Anda di halaman 1dari 36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Waktu : SMA Negeri Jakarta : X/1 : Biologi : 4 x 45 Menit

STANDAR KOMPETENSI 2.4. Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup. KOMPETENSI DASAR 2.4 . Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan I. INDIKATOR Kognitif: a. Produk 1. Menjelaskan ciri-ciri umum Kingdom Jamur (Fungi) 2. Menjelaskan perbedaan antara 4 Divisi Jamur (Fungi) 3. Membuat contoh charta siklus hidup jamur dari 3 Divisi. 4. Menjelaskan contoh peranan jamur bagi kehidupan manusia. b. Proses 1. Mengidentifikasi ciri-ciri setiap spesimen jamur yang tersedia 2. Mengelompokan setiap spesimen berdasarkan tingkatan takson (Divisi) dari Jamur c. Psikomotor 1. Melakukan pengamatan beberapa spesimen jamur dengan menggunakan mikroskop Afektif: a. Karakter Menunjukan perilaku berkarakter, meliputi Teliti, jujur, peduli, tanggung jawab, bekerja sama, terbuka dan menghargai pendapat teman

b. Keterampilan Sosial Menunjukkan kemampuan keterampilan sosial, meliputi: Bertanya, menyumbang ide atau pendapat, menjadi pendengar yang baik, komunikasi

II.

TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif a. Produk 1. Siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri umum Kingdom jamur (Fungi). 2. Siswa mampu mengelompokkan jamur ke dalam 4 Divisi (Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota) berdasarkan ciri-cirinya. 3. Siswa mampu mendeskripsikan cara-cara perkembangbiakan yang ditemukan pada berbagai golongan jamur. 4. Siswa mampu membuat contoh charta siklus hidup jamur dari berbagai golongan. 5. Siswa mampu menjelaskan contoh peran jamur bagi kehidupan manusia. b. Proses 1. Siswa melakukan diskusi kelompok tentang pengelompokan jamur 2. Diberikan spesimen, mikroskop dan perlengkapannya (loupe) serta LKS 1 dan LKS 2 SMA, siswa dapat melakukan pengamatan ciri-ciri morfologi untuk membedakan jamur Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota 3. Siswa melakukan diskusi kelompok tentang contoh peranan Jamur bagi kehidupan manusia c. Psikomotor 1. Siswa melakukan pengamatan spesimen jamur dengan menggunakan mikroskop dan perlengkapannya/loupe dengan benar 2. Mengelompokkan setiap spesimen berdasarkan tingkatan takson (Divisi) dari Jamur d. Afektif a. Karakter: Selama proses pembelajaran siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam perilaku berkarakter, meliputi: Teliti, jujur, peduli, tanggung jawab, bekerja sama, terbuka dan menghargai pendapat

teman sesuai dengan lembar pengamatan perilaku berkarakter. b. Keterampilan sosial: Selama proses pembelajaran siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam keterampilan sosial, meliputi: bertanya, menyumbang ide atau pendapat, menjadi pendengar yang baik, komunikasi sesuai dengan lembar pengamatan keterampilan sosial.

III. MATERI PEMBELAJARAN: 1. Ciri-ciri Umum Jamur 2. Divisi Zygomycota 3. Divisi Ascomycota 4. Divisi Basidiomycota 5. Divisi Deuteromycota 6. Peranan Jamur dalam kehidupan manusia Materi pembelajaran secara rinci terlampir (Microsoft Power Point)
IV.

PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan pembelajaran: CTL dan Saling Temas 2. Strategi pembelajaran: Cooperative Learning (CL) 3. Metode pembelajaran: Diskusi, Observasi. Penugasan, Praktikum

V.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I : 2 x 45 menit Untuk pencapaian Tujuan Pembelajaran No. 1 s/d 5 dan Tujuan Afektif Tahap dan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (5 menit) - Guru memotivasi siswa dengan menunjukkan beberapa contoh jamur yang ada di lingkungan sekitar dan bertanya kepada siswa: Organisme apakah ini? - Siswa berdiskusi dan menjawab pertanyaan guru - Guru memberikan penguatan, yang dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran (fase 1 CL: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa- Eksplorasi) 3

Kegiatan Inti (80 menit) - Guru menayangkan gambar-gambar (slide Jamur) dan meminta siswa untuk berdiskusi untuk menemukan ciri-ciri umum Kingdom Jamur - Siswa mengemukakan pendapat secara santun dan guru menanggapi pendapat siswa (fase 2 CL: menyajikan informasi- Elaborasi) - Guru mengorganisir siswa ke dalam kelompok belajar, yang terdiri dari 4-5 siswa dan membagikan LKS 1 dan 2. Selain itu, Guru juga menugaskan kelompok siswa untuk menuliskan contoh pernan Jamur bagi kehidupan manusia serta daur hidup jamur Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota (fase 3 CL: mengorganisir siswa ke dalam kelompok bekerja dan belajar- eksplorasi) - Siswa bekerja sama dalam kelompok dengan mengisi LKS secara jujur dan peduli serta bertanggung jawab, di bawah bimbingan guru (fase 4 CL: membimbing kelompok bekerja dan belajar-eksplorasi) - Guru meminta setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang ciri-ciri 4 Divisi Jamur, daur hidup jamur dan peranan jamur bagi kehidupa manusia dengan jujur. Siswa pada kelompok lain memperhatikan penyampaian hasil diskusi, menghargai pendapat teman dan menanggapinya dengan santun - Guru memimpin dan membimbing diskusi kelompok serta menarik kesimpulan. Guru melakukan evaluasi formatif dengan mengisi Format Penilaian Kelompok Saat Presentasi dan Lembar Penilaian Siswa dalam Kerja Kelompok dan selanjutnya memberikan penghargaan pada kelompok terbaik (fase 5,6 CL: evaluasi dan memberikan penghargaakonfirmasi) Kegiatan akhir (5 menit) - Siswa merangkum tentang Jamur (Fungi) dengan bantuan media slide Power Point yang ditayangkan oleh guru - Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya, yaitu membawa: o Beberapa contoh jamur yang ada di lingkungan sekitar seperti tertera pada LKS II o Ketan yang sudah dikukus untuk pembuatan tape ketan Pertemuan II : 2 x 45 menit Untuk pencapaian Tujuan Pembelajaran No. 2, 3, 5 dan Tujuan Afektif serta Tujuan Psikomotorik Tahap dan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit) - Guru memberikan pre-test tentang materi yang akan dipraktikumkan - Guru menyampaikan tujuan praktikum, alat dan bahan 4

