Anda di halaman 1dari 13

Budidaya Kangkung Darat

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi.. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan 2) Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar. Teknologi Budidaya 1. Benih Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi. 2. Persiapan Lahan Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya adalah 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit. 3. Pemupukan Bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m . Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m ) pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m ) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam. 4. Penanaman
2 2 2

Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 - 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris). 5. Pemeliharaan Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. 6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya. 7. Panen Panen dilakukan setelah berumur + 30 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. 8. Pasca Panen Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.

KANGKUNG SI ANTI RACUN ..

Kangkung termasuk sayur yang sangat popular. Biasa dibuat tumis, cah, atau lalap. Kangkung ternyata juga berkhasiat sebagai antiracun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan. Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Di Cina, sayuran ini dikenal sebagai weng cai. Di negara Eropa, kangkung biasa disebut swamp cabbage, water convovulus, atau water spinach. Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke, Papua, kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar. Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau

terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas permukaan laut. Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Menurut Dr. Setiawan, kangkung mempunyai rasa manis, tawar, sejuk. Sifat tanaman ini masuk ke dalam meridian usus dan lambung. Efek farmakologis tanaman bernama Cina weng cai, ini sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), sedatif (obat tidur). Kangkung juga bersifat menyejukkan dan menenangkan. Tanaman bernama daerah kangkueng (Sumatera), pangpung (Nusa Tenggara), kangko (Sulawesi), utangko (Maluku) ini enak rasanya dan memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Selain vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir. Kangkung Si Antiracun Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1764805kangkung-si-antiracun/ Kangkung "Selain Sebagai Penenang, juga Atasi Pendarahan"
Sumber : Tabloid Senior No.222 / 10 - 16 Oktober 2003.

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita
jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas. Kangkung tergolong sayur yang sangat populer karena banyak peminatnya. Sayuran ini selalu hadir di restoran yang menyediakan makanan cina atau makanan laut dan disajikan dalam masakan tumis. Tanaman dari India yang menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan bagian negara Afrika ini disebut juga Swamp Cabbage, Water Convovulus, dan Water Spinach. Di Indonesia, kangkung mudah diternui di daerah-daerah di Jawa, Papua, dan Aceh Besar. Jenis sayuran ini merupakan tanaman yang turnbuhnya relatif cepat. Dalarn waktu 4-6 minggu sejak dari benih, kangkung sudah bisa dipanen. Sayuran bernama Latin lpomoea reptans ini terdiri dan dua varietas, kangkung darat yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Kangkung air berbunga putih kemerahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Dilihat dari bentuk daun dan batangnya, kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Batang kangkung air berwarna hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijauan. Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyernbuhkan penyakit tertentu. Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lainlainnya Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjojo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr.

Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B,C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur), Sebab itu tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.

Kacang Kedelai, Makanan Ampuh Perangi Kolesterol Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat baik dikonsumsi. Dalam jumlah
gram yang sama, kandungan protein yang terdapat dalam kedelai lebih tinggi dibandingkan kandungan protein dalam daging ayam. Kedelai seberat 25 gram mengandung 7 gram karbohidrat, 5 gram protein dan 3 gram lemak. Sedangkan ayam tanpa kulit dengan berat yang sama hanya mengandung 2,3 gram protein dan 0,6 gram lemak. Kedelai yang bisa kita peroleh dalam bentuk tempe, tahu dan susu selain mengandung protein juga mengandung zat besi, kalsium, vitamin A, B, B1 dan B2 yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis kacang lainnya. Tempe, salah satu produk hasil olahan kedelai juga mengandung vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Bagi mereka yang mempunyai kolesterol tinggi, kandungan genestein dan daidzein yang merupakan bagian dari isoflavon dapat membantu mengurangi kolesterol dalam darah. Kandungan serat dalam kedelai sangat baik untuk membantu sistem pencernaan tubuh sehingga dapat mengurangi waktu transit dari zat-zat racun yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, shingga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Dalam penelitian yang dilakukan Dr. Jiang He dari Tulane University School of Public Health & Tropical Medicine pada 60 pria dan 90 wanita di Cina yang berusia antara 35-65 tahun dengan kadar kolesterol normal, terbukti bahwa kedelai juga dapat meningkatkan kolesterol baik yaitu HDL (High Density Lipoprotein), sementara kolesterol jahat, LDL (Low Density Lipoprotein) tetap rendah.

