dokter

RIANA HELMI, DOKTER TERMUDA INDONESIA

Riana Helmi, berhasil menjadi dokter termuda Indonesia dengan berhasil lulus dari Universitas Gajah Mada pada usia 17 tahun 11 bulan. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991 ini menjadi perempuan termuda dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67. wew….Riana diwisuda oleh Rektor UGM Sudjarwadi di gedung Graha Sabha Pramana pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2009. Masa kuliah ia tempuh dalam waktu tiga tahun enam bulan,… Anak pertama dari pasangan Helmi, seorang perwira polisi pendidik di Sekolah Perwira Polri Lido Sukabumi dan Rofiah tersebut diterima menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM pada usia empat belas tahun, tepatnya 1 September 2005. Riana mengaku, tidak mengalami kesulitan selama masa perkuliahan, hanya faktor umur nya yang menjadi kendala.

Sumber : http://www.tabloidnova.com

MENJADI DOKTER KARENA KEHENDAK IBU

Menarik sekali membaca buku biografi Prof. Satyanegara yang berjudul "AYAT-AYAT FILOSOFI SATYANEGARA" yang diedarkan tepat waktu HUT 70 tahun Prof. Satyanegara pada tanggal 1 Desember 2008. Lebih menarik lagi karena jadi dokter karena kehendak ibu yang dengan sengaja sang ibu "membunuh" bakat nyanyi dan bakat mengarang yang dimiliki Prof. Satyanegara. Jadi sungguh luar biasa yang terjadi dalam diri Prof. Satyanegara yang nama lamanya adalah Oei Kim Sing, bisa menjadi dokter, sedangkan di pihak lain banyak calon dokter yang drop out gara-gara hanya ingin mengikuti kehendak orang tuanya. Yang lebih hebat lagi jadi dokternya di Jepang sedangkan waktu lulus SMA masih belum bisa bahasa Jepang. Kelihatannya "modal nekat" dan "berani mati" lebih cocok menjadi label perjuangan hidup Prof. Satyanegara tsb.

Jika anda kerap menonton acara kesehatan di televisi. . DOKTER TV di ANTV. Wajahnya kerap wara-wiri di acara kesehatan hampir di semua stasiun televisi. Ia kini berkarir sebagai dokter sekaligus presenter. pastilah tak asing dengan wajah cantiknya. Klinik TVRI di TVRI. Sebut saja. Kali ini vibizlife mengajak anda untuk sedikit mengintip perjalanan karir dr Sonia Wibisono. untuk acara off air. Ia kerapkali akrab menemani pemirsa setianya lewat tayangan kesehatan di berbagai stasiun televisi. Sonia sering didaulat menjadi host. INFO OBAT DAN MAKANAN di METRO TV. CEO MINDSET dan ASK DR. „O CLINIC‟ di O CHANNEL. membuat karir sang dokter makin menanjak. „DOKTER ANDA‟ yang tayang di TV ONE. Belum lagi.SONIA WIBISONO di QTV . Gayanya yang santun dan pembawaanya yang ramah. Beberapa acaranya kerap menemani hari-hari anda. YOUR HEALTH di Kabelvision.Dokter Cantik dan Sukses. „INDONESIA BEBAS NARKOBA‟ dan. Siapa yang GAK Pengen??? Kesuksesan adalah Anugerah Tuhan Pasti anda tak asing lagi dengan dokter cantik yang satu ini.