serta cara kerja praktikum (fase 1 CL: menyampaikan tujuan dan memotivasi-eksplorasi) Kegiatan Inti (80 menit) - Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok terdiri dari 3/4 siswa (fase 2 CL: mengorganisasikan siswa dalam kelompok bekerja dan belajar) - Siswa melakukan kegiatan praktikum dalam kelompok dengan mengisi LKS sesuai hasil pengamatan praktikum secara jujur, di bawah bimbingan guru - Setiap siswa didorong untuk peduli, bekerja sama, jujur dan ikut bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas praktikum (fase 4 CL: membimbing kelompok bekerja dan belajar- elaborasi) Kegiatan penutup (5 menit) - Siswa merangkum hasil praktikum dengan bimbingan guru (fase 5,6 CL: evaluasi dan memberikan penghargaankonfirmasi) - Siswa mengerjakan post-test yang diberikan guru (fase: elaborasi) - Guiru memberikan tugas membuat laporan tentang praktikum pembuatan tape ketan - Guru memberikan tugas PR

VI. SUMBER PEMBELAJARAN 1. Buku Siswa: Jones, M. et al. 2007. Biology. Cambridge: Cambridge University Press, 2. Buku Siswa: Biologi X Dyah Aryulina dkk, Esis, Bab III 3. Microsoft Power Point: Jamur (Fungi) 4. Lingkungan sekolah dan internet. 5. LKS 1: Jamur (Fungi) 6. LKS 2: Praktikum Jamur (Fungi) 7. LKS 3: Pembuatan Tape Ketan VII. PENILAIAN Aspek Kognitif : Hasil Tanya Jawab Aspek Afektif : Keaktifan siswa selama pelajaran berlangsung (instrument penilaian terlampir) Aspek Psikomotorik: Lembar Penilaian Kegiatan Praktikum

Jakarta, 2010 Mengetahui Pelajaran Kepala SMA

November

Guru

Mata

NIP. .....................

NIP. .........................

LEMBAR KERJA SISWA (LKS 1)


JAMUR (FUNGI) A. TUJUAN Mampu mendeskripsikan ciri-ciri setiap Divisi yang termasuk dalam Kingdom Jamur B. CARA KERJA KELOMPOK 1. Mendiskusikan ciri-ciri setiap Divisi Jamur sesuai dengan kelompoknya yang diperoleh dari berbagai sumber belajar 2. Menuliskan hasil diskusi ke dalam tabel berikut: Tabel Hasil Diskusi DIVISI ................................................... CIRI-CIRI .......

C. KESIMPULAN HASIL DISKUSI ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ..................................................................

TES 1. Jamur termasuk organisme heterotrof karena ............................................................................ 2. Sel jamur memiliki membran inti sel disebut bersifat ..................... 3. Tubuh jamur multiseluler membentuk anyaman hifa disebut ............................. 4. Dinding sel jamur dan tumbuhan terdiri dari .......... tetapi jamur tidak memiliki ............... yang berperan dalam fotosintesis 5. Divisi Deuteromycota disebut jamur imperfekti karena . 6. Ciri khas Ascomycota adalah alat perkembanganbiakan seksual berupa .. yang menghasilkan .. 7. Reproduksi seksual pada jamur Mucor mucedo menghasilkan .. yang akan tumbuh menjadi individu baru. 8. Ragi berkembangbiak secara aseksual dengan . 9. Basidium menghasilkan .. sebagai ciri khas dari jamur divisi 10. Tubuh buah (basidiocarp) pada jamur kuping berbentuk .............................................. 11. Mikoriza merupakan simbiosis antara ..................... dan ............................................................... 12. Ascomycota dan Basidiomycota bersimbiosis dengan alga hijau membentuk organisme . 13. Tempe dibuat dari kacang kedelai dengan bantuan jamur 14. Tape ketan dibuat melalui proses fregmentasi dengan bantuan jamur 15. Jamur yang menghasilkan zat antibiotik adalah . 16. Jamur yang dapat di makan antara lain jamur merang atau dan jamur kuping atau 17. Jamur Ustilago maydis parasit pada tanaman . 18. Jamur Exobasidium vexan parasit pada tanaman .................................................. 19. Penyakit kurap disebabkan oleh jamur ............................................. 20. Jamur Aspergillus fumigatus adalah penyebab penyakit .......................... pada burung

Kunci Jawaban LKS 1 1. Tidak mampu membentuk zat organik sendiri 2. Eukariotik 3. Miselium 4. Selulosa; Klorofil 5. Belum diketahui reproduksi seksualnya 6. Askus; Askospora 7. Zygospora 8. Tunas (budding) 9. Basidiospora; Basidiomycota 10. Kuping 11. Jamur dan akar tumbuhan tinggi 12. Lumut kerak (Lichenes) 13. Rhizopus oryzae 14. Saccaromyces cereviceae 15. Penicillium notatum 16. Volvariella volvacea dan Auricularia polytrica 17. Tanaman jagung 18. Tanaman teh 19. Epidermophyton 20. Penyakit paru-paru (aspergilosis) Rubrik Penilaian Kuis Jawaban benar diberi skor 1 Nilai = jumlah jawaban benar x 100 15 Nilai = .............