BEASISWA SUPERSEMAR MENGANGKAT NAMA SPP SPMA BONDOWOSO


Laporan: dari web SPP SPMA Bondowoso sejak tahun ajaran 2001-2002 hingga sekarang berkesempatan memperoleh Beasiswa Supersemar. Kami selaku lembaga maupun siswa penerima sangat terbantu apalagi sebagian besar siswa kami berasal dari keluarga yang tergolong ekonominya.

Kepala sekolah SPP SPMA Bondowoso, Ir. Matsakur, M.Si, menambahkan dengan adanya beasiswa supersemar ini bisa membantu para siswa untuk tetap bertahan di dalam menempuh pendidikannya. Kalau tanpa beasiswa, sebagian besar orang tua para siswa yang sekitar 70% berasal dari golongan tidak mampu akan terbebani berbagaai macam biaya operasional termasuk biaya praktek tambah Alumnus Universitas Brawijaya Malang yang meneruskan S2-nya di Surabaya. Ini berarti SPP Bondowoso terbantu dalam kelancaran pengembangan sekolah yang memilih kejuruan bidang pertanian ini, sekaligus terangkat namanya. Kepala sekolah yang murah senyum ayak tiga anak ( pertama kelas 1 SMA, kedua kelas 6 SD, yang ketiga TK Nol kecil) yang bertugas di SPP Bondowoso sejak tahun 1998 menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya dulu tidak diminati oleh siswa maupun orang tua siswa. Ia bersyukur, keprihatinan itu tersapu pelan-pelan.kini minat semakin meningkat Kini ia memiliki siswa sebanyak 352 siswa, yang terbagi menjadi 9 kelas (kelas 1,2,3 masing2 tiga kelas). Ir.Matsakur,M.Si dalam nada bangga penuh syukur menjelaskan bahwa SPP Bondowoso pada awalnya berstatus milik daerah dengan akreditasi terdaftar. Sekarang dengan peningkatan yang ada seperti SDM, sarana dan prasarana serta tingginya minat, SPP Bondowoso berubah menjadi SPP Negeri Bondowoso sejak tahun 2003 dengan akreditasi disamakan, atau istilah sekarang akreditasi A. Dengan katagori ini SPP Negeri Bondowoso memilikikewenangan oleh pusat untuk bisa merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi ujian akhir sendiri sejak tahun 2003. Terlealisir dan ijasah itu sudah ditanda tangani oleh kepala sekolah itu sejak menjadi SPP Negeri. Di tahun 70-an ketika Bangsa Indonesia menggelar Gerakan Swa Sembada, masyarakat dalam hal ini pemerintah khususnya membutuhkan tenaga-tenaga tingkat menengah, sebagai penyuluh pertanian. Sehingga pada tahun 70 di Bondowoso pun membutuhkan tenaga itu. Oleh karena itu pemerintah daerah memutuskan untuk mendirikan SPMA daerah. Perkembangannya memang begitu pesat, karena memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masa jaya itu berkibar hingga awal tahun 90-an yang kemudian mengalami penurunan seiring dengan aturan baru pemerintah yang sudah tidak lagi menerima penyuluh dari lulusan SPMA. Sejak tahun 90-an untuk menjadi penyuluh pertanian dipersaratkan berpendidikan minimal D3. Dampak aturan itu cukup menyulitkan SPMA, tidak hanya di Bondowoso tapi SPMA se-Indonesia. Sehingga banyak SPMA yang mati, ditutup. Di Jawa Timur khususnya wilayah Besuki, meliputi Besuki, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo tinggal SPMA di Bondowoso saja yang bertahan hidup. Yang lain sudah tutup, termasuk Probolinggo, dan Lumajang sudah tidak ada. Dulu daerah ituada SPMA, sekarang sudah tidak ada lagi, jelas Ir.Matsakur, M.Si sembari bersyukur SPMA yang diasuhnya kini justru berkembang . Untuk lebih memacu perkembangan Ir.Matsakur sembari mengucapkan Selamat dan penghargaan kepada jajaran pengasuh Yayasan Suprsemar diusianya lebih tiga dasawarsa ia berharap dukungan dapat lebih ditingkatkan. Ia juga mengundang Lembaga Swadaya peduli pendidikan yang lain seperri Yayasan Damandiri untuk ikut berkiprah memajukan sekolah ini. Dengan dukungan beasiswa dari Supersemar. Alhamdulillah sekarang tahun 2004/2005 SPMA Bondowoso dialokasikan mendapatkan beasiswa supersemar itu 60 orang. Beasiswa seperti dari Supersemar atau serta instansi, LSM atau swasta peduli pendidikan akan menambah pamor SPP Bondowoso semakin exist. Kesempatan Beasiswa Supersemar menjadi kembang lambe atau buah bibir masyarakat bahwa SPMA Bondowoso banyak menerima beasiswa yang berarti banyak diantara siswanya berprestasi unggul.(faris).