“Saya sangat menyukai pelajaran biologi. “Saat SMP dan SMA pun saya kadang jadi model di beberapa majalah. jadi ini merupakan penyaluran hobi dan juga pelampiasan stress saya.Saya coba casting. Ia pun laris menjadi host acara kesehatan di televisi. Sonia berhasil menyabet gelar runner up di kontes pemilihan model yang diselenggarakan oleh Look‟s agency. Mengenai yang satu ini. menjadi host acara kesehatan di televisi sangat banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Ia pun selalu memprioritaskan keluarga di atas segalanya.” tutur wanita yang hobi menari. Karena sejak kecil dirinya aktif mengikuti teater. Sonia selalu dibiasakan untuk hidup sehat. kedua orangtunya berprofesi sebagai dokter umum.” ujar istri Robert Adhi Wardhana tersebut. keluarga adalah nomor satu. Sonia pun sudah tidak kagok dengan hal-hal yang berbau entertainment. Jadi saya sudah cukup terbiasa dengan hal hal yang berbau media. Inilah yang membuatnya bersikap kritis terhadap orangtunya. “ ujarnya. Dan kalau bisa ada keseimbangan antara semuanya. Dari situ. Sonia pun sering ditawari untuk menjadi host acara kesehatan on air maupun off air.” Jelasnya.Lina Wibisono kerap memperkenalkan hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan dan kedokteran. dirinya laris menjadi bintang iklan sejumlah produk. Selama menjalankan kesibukannya dalam berkarir. Lalu. tawaran semakin terbuka lebar. Pada tahun 1995. dan waktu untuk sosial. Ditambah lagi. teater. waktu untuk diri sendiri. karena saya orangnya bawel banget.Tertarik Menjadi Dokter Sejak Kecil Sonia memang ingin menjadi dokter sedari kecil. kadang ia diprotes oleh sang anak. . Sonia bisa lupa waktu. Sonia kecil selalu ingin tahu tentang segala hal. dan menyanyi ini. Ia kerap mengikuti ajang pencarian bakat. pekerjaan. “Pasien saya ada yang menawarkan saya untuk membawakan acara Dokter TV di ANTV. dan sang ibu (alm) dr. Keluarga. Ketertarikannya berlanjut hingga ia duduk di bangku kelas 1 di SMP Tarakanita V. Di tahun 1994. “Bagi saya. Rasanya dunia ini cocok buat saya. Sonia kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sonia pun selalu menyiapkan waktu khusus untuk kumpul dengan keluarga.” jelas ibu dari Ramses Wardhana Hardjanto dan Rainier Wardhana Hardjanto ini. “Saya bisa asyik melakukan pembedahan (jahit menjahit luka). Tetapi Sonia selalu berusaha untuk memberikan pengertian. dirinya tak pernah melewatkan mata pelajaran biologi. Jika sudah mengerjakan tugas yang kuliah. yaitu dunia . sehingga mudah dicerna. dan diterima. rajin mencuci tangan. Pembawaannya aktif dan ceria menjadikan dirinya kerap bertanya. menjaga kebersihan. Sonia menjadi salah satu finalis Abang-None Jakarta Selatan. Menurutnya. Pada tahun 1992. Tahun 2001 pun ia lulus menyandang gelar dokter. serta makan makanan bergizi. karena menurut saya tubuh manusia dan cara bekerjanya sangat logic. Sonia menjadi salah satu finalis “Cover Model Contest” yang diselenggarakan salah satu majalah remaja ibukota.” Ujarnya sembari tertawa lebar. pada tahun 2000. awalnya Sonia hanya coba-coba saja. Ia pun tak kaget menjalankan dunia entertainment yang jauh berbeda dengan kedokteran. Ayahnya dr Idrian Wibisono. Jadi preventif dan edukasi juga merupakan kewajiban saya. “Dokter kan bertugas untuk mengedukasi pencegahan selain mengobati. Sejak itu. Hanya iseng saja untuk membangun dan melatih rasa percaya diri. Ini merupakan salah satu hobi saya selama praktek di RSCM. Mengawinkan Dunia Kedokteran dengan Entertainment Wanita mungil ini lantas merambah bidang yang sangat berbeda jauh dari kesehatan.

