Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK Acara :Mineral Siklosilikat dan Phyllosilikat Nama : Minfadliansah S.

P STB : D611 09 001

Hari/Tgl : Rabu/27-04-2011

No. Urut Nikol Sejajar No. Peraga P. Objektif P. Okuler P. Total Bilangan Skala

: 01 : 19 :5x : 10 x : 50 x : 0,02

Kedudukan Mineral : X,Y (43,2 , 24,5) Ukuran Mineral Warna mineral Nikol Silang Pleokroisme Intensitas Indeks Bias Belahan Pecahan Bentuk Relief Inklusi TRO W.I Max Bias Rangkap Kembaran Sudut gelapan Jenis Gelapa TRO Nama mineral : 1,8 mm : Transparan : : Sedang : Nm > Ncb : 1 Arah : Uneven :Anhedral subhedral : Sedang : Ada : Abu-abu : 0,007 Orde 1 : :490 : Miring : Addisi Langht Fast : Cordierite (Mg2Al4Si5O18)

Pengamatan Konoskopik P. Objektif P. Okuler P. Total Bukaan Diafragma Sumbu Optik Tanda Optik Gambar Interferensi Isogir Gelang Warna Sudut 2V Nama Mineral Isogir : Tidak Terpusat : Bias Ganda Kuat : : Cordierite (Mg2Al4Si5O18) Gelang Warna P.O = 20x : 100 x : 10 x : 1000 x : 0,9 : Biaxial : Positif (+)

Mineral ini termasuk dalam mineral siklosilikat, dengan komposisi kimia yaitu (Mg2Al4Si5O18). Pada pengamatan nikol sejajar mineral ini memiliki warna transparan dan tidak memiliki pleokroisme karena pada saat meja objek diputar 900, mineral ini tidak mengalami perubahan warna. Daya serap cahaya maksimum (intensitas) pada mineral ini sedang ditandai dengan warna mineral yang tidak terlalu terang. Untuk

menentukan indeks biasa pada mineral ini digunakan metode illuminasi miring dimana dilewatkan kertas diatas illuminator dan indeks bias mineral yang diperoleh yaitu Nm > Ncb yang ditandai dengan arah kertas yang dilewatkan diatas illuminator searah dengan yang terlihat pada lensa okuler. Belahan pada mineral ini yaitu belahan 1 arah. Jenis pecahan mineral ini yaitu uneven dengan bentuk suhbedralanhedral. Kenampaka bidang batas mineral (relief) yaitu sedang. Pada mineral ini ditemuakan ditemikan adanya mineral asing (inklusi) berupa gelembung-gelembung gas.

Gambar 3.1. Penampang sayatan mineral pada nikol silang

Pada pengamatan nikol silang, analisator dimasukkan. Warna interferensi maksimum pada saat meja objek diputar yaitu warna abu-abu dengan bias rangkap 0,007 orde 1. Mineral ini tidak memiliki kembaran. Sudut gelapan yang dihasilkan yaitu 490 yang didapatkan didapatkan dari selisih antara terang maksimum dan gelap maksimum dan jenis gelapan miring.

Gambar 3.2. Penampang sayatan mineral pada nikol ssejajar

Tanda rentang optic (TRO) pada mineral ini yaitu addisi langht fast. TRO ditentukan dengan cara melihat warna yterang maksimum mineral pada mikroskop kemudian mencocokkannya dalam tabel Michel Levy.