Kangkung Selain Sebagai Penenang, juga Atasi Pendarahan


Posted by embundaun pada Agustus 6, 2008

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas. Kangkung tergolong sayur yang sangat populer karena banyak peminatnya. Sayuran ini selalu hadir di restoran yang menyediakan makanan cina atau makanan laut dan disajikan dalam masakan tumis. Tanaman dari India yang menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan bagian negara Afrika ini disebut juga Swamp Cabbage, Water Convovulus, dan Water Spinach. Di Indonesia, kangkung mudah ditemui di daerah-daerah di Jawa, Papua, dan Aceh Besar. Jenis sayuran ini merupakan tanaman yang tumbuhnya relatif cepat. Dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih, kangkung sudah bisa dipanen. Sayuran bernama Latin lpomoea reptans ini terdiri dan dua varietas, kangkung darat yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Kangkung air berbunga putih kemerahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Dilihat dari bentuk daun dan batangnya, kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Batang kangkung air berwarna hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijauan. Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu. Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok Tanaman Penyembuh Ajaib Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjojo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B,C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur), Sebab itu tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyanganyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah. Sumber : Tabloid Senior

kangkung (Ipomoea aquatica)

ciri-ciri tanaman kangkung Tanaman ini merambat di lumpur dan tempat-tempat yang basah, seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman bernama Latin Ipomoea reptans ini terdiri atas dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. kandungan kimia tanaman kangkung: Air, 91.2 g, Energi, 28 kcal , Energi, 117 kj, Protein, 1.9 g, Total lemak, 0.4 g , Karbohidrat, 5.63 g, Serat, 2 g, Mineral : Kalsium, Ca, 72 mg , Besi, Fe, 0.9 mg , Magnesium, Mg, 18 mg, Phospor, P, 28 mg Potassium, K, 228 mg, Sodium, Na, 23 mg , Seng, Zn, 0.24 mg, Tembaga, Cu, 0.156 mg , Mangan, Mn, 0.416 mg, Selenium, Se, 0.9 mcg Vitamin : Vitamin C, asam ascorbic, 41 mg, Thiamin, 0.053 mg Riboflavin, 0.07 mg, Niacin, 0.5 mg, Asam Pantothenic, 0.049 mg Vitamin B-6, 0.138 mg , Folate, 13.3 mcg, Vitamin B-12, 0 mcg Vitamin A, IU, 7400 IU, Vitamin A, RE, 740 mcg_RE Vitamin E, 0.85 mg_ATE Lemak : Asam lemak jenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g . Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol, 0 mg Asam Amino: Tryptophan, 0.023 g, Threonine, 0.085 g, Isoleucine, 0.114 g, Leucine, 0.133 g, Lysine, 0.114 g, ethionine, 0.018 g, Cystine, 0.025 g, Phenylalanine, 0.097 g, Tyrosine, 0.067 g, Valine, 0.104 g, Arginine, 0.106 g, Histidine, 0.04 g Alanine, 0.096 g, Asam Aspartic, 0.17 g, Asam Glutamic, 0.216 g, Glycine, 0.092 g, Proline, 0.113 g, Serine, 0.08 g khasiat tanaman kangkung: 1. Ketombe. Ambil daun kangkung secukupnya, rendam dalam air semalaman hingga airnya tampak kebiruan. Air inilah yang digunakan untuk keramas. 2. Mimisan. Ambil seikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari.