SpU.MMR.Dr. Adapun tiga yang lainnya. Dari sepuluh dokter tersebut. yang bekerja sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang kini tengah menempuh pendidikan lanjutan di Jepang. Dan saya akan berusaha untuk mengembalikan semuanya kelak kepada Tuhan. Nouval Shahab. “Ayah.KKV. Ibu saya sudah meninggal hampir 10 tahun yang lalu. Sp. sepuluh diantaranya telah berhasil menjadi dokter dan dokter spesialisasi.“I really love my job and my life” Selama perjalanan karirnya. ibu dan suami merupakan orang-orang yang berharga dalam hidup saya. semuanya adalah anugerah. tujuh diantaranya telah berhasil meraih pendidikan spesialis. I really love my job and my life. mengakhiri perbincangan yang menyenangkan tersebut. yang tak lain dokter spesialis Urologi. Kelima. Ayah saya memberikan support semuanya. Kemudian. Ketiga. Dr.FECS. Ketika ditanya apakah dirinya sudah merasa sukses. SpOT. Semua talenta saya. ”Semua yang saya miliki sekarang adalah anugerah Tuhan. Keempat. Ia ada kapanpun saat saya butuhkan. ibu dengan 12 orang anak yang sukses. masih menekuni profesi sebagai dokter umum. Shahabiyah. meraih spesialisasi di bidang kardiovaskular dan satusatunya yang sudah meraih gelar doktor di keluarga saat ini. Dr. Padahal. dan terakhir Dr.PD. demikian pendapatnya. Farida Alwi.” ujarnya bijak. yang masing-masing adalah .vivanews. Kedua. Dr. yang menekuni bidang spesialisasi gigi. SpA. Yaitu pertama. yang mendalami spesialisasi Anak. Dr. Ia selalu ada saat saya jatuh dan bersedih.Sp. Idrus Alwi. Drg. Isa An Nagib. Dan suami saya adalah orang yang berhasil membantu saya merubah kekurangan saya menjadi kelebihan. Hal itu dirasakan Nafisah Ahmad Zen Shahab. "Kami cuma pedagang biasa.com Nafisah Ahmad Zen Shahab Ibu Sepuluh Dokter Orang tua mana yang tak bangga melihat anak-anaknya sukses.” jelasnya. dan ia telah berusaha untuk menjadi ayah sekaligus ibu setelah ibu saya meninggal dunia. DR." ujar nenek berusia 64 tahun yang kini sudah memiliki 30 cucu ini.PD. Orang orang yang mendukung saya. yang menjadi Dirut RSU Islam Harapan Anda di Tegal. Muhammad Syafiq. Suraiyah. Uniknya. almarhum Alwi Idrus Shahab. tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran. dengan berbuat sebanyak mungkin untuk sesama. Sumber: forum. berbagai kesempatan yang datang. ibunda Nafisah dan suaminya.FACC. Tapi ia memberikan contoh kasih yang luar biasa yang dapat diberikan oleh seseorang dalam hidupnya bagi orang lain. Sonia terinspirasi dari orang-orang di sekitarnya yang selalu memberikan support secara penuh. yang mengambil bidang spesialisasi Orthopedi.

yang lokasinya tidak jauh dari stasiun. Hanya dua orang lainnya yang tidak mengambil bidang kedokteran namun mengambil bidang kimia dan desain.Namun." kenang Eka. teratur. keluarga Eka harus menumpang di rumah pakdenya di Klaten. tak terlintas dibenaknya anak-anaknya akan menjadi dokter. di Jaya Suprana School of Performing Art." kata pria kelahiran Klaten. Penyerahan piagam MURI dilakukan pada 3 Pebruari 2010."Selain itu. Dr. 27 Juli 1958 ini. begitu dihargai orang-orang kampung. Mall of Indonesia. Jakarta Utara. Ibu dan Anak Permata Hati Balikpapan. Permata Cibubur. Alasannya. Eka juga m/ainbi jualan getuk di kantin-kantin sekolah. Salah satu narasumber episode kali ini adalah dr Eka Julianra Wah-joepramono SpBS. meminta untuk kuliah di kedokteran. Ahli bedah