LEMBAR KERJA SISWA (LKS 2)


PENGAMATAN JAMUR A. KOMPETENSI DASAR 2.4. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan literatur serta peranannya bagi kehidupan

jamur kajian

B. TUJUAN Siswa dapat mengidentifikasi beberapa jenis jamur berdasarkan pengamatan C. TEORI SINGKAT Jamur merupakan organisme uniseluler dan multiseluler. Sel berbentu benang (hifa). Hifa ada yang bersekat dan tidak bersekat. Hifa bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Sel bersifat eukariotik, tidak berklorofil, sebagai parasit atau saprofit. Reproduksi dapat terjadi secara vegetatif (fragmentas, tunas/budding, konidiospora) dan generatif (zigospora, askospora dan basidiospora). Jamur dikelompokkan atas dasaar reproduksi generatif menjadi 4 divisi yaitu: Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota. Jamur ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan manusia. Jamur menyukai hidup di tempat yang lembab dan tidak menyukai adanya cahaya. D. ALAT DAN BAHAN Alat: 1. Mikroskop 2. Loupe 3. Pinset 4. Kaca Obyek 5. Kaca Penutup Bahan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jamur jamur Jamur Jamur Jamur Ragi Tempe pada nasi/roti basi Oncom Merang Kuping 10

7.

Aquadest

E. CARA KERJA 1. Mempersiapkan alat dan bahan pengamatan 2. Membuat sediaan preparat dari bahan yang tersedia 3. Melakukan pengamatan preparat dengan menggunakan mikroskop atau loupe 4. Mengisi tabel hasil pengamatan 5. Membuat kesimpulan hasil pengamatan 6. Menjawab pertanyaan pada LKS F. HASIL PENGAMATAN Tabel Hasil Pengamatan Ciri-ciri Zygomyco ta Hifa Bentuk Spora

Ascomycot a

Basidiomyc ota

Deuteromyc ota

Warna

Habitat

Gambar

Nama Jenis Pembahasan: ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... 11

....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ...................................................................................................... G. KESIMPULAN ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ..... H. PERTANYAAN 1. Jelaskan minimal 4 ciri umum jamur! ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................ 2. Tentukan Divisi dari jamur yang kalian amati dan sebutkan alasannya! ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................................................... ................................................................

12

Kunci Jawaban LKS 2 1. 4 ciri umum jamur : a. Tubuh berupa thalus (tidak memiliki akar, batang dan daun) b. Uniseluler dan multiseluler c. Sel bersifat eukarotik d. Jamur yang multiseluler berupa hifa, bersekat atau tidak bersekat e. Hifa membentuk anyaman disebut miselium f. Reproduksi secara aseksual dan seksual g. Hidup sebagai saprofit atau parasit (Pilih 4 dari jawaban di atas) 2. Jawaban sesuaikan dengan hasil pengamatan.

13

LEMBAR KERJA SISWA (LKS 3)


PEMBUATAN TAPE KETAN A. KOMPETENSI DASAR 2.4. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan literatur serta peranannya bagi kehidupan B. TUJUAN 1. Siswa dapat mengetahui cara penerapan bioteknologi dengan fregmentasi tape 2. Siswa mengetahui peranan organisme Saccaromyces cereviceae dalam peragian. C. TEORI SINGKAT Tape merupakan makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fregmentasi. Fregmentasi ini dilakukan oleh jamur Saccaromyces cereviceae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah glukosa menjadi alkohol/etanol dan karbondioksida. Reaksi fregmentasi yang dilakukan oleh ragi ini adalah sebagai berikut : C6H12O6 ragi 2C2H5OH + 2CO2 + 2

jamur kajian

ATP
D. ALAT DAN BAHAN Alat: 1. Panci atau baskom 1 buah 2. Pengukus nasi/panci kukus 1 buah 3. Tampah 1 buah 4. Kompor 5. Cukil kayu 1 buah 6. Kipas 1 buah 7. Keler/daun pisang/plastik Bahan: 1. Beras ketan hitam atau ketan putih 1000 gram 14

2. Ragi tape 2 butir E. CARA KERJA 1. Cuci bersih semua peralatan yang akan digunakan, lalu keringkan 2. Cuci beras ketan 3. Beras ketan di rendam selama 12 jam 4. Setelah di rendam selama 12 jam angkat beras ketan tersebut lalu dibilas dengan air beberapa kali 5. Kukus beras ketan tersebut sampai matang 6. Angkat beras ketan yang telah matang dan letakkan di atas tampah atau baskom 7. Dinginkan beras ketan tersebut dengan cara mengipasinya 8. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai rata 9. Bungkus ketan yang telah dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (toples) 10. Simpan selama 2-3 hari F. HASIL PENGAMATAN ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ........................................................... Pembahasan: ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ........................................................... G. KESIMPULAN ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ......................................................................................................

15

H. PERTANYAAN 1. Apa fungsi perendaman selama 12 jam sebelum beras ketan di kukus? ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ............................................................................ 2. Mengapa pemberian ragi harus dilakukan pada saat ketannya dingin? ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ........................................................... 3. Mengapa asal ragi dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan? ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ................................................................................................. ........................................................... Kunci Jawaban LKS 3 1. Fungsi perendaman selama 12 jam sebelum beras ketan di kukus agar beras ketan menjadi lunak sehingga jamur ragi mudah merubah glukosa menjadi alkohol dan karbondioksida. 2. Pemberian ragi harus dilakukan pada saat ketannya dingin supaya kerja enzim yang dihasilkan oleh jamur ragi (Saccaromyces cereviceae) optimal. 3. Asal ragi dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan karena bila ragi kurang bagus sehingga enzim yang dihasilkan tidak mudah pecah. Apabila terdapat udara yang mengganggu pemecahan enzim tersebut maka pembuatan tape akan gagal.

