Anda di halaman 1dari 8

a. Pendahuluan Sementum adalah lapisan jaringan mesenkim tipis avaskuler terklasifikasi yang menutupi dentinnpada akar anatomis.

Sementum merupakan satu dari empat jaringan pendukung gigi pada rahang (periodonsium). Selain tulang alveolar, ligamen periodontal, dan gingiva. Walaupun terbatas pada akar gigi manusia, sementum ada pada mahkota gigi beberapa mamalia sebagai adaptasi terhadap diet herbivora. Sementum bervariasi dalam ketebalan pada level yang berbeda. Paling tebal pada bagian apeks akar dan interadikuler pada gigi dengan akar banyak dan paling tipis pada bagian servikal. Ketebalan pada servikal sekitar 10-50m dan pada apikal sekitar 50-200m (walaupun dapat melebihi 600m). b. Fungsi Sementum Fungsi yang paling utama dari sementum adalah : 1. Menyediakan media perlekatan ke serat-serat kolagen dari ligamen periodontal. Dalam hypophosphatasia, yang merupakan penyakit keturunan, terdapat kelonggaran dan kehilangan dini gigi sulung anterior. Hal ini karena hampir tidak ada kehilangan total dari sementum. 2. Sementum lebih keras daripada tulang alveolar dan tidak memiliki suplai darah, dan tidak menunjukkan resorpsi dibawah kekuatan pengunyahan atau ortodonti, integritas gigi dipertahankan dan tulang alveolar yang bersifat elastis secara alami mengalami perubahan bentukyang memenuhi persyaratan ortodotik. 3. Sementum memiliki aset endapan terus menerus dan melakukan patchwork atau perbaikan untuk kerusakan seperti fraktur atau resorpsi dari permukaan akar. 4. Deposisi sementum reguler pada puncak akar membantu untuk mengisi ketinggian gigi yang hilang karena pemakaian oklusal atau membantu dalam erupsi pasif gigi.

c. Sifat Fisik Sementum berwarna kuning pucat dengan permukaan kusam. Itu lebih lunak daripada dentin. Permeabilitas bervariasi dengan usia dan jenis sementum , varietas selular menjadi lebih permeabel. Secara umum, sementum lebih permeable dibandingkan dentin. Seperti jaringan gigi lainnya, permeabilitas menurun sesuai dengan usia. Kelunakan relatif dari sementum, dikombinasikan dengan tipisnya bagian servikal, berarti bahwa mudah hilang oleh abrasi ketika resesi gingiva yang memperlihatkan permukaan akar ke rongga mulut. Kehilangan sementum dalam kasus seperti itu akan mengekspos dentin.

d. Sifat kimia Sementum berisi tentang bahan basah-berat 65% anorganik material, 23% bahan organik dan 12% air. Dengan volume bahan anorganik terdiri dari sekitar 45%, 33% bahan

organik dan air 22%. Tingkat mineralisasi bervariasi diberbagai bagian dari jaringan; beberapa zona aselular mungkin lebih tinggi klasifikasinya dari dentin. Komponen utamanya adalah anorganik hidroksiapatit, walaupun bentuk-bentuk lain dari kalsium yang hadir pada tingkat yang lebih tinggi daripada enamel dan dentin. Kristal hidroksiapat yang tipis dan berbentuk piringan seperti dan seperti yang ada di tulang. Lebarnya sekitar 55 nm rata-rata dan tebal 8 nm. Panjang mereka bervariasi , tetapi nilainilai yang berasal dari bagian yang dipotong dengan pisau berlian adalah adalah diabaikan karena penghancuran panjang dari kristal mereka seperti eksternal. Ini misalnya adalah kebenaran dari tingkar fluorida, yang juga lebih tinggidi aselular daripada di sementum seluler. Matriks organik terutama kalogen. Kolagen ini hampir semua jenis. Selain itu, unsur-unsur non kolagen diasumsikan untuk menjadi serupa dengan yang ditemukan dalam tulang. Namun , karena kesulitan mendapatkan bhan yang cukup untuk analilsis, informasi yang ada kurang tersedia. Namun demikian, diantara molekulmolekul penting diketahui untuk hadir adalah sialoprotein, osteoportin, dan kemungkinan sementum lain khusus yang diduga akan terlibat dalamperlelatan kembali periodontal atau remineralisasi.

e. Sementogenesis Sementum diendapkan pada permukaan dentin akar. Dalam sementogenesis, pembentukan sementum aselular (primer) dan sementum selular (sekunder) menempati tempat. Sementum berkembang dari aktivitas-aktivitas sel-sel mesenkim folikel gigi setelah fragmentasi selubung epitel. Setelah pembentukan dentin, hilangnya kontinuitas terjadi pada selubung akar epitel. Hal ini memungkinkan sel-sel yang dari lapisan investasi folikel gigi untuk datang dan terletak dpermukaan dentinakar dan isi induksi untuk membedakan dengan sementoblast mengeluarkan kolagen dan komponen substansi dasar. Pembentukan sementum di mulai setelah lapisan pertama dentin akar tersebut diletakkan. Ada pembentukan lapisan struktur, lapisan termineralisasi tinggi, ketebalan sekitar 10 mikron pada permukaan dentin akar. Hal ini dikenal dengan sementum menengah. Sebagai bentuk serat kolagen mantel dentimn, mereka tidak langsung disimpanpada lapisan basal, mendukung selubung akar. Sebuah kesenjangan sekitar 10 mikron sebelah kiri yang mana diisi dengan substansi dasar dan material yang berhubungan dengan saraf. Lapisan basal mendukung selubung akar, dan selubung akar mengembangkan retikulum endoplasma kasar dan mengeluarkan material. Bahan ini membantu dalam pembentukan sebuah sementum menengah. Ketika informasi dentin akar telah dimulai, selubung akar epitel hertwigs yang berkelanjutan, fragmen dan bentuk sebuah jaringan. Jaringan ini memungkinkan sel mesenchymal untuk lewat antara sel-sel selubung akar. Sekarang jaringan ini datang ke aposisi dengan permukaan akar yang baru dibentuk. Sel-sel mesenchymal dikenal sebagai sementoblast. Peningkatan ini sementoblas dalam ukuran dan mereka mengembangkan semua organel sitoplasma yang mensintesis dan mengeluarkan protein.

Sekarang sel-sel ini dimulai menanamkan matriks organik sementum, yang terdiri dari serat kolagen dan substansi dasar. Sementum tersebut diletakkan jauh perlahan-lahan ketika gigi erupsi. Sementum ini adalah aselular atau primer. Ketika gigi menjadi oklusi, bentuk sementum lebih ke sekitar 2/3 apikal akar yang memiliki proporsi kolagen yang besar. Sementoblast menjadi terjebak dalam lakuna di dalam sementum ini, maka matriks disebut seluler (sekunder) sementum. Kelanjutan dan ketebalan sementum pada permukaan akar secara bertahap dan perlahan-lahan meningkat dengan usia. Selama sementogenesis, sementoblas mempunyai organel intrasitoplasma yang bertanggung jawab atas sintesis dan sekresi matriks organik. Sebagian besar kolagen dalam sementum primer berasal dari serat Sharpeys dari ligamen periodontal. Ini juga dikenal sebagai serat ektrinsik dari sementum. Sel-sel selubung akar epitel hertwigs bermigrasi dari permukaan akar menuju sel-sel yang berdekatan kantung gigi. Sel-sel selubung akar gigi epitel hertwigs dari sisa-sisa sel epitel malassez yang ditemukan dalam ligamen periodontal gigi-gigi benar-benar terbentuk.

f. Sel sementum Sel yang berguna dalam pembentukan sementum adalah sementoblast dan sementosit. Smentoblast mensintesis kolagen dan protein polisakarida yang merupakan matriks organik. Dari sementum setelah epithel hertwigs terputus, sementoblast terbentuk dari diferensiasi sel mesenkim. Sementoblast bertanggung jawab untuk menghasilkan sementum. Ketika teraktifasi, smentoblast disekitarnya, sel pulmp dengan basofiliks sitoplasma. Sel ini juga membentuk aparatus golgi, mitokondria, dan kalenjar retikulum endoplasma. Matriks dari sementum yang tidak terkalsifikasi disebut sementoid. Minrealisasi sementum dimulai setelah pembentukan beberapa matriks organik dari semntum. Mineralisasi dari sementoid membutuhkan waktu yang lama mulai dari deposisi kalsium dan ion fosfat dalam pembentukan hidroksiapatit. Ini merupakan proses yang berkesinambungan, lapisan sementoid yang baru terbentuk setelah yang lama terkalsifikasi. Sementoblast biasany terlihat pada lapisan sementum . jaringan sementoid dilapisi oleh sementoblast. Beberapa serabut jaringan ikat dari ligamen periodontal masuk diantara sementoblast melewati sementum. Sementoblast paling tipis terletak pada sementoenamel junction, dan cementoblast yang paling tebal terletak di sekitar ujung akar. Dengan ini pertumbuhan terus berlanjut, sementoblast juga berkontribusi pada pemanjangan akar. Sementoblast memiliki struktur lamela yang mirip tulang dan terlihat garis yang terpotong dari bagian yang tidak teraktifasi. Garis incremental lebih terkalsifikasi dibanding intralamela sementum. Garis incremental juga terdapat pada aselular dan selular sementum. Garis incremental juga terdapat pada aselular dan selular sementum. Serat Sharpeys juga lebih banyak membentuk sementum aselular.

Ini terlihat pada mikroskop elektron bahwa permukaan resting semental terlihat kecil. Dikelilingi proyeksi yang sesuai ke pusat serat Sharpes. Permukaan semental dengan mineralisasi yang aktif memiliki banyak bagian terbuka dengan ukuran kecil, yang merupakan tenpat masuknya serat sharpeys masuk ke dalam gigi. Serat Sharpeys banyak membentuk struktur dari aselular. Ini memiliki peran penting dalam menopang gigi ke rahang. Serat Sharpes tepat masuk ke permukaan akar dan berpenetrasi sangat dalam melalui semntum. Angka, ukuran, dan distribbusi dari serat Sharpeys meningkat seiring penggunaan gigi. Serat yang merupakan percabangan dari serat Sharpeys disebut serabut ektrinsik. Serat kolagen yang merupakan percabangan dari sementoblast disebut serabut intrinsik. Serabut intrinsik tersusun pararel dengan permukaan akar. Serat kolagen yang terdapat pada sementum adalah serabut ektrinsik dan intrinsik. Struktur dari aselular semntum tyang terkalsifikasi yang terbuat dar serat kolagen dan substansi dasar serat Sharpeys juga terkalsifikasi sempurna pada sementum aselular. Material anorganik berorientasi secara pararel terhadap serat kolagen dari sel semntum. 10-50 lebar zona Sharpeys dekat sementodentinal junction terkalsifikasi sebagian. Lapisan luar dari serat Sharpeys lebih terkalsifikasi dari lapisan dalam. Sementum aselular terbnetuk setelah gigi mencapai permukaan oklusi. Itu lebih tidak teratur dan sel matriks yang terdapat disebut smentosid. Sementosid juga terdapat pada ruang tersendiri yang disebut lakuna dan prosesusnya terdapat di dalam kanalikuli. Kanalikuli tersusun di sekitar ligamen periodontal. Sementum aselular lebih ke koronal. Sedangkan sementum selular lebih ke apikal dan akar. Sementum selular terkalsifikasi lebih sedikit dibanding smentum aselular. Serat Sharpeys mempunyai peran yang kecil dalam pembentukan selular sementum dan dipisahkan oleh serat kolagen. Serat kolagen tersusun pararel pada permukaan akar selular sementum lebih cepat daripada aselular semnentum. Sementum aselular banyak menutupi pada bagian apikal. Pembentukan Sementum berlanjut terus eumur hidup. Aselular dan selular sementum tersusun dlam lamela-lamela.

g. Klasifikasi Sementum Berbagai klasifikasi sementum yang ditemui dapat diklasifikasikan dalam cara yang berbeda ; ada tidaknya sel, sifat dan asal dari matriks organik dan menurut schroeder. 1. Klasifikasi berdasarkan ada tidaknya sel a. Sementum aselular Sementum aselular adalah semntum yang pertama kali dibentuk dan menutupi kira-kira 1/3 atau akar gigi. Sementum ini dibentuk sebelum gigi mencapai bidang oklusal dan ketebalan berkisar antara 30-230m. Sementum aselular kebanyakan terdiri dari serabut Sharpeys yang peran utamanya menyangga gigi. Sebagian serabut masuk kira-kira dengan sudut yang tepat ke dalam permukaan akar dan berpenetrasi ke dalam sementum, tetapi beberapa masuk melalui arah yang berbeda. Ukuran, bentuk, dan distribusi meningkat seiring dengan fungsinya.

Serabut Sharpeys terklasifikasi sempurna dengan kristal mineral yang tersusun secara pararel terhadap serabut seperti di tulan dan dentin kecuali dalam lebar area 10-50m dekat cementoenamel junv=ction yang hanya sebagian terklasifikasi. Bagian perifer dasri serabut Sharpeys secara aktif memineralisasikan sementum lebih terklasifikasi dibandingkan daerah anterior, berdasarkan bukti yang diperoleh dari scanning eectron microscopy. Sementum aselular juga mengandung serabut kolagen intrinsik yang terkalsifikasi dan tersusun reguler atau pararel terhadap permukaan. b. Sementum seluler Sementum seluler terbentuksetelah gigi mencapai bidang oklusal, lebih irreguler dan mengandung sel semntosit pada individual space (lakuna) yang berkomunikasi satu sama lain melalui sistem anastomosing canalicuni. Sementum selular kurang terkalsifikasi dibandingkan tipe aselular. Serabut Sharpeys menempati bagian yang lebih kecil dari sementum aselulardan dipusahkan dari serabut lain yang tersusun secara paralel terhadap permukaan atau acak. Serabut Sharpeys dapat mengalami klasifiksi sebagian atau hanya pusatnya saja atau inti yang tidak terkalsifikasi yang dikelilingi oleh batas yang berkalsifikasi. Baik sementum aselular maupun sementum selular tersusun dalam lamelalamela yang dipisahkan oleh garis paralel tambahan terhadap sumbu akar gigi. Garis ini menggambarkan periode istirahat dalam pembentukan semntum dan lebih termineralisasi dibandingkan sementum yang berdekatan. Tambahan, kehilangan pada bagian servikal dari berkurangnya epitel email pada saat gigi erupsi dapat meletakkan bagian email yang matang berkontak dengan jariangan penghubung, yang kemudian akan terdeposit di atas sementum tipe aselular afibril. Tabel perbedaan sementum aselular dan selular Sementum aselular Sementum Selular Tidak ada sel Lakuna dan kanalikuli mengandung sementosit dan prosesnya Berbatasan dengan dentin dengan batas Berbatasan dengan dentin dengan batas tidak jelas yang jelas Tingkat perkembangan relatif lambat Tingkat perkembangan relatif cepat Garis incremental relatif berdekatan Garis incremental relatif tebal Lapisan presementum sebenarnya tidak Ada lapisan presementum ada 2. Klasifikasi berdasarkan sifat dan asal matriks organik Sementum memperoleh matriks organiknya yang berasal dari dua sumber, yaitu : memasukkan serabut Sharpeys dari ligamen periodontal dan dari semntoblas. Hal ini memungkinkan klasifikasi sementum berdasarkan sifat dan asal serabut matriks. a. Serabut ekstrinsik Serabut ini berasal dari ligamen periodontal. Serabut sharpeys ini akan tetap menjadi sementum dalam arah yang sama dengan prinsip ligamen periodontal.

b. Serabut intrinsik Serabut ini berasal dari sementoblast. Serabut ini bergerak secara paralel menuju permukaan akar dan kira-kira dengan sudut yang tepat menuju serabut ekstrinsik. c. Serabut gabungan semntum Serabut ini terjadi keyika adanya serabut intrinsik dan ekstrinsik ke dalam jaringan. 3. Klasifikasi menurut Schoeder a. Acellular afibrillar cementum (ACC) Sementum ini tidak mengandung baik sel maupun serabut intrinsik atau ekstrinsik, kecuali substansi dasar yang termineralisasi. Sementum ini merupakan produk dari semntoblas dan ditemukan pada sementum koronal pada manusia dengan ketebalan 1-1,5 m. b. Acellular extrinsik fiber cementum (AEFC) Sementum ini hampir seluruhnya dari kumpulan pada serabut sharpeys dan tidak ada sel. Sementum ini dihasilkan oleh fibroblast dan smentoblast yang dapat ditemukan pada 1/3 servikal akar manusia tetapi memanjang hingga ke apikal dengan ketebalan 30-230 m. c. Acellular mixed stratified cementum (AMSC) Sementum ini tersusun dari serabut ekstrinsik (serabut Sharpeys ) dan intrinsik serta dapat mengandung sel. Sementum ini merupakan koproduk dari fibroblast dan semntoblast dan pada manusia muncul terutama pada 1/3 apikal akar dan akar serta daerah furkasi dengan ketebalan 100-1000 m. d. Cellular intrinsic fiber cementum (CIFC) Sementum ini mengandung serabut intrinsik tetapi tidak mengandung serabut ektrinsik. Semntum ini dibentuk oleh sementoblast dan pada manusia sementum ini mengisi resorpsi lakuna. e. Intermedied cementum Sementum ini merupakan zona yang tidak jelas dekat cementoenamel junction pada gigi tertentu yang tampaknya mengandung sisa selubung sel Hertwigs yang tertanam pada substansi dasar yang terkalsifikasi. Tabel klasifikasi sementum menurut Schoeder Tipe sementum AAC Komponen organik Matriks yang homogen, tidak ada sel, tidaka ada serabut Serabut kolagen (serabut Sharpeys), tidak ada sel Serabut kolagen intrinsik, sementosit Lokasi Fungsi

Pada sementoenamel Tidak diketahui junction Menambatkan gigi Adaptasi, perbaikan Adaptasi, menambatkan gigi

AEFC CIFC

CMSC

Servikal hingga pertengahan akar Apikal dan permukaan inradikular, resorbsi lakuna, garis fraktur Serabut kolagen Apikal dan permukaan intrinsik dan serabut intradikular Sharpes , sementosit

h. Sementoenamel Junction a. Tipe 1 Sementum dapat overlap melebihi email dari ujung serviks dengan jarak pendek, tipe ini hampir terdapat pada 60% gigi manusia. Overlap ini dikarenakan degenerasi dari ephitelium email diujung serviks. Ini memungkinkan jaringan ikat berkontak langsung dengan permukaan email dan berdiferensiasi menjadi sementoblast. Sementoblast menghasilkan lapisan dan sementum afibrillar. Sementum afibrillar tidak mengandung serat kolagen dengan 64nanometer periodicity. b. Tipe 2 Terdapat hampir 30% pada gigi manusia, smentum dan enamel bertemu seperti garis tajam. c. Tipe 3 Terdapat hanya sekitar 10% pada gigi manusia, smentum dan email gagal untuk bertemu. Ada daerah yang terbuka pada dentin yang berukuran kecil antara sementum dan email. Tetapi ini dapat ditutupi oleh sisa ephitel dari email. Kondisi ini terjadi karena keterlambatan pemisahan dari ephitel email pada daerah servikal dari akar. Pada tipe ini sementoenamel junction tidak terbentuk.

i. Cementodentinal Junction Sementodentinal junction adalah tempat pertemuan anatara dentin dan sementum. Semntum melekat pada denti. Sementodentinal junction pada gigi anak permukaannya kasar. Sementoenamel junction pada gigi permanen halus dengan mikroskop elektron, garis antara dua jaringan dapat terlihat. Serat kolagen dari sementum dan dentin hubungannya sangat kompleks. Sulit untuk menentukan yang mana serat kolagen dari semntum dan yang mana serat kolagen dari dentin. Area dari dekat dentin ke sementodentinal terlihat granular di dasar, ini dimungkinkan karena ikatan dan ujung dari tubulus dari dentin yang disebut serabut tomes. Dalam proses dekalsifikasi dan penampakan stain dalam histologinya, stain dari sementum lebih banyak ditemukan dibanding dentin. Pada beberapa gigi, dentin dipisahkan dari sementum oleh jaringan yang disebut intermediate sementum. Intermediet sementum tidak begitu terlihat seperti dentin dan sementum lebih sering terdapat pada daerah apikal dari gigi posterior, dan jarang terlihat pada gigi sudu maupaun anterior.kemungkinan ini terjadi karena tertahannya sel epitel hertwigs selama proses deposisi dentin atau matriks sementum. Area intermediet sementum dapat ditemukan pada jaringan penghubung atau hanya bisa ditemukan pada area yang tertutup, karakteristik dapat tidak beraturan dan daerah yang bercabang.

j. Resorbsi dan Perbaikan sementum

Walaupun sementum kurang rentan terhadap resorbsi dibandingkan tulang alveolar dengan tekanan yang sama (ortodonti) tapi sebagian besar akar gigi permanen masih memperlihatkan daerah resorbsi yang kecil dan terlokalisasi. Penyebab dari hal ini tidak diketahui, tapi mungkin dihubungkan dengan mikrotrauma. Resorbsi dibawa oleh multinucleated odontoclast dan mungkin berlanjut ke dalam akar dentin. Defisiensi diisi oleh deposisi jaringan mineralisasi, karena itu sebuah garis yang dikenal sebagai reversal line, memisahkan jaringan perbaikan dari jaringan normal. Pada potongan ini, odontoclast diresorbsi melalui lapisan tipis sementum aselular dan berpenetrasi ke dalam akar dentin. Selanjutnya perbaikan muncul dan sebuah lapisan pembentukan sel-sel (sementoblas) mendeposisikan lapisan tipis matriks (presemntum) di dalam defesiensi. Tidak beraturan dan staining hitam, reversal line, memisahkan jaringan repair dan lapisan dasar jaringan gigi sehingga memperlihatkan daerah antara dentin yang resorbsi. Jaringan perbaikan mirp dengan sementum aselular. Pembentukan sel-sel mempunyai kesamaan ultrastruktur dengan sementoblast. Garis-garis mirip dengan garis inkremental mungkin terlihat dan ada zona jaringan perbaikan belum terkalsifikasi homologous ke presementum. Terdapat perbedaan antara jaringan perbaikan dan sementum akan tetapi tergantung cepat atau lambatnya pembentukan jaringan perbaikan, perbedaannya sebagai beriku : 1. 2. 3. 4. 5. Lebar daerah perbaikan lebih lebar dari presementum Tingtat mineralisasi kurang Kristal-kristalnya lebih kecil Globulus klasifik ada Proses mineralisasi tidak sama rata.