saraf kaliber internasional itu bisa mencapai sukses di bidang akademik karena perjuangan dan kegigihannya. kepala Neuro Science Center RS Siloam Gleneagles Karawaci.Pada masa itu ada lima universitas negeri yang mengadakan ujian penyaringan dalam waktu bersamaan. Apalagi mengingat latar belakang akademik kedua pasangan suami isteri ini sama sekali tak bersinggungan dengan kedokteran. Hidupnya mapan. Sang suami almarhum adalah sarjana ekonomi dan Nafisah sendiri lulusan SMA. Eka selalu menjaga warung. Dr.Dr. Semasa kecil." ujarnya. Karena keunikan ini maka tak heran Museum Rekor Indonesia (MURI). ia dan keluarga hanya mengandalkan hasil jualan barang kelontong milik ibunya serta warung makan di rumah. dr Subiyanto. jadi numpang di rumah pakde di Klaten. dan berpendidikan. Idrus Alwi. ada teman sekolahnya anak seorang dokter. Keduanya kemudian membuka usaha dagang batik kain. Tapi ketika sang anak pertama. Seperti diakui Nafisah. Jawa Tengah."Orang tua saya tidak memiliki rumah sendiri. keduanya hanya bisa mendukung.Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tangerang. Eka bertekad masuk sekolah kedokteran. Selamat!! Sumber : Majalah Farmacia Edisi Maret 2010 Jualan Getuk Raih Gelar Dokter Kondisi ekonomi keluarga yang minim tidak menghambat siapa pun untuk mencapai kehidupan yang sukses. Setiap pulang sekolah. Status sosial seorang dokter merupakan status yang membanggakan. dan Dr. Tak dinyana.Setelah lulus SMA. Zen Firhan. Pria yang akrab disapa Eka itu bukan berasal dari keluarga mampu. jejak sang kakak kemudian ditiru oleh adik-adiknya. Eka yang . Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap. ITULAH tema Kick Andy episode kali ini dengan menghadirkan beberapa narasumber yang mengupas perjuangan mereka hingga bisa mencapai kesuksesan. "Saya lakukan sampai SMA. menganugerahkan rekor pada keluarga ini. Nur Dalilah-Dokter Umum di RS. Fatimah yang menjadi Wakil Direktur RS. Dokter Umum di Balai Pengobatan Depok Medical Service dan Sawangan Medical Center. ayah teman saya itu.

State University of Arkansas. Munculnya Nila mengingatkan orang pada nama menteri kesehatan sepuluh tahun lalu. dan tokoh kedokteran Abdul Moeloek.Meskipun sudah menjadi seorang dokter spesialis bedah. Jiwa nasionalisme Sejak keberhasilannya melakukan operasi bedah batang otak pada 20 Februari 2004 itu. “Paman saya. . Farid sendiri pernah mencurahkan hidup sebagai menteri kesehatan RI pada 1998-1999." kata Eka yang pernah menjadi anggota University of Southern America. Eka melakukan promosi budaya Indonesia dengan caranya sendiri. Sedangkan sang adik. dan anggota International Board of Advisory. (M-3)miweekend@mediaindonesia. Dia membentuk tim bedah saraf dari berbagai suku dan agama. Salah Satu Dinasti Dokter Sukses di Indonesia DITULIS OLEH TITIK ANDRIYANI. Eka tetap tidak berhenti belajar. Prof Dr Nukman Moeloek SpAnd. dan mertua laki-laki saya. sepupu. yang tak lain ayahanda dr Farid Anfasa Moeloek atau mertua Nila Djuwita Anfasa Moeloek. Fakultas Kedokteran UPH resmi didirikan. Eka dipilih sebagai dekan fakultas tersebut.Pada TMS. bahkan di kancah internasional. perusahaan itu tidak mau membayar biaya operasi. sang Cucu Tak Tertarik di Medis Nila Djuwita Anfasa Moeloek nyaris menjadi menteri kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Untuk mewujudkan cita-citanya itu. Sutan