16

LEMBAR PENILAIAN
Tabel 1. Kisi-Kisi Soal Pre-Test/Post-Test Nomor Soal 1 2, 3 1 2

Indikator 1. Menjelaskan ciri-ciri umum Kingdom Jamur (Fungi) 2. Menjelaskan perbedaan antara 4 Divisi Jamur (Fungi) 3. Membuat contoh charta siklus hidup jamur dari 3 Divisi. 4. Menjelaskan contoh peranan jamur bagi kehidupan manusia.

Jenis Soal Jawaba n Singkat Jawaba n Singkat Esai Esai

Jumla h Soal 1 2 1 1

PRE-TEST / POST-TEST
17

A. Lengkapilah dengan jawaban yang benar! Jamur memiliki sel bersifat.......... (a) dan merupakan organisme .......... (b) karena tidak mempunyai .......... (c) 2. Kelas Ascomycota berkembangbiak secara seksual dengan........ (a) sedangkan basidiospora sebagai alat reproduksi seksual pada kelas ......... (b) 3. Deuteromycota disebut fungi imperfecti artinya .......................................................... 1. B. Esai 1. Buatlah bagan daur hidup jamur Ascomycota! 2. Sebutkan jamur yang terdapat pada : a. Pembuatan Tape Singkong b. Tempe c. Pembuatan Antibiotik d. Penyakit Kurap

KUNCI LEMBAR PENILAIAN


A. Jawaban Singkat 1. a. Eukariotik b. Heterotrof c. Klorofil 2. a. Ascospora b. Basidiomycota 3. Jamur yang belum diketahui perkembangbiakan seksualnya B. Esai 1.
Hifa (-) 9 Mycelia 1 Hifa (+)
Berkecambah

Anteridium Plasmogami 2 Anteredium Ascogonium Ascogonium Ascus 4 Ascocarp 3

Terpencar

Karyogami

Ascospora 8

Delapan 7

Empat Inti 6

Zygot 5

18

Ascospora

Metosis

Haploid

Meiosis

2. a. Saccaromyces cereviceae b. Rhizopus oryzae c. Penicillium notatum d. Epidermophyton Rubrik Penilaian Kuis Jawaban benar diberi skor 10 Nilai = jumlah jawaban benar x 100 30 Nilai = .............

SOAL-SOAL PEKERJAAN RUMAH (PR) JAMUR (FUNGI) A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang pada huruf di depan jawabannya 1. Perhatikan ciri-ciri berikut! 1) benang hifa tidak bersekat 2) benang hifa bersekat 3) dinding sel dari selulosa 4) dinding sel dari zat kitin 5) reproduksi aseksual dengan zoospora 6) reproduksi aseksual dengan plasmodium Yang merupakan ciri-ciri Jamur Air (Oomycota) adalah. 1,2,6 2,3,5 2,4,5 2,4,6 1,3,5 2. Ciri-ciri 1) 2) 3) 4) 5) makhluk hidup: Prokariot Eukariot Memiliki dinding sel Memiliki kloroplas Autotrof 19

. . . . .

6) Heterotrof Ciri-ciri yang dimiliki oleh anggota Kingdom Fungi antara lain a. 1, 3, dan 5 b. 2, 3, dan 4 c. 3, 4, dan 6 d. 1, 3, dan 6 e. 2, 3, dan 6 3. Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar di atas merupakan tipe hifa yang dimiliki oleh kelompok jamur a. Basidiomycota b. Zigomycota c. Ascomycota d. Deuteromycota e. Myxomycota 4. Perhatikan gambar di bawah ini !

Bagian yang ditunjuk pada nomor 1, 2, dan 4 adalah a. Rhizoid, sporangium, dan stolon b. Sporangiofor, spora, dan stolon c. Sporangium, sporangiofor, dan stolon d. Sporangiofor, spora, dan rhizoid e. Spora, sporangiofor, dan sporangium 5. Contoh Ascomycota yang uniseluler a. Saccharomyces cereviceae b. Neurospora crassa c. Nectria cinnabarina 20

d. Tuber melanosporum e. Morchella esculenta 6. Perhatikan ciri-ciri jamur di bawah ini! 1) multiseluler 2) hifa bersekat 3) tidak membentuk tubuh buah Contoh jamur yang memiliki ciri-ciri di atas adalah a. Saccharomyces cereviceae b. Neurospora crassa c. Nectria cinnabarina d. Tuber melanosporum e. Morchella esculenta 7. Perhatikan gambar di bawah ini !

Gambar di atas merupakan hasil pertemuan hifa (-) dan hifa (+) pada Kelas Zigomycota dinamakan a. Spora b. Gametangium c. Miselium d. Hifa e. Zigospora 8. Perhatikan gambar di bawah ini !

Gambar di atas merupakan alat reproduksi khas yang dimiliki oleh jamur a. Rhizopus oryzae b. Mucor mucedo c. Auricularia polytricha d. Lentinulla edodes e. Neurospora crassa Untuk nomor 9 dan 10 perhatikan gambar berikut!

21

9. Bagian yang ditunjuk nomor 1, 2, dan 3 adalah a. Tudung, basidiokarp, bilah b. Tudung, rhizoid, basidium c. Miselium, bilah, basidiokarp d. Basidiospora, miselium, hifa e. Basidiokarp, bilah, basidium

10. Bagian nomor 3 menghasilkan a. Zigospora b. Zoospora c. Askospora d. Basidiospora e. Klamidospora 11. Kelompok jamur Deuteromycota disebut jamur imperfek atau jamur tak sempurna karena a. cara reproduksi aseksual dan seksual belum diketahui b. cara reproduksi seksualnya belum diketahui c. cara reproduksi aseksualnya belum diketahui d. cara reproduksi aseksual hanya membentuk kuncup e. cara reproduksi seksualnya unik 12. Jamur yang jika dimakan dapat menyebabkan halusinasi, berasal dari Kelas a. Basidiomycota b. Zigomycota c. Ascomycota d. Deuteromycota e. Myxomycota 13. Di antara jamur-jamur berikut ini yang merugikan adalah a. Rhizopus oryzae b. Amanita muscaria c. Auricularia polytricha d. Saccharomyces tuac e. Neurospora crassa

22

14. Keuntungan yang dipeoleh jamur dalam simbiosis dengan ganggang adalah a. memperoleh zat anorganik b. memperoleh bahan organik c. memberikan zat organik d. memberi kelembaban e. memperoleh air 15. Jamur dapat melakukan interaksi mutualistik dengan akar tanaman. Berikut ini peranan jamur dalam interaksi tersebut, kecuali a. menghasilkan hormon pertumbuhan b. melindungi tumbuhan dari infeksi c. menyediakan zat anorganik tertentu d. membantu penyerapan zat organik e. membantu penyerapan air B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar 1. Isilah tabel di bawah ini No Ciri-ciri Zygomycota . 1. Spora yang dihasilkan oleh reproduksi seksual 2. Hifa Ascomycota Basidiomyco ta

3.

