Anda di halaman 1dari 8

Pert 8 Makna Pergaulan dan Persahabatan Sebagai sarana untuk mewujudkan persatuan, membuka sekat pemisah, menetralisir berbagai

i perbedaan, mempertemukan hal-hal yang kurang serasi, menciptakan suatu keharmonisan, membuat yang satu merasa bagian tak terpisahkan dari yang lain. Bagi orang yang terlibat: wawasan semakin luas, kepribadian semakin tertempa, rasa curiga semakin dapat disingkirkan, kerjasama di berbagai hal semakin bisa dilakukan Khusus mengenai persahabatan: Kadang seorang sahabat dirasa lebih dekat dibanding dengan saudara kandung sendiri.

Makna Pacaran Dapat menjadi masa yang baik untuk membina cinta personal Tempat melatih diri mengatasi egoisme dan keinginan-keinginan rendah, masa berlatih untuk menahan dan mengendalikan diri Tempat berlaku sopan dimana teman kita kita tempatkan sebagai subyek yang harus kita hormati Tempat kita untuk menghayati kedekatan khusus sambil tetap menjaga kehormatan teman dan diri sendiri Tempat membina diri menjadi pribadi yang matang dengan semakin mengenal dan memperbaiki diri.

Wujud-wujud Penghormatan dan Penghargaan Bersifat langsung : berlangsung dalam perjumpaan dan kebersamaan langsung dengan orang lain, seperti di dalam kendaraan umum, di tempat antrian, di dalam kelas, dsb. Bersifat tidak langsung: tidak dalam keadaan kontak langsung, seperti: tidak mengambil jatah orang lain, mau mengakui jasa orang lain, dsb. Bersifat negatif dan positip Positif : ada yang dibuat, umpamanya: mengucapkan terimaksih, memberikan pujian, dsb. Negatif: tidak menekankan adanya hal yang dibuat,melainkan mengedepankan hal justru tidak dibuat, umpamanya: tidak merokok di dalam kendaraan umum, dsb.

Pert 9 Manfaat Saling Menghormati dan Menghargai: Manfaat bagi diri sendiri: Mendapat simpati dari orang lain Merasakan kebanggan karena berhasil melakukan yang baik

Manfaat bagi orang lain: Bisa membangkitkan semangat orang karena tersentuh oleh perlakuan baik dari kita Dapat mendorongnya untuk berubah (melakukan hal yang sama) Manfaat dalam hidup bersama: Menciptakan komunitas damai Masing-masing merasa aman karena ruang prifasinya dihormati Pert 10 Membuka Diri Suatu kesediaan mengungkapkan kepada orang lain reaksi-reaksi (perasaan atau pikiran) kita terhadap aneka kejadian yang kita alami sendiri dan bersama atau terhadap apa yang dikatakan atau dilakukan oleh orang lain atau lawan komunikasi kita Terbuka kepada dan bagi yang lain Terbuka kepada yang lain : Bersifat aktif. Kita lebih banyak bertindak memperkenalkan diri kita, keberadaan kita sekarang ini kepada yang lain. Terbuka bagi yang lain: Bersifat pasif. Menunjukkan bahwa kita menaruh perhatian pada perasaannya, terhadap kata-kata dan perbuatannya, atau terhadap kesediaannya mengungkapkan dirinya kepada kita.

*Jendela keterbukaan diri Memperluas Daerah Terbuka Caranya: Dengan membuka diri kepada dan bagi yang lain

MengurangiDaerah Buta, dengan meminta orang lain mau semakin terbuka terhadap diri kita, bersedia dan berani mengatakan sesuatu yang dia ketahui tentang diri kita Mengurangi Daerah Tersembunyi dengan memberikan informasi kepad arang lain agar mereka bereaksi dan menanggapinya Agar keterbukaan dapat terlaksana Mengelola temperamen (yang introvert) Terdorong oleh rasa tanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain Mau menyampaikan dan menerima kritik

