Anda di halaman 1dari 14

Disusun Oleh : KELOMPOK III PENDIDIKAN EKONOMI (A) Sandra Tinuwo Santhi Bua Seni Surati Srinindi Kaendung

Sudiyatimin Rumegang Susanti Londo Tirza Singkoh Venly Muntu Veronika Lumewang Yanita Lahawia Yolanda Milo Yudit Budikase Yunice S. Tamaheang Lydia Polii

K A T A P E NG A N T A R

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esaena berkat dan tuntunan Nya sehingga makalah yang berjudul Pasar Modal, Pasar Uang dan Reksadana bisa terselesaikan. Kata Modal dan Uang, bagi mahasiswa Ekonomi tentunya tidak asing lagi dalam pendengaran. Dan banyak kali tidak sengaja dipelajari dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan Pasar Modal, Pasar Uang dan Reksadana yang telah menjadi bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan. Dan sangat penting untuk tahu dan mengerti ketiga hal ini. Hal ini sangat berpengaruh dalam bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Namun dalam penulisan ataupun penyusunan dari makalah ini masih banyak kekurangan. Baik itu dalam penulian, tata bahsa ataupun dari pemahaman materi yang ada. Karena itu diharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Kiranya makalah ini bisa berguna bagi para pembaca.

Tondano, Penyusun

November 2009

Kelompok III

DAFTAR ISI

Cover Depan Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan BAB II Pembahasan A. Pengertian Pasar Modal dan Perkembangan di Indonesia B. Peranan dan Manfaat Pasar Modal C. Lembaga Lembaga yang Terlibat di Pasar Modal D. Instrumen Pasar Modal E. Strategi Investasi dan Risiko Investasi di Pasar Modal F. Pengertian dan Pelaku Utama Pasar Uang G. Instrumen Pasar Uang H. Pengertian dan Sejarah Reksadana I. J. Tujuan Reksadana Jenis jenis Reksadana

1 2 3 4 4 4 5 5 6 6 7 8 8 8 9 11 11 12 13 13 14

K. Keuntungan Investasi di Reksadana BAB III Penutup A. Kesimpulan Daftar pustaka

B A B

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pasar Modal dan Pasar Uang sangat mempengaruhi perekonomian seantero dunia. Dan dalam hal tersebut ada juga Reksadana. Dan ketiga hal ini yaitu Pasar Modal, Pasar Uang dan Reksadana akan kita bahas dalam makalah ini.

B. Tujuan Tujuan dari pebuatan makalah ini adalah untuk menambahkan pengetahuan mengenai Pasar Modal, Pasar Uang dan Reksadana. Namun, tujuan utamanya adalah untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.

B A B

II

P E M B A H AS A N
A. Pengertian Pasar Modal dan Perkembangan di Indonesia Dalam arti sempit pasar modal adalah suatu pasar dimana dana dana jangka panjang baik hutang maupun modal sendiri diperdagangkan. Berdasarkan UU no. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal terdiri dari pasar perdana / primer (pasar primary) dan pasar sekunder (secondary market). Pasar primer merupakan penawaran surat surat berharga dari perusahaan yang menerbitkan kepada para pemodal selama jangka waktu tertentu sebelum surat surat berharga (sekuritas) tersebut terdaftar di bursa efek. Sedangkan pasar sekunder merupakan perdagangan surat berharga setelah melewati masa penawaran pada pasar perdana. Perkembangan pasar modal di Indonesia dimulai ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek Batavia pada akhir tahun 1912. pendirian bursa efek di Batavia diikuti dengan pendirian bursa efek di Semarang dan di Surabaya pada tahun 1955. selanjutnya memasuiki era kemerdekaan bursa efek Indonesia kembali diaktifkan dengan diterbitkannya obligasi pemerintah dan diberlakukannya Undang Undang Darurat tentang Bursa No.13 Tahun 1951 yang kemudian ditetapkan dengan UU No. 15 Tahun 1952. Namun usaha mengaktifkan bursa efek tidak mengalami perkembangan sampai decade 1970 an. Pemerintah mulai mengaktifkan kembali pasar modal di Indonesia pada tahun 1976 dengan dikeluarkan Keppres No. 52 tahun 1967 tentang Pasar Modal. Kemudian pada tanggal 10 Agustus tahun 1977 pemerintah membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) serta PT. Danareksa. Dan kegiatan operasional pasaar modal akhirnya memperoleh perhatian besar dari pemerintah dengan dikeluarkannya Keppres No. 53/1990 tentang pasar modal dan SK Mentreri Keuangan No. 119/KMK 010/1991 tentang Pasar Modal. Kemudian padad tahun 1991 didirikan PT. Bursa Efek Jakarta, sebagai tempatdan kegiatan transaksi perdagangan surat surat berharga berdasarkan akte notaries yang dibuat pada tanggal 4 desember 1991 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman RI tahun 1991.