Alat reproduksi seksual

2. a. Jelaskan fungsi ragi dalam pembuatan tape ketan b. Tuliskan reaksi fermentasi pada pembuatan tape ketan 3. Buatlah daur hidup jamur Ascomycota KUNCI JAWABAN: A. Pilihan Ganda 1. E 2. E 3. B 4. C 23

5. A 6. B 7. E 8. E 9. A 10. D 11. B 12. A 13. B 14. A 15. A B. Essai 1. Berikut perbandingannya: No Ciri-ciri Zygomycota . 1. Spora yang zygospora dihasilkan oleh reproduksi seksual 2. Hifa Tidak bersekat 3. Alat reproduksi seksual Sporangium

Ascomycota ascospora

Basidiomyco ta Basidiospora

Bersekat

Bersekat

Ascus

Basidium

2. a. Merubah glokosa menjadi alcohol karbondioksida b. C6H12O6 ragi 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP 3. Daur hidup Ascomycota:

etanol

dan

24

Rubrik Penilaian Ulangan A. Pilihan Ganda: jawaban benar diberi skor 1 B. Essai: - Nomor 1: skor 10 - Nomor 2: skor 10 - Nomor 3: skor 15 Nilai = skor yang diperoleh x 100 50 Nilai = .............

LEMBAR PENILAIAN 2
Tabel Format Penilaian Aktivitas siswa dalam Proses Pembelajaran (Individu) Aspek Penilaian Nama Psikomotori Siswa Afektif k Kognitif 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

N o 1 2 3 4 5

25

6 7 8 9 1 0 ds t Ket: Penilaian aspek kognitif dari skor uji kompetensi tertulis Penilaian aspek Afektif: 1. A: Jika siswa bertanya sebelum ada perintah/dipersilakan guru B: Jika siswa bertanya sebelum dipersilakan C: Jika siswa tidak mengajukan pertanyaan 2. A: Jika siswa mampu menjawab lebih dari 3 pertanyaan selama proses pembelajaran B: Jika siswa mampu menjawab 2 - 3 pertanyaan selama proses pembelajaran C: Jika siswa hanya mampu menjawab pertanyaan kurang dari 2 selama proses pembelajaran 3. A: Jika siswa mampu mengemukakan pendapat dengan bahasa lisan sesuai EYD dan tidak menyinggung perasaan B: Jika siswa mampu mengemukakan pendapat, tetapi tidak sesuai EYD dan tidak lancar C: jika siswa tidak pernah mengemukakan pendapat 4. A: Jika siswa mengumpulkan tugas sesuai dengan batas waktu yang diberikan B: Jika siswa mengumpulkan tugas lewat satu hari dari batas waktu yang diberikan C: Jika siswa tidak mengumpulkan tugas 5. A: Jika siswa bersikap santun selama proses pembelajaran B: Jika siswa bersikap kurang santun selama proses pembelajaran C: Jika siswa bersikap tidak santun selama proses pembelajaran Penilaian Aspek Psikomotorik: (ketika kegiatan praktikum) 1. A: Jika siswa membawa mikroskop dengan kedua tangan ( pada leher dan dasar mikroskop) B: Jika siswa membawa mikroskop dengan satu tangan dan memegang pada bagian leher mikroskop C: Jika siswa membawa mikroskop dengan tidak memegang leher maupun dasar mikroskop

26

2. A: Pada saat menggambar hasil pengamatan siswa tidak menjauhkan pandangan dari mikroskop B: Pada saat menggambar hasil pengamatan siswa menjauhkan pandangan dari mikroskop (mengingat apa yang tadi sudah diamati) C: Menggambar dengan mencontek dari hasil kerja siswa lain 3. A: Jika siswa dapat mengatur intensitas cahaya pada mikroskop tanpa bantuan B: Jika siswa dapat mengatur intensitas cahaya pada mikroskop dengan bantuan guru atau teman. C: Jika siswa tidak dapat mengatur intensitas cahaya pada mikroskop 4. A: Jika siswa dapat membuat preparat dengan sempurna B: Jika siswa membuat preparat kurang sempurna C: Jika siswa tidak bisa membuat preparat 5. A: Jika siswa mengembalikan peralatan yang digunakan untuk praktikum ke tempat semula dalam kondisi bersih B: Jika siswa mengembalikan peralatan praktikum ke tempat semula tapi dalam kondisi tidak bersih C: Tidak peduli dengan peralatan yang sudah digunakan. Skor Skor Skor Skor penilaian Aspek Afektif dan Psikomotorik: A (sempurna) = 80 B (baik) = 70 C (cukup) = 60

LEMBAR PENILAIAN 3
Tabel Format Penilaian Kelompok Saat Presentasi No Kelompok 1 27 Aspek Penilaian Pengetahuan

Aktivitas

Sikap

2 3 4 5 dst.

