Anda di halaman 1dari 4

Kelompok 6 1. Laila Nasyiatul I (064) 2.

Nina Petrina D (070) REGULER B/ SEMESTER II

ORGANISASI MATRIKS
1. PENGERTIAN ORGANISA MATRIKS merupakan penggabungan antara dua stuktur organisasi yaitu organisasi fungsional dan organisasi tipe panitia atau proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap. Dalam organisasi matriks, setiap manajer proyek melaporkan secara langsung kepada wakil presiden dan manajer umum. Karena setiap proyek merupakan profit center yang potensial, kekuasaan dan otoritas yang digunakan oleh manajer proyek datang langsung dari manajer umum. Berbagi informasi adalah wajib dalam organisasi seperti itu, dan beberapa orang mungkin diperlukan untuk bagian pekerjaan yang sama. Namun, secara umum, manajer proyek memiliki tanggung jawab total dan akuntabilitas untuk keberhasilan proyek. Departemen fungsional, di sisi lain, memiliki tanggung jawab fungsional untuk mempertahankan keunggulan teknis pada proyek. Setiap unit fungsional dipimpin oleh seorang manajer departemen yang bertanggung jawab utama adalah untuk memastikan bahwa dasar teknis kesatuan dipertahankan dan bahwa semua informasi yang tersedia dapat ditukar dengan proyek masing-masing. Dalam organisasi matriks dapat dicontohkan pada sebuah

perusahaan kontraktor, yang tumbuh dari ukuran sangat kecil hingga akhirnya menjadi besar. Dan, perusahaan kontraktor perlu memiliki ahli konstruksi di antara para karyawannya agar secara teknis memang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan pembangunan.

2. CONTOH Pada saat baru berdiri, ukuran perusahaan masih sangat kecil, dana yang dimiliki masih sangat terbatas, perusahaan ini hanya mampu menggaji seorang ahli konstruksi. Perusahaan konstruksi yang masih kecil ini akhirnya berhasil memperoleh proyek pembangunan di dua lokasi yang terpisah. Karena itu, maka terpaksalah perusahaan ini mengirimkan satu-satunya ahli konstruksi yang mereka miliki mondar-mandir untuk menangani kedua proyek pembangunan yang mereka kerjakan. Pada tahapan ini, karena pekerjaan yang digarap jumlahnya masih sangat terbatas, hanya dua proyek, pengaturan juga masih sederhana,

Kelompok 6 1. Laila Nasyiatul I (064) 2. Nina Petrina D (070) REGULER B/ SEMESTER II cukup si ahli konstruksi itu yang menetapkan sendiri jadwal kegiatannya. Perusahaan juga bisa menghemat pengeluaran. Sekian tahun kemudian, perusahaan itu sudah menjadi perusahaan ukuran besar. Pekerjaan yang digarap juga sudah puluhan proyek pembangunan. Perusahaan juga sudah makmur, sehingga mampu menggaji seorang ahli konstruksi untuk tiap proyek pembangunannya yang mereka kerjakan. Jumlah proyek yang digarap sudah lumayan banyak, sehingga sudah diperlukan adanya koordinator yang mengatur pembagian tugas para ahli konstruksi. Tempat di tengah-tengah ini ditandai dengan adanya tuntutan dari dua sisi yang berlawanan, yaitu tuntutan untuk tetap berhemat karena perusahaan belum cukup makmur, dan dari sisi lain tuntutan akan koordinasi karena jumlah proyek yang dikerjakan juga sudah cukup banyak. Koordinator yang menguasai dan berhak mengatur penggunaan para ahli konstruksi, maupun berbagai jenis sumber lainnya, akan mengalami kepusingan karena harus menghadapi tuntutan yang diajukan oleh masingmasing pimpinan proyek yang memang membutuhkan berbagai jenis sumber tersebut. Padahal, jelas-jelas jumlah sumber yang dimiliki tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan tersebut bersamaan. Tuntutan datang dari para pimpinan proyek yang wewenangnya lebih tinggi sehingga sehingga sulit diabaikan, sementara sumber yang dimiliki terbatas. Konsekuensinya, dalam organisasi matriks setiap pimpinan proyek harus berani menuntut koordinator sumber agar proyeknya mendapat alokasi sumber yang memadai, sehingga terjadi persaingan ketat dalam

memperebutkan sumber. Pimpinan proyek yang tidak bersedia menuntut, proyeknya akan dilupakan oleh koordinator sumber dan tidak akan mendapat alokasi sumber secara memadai. Karena itu, dalam organisasi matriks, keseimbangan dicapai karena adanya pihak-pihak yang sama-sama menuntut alokasi sumber, dan keseimbangan ini akan tercapai apabila pihak-pihak yang berebut sumber mempunyai kekuatan yang sama. Jika ada pimpinan proyek yang terlalu kuat ataupun jika koordinator sumber ternyata tidak berminat menyeimbangkan alokasi sumber secara adil, keseimbangan yang menjadi dasar organisasi matriks akan terganggu, dan penggunaan organisasi matriks segera menjadi tidak sesuai. Organisasi matriks juga menjadi kurang sesuai apabila sumber yang dimiliki ternyata tidak lagi terbatas, sehingga penggunaannya tidak perlu lagi dialokasikan secara ketat.

3. KESIMPULAN

Kelompok 6 1. Laila Nasyiatul I (064) 2. Nina Petrina D (070) REGULER B/ SEMESTER II Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kondisi yang tepat untuk menggunakan organisasi matriks memang sangat khusus, dan kondisi khusus ini seringkali hanya terjadi untuk suatu periode yang relatif pendek dalam perjalanan perkembangan perusahaan. Dan, bisa dibayangkan persyaratan yang perlu dipenuhi oleh orang-orang yang menempati berbagai posisi penting dalam organisasi matriks. Pimpinan proyek harus berani menuntut, dalam rangka bertarung untuk berebut sumber yang jumlahnya memang terbatas.

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN a. Kelebihan : Mampu mencapai tingkat koordinasi yang diperlukan untuk menjawab tuntutan ganda lingkungan. Dapat memanfaatkan karyawan secara fleksibel. Sesuai untuk pengambilan keputusan yang sifatnya rumit serta lingkungan yang tidak stabil. Sangat sesuai untuk organisasi ukuran sedang.

b. Kekurangan Adanya wewenang ganda menyebabkan munculnya kebingungan. Menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi. Hanya bisa berjalan jika hubungan bersifat kolegial bukan vertikal.

Kotak yang berwarna menunjukkan team member yang sama atau orang yang sama dalam berbagai proyek.

Kelompok 6 1. Laila Nasyiatul I (064) 2. Nina Petrina D (070) REGULER B/ SEMESTER II

Kotak yang berwarna hitam menunjukkan staff yang sama atau satu orang dalam berbagai proyek.