Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap organisme tersusun atas sel. Ada yang tersusun atas satu sel dan ada juga yang lebih dari satu sel. Dari gabungan beberapa sel akan membentuk jaringan, dari gabungan beberapa jaringan akan membentuk organ, dari gabungan beberapa organ akan membentuk sistem organ, dan dari beberapa sistem organ akan membentuk suatu individu. Semakin tinggi tingkatan organisme itu, semakin kompleks struktur tubuhnya. Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh, baik itu gerakan sadar maupun gerakan tak sadar. Jaringan otot merupakan alat gerak aktif. Jaringan otot terdapat hampir di seluruh bagian tubuh. Jaringan otot terbagi atas otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Setiap jenis jaringan otot ini memiliki bentuk dan letak yang berbeda. Untuk lebih memahami mengenai segala hal tentang sistem integumen, maka diperlukan pengamatan secara objektif, salah satunya dengan menggunakan mikroskop. Selain itu mahasiswa juga dapat memperjelas meteri tentang sistem integumen yang telah dipelajarinya secara teori dari mata kuliah Struktur Hewan dengan melakukan kegiatan praktikum ini. Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat melihat secara langsung perbandingan antara teori dengan hasil pengamatan yang dilakukan.

B. Tujuan Praktikum
1. Untuk mengamati struktur histologi jaringan otot lurik 2. Untuk mengamati struktur histologi jaringan otot polos 3. Untuk mengamati struktur histologi jaringan otot jantung

II. TINJAUAN PUSTAKA


Jaringan otot bertanggungjawab untuk pergerakan tubuh, terdiri atas sel-selotot yang terspesialisasi untuk melaksanakan konstraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). Di dalam sitoplasmanya ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang bejalan menurut panjang serabut otot. Pada beberapa jenis otot, miofibril terdiri atas lempeng-lelmpeng terang dan gelap secara bergantian. Semua segmen gelap letaknya bersesuaian, demikian pula dengan segmen terangnya. Miofibril tersusun atas protein-protein kontraktil yaitu aktin dan miosin. (Adnan, 2010). Jaringan otot, jaringan ini sebagian besar terdiri atas sel-sel yan berbentuk serabut-serabut dengan ukuran panjang bervariasi. Dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus jaringan pengikat. Jaringan otot mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai separuh atau sepertiga panjang normal (Anonima, 2011). Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut miofibril. Adanya miofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik, tampak tersusun sebagai pita-pita yang sejajar, inti banyak dan terletak pada bagian perifer di bawah sarkolemma. Miofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian yang tampak sebagai garis-garis gelap dan terang. Diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar yang disebut endomisium (Adnan, 2011). Menurut Anonimb (2011), jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, saluran pernafasan. Berbeda dengan otot lurik, pada otot jantung, sel-selnya panjang, bercabang dan bergabung satu sama lainnya dengan perantaraan cabang-cabangnya. Inti lonjong dan

terletak di tengah. Otot jantung memiliki garis-garis melintang, namun tidak sejelas dengan otot lurik. Pada tempat tertentu terdapat keping-keping interkalar. Diantara serabut-serabut otot terdapat endomesium (Adnan, 2011).

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Hari / tanggal Waktu Tempat : Kamis, 19 Mei 2011 : Pukul 11.40 s.d 13.20 Wita : Laboratorium Biologi Lantai III sebelah barat FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan 1. Alat berupa mikroskop 2. Bahan: a. Preparat Striated teased muscle b. Preparat Non striated teased muscle c. Preparat Cardiac muscle

C. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang sudah disediakan. 2. Menempatkan mikroskop pada ruang yang bercahaya. 3. Mengambil preparat striated teased muscle kemudian meletakkannya di atas meja sediaan. 4. Mengamati preparat yang telah terlihat pada mikroskop. 5. Menggambar hasil pengamatan. 6. Melakukan poin 3 sampai 5 pada preparat non striated teased muscle dan preparat cardiac muscle.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Praktikum
1. Pengamatan I Bahan : Preparat Striated teased muscle Pembesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. Inti sel 2. Endomisium 3. Filamenfilamen otot

Gambar Pembanding

http://id.wikipedia.org 2. Pengamatan II Bahan : Preparat Non striated teased muscle Pembesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. Endomesium 2. Inti sel