Lebih Khusus Tentang Sikap Jujur Kejujuran dalam praktek Jujur = tidak berbohong; berbohong berarti tidak jujur Berbohong (dengan konotasi etis) berarti suatu tindakan sengaja, dengan tujuan buruk, menyampaikan informasi yang salah kepada pihak lain Berbohong dengan tujuan baik ? Batas kejujuran dan ketidakjujuran tidakselalu jelas

Mempertangungjawabkan kejujuran Kebenaran yang sudah jelas sebagai yang harus diungkapkan, kita harus mengungkapkannya dengan jujur Mengelak memberi informasi yang benar kadang-kadang dapat dipertanggungjawabkan secara moral Yang tidak pernah boleh dilakukan adalah menyampaikan informasi palsu yang menyesatkan.

Pert 11 Sumber kepedulian social Bersumber dari cinta Tidak mungkin ada kepedulian tanpa ada rasa cinta sebagai sumbernya Semangat cinta bukan hanya sekedar ras kemanuisaan pasif, seadanya, minimal, sejauh tidak merepotkan dan merugikan Aktif mengupayakan sesuatu, sebagai ungkapan turut merasakan dn menanggung beban sesama manusia Mengatasi segala sekat perbedaan

Siapa pun, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan, adalah sesama bagi kita

Tidak Karena Macam-macam Alasan Terdapat macam-macam alasan seseorang mengulurkan tangannya kepada orang lain Kepedulian sosial timbul dari hati yang terbuka mau berbagi untuk sesamanya (dan tidak karena macam-macam alasan) Kepedulian biasanya muncul ketika terjadi musibah atau kemalangan (reaksi). Tindakan ini biasanya terlambat, namun tetap sangat perlu Kita perlu melakukannya secara proaktif, dengan cara merencanakan sesuatu, berupa pemberdayaan bagi saudarasaudara kita yang membutuhkan

Hambatan Utama Dalam Mewujudkan Kepedulian Sosial Egoisme : Semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah demi kepentingan diri sendiri Egoisme etis: Mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri Egoisme psikologis: Semua tindakan manusia digerakkan oleh hasrat akan kesejahteraan dan kepuasan diri sendiri

Materialistis : Sangat mengutamakan materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya Akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan (inilah yang mendorong terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme)

Pert 12 Percaya dan Dipercaya Mempercayai orang lain Percaya pada apa yang dikatakan orang Dapat mengandalkan orang Berani terbuka kepada orang

Menjadi pribadi yang dapat dipercaya Berbicara jujur Menjaga / menyimpan rahasia Melaksanakan tangungjawab dengan baik Berani menanggung resiko Punya disiplin diri Memiliki watak yang baik

Faktor Penyebab Hilangnya Kepercayaan Tidak mempercayai orang lain, yang disebabkan: Sifat dasar Pengalaman masa lalu Pengaruh lingkungan Pandangan terhadap diri sendiri

Tidak bisa dipercaya, yang disebabkan : Suka berbohong, yang disebabkan oleh: Sifat dasar seseorang Pengalaman buruk menjadi korban kebohongan Lingkungan tempat seseorang dibesarkan dalam waktu yang lama Karena ingin menghindari sanksi Menginginkan sesuatu yang tidak baik

Tidak bisa menyimpan rahasia Tidak menyelesaikan tanggujawab dengan baik Menolak tanggungjawab atas resiko dari putusan dan tindakannya Tidak disiplin, tidak punya komitmen dalam bekerja, hidup sembarangan dan tidak teratur Berwatak buruk Tidak mepercayai oranglain *Menumbuh kembangkan Kepercayaan Kita harus mulai dari diri kita sendiri Berusaha tetap jujur Mau terbuka Mengedepankan rasio Tidak terlalu eksklusif Mau berbaur Berusaha mempercayai orang lain Tidak memelihara kecurigaan Cepat berdamai Memperbanyak kerjasama Mau menepati janji Memberi jaminan Berlaku baik Sejalan antara pikiranperkataan-perbuatan Mengakui kesalahan, bersedia minta maaf dan mau memaafkan

Buang jauh-jauh perilaku munafik dan topeng yang

kadang-kadang digunakan untuk menutupi kelemahan

Pert 13 Hakekat Keadilan Pengertian: Memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Memberikan kepada seseorang yang bukan haknya.