B. Peranan dan Manfaat Pasar Modal

Secara makro, peranan pasar modal adalah sebagai piranti untuk melakukan alokasi sumber daya ekonomi secara optimal. Dengan berfungsinya pasar modal, maka alokasi sumber sumber ekonomi seperti sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal dapat dialokasikan secara optimal. Berbagai manfaat pasar modal dapat dinikmati oleh emiten, investor, dan pemerintah. Manfaat pasar modal bagi emiten, yaitu: 1. Perusahan yang menerbitkan sekurits pada pasar perdanan dan dapat memperoleh dana sekaligus dalam jumlah yang besar, 2. Dengan menerbitkan saham dapat mengurangi ketergantungan perushaaan (emiten) kepada bank dan dapat memperbaiki struktur modal, 3. Dengan menerbitkan saham (emisi saham) tidak ada beban tetap yang berupa pembayaran bunga dan jangka waktu penggunaan dana dari penjualan saham tidak terbatas. Manfaat pasar modal bagi investor, adalah: 1. Investor yang membeli saham akan memperoleh deviden dan investor yang membeli obligasi akan memperoleh bunga, 2. Investor sekaligus dapat membeli beberapa macam saham dan obligasi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan mengurangi resiko, 3. Mempunyai hak suara dalam rapat pemegang saham bagi pemegang saham. Manfaat Pasar modal bagi pemerintah, adalah: 1. 2. 3. 4. Meningkatkan investasi, Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan Meningkatkan pemerataan pendapat.

C. Lembaga Lembaga yang Terlibat di Pasar Modal Pasar modal sebagai wadah untuk mencari dana bagi perusahaan (emiten) dan wadah investasi bagi pemodal (investor) melibatkan beberapa pihak. Ada beberapa lembaga yang terlibat di pasar modaladalah sebagai berikut. 1. Badan Pengawaws Pasar Modal (BAPEPAM)

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bursa Efek Emiten Perusahaan Efek Reksa Dana Lembaga Penunjang Pasar Modal Profesi Penunjang Pasar Modal Investor

D. Instrumen Pasar Modal Instrumen pasar modal merupakan surat surat berharga (efek) yang umum diperjualbelikan melalui pasar modal. Menurut keputusan Menteri Keuangan No. 1548/KMK.013/1990 tanggal 4 Desember 1990, yang dimaksud dengan efek adalah setiap surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti hutang, right, warrants, opsi atau setiap deviratif dari efek atau setiap instrument yang ditetapkan oleh Bapepam sebagai efek. Instrumen pasar modal yang paling umum diperjualbelikan melalui bursa efek di Indonesia pada waktu ini adalah saham dan oblligasi. a. Saham Saham (stocks) merupakan surat tanda kepemilikan bagian modal pada suatu proses perseroan terbatas (PT). Ada beberapa jenis dalam pratik, yang dapat dibedakan menurut cara peralihan dan manfaat yang diperoleh para pemegang saham. Menurut cara peralihan, saham dibedakan menjadi: 1. Saham atas Unjuk (Brearer Stock) 2. Saham atas Nama ( Registered Stock) Menurut manfaat yang diperoleh pemegang saham, saham bisa dibedakan menjadi: 1. Saham Biasa (Common Stock) 2. Saham Preferen (Preferred Stock) b. Obligasi Obligasi (bonds) merupakan surat pengakuan utang dari emiten yang dijamin oleh penanggung yang mengandung janji pembayaran bunga serta pinjaman yang dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Berdasarkan cara pengalihannya, obligasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: 1. Obligasi atas Unjuk (Brearer Bond)