Gambar pembanding

http://id.wikipedia.org

3. Pengamatan III Bahan : Preparat Cardiac muscle Pembesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Inti sel 2. Discus interkalaris 3. Endomesium Gambar pembanding

http://id.wikipedia.org

B. Pembahasan
1. Pengamatan I Pada pengamatan ini kita menggunakan preparat striated teased muscle untuk mengamati struktur histologi otot lurik. Otot ini tampak berlurik-lurik sehingga disebut otot lurik. Otot lurik melekat pada rangka sehingga dapat juga disebut sebagai otot rangka, seperti otot pada lengan manusia. Struktur histologi otot lurik berbentuk memanjang dan agak selindris,otot ini bekerja dibawa kesadaran manusia (volunter) atau dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol sehingga memiliki banyak inti di bagian tepi, intinya berbentuk agak lonjong. Pada sepanjang otot lurik terdapar daerah terang dan daerah gelap. Pada bagian tengahnya terdapat suatu keping yang warnanya agak cerah yang disebut pita terang atau pita isotropic (pita I). selain daerah terang juga terdapat daerah yang berwarna agak gelap yang disebut pita Anisotropik (Pita A). 2. Pengamatan II Pada pengamata kedua kedua, yaitu pengamatan struktur histologi jaringan otot polos dengan menggunakan preparat awetan non striated teased muscle. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Sel otot polos berbentuk gelendong dan memilki ujung yang agak lancip. terdapat satu inti di tengah yang berbentuk lonjong. Pada pengamatan ini terlihat sarkolema yang merupakan membran yang melapisi selnya disebut, pada bagian dalamnya terdap cairan yang disebut sarkoplasma. dinamakan otot polos karena miofibrilnya homogen, hal inilah yang sangat membedakannya dengan otot lurik dan jantung. Otot polos dapat kita temukan pada berbagai organ dalam manusia, seperti, saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran lainnya. 3. Pengamatan III Pada pengamatan ini kita mengamati struktur histologi otot jantung dengan menggunakan preparat awetan cardiac muscle. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Jaringan otot jantung berbentuk silindris memanjang serta bercabang memiliki percabangan yang membedakannya dengan otot-otot yang lain. terdapat discus intercalaris yang merupakan batas sel yang berbentuk gerigi-gerigi antara sel otot jantung yang berdekatan. dengan inti selnya terletak di bagian tengah, Otot jantung bekerja secara tidak sadar (involunter) sehingga lambat terhadap rangsang namun memilki keistimewaan yaitu tidak mudah lelah. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Otot lurik (striated teased muscle) berbentuk silidris memanjang dengan banyak inti di tepi serta memiliki pita gelap dan terang. Sifat kerjanya secara sadar (volunter) sehingga kontraksi otot berjalan cepat dan mudah lelah. 2. Otot polos (non striated teased muscle) memiliki bentuk gelendong dan ujung yang lancip, dengan inti selnya satu dan terletak ditengah, dan miofibrilnya bersifat homogen. Otot ini biasanya terdapat pada saluran dalam tubuh dengan cara kekerja yang tak sadar (involunter). 3. Otot jantung (cardiac muscle) berbentuk silindris memanjang dan bercabang serta inti selnya terletak di tengah. Otot ini memiliki discus intercalaris yang menghubungkan sel otot yang satu dengan yang lainnya, kerja otot ini secara tak sadar (involunter).

B. Saran
1. Diharapkan agar praktikan lebih teliti dan serius dalam paktikum agar tujuan praktikum dapat tercapai. 2. Diharapka agar kakak asisten mendampingi praktikan saat kegiatan praktikum berlangsung. 3. Diharapkan kepada kepala laboran agar menyiapkan mikroskop yang benar-benar bagus guna melancarkan kegiatan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Adnan. & Pagarra, Halifah. 2010. Diktat Struktur Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Adnan. & Pagarra, Halifah. 2011. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Anonima , 2011. Jaringan Otot, http://idonkelor.blogspot.com. Diakses pada senin 9 Mei 2011. Anonimb , 2011. Jaringan Otot, www.praweda.co.id. Diakses pada Senin 9 Mei 2011.