Anda di halaman 1dari 8

T =

37,7 kJ = 3,01o C o 4,18kJ / kg Cx3kg

PRIMA DANU KUSUMA 26020210120059 OSEANOGRAFI A

1. Bila sebuah tabung air yang terisolasi secara termis dijatuhkan dari ketinggian h dan membentur tanah secara tak elastis, berapa h agar temperatur air naik 1 oC? Jawab Agar temperatur naik 1 oC maka energi internal air harus naik 4,18 J utk tiap gram air. mgh = m (4,18kJ/kg) h = 426 m 2. Sebuah pemanas air menggunakan listrik sebagai sumbernya digunakan untuk memanaskan 3 kg air pada 80oC. Usaha yang diberikan filamen pemanas 25 kJ sementara panas yang terbuang karena konduksi sebesar 15 kkal. Berapa perubahan energi internal sistem dan temperatur akhir ? Jawab Panas terbuang 15 kkal = 62,7 kJ Q = U + W -62,7 kJ = U -25 kJ U = -37,7 kJ

T = 76,9oC 3. Suatu sistem menyerap 1500 J kalor dari lingkungannya dan melakukan 2200 J usaha pada lingkungannya. Tentukan perubahan energi dalam sistem. Naik atau turunkah suhu sistem? Diket Q = 1500 J W = 2200 J

p1V1 p1V1 pV = nR ,nRT p1V1p1=V1 , 1 tan T1 = 1 1 = kons nR T1 nR p1V1 p2V2 pV = T2 = 2 2 T1 T1 T2 p: Ditanya1V1 U p2 = 3 p1 V2 = V1 Jawab : p1V1 T2 = 3T1 = 3 nR U=QW = 1500 2200 = - 700 J Karena energi dalam sistem bernilai negatif maka suhu sistem menurun (T2 < T1) 4. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan siklus proses-proses yang terjadi pada mesin diesel (gasoline internal combustion engine).

a). Tentukan tekanan dan temperatur pada setiap keadaan (titik) dalam p1, V1 dan perbandingan panas jenis . b). Hitung efisiensi dari mesin diesel ini jawab a)

Titik 1 : 1 2 : Proses isokhorik

p12V2 p3V3 V1 pV = nR = kons tan 3 = 3 3 T2 = T T1 p4V2 pT2 3 pT3.25) p p1VV , 4p0V4V)p1Vp1V1 2 3V (4V4.25) , 414= 1225.125 1 01 , 3 , p ( = 33(0V1 ,1p1T4 1V1 ,( . 0T3 ) pTV14 = pTV2 nRp4 =ppV nRnR p1 1 p1V 4 2V 2 2 1V2T4 3 = 4 T p= p3V3V p2V2 = p3V3 2 3 =pV 1 T1 T2 1 p4 2 1 43 0 .3 p V4 = VV1 T4p= = (pT25)V31 4 4 p2 = 3 p1 V2 = V1 p3 V2 (0.25) p1 12(0.25) p1V1 pV V3 = 4V0.25)p V1p p2T4 = p = 3( p = = 4(0.25) 1 1 4V 3(0.25) p T23 = 3T12 = 3 1 1 3 nR nR 2 1 nR p3 = 3(0.25) p1 V V 3 p V 12(0.25) p1V1 Titik 2 : T3 = 2 3 T2 = (0.25) (4) 1 1 = V V nR nR 3 2 2 3 : Proses adiabatik

Titik 3 : 3 4 : Proses isokhorik

4 1 : Proses adiabatik

Titik 4 :

5. Sejenis gas berada dalam wadah yang memiliki volum 2 m3 dan tekanan 4 atm. Hitung

1 V1 3 usaha luar yang dilakukan gas jika : a. Gas memuai pada tekanan tetap sehingga volumnya mejadi dua kali semula. b. Gas dimampatkan pada tekanan tetap sehingga volumnya mejadi sepertiga semula. (1 atm = 1,0 x 105N/m2) Penyelesaian Diket : V1 = 2 m 3 p = 4 atm = 4 x 105 N/m2 Ditanya : W, jika: a. V2 = 2V1 b. V2 = jawab a. W = p V = p ( V2 V1 ) = p ( 2V1 V1) = pV1 = ( 4 x 105 ) 2 W = 8 x 105 J b. W = p V = p ( V2 V1) = p ( 1/3 V1 V1) = p (-2/3 )V1 = (-2/3)pV1 = (-2/3) 4 x 105 x 2

W = - 5,33 x 105 J

6. Hitunglah usaha yang dilakukan jika gas melakukan proses A-B-C seperti terlihat pada grafik p-V di bawah ini. Penyelesaian: Usaha = luas siklus W = luas segitiga W = x alas x tinggi W = (4-0,5)(450000-200000)