Assin. Nama RS tersebut diambil dari nama dr H Abdul Moeloek. Pada 25 September 2002. Rumah Sakit dr H Abdul Moeloek di Bandar Lampung adalah salah satu buktinya. ayah-dua-anak ini berhasil menjadi dokter spesialis bedah dan berpraktik di RS Honoris. Eka wajib menulis berapa besar sumbangan yang harus diberikan ke universitas. adalah ahli bedah.keturunan China itu harus bersabar sebab ada semacam aturan tertulis yang membatasi jumlah mahasiswa keturunanChina bersekolah di universitas negeri. Ada hubungan ketiganya? NAMA Abdul Moeloek dan dunia kesehatan Indonesia tak bisa dipisahkan. Dan sejak 1 Juni 2007. Farid Anfasa Moeloek. Rintangan pertama berhasil diatasi. Dia mencoba masuk ke Universitas Diponegoro. Eka pantang menyerah. seusai operasi batang otak.Eka kemudian meminjam uang kepada pakdenya di Klaten sebesar Rp2 juta untuk bisa kuliah di Undip."Tujuannya agar kualitas bedah saraf Indonesia meningkat.com Keluarga Moeloek. namanya tercantum sebagai mahasiswa. Bukan hanya mereka. Semarang. hingga kini masih tercatat sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dia lolos seleksi.” terang Farid.Pasien pertamanya adalah karyawan di perusahaan Korea. Sayangnya.Kesempatan kuliah itu tidak disia-siakan Eka untuk ikut berbagai kegiatan yang terkait dengan profesi kedokteran. JAKARTA Kakek Jadi Nama Rumah Sakit. Eka mendirikan fakultas kedokteran di Universitas Pelita Harapan (UPH). Di situ dia terinspirasi ingin menjadi dokter bedah saraf. Ia berkeinginan menjadi profesor. Juga ipar. Itu karena sebagian besar anggota keluarga trah Moeloek mendedikasikan hidupnya di bidang tersebut. Namun.

kata dia. Di kota itu dia menjadi seorang tenaga medis di RS Dokter Karyadi. dua akar persoalan tersebut yang membuat bangsa ini terseok-seok. Dia tidak ingin pengabdiannya terhadap negeri berhenti sampai di situ. Dia pun resmi menjadi Menkes periode 1998-1999. Sumatera Barat. separo pendapatan masyarakat kerap dihabiskan untuk mengisap zat adiktif yang beracun tersebut. Setelah itu. Farid menuturkan. kalau hukum merokok itu makruh. kata dia. konotasi kesehatan saat ini seolah-seolah hanya fokus terhadap pelayanan dasar. Kedokteran hanya arti kata sempit. dia juga aktif di sejumlah organisasi. mengikuti jejak ayahnya. Setelah lulus sebagai dokter umum. Selama bersembunyi di kota itu. pada 1998. sejarah panjang keluarganya sebagai trah dokter memang dimulai dari ayahnya. rumah sehat. Dalam kurun waktu itu. Ketika itu tentara Jepang memiliki misi membunuh para intelektual Indonesia. ITB. “Bisa mengurangi jatah untuk anak-anaknya.” tuturnya. Sayang. sebab hati kecilnya seolah memanggil untuk mengambil jurusan kedokteran. Namun studi itu ditempuhnya hanya beberapa saat. Jadi. Hal itu dilakukan untuk menghormati dedikasi dan jasa Moeloek bagi masyarakat Lampung. Dedikasi dan ajaran Moeloek kini masih mengalir di dalam darah anak-anaknya. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi dirinya. Farid pun banting setir. lanjutnya. Istrinya. sedangkan kesehatan merujuk pada persoalan yang lebih luas. dan perilaku bangsa. Farid berhasil lulus cum laude. Farid juga sempat dipercaya menjadi direktur Pascasarjana UI pada 1991-1998. Apalagi. Betapa tidak. Dia juga sebagai anggota MPR. DPRD Lampung sepakat menamai RS Tanjung Karang dengan nama RS dr H Abdul Moeloek. Dia lantas memutuskan hijrah ke Semarang. Lampung Barat. “Ada korelasi yang erat antara kesehatan dan individu. Moeloek mengambil spesialis obgyn dan gynecology (kandungan dan kebidanan). Lampung. ketika itu ada kerja sama antara UI dan universitas di negeri Paman Sam tersebut. Farid kembali ke habitat aslinya: praktik sebagai dokter. Dia ikut ujian di FK UI dan lulus. Setelah lulus SMA di Tanjung Karang. Bahkan Nila nyaris menduduki kursi Menkes. Ayahnya lahir di Padang Panjang. kabinetnya juga turut bubar. Sedangkan istrinya menjadi guru dan mengajari masyarakat sekitar. Ketika Indonesia merdeka. Dampaknya. Pada usia 12 tahun. sampai sekarang saya pun merasa sebagai orang Lampung. Moeloek mengabdikan diri menjadi dokter bagi rakyat kecil. Moeloek pun tak ingin mati sia-sia. dan ujung-ujungnya terhadap kemiskinan. Namun saat Soeharto digantikan BJ Habibie. Farid memutuskan mengambil gelar doktor (PhD) di Johns Hopkins University (AS). merokok dinilai amat merugikan bangsa ini. maupun olahraga. sekolah kedokteran yang didirikan Belanda. sejatinya ada problem kesehatan keluarga. Kota Liwa. Karena itu. keluarga Moeloek memutuskan hijrah lagi ke Tanjung Karang. Kariernya di bidang kedokteran berawal saat dia menjadi staf pengajar di FK UI. Setelah itu. tapi juga problem sosial. Nila Djuwita Anfasa Moeloek. Moeloek merantau ke Batavia (Jakarta). Tak urung. di dalam konsep kesehatan.” ungkap Farid. Menurut dia. Sempat kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Bogor. seperti puskesmas dan rumah sakit. keluarga Moeloek amat disegani dan dituakan di kota tersebut. katanya. masih tersimpan konsep tentang penanganan kesehatan masyarakat—yang dia amat yakin konsep itu bisa memutus rantai kemiskinan dan kebodohan di Indonesia. pada 1909.Jodoh Farid juga tak jauh-jauh dari profesi keluarganya. Farid adalah salah satunya. gizi. Moeloek kembali mendapat kepercayaan menduduki kursi tersebut. bagi . Moeloek menjelaskan. setelah tak menjadi pejabat. Kiprah Abdul Moelek di dunia kedokteran dimulai saat lulus kuliah pada masa pendudukan Jepang. Dia mengilustrasikan. setahun kemudian Moeloek memutuskan pindah ke Stovia. dr Abdul Moeloek. Di kota itu Moeloek mengambil alih pengelolaan RS Tanjung Karang dari tentara Jepang. Di kota kecil itulah Farid lahir pada 1944. Farid dipercaya menduduki jabatan Menkes. Kedokteran dan kesehatan. masyarakat. Kebetulan. merusak IQ anak. Kini. juga seorang dokter. Nila kandas dan digantikan Endang Rahayu Sedyaningsih. “Ayah saya memiliki banyak anak angkat. Dia mengajarkan ilmu kebidanan dan ilmu lingkungan. di pengujung penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Setelah wafat pada 1973. Salah satunya memimpin asosiasi internasional kesehatan reproductive and health. Hingga kini dia masih mengajar di sana. Gedung Stovia sekarang menjadi gedung Perintis Kemerdekaan di Jalan Abdur Rahman Saleh. dalam frame otaknya. Sayang. bagai dua sisi mata uang. Kemudian Moeloek ditunjuk sebagai kepala rumah sakit itu. keluarga. Moeloek hanya beberapa tahun menetap di Semarang. lingkungan sehat. saat Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI. Ketika Soeharto lengser. Lama tinggal di Lampung. tak hanya terhadap kesehatan. dia memutuskan mengasingkan diri di Desa Winong. Padahal. Beberapa dokter menjadi korban. puncak kariernya tak berlangsung lama. Farid masuk Fakultas Teknik Sipil. air bersih.

