (lingkungan), volume, dan jenis sampah yang dihasilkan. Pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebaiknya dilakukan secara sinergis (terpadu) dari berbagai elemen (Desa, pemerintah, LSM, pengusaha/swasta, sekolah, dan komponen lain yang terkait) dengan menjadikan komunitas lokal sebagai objek dan subjek pembangunan, khususnya dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih, aman, sehat, asri, dan lestari Undang-Undang tentang pengelolaan sampah telah menegaskan berbagai larangan seperti membuang sampah tidak pada tempat yang
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 18

ditentukan dan disediakan, membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis, serta melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di TPA. Penutupan TPA dengan pembuangan terbuka harus dihentikan dalam waktu 5 tahun setelah berlakunya UU No. 18 Tahun 2008. Dalam upaya pengembangan model pengelolaan sampah perkotaan kepentingan harus dapat melibatkan berbagai komponen pemangku seperti pemerintah daerah, pengusaha, LSM, dan

masyarakat. Komponen masyarakat perkotaan lebih banyak berasal dari pemukiman, sedangkan di perdesaan umumnya masih sangat erat kaitannya dengan keberadaan kawasan persawahan dengan kelembagaan subak yang mesti dilibatkan. Pemilihan model sangat tergantung pada karakteristik perkotaan dan perdesaan serta karakteristik sampah yang ada di kawasan tersebut.

BAB IV PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Berdasarkan Hasil Kuesioner yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa : 1) Dengan diberlakukannya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Sampah maka diperlukan model pengelolaan Pengelolaan

sampah yang baik dan tepat untuk dikembangkan di perkotaan dan perdesaan sehingga kualitas kesehatan, kualitas lingkungan dapat ditingkatkan serta sampah dapat menjadi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tugas Kuesioner Kelompok V Page 19

2)

Hendaknya melibatkan berbagai komponen pemangku dan memperhatikan karakteristik sampah,

kepentingan

karakteristik perkotaan atau perdesaan serta keberadaan sosialbudaya masyarakat setempat.

4.2. SARAN
Berdasarkan hasil kuesioner yang telah kami berikan, kami menyusun beberapa saran untuk berbagai pihak sebagai berikut:
Melihat

Masalah Sampah yang tahun ke tahun makin

meningkat diharapkan agar semua elemen masyarakat dan pemerintah menanggapi masalah ini dengan serius agar tidak akan terjadi sesuatu dan lain hal nantinya. Diharapkan Pemerintah /Lembaga terkait agar memberikan pengarahan kepada semua elemen masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, dan agar dapat memanfaatkan sampah yang dapat dimanfaatkan sehingga dapat menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri,

Tugas Kuesioner Kelompok V

Page 20