W = x3,5x250000 W = 437500 J 7. Serangkaian proses termodinamika ditunjukkan pada diagram di bawah kurva a-b dan d-c = proses isokorik (volume konstan). Kurva b-c dan a-d = proses isobarik (tekanan konstan). Pada proses a-b, Kalor (Q) sebanyak 600 Joule ditambahkan ke sistem. Pada proses b-c, Kalor (Q) sebanyak 800 Joule ditambahkan ke sistem. Tentukan : a) Perubahan energi dalam pada proses a-b b) Perubahan energi dalam pada proses a-b-c c) Kalor total yang ditambahkan pada proses a-d-c

P1 = 2 x 105 Pa = 2 x 105 N/m2 P2 = 4 x 105 Pa = 4 x 105 N/m2 V1 = 2 liter = 2 dm3 = 2 x 10-3 m3 V2 = 4 liter = 2 dm3 = 4 x 10-3 m3 jawaban : a) Perubahan energi dalam pada proses a-b Pada proses a-b, kalor sebanyak 600 J ditambahkan ke sistem. Proses a-b = proses isokorik (volume konstan). Pada proses isokorik, penambahan kalor pada sistem hanya menaikkan energi dalam sistem. Dengan demikian, perubahan energi dalam sistem setelah menerima sumbangan kalor :

b) Perubahan energi dalam pada proses a-b-c Proses a-b = proses isokorik (volume konstan). Pada proses a-b, kalor sebanyak 600 J ditambahkan ke sistem. Karena volume konstan maka tidak ada kerja yang dilakukan oleh sistem. Proses b-c = proses isobarik (tekanan konstan). Pada proses b-c, kalor (Q) sebanyak 800 Joule ditambahkan ke sistem. Pada proses isobarik, sistem bisa melakukan kerja. Besarnya kerja yang dilakukan sistem pada proses b-c (proses isobarik) adalah : W = P(V2-V1) tekanan konstan W = P2 (V2-V1) W = 4 x 105 N/m2 (4 x 10-3 m3 - 2 x 10-3 m3) W = 4 x 105 N/m2 (2 x 10-3 m3) W = 8 x 102 Joule W = 800 Joule Kalor total yang ditambahkan ke sistem pada proses a-b-c adalah : Q total = Qab + Qbc Q total = 600 J + 800 J

Q total = 1400 Joule Kerja total yang dilakukan oleh sistem pada proses a-b-c adalah : W total = Wab + Wbc W total = 0 + Wbc W total = 0 + 800 Joule W total = 800 Joule Perubahan energi dalam sistem pada proses a-b-c adalah :

Perubahan energi dalam pada proses a-b-c = 600 J c) Kalor total yang ditambahkan pada proses a-d-c Kalor total yang ditambahkan pada sistem bisa diketahui melalui persamaan di bawah :

Kalor total yang ditambahkan pada proses a-d-c = perubahan energi dalam pada proses a-d-c + kerja total yang dilakukan pada proses a-d-c Kalor dan kerja terlibat dalam perpindahan energi antara sistem dengan lingkungan, sedangkan perubahan energi dalam merupakan korban dari adanya perpindahan energi antara sistem dan lingkungan. Karenanya perubahan energi dalam tidak bergantung pada proses perpindahan energi. Sebaliknya, kalor dan kerja sangat bergantung pada proses. Pada proses isokorik (volume sistem konstan), perpindahan energi hanya dalam bentuk kalor saja, sedangkan kerja tidak. Pada proses isobarik (tekanan konstan), perpindahan energi melibatkan kalor dan kerja Walaupun tidak bergantung pada proses, perubahan energi dalam bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem. Apabila keadaan awal dan keadaan akhir sama maka perubahan energi dalam juga selalu sama, walaupun proses yang ditempuh berbeda-beda. Keadaan awal dan keadaan akhir untuk proses a-b-c pada grafik di atas = keadaan awal dan keadaan akhir proses ad-c. Sambil lihat grafik ya Dengan demikian, perubahan energi dalam pada proses a-d-c = 600 J Perubahan energi dalam sudah beres. Sekarang giliran kerja yang dilakukan sistem

Kerja (W) total yang dilakukan pada proses a-d-c = W pada proses a-d + W pada proses d-c Proses a-d merupakan proses isobarik (tekanan konstan), sedangkan proses d-c merupakan proses isokorik (volume konstan). Karena volume konstan maka tidak ada kerja yang dilakukan pada proses d-c. Terlebih dahulu kita hitung kerja yang dilakukan pada proses a-d. Sambil lihat grafik ya, biar dirimu tidak pake bingung. Wad = P(V2-V1) tekanan konstan Wad = P1 (V2-V1) Wad = 2 x 105 N/m2 (4 x 10-3 m3 - 2 x 10-3 m3) Wad = 2 x 105 N/m2 (2 x 10-3 m3) Wad = 4 x 102 Joule Wad = 400 Joule W total = W pada proses a-d + W pada proses d-c W total = 400 Joule + 0 W total = 400 Joule Dengan demikian, banyaknya kalor yang ditambahkan pada proses a-d-c adalah :