Anda di halaman 1dari 2

ASPEK PSIKOLOGIS BERKAITAN DENGAN MAKAN BERSAMA 1.

Menciptakan hubungan yang kuat dalam keluarga Hubungan yang kuat dibangun lewat komunikasi dan kepedulian antar sesama. Orang tua akan selalu peduli dengan keadaan anaknya sehingga menginginkan hubungan yang dekat dengan anak mereka. Dengan kegiatan makan bersama, anak dapat sharing kehidupannya baik kegiatan sekolah maupun kehidupan sehari-harinya kepada orang tua dan orang tua akan memberikan timbal balik dengan memberikan nasehat atau pendapatnya pada anak tersebut. Kepedulian dan pengertian akan sesama anggota keluarga yang timbul lewat komunikasi antar sesame tersebut akan membentuk hubungan yang kuat diantara anggota keluarga tersebut sehingga timbul kepercayaan dan pride pada keluarga. 2. Menciptakan kebiasaan makan yang baik Menu makanan yang disediakan dalam makan bersama keluarga biasanya sehat dan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Anggota keluarga yang berasal dari keluarga yang sering makan bersama akan terbiasa untuk makan makanan sehat sehingga menciptakan kebiasaan makan yang baik meski diluar makan bersama keluarga. Hal ini akan berdampak baik pada kesehatan dan pertumbuhan tubuh. 3. Mengurangi risiko Overweight dan Obesitas Kebiasaan makan junk food dan makanan manis dapat berdampak pada overweight dan obesitas, namun pengaruh psikologi secara tak langsung juga berdampak pada kejadian overweight dan Obestitas. Sebagai contoh untuk melampiaskan kekesalan atau kemarahan seseorang akan makan banyak makan makanan manis untuk mengurangi perasaan kesal atau marah tersebut. Pada keadaan psikologis yang tak terkontrol, kebiasaan buruk ini akan berdampak parah pada kondisi kesehatan individu tersebut. 4. Mengurangi Stress dan Konflik Sosial Pada keluarga yang makan bersama, stress dan konflik social yang ada pada diri individu dapat berkurang dengan kehangatan perhatian dari anggota keluarga yang lain sehingga menciptakan perasaan positif pada diri individu tersebut. Selain itu individu dapat menceritakan permasalahannya kepada anggota keluarga yang lain untuk meminta saran atau solusi dalam pemecahan permasalahan yang ia hadapi. 5. Meningkatkan motivasi bekerja Memiliki keterkaitan dengan hubungan yang kuat dan komunikasi dengan anggota keluarga yang lain. Anggota keluarga akan mensupport dan memberikan motivasi pada anggota keluarga yang lain untuk menjalankan pekerjaannya menjadi lebih baik serta memberikan saran dan masukan untuk proses kerja. Sebagai contoh pada kasus seorang anak yang akan menghadapi ujian, ayahnya akan memberikan dorongan motivasi agar berusaha di ujian sebaik mungkin dan untuk memenuhi harapan tersebut anak akan mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Kondisi dimana

percakapan atau komunikasi ini terjadi kemungkinan saat makan bersama dimana mereka memiliki waktu lebih banyak dalam bertatap muka. 6. Mengurangi risiko sikap pemberontak pada diri remaja Pada makan bersama, orang tua akan memiliki waktu bertatap muka lebih banyak bersama dengan anaknya sehingga mereka dapat memberikan nasehat dan perhatian yang lebih kepada mereka. Perhatian yang orang tua berikan kepada anaknya terutama yang berada pada fase remaja akan berpengaruh besar pada perkembangan psikologis remaja tersebut dengan perasaan bahwa keberadaannya dihargai dalam keluarga dan mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya. Remaja ini akan sebisa mungkin membuat orang tuanya bahagia dan menghindari kegiatan yang dapat membuat kepercayaan dan perhatian yang orang tuanya berikan hilang daripadanya. Hal ini mengurangi risiko remaja untuk bersikap pemberontak dan bergaul dengan kelompok nakal yang dapat berpengaruh buruk pada perkembangan psikologistnya, termasuk risiko remaja dalam menggunakan obat terlarang dan risiko sex bebas pada remaja.

7. Membangun pribadi diri yang baik dan perilaku sehat Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang sering makan bersama mayoritas anggota keluarga tersebut memiliki kepribadian yang baik dengan perilaku sehat. Komunikasi yang baik dan perhatian yang diberikan pada tiap anggota keluarga akan menimbulkan perasaan positif baik bahagia maupun ketenangan yang mengurangi perasaan negative seperti stress pada diri individu. Perasaan positif yang tumbuh serta nasehat baik dari anggota keluarga yang lain akan membangun pribadi diri yang baik dan mengikuti perilaku sehat seperti yang dilakukan anggota keluarga yang lain. Diajeng puspa arum maharani 100911144