3. Sakit gigi. Ambil segenggam akar kangkung, lalu tambahkan setengah sendok teh cuka dan rebus dengan segelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk berkumur. 4. Sariawan. Cuci daun kangkung secukupnya, lumatkan, dan tambahkan segelas air plus sedikit garam. Peras dan saring, lalu pakailah air perasan untuk berkumur. 5. Pusing-pusing sebelah. Tumbuk segenggam daun kangkung hingga halus. Tambahkan air secukupnya ditambah sedikit garam, lalu disaring. Tambahkan madu. Minum satu kali sehari sekaligus. 6. Ambeien. Ambil 3 genggam akar kangkung, cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas. 7. Cacar air. Cuci bersih setengah genggam akar kangkung, rebus dengan dua gelas air hingga menjadi tiga perempat. Setelah dingin, saring lalu minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas. 8. Frambusia (patek). Cuci bersih tiga perempat genggam akar kangung, lalu rebus dengan tiga gelas air, biarkan mendidih hingga tinggal tiga perempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak tiga perempat gelas. 9. Bisul. Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu giling halus. Beri air garam secukupnya, kompreskan pada bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari. 10. Sembelit. Cuci bersih setengah genggam daun kangkung segar, lalu kukus. Bisa juga langsung dimakan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari. 11. Susah tidur. Sediakan satu genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Makan tumis bersama-sama nasi. Lakukan dua hari sekali. 12. Melancarkan air seni. Siapkan segenggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam dua gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sekali dalam sehari. 13. Uraf saraf lemah (neurasthenia). Siapkan sepertiga genggam daun kangkung, seperempat genggam batang kangkung, dan seperempat akar kangkung. Setelah dicuci, tumbuk hingga halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Kemudian peras dan saring. Minum tiga kali sehari. 14. Mengurangi haid. Ambil sekira 50 gram daun kangkung segar, beri sedikit air. Lalu, tumbuk dan saring. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum sehari sekali dan ulangi selama enam hari berturut-turut sampai sembuh. 15. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir. Kangkung ternyata juga memiliki manfaat sangat tinggi. Itu karena mengandung vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol.

Respon pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) terhadap pemberian pupuk NPK.

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kangkung termasuk sayuran yang populer dan digemari masyarakat Indonesia. Tanaman kangkung berasal dari India sekitar 500 SM, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia dan Afrika. Nama latin kangkung adalah Ipomoea reptans. Di Cina, sayuran ini dikenal dengan nama Weng Cai, sedangkan di Eropa kangkung disebut Swamp Cabbage. Di Indonesia kangkung memiliki beberapa nama daerah, yaitu Kangkueng (Sumatera), Kangko (Sulawesi) dan Utangko (Maluku) (Azmi, 2007). Kangkung bergizi tinggi dan lengkap dengan kandungan yang ada pada kangkung seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, posfor, zat besi, natrium, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, karoten, hentriakontan, dan sitosterol. Senyawa kimia yang dikandung adalah saponin, flavonoid, dan poliferol (Mangoting dkk, 1999). Kangkung merupakan tanaman yang bermanfaat. Kangkung mempunyai senyawa yang dapat digunakan untuk pengobatan bagi penderita susah tidur. Serat pada kangkung sangat baik untuk mencegah konstipasi sehingga dapat menghalangi terjadinya kanker perut. Karetenoid dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A serta klorofil tinggi. Kedua senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang berguna untuk mencegah penuaan dan menghalangi mutasi genetik penyebab kanker (Wirakusumah, 1998). Produksi tanaman kangkung di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami variasi. Pada tahun 1985 terdapat luas areal pertanaman kangkung nasional 41.953 hektar. Namun tahun-tahun berikutnya cenderung menurun, yaitu hanya 32.448 ha (1988) dan 20.578 ha (1990). Hasil rata-rata kangkung nasional masih rendah, yaitu baru mencapai 2,389 ton/hektar (1985), 4,616 ton/hektar (1988), dan 7,660 ton/ha (1990) (Rukmana, 1994). Pupuk NPK merupakan pupuk campuran dari nitrogen, phosfor, dan kalium. Pupuk N berfungsi untuk menaikkan produksi tanaman, kadar protein, dan slulosa, tetapi serin menurunkan kadar sukrosa, poli fruktosa dan pati. Kadar P dinyatakan dalam bentuk P2O5 yang jumlahnya lebih sedikit daripada nitrogen dan kalium. Fungsi mendorong pertumbuhan akar tanaman. Kadar pupuk K dinyatakan sebagai % K2O. Kalium berfungsi untuk mengatur pergerakan stomata (Rosmarkam dan Nasih, 2003). Sumber unsur N sebenarnya cukup banyak terdapat di atmosfer, yaitu + 79,2 % dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsur N ini baru dapat digunakan oleh tanaman setelah mengalami perubahan bentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk pupuk. Sumber utama dari nitrogen berasal dari N2 yang terikat. Untuk pembuatan pupuk adalah nitrogen dalam bentuk amoniak (Hasibuan, 2008). Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah respon pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) terhadap pemberian pupuk NPK. TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut buku yang ditulis oleh Steenis (1978), klasifikasi tanaman kangkung adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Convolvulales