Gambar 3.3. Penampang sayatan mineral pada TRO

Pada pengamatan konoskop, perbesaran lensa objektif yang digunakan yaitu 100x dan perbesaran lensa okuler tetap pada perbesaran 10x serta bukaan diafragma yang digunakan yaitu 0,9. Sumbu optik pada mineral ini yaitu biaxial yang ditandai dengan sistem kristal mineral ini yaitu orthorombik. Tanda optiknya yaitu negatif (-). Pada gambar interferensi, isogirnya yaitu tidak terpusat. Gelang warna pada mineral ini yaitu bias ganda kuat karena jumlah warna yang dapat diamati ada tiga jenis warna yang didapat dari perbesarab lensa objektif 20x. Sudut 2V yaitu 00. Proses pembentukan mineral umumnya terbentuk pada batuan metamorfisme kontak dan batuan metamorfisme regional tekanan rendah. Metamorfisme kontak terjadi akibat adanya intrusi tubuh magma panas pada batuan yang dingin dalam kerak bumi. Akibat kenaikan suhu, maka rekristalisasi kimia memegang peran utama. Sedangkan deformasi mekanik sangat kecil, bahkan tidak ada, karena stress disekitar magma relatif homogen. Batuan yang terkena intrusi akan mengalami pemanasan dan termetamorfosa, membentuk suatu lapisan di sekitar intrusi yang dinamakan aureole metamorphic (batuan ubahan). Pada metamorfisme regional, batuan sedimen sepanjang batas lempeng akan mengalami diferensial stress yang intensif sehingga muncul bentuk foloiasi yang khas seperti batu sabak, sekis dan

gneiss. Sekis hijau dan amfibolit dijumpai dimana segmen kerak samudra purba yang berkomposisi masuk zona subduksi dan bersatu dengan kerak benua dan kemudian termetamorfosa. Ketika segmen kerak mengalami stress kompresi horizontal, batuan dalam kerak akan terlipat dan melengkung (bukling). Akibatnya bagian dasar mengalami peningkatan suhu dan tekanan, dan mineral baru mulai tumbuh. Mineral ini biasanya berasosiasi dengan mineral Garnet, Mika, Kwarsa, Andalusit, Silimanit, Staurolit, Almandine, Korundum, Biotite dan Feldspars. Biasanya terdapat pada batuan Gneiss, Sekis. Granit dan Pegmatit. Mineral ini digunakan sebagai permata batu nilam, iolite atau dichroite serta dijadikan koleksi para kolektor dan ilmuan. Nama mineral ini adalah Cordierite.

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK Acara :Mineral Siklosilikat dan Phyllosilikat Nama : Minfadliansah S.P STB : D611 09 001

Hari/Tgl : Rabu/27-04-2011

No. Urut Nikol Sejajar No. Peraga P. Objektif P. Okuler P. Total Bilangan Skala

: 02 : 40 :5x : 10 x : 50 x : 0,02

Kedudukan Mineral : X,Y (50 , 25,5) Ukuran Mineral Warna mineral Nikol Silang Pleokroisme Intensitas Indeks Bias Belahan Pecahan Bentuk Relief Inklusi TRO W.I Max Bias Rangkap Kembaran Sudut gelapan Jenis Gelapa TRO Nama mineral : 7,5 mm : Transparan : Dwikroik : Sedang : Nm > Ncb : 2 Arah : Uneven : Subhedral euhedral : Sedang : Ada : Abu-abu : 0,009 Orde 1 ::460 : Miring : Addisi Langht Fast : Muskovit

Pengamatan Konoskopik P. Objektif P. Okuler P. Total Bukaan Diafragma Sumbu Optik Tanda Optik Gambar Interferensi Isogir Gelang Warna Sudut 2V Nama Mineral Isogir : Tidak Terpusat : Bias Ganda Kuat : 300 : Muskovit (KAl2(AlSi3O10) (F, OH)2) Gelang Warna P.O = 20x P.O = 20x : 100 x : 10 x : 1000 x : 0,9 : Biaxial : Positif (+) P.O = 20x