saya yakin biaya kesehatan dapat ditekan.id . membutuhkan konsep sehat yang holistik. yang terjadi justru para dokter berlomba agar pasiennya terus bertambah. kata dia. Bagaimana semua orang bisa memiliki dokter pribadi jika dokter sekarang hanya berorientasi materi. juga memutuskan menjadi arsitek dan seniman di Prancis. Jika masyarakat sehat. Puti Alifah. jika penduduk Indonesia berjumlah sekitar 200 juta jiwa. “Kami memberikan kebebasan kepada anak-anak mau jadi apa saja. tukang parkir. Alih-alih konsep itu ada yang meneruskan.” jelasnya. Soal kegagalan Nila menjadi Menkes. kata dia. tapi bagaimana bisa menyehatkan masyarakat. Tak hanya itu." kata Farid. “Selama bisa. “Memang istri saya masih suka aktif di luar. “Tapi kami sudah tutup buku tentang masalah itu. Hal itu. setelah batal menjadi menteri.” ucap Farid. Sayang. Selain praktik di RS Mata Aini.” ucapnya. Sayang. “Anggaran itu untuk biaya asuransi. Hal itu. kata dia. tapi juga minat dan ketertarikan mereka terhadap bidang kesehatan.” terang Farid. asal bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.co. Hubungan kami ya berawal dari situ. pemerintah bisa menggelontorkan sejumlah dana terhadap dokter tersebut. "Bu Nila dulu adik kelas saya di UI. Nila juga konsens di Perhimpunan Dokter Mata Indonesia. Dalam mimpinya. Farid amat berharap agar setiap orang memiliki dokter pribadi. Tak hanya sebagai pasangan.” ucapnya. Karena itu.saya itu haram. dinasti dokter di keluarga Moeleok akan terputus. atau kuli bangunan. Konsep tersebut pernah dia implementasikan saat menjabat Menkes. Dia menggambarkan. Farid bertekad terus mengabdikan diri untuk masyarakat.” ujarnya.” ujarnya.jambi-independent. satu dokter bisa mengontrol kesehatan 2. sekarang tinggal di Inggris. harus memiliki database rekam medis setiap pasien yang berada di bawah tanggung jawabnya. Nah. Indonesia. Kalau hanya menunggu orang sakit. guru. itu bukan pilih-pilih. impian dan angan-angannya untuk menyehatkan masyarakat Indonesia belum tuntas. seorang dokter sejati adalah mereka yang bisa menjadi agent of change (agen perubahan). dibutuhkan sekitar 80 ribu dokter untuk memantau kesehatan masyarakat secara berkala. Sedangkan anak bungsunya. Farid sudah tak mau membahas. menjadi tanggung jawab dokter. juga kembali ke dunianya sebagai dokter di RS Mata Aini Jakarta.” ungkapnya. kata dia. bukanlah sebuah keniscayaan. “Dia aktif di situ sudah sepuluh tahun. “Bukan hanya menunggu orang sakit di poliklinik. lebih memilih bekerja di swasta. Adiknya. Hal itu mereka sadari betul saat pertama berkenalan. Dan. Muh Reiza. “Mindset inilah yang harus diubah. “Tak peduli dia abang becak. saya dan istri akan terus berupaya untuk masyarakat. Anak-anak pasangan Farid-Nila tak satu pun yang tertarik melanjutkannya. Farid-Nila boleh dibilang pasangan yang amat serasi. Untuk itu. Farid dan Nila kebetulan sama-sama berprofesi sebagai dokter.500 penduduk. Sang istri sendiri. berarti belum menjalankan fungsi dokter. Mereka layak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Sumber: http://www. Nila aktif sebagai ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat untuk masa bakti 2004-2009. Meskipun seandainya Nila berhasil jadi Menkes. Dokter tersebut. Puti Annisa.” ucapnya. Dokter itu harus berperan sebagai agent of change.” cetusnya dengan mata berkacakaca. Anak pertama mereka. misalnya dokter diberi Rp 40 juta untuk menangani sekian pasien. Menurut dia. dia yakin konsep yang pernah dia terapkan itu bisa dilanjutkan istrinya. Tugas dokter itu adalah menyehatkan mereka. Saat ini konsep Indonesia sehat mungkin masih di awang-awang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful