Anda di halaman 1dari 1

O2 tanpa humidifier?

Salah satu penelitian di Jepang tahun 1999 ( Faculty of Medicine, Tottory University); dari 15 pasien yang diberikan O2 dengan menggunakan humidifier kemudian diganti dengan O2 tanpa humidifier (Dry Oxygen), hasilnya; tidak satupun dari 15 pasien tersebut mengalami iritasi dengan mukosa hidung mereka dan semua mengatakan bahwa tidak ada perbedaan penggunaan O2 dengan humidifier maupun tanpa humidifier. sebenarnya alasan penggunaan humidifier sendiri hanya untuk memberikan kelembaban kedalam saluran napas untuk mencegah iritasi mukosa. Tapi sebenarnya hal ini tidak akan terjadi jika penggunaan O2 sesuai prosedur. Jika kita gunakan O2 dengan nasal kanul, penggunaan direkomendasikan 16 liter, tapi lebih dianjurkan tidak lebih dari 4 ltr/menit. Sebab jika nasal kanul diberikan lebih dari 4 ltr/mnt hanya akan mubazir padahal kenaikan konsentrasi 02 hanya sekitar 40-45% saja. kenapa tidak menggunakan yang lebih efektif? seperti NRM. Jika penggunaan 02 dengan sungkup (NRM, RM) tidak akan terjadi iritasi walaupun 02 diberikan lebih dari 4ltr/mnt sebab aliran 02 tidak langsung masuk ke dlm rongga hidung. Penelitian lain oleh EJ. Campbel, dari 99 pasien diberikan 02 terhumidifier dan 86 diberikan 02 tanpa humidifier dengan aliran 02 5 ltr/mnt selama 3 bln musim dingin hasilnya adalah; 42,9% dan 43.9% mengeluh mengalami iritasi pada rongga hidung mereka (perbedaannya tidak signifikan). Justru kenyataan dilapangan penggunaan 02 dengan humidifier adalah air yang digunakan untuk pelembab sering kelihatan sudah berlumut, kotor karena tidak diganti-ganti. Bahaya didepan hidung sudah pasti.