Mineral ini termasuk dalam mineral phyllosilikat, dengan komposisi kimia yaitu KAl2(AlSi3O10)(F, OH)2 dalam kelompok mica group. Pada pengamatan nikol sejajar mineral ini memiliki warna transparan dan tidak memiliki pleokroisme karena pada saat meja objek diputar 900, mineral ini tidak mengalami perubahan warna. Daya serap cahaya maksimum (intensitas) pada mineral ini sedang ditandai dengan warna mineral yang tidak terlalu terang. Untuk

menentukan indeks biasa pada mineral ini digunakan metode illuminasi miring dimana dilewatkan kertas diatas illuminator dan indeks bias mineral yang diperoleh yaitu Nm > Ncb yang ditandai dengan arah kertas yang dilewatkan diatas illuminator searah dengan yang terlihat pada lensa okuler. Belahan pada mineral ini yaitu belahan 2 arah. Jenis pecahan mineral ini yaitu uneven dengan bentuk anhedralsubhedral. Kenampaka bidang batas mineral (relief) yaitu sedang. Pada mineral ini ditemuakan ditemikan adanya mineral asing (inklusi) berupa mineral-mineral hitam.

Gambar 3.4. Penampang sayatan mineral pada nikol silang

Pada pengamatan nikol silang, analisator dimasukkan. Warna interferensi maksimum pada saat meja objek diputar yaitu warna abu-abu dengan bias rangkap 0,009 orde 1. Mineral ini tidak memiliki kembaran. Sudut gelapan yang dihasilkan yaitu 460 yang didapatkan didapatkan dari selisih antara terang maksimum dan gelap maksimum dan jenis gelapan miring.

Gambar 3.5. Penampang sayatan mineral pada nikol ssejajar

Tanda rentang optic (TRO) pada mineral ini yaitu addisi langht fast. TRO ditentukan dengan cara melihat warna yterang maksimum mineral pada mikroskop kemudian mencocokkannya dalam tabel Michel Levy.

Gambar 3.6. Penampang sayatan mineral pada TRO

Pada pengamatan konoskop, perbesaran lensa objektif yang digunakan yaitu 100x dan perbesaran lensa okuler tetap pada perbesaran 10x serta bukaan diafragma yang digunakan yaitu 0,9. Sumbu optik pada mineral ini yaitu biaxial yang ditandai dengan sistem kristal mineral ini yaitu monoklin. Tanda optiknya yaitu negatif (-) yang didapat dari perbesaran lensa objektif 20x dengan bukaan diafragma 0,25. Pada gambar interferensi, isogirnya yaitu tidak terpusat yang didapat dari perbesaran lensa objektif 20x dengan bukaan diafragma 0,25. Gelang warna pada mineral ini yaitu bias ganda lemah karena jumlah warna yang dapat diamati ada dua jenis warna yang didapat dari perbesarab lensa objektif 20x. Sudut 2V yaitu 300. Proses pembentukan mineral dimulai magma dengan suhu sedang (35005000). Karena magma merupakan cairan yang panas, maka ion-ion yang menyusun magma dapat bergerak bebas tak beraturan. Sebaliknya pada saat magma mengalami pendinginan, pergerakan ion-ion tersebut akan menurun dan ion-ion akan mulai mengatur dirinya menyusun bentuk yang teratur. Pada saat magma mengalami pendinginan, atom-atom oksigen dan silicon akan saling mengikat untuk membentuk tetrahedral oksigen-silikon. Kemudian tetrahedral-tetrahedra oksigen-silikon tersebut akan saling bergabung dengan ion-ion lainnya dan akan membentuk inti kristal dari

bermacam-macam mineral silikat. Tiap inti kristal akan tumbuh dan membentuk jaringan kristalin yang tidak berubah. Mineral yang menyusun magma tidak terbentuk pada waktu yang bersamaan atau pada kondisi yang sama. Mineral tertentu akan mengkristal pada temperatur yang lebih tinggi dari mineral lainnya, sehingga kadang-kadang magma mengandung kristal-kristal padat yang dikelilingi oleh material yang masih mencair Mineral ini biasanya berasosiasi dengan mineral Kuarsa, Feldspars, Beryl dan Tourmalin. Umumnya sebagai mineral pembentuk batuan seperti Granit dan Granit pegmatite. Biasanya juga muncul pada batuan metamorf seperti Gneis dan Sekis, Granit, metamorf, dan Batupasir. Biasanya dijadikan sebagai mineral koleksi oleh kolektor dan ilmuan. Nama mineral ini adalah Muscovite.