Anda di halaman 1dari 10

Proposal Seminar Tugas Akhir

B AB I
PROPOSAL tugas akhir
Pada bab ini akan diuraikan alasan pemilihan judul dalam latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian. Latar Belakang Tempat tinggal adalah salah satu kebutuhan primer yang harus terpenuhi untuk kelangsungan hidup manusia. Selanjutnya, seiring perkembangan waktu, manusia bertumbuh dengan sangat cepat yang berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal, dan semakin beragamnya jenis kegiatan manusia mengharuskan manusia untuk tidak bisa lagi menetap di tempat asalnya, namun harus berpindah ke tempat lain untuk kelangsungan pekerjaannya. Oleh karena itu dibutuhkan seatu tempat tinggal yang bisa dihuni secara massal untuk para pendatang tersebut, demi terciptanya suatu tatanan perkotaan dan penduduk yang ideal dan Rumah Susun Sewa dapat menjadi salah satu solusinya. Pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia dan penyebarannya ke seluruh kota-kota besar menjadi motivasi dan tantangan bagi dunia arsitektur untuk mampu menyediakan sarana pemukiman yang layak huni. Hal ini menjadi penting agar setiap pendatang baru di suatu daerah, entah itu dari satu kota/ provinsi ataupun lintas kota/provinsi, tidak menjadi terlantar atau mendirikan

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

bangunan di atas lahan yang tidak semestinya, masalah pemukiman seperti ini harus dicarikan pemecahan yang terbaik. Daerah perkotaan yang mempunyai kesan tertib, teratur, aman dan mampu memberikan peluang serta harapan bagi para pencari kerja yang datang ke kota tersebut dengan tujuan mencari kehidupan yang lebih baik dibanding daerah asalnya, hal tersebutlah yang menjadi alasan utama bagi para pendatang di kota-kota besar. Situasi perpindahan penduduk dari daerah pedesaan (rural) ke daerah perkotaan (urban) atau yang dikenal sebagai urbanisasi itu pada umumnya lebih banyak terjadi di negara- negara berkembang dimana terjadi jurang perbedaan yang mencolok antara pembangunan di daerah perkotaan dengan kondisi di pedesaan dan situasi tersebut juga terjadi di Indonesia. Bila di negara-negara Barat (khususnya Eropa Barat dan Amerika Utara) dan negara-negara Asia Timur yang telah maju perekonomiannya, pembangunan daerah perkotaan telah berjalan cepat dan merata, di samping jumlah penduduknya yang tidak terlalu besar, namun sangat produktif dan modern, sedangkan di negara-negara berkembang (seperti: daerah Asia Selatan, Tenggara dan Afrika) situasinya lebih parah lagi dimana pertumbuhan penduduk daerah perkotaan jauh mendahului perkembangan prasarana dan sarana yang bisa disediakan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah kotanya. Ledakan penduduk di daerah perkotaan merupakan tantangan serius dalam bidang pemukiman dan pengendalian penduduk di seluruh dunia, baik di negara-negara maju dan terlebih di negara-negara yang sedang berkembang, khususnya dalam e r a Globalisasi sekarang ini yang menuntut segala sesuatunya untuk diselesaikan secara cepat. Bagi sebagian pendatang di suatu daerah, tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, entah itu dari latar belakang pendidikan, status sosial dan ekonomi. Bagi mereka (kaum pendatang) yang berasal dari latar belakang ekonomi ke bawah tentu juga harus mendapat perhatian menyangkut tempat pemukiman mereka, pemukiman yang bersih, sehat, tertib, berwibawa dan dengan harga yang terjangkau serta alternatifnya akses jalan yang baik serta dekat dengan pusat