Keterangan: Penilaian Aktivitas 1. Sering mengemukakan pendapat/bertanya ( lebih dari 3 kali) A 2. Hanya 1-3 kali mengemukan pendapat/bertanya B 3. Tidak pernah mengemukakan pendapat C Pengetahuan 1. Konsep yang disampaikan benar, sistematis dan dapat dimengerti A 2. Konsep yang disampaikan benar, tidak sistematis dan kurang jelas B 3. Konsep yang disampaikan keliru C Sikap 1. Antusias 2. Biasa saja 3. Tidak memperhatikan C Skor Skor Skor Skor Penilaian A (sempurna) = 80 B (baik) = 70 C (cukup) = 60 A B

LEMBAR PENILAIAN 3
28

Tabel Lembar Penilaian Siswa dalam Kerja Kelompok No 1 2 3 4 5 6 7 8 Elemen yang dinilai Hadir pada kelompok dengan persiapan untuk kerja kelompok Menyelesaikan semua tugas individu untuk kelompok secara tepat waktu dan berkualitas Berpartisipasi secara konstruktif Mendorong teman lain untuk berpartisipasi secara konstruktif Menjadi pendengar yang aktif dan baik Mendukung pendapat dengan cara yang tegas dan bijaksana Menyatakan tidak setuju secara pantas Berbagi tanggungjawab dalam membantu kelompok, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai arahan Dapat mencapai kompromi dengan sesama teman kelompok Mendukung hubungan positif dalam kelompok TOTAL Sumber: adaptasi Hibbart. K.M (1995:97) (skor peserta didik + skor pendidik) / 2 Nilai = Total skor maksimal Nilai = ..................... x 100 Skor maksima l 10 10 10 10 10 10 10 10 Penilaian Pendi Pesert dik a didik

9 10

10 10 100

29

BUKU SISWA/BAHAN BACAAN/BAHAN AJAR JAMUR (FUNGI)


PENDAHULUAN Semua jenis jamur termasuk ke dalam kingdom Fungi, dengan ciri khasnya tidak berklorofil. Jamur tersusun oleh sel-sel eukariotik (memiliki membran inti). Jika dibandingkan dengan protista, struktur tubuh jamur lebih kompleks. Pernahkah kamu melihat jamur merang, jamur tiram, dan jamur kancing? Banyak orang yang suka jamur tersebut karena enak dimakan. Menurut penelitian, beberapa jenis jamur juga berkhasiat bagi kesehatan, misalnya, jamur kuping dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh, atau jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Akan tetapi, tidak semua jenis jamur menguntungkan bagi manusia. Beberapa jenis jamur bahkan dapat menimbulkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Hampir semua barang yang terbuat dari bahan organik dapat diserang dan dirusak oleh jamur, seperti makanan, pakaian, kertas, kulit, dan kayu. Ada juga jenis jamur saprofit yang mempunyai kemampuan menguraikan bahan-bahan organik sisa tumbuhan dan hewan yang sudah mati menjadi zat-zat hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan hijau. Jamur ini bersama dengan bakteri berperan sebagai pengurai (dekomposer) dalam ekosistem. Fungi bersama-bersama dengan bakteri bertanggung jawab atas penguraian sampah organik. Dapatkah kamu bayangkan keadaan bumi kita tanpa kehadiranorganisme pengurai? Dalam bab ini akan dibahas mengenai ciri-ciri umum, klasifikasi, jenis jamur dengan gaya hidup unik, dan peranan jamur bagi kehidupan. A. Ciri-Ciri Umum Jamur Jamur adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari organisme eukariotik lain. Perbedaan itu dapat kita lihat pada struktur tubuh dan cara hidupnya. Untuk mengetahui ciri-ciri jamur, kita akan mempelajari tentang struktur tubuh jamur, cara memperoleh makanan, dan cara berkembang biak (reproduksi) jamur. 1. Struktur Tubuh Jamur Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Di dalam hifa terdapat sitoplasma dengan organel yang biasa ditemukan pada eukariotik. Hifa membentuk suatu anyaman yang disebut miselium (jamak, miselia), yang merupakan jaringan makanan dari suatu jamur. Sebagian besar jamur merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), kecuali khamir (ragi) adalah 30

organisme bersel tunggal (uniseluler). Hifa dibagi menjadi sel-sel oleh sekat atau septum (jamak, septa). Septa umumnya memiliki pori yang cukup untuk mengalirkan isi sel dari satu sel ke sel yang lain. Beberapa jamur yang hifanya tidak bersekat, dikenal sebagai senositik. Sebagian besar jamur membentuk dinding selnya terutama dari kitin (chitin), suatu karbohidrat yang mengandung nitrogen. Jamur parasitik umumnya memiliki sejumlah hifa yang termodifikasi sebagai hausteria, ujung hifa penyerap makanan yang menembus jaringan inang. Miselium jamur tumbuh sangat cepat, menyebar ke tempat sekitarnya. Pernahkah kamu melihat cendawan? Gambar 5.2. Mengilustrasikan hubungan hifa tipis yang membentuk miselium dengan bentuk cendawan. 2. Cara Memperoleh Makanan Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan (absorpsi). Jamur akan menyerap organik kecil dari lingkungan sekitarnya, kemudian dicerna di luar tubuhnya dengan cara mengeluarkan berbagai enzim. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekulmolekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, yang dapat diserap dan digunakan oleh jamur. Cara memperoleh makanan dengan penyerapan ini menjadikan jamur sebagai pengurai (saproba), parasit, dan simbiosis mutualis. Jamur saprobik menyerap zat-zat makanan dari bahan organik yang sudah mati, seperti pohon tumbang, bangkai hewan atau buangan organisme hidup. Dapatkah kamu sebutkan contohnya? Jamur parasitik menyerap makanan dari sel-sel inang yang masih hidup, misalnya jenis jamur tertentu yang menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik. Jamur mutualistik juga menyerap makanan dari inangnya, tetapi jamur tersebut memberi keuntungan kepada pasangannya. Contohnya: lumut kerak (lichen), perpaduan antara jamur dan alga. Jamur hidup di lingkungan yang sangat beraneka ragam, bersimbiosis dengan banyak organisme. Kebanyakan kelompok jamur ini hidup di darat, ada juga beberapa jenis jamur yang hidup di laut dan air tawar. Pernahkah kamu melihat ikan yang ditumbuhi jamur? Apa hubungan ikan dengan jamur tersebut? 3. Perkembangbiakan Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. Hifa yang khusus sebagai penghasil spora menghasilkan spora haploid (kromosom tidak berpasangan). Jika kondisi lingkungan memungkinkan, jamur menghasilkan banyak spora secara aseksual. Spora terbawa angin atau air, mendarat di