Tiga ciri khas yang menandai keadilan: Keadilan tertuju kepada orang lain Keadilan harus ditegakkan atau dilaksanakan tuntutan/kewajiban Keadilan menuntut persamaan hukum =>

Pembagian keadilan menurut pengarang-pengarang modern: 1. Keadilan Distributif (distributive justice) : enak dan tak enak harus dibagi dg adil 2. Keadilan Retributif (retributive justice) : berkaitan dengan kesalahan. Mis denda 3. Keadilan kompensatoris (compensatory justice) : kompensasi kepada yang dirugikan Keadilan Distributif pada khususnya Merupakan keadilan yang sedikit lebih rumit dan paling banyak kesulitan Masalahnya: bagaimana membagi hal-hal yang enak dan hal-hal yang tidak enak secara fair Namun merupakan keadilan yang lebih urgen 1. Prinsip Formal

2. Prinsip material Teori: 1. Egalitarianistis 2. Sosialistis 3. Liberalistis

1. Prinsip Formal equals ought to be treated equally and unequals may be treated unequally Prinsip ini bagus, namun dalam praktek tidak begitu bermanfaat karena hanya menyajikan bentuk dan tidak mempunyai isi. Perlu dilengkapi dengan prinsip material

2. Prinsip material Kepada setiap orang ybs diberi bagian yang sama (to each person an equal share) Kepada setiap orang sesuai dengan kebutuhan individualnya (to each person according to individual need) Kepada setiap orang sesuai dengan haknya (to each person according to that persons right) Kepada setiap orang sesuai dengan usaha individualnya (to each person according to individual effort) Kepada setiap orang sesuai dengan kontribusinya kepada masyarakat (to each person according to special contribution) Kepada setiap orang sesuai dengan jasanya (to each person according to merit)

1.Teori Egalitarianistis Mengambil prinsip pertama (bagian yang sama) sebagai dasarnya Semboyannya : Sama rata, sama rasa Kekuatan: Menegakkan prinsip kesamaan antara manusia, semua manusia diperlakukan sama. Kelemahan: Dalam banyak manusia tidak sama Untuk banyak hal tertentu prinsip ini terasa cocok dan relevan (misal antrian)

2. Teori Sosialistis Mengambil prinsip kedua (kebutuhan) sebagai dasarnya Untuk mengimplementasikannya, mereka merumuskan sebuah prinsip: From each according to his ability, to each according to his

needs. Yang pertama berbicara mengenai bagaimana burdens harus dibagi, dan yang kedua berbicara mengenai bagaimana benefits harus dibagi. Kekuatan: Menampung perbedaan kemampuan dan kebutuhan, sesuatu yang sangat riil dalam kehidupan manusia Kelemahan: Orang tidak akan termotivasi, dan mengabaikna kebebasan orang untuk memilih pekerjaan yang dia sukai.

3.Teori Liberalistis Menggarisbawahi prinsip ketiga (hak), prinsip keempat (usaha), secara khusus prinsip keenam (jasa atau prestasi) sebagai dasarnya Bertolak dari pemikiran bahwa manusia adalah makhluk bebas. Prestasi terutama dilihat sebagai perwujudan dari pilihan bebas seseorang. Kekuatan : akan mendorong untuk bekerja keras dan berprestasi Kelemahannya: berkaitan dengan orang yang tidak berprestasi di luar kemauannya sendiri

Keadilan Sosial Beda dengan keadilan individual Keadilan sosial adalah keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis, politis, sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat. Struktur-struktur yang dimaksud adalah strukturstruktur kekuasaan dalam berbagai dimensi sosialnya. Mengusahakan keadilan sosial Membongkar struktur-struktur tadi, yang telah menyebabkan segolongan orang menderita ketidakadilan Seharusnya yang mengusahakannya adalah negara Namun dalam kenyataannya negara tidak melakukannya

Yg blm Hambatan dan tantangan dalam slng menghormati dan menghargai