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

kegiatan masyarakat perkotaan tentu menjadi solusi yang efektif bagi para masyarakat pendatang tersebut, dibanding bersikap acuh sehingga mereke menciptakan kawasan- kawasan kumuh dan menempatkan diri mereka sebagai penghuni dari lokasi kumuh ke dalam bangunan liar. Rumah Susun Sewa adalah sebagai salah satu usulan pemecahan dalam hal penempatan warga pendatang baru tersebut. Definisi bertingkat yang Rumah dalam Susun sendiri adalah: Bangunan gedung satu lingkungan yang terbagi dalam dibangun

bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dan dalam arah horisontal maupun vertikal sebagai satuan- satuan yang dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama/benda bersama dan tanah bersama. (Data UU RI No.16 Tahun 1985, tentang Rumah Susun). Di Bali sendiri, jumlah penduduknya semakin bertambah, berdasarkan dari hasil sensus penduduk tahun 2010 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia dalam situs internet mereka (http://www.bps.go.id/) tercatat bahwa penduduk di Provinsi Bali telah mencapai 3.890.757 jiwa, atau meningkat sekitar 17% dari data yang dikeluarkan oleh BPS pada tahun 2005 yang tercatat sekitar 3.383.572 jiwa. Sedangkan luas Pulau Bali secara geografis adalah 5.634 km2 dengan kepadatan adalah sekitar 690,7/km, hal ini menjadikan Bali sebagai salah satu pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia, sebab jika ruang ideal untuk bergerak bagi seorang manusia adalah 2 m2 (Sumber: Neufert), maka jumlah penduduk yang ideal di Bali adalah sekitar 1.600.000 jiwa, namun ini telah melewati batas ideal sebesar 2,5 kali lipat.

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

Peningkatan jumlah penduduk yang sangat besar tersebut sudah pasti menimbulkan masalah dalam hal pemukiman penduduk, sebab penduduk pendatang yang berasal dari luar Bali juga tercatat meningkat, sekitar 25.00030.000 jiwa diperkirakan sebagai penduduk pendatang pada tahun 2010. Namun, sebagian dari para pendatang tersebut malah mencemari Bali dengan membangun rumah/ gubuk tanpa izin dan membuat komunitas pada darah yang kumuh, alasan mereka adalah karena tidak adanya tempat tinggal yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pada fenomena tersebut, pembangunan Rumah Susun Sewa dapat menjadi solusi yang mengena untuk menanggulangi masalah pemukiman bagi masyarakat pendatang, dan Denpasar dipilih menjadi lokasi pembangunan dikarenakan Denpasar adalah satu-satunya perkotaan di Bali dan telah menjadi pusat utama kegiatan penduduk Bali. Pengadaan Rumah Susun, adalah didasarkan alasan penghematan lahan dan kemampuan daya tampung/kapasitas yang tinggi dari bangunannya yang peruntukannya bagi warga masyarakat korban tergusur dan untuk kalangan berpenghasilan rendah yang belum m a m p u memiliki/menyewa tempat tinggal permanent yang layak huni. Kenyataan yang terjadi di Pulau Jawa memperlihatkan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah tadi, bisa mengadaptasi pola kehidupan vertikal dalam Rumah Susun Sewa (Rusunawa). Sehingga besar kemungkinan pula sukses diterapkan di Pulau Bali. Rumusan Masalah

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

Adapun beberapa permasalahan yang akan dibahas terkait dengan judul yang diangkat yaitu :
a. Bagaimana mewujudkan suatu pembangunan Rumah Susun Sewa

sebagai solusi jitu terhadap penanganan ,asalah pemukiman penduduk di Bali?


b. Bagaimana membuat suatu fasilitas dalam wujud bangunan atau ruang

yang mampu mewadahi aktivitas para penduduk pendatang dengan berbagai kesibukannya di Kota Denpasar?
c. Bagaimana konsep yang tepat untuk perancangan sebuah tempat khusus

terhadap upaya pengendalian masalah pemukiman di Bali? Tujuan Adapun tujuan dari yang ingin dicapai dalam perencanaan dan perancangan Rumah Susun Sewa di Denpasar adalah: a. Tujuan penulisan Untuk dapat menyusun landasan konseptual yang merupakan landasan perencanaan dan perancangan sebagai landasan desain bagi Rumah Susun Sewa di Denpasar. b. Tujuan perancangan Adapun tujuan dari proyek ini adalah untuk mewujudkan suatu wadah yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan aktivitas kepada penduduk pendatang baru di Denpasar yang berupa Rumah Susun Sewa yang memenuhi seluruh persyaratan tempat tinggal. Metode Penelitian
1.4.1