31

tempat yang lembap, kemudian berkecambah. Miselium membentuk suatu badan penghasil spora yang bersifat haploid. Reproduksi seksual terjadi ketika ada perubahan lingkungan. Ada dua tahapan reproduksi seksual, yaitu plasmogami dan kariogami. Plasmogami adalah penyatuan sitoplasma dua miselia yang berdekatan. Plasmogami akan menghasilkan suatu tahap dikariotik (n+n) karena nukleus haploid dari masing-masing induk membentuk pasangan, tetapi tidak menyatu. Kariogami adalah penyatuan dua inti haploid, menghasilkan inti diploid (kromosom berpasangpasangan). Sel diploid mengalami pembelahan meiosis langsung. Siklus hidup pada sebagian besar jamur meliputi tiga fase, yaitu haploid (n), dikariotik (n + n), dan diploid (2n). Perkembangbiakan secara seksual merupakan salah satu ciri yang dijadikan dasar klasifikasi jamur. B. Klasifikasi Jamur Dalam pengelompokan jamur digunakan istilah divisi, karena sebelumnya jamur termasuk kelompok tumbuhan. Para ahli mikologi (ahli biologi yang mempelajari jamur) memperkirakan bahwa ada sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh dunia, dan lebih dari 100.000 spesies yang telah dikenal. Menurut skema taksonomik yang sekarang digunakan, jamur diklasifikasikan ke dalam 4 divisi yaitu Khitridiomikotina, Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina. 1. Khitridiomikotina (oomycotina) Khitrid adalah jamur yang paling primitif dan merupakan organisme penghubung antara jamur dan protista. Sebagian besar khitrid hidup di air (organisme akuatik). Beberapa di antaranya adalah saproba, yang lain hidup sebagai parasit pada protista, tumbuhan, dan invertebrata akuatik, perhatikan Gambar 5.4. Para ahli sistematika menggolongkan khitrid ke dalam kingdom fungi karena memiliki ciri-ciri utama mirip jamur, yaitu cara memperoleh makanan secara penyerapan, dinding sel terbuat dari kitin, dan memiliki beberapa enzim yang dimiliki jamur. Khitrid membentuk spora berflagel tunggal yang disebut zoospora. Flagela merupakan salah satu ciri kingdom protista, khitrid adalah satu-satunya anggota kingdom fungi yang memiliki flagela. Ada beberapa jamur dalam divisi ini merupakan jamur patogen. Salah satu contoh adalah Phytopthora infestans yang parasit pada tanaman kentang. Haustoria jamur menyerang sel-sel mesofil dan mengisap makanan dari sel-sel tersebut. Miselium membentuk sporangiospora dengan sporangiumnya, keluar dari stomata 2. Zigomikotina 32

Nama divisi ini berasal dari zigosporangia, struktur yang terbentuk selama reproduksi seksual. Kelompok jamur ini umumnya hidup sebagai saprofit (saproba) dan menyerap makanan dari organisme yang telah mati. Hanya sebagian kecil yang hidup secara parasit pada beberapa jenis makhluk hidup. Hifa zigomikotina tidak bersekat, mengandung inti haploid dan dinding selnya tersusun dari kitin. Contoh, jamur tempe (Rhizopus oligosporus) yang berperan dalam pembuatan tempe. Struktur jamur tempe masih sederhana, hifanya tidak bersekat. Hifa menyebar ke seluruh permukaan medium (kedelai), menembus dan menyerap makanan. Dalam fase aseksual, sporangium-sporangium bulat berkembang pada ujung hifa yang tegak. Di dalam masingmasing sporangium, ratusan spora haploid berkembang dan tersebar melalui udara. Jenis Rhizopus lain yang merupakan hama bagi rumah tangga adalah kapang roti hitam (Rhizopusstolonifer). Hifanya menyebar di seluruh makanan olahan. Reproduksinya sama seperti jamur tempe. Beberapa jenis jamur dari kelompok zygomikotina hidup di dalam tanah, bersimbiosis dengan akar tumbuhan tinggi. Hidup bersama antara akar dan filamen jamur semacam ini disebut mikoriza, yang umumnya terjadi sejak akar masih muda. Simbiosis ini menguntungkan kedua belah pihak. Jamur memperoleh makanan berupa zat organik dari akar tanaman, sedangkan penyerapan air dan mineral dari dalam tanah meningkat karena dibantu oleh jamur. Selain itu, hifa jamur menghasilkan hormon yang merangsang pertumbuhan tanaman. Bagaimana jamur dapat membantu penyerapan air dan mineral dari dalam tanah? Pelajari Gambar 5.6. Dapatkah kamu menjelaskan mengapa jamur ini dapat membantu akar tanaman menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah? Zygomikotina merupakan kelompok jamur yang struktur tubuhnya masih sederhana dengan hifa tanpa sekat. Ukuran tubuhnya pun relatif lebih kecil dibanding dengan jamur dari kelompok Askomikotina yang akan kita pelajari pada uraian selanjutnya. 3. Askomikotina Askomikota merupakan kelompok jamur yang terbesar meliputi sekitar 30.000 spesies yang hidup bebas, ditambah 18.000 spesies yang bersimbiosis dengan alga. Sebagian besar bersel banyak, membentuk hifa yang bersekat dengan inti haploid. Hanya sebagian kecil yang bersel tunggal, seperti ragi (Saccharomyces) yang bisa digunakan untuk mengembangkan roti. Kebanyakan Askomikotina merupakan saproba, tetapi ada juga yang hidup parasit dan menimbulkan penyakit pada tumbuhan. Perkembangbiakan secara aseksual pada Askomikotina bersel banyak dengan membentuk konidiospora yang dihasilkan secara berantai oleh ujung hifa. 33