Famili : Convolvulacae Genus : Ipomoea Spesies : Ipomoea reptans Poir. Kangkung merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun. Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air (Rukmana, 1994). Batang kangkung bulat dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan setelah tumbuh lama batangnya akan merayap (menjalar) (Mortensen dan Bullard, 1970). Kangkung memiliki tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda (Mangoting dkk, 1999). Selama fase pertumbuhanya tanaman kangkunga dapat berbunga, berbuah, dan berbiji terutama jenis kangkung darat. Bentuk bunga kangkung umumnya berbentuk terompet dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah lembayung (Azmi, 2007). Buah kangkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah kangkung tidak lama (Nazaruddin, 1994). Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua. Pada jenis kangkung darat biji kangkung berfungsi sebagai alat perbanyakan tanaman secara generatif (Wirakusumah, 1998). Syarat Tumbuh Iklim Kangkung mempunyai daya adaptasi cukup luas terhadap kondisi iklim tropis dan dapat ditanam di berbagai daerah atau wilayah di Indonesia. Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) + 2000 mdpl, dan diutamakan lokasi lahanya terbagi atau sinar matahari yang cukup (Rukmana, 1994). Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman kangkung adalah 400-800 footcandles yang akan mempengaruhi pertumbuhan optimum. Oleh karena itu, kangkung dapat tumbuh pada lahan terbuka tetapi tidak terlalu panas (Bandini dan Azis, 2001). Untuk pertumbuhan kangkung diperlukan iklim yang toleran. Pertumbuhan kangkung biasanya optimal bola dipengaruhi oleh suhu daerah setempat. Suhu yang dibutuhkan tanaman kangkung yaitu rata-rata 20-300 C dengan kelembaban daerah (RH) dibawah 60 % (Nazaruddin, 2000). Tanah Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, dan tidak mudah menggenang (becek). Pada tanah yang becek, akar-akar tanaman dan batang kangkung darat akan mudah membusuk atau mati (Rukmana, 1994). Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan). Tanaman kangkung cocok ditanam pada tanah bertekstur liat berpasir dengan struktur tanah yang agak remah. Selain itu, tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhanya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik ( Azmi, 2007). Kisaran derajat keasaman (pH) tanah yang baik untuk tanaman kangkung adalah pada kisaran

pH netral yakni 6-7. Jika pada tanah asam kangkung sukar tumbuh maka diperlukan penambahan kapur untuk menetralkanya (Nazaruddin, 2000). Pupuk NPK Zat-zat yang sangat diperlukan tanaman dan seringkali kurang cukup terdapat di dalam tanah, terutama Nitrogen (N), Phosfor (P), dan Kalium (K). Apabila unsur tersebut dapat terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan menjadi normal dan baik. Sebaliknya, apabila kekurangan atau kelebihan akan menunjukkan gejala-gejala kekurangwajaran atau abormal (Rosmarkam dan Nasih, 2003). Nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat (NO-3) dan ion amonium (NH4+). Nitrogen tidak tersedia dalam bentuk mineral alami seperti unsur hara lainya. Terdapat didalam protein dalam bentuk tanaman yang berguna untuk pertumbuhan pucuk daun. Pupuk N juga menyuburkan bagian-bagian vegetatif tumbuhnya batang dan daun. Oleh karena itu, pupuk ini diberikan pada awal masa pertumbuhan dan diberikan pada sayuran daun sebab dengan pupuk N daunya lekas tumbuh besar dan berwarna hijau tua. Sumber N dari udara tidak semua tanaman dapat menghisapnya dari udara begitu saja. Tetapi dengan adanya bentuk bantuan bakteri tanah, maka zat N dapa dihisap oleh tanaman (Hasibuan, 2006). Phosfor berperan penting didalam transfer energi didalam sel tanaman, misalnya ADP, ATP, berperan dalam pembentukan membran sel, sangat diperlukan untuk pembiakan generatif yakni pembentukan bunga serta bagian-bagianya. Selanjutnya menjadi buah dan bijinya, mendorong dan mningkatkan pembentukan buah, serta perangsang akar dapat memanjang dan kuat. Kadar zat P dalam pupuk dinyatakan dalam % P2O5 (Sutanto, 2004). Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. Tanah mengandung 400-500 kg kalium untuk setiap 93 m2. Kalium pada tanaman berperan sebagai efisiensi penggunaan air, untuk pertumbuhan zat tepung di dalam tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, daun buah dan buah tidak mudah lepas dari tangkainya, lebih tahan terhadap penyakit dan memperluas pertumbuhan akar (Hasibuan, 2008). Gejala-gejala akibat kekurangan salah satu unsur hara pada tanaman disebut sebagai istilah defisiensi. Kekurangan unsur N pada tanaman mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang kerdil dan daun akan mengalami gejala klorosis. Pada unsur P jika tanaman mengandung sedikit sekali unsur P maka pemasakan buah terhambat. Kekurangan unsur K berakibat pada daun-daun yang paling bawah berwarna kuning, dan tanaman rentan terhadap penyakit (Moternsen and Bullard, 1970).