2. Obligasi atas Nama

E. Strategi Investasi dan Risiko Investasi di Pasar Modal Ada beberapa strategi investasi yang dapat dilakukan, khususnya dalam bentuk saham agar mendapat capital gains antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Beli di pasar perdana, kemudian dijual begitu dicatatkan di bursa. Mengumpulkan beberapa jenis saham dalam satu portofolio. Beli dan simpan. Beli saham tidur. Strategi berpindah. Strategi konsentrasi pada industri Strategi belilah pasar (buying market). Resiko resiko yang mungkin dihadapi investor tersebut antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. Resiko daya beli. Resiko bisnis Resiko tingkat bunga Resiko pasar Resiko likuiditas

F. Pengertian dan Pelaku Utama Pasar Uang Pasar uang merupakan pasar yang memperjualbelikan surat surat berharga jangka pendek. Dan pelaku utama dalam pasar uang adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. Lembaga lembaga keuangan, Perusahaan perusahaan besar, Lembaga lembaga pemerintah, dan individu individu.

G. Instrumen Pasar Uang Instrumen atau surat surat berharga yang diperjualbelikan di pasar uang ada beberapa macam yaitu : 1. Treasury Bills merupakan instrument hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atau unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan.

2.

Commercial Paper merupakan promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan/ bank untuk mendapatkan dana jangka pendek.

3.

Negotiable Certificate of Deposit atau sertifikat deposito merupakan instrument keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyaktakn dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu.

4.

Bankers Acceptance merupakan wesel bank yang diberi tanda accepted dan dapat diperjualbelikan di pasar uang sebagi salah satu sumber pendanaan jangka pendek.

5.

Repurchase Agreement (Repo) merupakan transaksi jual beli surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat surat berharga yang telah dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu.

6.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada dasarnya merupakan surat berharga atas unjuk dala msatuan uang rupiah yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang jangka pendek.

7.

Surat Berharga PAsar Uang (SBPU) merupakan surat surat berharga berjangkaa pendek yang dapat dieprdagangkan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

H. Pengertian dan Sejarah Reksadana Bila dilihat cdari arti katanya, reksadana terdiri dari dua kata yaitu reksa yang berarti jaga atau pelihara dan kata dana yag berarti (himpunan) uang, sehingga bila digabung, maka dapat diartikan sebagai pemeliharaan himpunan uang. Secara umum dapat dikemukakan bahwa reksadana merupakan salah satu bentuk investasi dimana para investor secar4a bersma sama melakukan investasi dalam suatu himpunan dan dan selanjutnya himpunan dana tersebut diinvestasikan dalam berbagai bentuk investasi pada pasar modal seperti saham, obligasi, dan sebagian lag idiinvestasikan pada pasar uang seperti commercial paper, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan sebagainya. Undang undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal memberikan definisi reksadana sebagai berikut.

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dan dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi Dari pengertian tersebut, maka terdapat 3 aspek yang perlu diperhatikan dalam reksadana, yaitu: Dana dari masyarakat (pemodal); Investasi pada instrument pasar modal maupun pasar uang; Manajer investasi. Sedangkan reksadana itu bermula dari ide asli ddaro British and Scottish Invesment Trust pada tahun 1860 an. Seorang imigran dari Skotlandia yang bernama Robert Fleming yang di anggap sebagai penemu reksadana ini datang ke Amerika untuk mengadu nasibnya. Setibanya di Amerika, di mendapati bahwa modal yang dibawanya tidak mencukupibila diinvestasikan secara individu. Selanjutnya Robert Fleming mengajak beberapa temannya dan mereka mengumpulkan dan yang mereka miliki untuk kemudian secara bersama sama diinvestasikan pada obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang benar benar baik di jenis indistri yang stabil. Kemudian dari sinilah berdiri Scottish American Invesment Trust, yang kemudian berkembang dengan pesat dan diikuti oleh investor investor lainnya. Para broker Amerika segera melirik ke jenis investasi yang cukup menarik ini dan membentuk cara menghimpun dana mereka sendiri, yang kemudian berkembang menjadi close end mutual funds atau reksadanan tertutup, meskupun dalam perkembangan selanjutnya close end mutual funds ini semakin kalah popular dengan open end mutual funds atau reksadana terbuka. Dengan Indonesia reksadana mulai dikenal pada tahun 1995, yaitu dengan berdirinya PT BDNI Reksa Dana. PT BDNI Reksa Dana tersebut merupakan satu satunya reksa dana tertutup yang ada di Indonesia. Dengan diberlakukannya Undang undang nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang mulai berlaku 1 Januari 1996, maka mulai berkembang reksadana de Indonesia. Akhir Juli 1996 jumlah reksadana telah menjaadi 5 buah dengan investor sebanyak 1.441. Akhir Desember 1996 reksadana telah berkembang menjadi 25 buah dengan jumlah investor 3.241. pada akhir September 1997 jumlah reksadana 67 buah dengan 20.603 investor ddan jumlah ast Rp. 6,6 triliun.