Teknik Pengumpulan Data Data Primer Merupakan informasi yang bersumber dari penelitian langsung dari sumbernya, dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Data primer ini dapat diperoleh dengan :

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

Wawancara, yaitu mengumpulkan data melalui dialog

langsung dengan para pakar di bidang pemukiman dan pemerhati masalah kependudukan untuk mendapatkan input yang berkualitas. Sampel, yaitu mengambil contoh beberapa keadaan tempat tinggal penduduk pendatang dan untuk kemudian dibuat sampel tentang seberapa besar kebutuhan penduduk pendatang di Bali akan kehadiran Rumah Susun.
-

Survey lapangan, yaitu melakukan pengamatan lansung

pada tapak untuk mendapatkan data lokasi mengenai bentuk tapak, lalu lintas di sekitar tapak, kebisingan dan kondisi eksisting tapak.

Data Sekunder Merupakan informasi yang telah dikumpulkan oleh pihak-pihak

tertentu, sehingga peneliti bisa mengambil / meminta data-data tersebut, dalam hal ini peneliti tidak langsung memperoleh data dari sumbernya sendiri, antara lain :
-

Studi literatur, yaitu pengumpulan data yang diperoleh

dengan jalan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan proyek Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar, seperti buku-buku yang berkaitan dengan kesehatan, majalah-majalah, artikel-artikel, peraturanperaturan serta kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang berkaitan dengan pengadaan Rumah Susun Sewa.
-

Data instansional, yaitu mencari data-data dengan

menghubungi instansi terkait (Dinas PU, Dinas Kependudukan dan lainlain) untuk memperoleh data yang berhubungan dengan pengadaan Rumah Susun di Denpasar ini.

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

B AB II
TINJAUAN PUStaKA
Tinjauan Pustaka Pada bagian ini dipaparkan teori-teori serta pustaka yang akan dipakai pada waktu penelitian. Teori-teori ini diambil dari buku literatur dan dari internet dengan alamat situs yang resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Teori yang dibahas meliputi teori tentang penelitian terhadap Rumah Susun Sewa dan hal-hal yang terkait

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

dengan objek tersebut. Pengertian : Bangunan gedung bertingkat dibangun untuk tempat hunian yang dilengkapi bagian bersama. Rumah Susun diperlukan untuk mengantisipasi :

dalam satu lingkungan,

merupakan satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan, terutama

Laju pertambahan penduduk Pertambahan luas perkotaan Bertambahanya kebutuhan hunian Bertambahnya fasilitas pelayanan Harga lahan semakin meningkat Usaha Memasyarakatkan Rumah Susun :

Penyuluhan terhadap masyarakat. Harga jual RUSUNAWA. Menurunkan biaya hidup tinggal di RUSUNAWA. Menyediakan kemudahan dalam bertempat tinggal. Memberi kepastian hokum (legal).

Tipe Rumah Susun


Tipe kecil: T-28, T-36, T-45 Tipe golongan menengah: T-36, T-54, dan T-70 Tipe golongan mewah: luas diatas 100 m

Keterjangkauan Rumah Susun


Berdekatan dengan pusat kegiatan kota dan bersifat strategis Masih dapat dijangkau pedestrian dan jaringan angkutan umum kota Sesuai rencana peruntukan tata ruang wilayah kota

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

***

Daftar PUSTAKA
Chiara, Joseph De & Callender, Jhon Hancock, Time Saver Standard for Buillding Types, Me Grow-Hill, New York, 1983. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, 2008. Juwana, Jimmy S., Panduan Sistem Bangunan Tinggi, Erlangga, Jakarta, 2005. _______, Data Arsitek Edisi 33 Jilid 1 Alih Bahasa Sunarto Tjahjadi, Erlangga, Jakarta, 1996. _______, Data Arsitek Edisi Kedua Jilid 2 Alih Bahasa Sjamsu Amril, Erlangga, Jakarta, 1999. Saraswati, Metodologi Perancangan Arsitektur 1, Diktat Kuliah Metodologi Perancangan Arsitektur 1, 2005.

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

Proposal Seminar Tugas Akhir

Pembangunan Rumah Susun Sewa di Denpasar

10