DAFTAR PUSTAKA Allard. R.W., 1992. Pemuliaan Tanaman, Terjemahan Manna. Rineka Cipta, Jakarta. Anonim., 1960. Principles of Plants Breeding. University of California, USA. Ashari. S., 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI-Press, Jakarta. Decoteau., 2000. Vegetable Crops. Prentice Hill, USA. Hadie. W., Subandriyo., L.H. Emmawati., dan R.N. Rachman., 2008. Analisis Kemampuam Daya Gabung Pada Genotipe Udang Galah Untuk Mendukung Program Seleksi Dan Hibridisasi. Diakses dari Http://www.dkp.go.id Pada Tanggal 21/04/2008. Hartmann. H.T and D.E. Kester., 1985. Plant Propogation Principles and Practices. Prentice

Hall.INC, New Jersy. Hasym. H., 2008. Pemuliaan Tanaman. USU-Press, Medan. Hayes. H.K., F.R. Immer., and D.C. Smith., 1955. Methods of Plant Breeding. Mc Graw-Hill Book company. Inc, New York. Iriany. R.N., A.M. Takdir., Muzdalifah., M. Marsum., Dahlan., dan Subandi., 2008. Evolusi Daya Gabung Karakter Ketahanan Tanaman Jagung Terhadap Penyakit Bulai Melalui Persilangan Diallel. Di Kutip dari http://202.155.106/download.php, pada tanggal 24/04/2008. Magnisjah dan Setiawan., 1991. Jagung Hibrida. Rineka Cipta, Jakarta. Mangoendidjojo. W., 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius, Yogyakarta. Nurmala. T.S.W., 1998. Serealia Sumber Karbohidrat Utama. Rineka Cipta, Jakarta. Redaksi Agromedia., 2007. Budidaya Jagung Hibrida. Agromedi, Jakarta. Rubatzky. V dan M. Yamaguchi., 1998. Sayuran Dunia I, Terjemahan Ir. Catur Horison,MSc. ITB, Bandung. Splittstoesser. W.E., 1984. Vegetable Growing Handbook, Second Edition. Van Nostrand Reinhold Company, New York. Thompson. H.C and W.C. Kelly., 1957. vegetable Crops. MC Graw-Hill Book Company, New York. Walden. D.B., 1987. Maize Breeding and Genetics. A Willey-Interscience Publication, New York. Welsh. J.R., 1981. Fundamentals of Plant Genetics an Breeding. John-Willey & Sons, New York. __________., 1991. Dasar-Dasar Genetika Dan Pemuliaan Tanaman, Penerjemah Johanes P Mogea. Penerbit Erlangga, Jakarta. Widodo, L., 2003. Penggunaan Marka Molekuler Pada Seleksi Tanaman. di Kutip dari http://Tumotou.ned/imam-widodo,htm pada tanggal 17/04/2008. Williams. C.N., J.O. Uzo., and W.T.H. Pergerine., 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika, Penerjemah Soedharoedjian.R. UGM-Press, Yogyakarta. Wirawan. B., dan S. Wahyuni., 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. Penebar Swadaya, Jakarta. www.damandiri.or.id., 2008. Daya Gabung, di Akses Tanggal 24/04/2008. www.deptan.go.id., 2008. Varietas, di Akses Tanggal 24/04/2008.

www.sumutprov.go.id., 2008. Hasil Pertanian Sumut, di Akses Tanggal 24/04/2008.