10

I. Tujuan Reksadana Para pemodal yang menanamkan danannya dengan membeli saham saham yang doterbitkan oleh perusahaan reksadana sbenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari keuntungan atas modal yang ditanamkan. Namun demikian,tujuan ini dapat dibedakan atas dasar pendekatannya. Sebagian daro pemodal menanamkan dananya semata mata mencari keuntungan dalam waktu singkat dan adapula yang menanamkan dananya dengan harapan pertumbuhan modalnya meskipun dalam jangka waktu yang relatif lebih panjang. Bila ditinjau dari sudut pandang pemodal, tujuan reksadana adalah juga untuk memberikan kesempatan bagi pemodal yang tidak atau kurang memahami seluk beluk investasi. Karena dengan investasi melalui reksadana, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan investasi sebenarnya dikelolah oleh para manajer investasi perusahaan reksadana. Di samping itu, dengan adanya reksadana para pemodal tidak perlu harus memiliki uang yang berjumlah besar untuk dapat melakukan investasi diberbagai perusahaan, karena reksadana menghimpun dana dari para investor dan kemudian dana yang terhimpun ini diinvestasikan ke dalam berbagai sarana investasi.

J. Jenis Jenis Reksadana Berdasarkan penerbitan dan perdagangan sahamnya, reksadana dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: 1. Reksadana Terbuka Reksadan terbuka (open-end funds) merupakan reksadana yang menerbitkan saham reksadana (mutual fund shares) dalam jumlah tak terbatas. Sedangkan Undang Undang Pasar Modal memberikan pengertian tentang reksadana terbuka sebagai suatu reksadan yang dapat menawarkan dan membeli kembali saham sahamnya dari para pemodal sampai dengan sejumlah modal yang telah dikeluarkan. Reksadana ini dapat menerbitkan saham baru kepada siapa saja yang ingin menanamkan modanya dan oleh karena itu jumlah saham senantiasa dapat berubah. Jumlah investasi di reksadan juga senantiasa berubah, begitu pula harga saham, obligasi dan tingkat suku bunga mengalami suku bunga. 2. Reksadana Tertutup Pengertian reksadan tertutup (close end funds) menurut Undang Undang Pasar Modal adalah suatu reksadana yang tidak dapat membeli kembali saham saham yang telah dijual kepada para pemodal.

11

Berdasarkan teori dasar maka reksadanadibagi menjadi empat jenis, yaitu: 1. Reksadana Saham Reksadana saham adalah jenis reksadana dimana investasi portofolionya dilakukan pada saham saham dari berbagai perusahaan dan sekaligus reksadana yang memfokuskan tujuannya pada pertumbuhan. 2. Reksadana Obligasi Reksadana obligasi adalah reksadana yang menginvestasikan dana yang dihimpunnya pada obligasi (bonds). 3. Reksadana Pertumbuhan dan Pendapatan Reksadana pertumbuhan dan pendapatan melakukan investasi pada saham atau obligasi atau keduannya. 4. Reksadana Pasar Uang Reksadana pasar uang menginvestasikan dana yang dihimpun terutama pada pinjaman jangka pendek atau di pasar uang.

K. Keuntungan Investasi di Reksadana Selain investasi di reksadana menawarkan keuntungan yang cukcup menarik, ada beberapa keuntungan lain yang akan diperoleh jika melakukan investasi di reksadana, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Investasi dikelolah manajemen yang profesional Batas minimum investasi rendah Kemudahan cara pembelian Resiko investasi rendah Kemudahan menjual kembali Perlindungan pemerintah Perkembangan saham saham reksadana lebih mudah dipantau

12

B A B

I I I

PENUTUP
A. Kesimpulan Setelah menyusun makalah ini ada beberapa kesimpulan yang mendasar yang menjadi pokok, yaitu : Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar uang merupakan pasar yang memperjualbelikan surat surat berharga jangka pendek Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dan dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dan ketiga hal di atas saling berpengaruh satu dengan yang lain.

13

DAFTAR PUSTAKA
Martono. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, 2002, Ekonosia : Yogyakarta.

14