Konidiospora kecil, ringan seperti debu, mudah terbawa angin, dan akan tumbuh pada tempat yang sesuai. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam kantung kecil yang disebut askus. Oleh karena itu, sporanya disebut askospora dan kelompok jamur ini disebut Askomikotina. Askomikotina bersel satu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam industri bioteknologi adalah ragi, misalnya Saccharomyces cereviceae yang dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol. Ragi (khamir) dikelompokkan ke dalam Askomikotina karena pembiakan seksualnya dilakukan dengan membentuk askospora. Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk tumbuh, ragi berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tunas, kemudian tunas ini memisahkan diri. Sering kali tunas tersebut tetap melekat pada induknya dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni. Jika keadaan lingkungan tidak memungkinkan untuk berkembang biak secara aseksual, maka ragi berkembang biak secara seksual dengan membentuk askospora. Pada perkembangbiakan seksual, dinding sel ragi berfungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 sel haploid yang akan berkembang menjadi askospora. Setelah askospora keluar dari askus, masing-masing akan bertunas dan membentuk askospora baru. Selanjutnya, terjadi peleburan antara dua askospora baru membentuk ragi yang diploid (2n). 4. Basidiomikotina Kelompok jamur ini banyak dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya, seperti jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung. Tubuh buahnya disebut basidiokarpus terdiri atas jalinan hifa dikariotik (setiap sel intinya berpasangan). Ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidia yang di dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis yang menghasilkan 4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan, dan terbentuk empat buah basidiospora haploid. C. Peranan Jamur bagi Kehidupan Udara sedemikian penuhnya dengan spora jamur sehingga setelah daun gugur atau serangga mati, jasadnya akan segera diselimuti oleh hifa jamur saprobik. Jamur telah membusukkan sampah hutan dan bangkai hewan sehingga terjadi keseimbangan dalam ekosistem. Akan tetapi, apa yang akan terjadi jika jamur menyerang buah-buahan dan berbagai alat dalam rumah kita? Dalam uraian

34

selanjutnya akan kita pelajari mengenai jamur sebagai pengurai, jamur konsumsi, dan jamur patogen. 1. Jamur sebagai Pengurai Jamur bersama bakteri merupakan pengurai utama yang menjaga tersedianya zat hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Jamur pengurai dapat menguraikan bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik (karbon, nitrogen). Hifanya menembus jaringan sel organisme yang telah mati. Tanpa jamur pengurai, bahan-bahan anorganik, seperti karbon, nitrogen, dan unsur-unsur lain tetap terkumpul dalam bahan organik, tidak dapat terurai. Saproba pengurai kayu dapat merusak barang-barang yang terbuat dari kayu, misalnya sampan. Selama Perang Revolusi, Inggris lebih banyak kehilangan sampan akibat jamur dibandingkan dengan yang rusak akibat serangan musuh. Panen buah-buahan juga menurun akibat jamur menyerang buahbuahan yang matang. 2. Jamur Konsumsi Pada uraian terdahulu telah disebutkan beberapa jenis jamur yang enak dimakan, seperti jamur merang dan jamur kuping. Dapatkah kamu sebutkan contoh-contoh lain? Jamur-jamur tersebut enak rasanya dan bergizi tinggi karena jamur mengandung berbagai unsur mineral yang diperlukan tubuh (seperti kalsium, magnesium, helium, dan natrium), dan berbagai vitamin. Ada sejenis jamur yang disebut truffle, tubuh buah (askokarpus) di dalam tanah, miselia merupakan mikoriza pada akar pohon, memiliki cita rasa yang kompleks. Askokarpusnya mengeluarkan bau keras yang menarik hewan dan serangga, kemudian hewan-hewan tersebut menggalinya dan menyebarkan sporanya. Beberapa jamur liar dapat dimakan, tetapi hati-hati jika mengonsumsi jamur liar karena hanya yang ahli saja yang dapat membedakan jamur beracun dengan jamur yang dapat dimakan. Dari segi ekonomi, jamur menguntungkan karena harganya tinggi, waktu panennya singkat (1-3 bulan). Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik akan budi daya jamur. Coba kamu kunjungi perkebunan jamur yang ada di daerahmu, kumpulkan keterangan yang lebih terperinci sehingga kamu dapat membudidayakan jamur sendiri. 3. Jamur Patogen Tumbuhan sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Beberapa jenis jamur yang patogen telah kita ketahui dari uraian sebelumnya. Dapatkah kamu sebutkan? Beberapa tanaman yang rentan terhadap penyakit jamur, antara lain kentang, tomat, dan seledri. Jamur yang menyerang tanaman penghasil makanan bersifat toksik pada manusia. Rangkuman 35

Hifa jamur membentuk suatu anyaman yang disebut miselium, yaitu merupakan jaringan makan dari suatu jamur. 2. Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan. 3. Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. 4. Jamur diklasifikasikan ke dalam 4 divisi, yaitu Khitridiomikotina, Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina. 5. Khitrid menghasilkan zoospora (spora berflagel). 6. Askomisetes membentuk spora di dalam askus, basidiomisetes membentuk spora dalam basidium. 7. Kapang adalah jamur yang miseliumnya tumbuh sebagai saproba atau parasit pada berbagai jenis substrat. 8. Khamir adalah jamur bersel satu yang menempati habitat cair dan lembap, contoh ragi (Saccharomyces cereviceae). 9. Lichen merupakan simbiosis dari alga bersel satu yang disatukan dalam jaringan hifa jamur. 10. Mikoriza merupakan asosiasi mutualistik akar tumbuhan dengan jamur. 1.

36